REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Nabi Adam alaihissalam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah SWT. Muncul pertanyaan apa kalimat pertama yang diucapkan Nabi Adam ketika merasakan kehidupan?
Hal pertama yang diucapkan oleh Nabi Adam setelah ruh ditiupkan ke dalam dirinya adalah الحمد لله “Segala puji bagi Allah”.
Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abdul Razzaq dalam Musnadnya dari Ubayd bin Umair, Rasulullah SAW bersada:
ذلك خير يوم طلعت فيه الشمس يوم الجمعة، فيه خلق آدم، وفيه تقوم الساعة، وإن الله لما خلق آدم نفخ فيه الروح فسار فيه، ثم نفخ فيه أخرى فاستوى جالساً، فعطس فألقى الله على لسانه: الحمد لله رب العالمين، فقالت الملائكة: رحمك الله
“Sebaik-baik hari terbitnya matahari adalah hari Jumat, hari dimana Adam diciptakan, dan hari dimana matahari terbit, dan Allah, ketika menciptakan Adam, meniupkan ruh ke dalam diri Adam, dan ruh tersebut berjalan di dalam dirinya, kemudian Allah menghembuskan nafas yang lain, lalu Adam duduk, lalu ia bersin, lalu Allah menaruhnya di atas lisannya: الحمد لله Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan para malaikat berkata: “Semoga Allah merahmati kalian.”
Hadits ini memiliki sanad yang shahih dalam riwayat Tirmidzi dan Baihaqi dari Abu Hurairah RA, dan Ibnu Hibban dari Anas bin Malik RA.
Di sisi lain, penelitian ilmiah terbaru mengkonfirmasi bahwa hubungan antara genetika dan lingkungan sangat kompleks, dengan genetika berperan dalam perbedaan tinggi badan sekitar 60-80 persen.
Penelitian juga mengindikasikan bahwa daerah yang terpapar kemiskinan, malnutrisi, perawatan dan layanan kesehatan yang buruk, dan perang selama bertahun-tahun menyebabkan pertumbuhan terhambat.
Penelitian juga telah membuktikan bahwa orang-orang di negara-negara Eropa lebih tinggi daripada orang-orang di Asia dan beberapa negara Afrika, sementara orang-orang di Pegunungan Alpen Dinar di Eropa tenggara adalah yang tertinggi di dunia, dengan tinggi rata-rata sekitar 185 cm untuk pria dan 170 cm untuk wanita.
Mungkin yang membuktikan keabsahan penelitian ini adalah perbedaan tinggi badan orang Arab, di mana tinggi rata-rata seseorang di Uni Emirat Arab adalah sekitar 173 cm untuk pria, sementara tinggi rata-rata seseorang di Irak adalah sekitar 165 cm untuk pria, yang membuat mereka, menurut penelitian, menjadi orang yang paling lambat pertumbuhannya di negara-negara Arab.
Antropolog Barry Pugin mengukur tinggi badan anak-anak suku Indian Maya yang tinggal di Amerika setelah melarikan diri dari perang Guatemala dan menemukan bahwa mereka jauh lebih tinggi daripada anak-anak Guatemala karena perubahan lingkungan mereka.
Pada akhir abad ke-19, Belanda adalah negara yang dikenal dengan orang-orangnya yang pendek, namun saat ini rata-rata tinggi manusia adalah 183cm, menjadikannya negara tertinggi di Eropa Barat. Ini berarti tinggi badan manusia bertambah dan berkurang tergantung pada lingkungan, nutrisi, dan faktor lainnya
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah manusia pertama, Nabi Adam AS, lelaki yang diangkat oleh Allah SWT menjadi nabi ialah Idris 'alaihi salam. Beliau konon hidup sekitar tahun 4.533 sampai dengan 4.188 sebelum Masehi.
Usianya diperkirakan sekitar 345 tahun, ada pula yang menyebutkan usianya 308 tahun. Hal ini juga disebutkan oleh Ibn Katsir dalam Qishash al-Anbiya' yang mengutip keterangan dari Ibnu Ishaq. Sebagai penunjang dakwah kenabian tersebut, Nabi Idris dibekali dengan sejumlah keistimewaan.
