#30 tag 24jam
Maybank Indonesia Kantongi Laba Sebelum Pajak Rp 562 M di Triwulan III 2024
Capaian ini memberi sinyal positif terhadap pendapatan Maybank Indonesia setelah dilakukan pencadangan pre emptive dalam nilai yang signifikan triwulan I-2024. [1,728] url asal
#banking-category #syariah #maybank-indonesia-kantongi-laba #biaya #indonesia-product-experience-of-the-year #majalah-fortune-indonesia #aisi #strategic-programmes #pendapatan-maybank-indonesia #pajak-maybank
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 31/10/24 11:55
v/17256351/
Jakarta - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) membukukan pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 44% menjadi Rp562 miliar pada triwulan III 2024. Angka ini naik 2,4% dibandingkan laba sebelum pajak triwulan II-2024 yang sebesar Rp 548 miliar.
Diketahui Maybank Indonesia mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 845 miliar per 30 September 2024. Adapun kenaikan laba ini didukung oleh penyaluran kredit yang meningkat serta pendapatan fee-based yang membaik.
Capaian ini turut memberi sinyal positif terhadap pendapatan Maybank Indonesia setelah dilakukan pencadangan pre emptive dalam nilai yang signifikan pada triwulan I-2024.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan mengatakan Maybank Indonesia terus meningkatkan pencapaian bisnis dan profitabilitasnya, didukung pertumbuhan portofolio pembiayaan yang sehat di seluruh segmen, serta pendapatan non-bunga yang sejalan dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan.
"Upaya kami untuk terus memperkuat portofolio pembiayaan khususnya pada segmen non-ritel komersial dan UKM yang merupakan expertise kami telah terus menyumbang pendapatan secara menyeluruh, termasuk kredit segmen Korporasi besar dalam negeri yang belum lama ini diperkenalkan ke pasar. Demikian juga, pendekatan consumer centric yang kami terapkan dalam membangun solusi wealth management, termasuk Shariah Wealth Management, telah berhasil menutup gap pendapatan fee Bank secara year-on-year," kata Steffano dalam keterangan tertulis, Kamis (31/10/2024).
"Kami akan terus menjaga kualitas aset dan fundamental Bank untuk menghadapi peluang serta tantangan di masa depan, dan di saat yang sama, memperkuat solusi dan layanan Bank agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah sejalan dengan strategi M25+ Maybank Group," tambah Steffano.
Pendapatan Bunga (Interest Income) Maybank Indonesia tercatat meningkat sebesar 10,2% YoY, sejalan dengan penyaluran kredit dan komposisi aset produktif yang lebih baik. Beban Bunga tetap tinggi, sehingga Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) turun sebesar 1,5%. Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin/NIM) tertekan sebesar 55 bps menjadi 4,5%. Namun demikian, Pendapatan Bunga Bersih pada triwulan III 2024 naik 3,1% dibandingkan triwulan II 2024 sehubungan dengan optimalisasi dana murah.
Pendapatan fee-based relatif stabil sebesar Rp1,43 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun pendapatan fee-based pada triwulan III-2024 naik sebesar 35,0% dibandingkan triwulan II-2024 yang didukung pertumbuhan fee dari bisnis Premier Wealth, pembiayaan otomotif roda dua Anak Perusahaan dan pendapatan dari asset recovery.
Total kredit yang disalurkan naik 8,8% pada sembilan bulan pertama 2024 menjadi Rp 122,37 triliun dari Rp 112,42 triliun. Kredit non-ritel dan ritel unit bisnis Community Financial Services (CFS) tumbuh signifikan sebesar 11,3% menjadi Rp 79,80 triliun dari Rp 71,70 triliun.
Selaras dengan upaya untuk meningkatkan produktivitas Bank, kredit komersial CFS non-ritel yaitu, Business Banking, mencatat pertumbuhan yang signifikan sebesar 26,2% diikuti dengan kredit segmen UKM (diklasifikasikan sebagai SME+) yang juga tumbuh 21,6%, dan kredit UKM Ritel (diklasifikasikan sebagai RSME) yang tumbuh 15,8%. Hal ini merupakan dampak dari langkah Maybank Indonesia dalam meningkatkan produktivitas di seluruh lini bisnis dan mempercepat penyediaan solusi perbankan kepada nasabah, serta sebagai dampak dari kolaborasi 'One Maybank go-to-market' yang semakin kuat.
Sementara, kredit CFS ritel juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,0% didukung oleh bisnis Kartu Kredit & KTA yang tumbuh 15,9%, dan kredit otomotif anak perusahaan yang tumbuh 4,3% di tengah penjualan otomotif roda empat ritel nasional yang turun 11,9%. Pembiayaan KPR melanjutkan momentum pertumbuhannya sebesar 3,8% didukung langkah Pemerintah dengan memperpanjang insentif PPN bersubsidi sampai dengan akhir Desember 2024. Bank terus menjalankan cross-selling antar konglomerasi Maybank sejalan dengan pendekatan 'One Maybank go-to-market'.
Pembiayaan korporasi Global Banking tumbuh 4,5% menjadi Rp 42,57 triliun dari Rp 40,72 triliun. Kredit segmen Large Local Corporate (LLC) tumbuh 25,5% selaras dengan strategi Bank pada segmen tersebut. Selain itu, kredit segmen Financial Institutions Group (FIG) juga meningkat sebesar 18,3%.
Di sisi lain, Maybank Indonesia berhasil membukukan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp 22,56 triliun, didukung pertumbuhan sebesar 44,1% untuk pembiayaan yang difokuskan pada pemanfaatan lahan secara berkelanjutan, dan pembiayaan sektor UKM yang tumbuh 1,4% YoY. Pada September 2024, Maybank Indonesia menyalurkan pembiayaan untuk energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan sebesar Rp 492 miliar. Total pembiayaan berkelanjutan menyumbang 20,6% terhadap total kredit yang disalurkan (Bank saja).
Simpanan nasabah naik 1,2% menjadi Rp 115,88 triliun dari Rp 114,50 triliun. CASA tumbuh 8,8% sedangkan Deposito Berjangka turun 6,1% YoY dan terus menurun sebesar 2,7% pada triwulan III 2024 dibandingkan triwulan II 2024. Bank berupaya menurunkan porsi dana mahal dan mengoptimalkan dana murah melalui pemanfaatan platform digital yang dioperasikan oleh Bank. Adapun CASA yang dihimpun melalui M2U App & Web naik 35,0% sedangkan M2E tumbuh 3,3%. Rasio CASA meningkat menjadi 52,7% pada September 2024 dari 49,1% pada September 2023.
Biaya overhead pada sembilan bulan pertama 2024 tercatat sebesar Rp 4,76 triliun, lebih tinggi sebesar 7,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp 4,42 triliun. Hal ini didorong investasi berkelanjutan untuk meningkatkan kapabilitas Teknologi Informasi, serta pelaksanaan beberapa inisiatif kunci sejalan dengan strategi M25+ Maybank Group.
Pada September 2024, rasio NPL membaik dari 3,2% (gross) dan 2,1% (net) pada September 2023 menjadi 2,9% (gross) dan 1,7% (net) pada September 2024. Pencapaian ini didukung oleh penerapan manajemen risiko yang memadai. Saldo NPL turun 3,8% dan Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 8,8% pada September 2024 dari 10,7% periode yang sama tahun lalu.
Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank saja berada pada level 89,5% dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) Bank saja berada pada level sehat sebesar 181,3% jauh di atas ketentuan regulator. Posisi permodalan menguat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 24,8% dan Common Equity Tier 1 (CET 1) sebesar 23,6% pada akhir September 2024.
