Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di hari pemilihan presiden AS hari ini. Selasa (5/11) pukul 10.01 WIB, kurs rupiah spot berada di Rp 15.777 per dolar AS.
Kurs rupiah melemah 0,15% ketimbang penutupan perdagangan kemarin di Rp 15.753 per dolar AS. Ini adalah pelemahan rupiah di hari ketiga berturut-turut.
"Pelemahan rupiah disebabkan oleh aksi ambil untuk investor menjelang pemilu AS," kata Myrdal Gunarto, analis Bank Maybank Indonesia seperti dikutip Bloomberg.
Dia menambahkan bahwa pelaku pasar masih melihat usulan kebijakan penerimaan devisa ekspor sebagai faktor netral bagi rupiah.
Rupiah pagi ini melemah bersama dengan mayoritas mata uang Asia. Dolar Taiwan memimpin pelemahan sebesar 0,20%. Won Korea melemah 0,19% terhadap the greenback. Sementara yen Jepang tertekan 0,13% terhadap dolar AS.
Sementara ringgit Malaysia dan dolar Singapura masing-masing menguat 0,15% dan 0,03% terhadap dolar AS.
Di sisi sebaliknya, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat ke 103,9 dari posisi kemarin di 103,88.
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Staf Bidang Ekonomi, Industri, dan Global Markets dari Bank Maybank Indonesia Myrdal Gunarto meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir tahun 2024 hanya akan mencapai 5,06% year on year (yoy).
Proyeksi tersebut memang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2023 yang mencapai 5,04% yoy, namun melemah bila dibandingkan dengan target pemerintah dalam APBN 2024 yang sebesar 5,2% yoy.
Myrdal menyampaikan, pertumbuhan ekonomi akhir tahun ini tidak akan sesuai target dengan pemerintah karena kondisi perekonomian global belum kondusif, sehingga dampaknya juga terasa pada perekonomian domestik.
“Itu terlihat dari pertumbuhan ekspor kita yang kemungkinan di bawah 10%, sejalan dengan harga komoditas andalan ekspor kita seperti kelapa sawit dan batu bara yang tidak mengalami lonjakan signifikan,” tutur Myrdal kepada Kontan, Kamis (31/10).
Adapun Myrdal juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indoensia pada kuartal III-2024 hanya akan mencapai 5,03% yoy, lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 yang sebesar 5,05% yoy.
Meski lebih rendah, Myrdal melihat pertumbuhan ekonomi periode tersebut masih ditopang oleh kinerja ekspor yang masih cenderung positif. Kinerja ekspor pada September tercatat tumbuh 6,44% yoy.
“Kuartal II ini ya ditopang oleh realita. Kita terus membukukan surplus neraca dagang. Selain itu juga performa dari sisi ekspor komoditas seperti batubara, kelapa sawit juga masih cukup kuat,” ungkapnya.
Disamping itu, Myrdal juga melihat kinerja ekspor khususnya dari produk hilirisasi seperti nikel masih cukup baik.
Lebih lanjut, Myrdal menambahkan, meski tidak ada momentum lebaran, kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024 masih relatif moderat. Hal ini didorong dari sisi belanja pemerintah, seperti penyaluran bantuan sosial (bansos), dan juga ada kenaikan gaji PNS.
Selain itu, adanya momentum pilkada serentak juga turut mendorong perekonomian pada kuartal III-2024. Seperti kegiatan kampanye, dan pembuatan baliho.
“Kita lihat dari konsumsi lembaga non-profit juga kelihatannya masih cukup kencang ya, yaitu tumbuh sekitar 9,03% year-on-year,” tambahnya.
Unit Usaha Syariah (UUS) milik PT Bank Maybank Indonesia Tbk telah menutup kinerja positif sepanjang sembilan bulan sepanjang tahun berjalan. [303] url asal
Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Unit Usaha Syariah (UUS) milik PT Bank Maybank Indonesia Tbk telah menutup kinerja positif sepanjang sembilan bulan sepanjang tahun berjalan. Ini tercermin dari pembiayaan yang mereka salurkan tumbuh 7,3% secara tahunan (YoY).
Secara rinci, pembiayaan yang disalurkan Maybank Syariah hingga September 2024 mencapai Rp 30,98 triliun. Sebagai perbandingan, pada periode sama tahun lalu, pembiayaan Maybank Syariah baru mencapai 28,8 triliun.
“Pertumbuhan ini didorong oleh pembiayaan yang meningkat pada segmen komersial dan UKM,” ujar Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan, Rabu (30/10).
Di sisi lain, Maybank Syariah juga mencatat adanya pertumbuhan dari sisi pendapatan berbasis komisi. Di mana, pada pos tersebut, pendapatan Maybank Syariah tumbuh secara signifikan sebesar 21,4% YoY menjadi Rp 166 miliar dari Rp 137 miliar didukung pendapatan fee dari solusi wealth management berbasis syariah.
Steffano bilang solusi wealth management berbasis syariah merupakan bagian dari penerapan Strategic Programmes (SP) 7 yang terintegrasi dengan strategi M25+ Maybank Group. Tujuannya meningkatkan kinerja Maybank Indonesia.
“Inisiatif-inisiatif ini pun telah meningkatkan laba Bank, dan merupakan upaya untuk menjadi pembeda, serta mendorong pertumbuhan pada segmen yang berpotensi untuk berkembang lebih jauh,” ujarnya.
Dari sisi simpanan nasabah, Maybank Syariah mencatat ada pertumbuhan sekitar 2% YoY menjadi Rp 37,10 triliun dari Rp 36,37 triliun. Dana murah yang berasal dari Tabungan dan Giro tumbuh 14,2% YoY menjadi Rp 19,29 triliun dari Rp16,89 triliun, sedangkan deposito berjangka turun 8,6% Y-o-Y.
