#30 tag 24jam
Industri Kreatif Lokal Gandeng Perusahaan Jepang dan Korea Selatan
Industri kreatif lokal bekerja sama dengan perusahaan Jepang dan Korea Selatan. [830] url asal
#kreatif #industri-kreatif #industri-kreatif-lokal-gandeng-perusahaan-jepang #korea #artis #jakarta-convention-center #kisai-expo-amp-w-toon-camp #market-research-future #tessa-yadawaputri #ky-academy #yogya
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 16/10/24 18:58
v/16566402/
Jakarta - Industri kreatif lokal bekerja sama dengan perusahaan Jepang dan Korea Selatan. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Mardyana Listyowati mengungkapkan kerja sama ini adalah bagian penting dari upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif di Indonesia sekaligus memperkuat hubungan dagang dengan Jepang dan Korea Selatan.
Dia mengungkapkan kesuksesan perjanjian kerja sama ini dan bangga dapat mendukung Kisai Entertainment dalam menjalin kemitraan strategis dengan industri kreatif lokal.
Dirjen PEN menyaksikan secara langsung penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Kisai Entertainment, perusahaan produksi webtoon (komik digital) berbasis di Indonesia dengan YLAB Academy yang berbasis di Korea Selatan.
Pada kesempatan lain, Kisai bersama PT Anjary Jaya Raya telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Sorajima, perusahaan komik yang berbasis di Jepang untuk mengembangkan skala produksi industri kreatif, khususnya komik.
Mardyana mengapresiasi kesuksesan perjanjian kerja sama ini dan bangga dapat mendukung Kisai Entertainment dalam menjalin kemitraan strategis dengan industri kreatif lokal. Kerja sama lintas negara tersebut merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif di Indonesia sekaligus memperkuat hubungan dagang dengan Jepang dan Korea Selatan.
Kisai Entertainment studio produksi webtoon terbesar di Asia Tenggara yang berbasis di Indonesia mengumumkan penandatanganan kesepakatan kerjasama dengan YLAB Academy, Korea Selatan, untuk mendirikan webtoon Academy pertama di Indonesia, KY ACADEMY.
YLAB Academy, yang telah berdiri sejak 2015, adalah bagian dari YLAB, salah satu perusahaan konten terbesar di Korea Selatan. YLAB telah menghasilkan beberapa konten webtoon terlaris, termasuk "The Chronicles of the Brave," "Super String Universe," dan "Real Life Hero."
Selama bertahun-tahun, YLAB Academy telah melahirkan banyak webtoonist profesional yang kini menayangkan proyek mereka sendiri di berbagai platform. YLAB dikenal dengan berbagai judul webtoon populer yang tidak hanya sukses di pasar Korea Selatan tetapi juga di kancah internasional, dengan banyak proyek yang saat ini tengah diadaptasi menjadi drama.
Melalui kerjasama ini, Kisai Entertainment berkomitmen untuk memperluas kontribusinya terhadap industri kreatif lokal. KY Academy yang akan didirikan bertujuan untuk menjadi sarana bagi calon pelaku industri webtoon di Indonesia guna mempelajari alur kerja dan metode produksi webtoon, sehingga siap bekerja secara profesional.
YLAB Academy akan menyediakan kurikulum dan materi pelatihan yang akan digunakan di KY Academy ini, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada awal tahun 2025. Kurikulum YLAB Academy ini merupakan kurikulum aplikatif dan tepat guna untuk talenta yang akan menjadi profesional di industri webtoon, karena disusun dan dikembangkan oleh artis profesional yang telah mencapai banyak kesuksesan di Korea Selatan, baik bersama YLAB maupun produser & platform webtoon lain.
Founder dan CEO Kisai Entertainment Tessa Yadawaputri mengungkapkan KY Academy ini menjadi jawaban atas salah satu tantangan terbesar pengembangan konten webtoon di Indonesia, yaitu dengan memberikan informasi, wawasan, dan kemampuan berstandar internasional untuk talenta masa depan Indonesia.
Sementara, Kim Daewook, CEO dari YLAB Academy menambahkan kerjasama ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah YLAB Academy pihaknya optimis akademi webtoon ini nanti akan menghasilkan banyak karya-karya hebat.
Kisai Entertainment akan berinvestasi senilai lebih dari Rp 5 miliar selama 5 tahun ke depan. Bersama YLAB Academy, Kisai menargetkan 500 kreator profesional baru dalam 5 tahun yang dapat menyumbang potensi ekspor jasa kreatif lebih dari 2 juta USD per tahun, baik melalui produksi Kisai Entertainment maupun upaya mandiri para kreator lulusan webtoon academy.
Industri webtoon saat ini diproyeksikan untuk terus tumbuh pesat dari nilai US$ 5,4 miliar di tahun 2023 menjadi US$ 67,6 miliar di tahun 2032 (hasil riset Market Research Future). Sementara itu jumlah pembaca di aplikasi webtoon Indonesia mencapai 5% dari pembaca global (170 juta pembaca bulanan aktif).