Maybank Indonesia terus melanjutkan penerapan Strategic Programmes (SP) 7 yang terintegrasi dengan strategi M25+ Maybank Group yang bertujuan terutama untuk meningkatkan kinerja Maybank Indonesia. Hal ini meliputi fokus untuk mengoptimalkan produktivitas, mendorong customer-centricity dalam pengembangan solusi, memperkuat inisiatif 'One Maybank Go to Market' dan memperdalam solusi wealth management berbasis Syariah. Inisiatif-inisiatif ini pun telah meningkatkan laba Bank, dan merupakan upaya untuk menjadi pembeda, serta mendorong pertumbuhan pada segmen yang berpotensi untuk berkembang lebih jauh.
Dari Juli hingga September 2024, Maybank Indonesia meraih beberapa penghargaan yang sekaligus menjadi bukti atas pencapaian Bank dalam inovasi dan kemajuan digital. Penghargaan ini antara lain, 'Wealth Management Platform of The Year - Indonesia' Asian Banking & Finance Retail Banking Awards 2024, dan 'Best Consumer Digital Banks in Asia-Pacific' oleh Global Finance. Serta memperoleh penghargaan di bidang pengelolaan SDM melalui 11 penghargaan dari 'HR Excellence Awards 2024' dan 'Overall HREA Winner' diselenggarakan oleh Human Resources Online, serta empat penghargaan dari 'Human Capital on Resilience Excellence Award 2024' yang diselenggarakan oleh majalah First Indonesia.
Selain itu, Maybank Indonesia juga menerima penghargaan 'Fortune 100 Indonesia's Biggest Company in 2024' dari Majalah Fortune Indonesia, dan 'Indonesia Product Experience of the Year - SME Banking Category' di Asian Experience Awards 2024 oleh Asian Business Review baru-baru ini.
Perbankan Syariah
Pembiayaan Perbankan Syariah Maybank Indonesia tumbuh 7,3% menjadi Rp 30,98 triliun pada sembilan bulan pertama 2024 dari Rp28,88 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh pembiayaan yang meningkat pada segmen komersial dan UKM. Pendapatan fee-based tumbuh secara signifikan sebesar 21,4% menjadi Rp 166 miliar dari Rp 137 miliar didukung pendapatan fee dari solusi wealth management berbasis syariah.
Simpanan nasabah Perbankan Syariah tumbuh 2,0% menjadi Rp 37,10 triliun dari Rp 36,37 triliun. CASA tumbuh 14,2% menjadi Rp19,29 triliun dari Rp16,89 triliun, sedangkan deposito berjangka turun 8,6% Y-o-Y. Rasio CASA naik menjadi 52,0% pada September 2024 dari 46,4% pada September 2023.
Rasio Non-Performing Financing (NPF) Perbankan Syariah pada September 2024 dan September 2023 tetap stabil sebesar 2,5% (gross) dan 1,8% (net), dan Financing to Deposit Ratio (FDR) membaik menjadi 79,9% dari 77,3%.
Sementara itu, Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato' Khairussaleh Ramli mengatakan pihaknya terus mengupayakan peningkatan di seluruh lini bisnis utamanya, serta akan fokus dalam menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kinerja yang berkelanjutan.
"Didukung dengan strategi M25+, Maybank Indonesia akan terus memperkuat kinerja lini-lini bisnisnya, serta mewujudkan nilai bagi seluruh nasabah maupun pemangku kepentingannya ke depannya," ujar Dato' Khairussaleh.
Anak Usaha Maybank Indonesia Terus Bertumbuh
PT Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance)
Di tengah penjualan otomotif roda empat ritel yang turun sebesar 11,9%, pembiayaan otomotif roda empat Maybank Finance mengalami penurunan sebesar 3,3%. Namun demikian, Laba sebelum Pajak Maybank Finance naik 5,0% menjadi Rp 426 miliar pada sembilan bulan pertama 2024 dari Rp 406 miliar pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini didukung oleh pengelolaan portofolio pembiayaan yang lebih baik.
NPL Maybank Finance pada September 2024 sebesar 0,3% (gross) dan 0,1% (net) dibandingkan dengan 0,2% (gross) dan 0,1% (net) pada September 2023.
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM)
Pembiayaan otomotif roda dua WOM tumbuh 5,3% menjadi Rp 6,27 triliun pada sembilan bulan pertama 2024 dari Rp 5,95 triliun tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini berada di atas penjualan otomotif roda dua ritel nasional yang naik sebesar 3,2% pada triwulan III 2024 menurut asosiasi industri motor Indonesia - AISI.
WOM mencatatkan Laba sebelum Pajak sebesar Rp 212 miliar, meningkat 18,2% dari Rp 179 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Rasio NPL tercatat sebesar 1,9% (gross) dan 0,8% (net) pada September 2024 dari 2,4% (gross) dan 1,1% (net) pada September 2023.
(ega/ega)
Laba sebelum Pajak Maybank Indonesia Naik 44 Persen Jadi Rp562 Miliar pada Triwulan III 2024
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia atau Bank) membukukan Laba sebelum Pajak pada triwulan III-2024 sebesar Rp562 miliar, naik 44 persen year on year... | Halaman Lengkap [1,592] url asal
#maybank #sindonews-stories #membukukan-laba-sebelum-pajak
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 31/10/24 11:32
v/17256038/
JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia atau Bank) membukukan Laba sebelum Pajak pada triwulan III-2024 sebesar Rp562 miliar, naik 44 persen year on year (Y-o-Y).Hal ini didukung oleh penyaluran kredit yang meningkat dan pendapatan fee-based yang membaik. Laba sebelum pajak pada sembilan bulan pertama yang berakhir pada 30 September 2024 sebesar Rp845 miliar. Laba sebelum Pajak pada triwulan III-2024 naik 2,4 persen dibandingkan triwulan II-2024 sebesar Rp548 miliar.
Hal ini turut memberi sinyal positif terhadap pendapatan Bank setelah dilakukan pencadangan preemptive dalam nilai yang signifikan pada triwulan I-2024.
Pendapatan Bunga (Interest Income) meningkat sebesar 10,2 persen Y-o-Y sejalan dengan penyaluran kredit dan komposisi aset produktif yang lebih baik. Beban Bunga tetap tinggi, sehingga Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) turun sebesar 1,5 persen.
Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin/NIM) tertekan sebesar 55 bps menjadi 4,5 persen. Namun demikian, Pendapatan Bunga Bersih pada triwulan III-2024 naik 3,1 persen dibandingkan triwulan II-2024 sehubungan dengan optimalisasi dana murah.
Pendapatan fee-based relatif stabil sebesar Rp1,43 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun pendapatan fee-based pada triwulan III-2024 naik sebesar 35,0 persen dibandingkan triwulan II-2024 yang didukung pertumbuhan fee dari bisnis Premier Wealth, pembiayaan otomotif roda dua anak perusahaan dan pendapatan dari asset recovery.
Total kredit yang disalurkan naik 8,8 persen pada sembilan bulan pertama 2024 menjadi Rp122,37 triliun dari Rp112,42 triliun. Kredit non-ritel dan ritel unit bisnis Community Financial Services (CFS) tumbuh signifikan sebesar 11,3 persen menjadi Rp79,80 triliun dari Rp71,70 triliun.
Selaras dengan upaya untuk meningkatkan produktivitas Bank, kredit komersial CFS non-ritel yaitu, Business Banking, mencatat pertumbuhan yang signifikan sebesar 26,2 persen diikuti dengan kredit segmen UKM (diklasifikasikan sebagai SME+) yang juga tumbuh 21,6 persen, dan kredit UKM Ritel (diklasifikasikan sebagai RSME) yang tumbuh 15,8 persen.
Hal ini merupakan dampak dari langkah Bank dalam meningkatkan produktivitas di seluruh lini bisnis dan mempercepat penyediaan solusi perbankan kepada nasabah, serta sebagai dampak dari kolaborasi ?One Maybank go-to-market? yang semakin kuat.
