#30 tag 24jam
Apa itu Klenik? Inilah Penjelasannya yang Berkaitan dengan Hal Mistis - kumparan.com
Apa itu klenik? Inilah penjelasannya yang berkaitan dengan hal mistis di Indonesia. [343] url asal
(Kumparan.com) 25/08/24 17:41
v/14716272/
Apa itu klenik? Istilah ini sudah tidak asing di kalangan sebagian masyarakat. Sayangnya, sebagian yang lain masih belum mengetahui makna kata tersebut.
Klenik merupakan sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal mistis. Di Indonesia, bisnis klenik masih tumbuh subur karena tidak sedikit orang yang memercayainya. Sebagian kalangan bahkan berpendapat bahwa klenik adalah bagian dari budaya nenek moyang.
Apa itu klenik? Mengutip buku Mahabarata Fakta Sejarah Indonesia oleh Santo Sba Piliang (2020), klenik adalah suatu aktivitas mistis yang meminta bantuan kepada dukun atau roh leluhur. Klenik berkaitan erat dengan kegiatan perdukunan yang berkonotasi negatif.
Klenik juga dihubungkan dengan beragam hal tak kasat mata yang tidak dapat dicerna dengan akal sehat. Namun, hal tersebut dipercaya oleh orang banyak.
Beberapa fakta tentang klenik yaitu.
Klenik merupakan bagian yang tidak luput dari sifat-sifat masyarakat Indonesia. Sejak zaman dahulu, banyak literatur Belanda yang mengisahkan bahwa masyarakat Jawa sudah percaya dengan hal-hal gaib, magis, dan klenik.
Kepercayaan masyarakat terhadap hal magis tidak hanya ditemukan di zaman batu, tetapi di setiap zaman. Manusia akan selalu berhubunhan erat dengan hal-hal yang bersifat klenik.
Banyak orang Indonesia yang percaya bahwa Tuhan tidak hanya menciptakan manusia, hewan, dan tumbuhan saja di alam semesta, tetapi juga roh dan jin. Tentu saja, roh dan jika tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Hal tersebut melandasi pemikiran masyarakat Indonesia terkait kehadiran klenik.
Kepercayaan masyarakat terhadap ilmu supranatural menjadi alasan mengapa mereka mempelajari dan menggunakan ilmu-ilmu gaib untuk membantu masalah hidup mereka.
Contohnya, agar dimudahkan dalam mendapatkan pekerjaan, mendapatkan jodoh, dan sebagainya. Usaha klenik tersebut dilakukan melalui ritual-ritual tertentu.
Masyarakat yang memercayai klenik di tengah kehidupan modern akan mendatangi dukun untuk meminta bantuan. Kemudian, dukun akan melakukan komunikasi dengan makhluk-makhluk gaib atau astral untuk menjalankan misi supranatural.
Meskipun agama Islam telah menentang hal-hal gaib yang bersifat musyrik (menyekutukan Allah), tetapi adat dan budaya klenik tetap tidak dapat dipisahkan. Sebab, budaya ini telah berlangsung turun-temurun dari nenek moyang.
Itulah penjelasan mengenai apa itu klenik. Hingga kini, praktik ritual klenik masih langgeng dilakukan oleh masyarakat Indonesia sebagai bagian dari tradisi turun-temurun. (DLA
Populer: Pansus Mark Up Beras Bulog Rp 2,7 T; Bisnis Klenik Jadi Cuan di Medsos - kumparan.com
Rencana pembentukan pansus mark up impor beras Bulog dan bisnis klenik jadi cuan baru di medsos menjadi berita populer di kumparanBisnis. [573] url asal
#beras #bulog #klenik #cuan #medsos #finansial
(Kumparan.com - Bisnis) 08/07/24 05:58
v/10042537/
Berita soal dugaan kasus mark up impor berasBulog senilai Rp 2,7 triliun menjadi salah satu berita populer di kumparanBisnis sepanjang Minggu (7/7).
Selain itu, ada juga informasi mengenai bisnis klenik yang raup cuan di media sosial tak kalah menyita perhatian publik.
Berikut rangkumannya:
Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkait dugaan skandal adanya mark up (selisih harga) impor 2,2 juta ton beras Bulog senilai Rp 2,7 triliun dan kerugian negara akibat demurrage (denda) impor beras senilai Rp 294,5 miliar.
