#30 tag 24jam
Harga Bitcoin Pecah Rekor Lagi Jadi US$ 76.000, Ini Penyebabnya
Harga Bitcoin mencapai ATH US$76.000, didorong oleh kemenangan Trump dan minat institusional. Investor diingatkan untuk berhati-hati terhadap volatilitas. [371] url asal
#harga-bitcoin-pecah-rekor #adopsi-bitcoin #pemilihan #kenaikan-harga #btc #penyebabnya #pilpres-as #pilpres #harga #indodax #kamala-harris #etf-bitcoin #politik #donald #amerika #blackrock #trump #perubahan #indones
(detikFinance - Perencanaan Keuangan) 10/11/24 15:00
v/17986703/
Jakarta - Harga Bitcoin (BTC) kembali mencapai rekor tertinggi atau All Time High (ATH) pada harga US$76.000, atau sekitar Rp1,2 Miliar yang didorong oleh beberapa faktor. Di antaranya, kemenangan Donald Trump pada pemilihan presiden AS, serta meningkatnya minat dari kalangan institusional.
Hal ini disebabkan oleh sentimen positif yang menguat di pasar kripto. Ekspektasi investor terkait hasil Pilpres AS di mana Donald Trump mengungguli Kamala Harris.
Trump dikenal memiliki sikap mendukung kebijakan yang pro terhadap aset digital dan sektor teknologi, sehingga memberikan pengaruh positif terhadap pasar kripto.
Selain itu, Trump juga berencana untuk membentuk cadangan Bitcoin nasional dan menjadikan Amerika sebagai pemimpin global dalam hal aset Bitcoin. Selain faktor politik, pergerakan dana institusional di pasar juga menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga Bitcoin belakangan ini.
Data dari Farside Investors menunjukkan bahwa pada 6 November 2024, ETF Bitcoin mencatat arus masuk sebesar US$621,9 juta pasca kemenangan Trump meningkat. CEO Indodax, Oscar Darmawan, menilai bahwa fenomena ini mencerminkan betapa kuatnya pengaruh peristiwa politik AS terhadap harga Bitcoin.
"Ketika Bitcoin mencapai rekor harga tertingginya, ini menunjukkan kepercayaan dan harapan yang besar dari para investor. Faktor politik, seperti kemenangan Trump yang pro kripto pada Pilpres AS, memberikan dorongan psikologis yang signifikan di pasar," ungkap Oscar. Oscar juga menggarisbawahi peran penting institusi besar dalam adopsi Bitcoin.
"Adopsi Bitcoin bukan hanya didorong oleh para investor ritel, tetapi juga semakin kuat di kalangan institusi keuangan, terutama setelah adanya pengajuan ETF Spot Bitcoin dari perusahaan besar seperti BlackRock. Hal ini menunjukkan perubahan persepsi institusi terhadap aset kripto yang kini dilihat sebagai instrumen investasi jangka panjang," tambah Oscar.
Oscar menguraikan bahwa permintaan dari kalangan institusional, yang cenderung lebih stabil dan berjangka panjang, memberikan dampak terhadap keberlanjutan harga Bitcoin di level tinggi. "Ketika institusi mulai berinvestasi dalam Bitcoin, mereka membawa likuiditas yang lebih besar dan legitimasi ke pasar kripto. Ini menjadi bukti bahwa Bitcoin semakin diterima di kalangan mainstream dan bukan sekadar aset spekulatif semata," jelas Oscar.
Sebagai platform perdagangan aset digital terbesar di Indonesia, Indodax mengingatkan para investor untuk tetap berhati-hati dalam berinvestasi dan mempertimbangkan risiko yang ada akibat volatilitas pasar kripto. Indodax terus berkomitmen untuk menyediakan akses mudah ke aset digital serta memastikan keamanan dan transparansi dalam setiap transaksi bagi para pengguna
(kil/rrd)
Trump Menang Pilpres AS, Akan Picu Perang Dagang Baru?
