Burger ala Amerika yang disajikan dengan patty premium dan kentang goreng renyah bisa jadi menu makan siang memuaskan. Berikut rekomendasinya! [892] url asal
Burger ala Amerika yang disajikan dengan patty premium dan kentang goreng renyah bisa jadi menu makan siang memuaskan. Berikut 5 tempat makan terpopuler untuk menikmatinya.
Burger termasuk hidangan yang populer di Indonesia. Terbukti dari banyaknya tempat makan burger yang tersebar, mulai dari burger versi kaki lima hingga burger versi restoran mewah.
Memang kehadiran burger di Indonesia sudah cukup lama, tetapi belakangan ini sedang ramai tempat makan burger yang menawarkan burger bergaya Amerika dengan daging patty premium. Kreasi burger ini disebut-sebut lebih nikmat karena daging pattynya tebal, rotinya lembut, dan semakin nikmat disajikan bersama kentang goreng.
Di Jakarta ada beberapa tempat makan burger ala Amerika yang cocok jadi tujuan makan siang. Berikut rekomendasinya!
1. Le Burger
Le Burger menawarkan burger ala Amerika dengan variasi beragam. Foto: Instagram @leburger_jkt
Di kawasan SCBD, ada tempat makan burger bergaya Amerika yang bisa dikunjungi.
Le Burger punya berbagai variasi burger, mulai dari burger yang diisi beef patty, ayam, udang, daging kambing, hingga ikan. Namun, tiga menu andalan di sini yaitu Beef Burger, Cheese Burger, dan Truffle Burger.
Burgernya terdiri dari roti bun lembut, dilengkapi dengan daging patty, selada, tomat, keju, dan aneka saus spesial. Jika merasa kurang puas, bisa tambah topping ekstra tomat, bacon, telur, aneka saus, keju, dan lain sebagainya.
Adapun menu pelengkap, seperti salad, kentang goreng, dan onion rings yang bisa mendampingi burger.
Harga burger di tempat ini dibanderol mulai dari Rp 74.000 sampai Rp 150.000.
Lokasinya di Alila Hotel SCBD, Lantai Lobby, Jl. Jenderal Sudirman, SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Buka setiap hari pukul 11.00 - 23.00 WIB.
2. Lawless Burger
Kenikmatan Lawless Burger sudah tidak perlu diragukan lagi. Foto: Instagram @lawless.burgerbar
Tempat makan burger ini pastinya sudah tidak asing lagi di telinga. Mereka terkenal menawarkan burger dengan daging tebal smoky dan keju yang lumer.
Menunya bervariasi, ada yang pakai daging patty tebal, ada juga yang pakai beef slice semacam bacon. Mereka juga punya menu pelengkap lainnya, seperti kentang goreng, onion rings, dan masih banyak lagi.
Harga per porsinya mulai dari Rp 42.000 sampai Rp 125.000. Burger ini bisa dinikmati langsung di tempat dan punya area makan yang cukup nyaman.
Lokasinya bisa ditemui di beberapa cabang, seperti di Kemang, Menteng, PIM 2, PIK, Blok M, hingga Bekasi. Buka setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB.
3. Five Monkeys
DI Panglima Polim juga ada burger ala Amerika yang terkenal enak. Foto: Instagram @fivemonkeysburger
Di daerah Panglima Polim ada tempat makan burger ala Amerika yang tidak kalah enak, namanya Five Monkeys Burger.
Burger di tempat ini terkenal dengan porsinya yang mengenyangkan dan beef patty yang juicy dan lezat.
Beberapa menu burger bisa dicoba, mulai dari Double Wagyu Smash Burger hingga burger yang diisi dengan ayam fillet. Mereka juga punya menu pelengkap lainnya, seperti nachos atau french fries.
Harga makanan di tempat ini dibanderol mulai dari Rp 49.000. Five Monkeys Burger bisa ditemui di Jl. Panglima Polim V No 25-27, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Buka setiap hari, pukul 09.00 - 21.30 WIB.
4. Dan's Burger
Dan's Burger menjadi salah satu gerai burger yang sedang hits di Jakarta. Foto: Instagram @dansburger.jkt
Gerai burger ini sedang ramai dibicarakan di media sosial. Terkenal karena beef pattynya dimasak dengan cara di 'smash' atau ditekan di atas wajan panas.