Pertama, ia adalah manusia pertama yang pandai baca tulis dengan pena. Kepada Idris-lah Allah memberikan 30 lembaran-lembaran ajaran Tuhan, berisi petunjuk untuk disampaikan kepada umatnya.
Kedua, Nabi Idris diberi bermacam-macam pengetahuan, antara lain, merancak (merawat) kuda, ilmu perbintangan (falak), sampai ilmu berhitung alias matematika.
Ketiga, nama Nabi Idris sendiri berasal dari kata Darasa yang artinya belajar. Idris memang sangat rajin mengkaji ajaran Allah, yang diturunkan kepada Adam dan Nabi Syits.
Bahkan, ajaran yang langsung kepada dirinya. Nabi Idris juga sangat tekun mengkaji fenomena alam semesta, yang semua merupakan ayat dan pertanda dari Tuhannya.
Keempat, Nabi Idris ialah orang yang pertama pandai memotong dan menjahit pakaiannya. Orang-orang sebelumnya konon hanya mengenakan kulit binatang secara sederhana dan apa adanya untuk dijadikan penutup aurat.
Idris yang haus akan ilmu pengetahuan sehari-hari memang disibukkan oleh berbagai persoalan. Namun, ia tetap selalu ingat kepada Tuhan.
Dengan berbekal pengetahuan yang mencapai kelengkapan, kekuatan dan kehebatan yang mumpuni, Idris menjadi gagah berani tak takut mati, tak gentar kepada siapa saja, terutama dalam menyadarkan keturunan Qabil-Iqlima, yang saat itu penuh dengan kesesatan.
Dapat dipahami jika ia mendapat gelar kehormatan Asad al-Usud alias 'Singa di atas segala singa' dari Allah.
Kepada kaumnya, Idris diperintahkan memberantas kebiasaan melakukan kenistaan. Idris ditugaskan untuk membenahi pekerti rendah, zalim terhadap sesama, suka permusuhan, serta suka berbuat kerusakan.
Kepada keturunan Qabil, Idris menegaskan, iman kepada Allah bisa memberikan keberuntungan. Untuk itu wahai kaumku, peganglah tali agama Allah, beribadahlah hanya kepada Allah. Bebaskan diri dari azab akhirat dengan cara amal saleh dan kebaikan.
"Zuhudlah di dunia dan berlaku adil, mengerjakan shalat sesuai dengan ajaran Tuhan. Berpuasa pada hari tertentu setiap bulan, jihad melawan musuh agama bikinan setan, serta keluarkan zakat dan sedekah untuk membantu kaum papa dan kaum yang ditimpa kemalangan," katanya.
REPUBLIKA.CO.ID, Adam Alaihissalam diturunkan dari surga ke bumi setelah melanggar perintah Allah SWT. Adam yang diminta untuk menjauhi buah khuldi ternyata 'terpeleset' godaan setan. Dia pun menjajal buah itu. Setelah itu, Adam dan Hawa diturunkan ke bumi dalam kondisi terpisah.
Sering kali kisah Adam turun dari surga ditafsirkan karena salah Siti Hawa. Syahdan, Hawa disebut membujuk Adam untuk memetik buah khuldi tersebut. Syekh Yusuf Qaradhawi dalam Fiqih Kontemporer menjelaskan, sumber pendapat ini adalah kitab Taurat dengan segala bagian tambahannya. Kisah ini diimani oleh kaum Yahudi dan Nasrani.
Namun, bagi para pembaca Alquran akan berbeda. Allah berfirman, "Dan Kami berfirman, 'Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang zalim." (QS al- Baqarah:35).
Dalam ayat lainnya, disebutkan jika sosok yang mendorong Adam dan Hawa untuk memakan buah terlarang itu adalah setan. "Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula.. "(al-Baqarah:36). Kisah tentang setan menipu Adam dan Hawa secara detail diterangkan dengan perinci dalam QS al-Araf (20-23).
"Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup bagi me reka, yaitu auratnya, dan setan berkata, 'Tu han kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga). Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, 'Sesungguhnya saya termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua.'
Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasakan buah kayu itu, tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka, 'Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua? Keduanya berkata, Ya Tuhan kami, kami telah telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan mem beri rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS al- Araf: 20-23).
Dalam ayat lainnya, Allah berfirman, "Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu) dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat... " (QS Thaha 115).
Dalam ayat ini, Adam AS merupakan pihak yang pertama diminta pertanggungjawaban ten tang pelanggaran itu, bukan Hawa. Karena itu, peringatan dari Allah ditujukan kepada Adam.
Kekurangan itu pun dinisbatkan kepada Adam dan yang dipersalahkan pun Adam. Meski istrinya turut melakukan pelanggaran, petunjuk ayat-ayat Alquran menjelaskan jika peranan Hawa tidak seperti peran Adam. Hawa pun memakan buah khuldi dan melanggar aturan tersebut karena mengikuti Adam. Meski demikian, Nabi Adam kemudian bertaubat. Allah pun memberi keduanya petunjuk untuk menjadi khalifah di muka bumi. Wallahu a'lam.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Manusia diberikan oleh Allah kecerdasan yang unggul dari makhluk lainnya. Potret kecerdasan tersebut terekam dalam QS Al-Baqarah 2: 31-33 yang mengungkapkan, Adam diajari oleh Allah nama-nama benda. Ketika Adam diminta untuk menyebutkannya kembali, ia mampu melakukannya dengan baik, namun tidak demikian dengan malaikat.
Lantas, timbul pertanyaan mengapa Adam mampu melakukan hal yang demikian, sedangkan malaikat tidak? Mengutip dari Kisah Para Nabi Pra Ibrahim dalam Perspektif Quran dan Sains terbitan Balitbang Kemenag, Allah SWT menjelaskan bahwa manusia dibuat dari tanah.
"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah." (QS al-Mu'minūn 23: 12)
"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk."(QS al-Ĥijr 15: 26)
"Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar." ( QS ar-Raĥmān 55: 14)
Sains menginformasikan bahwa tanah mengandung banyak atom atau unsur-unsur metal (logam) maupun metalloid (seperti logam) yang sangat diperlukan sebagai katalis dalam proses reaksi kimia maupun biokimiawi untuk membentuk molekul- molekul organik yang lebih kompleks.
Contoh-contoh unsur-unsur yang ada di tanah itu antara lain: besi (Fe), tembaga (Cu), kobalt (Co), mangan (Mn), dan lain-lain. Unsur-unsur inilah, yang kemungkinan disebut sebagai “saripati tanah” dalam Surah al- Mu'minūn 23: 12.
Selanjutnya...
Prof. Carl Sagan dari Princeton University, AS, dalam bukunya, The Dragons of Eden Speculations on the Evolution of Human Intellegence, memberi gambaran manusia memang unggul bila dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain ciptaan Tuhan. Salah satu keunggulannya, yakni manusia dilengkapi dengan sistem penyimpan informasi (memori). Sistem penyimpan informasi pada manusia ada dua macam:
(1) Jaringan otak, yang menyimpan informasi apa pun yang dapat direkam olehnya; otak manusia mempunyai kemampuan untuk menyimpan informasi sebanyak 1013 bit atau 107 Gbit.
Neuroscientists membedakan beberapa jenis kemampuan learning dan memory otak sebagai berikut: Working memory, yaitu kemampuan otak dalam menjaga/merawat informasi secara temporer tentang tugas; Episodic memory, yaitu kemampuan untuk mengingat rincian dari kejadian- kejadian yang spesifik; Semantic memory, yakni kemampuan untuk mempelajari fakta-fakta dan hubungannya (the ability to learn facts and relationships); Instrumental learning, yaitu kemampuan untuk memberikan rewards dan punishments dalam modifikasi sifat-sifat gangli; dan Motor learning, yakni kemampuan untuk menghaluskan pola-pola gerakan tubuh dengan praktik atau banyak pengulangan.
