#30 tag 24jam
Ramai-ramai Emiten BUMN Gapai Restrukturisasi
Ramai-ramai emiten BUMN menggapai perjanjian restrukturisasi induk (Master Restructuring Agreement/MRA) pada kuartal III-2024. - Halaman all [1,425] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #restrukturisasi-bumn #emiten-bumn #waskita-karya-wskt #erick-thohir #wamen-bumn-tiko #muhammad-hanugroho #wijaya-karya-wika #krakatau-steel-kras #indofarma-inaf
(InvestorID) 07/09/24 14:20
v/14926303/
JAKARTA, investor.id - Ramai-ramai emiten BUMN menggapai perjanjian restrukturisasi induk (Master Restructuring Agreement/MRA) pada kuartal III-2024. Capaian ini sejalan dengan target Kementerian BUMN sekaligus menjadi warisan (legacy) Menteri BUMN Erick Thohir menjelang transisi pemerintahan baru.
Beberapa perusahaan pelat merah yang sudah mencapai kesepakatan MRA yaitu PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Perusahaan BUMN lain yang dijadwalkan segera menyusul menandatangani MRA adalah Holding Bio Farma terkait restrukturisasi PT Indofarma Tbk (INAF).
Khusus Waskita, penandatanganan MRA berlangsung pada Jumat (6/9/2024) kemarin di Menara Danareksa, Jakarta. Anggota BUMN Karya itu meneken MRA bersama 21 kreditur perbankan dengan total nilai outstanding sebesar Rp 26,3 triliun.
Kreditur perbankan yang menyetujui usulan restrukturisasi Waskita di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank DKI, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Bank BTPN Tbk (BTPN).
Bukan cuma itu, emiten bersandi saham WSKT tersebut juga meraih persetujuan terkait pokok perubahan perjanjian fasilitas kredit modal kerja penjaminan (KMKP) dari lima kreditur perbankan senilai Rp 5,2 triliun. Jadi, total utang yang direstrukturisasi dalam penandatanganan MRA Jumat kemarin mencapai Rp 31,5 triliun.
Nilai yang fantastis, sehingga tak heran, penandatanganan MRA tersebut dihadiri para pesohor Kementerian BUMN mulai dari Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan pejabat Kementerian terkait seperti Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR, serta seluruh kreditur bank Himbara dan bank swasta, termasuk Direksi Waskita Karya.
Perlu diketahui, MRA yang ditandatangani pada Jumat itu merupakan penyempurnaan dari MRA yang sudah diteken Waskita bersama para kreditur pada 2021 dengan total nilai keseluruhan Rp 29,25 triliun, menurut laporan keuangan konsolidasian Waskita per 30 Juni 2024. Artinya, dalam kurun waktu tiga tahun, WSKT mampu menutup sebesar Rp 3 triliun dari total utang yang direstrukturisasi.
Dalam pernyataannya, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, restrukturisasi merupakan upaya perbaikan kinerja Waskita. “Saya mau ucapkan terima kasih kepada bank yang mendukung. Kami bisa lihat, bukan hanya bank BUMN dan swasta, bahkan internasional masih percaya kinerja kami di Kementerian BUMN lebih baik,” ucap Erick dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jumat (6/9/2024).
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, dengan tercapainya restrukturisasi Waskita bersama kreditur perbankan, pemegang obligasi (obligor) diharapkan dapat mengikuti.
Bila sedikit ditelaah, pernyataan pria yang akrab disapa Tiko ini sepertinya mengarah pada pemegang obligasi yang belum sepakat untuk restrukturisasi. Pasalnya, dari empat seri obligasi yang perlu direstrukturisasi, Waskita baru deal restrukturisasi untuk tiga seri senilai Rp 3 triliun. Tersisa satu seri senilai Rp 1,3 triliun yang masih dalam proses, sebagaimana diungkapkan Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho.
Karena itu, Tiko menekankan, penyehatan Waskita akan dapat berkelanjutan ditopang dengan rencana kerja yang bisa memastikan bisnis dan manajemen risiko perseroan ke depan semakin membaik. “Termasuk, dengan para kreditur dan Kementerian Keuangan dalam konteks KMKP, kami optimistis, restrukturisasi bisa berjalan sesuai rencana yang ditandatangani,” ujar dia.
