#30 tag 24jam
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Spin Off Asuransi, Kredit Perorangan hingga Adopsi Cloud
Spin off asuransi menjadi salah satu berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id. [981] url asal
#top-5-news #top-5-news-bisnisindonesia-id #spin-off-asuransi #asuransi #cloud #teknologi #kredit #penyaluran-kredit-perorangan #penghiliran #hilirisasi #penghiliran-kelapa #alat-berat
(Bisnis.Com - Finansial) 28/09/24 09:10
v/15663205/
Bisnis, JAKARTA --- Proses spin off usaha syariah (UUS) perusahaan asuransi paling lambat harus selesai akhir 2026 meski lini bisnis usaha asuransi syariah di Indonesia terhitung masih minim.
Saat ini, terdapat 41 perusahaan asuransi dan reasuransi yang telah menyampaikan Rencana Kerja Pemisahan Unit Syariah (RKPUS) kepada OJK. Dari total itu, 29 UUS melakukan pendirian perusahaan sendiri dan 12 UUS memilih pengalihan portofolio.
Spin off ini menjadi satu dari lima berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Sabtu (28/9/2024). Berikut selengkapnya.
1. Upaya Kerja Target Spin Off Asuransi
Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila menjelaskan, bagi perusahaan yang tidak akan membentuk perusahaan asuransi syariah, OJK meminta perusahaan untuk mengalihkan portofolio syariah yang ada saat ini ke perusahaan asuransi syariah yang sudah memiliki izin usaha sehingga hak pemegang polis tetap dapat dipenuhi.
Pengalihan ini, kata dia, merupakan transaksi usaha yang biasa dan akan tergantung pada kesepakatan perusahaan asuransi yang akan mengalihkan dan yang akan menerima. “Kami terus mengawasi proses ini dan juga mengkaji langkah selanjutnya jika transaksi ini tidak dapat dilaksanakan,” kata Iwan kepada Bisnis, dikutip Jumat (26/9/2024).
Iwan menjelaskan, pemisahan UUS telah diamanatkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomo11 Tahun 2023. Sesuai amanat regulasi itu, pemisahan UUS asuransi dapat dilakukan dengan dua cara, yakni mendirikan perusahaan asuransi syariah atau perusahaan reasuransi syariah baru, atau mengalihkan seluruh portofolio kepesertaan unit syariah kepada perusahaan asuransi syariah atau perusahaan reasuransi syariah yang sudah memiliki izin usaha.
Syarat yang harus dipenuhi antara lain dana tabarru’ dan dana investasi peserta UUS telah mencapai paling sedikit 50% dari total nilai dana asuransi, dana tabarru’, dan dana investasi peserta pada perusahaan induknya.
2. Perorangan yang Kian Kepayahan
Badan Pusat Statistik (BPS) pernah mencatat, kontribusi rumah tangga terhadap laju perekonomian kira-kira mencapai 54%—55%. Lebih dari separuh dari kontribusi komponen pengungkit pertumbuhan ekonomi lainnya seperti konsumsi pemerintah, konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga, ekspor-impor, dan investasi.
Data ini menunjukkan konsumsi rumah tangga menjadi tumpuan utama untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri melaju lebih tinggi lagi. Persoalannya, konsumsi rumah tangga pada tahun ini cenderung kurang bertenaga. Segmen rumah tangga yang mengandalkan perorangan, benar-benar sedang kepayahan.
Melihat data Bank Indonesia pada Agustus 2024, penyaluran kredit untuk golongan perorangan tumbuh 5,7% year-on-year (YoY) dengan nilai outstanding Rp3.417,1 triliun. Kelompok perorangan itu berkontribusi sekitar 46% dari total kredit sampai dengan Agustus 2024 yang mencapai Rp7.441,9 triliun.
Meski masih tercatat tumbuh, pergerakan pada Agustus tahun ini cenderung melambat. Pertumbuhan kredit perorangan itu jauh di bawah angka sebelum pandemi Covid-19 pada 2019 yang mencapai 8,8%. Sebaliknya, permintaan oleh korporasi melaju hingga 15,7% YoY pada Agustus 2024 dengan nilai kredit yang disalurkan mencapai Rp3.964,1 triliun.
3. Mengatasi Tantangan Bisnis Era Digital Adopsi Teknologi Cloud
Seiring dengan percepatan adopsi cloud, digital native business (DNB) di Asia menghadapi tantangan keamanan dan kompleksitas teknologi yang semakin meningkat, dan menimbulkan risiko bagi pertumbuhan yang berkelanjutan.