Daniel Johan memandang pembentukan Pansus di DPR bertujuan untuk mengungkap segala kebenaran terkait skandal impor beras yang menyeret nama Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Bayu Krisnamurthi.
"Kami akan usulkan jadi bisa diungkap sejauh mana kebenarannya,” kata Daniel Johan dalam keterangannya, Minggu (7/7).
Selan itu, menurut dia pembentukan pansus skandal impor beras diperlukan untuk memperbaiki tata kelola pangan Indonesia, sebagai komitmen dan langkah pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
Di TikTok belakangan mendadak ramai penerawangan atau cek khodam yang kemudian menjadi tren baru.
Masyarakat Indonesia memang memiliki kebiasaan meyakini hal-hal berbau supranatural hingga kepercayaan terhadap roh leluhur yang telah turun temurun dan berlangsung lama, sedari tradisi lisan masih kentara.
Khodam misalnya, yang dalam budaya Jawa dipercaya dapat memberikan berbagai manfaat bagi pemilik weton, mulai dari perlindungan hingga kekuatan spiritual.
Khodam sendiri dalam bahasa Arab artinya pembantu, penjaga, atau pengawal dengan bentuk yang beragam, dapat berupa jin, roh leluhur, hingga energi.
Seiring perkembangan zaman, hal-hal berbau klenik ini rupanya beradaptasi dengan teknologi. Tak cuma cek khodam, sejumlah praktik bisnis klenik telah lebih dulu berekspansi ke media digital.
Bisnis seperti jasa pasang susuk berikut dengan penjualan susuk dan jimatnya, juga penjualan bulu perindu untuk memikat lawan jenis, hingga penjualan parfum aura.
Pengamat Sosial Universitas Indonesia, Rissalwan Habdy Lubis, mengatakan masyarakat seharusnya bisa lebih berhati-hati untuk menyikapi maraknya praktik bisnis klenik di media sosial. Rissalwan bilang, banyak kasus penipuan yang terjadi dalam bisnis berbau klenik di media sosial ini.
Lantaran, menurut dia, untuk meyakinkan calon pembeli, oknum tidak bertanggung jawab bisa saja memalsukan testimoni produk atau jasa ilmu klenik di media sosial.
"Saya kira yang jadi masalah dari promosi produk klenik ini adalah adanya unsur penipuan ya. Jadi konsumen perlu lebih cerdas untuk memahami penawaran terkait klenik ini, testimoni bisa saja direkayasa sehingga konsumen tertarik untuk membeli," kata Rissalwan kepada kumparan.
Rissalwan tidak menampik sebagian masyarakat Indonesia masih mempercayai hal-hal berbau klenik ini, bahkan setelah berekspansi ke media sosial yang notabene merupakan teknologi baru. Sebab, lanjut Rissalwan, adanya kebutuhan manusia akan kekuatan besar yang dapat mengubah hidup, membuat masyarakat dengan mudah mempercayai hal-hal berbau klenik.
Sementara, pengamat ekonomi digital, Heru Sutadi, memandang praktik klenik semacam ini tidak ubahnya seperti orang yang mempercayai ramalan zodiak juga shio. Namun bisa tidak menimbulkan kerugian baik materil maupun nonmateril.
"Sebenarnya sama aja dengan ramalan zodiak, shio, kan itu kan lucu-lucuan aja gitu karena semua bintang. Semua shio itu kan ternyata memang bagus ada motivasi di dalam ramalan-ramalan tersebut. Untuk lucu-lucu, untuk kita baca-baca aja sepanjang itu gratis nggak masalah," tutur Heru kepada kumparan, Selasa (2/7).
Sebaliknya, masyarakat harus menyikapi fenomena ini dengan baik, jika bisnis klenik ini dapat menimbulkan kerugian, materil atau diharuskan melakukan sederet ritual.
Dia tidak menampik bahwa perkembangan teknologi digital akan membawa sederet layanan untuk turut bertransformasi, termasuk bisnis yang berbau klenik. Hanya saja, masyarakat harus lebih bijak untuk menyikapi perubahan ini.
Bisnis Klenik Jadi Ladang Cuan Baru di Medsos, Mengapa Masih Digandrungi? - kumparan.com
Penerawangan atau cek khodam mendadak jadi tren baru yang ramai ditonton di TikTok belakangan. [652] url asal
(Kumparan.com - Bisnis) 07/07/24 11:17
v/9954020/
Penerawangan atau cek khodam mendadak jadi tren baru yang ramai ditonton di TikTok belakangan.