Trump menjanjikan tarif semua barang impor yang masuk ke AS. Jika itu terjadi, banyak negara dengan ekonomi kecil akan dipaksa membalasnya dengan cara sama. [975] url asal
#jerman #perang-dagang #bob-lighthizer #harley-davidson #bourbon #tarif-as #bursa-efek-new-york #biarritz #kompas-com #sources #getty #instagram #perang #pabrik-volkswagen #uni-eropa #andry-satrio-nugroho #pilpre
(detikFinance) 09/11/24 16:39
v/17898031/
Washington DC - Saat kampanye, Donald Trump berjanji akan mengenakan pajak atas semua barang yang diimpor ke AS jika dia kembali ke Gedung Putih. Kini, setelah Trump dipastikan menang Pilpres AS, para pebisnis dan ekonom di seluruh dunia berusaha keras memahami seberapa serius kebijakan perdagangan Trump ini.
Trump memandang pengenaan tarif impor sebagai cara untuk menggeliatkan ekonomi AS, melindungi lapangan pekerjaan, dan meningkatkan pendapatan pajak.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksi jika Donald Trump terpilih kembali menjadi presiden maka nilai mata uang AS dan suku bunga acuan bank sentral AS bakal menguat.
"Mata uang dollar AS itu akan kuat, suku bunga Amerika itu akan tetap tinggi, dan tentu saja perang dagang juga masih berlanjut," ujar Perry saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (06/11), seperti dikutip dari Kompas.com.
Hal ini, menurut Perry, bakal berdampak ke seluruh negara terutama negara berkembang seperti Indonesia.
Perry bilang, nilai tukar rupiah bakal melemah karena tertekan oleh penguatan dollar AS sehingga arus modal asing juga akan keluar dari Indonesia.
Sebelumnya, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio Nugroho, memprediksi kebijakan pembatasan produk-produk China yang diterapkan Trump berpotensi "lebih ekstrem dan akan cukup berdampak bagi Indonesia".
Pajak hingga 20% pada semua barang impor
Di masa lalu, Trump menargetkan tarif pada negara-negara tertentu seperti China, atau untuk industri tertentu, seperti baja.
Namun, janji kampanye Trump yang akan mengenakan pajak sekitar 10% hingga 20% pada semua barang impor diperkirakan akan memengaruhi harga di seluruh dunia.
Bulan lalu, ia tampaknya menyoroti Eropa.
"Uni Eropa kedengarannya sangat bagus, sangat menawan, bukan? Semua negara kecil Eropa yang baik, yang bersatu... Mereka tidak membeli mobil kita. Mereka tidak membeli produk pertanian kita," katanya.
"Mereka menjual jutaan mobil di Amerika Serikat. Tidak, tidak, tidak, mereka harus membayar harga yang mahal."
Saham BMW, Mercedes, dan Volkswagen semuanya turun antara 5% dan 7% setelah Trump dipastikan menang. AS merupakan pasar ekspor terbesar bagi produsen mobil Jerman tersebut.

Aktivitas di pabrik Volkswagen di Wolfsburg, Jerman, pada 2018 (Getty Images)
Dalam kampanyenya, Trump mengatakan tarif adalah jawaban untuk berbagai masalah, termasuk menghalau China dan mencegah imigrasi ilegal.
"Tarif adalah kata yang paling indah dalam kamus," katanya.
Itu adalah senjata yang jelas ingin ia gunakan.
Meskipun sebagian besar retorika dan tindakan ini ditujukan ke China, namun hal itu tidak berakhir di sana.
Beberapa yurisdiksi seperti Uni Eropa saat ini sedang menyusun daftar aksi balasan terhadap AS.

