JAKARTA, investor.id - Donald Trump kembali menolak untuk merilis catatan kesehatannya yang terbaru, meskipun Kamala Harris terus mempertanyakan kelayakan kesehatannya sebagai calon presiden. Pada Jumat, Trump, yang kini berusia 78 tahun, menegaskan bahwa ia tidak akan memberikan pembaruan medis terbarunya, meskipun Harris mencoba menimbulkan keraguan mengenai kebugarannya untuk memimpin Amerika Serikat (AS).
Ketika ditanya apakah akan merilis catatan kesehatannya, Trump menjawab bahwa dirinya sudah memberikan cukup informasi mengenai kondisi kesehatannya. "Ya, saya sudah melakukan lima pemeriksaan dalam empat tahun terakhir. Kalian sudah mendapatkannya semua," ujar Trump dikutip dari CNBC internasional, Sabtu (19/10/2024).
Trump juga menambahkan bahwa dirinya terlalu sibuk berkampanye melawan Harris untuk memperbarui catatan medisnya. "Jelas, saya sedang dalam pertarungan besar dan sangat sengit. Kami memimpin. Saya sudah memberikan laporan kesehatan saya," katanya.
Trump juga mengklaim bahwa ia telah menjalani dua kali tes kognitif dan ‘lulus dengan sempurna’. Ia kemudian menyindir Harris dengan mengatakan, "Saya ingin melihat dia melakukan tes kognitif karena dia tidak akan lulus karena dia tidak dilahirkan cerdas,” ucapnya.
Sementara itu, kampanye Trump tidak menanggapi permintaan komentar lebih lanjut dari CNBC terkait pernyataannya di Michigan. Sebelumnya, pada bulan Agustus, Trump mengatakan kepada CBS News bahwa ia ‘sangat senang’ merilis catatan medisnya, namun hingga kini tim kampanyenya belum melakukannya.
Sebagai pembanding, Kamala Harris, yang akan berusia 60 tahun pada Minggu ini, merilis laporan kesehatan yang detail dari dokter Gedung Putih pada 12 Oktober lalu. Pada hari yang sama, juru bicara kampanye Trump, Steven Cheung, mengklaim bahwa Trump telah ‘secara sukarela merilis’ beberapa laporan kesehatan.
Percobaan Pembunuhan
Cheung merujuk pada surat dari Dr. Bruce Aronwald yang dirilis pada November lalu, terkait pemeriksaan Trump lebih dari setahun sebelumnya. Selain itu, Cheung juga merujuk pada dua memo dari Juli yang ditulis oleh Ronny Jackson, mantan dokter Gedung Putih, yang membahas cedera yang dialami Trump setelah selamat dari percobaan pembunuhan saat kampanye pada 13 Juli.
Harris semakin gencar menyerang Trump dengan melemparkan kritik pedas yang berfokus pada isu kesehatan. Selama kampanye di North Carolina, Harris menyoroti penolakan Trump untuk merilis laporan kesehatan yang komprehensif dan keputusannya untuk tidak ikut dalam debat kedua. "Mengapa stafnya ingin dia bersembunyi? Apakah mereka khawatir rakyat akan melihat bahwa dia terlalu lemah dan tidak stabil untuk memimpin AS?" ujar Harris.
Pada Jumat, Harris juga menyoroti laporan bahwa seorang penasihat Trump mengatakan dalam podcast bahwa Trump membatalkan wawancara karena kelelahan. Harris mempertanyakan apakah Trump mampu menjalani kampanye yang penuh tekanan, dan apakah hal ini menunjukkan dia tidak layak menjadi presiden.
Harris juga mengkritik kemampuan mental Trump, menyebutnya ‘tidak layak memimpin’, ‘tidak stabil’, dan ‘berbahaya’ dalam wawancara dengan Fox News.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News