Sementara, kredit CFS ritel juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,0 persen didukung oleh bisnis kartu kredit dan KTA yang tumbuh 15,9 persen, serta kredit otomotif anak perusahaan yang tumbuh 4,3 persen di tengah penjualan otomotif roda empat ritel nasional yang turun 11,9 persen.
Pembiayaan KPR melanjutkan momentum pertumbuhannya sebesar 3,8 persen didukung langkah Pemerintah dengan memperpanjang insentif PPN bersubsidi sampai dengan akhir Desember 2024.
Bank terus menjalankan cross-selling antar konglomerasi Maybank sejalan dengan pendekatan 'One Maybank go-to-market'.
Pembiayaan korporasi Global Banking tumbuh 4,5 persen menjadi Rp42,57 triliun dari Rp40,72 triliun. Kredit segmen Large Local Corporate (LLC) tumbuh 25,5 persen selaras dengan strategi bank pada segmen tersebut. Selain itu, kredit segmen Financial Institutions Group (FIG) juga meningkat sebesar 18,3 persen.
Bank membukukan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp22,56 triliun, didukung pertumbuhan sebesar 44,1 persen untuk pembiayaan yang difokuskan pada pemanfaatan lahan secara berkelanjutan, dan pembiayaan sektor UKM yang tumbuh 1,4 persen Y-o-Y.
Pada September 2024, Bank menyalurkan pembiayaan untuk energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan sebesar Rp492 miliar. Total pembiayaan berkelanjutan menyumbang 20,6 persen terhadap total kredit yang disalurkan (bank saja).
Simpanan nasabah naik 1,2 persen menjadi Rp115,88 triliun dari Rp114,50 triliun. CASA tumbuh 8,8 persen sedangkan deposito berjangka turun 6,1 persen Y-o-Y dan terus menurun sebesar 2,7 persen pada triwulan III-2024 dibandingkan triwulan II-2024.
Bank berupaya menurunkan porsi dana mahal dan mengoptimalkan dana murah melalui pemanfaatan platform digital yang dioperasikan oleh Bank. Adapun CASA yang dihimpun melalui M2U App dan web naik 35,0 persen sedangkan M2E tumbuh 3,3 persen. Rasio CASA meningkat menjadi 52,7 persen pada September 2024 dari 49,1 persen pada September 2023.
Biaya overhead pada sembilan bulan pertama 2024 tercatat sebesar Rp4,76 triliun, lebih tinggi sebesar 7,6 persen dibandingkan Rp4,42 triliun di periode yang sama tahun lalu. Hal ini didorong investasi berkelanjutan untuk meningkatkan kapabilitas teknologi informasi, serta pelaksanaan beberapa inisiatif kunci sejalan dengan strategi M25+ Maybank Group.
Pada September 2024, rasio NPL membaik dari 3,2 persen (gross) dan 2,1 persen (net) pada September 2023 menjadi 2,9 persen (gross) dan 1,7 persen (net) pada September 2024.
Pencapaian ini didukung oleh penerapan manajemen risiko yang memadai. Saldo NPL turun 3,8 persen dan Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 8,8 persen pada September 2024 dari 10,7 persen periode yang sama tahun lalu.
Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank saja berada pada level 89,5 persen dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) Bank saja berada pada level sehat sebesar 181,3 persen jauh di atas ketentuan regulator.
Posisi permodalan menguat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 24,8 persen dan Common Equity Tier 1 (CET 1) sebesar 23,6 persen pada akhir September 2024.
Maybank Indonesia terus melanjutkan penerapan Strategic Programmes (SP) 7 yang terintegrasi dengan strategi M25+ Maybank Group yang bertujuan terutama untuk meningkatkan kinerja Maybank Indonesia.
Hal ini meliputi fokus untuk mengoptimalkan produktivitas, mendorong customer-centricity dalam pengembangan solusi, memperkuat inisiatif 'One Maybank Go to Market', dan memperdalam solusi wealth management berbasis Syariah.
Inisiatif-inisiatif ini pun telah meningkatkan laba Bank, dan merupakan upaya untuk menjadi pembeda, serta mendorong pertumbuhan pada segmen yang berpotensi untuk berkembang lebih jauh.
Dari Juli hingga September 2024, Maybank Indonesia meraih beberapa penghargaan yang sekaligus menjadi bukti atas pencapaian Bank dalam inovasi dan kemajuan digital. Penghargaan ini antara lain, ?Wealth Management Platform of The Year ? Indonesia? Asian Banking & Finance Retail Banking Awards 2024, dan ?Best Consumer Digital Banks in Asia-Pacific?.
Tidak hanya itu, Maybank juga memperoleh penghargaan di bidang pengelolaan SDM melalui 11 penghargaan dari ?HR Excellence Awards 2024' dan 'Overall HREA Winner?, serta empat penghargaan dari ?Human Capital on Resilience Excellence Award 2024?.
Selain itu, Maybank Indonesia juga menerima penghargaan ?Fortune 100 Indonesia?s Biggest Company in 2024?, dan 'Indonesia Product Experience of the Year ? SME Banking Category' di Asian Experience Awards 2024.
Perbankan Syariah
Pembiayaan Perbankan Syariah Maybank Indonesia tumbuh 7,3 persen menjadi Rp30,98 triliun pada sembilan bulan pertama 2024 dari Rp28,88 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ini didorong oleh pembiayaan yang meningkat pada segmen komersial dan UKM. Pendapatan fee-based tumbuh secara signifikan sebesar 21,4 persen menjadi Rp166 miliar dari Rp137 miliar didukung pendapatan fee dari solusi wealth management berbasis syariah.
Simpanan nasabah Perbankan Syariah tumbuh 2,0 persen menjadi Rp37,10 triliun dari Rp36,37 triliun. CASA tumbuh 14,2 persen menjadi Rp19,29 triliun dari Rp16,89 triliun, sedangkan deposito berjangka turun 8,6 persen Y-o-Y.
Rasio CASA naik menjadi 52,0 persen pada September 2024 dari 46,4 persenpada September 2023. Rasio Non-Performing Financing (NPF) Perbankan Syariah pada September 2024 dan September 2023 tetap stabil sebesar 2,5 persen (gross) dan 1,8 persen (net), dan Financing to Deposit Ratio (FDR) membaik menjadi 79,9 persen dari 77,3 persen.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan, mengatakan bahwa Maybank Indonesia terus meningkatkan pencapaian bisnis dan profitabilitasnya, didukung pertumbuhan portofolio pembiayaan yang sehat di seluruh segmen, serta pendapatan non-bunga yang sejalan dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan.
?Upaya kami untuk terus memperkuat portofolio pembiayaan khususnya pada segmen non-ritel komersial dan UKM yang merupakan expertise kami telah terus menyumbang pendapatan secara menyeluruh, termasuk kredit segmen Korporasi besar dalam negeri yang belum lama ini diperkenalkan ke pasar,? ujarnya.
?Demikian juga, pendekatan consumer centric yang kami terapkan dalam membangun solusi wealth management, termasuk Shariah Wealth Management, telah berhasil menutup gap pendapatan fee Bank secara year-on-year,? lanjut Steffano.
Steffano menambahkan, pihaknya akan terus menjaga kualitas aset dan fundamental Bank.
?Kami akan terus menjaga kualitas aset dan fundamental Bank untuk menghadapi peluang serta tantangan di masa depan, dan di saat yang sama, memperkuat solusi dan layanan Bank agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah sejalan dengan strategi M25+ Maybank Group,? tuturnya.
Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato' Khairussaleh Ramli, mengatakan bahwa Maybank Indonesia terus mengupayakan peningkatan di seluruh lini bisnis utamanya, serta akan fokus dalam menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kinerja yang berkelanjutan.
?Didukung dengan strategi M25+, Maybank Indonesia akan terus memperkuat kinerja lini-lini bisnisnya, serta mewujudkan nilai bagi seluruh nasabah maupun pemangku kepentingannya ke depannya," ujar Dato? Khairussaleh.