DNB merupakan perusahaan yang menggunakan teknologi digital secara agresif, menjadikan teknologi canggih sebagai DNA mereka. Bisnis generasi era digital (DNB) muncul di era internet dan dibangun menggunakan teknologi terkini yang tersedia saat diciptakan.
Menurut IDC, DNB diperkirakan akan menghabiskan US$128,9 miliar untuk teknologi pada 2026, dengan pertumbuhan pengeluaran tertinggi dalam teknologi berbasis cloud sekitar 37,3%, sementara perangkat lunak non-cloud 16%, dan layanan teknologi informasi 11%.
Studi Akamai Technologies bertajuk Asia’s Digital Native Businesses Priorities Security for Sustainable Growth mengungkap bahwa 3 dari 4 DNB di wilayah ini menggunakan teknologi cloud dengan fokus pada efisiensi dan produktivitas.
“Sekitar 29% bahkan telah melakukan migrasi sepenuhnya ke cloud,” kata Kepala Teknologi Akamai Jay Jenkins saat acara Editors’ Roundtable: Studi Terbaru Akamai “Asia’s Digital Native Businesses Prioritize Security for Sustainable Growth.
4. Skenario Pengungkit Penghiliran Komoditas Kelapa
Penghiliran menjadi agenda penting untuk pengembangan komoditas kelapa. Sebagai tanaman berbasis rakyat, komoditas kelapa di Tanah Air masih menyimpan potensi tersembunyi yang bisa dioptimalkan.
Adapun program penghiliran atau hilirisasi kelapa menjadi bagian dari amanat RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029. Untuk mendukung kebijakan tersebut, Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) akan merisilis Peta Jalan Hilirisasi Kelapa 2024-2025, salah satu yang digaungkan adalah mencari nilai tambah dari komoditas kelapa untuk di ekspor.
Staf Ahli Menteri PPN Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Leonardo A.A Teguh Sambodo mengatakan kelapa menjadi salah satu komoditas utama untuk ekspor selain komoditas kelapa sawit dan batu bara. Mengingat, pengekspor kelapa dan produk turunannya menjadi yang terbesar ke-2 di dunia, hanya kalah dalam nilai dan ragam dibandingkan dengan Filipina.
Hanya saja, saat ini ekspor kelapa Indonesia masih bertumpu pada produk mentah atau kelapa bulat. Tercatat, sebanyak 756,98 juta kelapa bulat masih di ekspor dengan pajak ekspor 0%. Sedangkan sebanyak 52,34% pemanfaatan dalam bentuk kopra untuk diolah menjadi minyak kelapa.
5. Alat Berat Butuh Stimulus Agar Tak Berkarat
Industri alat berat membutuhkan kemudahan importasi komponen yang menjadi kunci agar persaingan antara produsen lokal dan agen completely built up (CBU) dapat berjalan tetap sehat.
Baru-baru ini, Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) meminta atensi pemerintah mendorong produksi alat berat dalam negeri melalui kemudahan importasi komponen atau bahan baku.
Ketua Umum Hinabi Giri Kus Anggoro mengatakan, kebutuhan impor bahan baku untuk alat berat masih besar, sementara industri tengah berupaya menjaga daya saing produk lokal agar tak kalah saing dengan impor alat berat completely built-up (CBU) yang lebih murah.
"Untuk bisa lebih bersaing dengan barang impor built-up yang relatif lebih murah karena adanya FTA [free trade agreement], maka yang pertama adalah kemudahan importasi bahan baku untuk industri, mengingat 40-50% komponen alat berat masih impor," kata Giri kepada Bisnis, awal pekan ini.
Dia mencontohkan komponen berupa ban alat berat yang masih sulit diproduksi dalam negeri sesuai kebutuhan nasional. Padahal, kebutuhan ban untuk industri alat berat cukup besar yakni rata-rata 4.000-5.000 unit per tahun dengan nilai berkisar Rp70 miliar--Rp80 miliar.
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Gaung Penghiliran hingga Divestasi Aset HK
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Gaung Penghiliran hingga Divestasi Aset HK [994] url asal
#penghiliran #bahan-baku #divestasi-hk #tol-sumatra #dahana #panas-bumi
(Bisnis.Com - Ekonomi) 25/09/24 07:56
v/15522983/
Bisnis.com, JAKARTA— Peresmian tiga proyek strategis penghiliran komoditas mineral pada awal pekan ini menjadi pemantik bagi pemerintah untuk terus mendorong peningkatan nilai tambah di dalam negeri melalui pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter).