Beef pattynya juga terkenal punya tekstur yang luarnya agak garing, tetapi dalamnya juicy. Disajikan dengan roti bun lezat, campuran saus spesial, dan seporsi kentang goreng.
Namun, kalau mampir ke sini harus siap antre atau datang lebih awal. Gerainya tidak begitu besar, tetapi cukup menampung kurang lebih 10 pax. Pelanggan juga bisa makan di kafe sebelahnya, yaitu Kaneki.
Dan's Burger bisa ditemui di daerah Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Buka setiap hari pukul 10.00 - 22.00 WIB.
5. Ask For Patty
Ask For Patty dikenal menawarkan seporsi burger yang disajikan dengan beef patty premium dan campuran saus yang sedap.
Mereka punya menu burger Amerika klasik, Classic Patty yang terdiri dari roti bun, house blend patty, double American cheese, grilled onion, pickle, dan smokey mayo. Harganya sekitar Rp 67.000. Bisa tambah ekstra patty seharga Rp 39.000.
Ask For Patty juga punya menu burger lainnya, seperti Patty Smith yang disajikan dengan smoked beef bacon atau Clock Up yang disajikan dengan fried chicken. Harganya mulai dari Rp 58.000.
Ask For Patty bisa disambangi di Jl. Teuku Cik Ditiro No.36, RT.10/RW.5, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 1031. Buka setiap hari mulai pukul 11.00 - 21.45 WIB.
Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) menegaskan komitmennya dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia melalui kelembagaan koperasi.
Salah satu kisah sukses datang dari Umi, seorang petani kentang di wilayah Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Umi, yang telah menggeluti usaha pertanian kentang selama 10 tahun, merasakan dampak positif dari bergabung dengan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Melati, salah satu mitra koperasi LPDB-KUMKM di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Melalui koperasi, Umi berhasil mendapatkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usahanya di sektor pertanian dan homestay.
“Proses pengajuan pinjaman dari koperasi sangat mudah dan cepat,” ungkap Umi. Dana yang saya peroleh saya gunakan untuk sewa lahan, membeli bibit, dan memenuhi kebutuhan sarana produksi lainnya. Berkat bantuan ini, produktivitas pertanian saya meningkat signifikan," kata Umi.
Menurut Umi, bukan hanya untuk usaha pertanian, modal dari koperasi juga digunakan untuk meningkatkan kapasitas homestay miliknya.
"Alhamdulillah permodalan ini saya gunakan juga untuk meningkatkan kapasitas homestay, karena Dieng ini semakin hari semakin ramai pengunjungnya, harapannya bisa terus bermitra dan kerja sama antara koperasi dan juga LPDB-KUMKM," kata Umi.
Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menyatakan, kisah sukses Umi ini menunjukkan bahwa pembiayaan bergulir dari LPDB-KUMKM melalui koperasi dapat menjadi solusi bagi petani dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatannya.
"Dengan memberikan akses permodalan yang mudah dan terjangkau, kami ingin mendorong pertumbuhan sektor pertanian di Indonesia. LPDB-KUMKM berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM naik kelas termasuk sektor pertanian. Kami berharap semakin banyak petani yang dapat merasakan manfaat dari program pembiayaan bergulir ini," kata Supomo.
Supomo menambahkan, dengan dukungan dari LPDB-KUMKM melalui mitra koperasi, Umi tidak hanya berhasil meningkatkan produksi kentang, tetapi juga berencana mengembangkan usaha homestay miliknya.
"Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan bergulir tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga dapat membuka peluang usaha baru dan diversifikasi usaha para UMKM. Dampaknya ekonomi akan terus bergerak dan bertumbuh," kata Supomo.
Menurut Supomo, dengan memberikan akses pembiayaan kepada UMKM melalui koperasi, pihaknya berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"LPDB-KUMKM berharap kisah sukses Umi dapat menginspirasi para petani dan pelaku UMKM lainnya untuk memanfaatkan layanan pembiayaan yang tersedia. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga keuangan, dan koperasi, diharapkan sektor pertanian di Indonesia dapat semakin maju dan mandiri," kata Supomo.