“Rasio CASA naik menjadi 52,0% pada September 2024 dari 46,4% pada September 2023,” tambah Steffano.
Sementara itu, rasio Non-Performing Financing (NPF) Perbankan Syariah pada September 2024 dan September 2023 tetap stabil sebesar 2,5% (gross) dan 1,8% (net), dan Financing to Deposit Ratio (FDR) membaik menjadi 79,9% dari 77,3%.
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 558,14 miliar hingga kuartal III-2024. Capaian ini turun 55,22 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,25 triliun.
Penurunan itu terjadi meskipun pendapatan bunga dan syariah perusahaan meningkat. Tercatat pendapatan bunga dan syariah meningkat 10,24 persen secara tahunan menjadi Rp 9,65 triliun.
Namun demikian, kenaikan itu diikuti oleh beban bunga dan syariah yang juga meningkat menjadi Rp 4,32 triliun. Dengan demikian, pendapatan bunga dan syariah neto Maybank Indonesia tergerus menjadi Rp 5,32 triliun.
Selain itu, pada pos pendapatan lain, Maybank juga mencatat kenaikan, yakni dari tahun lalu sebesar Rp 1,45 triliun menjadi Rp 1,61 triliun.
Di sisi lain, beban operasional lain juga tercatat membengkak. Pos pengeluaran ini mengalami kenaikan dari Rp 3,75 triliun pada tahun lalu, menjadi Rp 4,48 triliun.
Dengan demikian, laba operasional neto Maybank menurun, dari Rp 1,65 triliun menjadi Rp 852,26 miliar.
Dari sisi fungsi intermediasi, Maybank Indonesia tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp 122,37 triliun. Nilai ini naik 8,8 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 112,42 triliun.
Pada saat bersamaan, simpanan nasabah naik 1,2 persen secara tahunan menjadi Rp 115,88 triliun. Kenaikan ini diikuti dengan dana murah atau current account and saving account (CASA) yang meningkat 8,8 persen, sementara deposito berjangka turun 6,1 persen.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, perusahaan terus meningkatkan pencapaian bisnis dan profitabilitasnya, didukung pertumbuhan portofolio pembiayaan yang sehat di seluruh segmen, serta pendapatan non-bunga yang sejalan dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan.
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 558,14 miliar hingga kuartal III-2024. Capaian ini turun 55,22 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,25 triliun.
Penurunan itu terjadi meskipun pendapatan bunga dan syariah perusahaan meningkat. Tercatat pendapatan bunga dan syariah meningkat 10,24 persen secara tahunan menjadi Rp 9,65 triliun.
Namun demikian, kenaikan itu diikuti oleh beban bunga dan syariah yang juga meningkat menjadi Rp 4,32 triliun. Dengan demikian, pendapatan bunga dan syariah neto Maybank Indonesia tergerus menjadi Rp 5,32 triliun.
Selain itu, pada pos pendapatan lain, Maybank juga mencatat kenaikan, yakni dari tahun lalu sebesar Rp 1,45 triliun menjadi Rp 1,61 triliun.
Di sisi lain, beban operasional lain juga tercatat membengkak. Pos pengeluaran ini mengalami kenaikan dari Rp 3,75 triliun pada tahun lalu, menjadi Rp 4,48 triliun.
Dengan demikian, laba operasional neto Maybank menurun, dari Rp 1,65 triliun menjadi Rp 852,26 miliar.
Dari sisi fungsi intermediasi, Maybank Indonesia tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp 122,37 triliun. Nilai ini naik 8,8 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 112,42 triliun.
Pada saat bersamaan, simpanan nasabah naik 1,2 persen secara tahunan menjadi Rp 115,88 triliun. Kenaikan ini diikuti dengan dana murah atau current account and saving account (CASA) yang meningkat 8,8 persen, sementara deposito berjangka turun 6,1 persen.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, perusahaan terus meningkatkan pencapaian bisnis dan profitabilitasnya, didukung pertumbuhan portofolio pembiayaan yang sehat di seluruh segmen, serta pendapatan non-bunga yang sejalan dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan.
"Upaya kami untuk terus memperkuat portofolio pembiayaan khususnya pada segmen non-ritel komersial dan UKM yang merupakan expertise kami telah terus menyumbang pendapatan secara menyeluruh, termasuk kredit segmen Korporasi besar dalam negeri yang belum lama ini diperkenalkan ke pasar," tutur dia, dalam keterangannya, dikutip Kamis (31/10/2024).
Capaian ini memberi sinyal positif terhadap pendapatan Maybank Indonesia setelah dilakukan pencadangan pre emptive dalam nilai yang signifikan triwulan I-2024. [1,728] url asal
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) membukukan pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 44% menjadi Rp562 miliar pada triwulan III 2024. Angka ini naik 2,4% dibandingkan laba sebelum pajak triwulan II-2024 yang sebesar Rp 548 miliar.
Diketahui Maybank Indonesia mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 845 miliar per 30 September 2024. Adapun kenaikan laba ini didukung oleh penyaluran kredit yang meningkat serta pendapatan fee-based yang membaik.
Capaian ini turut memberi sinyal positif terhadap pendapatan Maybank Indonesia setelah dilakukan pencadangan pre emptive dalam nilai yang signifikan pada triwulan I-2024.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan mengatakan Maybank Indonesia terus meningkatkan pencapaian bisnis dan profitabilitasnya, didukung pertumbuhan portofolio pembiayaan yang sehat di seluruh segmen, serta pendapatan non-bunga yang sejalan dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan.