Adanya webtoon academy yang diinisiasi oleh Kisai Entertainment ini diharapkan bisa meningkatkan partisipasi kreator Indonesia dalam skala global pasar komik digital ini.
LINE webtoon, sebagai market leader aplikasi baca komik digital, yang baru saja melantai di bursa saham AS (NYSE), dalam dokumen IPOnya merilis bahwa hampir 500 kreator di platform mereka memiliki pendapatan tahunan di atas US$ 100.000 dan 100 kreator terpopuler webtoon bahkan memiliki pendapatan tahunan di atas US$ 1 juta.
Angka ini merupakan potensi pendapatan yang fantastis dan bukan tidak mungkin, juga bisa menjadi capaian kreator webtoon Indonesia di masa depan.
Sebagai ajang untuk merayakan industri webtoon, dan apa yang akan menjadi bagian dari masa depan Kisai, Kisai juga menggelar Kisai Expo & W-Toon Camp di Jakarta Convention Center, 13 Oktober 2024.
Acara ini menggabungkan pameran judul webtoon internasional Kisai, sekilas sejarah industri webtoon, dan webtoon bootcamp terbesar Kisai hingga saat ini, menyambut rencana KY academy, inisiatif webtoon academy oleh Kisai Entertainment & YLAB Academy Korea Selatan.
W-Toon Camp, diampu 19 mentor, termasuk 2 editor webtoon profesional Jepang dari Sorajima, dan Mr Kwon Seung Mok, pengajar YLAB Academy, bersama dengan 16 talenta terbaik Indonesia di industri ini, dihadiri oleh lebih dari 200 peserta.
Mirip dengan W-Toon Camp sebelumnya yang telah dilakukan di seluruh Indonesia (Medan, Makassar, Yogyakarta, Bandung), di sini para peserta mempelajari cara produksi webtoon, mulai dari pengembangan naskah hingga menggambar, hingga finishing.
Di akhir sesi, Kisai mengumumkan untuk pertama kalinya kepada publik, bahwa KY Academy akan menjadi akademi webtoon pertama di Indonesia, dengan kurikulum dan mentor profesional, didukung oleh YLAB Academy, mulai tahun 2025.
(shc/kil)
RI-Jepang Sepakati Kerja Sama Bisnis Manufaktur Senilai 10 Juta Dollar AS
Kerja sama tersebut disepakati oleh pelaku industri manufaktur Indonesia dengan perusahaan-perusahaan Jepang. Halaman all [547] url asal
#perusahaan-jepang #jepang #manufaktur #industri-manufaktur
(Kompas.com) 11/10/24 16:17
v/16311249/
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kesepakatan kerja sama bisnis senilai 10 juta dollar AS dari ajang internasional Manufacturing World Osaka (MWO) di Jepang pada 2 sampai 4 Oktober 2024 lalu.
Kerja sama tersebut disepakati oleh pelaku industri manufaktur Indonesia dengan perusahaan-perusahaan Jepang.
“Keikutsertaan Indonesia dalam pameran internasional Manufacturing World Osaka tahun ini membuahkan hasil. Melalui ajang tersebut, telah tercapai kesepakatan bisnis lebih dari 10 juta Dolar AS dari kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Jepang,” ujar Agus dilansir siaran pers Kemenperin pada Jumat (11/10/2024).
SHUTTERSTOCK/JASEN WRIGHT Ilustrasi manufaktur.Dalam kegiatan itu, sebanyak 10 pelaku industri manufaktur Indonesia berkesempatan menjadi co-exhibitor dengan memperkenalkan beragam inovasi serta produk unggulan mereka kepada para pengunjung dari berbagai negara.
Kesepuluh peserta itu difasilitasi booth oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dengan mengusung tema “Making Indonesia 4.0”.
Agus melanjutkan, terjalinnya kerja sama itu membuktikan bahwa teknologi dan inovasi industri dalam negeri sudah semakin diakui secara global.
Sehingga pihaknya optimistis, kolaborasi ini akan membuka peluang investasi yang lebih besar, mempercepat transformasi industri 4.0 di Tanah Air dan meningkatkan daya saing industri Indonesia di kancah internasional.
Selain itu, capaian kesepakatan sebesar 10 juta dollar AS merupakan langkah signifikan dalam mempromosikan industri Indonesia ke luar negeri.
“Kesepakatan ini tidak hanya menunjukkan potensi produk Indonesia, tetapi juga kepercayaan dari pihak asing terhadap kualitas dan daya saing industri nasional. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi pelaku industri untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” tutur Agus.
DOK. Humas Kemenperin Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK)Ia menjelaskan, selama pameran, booth Indonesia berhasil menarik lebih dari 500 pengunjung yang terdiri dari pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Antusiasme pengunjung menunjukkan tingginya minat terhadap produk dan teknologi yang ditawarkan oleh pelaku industri Indonesia.
Para co-exhibitor tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga memperkenalkan keunggulan teknologi yang diterapkan dalam proses produksi.