Artikel bertajuk Gaung Penghiliran RI Menuju Negara Industri menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, sejumlah berita menarik lainnya turut tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id.
Berikut ini sorotan utama Bisnisindonesia.id, Rabu (24/9/2024).
1. Gaung Penghiliran RI Menuju Negara Industri
Peresmian tiga proyek strategis penghiliran komoditas mineral pada awal pekan ini menjadi pemantik bagi pemerintah untuk terus mendorong peningkatan nilai tambah di dalam negeri melalui pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter).
Tak hanya itu, dengan diresmikannya tiga smelter dengan total investasi Rp93 triliun tersebut menjadi babak baru bagi Indonesia untuk menyongsong negara industri maju yang mengolah sumber daya alamnya sendiri dan tidak lagi mengekspor bahan mentah atau raw material.
Berkaca pada proyek smelter tembaga milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Manyar, Gresik, Jawa Timur, smelter tembaga milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan proyek smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) milik PT Aneka Tambang Tbk. (ANTAM) di Mempawah, Kalimantan Barat, untuk pembangunannya memang tidaklah mudah.
Butuh waktu yang tidak sebentar dan investasi yang tidak sedikit untuk bisa menyelesaikan ketiga proyek smelter tersebut hingga akhirnya bisa beroperasi dan berproduksi.
Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat meresmikan produksi smelter PTFI di Kabupaten Gresik, Senin (23/9/2024), bahkan menyebut bahwa upaya untuk mendorong pembangunan smelter di Tanah Air menjadi pekerjaan yang sangat berat.
2. Momentum Cari Dana Multifinance Manfaatkan Penurunan Suku Bunga
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai perusahaan pembiayaan atau multifinance akan memanfaatkan momentum penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) atau BI Rate ke level 6% untuk mengganti surat utang menjadi yang lebih murah.
Kendati begitu, perusahaan multifinance masih belum agresif untuk menerbitkan obligasi pasca pemangkasan suku bunga tersebut dalam waktu dekat. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan pihaknya melihat multifinance akan memanfaatkan momentum penurunan suku bunga untuk memperbaiki neraca mereka.
“Seiring dengan suku bunga yang lebih rendah, mereka bisa mengganti surat utang mahal mereka dengan yang lebih murah melalui refinancing,” kata Ahmad saat dihubungi Bisnis, pada Selasa (24/9/2024).
Dengan menerbitkan surat utang yang lebih murah, Ahmad menyebut perusahaan multifinance bisa memperbaiki leverage keuangan mereka.Namun demikian, apakah pemangkasan suku bunga akan mendorong perusahaan multifinance untuk agresif menerbitkan surat utang?
Ahmad menyebut, itu mungkin akan membutuhkan waktu. Untuk sementara ini, lanjut Ahmad, refinancing masih menjadi tema utama di lingkungan transisi menuju suku bunga yang lebih rendah. Kebutuhan pendanaan untuk modal kerja dan ekspansi dalam rangka mengantisipasi peningkatan permintaan masih membutuhkan beberapa waktu.
3. Bidikan Dahana ke Proyek Panas Bumi
PT Dahana mengincar sektor panas bumi sebagai sasaran perluasan pasarnya. BUMN pabrikan bahan peledak ini menawarkan layanan Integrated Explosives Services (IES) di Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2024.
IIGCE 2024 adalah pameran geothermal yang diselenggarakan oleh Asosiasi Panasbumi Indonesia dilaksanakan pada 18-20 September 2024 di JCC Senayan, Jakarta.
Direktur Operasi PT Dahana Yusep Nugraha menuturkan kehadiran Dahana di pameran IIGCE 2024 merupakan langkah perusahaan untuk memperluas kontribusi dalam bidang energi baru terbarukan, terutama dalam pembangunan geothermal.
"Oleh sebab itu, Dahana menyiapkan layanan Integrated Explosives Services [IES] untuk mengakselerasi proyek geothermal," katanya dalam keterangan pers, Kamis (19/9/2024).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan panas bumi telah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi nasional. Terlebih, Indonesia saat ini diketahui memiliki 40% cadangan geotermal dunia.
Tahun ini saja, investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) ditargetkan mencapai US$8,7 miliar.