"Upaya kami untuk terus memperkuat portofolio pembiayaan khususnya pada segmen non-ritel komersial dan UKM yang merupakan expertise kami telah terus menyumbang pendapatan secara menyeluruh, termasuk kredit segmen Korporasi besar dalam negeri yang belum lama ini diperkenalkan ke pasar. Demikian juga, pendekatan consumer centric yang kami terapkan dalam membangun solusi wealth management, termasuk Shariah Wealth Management, telah berhasil menutup gap pendapatan fee Bank secara year-on-year," kata Steffano dalam keterangan tertulis, Kamis (31/10/2024).
"Kami akan terus menjaga kualitas aset dan fundamental Bank untuk menghadapi peluang serta tantangan di masa depan, dan di saat yang sama, memperkuat solusi dan layanan Bank agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah sejalan dengan strategi M25+ Maybank Group," tambah Steffano.
Pendapatan Bunga (Interest Income) Maybank Indonesia tercatat meningkat sebesar 10,2% YoY, sejalan dengan penyaluran kredit dan komposisi aset produktif yang lebih baik. Beban Bunga tetap tinggi, sehingga Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) turun sebesar 1,5%. Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin/NIM) tertekan sebesar 55 bps menjadi 4,5%. Namun demikian, Pendapatan Bunga Bersih pada triwulan III 2024 naik 3,1% dibandingkan triwulan II 2024 sehubungan dengan optimalisasi dana murah.
Pendapatan fee-based relatif stabil sebesar Rp1,43 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun pendapatan fee-based pada triwulan III-2024 naik sebesar 35,0% dibandingkan triwulan II-2024 yang didukung pertumbuhan fee dari bisnis Premier Wealth, pembiayaan otomotif roda dua Anak Perusahaan dan pendapatan dari asset recovery.
Total kredit yang disalurkan naik 8,8% pada sembilan bulan pertama 2024 menjadi Rp 122,37 triliun dari Rp 112,42 triliun. Kredit non-ritel dan ritel unit bisnis Community Financial Services (CFS) tumbuh signifikan sebesar 11,3% menjadi Rp 79,80 triliun dari Rp 71,70 triliun.
Selaras dengan upaya untuk meningkatkan produktivitas Bank, kredit komersial CFS non-ritel yaitu, Business Banking, mencatat pertumbuhan yang signifikan sebesar 26,2% diikuti dengan kredit segmen UKM (diklasifikasikan sebagai SME+) yang juga tumbuh 21,6%, dan kredit UKM Ritel (diklasifikasikan sebagai RSME) yang tumbuh 15,8%. Hal ini merupakan dampak dari langkah Maybank Indonesia dalam meningkatkan produktivitas di seluruh lini bisnis dan mempercepat penyediaan solusi perbankan kepada nasabah, serta sebagai dampak dari kolaborasi 'One Maybank go-to-market' yang semakin kuat.
Sementara, kredit CFS ritel juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,0% didukung oleh bisnis Kartu Kredit & KTA yang tumbuh 15,9%, dan kredit otomotif anak perusahaan yang tumbuh 4,3% di tengah penjualan otomotif roda empat ritel nasional yang turun 11,9%. Pembiayaan KPR melanjutkan momentum pertumbuhannya sebesar 3,8% didukung langkah Pemerintah dengan memperpanjang insentif PPN bersubsidi sampai dengan akhir Desember 2024. Bank terus menjalankan cross-selling antar konglomerasi Maybank sejalan dengan pendekatan 'One Maybank go-to-market'.
Pembiayaan korporasi Global Banking tumbuh 4,5% menjadi Rp 42,57 triliun dari Rp 40,72 triliun. Kredit segmen Large Local Corporate (LLC) tumbuh 25,5% selaras dengan strategi Bank pada segmen tersebut. Selain itu, kredit segmen Financial Institutions Group (FIG) juga meningkat sebesar 18,3%.
Di sisi lain, Maybank Indonesia berhasil membukukan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp 22,56 triliun, didukung pertumbuhan sebesar 44,1% untuk pembiayaan yang difokuskan pada pemanfaatan lahan secara berkelanjutan, dan pembiayaan sektor UKM yang tumbuh 1,4% YoY. Pada September 2024, Maybank Indonesia menyalurkan pembiayaan untuk energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan sebesar Rp 492 miliar. Total pembiayaan berkelanjutan menyumbang 20,6% terhadap total kredit yang disalurkan (Bank saja).
Simpanan nasabah naik 1,2% menjadi Rp 115,88 triliun dari Rp 114,50 triliun. CASA tumbuh 8,8% sedangkan Deposito Berjangka turun 6,1% YoY dan terus menurun sebesar 2,7% pada triwulan III 2024 dibandingkan triwulan II 2024. Bank berupaya menurunkan porsi dana mahal dan mengoptimalkan dana murah melalui pemanfaatan platform digital yang dioperasikan oleh Bank. Adapun CASA yang dihimpun melalui M2U App & Web naik 35,0% sedangkan M2E tumbuh 3,3%. Rasio CASA meningkat menjadi 52,7% pada September 2024 dari 49,1% pada September 2023.
Biaya overhead pada sembilan bulan pertama 2024 tercatat sebesar Rp 4,76 triliun, lebih tinggi sebesar 7,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp 4,42 triliun. Hal ini didorong investasi berkelanjutan untuk meningkatkan kapabilitas Teknologi Informasi, serta pelaksanaan beberapa inisiatif kunci sejalan dengan strategi M25+ Maybank Group.