Plt. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto menyampaikan, keikutsertaan Indonesia merupakan salah satu upaya optimalisasi pemerintah dalam menarik investor asing.
Salah satunya dengan melakukan market sounding secara luas kepada calon investor mengenai potensi dan peluang investasi di Indonesia.
"Yang tidak kalah penting adalah branding terkait advanced industry kepada perusahaan yang sudah existing di Indonesia,” ujarnya.
Untuk meningkatkan peluang kerja sama, para co-exhibitor juga aktif mengunjungi stan-stan perusahaan Jepang yang menjadi potential buyer.
Sehingga pameran di Jepang itu memberikan kesempatan bagi mereka untuk memahami lebih dalam mengenai kebutuhan pasar serta tren terkini dalam industri manufaktur.
"Dengan pendekatan ini, diharapkan para pelaku industri Indonesia dapat lebih siap untuk memenuhi ekspektasi dan kebutuhan buyer internasional,” tegas Eko.
Perusahaan Jepang Mulai Meninggalkan Bisnis di China
Risiko geopolitik dan kekhawatiran pertumbuhan China membuat perusahaan menilai berinvestasi di China tak menarik [1,002] url asal
#ekonomi-china #perusahaan-jepang #hubungan-jepang-china #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan - Terbaru) 09/09/24 17:32
v/14940195/
Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Perusahaan Jepang meninggalkan bisnis di China. Ini menjadi perubahan mencolok setelah bertahun-tahun perusahaan Jepang menjadi investor tunggal di negara tetangga.
Risiko geopolitik dan kekhawatiran atas pertumbuhan China yang melambat membuat perusahaan menilai berinvestasi di China tidak lagi masuk akal bagi. Pada Juli lalu seperti Nippon Steel Corp mengatakan keluar dari usaha patungannya di China. Mitsubishi Motors Corp juga menghentikan operasi lokalnya karena penjualan mobil yang merosot dan peralihan China ke kendaraan listrik.
Hampir setengah dari perusahaan Jepang di China yang disurvei Bloomberg baru-baru ini mengatakan mereka tidak akan mengeluarkan lebih banyak investasi atau akan memangkas investasi tahun ini. Perusahaan menyebutkan kenaikan upah, penurunan harga, dan masalah geopolitik jadi kendala terbesar yang mereka hadapi.
"Kami sekarang telah melewati puncak keterlibatan ekonomi Jepang dengan China," kata Robert Ward, Direktur Geoekonomi dan Strategi Institut Internasional untuk Studi Strategis di London dikutip Bloomberg. Menurut Ward, rintangan perusahaan yang berada di China saat ini berkisar dari persaingan teknologi AS-China hingga meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan. Menurut dia faktor geopolitik merupakan faktor penting yang mengubah sikap perusahaan Jepang.
Perpecahan yang terjadi secara perlahan mengancam ikatan ekonomi yang telah terjalin selama lebih dari empat dekade. Di saat Jepang mulai memberikan bantuan pembangunan triliunan yen ke China melalui pinjaman berbunga rendah. Perdagangan telah menjadi pilar hubungan yang sebelumnya penuh pertikaian antara kedua raksasa Asia tersebut yang membuat muncul slogan bisnis panas, politik dingin.
Kali ini, hawa dingin geopolitik terbukti sulit dibendung.
Penanaman modal asing langsung alias foreign direct investment (FDI) berada di jalur stagnasi mendekati level terendah selama beberapa tahun di 2023. Sebelumnya volume penanaman modal asing pada kuartal pertama turun ke level terendah sejak tahun 2016. Ini merupakan perubahan haluan bagi perusahaan-perusahaan Jepang yang telah membangun FDI hampir US$ 130 miliar di China hingga akhir tahun lalu.
Stagnasi FDI merupakan hal baru dari hubungan bilateral sebelumnya. Sebab di tahun 2010-2012, ketika sengketa wilayah antara kedua belah yang memanas dan China memblokir sementara pengiriman tanah jarang ke Jepang, perusahaan-perusahaan di Jepang masih meningkatkan investasi secara rata-rata 13% setiap tahun.
Menurut seorang pejabat Jepang dikutip Bloomberg, China tampaknya khawatir dengan penurunan tersebut dan berusaha menarik bisnis Jepang untuk berinvestasi lebih banyak. Latar belakang politik juga lebih tidak bersahabat. Bulan lalu, pesawat militer China menyusup ke wilayah udara Jepang untuk pertama kalinya. Insiden ini ditandai masuknya sebuah kapal angkatan laut China ke perairan teritorial Jepang.
Terlebih lagi, muncul ancaman terhadap kesejahteraan orang Jepang di dalam negeri.
Seorang wanita Jepang dan anaknya di Suzhou di China pada Juni diserang dengan pisau. Sementara pemerintah China menyebut sebagai insiden terisolasi dan menimbulkan kekhawatiran di seluruh orang Jepang di China. Orang Jepang meningkatkan keamanan di sekolah-sekolah di seluruh negeri.