Kembali ke Bisnis Inti
Keyakinan Tiko terkait masa depan bisnis Waskita didasarkan pada strategi yang sudah disiapkan. Salah satunya, Waskita akan tetap mengerjakan proyek-proyek pemerintah dibuktikan dengan raihan kontrak baru Waskita yang terus berjalan hingga sekarang. Lewat dukungan perbankan, kata dia, akan membuat Waskita bisa menjalankan proyek-proyek baru dengan kontrak yang lebih sehat.
“Yang penting dan memang, mereka (Waskita) tidak akan mengambil proyek jalan tol lagi. Dulu kan memang mereka kenanya di jalan tol. Nah, ke depan mereka tidak akan ambil tol baru. Untuk tol, penugasan, semua ada di Hutama Karya,” tegas Tiko.
Hanya saja untuk saat ini, Waskita akan tetap menyelesaikan beberapa proyek jalan tol seperti Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), kemudian penambahan di Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, dan penyelesaian Tol Cibitung-Cimanggis(CCT). Selanjutnya, secara bertahap, jalan-jalan tol tersebut akan didivestasi sehingga dapat mengurangi jumlah utang Waskita.
Berdasarkan catatan Investor Daily, strategi Kementerian BUMN mendivestasi aset jalan tol ini sekaligus dalam upaya untuk mengembalikan Waskita kepada bisnis intinya (core business) yaitu menggarap proyek-proyek infrastruktur air, jalan dan jembatan, serta proyek bandara.
Suspensi Saham WSKT
Paralel dengan tercapainya MRA, Hanugroho menuturkan, langkah Waskita selanjutnya akan mengarah pada pembukaan suspensi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). “Karena bagaimanapun suspensi itu harus klir terkait dengan restrukturisasinya. Artinya dengan MRA ini bisa menjadi sinyal positif,” ujar pria yang dekat dipanggil Oho itu.
Equity Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Mohamad Adityo Nugroho berpandangan, nasib suspensi saham WSKT tentunya hanya otoritas bursa yang mengetahui. Tapi paling tidak, dengan keberhasilan Waskita meraih MRA, dalam waktu dekat akan berdampak kepada berkurangnya beban keuangan perseroan.
Apalagi, suku bunga akan menurun dan tenor juga diperpanjang. “Jadi, paling tidak, MRA Waskita ini akan sedikit mengurangi beban keuangannya,” ujar Adityo kepada Investor Daily, Jumat (6/9/2024) kemarin.
Dirinya belum bisa memprediksi masa depan sektor konstruksi masih akan menjanjikan atau tidak. Sebab, hal tersebut akan sangat bergantung pada fokus pemerintahan baru di bawah presiden terpilih Prabowo Subianto. “Apakah tetap memprioritaskan infrastruktur atau ada prioritas lain,” imbuh Adityo.
Susul Wijaya Karya
Lompatan Waskita yang berhasil menandatangani MRA ini sekaligus menambah daftar BUMN Karya yang mulai menuju pada perbaikan. Jauh sebelum Waskita, ada PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang sudah lebih dulu mencapai MRA bersama total 15 lembaga keuangan pada Februari 2024 dengan nilai outstanding sebesar Rp 20,79 triliun.
Kala itu, Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyampaikan, tercapainya kesepakatan tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari lembaga keuangan terhadap WIKA.
“Lembaga keuangan memiliki keyakinan terhadap nilai dan kemanfaatan yang dapat dihadirkan WIKA. Karena itu, tercapainya kesepakatan MRA akan berdampak positif secara signifikan untuk mewujudkan penyehatan perseroan," ujar Agung.
Sementara terkait obligasi, nasib WIKA rupanya sedikit lebih beruntung ketimbang Waskita. WIKA cukup percaya diri dapat melunasi obligasi yang akan jatuh tempo, sehingga perseroan belum merencanakan untuk merestrukturisasi obligasinya. Terbukti, pada 3 Maret 2024 misalnya, WIKA sanggup merealisasikan pembayaran bunga jatuh tempo Obligasi dan Sukuk Mudharabah PUB I Tahap II Tahun 2021 sebesar Rp 69,6 miliar.
Krakatau Steel
BUMN lain yang juga sudah mencapai MRA adalah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Pemegang saham emiten baja pelat merah tersebut sebagaimana hasil putusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Kamis (5/9/2024), bersepakat melanjutkan restrukturisasi bersama 10 kreditur perbankan/lembaga keuangan senilai US$ 1,4 miliar atau setara Rp 21,55 triliun.