Pada September 2024, rasio NPL membaik dari 3,2% (gross) dan 2,1% (net) pada September 2023 menjadi 2,9% (gross) dan 1,7% (net) pada September 2024. Pencapaian ini didukung oleh penerapan manajemen risiko yang memadai. Saldo NPL turun 3,8% dan Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 8,8% pada September 2024 dari 10,7% periode yang sama tahun lalu.
Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank saja berada pada level 89,5% dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) Bank saja berada pada level sehat sebesar 181,3% jauh di atas ketentuan regulator. Posisi permodalan menguat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 24,8% dan Common Equity Tier 1 (CET 1) sebesar 23,6% pada akhir September 2024.
Maybank Indonesia terus melanjutkan penerapan Strategic Programmes (SP) 7 yang terintegrasi dengan strategi M25+ Maybank Group yang bertujuan terutama untuk meningkatkan kinerja Maybank Indonesia. Hal ini meliputi fokus untuk mengoptimalkan produktivitas, mendorong customer-centricity dalam pengembangan solusi, memperkuat inisiatif 'One Maybank Go to Market' dan memperdalam solusi wealth management berbasis Syariah. Inisiatif-inisiatif ini pun telah meningkatkan laba Bank, dan merupakan upaya untuk menjadi pembeda, serta mendorong pertumbuhan pada segmen yang berpotensi untuk berkembang lebih jauh.
Dari Juli hingga September 2024, Maybank Indonesia meraih beberapa penghargaan yang sekaligus menjadi bukti atas pencapaian Bank dalam inovasi dan kemajuan digital. Penghargaan ini antara lain, 'Wealth Management Platform of The Year - Indonesia' Asian Banking & Finance Retail Banking Awards 2024, dan 'Best Consumer Digital Banks in Asia-Pacific' oleh Global Finance. Serta memperoleh penghargaan di bidang pengelolaan SDM melalui 11 penghargaan dari 'HR Excellence Awards 2024' dan 'Overall HREA Winner' diselenggarakan oleh Human Resources Online, serta empat penghargaan dari 'Human Capital on Resilience Excellence Award 2024' yang diselenggarakan oleh majalah First Indonesia.
Selain itu, Maybank Indonesia juga menerima penghargaan 'Fortune 100 Indonesia's Biggest Company in 2024' dari Majalah Fortune Indonesia, dan 'Indonesia Product Experience of the Year - SME Banking Category' di Asian Experience Awards 2024 oleh Asian Business Review baru-baru ini.
Perbankan Syariah
Pembiayaan Perbankan Syariah Maybank Indonesia tumbuh 7,3% menjadi Rp 30,98 triliun pada sembilan bulan pertama 2024 dari Rp28,88 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh pembiayaan yang meningkat pada segmen komersial dan UKM. Pendapatan fee-based tumbuh secara signifikan sebesar 21,4% menjadi Rp 166 miliar dari Rp 137 miliar didukung pendapatan fee dari solusi wealth management berbasis syariah.
Simpanan nasabah Perbankan Syariah tumbuh 2,0% menjadi Rp 37,10 triliun dari Rp 36,37 triliun. CASA tumbuh 14,2% menjadi Rp19,29 triliun dari Rp16,89 triliun, sedangkan deposito berjangka turun 8,6% Y-o-Y. Rasio CASA naik menjadi 52,0% pada September 2024 dari 46,4% pada September 2023.
Rasio Non-Performing Financing (NPF) Perbankan Syariah pada September 2024 dan September 2023 tetap stabil sebesar 2,5% (gross) dan 1,8% (net), dan Financing to Deposit Ratio (FDR) membaik menjadi 79,9% dari 77,3%.
Sementara itu, Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato' Khairussaleh Ramli mengatakan pihaknya terus mengupayakan peningkatan di seluruh lini bisnis utamanya, serta akan fokus dalam menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kinerja yang berkelanjutan.
"Didukung dengan strategi M25+, Maybank Indonesia akan terus memperkuat kinerja lini-lini bisnisnya, serta mewujudkan nilai bagi seluruh nasabah maupun pemangku kepentingannya ke depannya," ujar Dato' Khairussaleh.
Anak Usaha Maybank Indonesia Terus Bertumbuh
PT Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance)
Di tengah penjualan otomotif roda empat ritel yang turun sebesar 11,9%, pembiayaan otomotif roda empat Maybank Finance mengalami penurunan sebesar 3,3%. Namun demikian, Laba sebelum Pajak Maybank Finance naik 5,0% menjadi Rp 426 miliar pada sembilan bulan pertama 2024 dari Rp 406 miliar pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini didukung oleh pengelolaan portofolio pembiayaan yang lebih baik.
NPL Maybank Finance pada September 2024 sebesar 0,3% (gross) dan 0,1% (net) dibandingkan dengan 0,2% (gross) dan 0,1% (net) pada September 2023.
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM)
Pembiayaan otomotif roda dua WOM tumbuh 5,3% menjadi Rp 6,27 triliun pada sembilan bulan pertama 2024 dari Rp 5,95 triliun tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini berada di atas penjualan otomotif roda dua ritel nasional yang naik sebesar 3,2% pada triwulan III 2024 menurut asosiasi industri motor Indonesia - AISI.
WOM mencatatkan Laba sebelum Pajak sebesar Rp 212 miliar, meningkat 18,2% dari Rp 179 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Rasio NPL tercatat sebesar 1,9% (gross) dan 0,8% (net) pada September 2024 dari 2,4% (gross) dan 1,1% (net) pada September 2023.
Reporter: Shifa Nur Fadila | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan akan menyentuh level Rp 15.106 per dolar AS pada akhir tahun 2024. Hal itu didorong sejumlah faktor, salah satunya masih adanya peluang pemangkasan suku bunga bank sentral.
