Ulasan tentang respons positif pemerintah dalam upaya menaikkan lifting migas, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, Rabu (30/10/2024). [799] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus menggeber peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional demi mewujudkan cita-cita besar swasembada energi.
Sejalan dengan target swasembada energi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut, SKK Migas setidaknya telah menetapkan sejumlah strategi jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang.
Di sisi lain, pemerintah juga telah melakukan perubahan-perubahan sistem fiskal, perpajakan, dan insentif sehingga menjamin keekonomian lapangan migas Tanah Air, sesuai dengan yang dibutuhkan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
Ulasan tentang respons positif pemerintah dalam upaya menaikkan produksi siap jual alias lifting migas, menjadi salah satu pilihan Bisnisindonesia.id, selain beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi Bisnisindonesia.id.
Berikut intisari dari top 5 News Bisnisindonesia.id yang menjadi pilihan editor, Rabu (30/10/2024):
Kabar tak sedap menyelimuti sektor padat karya dengan PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) yang mengalami pailit, PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) yang bakal merestrukturisasi kredit, serta terbaru penutupan pabrik milik PT Alumindo Light Metal Industry Tbk. (ALMI), bagian dari Grup Maspion.
Kondisi ini menyalakan alarm terhadap penyaluran kredit industri perbankan ke sektor padat karya yang menjadi kebijakan Bank Indonesia (BI).
Sebagai gambaran, dalam Statistik Perbankan Indonesia yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit ke sektor padat karya masuk dalam kategori industri pengolahan atau manufaktur beserta dengan sektor lainnya.
Kredit ke industri pengolahan merupakan yang terbesar ke dua untuk sektor produktif. Sementara itu, sektor dengan kucuran kredit bank terbesar yaitu perdagangan besar dan eceran senilai Rp1.177,33 triliun per Agustus 2024. Rasio NPL di sektor ini berada pada level 3,45% pada saat yang sama.
Untuk jangka pendek, SKK Migas akan mengagresifkan kegiatan-kegiatan di aset yang ada, melalui pengeboran, workover, dan well service. SKK Migas menargetkan pengeboran sumur pengembangan sekitar 900—1.000 sumur per tahun, selain reaktivasi sumur menganggur (idle well) sekitar 1.000—1.500 sumur per tahun.
Untuk jangka menengah, masih ada potensi undeveloped discovery alias temuan-temuan di masa lalu yang belum dikembangkan maupun belum diusulkan menjadi lapangan yang dikembangkan. SKK Migas nantinya juga akan menagih temuan-temuan tersebut kepada KKKS.
Selain itu, untuk jangka menengah SKK Migas juga berupaya melakukan percepatan 153 migas, di antaranya empat Proyek Strategi Nasional (PSN) seperti Masela, AKM, IDD+ Geng North, UCC, serta pengembangan area Andaman.
Sejumlah kreditur memberikan pandangannya terkait utang PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) menjelang pertemuan usai keputusan pailit. Pertemuan itu direncanakan terselenggara pada 13 November 2024.
Adapun, para kreditur SRIL diminta mengajukan surat tagihan kepada tim kurator. Berdasarkan penetapan hakim pengawas No.2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg tertanggal 24 Oktober 2024, tiga agenda disusun sebagai tindak lanjut proses kepailitan Sritex dan tiga anak usahanya.
Terkait utang SRIL, Sritex tercatat memiliki utang usaha jangka pendek kepada pihak ketiga US$55,77 juta dan utang usaha jangka panjang kepada pihak berelasi US$75,71 juta. Setelah adanya putusan pailit, SRIL masih memiliki sisa utang sebesar Rp101,3 miliar kepada PT Indo Bharat Rayon atau 0,38% dari total liabilitas SRIL per 30 Juni 2024.
Adapun, hingga Juni 2024, SRIL tercatat memiliki utang bank jangka pendek US$11,36 juta dan utang bank jangka panjang US$809,99 juta.
Pasar properti di Indonesia diyakini berkinerja positif pada tahun depan usai transisi pemerintahan baru Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Pemerintahan Prabowo – Gibran diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Terlebih, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Mei 2024 terjadi deflasi sebesar 0,03% secara bulanan (month-to-month/MtM). Kemudian pada Juni 2024 semakin dalam sebesar 0,08%. Pada Juli 2024 terus memburuk tembus 0,18%. Pada Agustus 2024, angkanya kembali ke level 0,03%, kembali memburuk pada September 2024 sebesar 0,12%.
Setelah membukukan kinerja apik sepanjang semester I/2024, anak usaha Garuda Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) terus menyasar pertumbuhan kinerja perseroan dengan membentuk usaha patungan bersama Capital A Berhad.
Capital A atau dulu dikenal dengan nama AirAsia Group merupakan perusahaan multinasional asal Malaysia. Perusahaan mengoperasikan sejumlah maskapai berbiaya rendah seperti AirAsia Indonesia, AirAsia, AirAsia Cambodia, Philippines AirAsia, dan Thai AirAsia.
Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengatakan langkah yang disusun GMFI di 2025 adalah fokus pada inisiatif perbaikan ekuitas. Peningkatan pendapatan juga akan berasal dari bisnis komersial dan bisnis non-komersial.
Ditelusuri dari situs resminya, ADE merupakan perusahaan yang berkantor pusat di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2, Kuala Lumpur, Malaysia. Perusahaan menyediakan layanan pesawat yang difokuskan pada Airbus A320, A321 dan A330 untuk layanan pemeliharaan teknis, layanan komponen gudang dan layanan dukungan teknis.
Anak usaha Garuda Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. (GMFI) mencatatkan laba bersih US$13,30 juta sepanjang semester I/2023. [358] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Anak usaha Garuda Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. (GMFI) menorehkan kinerja gemilang sepanjang semester I/2024 dengan mencatatkan laba bersih US$13,30 juta atau setara Rp218,06 miliar (asumsi kurs Rp16.394/dolar AS).
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2024, GMFI membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$13,30 juta, atau meroket 556,21% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencatatkan laba US$2,02 juta.
Capaian laba bersih tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan sebesar US$216,47 juta atau sekitar Rp3,54 triliun pada semester I/2024. Angka itu naik 29,70% secara year-on-year (yoy) dibanding Juni 2023 sebesar US$166,90 juta.
Secara rinci, pendapatan GMFI ditopang oleh segmen segmen reparasi dan overhaul pesawat yang berkontribusi sebesar US$167,68 juta, maintenance US$38,31 juta, dan operasi lainnya US$10,47 juta.
Selain itu, laba bersih perseroan juga didapat berkat efisiensi pada beban perusahaan. Beban usaha yang salah satunya terdiri beban suku cadang repairable yang turun 5,75% menjadi US$26,30 juta, dibanding semester I/2023 sebesar US$27,82 juta.
Kemudian, beban operasional juga berhasil dipangkas 12,03% menjadi US$9,20 juta pada semester I/2024, dibanding periode sama tahun sebelumnya US$10,46 juta.
Berdasarkan neraca, total aset GMFI turun 6,41% menjadi US$422,91 juta atau sekitar Rp6,93 triliun pada semester I/2024, dibanding 6 bulan pertama 2023 sebesar US$450,02 juta.
Liabilitas perseroan juga turun menjadi US$721,04 juta dibanding semester I/2023 sebesar US$761,18 juta. Sedangkan ekuitas GMFI sebesar US$422,91 juta per Juni 2024, dibanding periode sama tahun sebelumnya US$311,16 juta.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.