Menurut pernyataan dari juru bicara kedutaan, Jepang masih meminta pihak berwenang di Suzhou memberikan informasi terperinci tentang insiden tersebut.
Penahanan seorang eksekutif farmasi Jepang awal tahun lalu juga memicu kekhawatiran publik tentang keselamatan warga negara Jepang di China. Pria itu didakwa atas tuduhan spionase awal bulan ini.
Perusahaan-perusahaan Jepang juga terjebak dalam ketegangan geopolitik dengan AS yang menekan Jepang memperketat ekspor pada ekspor teknologi tinggi untuk sektor semikonduktor. China akan membalas jika itu terjadi.
Sementara beberapa perusahaan Jepang menyebut China sebagai ancaman, bukan peluang. Kepala salah satu perusahaan perdagangan terbesar di Jepang bahkan telah meminta bantuan pemerintah untuk membantu bisnis untuk bersaing di Asia Tenggara, tempat di mana perusahaan China seperti BYD Co membuat terobosan dengan cepat.
Bagi Nippon Steel rencananya membeli US Steel Corp dikecam oleh AS karena investasinya di China. Rencana akuisisi bahkan disebut sebagai ancaman keamanan nasional.
Mencari ke Tempat Lain
Seiring dengan bergesernya fokus perusahaan Jepang ke tempat lain di Asia dan sekitarnya, kondisi ekonomi China yang memang tengah meredup juga menjadi salah satu penyebabnya. Dari 1.760 perusahaan dalam survei oleh Kamar Dagang dan Industri Jepang di China, 60% mengatakan ekonomi saat ini lebih buruk daripada tahun lalu.
China bagi eksportir Jepang tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya, karena perusahaan harus beradaptasi dengan tarif AS dan perubahan lainnya termasuk insentif dari Jepang untuk memindahkan pabrik dari China. Nilai ekspor Jepang ke China berkontribusi 18% pada tahun lalu terendah sejak 2015. Nilai ekspor Jepang ke China turun hampir 7% dibandingkan ke AS dan Uni Eropa. Akibatnya, AS menyalip China sebagai tujuan pasar ekspor terbesar Jepang untuk pertama kalinya dalam empat tahun.
Pembuat ekskavator dan peralatan berat Komatsu misalnya menjual jauh lebih sedikit ke China karena ekonomi melambat, konstruksi merosot, dan persaingan semakin ketat. Pendapatan Komatsu di China untuk peralatan konstruksi dan pertambangan anjlok 57% pada tahun lalu dari puncaknya di 2019 yang pendapatannya naik 46% secara global selama periode yang sama.
Pada tahun lalu, ada sekitar 31.000 perusahaan Jepang di China yang menurut Kementerian Luar Negeri Jepang turun sekitar sepersepuluh dari 2020. Selama periode yang sama, sekitar 4.000 perusahaan mendirikan kantor di tempat lain di dunia. "Saat ini, perusahaan sedang merestrukturisasi bisnis mereka untuk menghentikan kerugian," kata Masami Miyashita, manajer umum Asosiasi Ekonomi Jepang-Tiongkok di Beijing. Dia menyebut ini bukan saatnya berinvestasi.
Pada konferensi baru-baru ini kota pelabuhan China, Qingdao juga mencoba menarik perusahaan asing. Namun tak satu pun dari setengah lusin eksekutif senior Jepang yang berbicara kepada Bloomberg berencana memperluas investasi. Mereka juga tidak terlalu optimistis terhadap ekonomi tahun ini atau tahun depan.
Namun, tidak semua perusahaan Jepang mundur. Panasonic Holdings Corp masih akan menginvestasikan lebih dari ¥ 50 miliar setara dengan US$ 350 juta. Sejak awal tahun lalu, Panasonic telah membangun pabrik peralatan baru, menurut surat kabar Nikkei. Sementara Kobe Steel Ltd baru-baru ini mengumumkan akan membentuk usaha patungan dengan sebuah perusahaan di China.
"Perusahaan China juga menjadi lebih kompetitif dan pertikaian geopolitik antara AS dan China membuat perusahaan Jepang takut untuk berinvestasi di beberapa sektor, seperti semikonduktor dan teknologi baru," kata Kazuto Suzuki, profesor ekonomi politik global di Universitas Tokyo.
Perusahaan Jepang juga tidak melihat pemulihan ekonomi China secara langsung. Jadi tidak masuk akal untuk meningkatkan investasi. "Faktor-faktor lain, seperti kekhawatiran geoekonomi dan kurangnya transparansi akan mempersulit investasi dalam skala besar seperti yang biasa mereka lakukan," pendapat Suzuki.
Pertamina-Perusahaan Jepang Perkuat Kerja Sama di AZEC Ministerial Meeting
Kerja sama ini dilakukan untuk mencapai target pemerintah mewujudkan Net Zero Emission (NZE) 2060. [658] url asal
(detikFinance - Energi) 22/08/24 09:20
v/14526560/
Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan subholdingnya kembali menandatangani kerja sama dengan perusahaan-perusahaan global asal Jepang. Penguatan kerja sama ini dilakukan dalam acara 2nd Asia Zero Emission Community (AZEC) Ministerial Meeting 2024.
