JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebutkan, Multi-Lane Free Flow (MLFF) atau sistem pembayaran non-tunai nirsentuh tidak menjadi program prioritas.
Bahkan, kata Dody, sistem ini pun tak masuk dalam program "Quick Wins" yang digarap Kementerian PU.
"Ya tadi itu, kita sesuaikan semua dengan Asta Cita-nya Pak Prabowo," tegas Dody usai Rakorbangwil di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (8/11/2024).
Dody menjelaskan, Asta Cita yang digagas Prabowo adalah ketahanan pangan, air, maupun energi.
"Kita akan bahas, cuma mungkin tidak hari ini kira-kira begitu," jawab Dody singkat.
Saat ditanya kapan pembahasan mengenai MLFF tersebut digelar, Dody mengungkapkan secepat mungkin.
Sebab, masih ada program strategis Prabowo yang harus dikejar, salah satunya Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Raksasa.
"Enggak, enggak, kalau itu enggak (dilupakan uji coba). Kita kan sudah signing (penandatanganan) sesuatu dengan mereka (RITS). Jadi tetap, tetap, tetap," tegas Dody.
Sebelumnya diberitakan, Duta Besar Hongaria untuk Republik Indonesia Lilla Karsay mengatakan, MLFF di Indonesia sepenuhnya didanai pakai pajak warga negara (WN) Hongaria.
"Pada tahun 2021, Pemerintah Hongaria mengalokasikan 300 juta dolar Amerika Serikat yang berasal dari pajak masyarakat," ujar Lilla dalam konferensi pers MLFF di Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta pada Rabu (6/11/2024).
Alokasi tersebut diberikan dalam bentuk Foreign Direct Investment (FDI), sehingga tidak menggunakan APBN sepeser pun.