Anak Perusahaan
PT Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance) di tengah penjualan otomotif roda empat ritel yang turun sebesar 11,9 persen, pembiayaan otomotif roda empat Maybank Finance mengalami penurunan sebesar 3,3 persen.
Namun demikian, Laba sebelum Pajak Maybank Finance naik 5,0 persen menjadi Rp426 miliar pada sembilan bulan pertama 2024 dari Rp406 miliar pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini didukung oleh pengelolaan portofolio pembiayaan yang lebih baik.
NPL Maybank Finance pada September 2024 sebesar 0,3 persen (gross) dan 0,1 persen (net) dibandingkan dengan 0,2 persen (gross) dan 0,1 persen (net) pada September 2023.
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM)
Pembiayaan otomotif roda dua WOM tumbuh 5,3 persen menjadi Rp6,27 triliun pada sembilan bulan pertama 2024 dari Rp5,95 triliun tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini berada di atas penjualan otomotif roda dua ritel nasional yang naik sebesar 3,2 persen pada triwulan III?2024 menurut asosiasi industri motor Indonesia ? AISI.
WOM mencatatkan, Laba sebelum Pajak sebesar Rp212 miliar, meningkat 18,2 persen dari Rp179 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Rasio NPL tercatat sebesar 1,9 persen (gross) dan 0,8 persen (net) pada September 2023.
Kredit Maybank Indonesia (BNII) Capai Rp122,3 Triliun, Naik 8,8 Persen hingga September 2024
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mencatatkan pertumbuhan total kredit yang disalurkan sebesar 8,8 persen pada sembilan bulan pertama 2024 menjadi Rp122,37 T [558] url asal
#maybank #bnii #laba-maybank #kredit-maybank #maybank-indonesia
(IDX-Channel - Banking) 31/10/24 08:45
v/17249387/
IDXChannel- PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mencatatkan pertumbuhan total kredit yang disalurkan sebesar 8,8 persen pada sembilan bulan pertama 2024 menjadi Rp122,37 triliun dari Rp112,42 triliun.
Kredit non-ritel dan ritel unit bisnis Community Financial Services (CFS) tumbuh signifikan sebesar 11,3 persen menjadi Rp79,80 triliun dari Rp71,70 triliun.
Adapun laba bersih perseroan mencapai Rp558,14 miliar per September 2024. Angka ini turun 55,22 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,24 triliun
Meski demikian, Maybank Indonesia membukukan Laba sebelum Pajak pada kuartal III-2024 sebesar Rp562 miliar, naik 44 persen yoy. Hal ini didukung oleh penyaluran kredit yang meningkat dan pendapatan fee-based yang membaik.
Sementara itu, Maybank juga membukukan Laba sebelum Pajak (PBT) Rp845 miliar pada periode sembilan bulan tahun 2024 berbanding Rp1,65 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan Bunga (Interest Income) Maybank meningkat sebesar 10,2 persen yoy sejalan dengan penyaluran kredit dan komposisi aset produktif yang lebih baik. Beban Bunga tetap tinggi, sehingga Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) turun sebesar 1,5 persen.
Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin/NIM) BNII tertekan sebesar 55 bps menjadi 4,5 persen. Namun demikian, Pendapatan Bunga Bersih pada kuartal III-2024 naik 3,1 persen dibandingkan kuartal II-2024 sehubungan dengan optimalisasi dana murah.
Pendapatan fee-based relatif stabil sebesar Rp1,43 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun pendapatan fee-based pada kuartal III-2024 naik sebesar 35,0 persen dibandingkan kuartal II-2024 yang didukung pertumbuhan fee dari bisnis Premier Wealth, pembiayaan otomotif roda dua Anak Perusahaan dan pendapatan dari asset recovery.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan mengatakan bahwa Maybank Indonesia terus meningkatkan pencapaian bisnis dan profitabilitasnya, didukung pertumbuhan portofolio pembiayaan yang sehat di seluruh segmen, serta pendapatan non-bunga yang sejalan dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan.
“Upaya kami untuk terus memperkuat portofolio pembiayaan khususnya pada segmen non-ritel komersial dan UKM yang merupakan expertise kami telah terus menyumbang pendapatan secara menyeluruh, termasuk kredit segmen Korporasi besar dalam negeri yang belum lama ini diperkenalkan ke pasar. Demikian juga, pendekatan consumer centric yang kami terapkan dalam membangun solusi wealth management, termasuk Shariah Wealth Management, telah berhasil menutup gap pendapatan fee Bank secara year-on-year,” kata Steffano dalam keterangan resmi, Rabu (30/10/2024).
Steffano juga menegaskan akan terus menjaga kualitas aset dan fundamental Bank untuk menghadapi peluang serta tantangan di masa depan, dan di saat yang sama, memperkuat solusi dan layanan bank agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah sejalan dengan strategi M25+ Maybank Group.
Sebagai tambahan, rasio NPL BNII membaik dari 3,2 persen (gross) dan 2,1 persen (net) pada September 2023 menjadi 2,9 persen (gross) dan 1,7 persen (net) pada September 2024. Pencapaian ini didukung oleh penerapan manajemen risiko yang memadai.
Saldo NPL turun 3,8 persen dan Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 8,8 persen pada September 2024 dari 10,7 persen periode yang sama tahun lalu.
Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank saja berada pada level 89,5 persen dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) Bank saja berada pada level sehat sebesar 181,3 persen jauh di atas ketentuan regulator. Posisi permodalan menguat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 24,8 persen dan Common Equity Tier 1 (CET 1) sebesar 23,6 persen pada akhir September 2024.
kunthi fahmar sandy)
Maybank (BNII) Bukukan Laba yang Dapat Diatribusi Rp558,14 Miliar per September 2024
Bank Maybank Indonesia (BNII) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk per September 2024 sebesar Rp558,14 miliar. [801] url asal
#maybank #laba-maybank #kinerja-maybank
(Bisnis.Com - Finansial) 31/10/24 07:21
v/17242977/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp558,14 miliar per September 2024. Turun -55,22% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,24 triliun.
Sementara itu dikutip dari laporan keuangan untuk laba sebelum pajak, perusahaan membukukan Rp845 miliar pada periode sembilan bulan tahun 2024 berbanding Rp1,65 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam periode laporan keuangan ini, BNII melaporkan pendapatan bunga (interest income) meningkat sebesar 10,2% yoy sejalan dengan penyaluran kredit dan komposisi aset produktif yang lebih baik.
Beban bunga tetap tinggi, sehingga pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) turun sebesar 1,5%. Margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) perseroan juga tertekan sebesar 55 basis poin (bps) menjadi 4,5%.
Namun demikian, pendapatan bunga bersih pada kuartal III/2024 naik 3,1% dibandingkan kuartal II/2024 sehubungan dengan optimalisasi dana murah. Adapun, pendapatan fee-based relatif stabil sebesar Rp1,43 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan fee-based pada kuartal III/2024 naik sebesar 35,0% dibandingkan kuartal II/2024 yang didukung pertumbuhan fee dari bisnis Premier Wealth, pembiayaan otomotif roda dua Anak Perusahaan dan pendapatan dari asset recovery.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan bahwa pihaknya terus meningkatkan pencapaian bisnis dan profitabilitasnya, didukung pertumbuhan portofolio pembiayaan yang sehat di seluruh segmen, serta pendapatan non-bunga yang sejalan dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan.
“Kami akan terus menjaga kualitas aset dan fundamental bank untuk menghadapi peluang serta tantangan di masa depan, dan di saat yang sama, memperkuat solusi dan layanan bank agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah sejalan dengan strategi M25+ Maybank Group,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/10/2024).
Total kredit yang disalurkan hingga September 2024 sebesar Rp122,37 triliun, naik 8,8% dari Rp112,42 triliun. Kredit non-ritel dan ritel unit bisnis Community Financial Services (CFS) tumbuh signifikan sebesar 11,3% menjadi Rp79,80 triliun dari Rp71,70 triliun.