Khodam sendiri dalam bahasa Arab artinya pembantu, penjaga, atau pengawal dengan bentuk yang beragam, dapat berupa jin, roh leluhur, hingga energi.
Kebiasaan meyakini hal-hal berbau supranatural hingga kepercayaan terhadap roh leluhur di Indonesia telah berlangsung lama, sedari tradisi lisan masih kentara. Seperti halnya khodam, yang dalam budaya Jawa dipercaya dapat memberikan berbagai manfaat bagi pemilik weton, mulai dari perlindungan hingga kekuatan spiritual.
Seiring perkembangan zaman, hal-hal berbau klenik ini rupanya beradaptasi dengan teknologi. Tak cuma cek khodam, sejumlah praktik bisnis klenik telah lebih dulu berekspansi ke media digital.
Sebut saja bisnis jasa pasang susuk berikut dengan penjualan susuk dan jimatnya. Ada pula penjualan bulu perindu untuk memikat lawan jenis, hingga penjualan parfum aura.
Pengamat Sosial Universitas Indonesia, Rissalwan Habdy Lubis, berharap masyarakat bisa lebih berhati-hati dengan praktik bisnis klenik di media sosial yang saat ini menjamur. Menurut dia, banyak kasus penipuan yang terjadi dalam bisnis berbau klenik di media sosial ini.
Dia menyoroti fenomena pemalsuan testimoni produk ataupun jasa ilmu klenik di media sosial. "Saya kira yang jadi masalah dari promosi produk klenik ini adalah adanya unsur penipuan ya. Jadi konsumen perlu lebih cerdas untuk memahami penawaran terkait klenik ini, testimoni bisa saja direkayasa sehingga konsumen tertarik untuk membeli," kata Rissalwan kepada kumparan, Rabu (4/7).
Rissalwan tidak menampik banyak orang yang masih mempercayai hal klenik ini, bahkan setelah berekspansi ke media sosial yang notabene merupakan teknologi baru. Sebab, Rissalwan melihat manusia memiliki kebutuhan akan kekuatan besar yang dapat merubah hidup, membuat masyarakat dengan mudah mempercayai hal-hal berbau klenik.
"Nah fenomena tentang harapan tersebut menjadi lebih kompleks karena peran medsos yang menjadi kanal marketing untuk produk-produk dan jasa layanan klenik," terang Rissalwan.
Pengamat ekonomi digital, Heru Sutadi, memandang praktik klenik semacam ini tidak ubahnya seperti orang yang mempercayai ramalan zodiak juga shio. Dengan catatan, tidak menimbulkan kerugian baik materil maupun nonmateril.
"Sebenarnya sama aja dengan ramalan zodiak, shio, kan itu kan lucu-lucuan aja gitu karena semua bintang. Semua shio itu kan ternyata memang bagus ada motivasi di dalam ramalan-ramalan tersebut. Untuk lucu-lucu, untuk kita baca-baca aja sepanjang itu gratis nggak masalah," tutur Heru kepada kumparan, Selasa (2/7).
Artinya, masih dianggap sebagai pemanfaatan media sosial untuk hal-hal yang menyenangkan sepanjang tidak merugikan peminatnya. Sebaliknya, masyarakat harus menyikapi fenomena ini dengan baik, jika bisnis klenik ini dapat menimbulkan kerugian, seperti mengeluarkan uang dengan jumlah yang besar ataupun melakukan sederet ritual.
"Nah yang masalah itu ketika misalnya harus berbayar kemudian juga ada hal-hal lain misalnya gitu ya diharuskan melakukan ritual, itu yang kita harus berhati-hati," jelas Heru.
Dia tidak menampik bahwa perkembangan teknologi digital akan membawa sederet layanan untuk turut bertransformasi, termasuk bisnis yang berbau klenik. Hanya saja, masyarakat harus lebih bijak untuk menyikapi perubahan ini.
"Kalau kita lihat kan memang misalnya film-film horor juga kan juga ramai, artinya mungkin masyarakat juga banyak yang melirik perkembangan digital ini untuk bisa jadi dengan banyak tujuan, banyak motif. Tapi memang kita harus juga secara bijak menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi," tutup Heru.
Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2021, sebanyak 48,65 persen usaha berjualan daring dilakukan melalui media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan sebagainya. Sebanyak 20,64 persen di antaranya memiliki akun penjualan di marketplace/platform digital. Lalu ada 4,92 persen usaha yang menggunakan email dalam berjualan online dan hanya 2,05 persen usaha yang menggunakan website.