Beberapa perusahaan yang dimaksud antara lain Japan International Cooperation Agency (JICA), Nippon Export and Investment Insurance (NEXI), Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC), MARUBENI, Japan Petroleum Exploration Company Limited (JAPEX), dan Toyota Tsusho Indonesia. Adapun kerja sama ini dilakukan untuk mencapai target pemerintah mewujudkan Net Zero Emission (NZE) 2060.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan AZEC menjadi forum pertemuan antara institusi pemerintah, para pemimpin industri, dan pakar yang berperan penting dalam energi terbarukan dan praktik berkelanjutan di semua sektor di dunia.
"Forum AZEC ini fokus pada pembangunan berkelanjutan dan mendorong agenda NZE. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua mitra dan pemangku kepentingan yang telah mewujudkan inisiatif ini. Keputusan dan keahlian yang terjalin ini sangat berharga untuk memulai inisiatif ini bersama-sama," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis (22/8/2024).
Senada, Menteri Investasi RI Rosan Perkasa Roeslani menambahkan kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang adalah salah satu landasan utama untuk mendorong rendah karbon ekosistem bisnis di Indonesia selaras dengan Target NZE Indonesia tahun 2060.
Penandatanganan kerja sama ini dinilai memperkuat kesepakatan sebelumnya dalam berbagai bidang, antara lain mengenai potensi kolaborasi di era transisi energi, asuransi perdagangan dan fasilitas kredit, pembangkit Geothermal, pengukuran dan kualifikasi emisi Metana di Lapangan Donggi Matindok dan JOB Tomori, penyuntikan CO2 CCUS-EOR di lapangan Sukowati (phase 2), dan produksi bioenergy dengan menerapkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture & Storage) di area Sumatera Selatan.
Kegiatan penandatanganan tersebut dihadir Emma Sri Martini (Direktur Keuangan Pertamina), A. Salyadi Saputra (Direktur Strategi, Portofolio, & Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina), Takeda Sachiko (JICA), Kazuki Hondo (NEXI), Wataru Ikushima (MARUBENI), Tomomi Yamada (JAPEX), dan Hiroyuki Mori (JOGMEC).
Sejumlah manajemen Pertamina dan Subholding turut hadiri antara lain Oki Muraza (Senior Vice President of Technology Innovation), Chalid Said Salim (Direktur Utama Pertamina Hulu Energi), Julfi Hadi (Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy), Muhamad Arifin (Direktur Region 4 Pertamina EP), Andry (General Manager JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi), dan Zulfikar Akbar (GM Zone 11 Pertamina EP).
Di ajang 2nd AZEC Ministerial Meeting 2024 yang melibatkan pemimpin perusahaan energi internasional, Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini menegaskan komitmen Pertamina untuk mendukung pemerintah mewujudkan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat. Ia berharap kolaborasi dengan perusahaan internasional dari Jepang dapat mempercepat pencapaian target tersebut.
"Kami memiliki tujuan yang sama dalam mengurangi emisi karbon dengan menggali potensi dan peluang kerja sama untuk menghasilkan energi hijau dan bebas karbon," ujar Emma.
Ia mengungkapkan sesi penandatanganan Pertamina dan seluruh perusahaan Jepang tersebut berlangsung sebelumnya di Grha Pertamina pada Selasa (20/8) dan resmi diumumkan ke publik pada 2nd AZEC Ministerial Meeting 2024, Rabu (21/8).
Emma menambahkan kerja sama dengan perusahaan Jepang ini merupakan langkah nyata Pertamina dalam memimpin transisi energi di Indonesia. Berbagai inisiatif transisi energi telah dijalankan pihaknya, antara lain peningkatan energi panas bumi, pengembangan green energy, komersialisasi hydrogen, pengembangan biorefinery, penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon hingga pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik.
"Pertamina akan berkolaborasi dengan perusahaan nasional dan global untuk mendukung dekarbonisasi dan transisi energi di Indonesia sekaligus menciptakan bisnis baru yang lebih berkelanjutan," tandasnya.
Lebih lanjut, VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan sinergi Pertamina dengan berbagai perusahaan Jepang ini menunjukkan komitmen untuk mendorong tercapainya target NZE Pemerintah Indonesia dengan lebih cepat.