Sejalan dengan upaya untuk meningkatkan produktivitas Bank, kredit komersial CFS non-ritel yaitu, Business Banking, mencatat pertumbuhan yang sighifikan sebesar 26,2% diikuti dengan kredit segmen UKM (diklasifikasikan sebagai SME+) yang juga tumbuh 21,6%, dan kredit UKM Ritel (diklasifikasikan sebagai RSME) yang tumbuh 15,8%.
Sementara, kredit CFS ritel juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,0% didukung oleh bisnis Kartu Kredit & KTA yang tumbuh 15,9%, dan kredit otomotif Anak Perusahaan yang tumbuh 4,3% di tengah penjualan otomotif roda empat ritel nasional yang turun 11,9%.
Pembiayaan KPR melanjutkan momentum pertumbuhannya sebesar 3,8% didukung langkah Pemerintah dengan memperpanjang insentif PPN bersubsidi sampai dengan akhir Desember 2024.
Bank terus menjalankan cross-selling antar konglomerasi Maybank sejalan dengan pendekatan 'One Maybank go-to-market'. Pembiayaan korporasi Global Banking tumbuh 4,5% menjadi Rp42,57 triliun dari Rp40,72 triliun. Kredit segmen Large Local Corporate (LLC) tumbuh 25,5% selaras dengan strategi Bank pada segmen tersebut. Selain itu, kredit segmen Financial Institutions Group (FIG) juga meningkat sebesar 18,3%.
Bank membukukan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp22,56 triliun, didukung pertumbuhan sebesar 44,1% untuk pembiayaan yang difokuskan pada pemanfaatan lahan secara berkelanjutan dan pembiayaan sektor UKM yang tumbuh 1,4% YoY.
Simpanan nasabah naik 1,2% menjadi Rp115,88 triliun dari Rp114,50 triliun. Dana murah alias CASA tumbuh 8,8% sedangkan Deposito Berjangka turun 6,1% YoY dan terus menurun sebesar 2,7% pada kuartal III/2024 dibandingkan kuartal II/2024.
Perusahaan juga berupaya menurunkan porsi dana mahal dan mengoptimalkan dana murah melalui pemanfaatan platform digital yang dioperasikan oleh Bank. Tercatat, rasio CASA meningkat menjadi 52,7% pada September 2024 dari 49,1% pada September 2023.
Perseroan juga membukukan biaya overhead pada sembilan bulan pertama 2024 sebesar Rp4,76 triliun, lebih tinggi sebesar 7.6% dibandingkan Rp4,42 triliun di periode yang sama tahun lalu. Hal ini didorong investasi berkelanjutan untuk meningkatkan kapabilitas Teknologi Informasi, serta pelaksanaan beberapa inisiatif kunci sejalan dengan strategi M25+ Maybank Group.
Loan to Deposit Ratio (LDR) bank only berada pada level 89,5% dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) Bank saja berada pada level sehat sebesar 181,3% jauh di atas ketentuan regulator.
Posisi permodalan menguat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 24,8% dan Common Equity Tier 1 (CET 1) sebesar 23,6% pada akhir September 2024.
Presiden Komisaris Maybank Indonesia Dato' Khairussaleh Ramli mengatakan bahwa Maybank Indonesia terus mengupayakan peningkatan di seluruh lini bisnis utamanya, serta akan fokus dalam menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kinerja yang berkelanjutan.
“Didukung dengan strategi M25+, Maybank Indonesia akan terus memperkuat kinerja lini-lini bisnisnya, serta mewujudkan nilai bagi seluruh nasabah maupun pemangku kepentingannya ke depannya," ujarnya.
Bank Panin (PNBN) Beri Penjelasan ke Bursa soal Negosiasi Maybank Malaysia
Bank Panin memberikan penjelasan kepada BEI terkait pemberitaan yang menyebutkan Maybank Malaysia mengajukan penawaran dengan valuasi 1,7 1,7 kali nilai buku. [281] url asal
#bank-panin #pnbn #bei #maybank #maybank-malaysia
(Bisnis.Com - Finansial) 23/10/24 12:01
v/16875176/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) alias Bank Panin memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan yang menyebutkan Maybank Malaysia tengah mengajukan penawaran dengan valuasi 1,7 kali nilai buku atau price-to-book value (PBV) PNBN.
Berdasarkan keterbukaan informasi, manajemen menyebutkan bahwa pemberitaan itu bukan berasal dari Bank Panin.
“Sehingga kami tidak mengetahui sumber dan kebenaran berita yang dimaksudkan di dalam pemberitaan tersebut,” tulis manajamen yang dikutip pada Rabu (23/10/2024).
Manajemen menyatakan sampai dengan tanggal tanggapan ini disampaikan, tidak terdapat informasi, fakta dan/atau kejadian penting lainnya yang dapat mempengaruhi secara material kelangsungan kegiatan usaha Perseroan dan harga saham Perseroan yang belum diungkapkan oleh Perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia.
Sebelumnya, Direktur Utama Panin Bank Herwidayatmo juga menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui informasi sehubungan penawaran Maybank Malaysia.
“Kami dari manajemen PaninBank tidak memperoleh dan mempunyai informasi terkait hal tersebut. Terima kasih,” ucapnya kepada Bisnis pekan lalu.
Adapun di tengah kabar divestasi yang ada, harga saham Bank Panin (PNBN) sempat mencapai titik tertinggi sepanjang satu tahun terakhir pada penutupan perdagangan Jumat (18/10/2024).
Dalam sepekan hingga Jumat, harga saham PNBN naik 10,89%. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) harga saham PNBN naik 59,92%.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan kenaikan harga saham PNBN terjadi karena informasi atau kabar mengenai rencana ANZ untuk melepas sahamnya, yang kemudian diikuti oleh penawaran dan negosiasi dari para investor untuk mengakuisisi PNBN, telah ter-price in oleh pasar.
“Tapi [kabar] ini masih beblum diumumkan ke publik, namanya negosiasi harus demikian. Biasanya kalau hingga terjadi dinamika akuisisi, tentu harga sahamnya memang secara umum mengalami kenaikan,” ujarnya kepada Bisnis pada Jumat (18/10/2024).
Selamat Berjuang! Dua Peserta Maybank Marathon Menuju Boston Marathon
Dua peserta lari Maybank Marathon 2024, yaitu Polniwati Salim dan Suwandi, berhasil mendapatkan slot lari pada event marathon terkemuka di dunia Boston Marathon.... | Halaman Lengkap [539] url asal
#sindonews-stories #kb-bank #maybank-marathon-2024
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 15/10/24 17:54
v/16509519/
JAKARTA - Dua peserta lari Maybank Marathon 2024, yaitu Polniwati Salim dan Suwandi, berhasil mendapatkan slot lari pada event marathon terkemuka di dunia Boston Marathon. Event ini akan diselenggarakan pada April 2025 mendatang di Boston, Amerika Serikat.Pada ajang Maybank Marathon 2024 yang lalu, Polniwati Salim dan Suwandi adalah pelari Maybank Marathon pada program Indonesia Fast Runner yang mengikuti Maybank Marathon 2024 #BaliBeatsBoston. Keduanya telah memenuhi syarat yakni, menyelesaikan lari kategori lari marathon dengan kriteria waktu dan kelompok usia yang ditetapkan Boston Marathon.
Pada 12 September lalu, Komite Maybank Marathon telah mengumumkan empat pelari program #BaliBeatsBoston yang berkesempatan mengikuti Boston Marathon yang ke-129 yaitu, Suwandi dengan catatan waktu 2:40:40 dan Bui Phin Tjhin dengan catatan waktu 3:22:13 untuk kategori putra serta Steffi Audynia dengan catatan waktu 3:29:50 dan Polniwati Salim dengan catatan waktu 3:37:51 untuk kategori putri. Namun berdasarkan hasil ballot Boston Marathon, Polniwati Salim dan Suwandi siap bertanding di Boston Marathon 2025.