Supomo berharap, pelaku UMKM untuk bergabung kepada koperasi agar bisa mendapatkan permodalan, pendampingan usaha, hingga pemasaran.
"Sebab koperasi saat ini sudah bisa menjadi konsolidator bagi produk UMKM, dengan koperasi juga bisa akses permodalan dengan mudah, murah, dan cepat, salah satunya dari dana bergulir LPDB-KUMKM," kata Supomo.
JAKARTA, investor.id–PT Indo Agro Plus (IAP) tahun ini bersiap melakukan operasional produksi pabrik kentang goreng beku (frozen french fries) miliknya yang berlokasi di Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar). Kapasitas produksi pabrik IAP mencapai 500 kilogram per jam, sehingga perusahaan tersebut menargetkan bisa memproduksi 300 ton kentang goreng beku dalam satu bulan.
IAP merupakan holding company yang bakal mengoperasikan pabrik kentang goreng beku pertama dan satu-satunya di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, yang menggunakan bahan baku lokal. “Tidak cuma di Indonesia, IAP menjadi pionir dan satu-satunya pabrik kentang goreng beku di Asia Tenggara yang menggunakan bahan baku dalam negeri. Mulai dari pembenihan, penanaman, sampai mengolah kentang hasil panen menjadi kentang goreng beku kami lakukan semua di Indonesia,” ujar Direktur Utama IAP Abdul Kadir Assegaf.
Menurut Abdul Kadir, sebanyak 100% produk kentang beku goreng yang saat ini beredar di Indonesia berasal dari impor. Kentang-kentang impor tersebut dilakukan pengepakan ulang (repackaging) dengan menggunakan merek dagang lokal. Karena itu, Abdul Kadir berharap, beroperasinya pabrik kentang goreng beku IAP akan menjadi tonggak bagi Indonesia untuk melepaskan diri dari ketergantungan impor.
“Bayangkan, saat ini, gerai-gerai makanan waralaba yang menyajikan kentang goreng juga masih 100% impor. Mudah-mudahan, ke depan, ketergantungan impor ini bisa berkurang dengan berproduksinya pabrik kami,” ujar Abdul Kadir dalam keterangannya, Senin (05/08/2024).
Sementara itu, Direktur IAP Abdullah Syami menambahkan, perusahaan melakukan uji coba produksi pada 5 Agustus 2024 dengan dihadiri para undangan yang merupakan unsur Pemkab Majalengka, tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, dan masyarakat sekitar pabrik. Kentang untuk uji coba produksi diambil langsung dari greenhouse milik IAP di Cipada, Lembang, Bandung, Jabar.
“Uji coba produksi ini menandakan kami siap mulai beroperasi tahun ini juga. Mudah-mudahan, pada November 2024, kami sudah siap memasarkan produk kentang goreng beku dari Majalengka ke seluruh Indonesia," kata dia. Asumsi IAP, perusahaan beroperasi 20 jam per hari selama satu bulan. Ke depan, IAP juga berencana membangun pabrik serupa dengan kapasitas lebih besar yakni 13,5 ton per jam atau 8.100 ton per bulan.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Bongas Kulon Ujang Mulya Rusmawi mengatakan, beroperasinya pabrik kentang goreng beku milik IAP sudah ditunggu-tunggu masyarakat setempat. Masyarakat sudah mendengar rencana pendirian pabrik sejak lama. “Alhamdulillah, sekarang akhirnya bisa segera beroperasi,” jelas dia.
Mantan Kepala Desa Bongas Kulon itu berharap keberadaan pabrik kentang goreng beku IAP bisa berkontribusi positif untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. “Ini pasti ada penyerapan tenaga kerja lokal yang dibutuhkan pabrik, tentu juga bakal mendongkrak pertumbuhan bisnis lainnya, seperti kontrakan dan warung-warung,” tutur Ujang.
IAP berdiri pada 2013, berkomitmen membangun industri pertanian hulu-hilir. IAP bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan beberapa varietas kentang untuk dijadikan bahan baku produksi kentang goreng beku siap masak.
Editor: Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id