4. Minim Bahan Baku Adang Pengoptimalan Ekspor Perikanan
Produksi perikanan pada tahun ini ditargetkan mencapai 30,85 juta ton meningkat 25% dibandingkan dengan capaian pada 2023 sebanyak 24,74 juta ton.
Sepanjang semester pertama tahun ini, produksi perikanan tercatat 11,8 juta ton, yang sebagian besar ditopang oleh hasil budidaya yaknis sebanyak 8,48 juta ton dengan rincian 3,3 juta ton dari ikan, dan 5,14 juta ton dari hasil rumput laut.
Adapun sisanya dikontribusikan oleh sektor perikanan tangkap. Pada paruh pertama tahun ini, produksinya meningkat 111,33% menjadi 3,34 juta ton (angka sangat sementara), yang terdiri atas perairan laut dan perairan darat.
“Peningkatan ini terutama terkait perbaikan pencatatan ikan di pelabuhan perikanan serta optimalisasi SOP bersama dengan Ditjen PSDKP,” ungkap Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan Mochamad Idnillah pada Konferensi Pers Kinerja KKP Semester I, Jumat (26/7/2024).
Di sektor perikanan tangkap, target produksinya tahun ini sebesar 6 juta ton, terdiri atas perairan laut 5,64 juta ton, dan perairan darat sebesar 0,38 juta ton.
Paling dominan penangkapan ikan di laut berupa ikan pelagis besar seperti tuna, cakalang, tongkol, kemudian pelagis kecil seperti kembung, layang dan sejenisnya.
5. Divestasi Hutama Karya Demi Tol Trans-Sumatra
PT Hutama Karya berkomitmen dalam penyelesaian ruas Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Adapun total kebutuhan dana untuk menyelesaikan 7 ruas JTTS mencapai Rp90,44 triliun.
Hingga saat ini Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang 1.235 km termasuk dengan jalan tol dukungan konstruksi. Untuk ruas tol konstruksi sepanjang 390 km dan 845 km ruas tol operasi.
Adapun ruas yang telah beroperasi secara penuh di antaranya yakni Tol Bakauheni – Terbanggi Besar 140 km, Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung 189 km, Tol Palembang – Indralaya 22 km, Tol Medan – Binjai 17 km, Tol Pekanbaru – Dumai 132 km, Tol Sigli Banda Aceh Seksi 2 – 6 sepanjang 49 km.
Kemudian, Tol Binjai – Langsa Seksi Binjai – Tanjung Pura (38 km), Tol Bengkulu – Taba Penanjung (17 km), Tol Pekanbaru – Bangkinang (31 km), Tol Bangkinang – XIII Koto Kampar (25 km), Tol Indralaya – Prabumulih (64 km), Tol Indrapura – Kisaran (48 km), Tol Indrapura – Tebing Tinggi – Seberlawan – Sinaksak (74 km).
EVP Sekretaris Hutama Karya Adjib Al Hakim mengatakan kebutuhan biaya paling besar yakni untuk melakukan penyelesaian pembangunan JTTS ruas Betung – Tempino – Jambi mencapai Rp21,27 triliun.
“Total kebutuhan dana Pembangunan ruas JTTS yang sedang dikerjakan mencapai Rp90,443 triliun,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (24/9/2024).
Top 5 News Bisnisindonesia.id: DSSA di Dua Panas Bumi hingga Bank Hitung Peluang Teknologi AI
Grup Sinar Mas (DSSA) garap dua blok panas bumi hingga Kalangan perbankan menghitung peluang dari penerapan teknologi kecerdasan buatan. [827] url asal
#saham #kinerja-emiten #energi-hijau #aksi-korporasi #ihsg #properti #apartemen #kebijakan #prabowo #gibran #batu-bara #penghiliran #bank #ai
(Bisnis.Com - Market) 10/09/24 07:24
v/14946742/
Bisnis.com, JAKARTA — PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) memperluas jangkauan di bisnis setrum panas bumi. Grup Sinar Mas itu semakin dekat dengan dua blok panas bumi hasil goverment drilling di Jawa Barat & Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui anak usahanya, PT Daya Anugerah Sejati Utama, DSSA mengikuti serangkaian lelang untuk wilayah kerja panas bumi (WKP) Cisolok, Jawa Barat dan WKP Nage di NTT.
Untuk Blok Cisolok, Daya Anugerah berhadapan dengan PT Ormat Geothermal Indonesia. Emiten keluarga Widjaja itu disebutkan menang untuk lelang blok panas bumi ini.