"Pertamina memiliki berbagai program energi hijau dan dekarbonisasi. Dengan adanya kerja sama, cita-cita dalam pengembangan energi hijau dan dekarbonisasi akan berjalan lebih cepat dan lebih efektif untuk memperoleh target NZE," tuturnya.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Sustainability di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
Simak juga Video: Pertamina Gelorakan Revolusi Teknologi Ramah Iklim
Bidik Pasar Indonesia, Perusahaan Jepang Ini Hadir di Central Park
Saat ini mencari peralatan atau perlengkapan rumah tangga pasti tidaklah sulit lantaran semakin banyaknya toko peralatan rumah tangga yang menjamur di Jakarta.... | Halaman Lengkap [926] url asal
#perusahaan-jepang #pasar-indonesia #pasar-global
(SINDOnews Ekbis - Serba Serbi Bisnis) 25/07/24 14:00
v/12205332/
JAKARTA - Saat ini mencari peralatan atau perlengkapan rumah tangga pasti tidaklah sulit lantaran semakin banyaknya toko peralatan rumah tangga yang menjamur di Jakarta.Meski begitu, toko peralatan rumah tangga dengan harga yang terjangkau mungkin menjadi tantangan.
Tak perlu bingung, di Jakarta yang dikenal dengan segalanya yang mahal, tetapi masih bisa menemukan toko peralatan yang memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan relatif harga murah.
Nitori Holdings, perusahaan furnitur dan peralatan rumah tangga terbesar di Jepang, secara resmi mengumumkan pembukaan gerai pertama mereka di Indonesia, baru-baru ini.
Berlokasi di Central Park Mall, Jakarta, toko ini mulai beroperasi pada Juli mendatang, membawa visi Nitori untuk memperkaya rumah-rumah di seluruh dunia semakin dekat ke hati masyarakat Indonesia.
Nitori, yang berbasis di Sapporo, Jepang, telah lama dikenal sebagai pionir dalam menciptakan ruang hidup yang nyaman dan fungsional.
Nitori merupakan salah satu perusahaan ritel furnitur terbesar asal Jepang hadir dengan misi "Untuk memperkaya rumah-rumah orang di seluruh dunia," Nitori telah mengembangkan jaringan globalnya, dan kini hadir di 12 negara dengan lebih dari 1.000 toko.
Di Indonesia, Nitori melihat peluang besar untuk tumbuh dan berkembang, mengingat pesatnya pertumbuhan ekonomi dan dinamisnya pasar ritel di negara ini. Alhasil dengan hadirnya offline store perdana di Indonesia, ini sebagai bagian dari strategi untuk memperluas kehadiran mereka di pasar Asia.
Di gerai baru ini, pelanggan dapat menemukan berbagai produk mulai dari furnitur elegan hingga peralatan rumah tangga berkualitas tinggi, semuanya dirancang dengan sentuhan khas Jepang yang mengutamakan fungsi dan estetika.
Central Park Mall dipilih sebagai lokasi pertama Nitori di Indonesia karena lokasinya yang strategis dan reputasinya sebagai salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta.
Akio Nitori, CEO Nitori Holdings mengungkapkan antusiasmenya terhadap ekspansi ini. Dengan pembukaan toko pertama kami di Indonesia, pihaknya berharap dapat membawa sentuhan kenyamanan dan kepraktisan khas Jepang ke lebih banyak rumah.
?Kami ingin pelanggan di sini merasakan kebahagiaan dan kenyamanan yang ditawarkan oleh produk-produk kami," ujar Akio Nitori.
Nitori telah berhasil membangun model bisnis yang mencakup semua aspek dari perencanaan produk hingga manufaktur, distribusi, dan penjualan. Dengan demikian, mereka dapat menawarkan produk berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau.
Tak hanya itu, Nitori juga telah menjalin kemitraan dengan banyak perusahaan di seluruh Asia, termasuk Indonesia, untuk memastikan keberlanjutan dan keandalan produk mereka.
Sementara itu, Masanori Takeda, Wakil Presiden Eksekutif yang bertanggung jawab atas bisnis luar negeri Nitori, menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk hadirkan produk yang berkualitas.
Pihaknya telah membuka toko di berbagai negara Asia dan menerima tanggapan positif dari pelanggan di sana. Indonesia adalah langkah penting berikutnya dalam perjalanan mencapai visi global.
?Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan produk-produk yang tak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menginspirasi pelanggan kami untuk menciptakan ruang hidup yang indah dan nyaman," paparnya.
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi bersama dengan sejumlah pejabat Indonesia dan Jepang meresmikan gerai Nitori pertama di Indonesia pada Kamis, 25 Juli 2024 di Central Park Mall, Jakarta Barat.
Dalam peresmian ini dihadiri juga oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasushi Masaki, Executive Vice President in Charge of Overseas Business/Nitori Holdings Co.,Ltd. Masanori Takeda, dan President of Nitori Philippines Inc., Soichi Oda. Hadir pula jajaran Eksekutif PT. CPM Assets Indonesia dan Presiden Direktur Agung Podomoro Land.
?Saya mengapresiasi langkah Nitori berinvestasi di Indonesia, sebagai bukti nyata kepercayaan yang tinggi terhadap potensi pasar dan stabilitas ekonomi Indonesia,? ujar Dubes Heri yang didampingi Koordinator Fungsi Politik KBRI Tokyo Ali Andika Wardhana.