(2) DNA-Kromosomal, yaitu molekul DNA yang ada di kromosom, yang menyimpan informasi genetik manusia. Informasi ini akan dialihkan atau diturunkan kepada keturunannya.
DNA-kromosomal manusia mampu menyimpan memori sebanyak 2x1010 bit atau sekitar 2x104 Gbit. Kapasitas menyimpan informasi DNA-kromosomal manusia ini sebanding dengan buku setebal dua juta halaman, atau sebanding dengan 4.000 jilid buku dengan tebal masing-masing 500halaman. Kedua penyimpan memori yang canggih ini terbuat dari unsur- unsur yang ada di tanah.
Inilah jawaban mengapa Adam mampu menangkap dan mengerti semua yang diajarkan Allah, berupa nama-nama benda-benda, serta mengungkapkannya kembali dengan benar. Manusia Adam dilengkapi dengan instrumen penyimpan dan pengekspresi kembali memori: jaringan otak dan DNA yang terdiri dari unsur-unsur tanah itu, di saat instrumen itu nihil dalam diri malaikat.
Iblis menyombongkan diri karena kebodohannya dalam memahami ciptaan Allah, dengan melecehkan unsur tanah. Karena makhluk manusia ini lebih cerdas dibanding malaikat, Allah memerintahkan semua malaikat untuk sujud (hormat) kepada Adam. Semua malaikat, kecuali Iblis, memberikan penghormatan kepada Adam, menaati perintah Allah itu.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Manusia diberikan oleh Allah kecerdasan yang unggul dari makhluk lainnya. Potret kecerdasan tersebut terekam dalam QS Al-Baqarah 2: 31-33 yang mengungkapkan, Adam diajari oleh Allah nama-nama benda. Ketika Adam diminta untuk menyebutkannya kembali, ia mampu melakukannya dengan baik, namun tidak demikian dengan malaikat.
Lantas, timbul pertanyaan mengapa Adam mampu melakukan hal yang demikian, sedangkan malaikat tidak? Mengutip dari Kisah Para Nabi Pra Ibrahim dalam Perspektif Quran dan Sains terbitan Balitbang Kemenag, Allah SWT menjelaskan bahwa manusia dibuat dari tanah.
"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah." (QS al-Mu'minūn 23: 12)
"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk."(QS al-Ĥijr 15: 26)
"Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar." ( QS ar-Raĥmān 55: 14)
Sains menginformasikan bahwa tanah mengandung banyak atom atau unsur-unsur metal (logam) maupun metalloid (seperti logam) yang sangat diperlukan sebagai katalis dalam proses reaksi kimia maupun biokimiawi untuk membentuk molekul- molekul organik yang lebih kompleks.
Contoh-contoh unsur-unsur yang ada di tanah itu antara lain: besi (Fe), tembaga (Cu), kobalt (Co), mangan (Mn), dan lain-lain. Unsur-unsur inilah, yang kemungkinan disebut sebagai “saripati tanah” dalam Surah al- Mu'minūn 23: 12.
Sementara itu, Surah al-Ĥijr 15: 26 mengisyaratkan adanya air (lumpur, adalah tanah plus air). Air adalah media untuk terjadinya suatu proses reaksi antara unsur-unsur yang ada untuk membentuk suatu molekul. Dengan adanya pula unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), nitrogen (N), fosfor (P) dan oksigen (O), maka unsur-unsur metal maupun metalloid di atas mampu menjadi katalis dalam proses reaksi biokimiawi untuk membentuk molekul yang lebih kompleks seperti ureum, asam amino atau bahkan nukleotida.
Molekul-molekul ini dikenal sebagai molekul organik, pendukung suatu proses kehidupan. Dalam Surah ar-Raĥmān/55: 14 Allah menyebut “tanah kering seperti tembikar.”