“Yang menang PT Daya Anugerah Sejati Utama. Yang pasti besaran komitmen eksplorasinya mereka lebih besar,” kata Direktur Teknik Ormat Technologies Indonesia Remi Harimanda saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Artikel tentang aksi korporasi anak usaha Sinar Mas menjadi salah satu berita pilihan BisnisIndonesia.id hari ini, Selasa (10/9/2024). Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id. Berikut ulasannya:
Membaca Prospek Pasar Hunian Vertikal di Pemerintahan Prabowo–Gibran
Pasar residensial vertikal diproyeksikan akan kembali menggeliat seiring rencana program Presiden Terpilih Prabowo Subianto yang akan membangun 1 juta unit hunian vertikal di perkotaan setiap tahunnya.
Untuk diketahui, Pemerintahan Prabowo–Gibran akan membangun 3 juta unit rumah setiap tahunnya yang terdiri 1 juta unit rumah di perkotaan dan 2 juta unit rumah di perdesaan.
Di perkotaan, pemerintahan Prabowo–Gibran akan bekerja sama dengan stasiun kereta api untuk dibangun menjadi kawasan hunian mengusung konsep transit oriented development (TOD). Selain itu, juga akan membangun hunian vertikal di lahan milik pemerintah daerah dengan konsep mixed used.
CEO PT Leads Property Services Indonesia Hendra Hartono mengatakan rencana program pemerintahan baru mendatang yang membangun 1 juta unit hunian vertikal di perkotaan akan mendorong pasar apartemen di Indonesia. Pasalnya, saat ini kondisi apartemen di Indonesia tengah mengalami permintaan stagnan di tengah kelebihan pasok ruang.
Rekor IHSG Tak Dibarengi dengan Nilai Transaksi
Indeks harga saham gabungan/IHSG terus-terusan mencetak rekor baru sejak Agustus dan melanjutkan trennya pada bulan ini. Meski begitu, peningkatan indeks komposit tidak berbarengan dengan rata-rata nilai transaksi harian atau RNTH
Pekan lalu, IHSG mencapai level tertinggi di 7.721 dari rekor sebelumnya 7.694 dengan kapitalisasi pasar naik 0,78% menuju Rp13.217 triliun. Sementara kemarin, Senin (9/9/2024) ditutup turun 7.702.
Sementara itu, RNTH turun 70,18% pada pekan lalu. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saat ini rata-ratanya telah mencapai Rp12,6 triliun.
Oleh karena itu, BEI meyakini IHSG yang menembus rekor (all time high) beberapa kali membuat RNTH juga ikut terangkat.
Tangan Grup Sinar Mas (DSSA) di Blok Panas Bumi Cisolok & Nage
DSSA menyiapkan belanja modal US$350 juta atau setara Rp5,59 triliun (kurs jisdor Rp15.995) sepanjang 2024. Sebagian besar belanja modal itu bakal diarahkan untuk infrastruktur multimedia.
Sepanjang 2024, DSSA masih mengandalkan lini bisnis pertambangan batu bara. Sisanya adalah penyedia tenaga listrik dan uap, perdagangan pupuk dan bahan kimia, serta bisnis teknologi.
Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai saham DSSA masih menarik untuk disimak kendati saat ini relatif sudah terlalu mahal atau overvalued.
“Tapi kadang meskipun valuasi over selama perspektif investor terkait outlook-nya bagus maka tetap menarik untuk dikoleksi,” kata Head Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas saat dihubungi, Senin (9/9/2024).
Berburu Investor Penghiliran Batu Bara
Pemerintah terus berupaya mendorong penghiliran batu bara sebagai salah satu strategi agar produksi emas hitam itu yang melimpah ruah di dalam negeri tetap bisa dimanfaatkan dengan optimal pada masa transisi energi.
Kendati pelaku usaha dinilai masih bimbang melakukan penghiliran sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, pemerintah enggan berputus asa.
Berbagai cara dilakukan, termasuk dengan menawarkan langsung proyek penghiliran batu bara kepada investor, selain menyiapkan insentif sebagai pemanis untuk memacu penghiliran di dalam negeri.
Mundurnya Air Products & Chemical Inc. dari proyek gasifikasi batu bara menjadi produk gas atau dimethyl ether (DME) yang akan digarap PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) bersama PT Pertamina (Persero) dan proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol bersama anak usaha PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Kaltim Prima Coal (KPC), juga tidak lantas membuat pemerintah menyerah.