Berdasarkan data wearesocial pada Januari 2024 dari 139 juta pengguna media sosial di Tanah Air, 90 persen di antaranya merupakan pengguna WhatsApp atau setara dengan dengan 125,1 juta orang.
Sedangkan pengguna Instagram ada 85,3 persen atau 118,56 juta orang, pengguna Facebook 81,6 persen atau 113,42 juta orang, pengguna TikTok 73,5 persen atau 102,16 juta orang dan 57,5 persen di antaranya menggunakan Telegram atau sebanyak 79,92 juta orang.
Mendulang Cuan dari Klenik, Merambah ke Media Sosial - kumparan.com
Dari susuk hingga cek khodam, berbagai bisnis klenik kini dijajakan di media sosial. [1,476] url asal
(Kumparan.com - Bisnis) 07/07/24 09:38
v/9946988/
Febi (24 tahun) kini punya kebiasaan baru kala berselancar di media sosial: Menonton live cek khodam. Kreator untuk hal berbau klenik satu ini tengah menjamur di TikTok.
Para kreator live cek khodam ini punya sejumlah kemiripan. Membubuhkan nuansa mistis, sebagian besar menggunakan latar belakang penampakan foto Nyi Roro Kidul, atau harimau putih.
Cara mereka menjajakan jasa pun nyaris senada. Membacakan nama yang ditulis di kolom komentar, dengan nada suara nyaris datar dan serius. Meski sebagian muncul dengan kesan versi lucu-lucuan dari segi gambar dan tekanan suara.
Kendati tak terlalu percaya, Febi mengaku tetap kerasan menonton siaran langsung itu hingga lewat tengah malam. Meski begitu, karyawan swasta di bilangan Jakarta itu menyatakan tidak pernah melempar gift seperti penonton lainnya.
“Gue kadang nonton sampai jam 1 pagi. Gue enggak percaya sama sekali, sih. Cuma kadang seru aja, karena FOMO doang," ungkap dia saat berbincang dengan kumparan, Selasa (25/6).
Jasa pengecekan atau penerawangan khodam ini jadi salah satu ladang bisnis baru bagi mereka yang melihatnya sebagai potensi. Puluhan hingga ratusan akun cek khodam langsung bermunculan.
Tiap live, si pembaca khodam rata-rata mencantumkan syarat berupa pemberian gift mawar atau donat supaya namanya dibacakan. Untuk satu tangkai mawar, uang yang mesti dikeluarkan Rp 250.
"Kalau enggak kasih gift enggak dibacain. Gue enggak pernah dibacain," kata Febi.
Walau banyak yang menonton sebagai hiburan, namun tak sedikit juga kreator kebanjiran gift dari live-live penerawangan khodam ini.
Bila Febi menyimak hal-hal berbau klenik di media sosial itu karena ikut-kutan, lain halnya dengan Dadang (30 tahun). Pemuda asal Padang itu sudah akrab dengan hal-hal berbau klenik sejak 2009.
Sayangnya, Dadang menilai di Indonesia keyakinan terhadap klenik itu jatuh lantaran menurutnya ada banyak yang palsu alias bohongan.
"Kalau klenik itu memang ada yang nyata, tapi di Indonesia banyak bohongnya. Yang palsu banyak, banyak pembodohan, ungkap Dadang.
Pun begitu kesan wirausaha tersebut terhadap live cek khodam yang bertebaran. Merasa banyak hal klenik dalam negeri yang tidak meyakinkan, ia lebih banyak mempelajari yang berasal dari luar negeri.
Reiki dan Attunement dua di antaranya yang ia tekuni. Alih-alih disebut sebagai mistis atau klenik, Dadang menjelaskan dua hal ini sebagai ilmu memahami energi.
"Attunement proses ritual menyelaraskan tubuh dengan sumber energi. (Fungsinya) spiritualitas, lebih ke arah mengenal jati diri," jelasnya.
"Kalau Reiki bisa untuk healing. Seperti kursus, ada sertifikasinya," sambung Dadang sembari menunjukkan link website dan sertifikat yang telah ia kantongi.
Demi mengikuti sesi Attunement, setidaknya ia harus merogoh Rp 3,5 juta. Angka yang cukup besar itu, masih belum apa-apa dari total uang yang telah ia keluarkan selama mendalami berbagai dunia spiritualitas tersebut.