Staf Bidang Ekonomi, Industri, dan Global Markets dari Bank Maybank Indonesia Myrdal Gunarto melihat kemungkinan nilai tukar rupiah pada akhir tahun akan ada di level Rp 15.106 per dolar AS. Hal itu karena ada kemungkinan The Fed untuk kembali menurunkan suku bunga sekitar 50 basis poin hingga akhir tahun.
"Sehingga ini yang membuat investasi di emerging market seperti Indonesia terlihat lebih menarik ya karena imbal hasilnya tentu terlihat lebih menjanjikan," jelas Myrdal kepada Kontan, Rabu (30/10).
Begitu juga dengan adanya peluang penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia masih terbuka lebar.
Selain itu Myrdal berharap inflow di pasar keuangan serta foreign direct investment masih cukup positif, terutama melihat kondisi fundamental yang solid. Hal itu tercermin pada pemerintahan yang baru dengan inisiasinya untuk melakukan pemberantasan korupsi, swasembada pangan, swasembada energi serta mencari alternatif pajak baru yang menjanjikan.
"Juga walaupun BI melakukan kebijakan penurunan suku bunga misalkan kita proyeksikan 50 basis point juga, tapi kita juga lihat aset investasi kita masih cenderung atraktif ya apalagi juga untuk kondisi dengan inflasi kita masih rendah, jadi kemungkinan akhir tahun juga tidak jauh-jauh dari level 1,7%," ungkapnya.
Myrdal juga mencermati, BI telah melakukan Langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Di antaranya melakukan penerbitan SRBI yang dapat menarik minat investor global lalu juga terus melakukan upaya terkait dengan intervensi di pasar spot rupiah atau di NDF.
"Ke depannya kita juga harapkan ruang penerbitan non suku bunga dari BI masih ada, karena apapun yang terjadi pada nilai tukar kelihatannya hanya relatif sementara saja," ucapnya.
Sehingga, Myrdal memproyeksikan pada awal November 2024 pelemahan rupiah mulai terbatas dan ada kecenderungan menguat. Maka hingga penghujung tahun 2024, rupiah diproyeksikan akan mengalami penguatan.
IDXChannel - PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) menggandeng PT Bank Maybank Indonesia, Tbk (Maybank Indonesia) untuk memperkenalkan MyProtection Waris Syariah.
Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, Achmad K. Permana mengatakan, produk asuransi jiwa tradisional berbasis syariah ini dirancang sebagai solusi untuk persiapan warisan dan perlindungan finansial di masa depan.
Menurutnya, peluncuran solusi terbaru ini merupakan kelanjutan dari kerja sama bancassurance antara Allianz Syariah dan Maybank Indonesia yang telah terjalin selama ini dan diperkuat dengan komitmen yang sama yaitu, menyediakan solusi perlindungan finansial bagi masa depan nasabah yang mencakup, warisan atau legacy.
"MyProtection Waris Syariah dirancang khusus untuk nasabah Maybank Indonesia yang memiliki kebutuhan perlindungan diri maksimal, disertai manfaat tunai yang optimal," kata Achmad lewat keterangan tertulisnya, Rabu (23/10/2024).
Dia menambahkan, Allianz Syariah menyadari bahwa setiap orang memiliki rencana yang perlu dilindungi agar keluarga yang ditinggalkan dapat terus mewujudkan mimpi tersebut.
"MyProtection Waris Syariah hadir dengan solusi kebaikan yang dirancang untuk dapat memberikan manfaat maksimal bagi nasabah Maybank Indonesia serta kesempatan untuk berbagi kebaikan melalui fitur wakaf yang tersedia," kata dia.
Sementara itu, Direktur Perbankan Syariah Maybank Indonesia, Romy Buchari mengatakan, hadirnya solusi MyProtection Waris Syariah ini memberikan pilihan bagi nasabah Maybank Indonesia dalam merancang target keuangan di masa depan.
"Terutama untuk generasi penerus nasabah. Fitur Waris yang unik adalah bagian dari layanan Maybank Syariah Wealth Management (MySWM) dengan pendekatan 5-Pillar kami, terutama Pilar ke lima, yaitu Wealth Distribution," kata Romy.
"Hal ini turut berjalan selaras dengan strategi Bank dalam membangun diferensiasi, serta mendorong terwujudnya aspirasi Maybank untuk menjadi market leader di sektor keuangan Syariah di Indonesia maupun di tingkat global," kata dia.
Dia melanjutkan, MyProtection Waris Syariah menawarkan manfaat warisan yang komprehensif apabila terjadi risiko meninggal dunia atau mengidap penyakit kritis bagi peserta, mulai dari santunan asuransi sebesar 200 persen apabila peserta meninggal dunia, meningkat ke 300 persen apabila peserta meninggal dunia akibat kecelakaan.
"Jika kematian terjadi karena kecelakaan saat menggunakan transportasi umum, maka santunan yang diterima adalah sebesar 400 persen dari nilai pertanggungan. Sedangkan apabila peserta meninggal dunia saat sedang menunaikan ibadah haji resmi atau umrah, maka santunan asuransi yang diberikan akan menjadi sebesar 500 persen," kata dia.
Ragam manfaat yang luas ini disusun untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan dapat menerima manfaat warisan yang optimal.
Selain itu, apabila peserta mengalami salah satu dari 77 penyakit kritis, tersedia manfaat tambahan 100 persen santunan asuransi yang dapat digunakan peserta untuk mengganti penghasilan yang mungkin hilang akibat sakit tersebut.
Sebagai bentuk solusi finansial di masa depan, MyProtection Waris Syariah juga memberikan manfaat akhir kontrak dalam bentuk saldo tabungan apabila peserta masih hidup hingga periode polis berakhir.