Dalam kampanyenya, Trump mengatakan tarif adalah jawaban untuk berbagai masalah, termasuk menghalau China dan mencegah imigrasi ilegal (Getty Images)
Para menteri Keuangan G7organisasi internasional yang mencakup tujuh negara terbesar di dunia dengan ekonomi maju yang mendominasi perdagangan dan sistem keuangan global, termasuk ASberkata bahwa mereka mencoba mengingatkan Amerika yang dipimpin Trump tentang perlunya sekutu dalam ekonomi dunia karena "idenya bukanlah untuk memulai perang dagang".
Namun, jika "kekuatan yang sangat besar digunakan", Eropa akan segera mempertimbangkan tanggapannya.
Pada masa lalu, Uni Eropa mengenakan tarif terhadap produk ikonik dari AS, seperti motor Harley Davidson, wiski bourbon dan celana jins Levi's sebagai respons atas aturan bea masuk AS terhadap baja dan aluminium.

Pemimpin negara-negara G7, termasuk Trump yang menjabat presiden AS kala itu, dalam KTT G7 di Biarritz, Prancis pada 25 Agustus 2019 (Getty Images)
Seorang bankir bank sentral di zona Euro mengatakan kepada saya bahwa tarif AS sendiri "tidak bersifat inflasi di Eropa tetapi tergantung pada bagaimana reaksi Eropa nantinya".
Bulan lalu IMF menganalisis bahwa perang dagang besar dapat menghantam ekonomi dunia hingga 7%, atau seukuran gabungan ekonomi Prancis dan Jerman.
Selain itu, ada pertanyaan yang sangat besar untuk pemerintah Inggris dalam kemungkinan perang dagang transatlantik ini. Bagaimana Inggris pasca-Brexit harus memposisikan dirinya.

BBC
BBC News Indonesia hadir diWhatsApp,TikTok,X,InstagramdanFacebook.
Jadilah yang pertama mendapatkan berita, investigasi dan liputan mendalam dari BBC News Indonesia.

BBC
Arah perjalanan Inggris selama ini adalah untuk semakin dekat dengan Uni Eropa, termasuk dalam hal standar pangan dan pertanian. Hal ini akan membuat kesepakatan perdagangan yang erat dengan AS menjadi sangat sulit.
Pemerintahan Biden tidak tertarik dengan kesepakatan semacam itu.
Negosiator perdagangan utama Trump yang masih sangat berpengaruh, Bob Lighthizer, bahkan berasumsi bahwa kedekatan Inggris dengan UE telah menghambat terjadinya kesepakatan ekonomi dengan AS.
"Mereka adalah mitra dagang yang jauh lebih besar bagi Anda daripada kami," katanya kepada saya dalam sebuah wawancara.
Baca juga:
- Hal-hal yang mungkin terjadi saat Donald Trump menjabat presiden AS lagi
- Trump menang Pilpres Amerika: Apa artinya bagi Palestina, Rusia, dan China?
- Apa dampak hasil Pilpres Amerika Serikat terhadap Indonesia?
Inggris dapat mencoba untuk tetap netral dan akan berjuang untuk menghindari dampak langsung, terutama untuk perdagangan barang farmasi dan mobil.
Retorika dari pemerintah Inggris mengisyaratkan negara itu dapat mencoba menjadi pembawa perdamaian dalam perang dagang global, tetapi apakah ada yang mendengarkan?
Inggris dapat memilih satu sisi, dengan mencoba dibebaskan dari tarif Trump yang lebih umum.
Para diplomat merasa gembira dengan penasihat ekonomi yang lebih pragmatis bagi presiden terpilih AS itu, yang menyarankan bahwa sekutu yang bersahabat mungkin akan mendapatkan kesepakatan yang lebih baik.

Seorang pria dengan pena di tangannya dan buku catatan sedang melihat layar komputer di Bursa Efek New York pada 6 November 2024 (Getty Images)
Atau, akankah dunia mendapat manfaat lebih jika Inggris bergabung dengan Uni Eropa untuk mencegah penerapan tarif perdagangan semacam itu?
