JAKARTA,investor.id - Federasi Kamar Dagang dan Industri Jepang di ASEAN atau Federation of Japanese Chambers of Commerce and Industry in ASEAN (FJCCIA) menemui Sekretaris Jenderal ASEAN di Jakarta, Indonesia. Pertemuan ini membahas peran perusahaan Jepang terhadap pertumbuhan ekonomi ASEAN.
Chairman FJCCIA Takero Sawamura mengatakan, agenda inti dalam dialog ke-16 antara pihaknya dengan Sekjen ASEAN adalah menyampaikan permintaan dan usulan dari dunia usaha Jepang di ASEAN serta harapan bagi Agenda Baru Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) Pasca-2025.
"Selama dialog ini, kami menyampaikan informasi terkini mengenai kegiatan bisnis dan situasi investasi perusahaan-perusahaan Jepang di ASEAN. Kami juga ingin mengetahui ekspektasi dan permintaan dari pihak ASEAN terhadap perusahaan-perusahaan Jepang," kata Sawamura, dalam konferensi pers di Gedung ASEAN Secretariat, Jakarta, Rabu (17/7/2024).
Sawamura lalu menyampaikan, mewakili pengusaha-pengusaha di Jepang yang memiliki hubungan bisnis di ASEAN, FJCCIA telah menyusun serangkaian usulan untuk berkontribusi terhadap keberlanjutan masa depan ASEAN, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, hingga upaya untuk menjadikan ASEAN sebagai tujuan bisnis yang lebih menarik.
Ada pun usulan tersebut telah disusun ke dalam enam pilar rekomendasi FJCCIA yang disebut sebagai "Six Pillars of the FJCCIA Proposals 2024", di antaranya sebagai berikut:
Pilar pertama, pasar tunggal dan lokasi produksi yang terhubung dengan sempurna. FJCCIA mengusulkan agar ASEAN menjaga pasar tetap terbuka untuk perdagangan dan investasi, menghilangkan hambatan non-tarif dan mengurangi kebijakan yang mendistorsi pasar, mempromosikan ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) dan ASEAN Single Window (ASW); serta menciptakan lingkungan kompetitif yang adil berdasarkan aturan, mengatasi praktik perdagangan tidak adil, dan memperkuat tata kelola.
Pilar kedua, ekonomi hijau dan keberlanjutan. FJCCIA mengusulkan agar ASEAN mengklasifikasi peta jalan menuju netralitas karbon; meningkatkan fasilitasi dan sistem perdagangan energi terbarukan serta sertifikat kelistrikan dan kredit karbon di wilayah; dan mempromosikan investasi berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Pilar ketiga, ekonomi dan inovasi digital, dan teknologi berkembang. FJCCIA mengusulkan agar ASEAN mempromosikan ekonomi digital; melakukan pencegahan proaktif terhadap barang palsu di e-commerce; serta mengembangkan kerangka dan sistem hukum untuk data digital, dan tata kelola data.
Pilar keempat, ASEAN berperan aktif dalam komunitas global. FJCCIA mengusulkan agar ASEAN mempromosikan pemanfaatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan meningkatkan ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP).
Pilar kelima, ASEAN dengan sumber daya manusia yang tangguh dan berlimpah. FJCCIA mengusulkan agar ASEAN memperkuat konektivitas dan ketahanan rantai pasokan; serta mengembangkan SDM.
Pilar keenam, pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. FJCCIA mengusulkan agar ASEAN memperhatikan permasalahan lingkungan hidup di masyarakat lokal.
Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn menambahkan, pertemuan ini digelar sekaligus dalam rangka merayakan 50 tahun terjalinnya persahabatan dan kerja sama antara ASEAN dan Jepang. Menurutnya, Jepang telah menjadi mitra utama ASEAN.
Dia berharap, ASEAN dan Jepang semakin mempererat hubungan melalui berbagai program dan proyek bersama. Terutama dalam memaksimalkan daya saing dan daya tarik ASEAN sebagai tujuan investasi di mata dunia.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News