Saldo tabungan ini terbentuk selama periode pembayaran kontribusi produk dan dapat digunakan sebagai tambahan finansial agar peserta dapat menikmati masa tua yang lebih tenang.
“Kami optimistis MyProtection Waris Syariah dapat menjadi pilihan dan memenuhi kebutuhan proteksi masa depan nasabah," kata dia.
JAKARTA, investor.id – PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) memperkuat kerja sama bancassurance dengan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII). Sebagai penandanya, kerja sama kali ini memperkenalkan produk asuransi jiwa tradisional berbasis syariah yang mencakup layanan warisan (legacy) bernama MyProtection Waris Syariah.
Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, Achmad K. Permana mengatakan, Allianz Syariah menyadari bahwa setiap orang memiliki rencana yang perlu dilindungi agar keluarga yang ditinggalkan dapat terus mewujudkan mimpi tersebut.
“MyProtection Waris Syariah hadir dengan solusi kebaikan yang dirancang untuk dapat memberikan manfaat maksimal bagi nasabah Maybank Indonesia serta kesempatan untuk berbagi kebaikan melalui fitur wakaf yang tersedia,”ungkap Permana dalam keterangannya, pada Jumat (18/10/2024).
Layanan warisan berprinsip syariah ini menawarkan manfaat warisan apabila terjadi risiko meninggal dunia atau mengidap penyakit kritis bagi peserta. Manfaat yang dimaksud mulai dari santunan asuransi sebesar 200% apabila peserta meninggal dunia, meningkat ke 300% apabila peserta meninggal dunia akibat kecelakaan, dan jika kematian terjadi karena kecelakaan saat menggunakan transportasi umum, maka santunan yang diterima adalah sebesar 400% dari nilai pertanggungan.
Sedangkan apabila peserta meninggal dunia saat sedang menunaikan ibadah haji resmi atau umrah, maka santunan asuransi yang diberikan akan menjadi sebesar 500%. Menutur Permana, ragam manfaat yang luas ini disusun untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan dapat menerima manfaat warisan yang optimal.
Selain itu, apabila peserta mengalami salah satu dari 77 penyakit kritis, tersedia manfaat tambahan 100% santunan asuransi yang dapat digunakan peserta untuk mengganti penghasilan yang mungkin hilang akibat sakit tersebut.
MyProtection Waris Syariah turut memberikan manfaat akhir kontrak dalam bentuk saldo tabungan apabila peserta masih hidup hingga periode polis berakhir. Saldo tabungan itu terbentuk selama periode pembayaran kontribusi produk dan dapat digunakan sebagai tambahan finansial agar peserta dapat menikmati masa tua yang lebih tenang.
“Kami optimis bahwa MyProtection Waris Syariah dapat menjadi pilihan dan memenuhi kebutuhan proteksi masa depan nasabah. Bersama Maybank Indonesia, Allianz Syariah akan terus meningkatkan penetrasi asuransi syariah dan berbagi kebaikan yang menguatkan, bukan hanya bagi peserta, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia secara luas”, tandas Permana.
Sementara itu, Direktur Perbankan Syariah Maybank Indonesia, Romy Buchari menerangkan bahwa solusi MyProtection Waris Syariah memberikan pilihan bagi nasabah Maybank Indonesia dalam merancang target keuangan di masa depan, terutama untuk generasi penerus nasabah. Fitur Waris yang unik adalah bagian dari layanan Maybank Syariah Wealth Management (MySWM) dengan pendekatan 5-Pilar bank, terutama Pilar ke lima, yaitu Wealth Distribution.
“Ini turut berjalan selaras dengan strategi Bank dalam membangun diferensiasi, serta mendorong terwujudnya aspirasi Maybank untuk menjadi market leader di sektor keuangan Syariah di Indonesia maupun di tingkat global,” ujar Romy.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) berkolaborasi dengan PT Bank Maybank Indonesia, Tbk (Maybank Indonesia) meluncurkan MyProtection Waris Syariah yang merupakan produk asuransi jiwa tradisional berbasis syariah.
Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia Achmad Permana mengatakan produk tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama bancassurance antara Allianz Syariah dan Maybank Indonesia. Dia menerangkan MyProtection Waris Syariah dirancang khusus untuk nasabah Maybank Indonesia yang memiliki kebutuhan perlindungan diri maksimal, disertai manfaat tunai yang optimal.
"Allianz Syariah menyadari bahwa setiap orang memiliki rencana yang perlu dilindungi agar keluarga yang ditinggalkan dapat terus mewujudkan mimpi tersebut. MyProtection Waris Syariah hadir dengan solusi kebaikan yang dirancang untuk dapat memberikan manfaat maksimal bagi nasabah Maybank Indonesia serta kesempatan untuk berbagi kebaikan melalui fitur wakaf yang tersedia,” tuturnya dalam keterangan resmi, Jumat (18/11).
Direktur Perbankan Syariah Maybank Indonesia Romy Buchari menyampaikan hadirnya MyProtection Waris Syariah memberikan pilihan bagi nasabah Maybank Indonesia dalam merancang target keuangan di masa depan, terutama untuk generasi penerus nasabah.
Dia menjelaskan produk itu memiliki fitur waris unik, yang merupakan bagian dari layanan Maybank Syariah Wealth Management (MySWM) dengan pendekatan 5 pilar, terutama pilar kelima, yaitu Wealth Distribution. Hal itu selaras dengan strategi bank dalam membangun diferensiasi, serta mendorong terwujudnya aspirasi Maybank untuk menjadi market leader di sektor keuangan syariah di Indonesia maupun di tingkat global.