Di luar AS, bagaimana dampaknya?
Jika ekonomi terbesar dunia melakukan proteksionisme massal, akan sulit membujuk banyak negara ekonomi kecil untuk tidak melakukan hal yang sama.
Semua ini masih bisa ditebak. Peringatan Trump bisa diterima begitu saja. Tidak ada yang pasti, tetapi perang dagang yang sangat serius bisa saja dimulai.
(nvc/nvc)
Sri Mulyani Ungkap Dampak Kemenangan Donald Trump ke RI
Kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS berdampak pada perekonomian global. Sri Mulyani menjelaskan pengaruhnya terhadap kebijakan dan nilai tukar rupiah. [533] url asal
#joe-biden #dampak-kemenangan-trump #amerika #perubahan #partai-republik #presiden-as #indonesia #pers-apbn-kita #pilpres #detikfinance #the-fed #kemenangan-donald-trump #kemenangan-donald #kamala-harris #preside
(detikFinance) 09/11/24 15:00
v/17884041/
Jakarta - Donald Trump kembali terpilih sebagai Presiden AS usai unggul dari kompetitornya di Pilpres, Kamala Harris. Kemenangan Trump tersebut tentu berdampak pada perekonomian global termasuk Indonesia.
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati pun membeberkan dampak kemenangan Trump tersebut terhadap perekonomian RI. Ia mengatakan pengaruh pertama yang akan dirasakan adalah dari sisi kebijakan. AS sebagai negara ekonomi terbesar di dunia akan mengalami perubahan sejumlah kebijakan karena adanya perbedaan pandangan Trump dengan pemerintahan Joe Biden.
"Itu juga nanti akan menimbulkan banyak sekali policy yang tentu berubah karena Presiden Trump didukung oleh Partai Republik, sedangkan yang saat ini Presiden Biden adalah dari Demokrat," kata Sri Mulyani dalam konferesi pers APBN KiTa, Jumat (8/11/2024) dilansir dari detikFinance.
Menurutnya, perang perdagangan antara AS dengan China juga menjadi perhatian. Dikhawatirkan perang antar dua negara raksasa ekonomi tersebut akan meningkat. Apalagi tensi geopolitik di beberapa negara juga belum usai.
"Beberapa perubahan di dalam policy telah menimbulkan reaksi sesaat atau langsung dari market seperti ekspektasi terhadap penurunan pajak korporasi, adanya ekspansi belanja, kenaikan-kenaikan dari tarif impor terhadap negara-negara yang berdagang dengan Amerika terutama terhadap RRT juga diantisipasi," terang Sri Mulyani.
Ia menyebut salah satu pandangan Donald Trump yang berbeda dengan Biden adalah tentang perubahan iklim. Trump disebut Sri Mulyani lebih berkomitmen untuk penurunan CO2. Perbedaan kebijakan dan pandangan tersebut diprediksi akan mempengaruhi pergerakan harga minyak dunia.
"Terutama dari energi tentu akan memberikan dampak baik terhadap harga minyak dunia maupun terhadap trend ke depan dari isu-isu yang terkait dengan climate change maupun energi," ungkapnya.
Selain terhadap kebijakan, bendahara negara tersebut juga mengatakan, kemenangan Donald Trump akan memberikan sentimen yang cukup kuat. Yang akan langsung terasa adalah pengaruhnya terhadap nilai tukar mata uang di dunia, termasuk rupiah.
Nilai tukar dolar AS sampai Oktober 2024, lanjutnya, telah menguat di level Rp 15.200. Meski sempat melemah akibat sentimen global akibat penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed), namun kini dollar AS kembali perkasa.
"Sekarang setelah terpilihnya Presiden Donald Trump, dolar indeks mengalami penguatan, sehingga nilai tukar rupiah kita kemarin cenderung mengalami tekanan," tuturnya.