Direktur Utama Krakatau Steel Purwono Widodo mengapresiasi, kesediaan 10 lenders yang mendukung tercapainya restrukturisasi KRAS. Keberhasilan tersebut bukan hanya melegakan bagi KRAS, tetapi juga bagi semua pihak.
“Dengan RUPS ini diketok palu menjadi putusan, maka kami akan duduk bersama lenders untuk membuat perjanjian restrukturisasi. Itu yang akan menjadi pedoman legal. Setelah ini, dengan cepat dokumen legal itu ditandatangani. Jadi, kami enak. Itu merupakan hal penting dari hasil RUPS kali ini yaitu persetujuan terhadap restrukturisasi,” ucap Purwono.
Indofarma
Menyusul selanjutnya yang ditargetkan Kementerian BUMN untuk mencapai MRA adalah Bio Farma selaku holding dari PT Indofarma Tbk (INAF). Sampai sekarang, restrukturisasi INAF masih dalam proses.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasi INAF pada 27 Agustus 2024, perseroan mempunyai pekerjaan rumah untuk melunasi utang plus bunga dengan total nilai mencapai Rp 748 miliar. Utang tersebut berasal dari utang perseroan kepada kreditur Tipe A sampai kreditur Tipe E.
Direktur Utama INAF Yeliandriani menjelaskan, perseroan akan melunasi utang terutama kepada kreditur Tipe A sebesar Rp 598 miliar dan Tipe B sebesar Rp 3,44 miliar. Dana yang disiapkan untuk membayar utang bersumber dari hasil penjualan aset berupa tanah dan bangunan dengan nilai ditaksir mencapai Rp 954,46 miliar.
INAF juga akan memanfaatkan dana dari sisa kas kegiatan operasi terbatas untuk menyelesaikan kewajiban kepada kreditur. “Tidak terdapat opsi restrukturisasi utang perseroan dengan skema konversi utang menjadi saham,” terang Yeliandriani.
Di luar masalah utang, restrukturisasi INAF juga berhubungan dengan terjadinya penipuan (fraud) di tubuh perseroan. Fraud itu disebut-sebut terindikasi merugikan negara sebesar Rp 371,83 miliar.
Kementerian BUMN pun bertindak cepat dengan melakukan pembenahan besar-besaran secara korporasi melalui restrukturisasi seluruh kewajiban Indofarma lewat Bio Farma selaku holding.
“Kami sedang melakukan proses restrukturisasi (Indofarma) dengan Bio Farma. Harapannya, dengan dukungan Bio Farma, kami bisa menyelesaikan semua kewajiban Indofarma termasuk gaji karyawan sebelum PKPU,” tutup Tiko.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Asal-usul Restrukturisasi Lanjutan Krakatau Steel (KRAS)
RUPST PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) untuk tahun buku 2023 telah ketok palu menyetujui program restrukturisasi lanjutan total utang US$ 1,94 M - Halaman all [862] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #kras #krakatau-steel-kras #purwono-widodo #restrukturisasi-krakatau-steel #rencana-penyehatan-keuangan-rpk #rupst-krakatau-steel #restrukturisasi-lanjutan-kras #ut
(InvestorID) 06/09/24 07:00
v/14906040/
JAKARTA, investor.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) atau KS tahun buku 2023 telah ketok palu menyetujui program restrukturisasi lanjutan atas total utang senilai US$ 1,94 miliar kepada 10 kreditur.
Asal usul disebut restrukturisasi lanjutan, karena pada 2019, KRAS sudah mencapai master restructuring agreement (MRA) bersama 10 kreditur yang mayoritas terdiri dari bank himbara dan sisanya bank swasta nasional, bank asing, serta lembaga keuangan.
Kesepuluh kreditur tersebut rinciannya adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT OCBC NISP Tbk (NISP), PT Bank ICBC Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, PT Bank DBS Indonesia, Standard Chartered Bank Indonesia, dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Sayang, dalam perjalanannya, emiten baja pelat merah tersebut baru dapat menjalankan inisiatif MRA sebesar US$ 509 juta dari total utang US$ 1,94 miliar yang terbagi dalam Tranche A sebesar US$ 210 juta, Tranche B sebesar US$ 718 juta, dan Tranche C sebesar US$ 1 miliar.