"MyProtection Waris Syariah menawarkan manfaat warisan yang komprehensif apabila terjadi risiko meninggal dunia atau mengidap penyakit kritis bagi peserta, mulai dari santunan asuransi sebesar 200% apabila peserta meninggal dunia, meningkat ke 300% apabila peserta meninggal dunia akibat kecelakaan," ujar Romy.
Romy menambahkan jika kematian terjadi karena kecelakaan saat menggunakan transportasi umum, santunan yang diterima sebesar 400% dari nilai pertanggungan. Apabila peserta meninggal dunia saat sedang menunaikan ibadah haji resmi atau umrah, santunan asuransi yang diberikan akan menjadi sebesar 500%.
Selain itu, dia bilang apabila peserta mengalami salah satu dari 77 penyakit kritis, tersedia manfaat tambahan 100% santunan asuransi yang dapat digunakan peserta untuk mengganti penghasilan yang mungkin hilang akibat sakit tersebut.
"MyProtection Waris Syariah juga memberikan manfaat akhir kontrak dalam bentuk saldo tabungan apabila peserta masih hidup hingga periode polis berakhir. Saldo tabungan itu terbentuk selama periode pembayaran kontribusi produk dan dapat digunakan sebagai tambahan finansial agar peserta dapat menikmati masa tua yang lebih tenang," ungkap Romy.
Tahun ini, Maybank Indonesia bersama Katadata Insight Center menggelar studi untuk mengukur dampak penyelenggaraan Maybank Marathon, khususnya pada 2024 terhadap perekonomian di Bali. [629] url asal
Jelang akhir Agustus lalu, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) menggelar lomba Elite Label Road Race Maybank Marathon yang ke-13 di Gianyar, Bali.
Tahun ini, Maybank Indonesia bersama Katadata Insight Center menggelar studi untuk mengukur dampak penyelenggaraan Maybank Marathon, khususnya pada 2024 terhadap perekonomian di Bali.
Studi Katadata Insight Center ini dilakukan dengan melibatkan pelari dan pelaku usaha di sekitar perhelatan Maybank Marathon 2024 dengan hasil studi yang sempat disampaikan kepada seluruh sponsor dan media partner di acara Maybank Marathon Appreciation Night akhir September lalu.
Hasil studi tersebut mengungkapkan, dampak yang ditimbulkan dari penyelenggaraan Maybank Marathon 2024 terhadap perekonomian di Bali mencapai Rp125 miliar.
Angka ini didapatkan dari pengalian nilai rata-rata belanja peserta lari sebesar Rp9,8 juta dengan jumlah total peserta lari yaitu, 12.700 orang.
Selain dampak langsung, studi ini juga mengukur dampak tidak langsung (multiplier effect) penyelenggaraan Maybank Marathon 2024 yang tercatat sebesar Rp164 miliar.
Angka ini didapatkan melalui perkalian nilai dampak langsung terhadap indikator ekonomi di 52 sektor seperti, diantaranya, konstruksi, perdagangan, jasa informasi dan komunikasi, hingga jasa kesehatan.
Adapun, rincian belanja peserta Maybank Marathon 2024 tersebut terdiri dari biaya akomodasi sebesar Rp2,85 juta, makanan dan minuman sebesar Rp1,96 juta, transportasi (di luar tiket pesawat) sebesar Rp1,80 juta, suvenir sebesar Rp1,69 juta, dan biaya untuk wisata sebesar Rp1,51 juta.
Demikian juga, omzet harian pelaku usaha di Bali menurut studi mengalami kenaikan sebesar 48,3 persen, diikuti jumlah pelanggan harian juga meningkat 45,1 persen saat Maybank Marathon 2024 digelar.
Studi yang dilakukan oleh media partner Maybank Marathon ini telah memberikan indikasi atas dampak ekonomi yang ditimbulkan dari penyelenggaraan event internasional Maybank berdasarkan jumlah peserta tahun 2024, yakni sebanyak 12,700 orang. Tentunya, angka ini akan jauh lebih tinggi apabila rekan atau sanak keluarga peserta turut diperhitungkan.
"Di lain sisi, kami bersyukur, Maybank Marathon tidak hanya mampu menarik minat peserta lari dari dalam maupun luar negeri yang terus meningkat setiap tahunnya, tetapi juga mampu mendorong perputaran dana melalui pembelanjaan yang dilakukan oleh peserta dan kerabatnya selama berada di Bali,” ujar Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, dalam keterangan resmi, Selasa (8/10).
Dari studi yang sama, juga diketahui durasi stay-in peserta Maybank Marathon terbanyak mencapai 3-4 hari, dan 56,7 persen peserta berangkat ke Bali bersama rekan dan komunitasnya, sedangkan 26,7 persen mengajak anggota keluarga.
Demikian juga, sebesar 13,3 persen datang bersama pasangan dan sebesar 6,7 persen berangkat sendiri. Selain mengikuti Maybank Marathon 2024, studi yang sama mengungkapkan bahwa peserta juga melakukan wisata alam sebesar 96,7 persen, wisata adventure sebesar 26,7 persen, wisata kebugaran sebesar 23,3, persen wisata hiburan sebesar 13,3 persen dan wisata taman rekreasi sebesar 10 persen.
Pada Agustus lalu, Maybank Marathon hadir dengan berbagai peningkatan kualitas penyelenggaraan yang meliputi diantaranya, pelaksanaan event di lokasi (venue) baru yang memungkinkan race pack collection dilaksanakan dalam satu lokasi.