Sentimen-sentimen tersebut akan membuat rupiah tertekan. Rupiah telah terkoreksi 2,68%. Namun, jika dibandingkan dengan mata uang negara G7 dan G20, rupiah masih cukup baik.
"Indonesia masih relatif cukup baik dari sisi nilai tukar kita, depresiasi 2,68%, dibandingkan Kanada 4,46%, Filipina 5,69%, Korea 6,79%," pungkasnya.
(nkm/nkm)
Donald Trump Menang, Perusahaan Elon Musk Ini Dihargai Rp 15.672 Triliun
Nilai perusahaan mobil listrik milik orang terkaya di dunia Elon Musk, Tesla, tembus US$ 1 triliun atau Rp 15.672 triliun (kurs Rp 15.672/dolar AS) [368] url asal
#pemilu #trump #presiden #donald #morningstar #cfra-research #kamala-harris #dolar #nilai-saham-tesla-milik-elon-musk #garrett-nelson #saham-perusahaan-elon-musk #presiden-as #pilpres #david-whiston #perusahaa
(detikFinance - Sosok) 09/11/24 13:38
v/17878258/
Jakarta - Nilai perusahaan mobil listrik milik orang terkaya di dunia Elon Musk, Tesla, tembus US$ 1 triliun atau Rp 15.672 triliun (kurs Rp 15.672/dolar AS). Pencapaian ini terjadi berkat peningkatan harga saham perusahaan yang sangat tinggi usai Donald Trump terpilih sebagai Presiden AS.
Melansir dari Reuters, Sabtu (9/11/2024), peningkatan nilai saham Tesla ini terjadi seiring banyaknya investor berspekulasi bahwa perusahaan-perusahaan milik Elon Musk akan mendapatkan perlakuan yang menguntungkan dari Trump berkat dukungannya yang luas selama kampanye Pilpres AS kemarin.
Saham produsen mobil listrik itu tercatat melonjak 8,2% menjadi US$ 321,22 sepanjang perdagangan Jumat (8/11) kemarin. Melambungkan valuasi perusahaan di atas angka triliun dolar untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.
Secara umum, nilai saham Tesla milik Elon Musk itu sudah naik sekitar 29% sepanjang minggu ini yang membuat nilai perusahaan naik lebih dari US$ 230 miliar. Ini merupakan kinerja saham perusahaan yang terbaik sejak Januari 2023 lalu.
"Tesla dan CEO Elon Musk mungkin adalah pemenang terbesar dari hasil pemilu, dan kami yakin kemenangan Trump akan membantu mempercepat persetujuan regulasi atas teknologi mengemudi otonom perusahaan," kata analis ekuitas senior di CFRA Research, Garrett Nelson.
Dalam hal ini, banyak analis berpendapat orang terkaya di bumi itu dapat mendorong terciptanya regulasi yang menguntungkan bagi produsen kendaraan otonom seperti Tesla selama kepemimpinan Trump nanti.
Selain itu dirinya juga disebut-sebut bisa meminta Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS untuk menunda tindakan penegakan hukum yang melibatkan keselamatan sistem bantuan pengemudi Tesla saat ini.
Berbagai kesempatan inilah yang menurut banyak analis pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja Tesla sepanjang pemerintahan Trump. Tentu hal ini menjadi daya tarik banyak investor untuk membeli saham perusahaan Elon Musk itu.
"Jika Musk dapat meyakinkan Trump untuk menetapkan aturan kendaraan otonom federal, kami pikir itu hal yang baik bagi industri otomotif karena kami pikir perusahaan menginginkan satu set aturan daripada setiap negara bagian membuat aturan mereka sendiri," kata ahli strategi ekuitas di Morningstar, David Whiston.
Seperti diketahui Elon Musk banyak menyatakan dukungannya kepada Trump selama masa kampanye Pilpres AS berlangsung. Tak tanggung-tanggung, ia bahkan sempat mengucurkan donasi sebesar sebesar US$ 75 juta (setara Rp 1,16 triliun) untuk meningkatkan peluang kemenangan Trump melawan Kamala Harris.