Tembikar atau porselain, dalam reaksi kimia biasa digunakan sebagai katalis untuk proses polimerisasi (perpanjangan rantai kimia). Ayat ini menyiratkan terjadinya polimerisasi dari molekul menjadi makromolekul)’. Molekul-molekul ini dikenal sebagai molekul organik, pendukung suatu proses kehidupan.
Molekul-molekul ini kemudian membentuk makromolekul, supramakromolekul, dan jaringan sel- sel tubuh, dalam proses polimerisasi, termasuk terbentuknya jaringan otak. Jadi seluruh tubuh manusia, termasuk otak, paru, jantung, darah, dan sebagainya adalah berasal dari tanah.
Otak manusia yang merupakan organ penting untuk menerima, menyimpan, dan mengeluarkan kembali informasi, terbuat dari unsur-unsur kimiawi yang tersusun menjadi makromolekul dan jaringan otak. Instrumen penyimpan informasi lainnya yang dipunyai oleh manusia adalah senyawa kimia yang dikenal sebagai DNA (desoxyribonucleic acid, asam desoksiribonukleat).
Baik jaringan otak manusia maupun molekul-molekul DNA terdiri dari unsur-unsur utama C, H, O, N, dan P.
Prof. Carl Sagan dari Princeton University, AS, dalam bukunya, The Dragons of Eden Speculations on the Evolution of Human Intellegence, memberi gambaran bahwa manusia memang unggul bila dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain ciptaan Tuhan. Salah satu keunggulannya, yakni manusia dilengkapi dengan sistem penyimpan informasi (memori). Sistem penyimpan informasi pada manusia ada dua macam:
(1) Jaringan otak, yang menyimpan informasi apa pun yang dapat direkam olehnya; otak manusia mempunyai kemampuan untuk menyimpan informasi sebanyak 1013 bit atau 107 Gbit.
Neuroscientists membedakan beberapa jenis kemampuan learning dan memory otak sebagai berikut: Working memory, yaitu kemampuan otak dalam menjaga/merawat informasi secara temporer tentang tugas; Episodic memory, yaitu kemampuan untuk mengingat rincian dari kejadian- kejadian yang spesifik; Semantic memory, yakni kemampuan untuk mempelajari fakta-fakta dan hubungannya (the ability to learn facts and relationships); Instrumental learning, yaitu kemampuan untuk memberikan rewards dan punishments dalam modifikasi sifat-sifat gangli; dan Motor learning, yakni kemampuan untuk menghaluskan pola-pola gerakan tubuh dengan praktik atau banyak pengulangan.
(2) DNA-Kromosomal, yaitu molekul DNA yang ada di kromosom, yang menyimpan informasi genetik manusia. Informasi ini akan dialihkan atau diturunkan kepada keturunannya. DNA-kromosomal manusia mampu menyimpan memori sebanyak 2x1010 bit atau sekitar 2x104 Gbit. Kapasitas menyimpan informasi DNA-kromosomal manusia ini sebanding dengan buku setebal dua juta halaman, atau sebanding dengan 4.000 jilid buku dengan tebal masing-masing 500halaman. Kedua penyimpan memori yang canggih ini terbuat dari unsur- unsur yang ada di tanah.
Inilah jawaban mengapa Adam mampu menangkap dan mengerti semua yang diajarkan Allah, berupa nama-nama benda-benda, serta mengungkapkannya kembali dengan benar. Manusia Adam dilengkapi dengan instrumen penyimpan dan pengekspresi kembali memori: jaringan otak dan DNA yang terdiri dari unsur- unsur tanah itu, di saat instrumen itu nihil dalam diri malaikat.
Iblis menyombongkan diri karena kebodohannya dalam memahami ciptaan Allah, dengan melecehkan unsur tanah. Karena makhluk manusia ini lebih cerdas dibanding malaikat, Allah memerintahkan semua malaikat untuk sujud (hormat) kepada Adam. Semua malaikat, kecuali Iblis, memberikan penghormatan kepada Adam, menaati perintah Allah itu.