Dengan venue baru, titik start/finish lomba dan rute lari juga mengalami penyesuaian. Untuk memahami persepsi peserta terhadap perhelatan Maybank Marathon 2024, Maybank Indonesia menggelar survei pasca event dengan tingkat kepuasan (overall satisfaction rate) yang mencapai 91 persen diikuti dengan 93 persen peserta menyatakan puas dengan lokasi baru dan rute lari yang disesuaikan, sebesar 88 persen.
“Selain mengukur dampak ekonomi, hasil survei pasca event yang positif ini juga menjadi bukti keberhasilan kami dalam menyelenggarakan event berstandar internasional yang terus kami pupuk dari tahun ke tahun,” jelas Project Director Maybank Marathon, Widya Permana.
Widya menyimpulkan, dampak positif yang dikontribusikan Maybank Marathon yang tercermin melalui studi ekonomi maupun survei pasca event ini telah terus mendorong Maybank Indonesia sebagai pemilik dan penyelenggara.
Sehingga dapat terus berupaya meningkatkan kualitas dan menghadirkan kejutan baru dalam perhelatan lomba yang kini menjadi event pertama dan satu-satunya di Indonesia dengan predikat Elite Label Road Race dari World Athletics.
IDXChannel – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) menyatakan, dampak yang ditimbulkan dari penyelenggaraan Elite Label Road Race Maybank Marathon ke-13 terhadap perekonomian di Bali mencapai Rp125 miliar.
Angka ini didapatkan dari pengalian nilai rata-rata belanja peserta lari sebesar Rp9,8 juta dengan jumlah total peserta lari yaitu 12.700 orang. Hasil tersebut berasal dari Studi Katadata Insight Center yang dilakukan dengan melibatkan pelari dan pelaku usaha di sekitar perhelatan Maybank Marathon 2024.
"Selain dampak langsung, studi ini juga mengukur dampak tidak langsung (multiplier effect) penyelenggaraan Maybank Marathon 2024 yang tercatat sebesar Rp164 miliar. Angka ini didapatkan melalui perkalian nilai dampak langsung terhadap indikator ekonomi di 52 sektor seperti, di antaranya konstruksi, perdagangan, jasa informasi dan komunikasi, hingga jasa kesehatan," ujar Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (7/10/2024).
Adapun rincian belanja peserta Maybank Marathon 2024 tersebut terdiri dari biaya akomodasi sebesar Rp2,85 juta, makanan dan minuman sebesar Rp1,96 juta, transportasi (di luar tiket pesawat) sebesar Rp1,80 juta, suvenir sebesar Rp1,69 juta, dan biaya untuk wisata sebesar Rp1,51 juta. Demikian juga, omzet harian pelaku usaha di Bali menurut studi mengalami kenaikan sebesar 48,3 persen, diikuti jumlah pelanggan harian juga meningkat 45,1 persen saat Maybank Marathon 2024 digelar.
“Studi yang dilakukan oleh media partner Maybank Marathon ini telah memberikan indikasi atas dampak ekonomi yang ditimbulkan dari penyelenggaraan event internasional kami berdasarkan jumlah peserta tahun 2024, yakni sebanyak 12.700 orang. Tentunya, angka ini akan jauh lebih tinggi apabila rekan atau sanak keluarga peserta turut diperhitungkan," kata dia.
"Di lain sisi, kami bersyukur, Maybank Marathon tidak hanya mampu menarik minat peserta lari dari dalam maupun luar negeri yang terus meningkat setiap tahunnya, tetapi juga mampu mendorong perputaran dana melalui pembelanjaan yang dilakukan oleh peserta dan kerabatnya selama berada di Bali,” ujarnya.
Dari studi yang sama, juga diketahui durasi stay-in peserta Maybank Marathon terbanyak mencapai 3-4 hari, dan 56,7 persen peserta berangkat ke Bali bersama rekan dan komunitasnya, sedangkan 26,7 persen mengajak anggota keluarga. Demikian juga, sebesar 13,3 persen datang bersama pasangan dan sebesar 6,7 persen berangkat sendiri.
Selain mengikuti Maybank Marathon 2024, studi yang sama mengungkapkan bahwa peserta juga melakukan wisata alam sebesar 96,7 persen, wisata adventure sebesar 26,7 persen, wisata kebugaran sebesar 23,3 persen, wisata hiburan sebesar 13,3 persen dan wisata taman rekreasi sebesar 10 persen.
Pada Agustus 2024 lalu, Maybank Marathon hadir dengan berbagai peningkatan kualitas penyelenggaraan yang meliputi diantaranya, pelaksanaan event di lokasi (venue) baru yang memungkinkan race pack collection dilaksanakan dalam satu lokasi. Dengan venue baru, titik start/finish lomba dan rute lari juga mengalami penyesuaian.
Untuk memahami persepsi peserta terhadap perhelatan Maybank Marathon 2024, Maybank Indonesia menggelar survei pasca event dengan tingkat kepuasan (overall satisfaction rate) yang mencapai 91persen diikuti dengan 93persen peserta menyatakan puas dengan lokasi baru dan rute lari yang disesuaikan, sebesar 88persen.
“Selain mengukur dampak ekonomi, hasil survei pasca event yang positif ini juga menjadi bukti keberhasilan kami dalam menyelenggarakan event berstandar internasional yang terus kami pupuk dari tahun ke tahun,” kata Project Director Maybank Marathon Widya Permana.
Widya menyimpulkan, dampak positif yang dikontribusikan Maybank Marathon yang tercermin melalui studi ekonomi maupun survei pasca event ini telah terus mendorong Maybank Indonesia sebagai pemilik dan penyelenggara untuk terus berupaya meningkatkan kualitas dan menghadirkan kejutan baru dalam perhelatan lomba yang kini menjadi event pertama dan satu-satunya di Indonesia dengan predikat Elite Label Road Race dari World Athletics.