Bank Hitung Peluang dari Teknologi AI
Kalangan perbankan menghitung peluang penerapan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai jalan untuk menjalankan bisnis secara efisien hingga mengerek pendapatan baik bagi perbankan maupun untuk financial technology (fintech).
Mewakili kalangan bank, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) misalnya melaporkan bahwa perseroan telah mengoptimalkan pemanfaatan big data dan AI dalam mempermudah proses bisnis. Menurutnya, solusi tersebut telah diterapkan pada pelayanan nasabah, seperti pengajuan kredit konsumsi, yakni kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor. Kemudian, teknologi tersebut digunakan dalam basis data, dan pengenalan wajah.
“Bahkan, kalau customer ada biometrik, maka buka akun BCA itu pakai AI semua,” ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja usai agenda Banking AI Day, Senin (9/9/2024).
Menurutnya, AI mempermudah bisnis perbankan. Dia pun mengakui bahwa layanan perbankan tak akan bisa dipisahkan dari AI. Oleh karena itu, menciptakan peluang sumber pendapatan berbasis komisi atau fee-based income.
Commisioning Smelter Alumina Jadi Katalis Antam (ANTM) Semester II/2024
Rencananya, smelter alumina Antam (ANTM) bakal commisioning pada September 2024. Akankah jadi katalis positif saham ANTM? [429] url asal
#aneka-tambang #antam #saham-antm #antm #smelter-alumina #smelter-antam #mind-id #penghiliran #anak-bumn
(Bisnis.Com - Market) 13/08/24 10:00
v/14349027/
Bisnis.com, JAKARTA — Fase commisioning Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah fase I, Kalimantan Barat, dinilai sebagai katalis positif yang berpotensi mewarnai prospek kinerja keuangan dan operasi PT Aneka Tambang Tbk. atau Antam (ANTM) pada paruh kedua 2024 dan tahun depan.
Rencananya, pabrik pemurnian bauksit menjadi alumina itu bakal commisioning pada September 2024. Selanjutnya, jadwal commercial operation date (COD) dipatok pada Februari 2025.
“Hal ini bisa berdampak pada kenaikan kinerja pada segmen bauksit serta alumina ANTM pada semester II 2024, terlebih lagi dengan kapasitas yang cukup masif,” kata Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer saat dihubungi Bisnis, Senin (12/8/2024).
Dalam proyek itu, ANTM mengempit kepemilikan 40% dan sisanya dipegang PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum)--grup MIND ID yang mengurusi banyak soal produksi aluminium.
SGAR Mempawah fase I dengan nilai investasi mencapai US$831,5 juta rencananya bakal menambah kapasitas produksi smelter grade alumina (SGA) mencapai 1 juta ton, dengan kapasitas serap bauksit dari hulu sebesar 3 juta ton.
Di sisi lain, ANTM bersama dengan Inalum berencana untuk melanjutkan pengerjaan SGAR Mempawah untuk fase II dengan potensi tambahan kapasitas produksi alumina mencapai 1 juta ton hingga 2 juta ton nantinya. Adapun, kebutuhan investasi untuk proyek tahap dua tidak berbeda dengan fase I.
“Kami pikir dengan porsi yang bisa dibilang cukup besar dengan 3 juta ton bauksit, dengan kapasitas produksi atau output alumina mencapai 1 juta ton bisa memberikan dampak signifikan pada sisi profitabilitas ANTM ke depan,” katanya.
Kiwoom Sekuritas Indonesia merekomendasikan beli untuk saham ANTM dengan target harga Rp1.330 per saham.
Di sisi kinerja keuangan, ANTM mencatatkan penurunan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk menjadi sebesar Rp1,55 triliun pada semester I/2024. Laba tersebut lebih rendah 17,95% dibandingkan dengan periode semester I/2023 yang sebesar Rp1,88 triliun.
Padahal, emiten aneka tambang mineral itu mencatatkan kenaikan total penjualan sebesar 7,05% secara tahunan dari Rp21,66 triliun menjadi Rp23,18 triliun sepanjang semester I/2024.
Penjualan ANTM ditopang oleh produk emas sebesar Rp18,82 triliun bijih nikel sebesar Rp1,9 triliun, feronikel sebesar Rp1,52 triliun, alumina sebesar Rp724,94 miliar, dan perak sebesar Rp34,80 miliar. Adapun, pendapatan jasa pemurnian logam mulia adalah sebesar Rp98,18 miliar.
---------
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.