Dubes Heri berharap dengan pembukaan perdana gerai ini, Nitori akan mendukung ekonomi keberlanjutan yang ada di Indonesia, serta berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dubes Heri juga menyambut baik komitmen Nitori untuk menyediakan tidak kurang dari 100 beasiswa per tahun bagi warga Indonesia untuk belajar di Jepang.
?Kehadiran Nitori akan memberikan kontribusi positif, baik dalam penyediaan produk-produk berkualitas, maupun dalam penciptaan lapangan kerja dan peluang usaha bagi para pelaku UMKM lokal,? tambah Dubes Heri.
Hal senada disampaikan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasushi Masaki, yang menyatakan komitmen Pemerintah dan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia untuk terus mendukung produk-produk buatan Indonesia dipasarkan melalui gerai-gerai Nitori.
Nitori diproyeksikan akan membuka 96 gerai atau cabang di berbagai kota di Indonesia sampai dengan tahun 2032. Diperkirakan melalui investasinya tersebut, Nitori akan menyerap tidak kurang dari 1.500 tenaga kerja.
Di tahun 2024 ini rencananya akan dilakukan pembukaan 5 toko baru Nitori di Indonesia. Nitori adalah salah satu rantai ritel furnitur dan perlengkapan rumah terbesar di Jepang dengan visi mengoperasikan 3.000 toko dan target untuk mencapai penjualan 3 triliun yen pada tahun 2032.
Grup ini telah membuka 828 toko di Jepang dan 184 toko di berbagai negara termasuk Tiongkok, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina, dengan total 1.012 toko.Dengan rencana untuk membuka 80 toko di Indonesia pada tahun 2032, Nitori menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap pasar Indonesia.
Selain Indonesia, Nitori pun juga berencana membuka toko pertamanya di India pada tahun ini, menambah 116 toko baru di Asia pada akhir tahun fiskal 2024. Ekspansi besar-besaran ini diharapkan akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan ekonomi lokal.
Di samping itu, Nitori selalu berusaha untuk memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan dan unik bagi pelanggannya. Di toko barunya di Jakarta, pelanggan akan disuguhi berbagai pilihan produk yang tidak hanya praktis, tetapi juga stylish dan inovatif.
Dengan komitmen untuk memberikan "Hal yang Tak Terduga," Nitori berharap dapat menginspirasi pelanggan untuk menciptakan ruang hidup yang sesuai dengan gaya dan kebutuhan mereka.
Pembukaan toko Nitori di Central Park Mall akan menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi masyarakat Jakarta yang mencari solusi furnitur dan peralatan rumah tangga yang modern dan terjangkau.
Distributor Gas Swasta RI Dicaplok Perusahaan Asal Jepang
PT Bayu Buana Gemilang (BBG), perusahaan distributor gas swasta di Indonesia yang berdiri sejak 2003 kini telah resmi tergabung ke dalam entitas grup perusahaan... | Halaman Lengkap [305] url asal
#industri-gas #gas-industri #akuisisi #perusahaan-jepang
(SINDOnews Ekbis) 22/07/24 17:08
v/11722873/
JAKARTA - PT Bayu Buana Gemilang (BBG), perusahaan distributor gas swasta di Indonesia yang berdiri sejak 2003 kini telah resmi tergabung ke dalam entitas grup perusahaan gas terkemuka asal Jepang. Dimana perusahaan energi asal Jepang , Sakura Indonesia Energy Co., Ltd. (SAKURA) telah resmi mengakuisisi PT Bayu Buana Gemilang (BBG).SAKURA sendiri merupakan perusahaan patungan yang didirikan oleh LNG Japan Corporation (LNG Japan) dan Toho Gas Co., Ltd. (Toho Gas). Sedangkan PT BBG sendiri merupakan perusahaan yang mendistribusikan gas melalui pipa ke sejumlah kawasan industri, di antaranya di Bekasi, Cikarang, Cibitung hingga Wilayah Industri di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Sebagai indormasi, LNG Japan sendiri merupakan perusahaan patungan dua perusahaan perdagangan terkemuka Jepang, Sumitomo Corporation dan Sojitz Corporation dengan pengalaman lebih dari 50 tahun dalam pengembangan hulu, pembiayaan, pemasaran, perdagangan, dan pengiriman di industri LNG global.
Sementara itu Toho Gas yang didirikan lebih dari 100 tahun lalu, merupakan penyedia gas alam dan listrik untuk sektor industri dan perumahan, dengan volume pasokan sekitar 330 mmsfd (3,370 juta m3/tahun) kepada 3 juta pelanggan.
Direktur Utama PT BBG, Andi Rachman mengatakan, tepat sejak 19 Juli 2024 PT BBG telah resmi diakuisisi oleh Sakura Indonesia Energy. Aksi korporasi ini diharapkan mampu membuka pasar yang lebih luas dalam pendistribusian gas alam untuk industri di wilayah Indonesia.
"Selain itu, masuknya SAKURA juga akan semakin memperkuat tujuan BBG untuk memperkenalkan penggunaan bahan bakar gas alam dengan pasokan energi yang stabil dan ramah lingkungan," kata Andi.