Total duit US$ 509 juta yang KRAS setorkan tadi merupakan pembayaran atas pokok utang Tranche A sebesar US$ 38 juta dan Tranche B sebesar US$ 471 juta. Sedangkan, utang Tranche C akan KS bayar setelah mampu mengimplementasikan pengembangan klaster baja 10 juta ton per tahun bersama Posco selaku mitra strategis.
Artinya, dari total restrukturisasi utang sebesar US$ 1,94 miliar, KS masih memiliki sisa kewajiban US$ 1,4 miliar yang harus dilunasi. Nah, sisa utang US$ 1,4 miliar inilah yang kemudian restrukturisasinya dilanjutkan dan kini usulan restrukturisasi lanjutan tersebut telah memperoleh persetujuan para pemegang saham dalam RUPST yang berlangsung pada Kamis (5/9/2024).
Menurut Direktur Utama Krakatau Steel, Purwono Widodo. restrukturisasi lanjutan merupakan mata agenda utama dalam RUPST kali ini. Sementara mata agenda lainnya seperti persetujuan laporan tahunan dan penetapan gaji direksi dan komisaris merupakan agenda-agenda standar layaknya Perusahaan Tbk yang sudah merilis laporan keuangan.
“Jadi, dari agenda RUPST ini yang paling utama adalah agenda restrukturisasi yang merupakan restrukturisasi lanjutan dan diharapkan ini bisa menjadi yang terakhir,” ucap Purwono di Graha CIMB Niaga, Kamis (5/9/2024).
Menurut Purwono, persetujuan atas restrukturisasi lanjutan ini tidak lepas dari adanya tantangan yang dihadapi KS dalam upaya memenuhi kewajiban yang telah disepakati dalam MRA. Tantangan itu misalnya belum beroperasinya pabrik Hot Strip Mill (HSM) I.
Padahal sedianya, jika HSM I itu berjalan, Purwono mengklaim, pendapatannya akan dapat digunakan untuk membayar utang operasional Tranche A. Tantangan lainnya adalah proses penjualan saham-saham anak usaha dan divestasi aset tidak produktif yang macet akibat pandemi covid-19, sehingga para calon pembeli cenderung tidak agresif.
Beruntungnya, di tengah tantangan-tantangan yang dihadapi KRAS tersebut, 10 lenders dengan segala upaya dan berlandaskan aturan OJK telah menyetujui untuk restrukturisasi lanjutan. Kabar baiknya lagi, para pemegang saham juga merestui untuk restrukturisasi lanjutan.
Menurut Purwono, capaian tersebut tentu melegakan bukan saja bagi KS karena dapat bernapas lebih panjang, tetapi juga baik bagi semua pihak.
“Dengan RUPST ini diketok palu menjadi putusan, maka kami akan duduk bersama lenders untuk membuat perjanjian restrukturisasi. Itu yang akan menjadi pedoman legal. Setelah ini, dengan cepat dokumen legal itu ditandatangani. Jadi, kami enak. Itu merupakan hal penting dari hasil RUPS kali ini yaitu persetujuan terhadap restrukturisasi,” imbuhnya.
Skema Penyelesaian Utang
Dalam skema Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) penyelesaian Tranche A, B, dan C dijelaskan, KS akan menuntaskan utang Tranche A lewat unit bisnis rolling mill HSM I dan CRM yang lebih efisien sehingga daya saing produk pun meningkat.
Fasilitas HSM I dan CRM ditargetkan mampu memproduksi dan menjual masing-masing 158.000 ton HRC per bulan dan 40.000 ton CRC per bulan. Dengan target produksi dan penjualan tersebut, maka perusahaan akan membayar bunga utang restrukturisasi Tranche A, Tranche B, dan Tranche C, serta pokok Tranche A.
Sedangkan sisa pokok Tranche B akan diselesaikan melalui optimalisasi aset-aset nonproduktif berupa lahan kawasan industri, lahan dan bangunan perkantoran serta lahan residensial senilai US$ 247 juta. Optimalisasi aset nonproduktif ini membutuhkan jangka waktu maksimal lima tahun.
