Viral di media sosial pemilik mobil listrik MG 4 EV curhat lantaran tidak diberi izin mengisi daya listrik mobilnya di salah satu dealer MG di Jakarta. [521] url asal
Viral di media sosial pemilik mobil listrik MG 4 EV curhat lantaran tidak diberi izin mengisi daya listrik mobilnya di salah satu dealer MG di Jakarta. Terkait dengan beredarnya kabar tersebut, MG Motor Indonesia pun langsung melakukan investigasi.
Sebelumnya keluhan tersebut disampaikan melalui akun Instagram Wijaya Stevanus. Dia mengeluhkan mobilnya ditolak oleh dealer MG Pluit saat hendak meminta izin untuk mengisi ulang daya baterainya.
"Ini di showroom MG Pluit ya teman-teman, masa user MG mau datang ke showroom-nya mau ngecas, nggak dikasih teman-teman. Gua heran, soalnya di Wuling atau juga di Hyundai itu kalau kita user dan punya mobilnya, mau ngecas di situ boleh. Bahkan gratis dan dizinkan kalau mau ngecas ke dealer-nya (masing-masing). Tapi cuma di MG Pluit ini agak lain nih teman-teman," buka Wijaya seperti diunggah di akun Instagram-nya @stev_w84, dikutip Selasa (17/9/2024).
"Gua jadi bertanya-tanya nih. Apakah ini memang peraturan yang dibuat MG seperti ini, atau kenapa? Kok lucu sekali. Dibandingkan dengan merek-merek mobil sebelah. Jadi saya harap ini ada evaluasi tersendiri ya buat MG, terutama MG Pluit," tambah Wijaya.
Merespons keluhan konsumen MG tersebut, MG Motor Indonesia sedang melakukan penelusuran terlebih dahulu. Intinya, setiap dealer MG diberikan wewenang masing-masing untuk mengelola fasilitas charging station mereka.
"Di internal kita lagi investigate. Karena kalau saya lihat videonya sama teman-teman juga bilang, nggak mention kenapanya gitu kan, dari pihak konsumen tersebut. Jadi, kita belum memberikan sebuah statement terlebih dahulu, karena kita mau coba investigate dulu, kita kumpulin informasi," ungkap ATL Manager & Creative Strategist MG Motor Indonesia Muhamad Irvan Mustafa kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Irvan menambahkan, pada prinsipnya setiap dealer MG yang sudah dilengkapi fasilitas charging station, bisa digunakan oleh para konsumen mobil listrik MG. Kecuali beberapa dealer MG yang belum memiliki fasilitas tersebut karena sedang proses pembangunan dan lainnya.
"Jadi kayak ada beberapa dealer, mereka itu lagi proses pembangunan, segala macam. Memang secara infrastruktur belum ada, bukan nggak boleh, kayak gitu," bilang Irvan.
"Pada dasarnya (boleh ngecas), dan (apalagi) dia juga kustomer, dan dia sampai beli di situ juga, pastinya bisa. Nggak mungkin nggak bisa buat melakukan charging di dealer tersebut, apalagi mobilnya juga MG," tambah Irvan.
Baru-baru ini, konsumen BYD Dolphin bernama Wisnu Tanuwidjaja mengeluhkan kendaraan miliknya di media sosial. Sebab, mobil listrik yang baru dipesannya tersebut datang dalam kondisi kotor dan terdapat goresan.
Keluhan tersebut disampaikan Wisnu Tanuwidjaja melalui grup BYD Indonesia di Facebook. Pernyataannya kemudian viral setelah dibagikan akun @hujat_otomotif di Instagram.
"Hari ini saya menerima BYD Dolphin yang saya pesan di bulan Februari 2024. Harusnya ini menjadi hari yang dinanti-nanti. Tapi apa yang terjadi? Keadaan mobil tersebut saat saya terima malah seperti ini," demikian tulis Wisnu, dikutip Senin (22/7).
BYD Dolphin kotor. Foto: Facebook / Wisnu Tanuwidjaja.
Wisnu kemudian membagikan gambar yang menunjukkan kondisi mobil listriknya. Terlihat di sudut-sudut bodinya terdapat serbuk debu dan noda. Bahkan, ada goresan panjang di salah satu bagian kendaraan.
"Dealer mau bertanggung jawab dengan membawa ini ke car grooming. Saat saya tanya bawa ke car grooming mana dan berapa budget-nya, dia jawab Rp 500 ribu. Kalau dipikir-pikir, Rp 500 ribu nggak akan menyelesaikan masalah yang ada. Daripada saya bolak-balik kesal 2 kali, lebih baik saya beresin sendiri," tuturnya.
"Saya putuskan terima dengan catatan, apabila ada parts yang memang kondisinya jelek, maka mereka harus ganti," tambahnya.
Dia kemudian menyarankan konsumen BYD lain agar berhati-hati ketika memesan kendaraan. Minimal, kata dia, pastikan mobil dalam kondisi baik saat tiba di rumah.
"Biasanya delivery mobil pasti melalui tahap PDI (pre-delivery inspection). Buat saya, kalau kerjaan kayak gini, boleh ganti itu vendor PDI-nya, busuknya nggak ada dua," ungkapnya.
PT BYD Motor Indonesia langsung menjalin komunikasi dengan dealer terkait untuk melakukan pengecekan. Mereka mengklaim, masalah tersebut sedang diselesaikan.
"Menanggapi peristiwa yang dialami salah satu konsumen kami, kami sangat menyesali peristiwa yang dialami beliau dan langsung menjadi perhatian kami. Saat ini, BYD Motor Indonesia bersama dengan rekanan dealer sedang dalam tahap penyelesaian masalah yang dialami," demikian pernyataan resmi manajemen BYD Indonesia kepada detikOto belum lama ini.
BYD. Foto: Andhika Prasetia
Selain itu, BYD juga langsung melakukan investigasi internal dengan elemen-elemen terkait. Tujuannya agar masalah serupa tak terjadi lagi di kemudian hari.
"Sejalan dengan ini, kami juga lakukan investigasi internal terhadap seluruh elemen terkait. Terima kasih atas atensi dan masukan yang diberikan ke BYD, untuk kami dapat mempertahankan standar kualitas kami," kata BYD.