(hns/hns)
Ekonom: RI bisa ambil benefit dari kebijakan proteksionisme Trump
Ekonom Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI Teuku Riefky menilai Indonesia bisa mengambil benefit dari kebijakan proteksionisme Donald ... [317] url asal
#donald-trump #pilpres-as #mitra-dagang
(Antara) 09/11/24 00:09
v/17818520/
Jakarta (ANTARA) - Ekonom Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI Teuku Riefky menilai Indonesia bisa mengambil benefit dari kebijakan proteksionisme Donald Trump yang kembali terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS).
“Secara historis, Trump itu bersifat proteksionis. Tapi, ini sebetulnya tidak serta merta menjadi pertanda buruk untuk Indonesia. Justru Indonesia kemungkinan bisa menarik benefitnya dari ini kalau kita bisa mempersiapkan diri,” kata Riefky saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, bila Trump melanjutkan kebijakan proteksionismenya, sebagaimana yang ia lakukan pada periode pertama jabatannya sepanjang 2017-2021, maka akan muncul realokasi peta perdagangan global dan investasi.
Hal itu disebabkan sikap proteksionisme Trump bakal mengerek tarif impor terhadap negara-negara yang berdagang dengan AS, terutama China. Bila tarif impor naik, kemungkinan akan terjadi perubahan haluan mitra dagang.
“Misalnya, kalau tarif antara AS dan China naik, AS mengimpornya bukan dari China lagi, tapi dari Meksiko. Begitu pun dengan China, mungkin tidak mengimpor dari AS lagi, tapi dari Vietnam atau Eropa. Jadi, ada realokasi dari rantai pasok global,” jelasnya.
Sementara arus investasi bakal mengikuti arah perdagangan. Bila tarif antara AS dan China besar, maka bisa merealokasikan investasi ke negara-negara lain yang tarifnya tidak terlalu besar.
Dia meyakini kondisi tersebut bisa dimanfaatkan oleh Indonesia.
Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk memantau perkembangan dari arah kebijakan perdagangan AS pada masa kepemimpinan Trump.
Donald Trump memenangi Pilpres AS 2024 melawan pesaingnya dari Partai Demokrat dan petahana wakil presiden, Kamala Harris, menurut lembaga survei dan media utama AS pada 6 November.
Hingga 8 November, Associated Press (AP) melaporkan bahwa Trump telah meraih 295 suara elektoral, melewati ambang batas 270 suara elektoral yang diperlukan untuk memenangi Pilpres AS.
Sementara itu, Harris sampai saat ini baru mengantongi 226 suara elektoral.
Namun, Pilpres AS 2024 masih belum selesai karena masih ada proses selanjutnya yang harus dilakukan sebelum Trump dapat secara resmi ditetapkan sebagai presiden terpilih dan dilantik.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2024
Kemenangan Trump dikhawatirkan turunkan kinerja ekspor RI
Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat dikhawatirkan menghambat ... [290] url asal
#ekspor-indonesia #donald-trump #pilpres-as
(Antara) 08/11/24 22:19
v/17807576/
China, sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, akan menjadi negara yang paling terdampak dari kebijakan proteksionisme Trump
Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat dikhawatirkan menghambat kinerja ekspor Indonesia.
Menurut Budi, pertumbuhan ekspor Indonesia akan terhambat karena kebijakan proteksionisme yang diusung Trump, seperti pengenaan tarif impor yang tinggi.
“Sudah pasti (menghambat kinerja ekspor Indonesia) karena kalau perang tarif seperti itu bisa menyebabkan daya saing berkurang,” kata dia saat dihubungi dari Jakarta, Jumat.
Ia berpendapat China, sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, akan menjadi negara yang paling terdampak dari kebijakan proteksionisme Trump.