"Rp 50-100 jutaan lah. Kalau dihitung sama ongkos-ongkos jalan," tuturnya. Ia menjelaskan dana yang dikeluarkan ini tidak disebut sebagai tarif, melainkan mahar.
Berdasarkan pengakuan Dadang juga, hal-hal klenik itu kini telah bertransformasi memanfaatkan berbagai teknologi dan media sosial. "Ada yang sedang saya pelajari via zoom," tuturnya.
Kepercayaan sebagian masyarakat Indonesia terhadap hal-hal berbau supranatural atau klenik telah membawa bisnis ini merambah ke media sosial. Berbagai jasa dan produk ditawarkan, seperti susuk, jimat, ataupun parfum aura yang diracik berdasarkan karakter pembeli.
Jasa ataupun barang-barang supranatural di media sosial ini disebut-sebut juga ramai diminati warganet. Salah satu penjual parfum aura yang menjajakan produknya di platform media sosial TikTok adalah akun Andri Putra Borneo.
Dia menjual parfum racikannya yang diklaim telah disesuaikan dengan karakter pembeli berdasarkan data nama lengkap dan tanggal lahir.
Selain menjajakan produknya melalui platform marketplace Shopee juga toko offline yang berada di Jakarta Utara. Di platform Shopee, Andri memiliki 2,3 ribu pengikut.
Meski demikian, Andri mengaku baru menggeluti bisnis ini setelah memiliki banyak pengikut di TikTok, yaitu sejak 2021. Dengan mengandalkan marketing utama dari brandingnya di TikTok ini, kini Andri mengaku mendapatkan omzet hingga Rp 1 miliar per bulannya.
Di TikTok, berbekal 1,8 juta pengikut, ia telah menjual lebih dari 1.000 parfum aura racikannya dengan merek Parfum Aura Lantih. Satu botol Parfum Aura Lantih dibanderol Rp 99.000, meskipun tidak dijelaskan berapa ukuran botol tersebut.
Adapun kemampuannya untuk meracik parfum berdasarkan karakter pelanggan, didapatnya dari sang ibu yang merupakan seorang ahli supranatural atau dukun suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah.
Salah satu bahan dari parfum aura racikan Andri adalah bulu perindu yang dikirim langsung oleh ibunya. Bulu perindu dikenal sebagai salah satu barang yang kerap digunakan oleh ahli supranatural dan dipercaya memiliki manfaat seperti dapat membantu menarik perhatian orang lain, melancarkan usaha, melunakkan hati hingga menjaga kewibawaan.
Meski menjajakan produk yang erat kaitannya dengan kemampuan supranatural, akan tetapi Andri mengeklaim tidak pernah memberikan iming-iming ataupun janji terhadap pembelinya. Sehingga, dia mengaku tidak pernah menanggapi komentar negatif dari warganet yang tidak mempercayai ilmu supranatural.
"Saya tidak pernah memberi iming-iming atau janji-janji. Tapi hanya memberi bukti dengan terjualnya produk ini lebih dari puluhan ribu yang disertai testimoni positif yang hampir 100 persen. Dilihat dari bintang 4,9 yang diberikan pembeli artinya hampir sempurna," kata Andri kepada kumparan, Kamis (4/7).
Testimoni yang ditulis pelanggan di kolom komentar unggahan TikTok Andri, akan digunakannya untuk mengunggah video-video konten promosi selanjutnya. Tidak lupa, unggahan-unggahan tersebut dilengkapi dengan keranjang kuning, sehingga warganet dapat dengan mudah menemukan produk yang dijualnya.
Unggahan-unggahan tersebut juga rata-rata ditonton lebih dari 100.000 kali. Beberapa di antaranya menggunakan fitur promosi berbayar di TikTok.
Selain menjual Parfum Aura Lantih, Andri juga menjajakan masker daun kelor, Aura Spray, perawatan wajah Aura Booster, Toucan Herbal Dayak Putra Borneo.
Jika dilihat dari testimoni yang disampaikan pembeli, banyak di antaranya yang merasa parfum racikan Andri sesuai dengan karakternya. Bahkan, salah satu pembeli mengaku menjadi lebih dekat dengan suaminya setelah menggunakan parfum ini.
"Nyoba beli ini, pas baca karakter cardnya, luar biasa kok bisa 100 persen akurat banget, ampe shik shak shock," tulis salah satu pembeli.