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sebagai penyelenggara Elite Label Road Race dari World Athletics yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, Maybank Marathon, telah terus mengeluarkan inovasinya.
Dengan mengusung tema ?Discover a New you? pada Maybank Marathon 2024, Maybank Indonesia berupaya untuk membangun persepsi Maybank Marathon bukan hanya ajang lomba lari biasa, tetapi sebagai wadah bagi para pelari memulai perjalanan baru dalam mengeksplorasi diri.
Hal ini diwujudkan di antaranya dengan membuka special entries untuk ikut lomba di Maybank Marathon 2024, program Maybank Marathon Indonesian Fast Runner 2024 (MMIFR24) dan Maybank Marathon 2024 #BaliBeatsBoston pada Road to Maybank Marathon 2024, yang pembukaannya diumumkan pada 12 Mei lalu.
MMIFR24 ini merupakan program yang dirancang untuk mewadahi dan mengapresiasi semua pelari marathon Indonesia berperforma tinggi yang tidak berasal dari undangan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). ?Program ini diperuntukkan khusus bagi pelari yang berhasil menorehkan waktu di garis akhir pada perhelatan Maybank Marathon 2022 atau 2023 dengan kriteria catatan waktu pada dan kelompok usia yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara,? jelas Project Director Maybank Marathon Widya Permana.
Sebanyak 78 peserta yang memenuhi kualifikasi telah diundang oleh Komite dan sebanyak 21 peserta MMIFR24 tersebut telah berlari di Maybank Marathon 2024 pada 25 Agustus yang lalu, untuk memperebutkan empat quota pada program Maybank Marathon 2024 #BaliBeatsBoston.
Sementara itu, Maybank Marathon 2024 #BaliBeatsBoston adalah fase lanjutan perjalanan dari MMIFR24 yang mana merupakan program yang diperuntukkan khusus bagi pelari yang terdaftar pada program MMIFR24, serta yang berhasil menyelesaikan lomba dengan kriteria waktu dan kelompok usia yang ditetapkan panitia penyelenggara Boston Marathon 2025. Selain itu, peserta nantinya juga harus lolos dalam sistem pengundian yang akan diumumkan secara resmi oleh penyelenggara Maybank Marathon 2024 dan selanjutnya juga harus lolos dalam pendaftaran Boston Marathon 2025 melalui jalur qualifying time.
Project Director Maybank Marathon Widya Permana mengucapkan selamat kepada para pemenang Maybank Marathon 2024 #BaliBeatsBoston. Dia meminta Polniwati Salim dan Suwandi untuk fokus saja ke persiapan dan latihan hingga April 2025 nanti.
"Kami yang akan mengatur kebutuhan baik selama training serta fasilitas keberangkatan ke Boston, Amerika Serikat. Demikian juga, keikutsertaan Polniwati Salim dan Suwandi ini setidaknya merupakan salah satu upaya kami dalam mendorong pengembangan olahraga atletik khususnya cabang lari marathon di Indonesia dan memotivasi pelari lainnya untuk terus bersemangat dalam mencapai catatan waktu terbaiknya,? tutur Widya menutup keterangan.
Maybank Marathon 2024 di Bali Sumbang Nilai Tambah Ekonomi Rp 125 Miliar
Angka ini didapatkan dari pengkalian nilai rata-rata belanja peserta lari sebesar Rp 9,8 juta dengan jumlah total peserta lari. [722] url asal
#maybank-marathon #marathon #perbankan #kontribusi-ajang #finish-lomba #bali #maybank-marathon-2024 #widya-permana #penyelenggaraan #ajang #perhelatan-lomba #world-athletics #katadata-insight-center #steffano-ridwa
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 07/10/24 16:43
v/16117803/
Jakarta - Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan mengungkapkan dampak penyelenggaraan Elite Label Road Race Maybank Marathon 2024 terhadap perekonomian di wilayah Bali. Dia menyebut kontribusi ajang lari ke-13 yang diadakan di Gianyar, Bali pada akhir Agustus lalu terhadap perekonomian setempat mencapai Rp 125 miliar.
Angka ini didapatkan dari pengkalian nilai rata-rata belanja peserta lari sebesar Rp 9,8 juta dengan jumlah total peserta lari. Adapun hasil tersebut berdasarkan studi yang dilakukan Maybank Indonesia bersama Katadata Insight Center, dengan melibatkan pelari dan pelaku usaha di sekitar perhelatan Maybank Marathon 2024.
Adapun rincian belanja peserta Maybank Marathon 2024 tersebut terdiri dari biaya akomodasi sebesar Rp 2,85 juta, makanan dan minuman sebesar Rp 1,96 juta, transportasi (di luar tiket pesawat) sebesar Rp 1,80 juta, suvenir sebesar Rp 1,69 juta, dan biaya untuk wisata sebesar Rp 1,51 juta. Demikian juga, omzet harian pelaku usaha di Bali menurut studi mengalami kenaikan sebesar 48,3%, diikuti jumlah pelanggan harian juga meningkat 45,1% saat Maybank Marathon 2024 digelar.
"Studi yang dilakukan oleh media partner Maybank Marathon ini telah memberikan indikasi atas dampak ekonomi yang ditimbulkan dari penyelenggaraan event internasional kami berdasarkan jumlah peserta tahun 2024, yakni sebanyak 12.700 orang. Tentunya, angka ini akan jauh lebih tinggi apabila rekan atau sanak keluarga peserta turut diperhitungkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (7/10/2024).
"Di lain sisi, kami bersyukur, Maybank Marathon tidak hanya mampu menarik minat peserta lari dari dalam maupun luar negeri yang terus meningkat setiap tahunnya, tetapi juga mampu mendorong perputaran dana melalui pembelanjaan yang dilakukan oleh peserta dan kerabatnya selama berada di Bali," imbuhnya.
Selain dampak langsung, studi ini juga mengukur dampak tidak langsung (multiplier effect) penyelenggaraan Maybank Marathon 2024 yang tercatat sebesar Rp 164 miliar. Angka ini didapatkan melalui perkalian nilai dampak langsung terhadap indikator ekonomi di 52 sektor seperti, di antaranya, konstruksi, perdagangan, jasa informasi dan komunikasi, hingga jasa kesehatan.
Maybank Marathon di Bali Foto: dok. Maybank Indonesia |
Dari studi yang sama, juga diketahui durasi stay-in peserta Maybank Marathon terbanyak mencapai 3-4 hari, dan 56,7% peserta berangkat ke Bali bersama rekan dan komunitasnya, sedangkan 26,7% mengajak anggota keluarga. Demikian juga, sebesar 13,3% datang bersama pasangan dan sebesar 6,7% berangkat sendiri.
Selain mengikuti Maybank Marathon 2024, studi yang sama mengungkapkan peserta juga melakukan wisata alam sebesar 96,7%, wisata adventure sebesar 26,7%, wisata kebugaran sebesar 23,3%, wisata hiburan sebesar 13,3% dan wisata taman rekreasi sebesar 10%.
Di sisi lain, Maybank Marathon juga melakukan survei pasca event dengan tingkat kepuasan (overall satisfaction rate) yang mencapai 91%, diikuti dengan 93% peserta menyatakan puas dengan lokasi baru dan rute lari yang disesuaikan sebesar 88%.
Seperti diketahui, Maybank Marathon 2024 hadir dengan peningkatan kualitas event selama acara berlangsung. Salah satunya dengan memilih venue baru, yang memungkinkan race pack collection dilaksanakan dalam satu lokasi. Dengan venue baru, titik start/finish lomba dan rute lari juga mengalami penyesuaian.