Menurutnya, jika pertumbuhan ekonomi China melambat akibat kebijakan tersebut, maka permintaan terhadap produk-produk Indonesia ke China juga akan ikut menurun.
“Jadi ketika negara-negara mitra tujuan ekspor Indonesia terkena dampaknya dan mengalami perlambatan, maka secara langsung maupun tidak langsung Indonesia juga akan terdampak,” ucapnya.
Lebih lanjut, Budi menilai meskipun ada potensi penerapan pajak tinggi terhadap produk-produk China, peluang bagi Indonesia untuk mengisi pasar AS yang ditinggalkan China sangat terbatas.
Produk-produk China yang memiliki keunggulan kompetitif dinilai sulit digantikan oleh produk-produk Indonesia dalam waktu singkat.
Donald Trump memenangi Pilpres AS 2024 melawan pesaingnya dari Partai Demokrat dan petahana wakil presiden, Kamala Harris, menurut lembaga survei dan media utama AS pada 6 November.
Hingga 8 November, Associated Press (AP) melaporkan bahwa Trump telah meraih 295 suara elektoral, melewati ambang batas 270 suara elektoral yang diperlukan untuk memenangi Pilpres AS.
Sementara itu, Harris sampai saat ini baru mengantongi 226 suara elektoral.
Namun, Pilpres AS 2024 masih belum selesai karena masih ada proses selanjutnya yang harus dilakukan sebelum Trump dapat secara resmi ditetapkan sebagai presiden terpilih dan dilantik.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2024
Daftar 10 Presiden AS Terkaya, Donald Trump Nomor 1
Donald Trump disebut-sebut sebagai presiden AS terkaya. [194] url asal
#pilpres-amerika-serikat #pemilihan-presien #cbs-news #andrew-jackson #kamala-harris #pilpres #jhon-f-kennedy #theodore-roosevelt #washington #3-george-washington #sejarawan-kepresidenan #perang-saudara #barbara
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 08/11/24 13:39
v/17769966/
Jakarta - Donald Trump kembali memenangkan pemilihan presien (Pilpres) Amerika Serikat (AS). Ia mengalahkan pesaingnya Kamala Harris.
Sebagai orang nomor satu AS, Donald Trump disebut-sebut sebagai presiden AS terkaya.
Dikutip dari CBS News, Jumat (8/11/2024), harta kekayaan Trump saat menjabat pertama pada tahun 2016 senilai US$ 3,7 miliar atau setara Rp 58 triliun (kurs Rp 15.680). Namun demikian, sejarawan kepresidenan Barbara A Perry mengatakan, sebagian besar presiden AS setelah Perang Saudara bukanlah kalangan pebisnis kaya.
Barbara mencontohkan Bill Clinton yang merupakan presiden ke-42 dan Barack Obama presiden ke-44.
"Mereka datang dari nol dan bukan orang elit," katanya.
Lalu, siapa saja presiden AS paling kaya? Berikut daftarnya berdasarkan laporan 24/7 Wall St tahun 2023:
1.Donald Trump: Rp 58 triliun
2.Jhon F Kennedy: Rp 20,3 triliun
3.George Washington: Rp 11,1 triliun
4.Thomas Jefferson: Rp 4,4 triliun
5. Theodore Roosevelt: Rp 2,6 triliun
6.Andrew Jackson: Rp 2,5 triliun
7.James Madison: Rp 2,1 triliun
8.Lyndon B Jhonson: Rp Rp 2,06 triliun
9.Herbert Hoover: Rp 1,5 triliun
10.Bill Clinton: Rp 1,4 triliun
Elon Musk Raup Miliaran Dolar dari Kemenangan Trump
Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS (Amerika Serikat) 2024 menyebabkan kekayaan bersih Elon Musk, meroket sebesar USD26,5 miliar atau setara Rp409,3... | Halaman Lengkap [397] url asal
#elon-musk #donald-trump #saham-tesla #pilpres-as #miliarder
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 08/11/24 13:11
v/17770791/
JAKARTA - Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS (Amerika Serikat) 2024 menyebabkan kekayaan bersih Elon Musk , meroket sebesar USD26,5 miliar atau setara Rp409,3 triliun, menurut Indeks Miliarder Bloomberg. Musk diketahui merupakan salah satu pendonor utama Trump dalam periode Pilpres AS kali ini.Indeks Miliarder Bloomberg adalah peringkat 500 orang terkaya di dunia berdasarkan kekayaan bersih mereka. Daftar tersebut memperhitungkan fluktuasi harga saham perusahaan di mana mereka memiliki kepemilikan.