Selain itu, perseroan juga akan mengoptimalisasi aset idle/aset tidak produktif melalui kerja sama pengoperasian kembali dan pengembangan fasilitas ISM-BF dengan mitra strategis terpilih taitu Baowu Group Zhongnan. Kerja sama tersebut akan menghilangkan residual cost, menciptakan bisnis lanjutan untuk subholding KSI dan KBI.
Adapun penyelesaian utang Tranche C akan dibayar melalui fundraising KBS dan KP setelah implementasi rencana pengembangan klaster baja 10 juta ton per tahun bersama Posco selaku mitra strategis. Di samping meningkatkan bisnis volume bisnis baja, pengembangan tersebut juga menggenjot volume bisnis infrastruktur penunjang seperti pelabuhan, air industri, listrik, dan bisnis terkait lainnya.
KP akan melakukan peningkatan kapasitas produksi dari 3 juta ton per tahun menjadi 6 juta ton per tahun dengan estimasi nilai investasi sebesar US$ 4,1 juta. Rencana investasi tersebut berdampak pada valuasi KP ke depan yang dapat dimanfaatkan perusahaan sebagai sumber fundraising untuk pelunasan utang Tranche C.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Susunan Pengurus Krakatau Steel (KRAS) usai Gelar RUPST
RUPST PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) untuk tahun buku 2023 menyepakati penunjukkan kembali Djoko Muljono sebagai pengurus perseroan. - Halaman all [354] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #kras #krakatau-steel-kras #rupst-krakatau-steel #pengurus-krakatau-steel #emiten-baja-nasional #djoko-muljono #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 06/09/24 06:15
v/14908578/
JAKARTA, investor.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) untuk tahun buku 2023 yang berlangsung pada Kamis (5/9/2024), menyepakati penunjukkan kembali Djoko Muljono sebagai Direktur Infrastruktur dan Penunjang Bisnis.
Direktur Utama Krakatau Steel Purwono Widodo menjelaskan, pengangkatan kembali Djoko Muljono sebagai Direktur Infrastruktur dan Penunjang Bisnis sehubungan dengan habisnya masa jabatan beliau. Karena itu, manajemen memasukkan perubahan susunan pengurus sebagai salah satu mata agenda dalam RUPST.
“Dari pemegang saham Seri A pengukuhan pemberhentian (Djoko Muljono) itu di April, tapi kemudian dilanjutkan dengan pengangkatan kembali. Praktis, RUPST ini tidak ada pergantian direksi. Bahasa legalnya ada yang diberhentikan, kemudian diangkat kembali,” ucap Purwono saat ditemui usai RUPST di Graha CIMB Niaga, Kamis (5/9/2024).
Mengacu pada keputusan tersebut, berikut ini merupakan susunan pengurus KRAS seusai menggelar RUPST:
Direksi
Direktur Utama : Purwono Widodo
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko : Tardi
Direktur Komersial : Muhamad Akbar
Direktur SDM : Sriyani Puspa Kinasih
Direktur Pengembangan Bisnis & Portofolio : Agus Nizar Vidiansyah
Direktur Infrastruktur & Penunjang Bisnis : Djoko Muljono
Komisaris
Komisaris Utama : Suhanto
Komisaris : I Gusti Putu Suryawirawan
Komisaris : Yudha Mediawan
Komisaris Independen : Tjuk Agus Minahasa
Komisaris Independen : David Pajung
Komisaris Independen : Isfan Fajar Satryo
Selain menyetujui perubahan pengurus, RUPST emiten baja pelat merah tersebut juga menyepakati program rencana penyehatan keuangan (RPK) sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kondisi internal dan kinerja perseroan.
Program RPK tersebut diharapkan mampu menstabilkan posisi keuangan KRAS dengan melaksanakan restrukturisasi utang lanjutan. Program penyelesaian utang yang tercantum dalam RPK adalah melalui optimalisasi kinerja operasional bisnis baja melalui pengoperasian Hot Strip Mill I atau HSM#1 secara optimal.
Kemudian, optimalisasi aset tetap berupa lahan dan divestasi saham perseroan di entitas anak usaha dan asosiasi, serta melakukan fundraising dari optimalisasi kepemilikan saham Perseroan di entitas anak usaha dan asosiasi di masa mendatang.
“Dengan restrukturisasi utang ini menjadikan Perseroan dapat terus menjalankan komitmen untuk kewajiban penyelesaian utang serta menjaga keberlangsungan usaha,” tutur Purwono.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News