"Selain mengukur dampak ekonomi, hasil survei pasca event yang positif ini juga menjadi bukti keberhasilan kami dalam menyelenggarakan event berstandar internasional yang terus kami pupuk dari tahun ke tahun," jelas Project Director Maybank Marathon, Widya Permana.
Widya menyimpulkan dampak positif yang dikontribusikan Maybank Marathon yang tercermin melalui studi ekonomi maupun survei pasca event ini telah terus mendorong Maybank Indonesia sebagai pemilik dan penyelenggara untuk terus berupaya meningkatkan kualitas dan menghadirkan kejutan baru dalam perhelatan lomba yang kini menjadi event pertama dan satu-satunya di Indonesia dengan predikat Elite Label Road Race dari World Athletics.
(prf/ega)
Perluas Pangsa Pasar Syariah, Maybank Syariah Hadirkan Dua Produk Inovatif
UUS Maybank Indonesia memperkenalkan solusi baru My Protection Rencana dan My Protection Waris melalui kerja sama dengan PT Allianz Life Shariah Indonesia [463] url asal
(WE Finance) 03/10/24 17:55
v/15918723/
Warta Ekonomi, Jakarta -PT Bank Maybank Indonesia Tbk melalui Unit Usaha Syariah (“UUS”) terus melakukan inovasi dan pengembangan untuk memperkuat solusi pengelolaan kekayaan Maybank Shariah Wealth Management (MySWM).
Belum lama ini, UUS Maybank Indonesia juga memperkenalkan solusi baru My Protection Rencana dan My Protection Waris melalui kerja sama dengan PT Allianz Life Shariah Indonesia. Kedua produk tersebut sebagai solusi pengelolaan kekayaan menyeluruh dan terpadu berbasis prinsip syariah.
Direktur Perbankan Syariah Maybank Indonesia Romy Buchari mengungkapkan kehadiran kedua produk itu di tengah minat masyarakat terhadap produk dan layanan syariah yang semakin tinggi.
Romy mengungkapkan bahwa sejak diluncurkan untuk pertama kali pada tahun lalu, Maybank Shariah Wealth Management atay MySWM terus mendapat respons yang positif.
"Kami akan terus mengembangkan Maybank Shariah Wealth Management sebagai langkah nyata mendukung Roadmap Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia 2022-2025 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk perbankan syariah yang resilient, berdaya saing tinggi, dan berkontribusi signifikan bagi perekonomian dan pembangunan nasional," ucapnya.
Maybank Shariah Wealth Management, lanjutnya, telah dirancang khusus dengan pendekatan holistik untuk mendampingi masyarakat di setiap tahap kehidupan dengan mengusung prinsip syariah.
Layanan pengelolaan kekayaan ini tidak hanya membantu nasabah mencapai keseimbangan keuangan, namun juga memberikan ketenangan dan mencapai keberkahan spiritual di masa depan.
Maybank Shariah Wealth Management terdiri dari lima pilar utama, yaitu wealth creation untuk solusi kebutuhan keuangan keluarga, wealth accumulation untuk mengoptimalkan investasi, wealth preservation untuk membantu melindungi aset dan keluarga dari risiko, wealth purification untuk menyucikan harta dan berbagi terhadap sesama, serta wealth distribution untuk membantu merencanakan waris dan wasiat.
Kedua pilar terakhir menjadi kunci utama yang membedakan Maybank Shariah Wealth Management dengan menawarkan kemudahan dalam berbagi kepada komunitas dan sesama, untuk dampak positif yang lebih luas lagi.
Dalam rangka terus berinovasi dan mengembangkan Maybank Shariah Wealth Management, Maybank Indonesia juga menghadirkan produk dan layanan terbaru, termasuk My Protection Rencana dan My Protection Waris.
Keduanya merupakan produk asuransi jiwa tradisional syariah yang membawa beragam manfaat untuk melindungi aset dan keluarga dari risiko. Selain memberikan dukungan terhadap kebutuhan finansial di masa mendatang, My Protection Rencana dan My Protection Waris juga membawa manfaat spiritual dengan menawarkan pilihan fitur Wakaf hingga sebesar 45% dari nilai Santunan Asuransi.
Head Wealth Management Maybank Indonesia Aliang Sumitro menambahkan dengan merencanakan dan mengelola aset secara bijaksana, masyarakat tidak hanya membangun keamanan finansial, namun juga menciptakan peluang untuk pertumbuhan dan memberikan manfaat bagi generasi penerus, sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi sesama.
"Ke depan, kami akan terus memperluas portofolio produk syariah kami dengan menambah layanan maupun akses digital untuk memberikan kemudahan dan inklusi keuangan yang lebih luas," tegasnya.
Tak hanya itu, peluncuran Maybank Shariah Wealth Management juga sejalan dengan strategi M25+ Maybank Group untuk menjadi institusi keuangan global terdepan di industri perbankan syariah. Hal ini diwujudkan dengan menghadirkan solusi finansial cerdas dan komprehensif, lewat berbagai layanan dan produk yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat.
Ragam Strategi Bank Sesuaikan Suku Bunga usai BI Rate Turun
Sejumlah bank mulai meramu strategi untuk menyesuaikan suku bunga simpanan dan pinjaman, usai Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan alias BI Rate [639] url asal
#suku-bunga-acuan #bi-rate #suku-bunga #bank-mandiri #maybank #bni #bri
(Bisnis.Com - Finansial) 21/09/24 19:45
v/15351659/
Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah bank mulai meramu strategi untuk menyesuaikan suku bunga simpanan dan pinjaman, usai Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan alias BI Rate menjadi 6% pada Rabu (18/9/2024).
Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode September 2024, Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan sejumlah faktor yang membuat suku bunga perbankan tetap terjaga.
Kondisi likuiditas yang memadai dan efisiensi perbankan dalam pembentukan harga dinilai kian membaik, salah satunya didorong oleh publikasi asesmen transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK). Hal ini berdampak pada besaran suku bunga deposito dan kredit.
“Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Agustus 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,73% dan 9,21%, stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya,” tuturnya.
Selain itu, Perry menyebut bahwa likuiditas perbankan yang memadai ini sejalan dengan implementasi bauran kebijakan Bank Indonesia, termasuk Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).
Dari sisi pemain, PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) menyambut baik kebijakan bank sentral Tanah Air itu. Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menilai bahwa langkah tersebut dapat mempercepat pertumbuhan kredit di sektor perbankan.
"Penurunan suku bunga ini memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk lebih leluasa mengembangkan bisnisnya karena beban bunga menjadi lebih kecil," katanya dalam konferensi pers di Kantor Maybank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2024).
Kendati demikian, Steffano enggan berkomentar detail mengenai transmisi suku bunga yang akan dilakukan bank berlogo kepala harimau itu. Dia hanya berharap kebijakan BI berimbas pada penurunan biaya dana ataucost of fundsehingga Maybank bisa terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan suku bunga yang lebih murah.
Setali tiga uang, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga menilai bahwa pemangkasan BI Rate dapat meringankan biaya dana perbankan. Corporate Secretary BMRI Teuku Ali Usman mengapresiasi keputusan BI sebagai langkah tepat dalam menjaga pasar keuangan nasional.
"Pengurangan biaya dana pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi efisiensi operasional serta pertumbuhan kredit," katanya kepadaBisnis, dikutip pada Jumat (20/9/2024).
Sementara itu, Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Agustya Hendy Bernadi menjelaskan bahwa perseroan akan melakukanreviusuku bunga secara berkala dan terus membuka ruang untuk penyesuaian, baik dari sisi simpanan maupun pinjaman.
Seiring dengan penurunan BI Rate, bank pelat merah tersebut meyakini bahwa target penyaluran kredit hingga akhir tahun akan tercapai. Per semester II/2024 lalu, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp1.336,78 triliun, tumbuh 11,2% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).
“BRI masih optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan sesuai target yang ditetapkan, yakni 10-12% YoY pada akhir tahun,” tandas Hendy.