Andi menambahkan, kemitraan strategis antara PT BBG dan SAKURA ini juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap Pembangunan Indonesia, serta mendukung terwujudnya komitmen pemerintah untuk menerapkan ?Net Zero Emission? pada 2060.
"Penggunaan energi gas alam diharapkan dapat berperan besar dalam mengurangi gas buang CO2 di Indonesia. Sehingga, kemitraan strategis ini diharapkan dapat mempercepat komitmen BBG untuk menjadi perusahaan trading gas swasta nasional terbaik dan terkemuka di Indonesia," ujar Andi.
BRIN Gandeng Jepang Kembangkan Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan dari Kelapa
BRIN meneken MoU dengan perusahaan asal Jepang GPDJ dan PT ABE Indonesia untuk mengembangkan Bioavtur terbuat dari kelapa. Kerja sama diinisiasi oleh IJBNet [493] url asal
#brin #ijbnet #bioavtur #perusahaan-jepang #bahan-bakar-pesawat #bahan-bakar-pesawat-ramah-lingkungan
(Bisnis.Com - Teknologi) 19/07/24 11:00
v/11289329/
Bisnis.com, JAKARTA - Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Green Power Development Corporation of Japan (GPDJ) dan PT ABE Indonesia Berjaya terkait proyek pengembangan industri Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur. Proyek tersebut saat ini masuk pada tahap pembangunan pabrik di Banyuasin, Sumatera Selatan.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengungkapkan ingin kerja sama ini ditindaklanjuti dengan baik pada implementasinya sehingga dapat memberikan manfaat bagi kedua negara di dalam pengembangan bio energi.
“Kerja sama juga diharapkan tidak berhenti pada pengembangan kelapa sebagai bahan baku bioavtur juga diperluas kolaborasi pada bidang-bidang lainnya seperti transfer teknologi, pengetahuan dan lain-lain bagi kedua negara,” kata Handoko, dikutip Jumat (19/7/2024).
Proyek yang berawal dari riset bersama antara Indonesia Japan Business Network (IJBNet), GPDJ, dan BRIN ini sudah memasuki tahun ke-3. Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur merupakan solusi bahan bakar pesawat yang lebih ramah lingkungan.
Bahan baku bersumber dari kelapa non-standar, yang mana bahan baku ini sudah diakui dan telah masuk ke dalam positive list dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
Masuknya Kelapa Non-Standar ke dalam Positive List menandakan keberhasilan dari upaya bersama melakukan inovasi sumber bahan baku SAF di luar pilihan yang sudah ada, sehingga akan membuka peluang bagi negara-negara penghasil kelapa, termasuk Indonesia sebagai salah negara penghasil kelapa terbesar di dunia untuk berkontribusi pada pengurangan emisi karbon di sektor penerbangan.
Hal ini sejalan dengan kesepakatan global untuk pembangunan yang berkelanjutan dan terwujudnya karbon netral, serta menekankan pentingnya solusi inovatif dalam mitigasi pemanasan global.
Kebijakan ICAO yang memberikan opsi pemanfaatan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, akan memberikan dampak yang signifikan dalam industri penerbangan.
Perkembangan ini akan mendorong komitmen para pemangku kepentingan untuk menindak lanjuti dengan implementasi penggunaan bioavtur ini.
Dalam proses produksinya, bahan baku kelapa non-standar tersebut kemudian diolah menjadi minyak kelapa mentah atau Crude Coconut Oil (CCO). Keberadaan bahan baku kelapa non-standar ini sangat penting mengingat kelapa adalah komoditi yang dibutuhkan industri pangan.
Kelapa non-standar diambil dari kelapa yang terlalu tua, kelapa yang berukuran sangat kecil, kelapa yang sudah bertunas, kelapa yang mulai membusuk atau berjamur serta kelapa yang pecah. GPDJ memilih Indonesia sebagai tempat industri pembuatan CCO, karena potensi kelapa di Indonesia yang sangat melimpah.
Hasil riset menunjukkan bahwa jumlah kelapa non-standar di Indonesia itu mencapai 30% dari total kelapa yang dihasilkan.
Adapun PT ABE Indonesia Berjaya adalah perusahaan lokal akan bertindak sebagai pelaksana proyek yang ditargetkan mampu menghasilkan 100 ton Crude Coconut Oil (CCO) per hari dari bahan baku kelapa non standar. Dalam proses produksinya, PT ABE akan menggunakan teknologi mesin traceability system buatan anak bangsa.
IJBNet sebagai inisiator sangat bersyukur perjuangan panjang IJBNet dan tim dengan dukungan pemerintah dan instansi terkait akhirnya membuahkan hasil, dengan masuknya kelapa non-standar sebagai salah satu bahan baku bioavtur yang dibolehkan oleh ICAO.
Proyek ini akan menjadi hal positif bagi seluruh stakeholder kelapa di Indonesia, yang berujung bagi peningkatan pendapatan para petani dan juga devisa negara.