Selain itu, ada juga pembeli yang membeli parfum ini dengan akun yang berbeda, namun dengan data nama lengkap dan tanggal lahir yang sama. Hasilnya, parfum yang dikirim memiliki aroma yang sama. "Beli dengan akun berbeda 3 kali, tapi ternyata wanginya sama, gak berubah, itu aja aromanya, enak berkarakter," tulis salah satu pembeli.
Tidak hanya parfum aura dengan racikan berdasarkan karakter, kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap hal-hal klenik juga membuat bisnis susuk merambah ke media digital.
Nyai (nama samaran), seorang pelaku bisnis di media sosial yang menjajakan susuk hingga jimat untuk keberuntungan sejak 2019.
Melalui Instagram, Nyai menjajakan produk yang dijualnya. Selain itu, Nyai juga mencantumkan nomor WhatsApp di biografi akun Instagramnya, sehingga pelanggan akan berkonsultasi dan pemesanan. Meskipun, Nyai juga membuka konsultasi, pemesanan dan pemasangan susuk secara langsung.
Di platform WhatsApp, Nyai menyajikan informasi alamat pemesanan dan pemasangan susuk secara langsung, juga detail produk yang dijajakan, seperti susuk berlian juga dompet kekayaan yang dibanderol lebih dari Rp 3 juta per unit.
Susuk berlian yang ditawarkan Nyai ini diklaim dapat membantu pembelinya untuk menarik perhatian banyak orang, memiliki aura yang berkharisma, hingga mendatangkan pelanggan bagi sales marketing.
"Susuk energi bisa digunakan sebagai wasilah untuk menjawab keinginan anda. Banyak orang yang sudah membuktikannya," tulis Nyai dalam katalog susuk berlian.
Tidak lupa, Nyai juga menyertakan testimoni dari pembelinya. Tujuannya untuk dapat menarik minat calon pembeli selanjutnya.
"Susuknya memang manjur. Setelah pakai susuk serasa banyak perubahan, majikan jadi baik, naik gaji, dan selalu jadi pusat perhatian," tulis salah satu pelanggan Nyai.
Selain susuk, ada juga produk dompet kekayaan yang dijajakan Nyai. Melalui katalog di WhatsApp Nyai, dompet kekayaan ini diklaim dapat menarik rezeki juga memperlancar usaha.
Ia bahkan menyediakan tuyul, kalung gendam, pelet getaran sukma, bedak magic, jimat ratu, pesugihan kandang bubrah.
"Dompet kekayaan merupakan sarana spiritual berupa dompet. Ini dibuat khusus, telah dirajah dan didoakan menurut cara tertentu, sehingga berfungsi sebagai penarik rezeki, pelancar usaha dan pemanggil kekayaan dari segala arah," tulis Nyai dalam katalog dompet kekayaan.
"Dengan fungsi ini, menjadikan dompet kekayaan putih sebagai solusi praktis yang sangat cocok digunakan oleh para pelaku bisnis usaha, karyawan TKI atau TKW, pedagang penyedia jasa, maupun pegawai," tambah Nyai.
Meski demikian, Nyai menuturkan keberhasilan usaha batin tetap ditentukan oleh Tuhan. Dompet kekayaan ini memiliki tingkat keberhasilan hingga 97 persen jika dibersamai dengan tekad dan usaha pembeli untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
"Sebagai sarana spiritual, hanya Tuhan yang dapat menjamin keberhasilan usaha batin anda dengan dompet kekayaan putih, namun dapat kami sampaikan di sini bahwa tingkat keberhasilan dompet kekayaan setinggi 97 persen," terang Nyai.
"Yang sangat mempengaruhi tingkat keberhasilannya (adalah) niat baik dan kesungguhan dalam menyelaraskan usaha batin bersama dompet kekayaan dengan usaha nyata berupa kemauan dan upaya anda untuk bekerja lebih giat lagi dan tekun. Akan keliru jika jadinya apabila anda menganggap bahwa dompet kekayaan mampu mendatangkan uang begitu saja tanpa kita perlu berusaha," jelas Nyai.
Cuan dari klenik ini juga turut dirasakan Dadang. Meski ia sendiri belum membuka praktek atau mematok tarif resmi, ada saja yang datang ke dia untuk bertanya. Biasanya untuk saran nama nama anak hingga nama Usaha.
"Sering dimintai tolong bikin nama. (Bayarnya) inisiatif mereka. Jutaan, paling besar Rp 6 juta," ujar Dadang.