Pernyataan berbeda disampaikan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BBNI. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar memastikan bahwa pihaknya belum bisa melakukan penyesuaian suku bunga dalam waktu dekat karena akan terlebih dahulu mencermati kondisi pasar keuangan ke depan.
“Penyesuaian suku bunga belum bisa dilakukan segera ini, [karena] ada gap dan tergantung kondisi market,” katanya saat dihubungi Bisnis, Jumat (20/9/2024) petang.
Sementara itu, mengenai prospek kinerja industri perbankan di era suku bunga yang lebih rendah, Royke berharap bahwa kondisi likuiditas di pasar keuangan dapat lebih longgar.
Bank Butuh Waktu
Adapun, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Moch. Amin Nurdin berpendapat bahwa bank memerlukan waktu sekitar 3–6 bulan untuk menyesuaikan kebijakan bank sentral tersebut. Pasalnya, suku bunga acuan berpengaruh terhadap dua sisi intermediasi bank, yakni untuk menghimpun (funding) dan menyalurkan (lending) dana.
“Ini dilema saja. Pasti akan ada imbas terhadap net interest income [pendapatan bunga bersih] berkurang, atau NIM [net interest margin/margin bunga bersih]-nya bahkan turun. Nah, ini kan tidak secara langsung,” katanya kepada Bisnis.
Dia melanjutkan, seiring dengan perhitungan instrumen terkait oleh bank, penurunan suku bunga acuan BI belum akan berimbas banyak terhadap performa kredit perbankan dalam jangka pendek.
Lain halnya dalam jangka panjang alias di atas periode 6 bulan. Menurut Amin, usai melakukan koreksi tingkat suku bunga sebagaimana kebijakan BI, bank akan memiliki kelonggaran dan perhitungan lebih matang untuk melakukan ekspansi kredit yang berkualitas.
Maybank Indonesia (BNII) Sambut Positif Penurunan Suku Bunga Acuan BI
Maybank Indonesia (BNII) menyambut baik kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 6% pada Rabu (18/9/2024). [257] url asal
(Bisnis.Com - Finansial) 20/09/24 12:02
v/15283598/
Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) menyambut baik kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 6% pada Rabu (18/9/2024).
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menyatakan bahwa langkah tersebut dapat mempercepat pertumbuhan kredit di sektor perbankan.
"Penurunan suku bunga ini memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk lebih leluasa mengembangkan bisnisnya karena beban bunga menjadi lebih kecil," ujar Steffano dalam konferensi pers di Kantor Maybank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2024).
Menurutnya, penurunan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) merupakan langkah positif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Steffano berharap kebijakan ini akan berimbas pada penurunan biaya dana (cost of fund) dan suku bunga kredit di Maybank Indonesia.
"Kami berharap dapat menurunkan cost of fund, tapi yang terpenting adalah bagaimana kami bisa terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan suku bunga yang lebih murah," tambahnya.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers menyampaikan bahwa keputusan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 6% diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 17—18 September 2024. Keputusan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pemulihan yang berkelanjutan.
Selain itu, dari luar negeri, bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), juga memangkas suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak Maret 2020.
The Fed menurunkan Federal Fund Rate sebesar 50 basis poin dari 5,25%-5,5% menjadi 4,75%-5%, dengan tujuan menjaga kekuatan ekonomi AS. Ketua The Fed, Jerome Powell, menyebut pasar tenaga kerja tetap solid dan keputusan ini diambil untuk mempertahankan kondisi tersebut.
Maybank Indonesia (BNII) Jelaskan Mengenai Aksi Korporasi, Utamakan Perluasan Kerja Sama
Maybank Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas ekosistemnya, terutama dengan bekerja sama dengan pihak ketiga. [308] url asal
#maybank #maybank-indonesia #bnii
(Bisnis.Com - Finansial) 20/09/24 09:32
v/15276888/
Bisnis.com, JAKARTA –
PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) memberikan klarifikasi terkait isu rencana akuisisi sejumlah entitas keuangan di Indonesia yang ramai diperbincangkan.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengungkapkan bahwa akuisisi memang menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan oleh manajemen dalam memperluas bisnis. Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut masih merupakan salah satu dari berbagai opsi yang tengah dievaluasi oleh perusahaan. Pernyataan ini disampaikannya setelah konferensi pers kerja sama strategis antara Maybank Indonesia dengan Batumbu di Jakarta pada Kamis (19/9/2024).
“Kami berharap ke depan Maybank Indonesia bisa membangun ekosistem yang lebih kuat, baik melalui kerja sama seperti ini atau dalam bentuk akuisisi di masa mendatang,” ujar Steffano.
Steffano menambahkan bahwa Maybank Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas ekosistemnya, terutama dengan bekerja sama dengan pihak ketiga. Ia mencontohkan kerja sama dengan Batumbu melalui penyaluran pembiayaan sebesar Rp1 triliun untuk sektor UMKM. Sebelumnya, Maybank Indonesia juga telah melakukan investasi di Grup Modalku.
“Kami selalu terbuka untuk menambah kerja sama strategis, selama visi dan misinya sejalan dengan tujuan kami, terutama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tegas Steffano.
Sementara itu, terkait kabar akuisisi sejumlah entitas keuangan seperti Asuransi JMA Syariah dan lini bisnis PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN), Maybank Indonesia membantah adanya rencana tersebut. Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (4/9/2024), Direktur Maybank Indonesia, Yessika Effendi, menyatakan bahwa informasi yang beredar di media tidak benar.
“Perseroan menegaskan bahwa informasi yang diberitakan tersebut tidak benar dan manajemen tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi harga saham perseroan,” kata Yessika.
Manajemen Bank Panin juga membantah keterlibatan dalam kabar tersebut, menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui kebenaran berita yang beredar terkait merger atau akuisisi.
Maybank (BNII) Salurkan Pembiayaan Rp1 Triliun ke Fintech Batumbu Milik JV Triputra
Kerja sama dengan pinjol Batumbu diharapkan dapat memperluas cakupan pasar pembiayaan UMKM Maybank [293] url asal
(Bisnis.Com - Finansial) 19/09/24 22:58
v/15251965/
Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) telah menandatangani kerja sama penyaluran pembiayaan (channeling) senilai Rp1 triliun dengan PT Berdayakan Usaha Indonesia, yang dikenal dengan Batumbu, sebuah penyedia fintech peer-to-peer (P2P) lending yang berfokus pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem bisnis UMKM, sekaligus mendorong digitalisasi layanan keuangan yang mudah diakses oleh segmen tersebut.
“Salah satu fokus utama bisnis Maybank Indonesia adalah pembiayaan UMKM, karena sektor ini merupakan pilar penting bagi perekonomian nasional,” ujar Steffano dalam konferensi pers di kantor Maybank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2024).
Steffano menambahkan bahwa pertumbuhan pembiayaan bagi UMKM dan pengembangan pembiayaan digital adalah prioritas bagi Maybank Indonesia. Melalui skema channeling ini, Maybank juga menargetkan distributor dan supplier untuk memberikan akses finansial yang lebih luas kepada UMKM di Indonesia.
Kerja sama dengan Batumbu, menurut Steffano, diharapkan dapat memperluas cakupan pasar pembiayaan UMKM, terutama dalam pengelolaan rantai pasokan keuangan (financial supply chain management), yang saat ini menunjukkan perkembangan pesat.
"Kami berharap kolaborasi ini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan UMKM, yang memiliki kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia," tambahnya.
Steffano juga menyatakan bahwa selain melalui jaringan Maybank, perusahaan membuka peluang kerja sama dengan fintech lain untuk memperluas penetrasi pembiayaan bagi UMKM.
Di sisi lain, Presiden Direktur Batumbu, Tan Glant Saputrahadi, menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan komitmen perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.
“Visi kami adalah memberikan pembiayaan yang signifikan bagi UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tuturnya.