Musk, pemilik Tesla, CEO SpaceX, dan X (dulunya Twitter) masih memimpin peringkat sebagai orang terkaya di dunia dengan harta kekayaan diperkirakan mencapai USD290 miliar.
Saham Tesla melonjak 14,8% pada hari Rabu (6/11) ketika investor memperkirakan bahwa Musk dan produsen kendaraan listriknya akan mendapat manfaat dari kembalinya Trump ke Gedung Putih.
Musk yang berkampanye bersama presiden terpilih, mendukung Trump dengan menggelontorkan dana hingga jutaan dolar sejak secara resmi menyatakan dukungannya pada bulan Juli. Menurut laporan media, Musk menyumbangkan sekitar USD119 juta kepada komite aksi politik Partai Republik.
Tesla, yang mendominasi penjualan EV (mobil listrik) di AS dengan pangsa pasar 48,9%, diperkirakan akan mencetak keuntungan tajam di bawah pemerintahan Trump. Hal itu mengingat rencana Partai Republik untuk pengenaan tarif ekstensif pada impor mobil China.
"Tesla memiliki skala dan ruang lingkup yang tak tertandingi," kata analis Wedbush Dan Ives, dalam sebuah catatan kepada investor.
"Dinamika ini dapat memberi Musk dan Tesla keunggulan kompetitif yang jelas dalam lingkungan subsidi non-EV, ditambah dengan kemungkinan tarif China yang lebih tinggi yang akan terus mendorong pemain EV China," bebernya.
Sementara itu Trump sempat berulang kali memperingatkan bahwa dia akan mengenakan tarif hingga 200% pada kendaraan yang diimpor dari China.
"Mereka akan membayar tarif 100% atau bahkan mungkin 200% karena kami tidak akan membiarkan mereka masuk ke negara kami dan menghancurkan apa yang tersisa dari industri otomotif kami," janji Trump pada bulan Oktober lalu.
Pada awal bulan ini, Trump juga menjanjikan peran kepada CEO Tesla itu dalam pemerintahannya. Selain Musk, kekayaan sejumlah miliarder lainnya juga meroket menyusul kemenangan Trump.
Pemilik Amazon, Jeff Bezos melihat kekayaan bersihnya melonjak USD7 miliar menjadi USD223,5 miliar, untuk mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya kedua di dunia mengikuti Musk.
Raja kripto juga mendapatkan sentimen positif. Kekayaan bersih Brian Armstrong, salah satu pendiri dan CEO bursa kripto Coinbase, melonjak sebesar USD2,6 menjadi USD11 miliar, menurut Bloomberg.
Sedangkan pendiri bursa kripto Binance, Changpeng Zhao bertambah USD12,1 miliar setelah pemilihan, meningkatkan kekayaannya menjadi USD52,7 miliar.
Dampak Kemenangan Trump, Harga Bitcoin Cetak Rekor Tembus Rp1,2 Miliar
Harga Bitcoin kembali mencapai rekor tertinggi mencapai USD76.000 atau sekitar Rp1,2 miliar yang didorong kemenangan Donald Trump di Pilpres AS. Harga Bitcoin (BTC)... | Halaman Lengkap [345] url asal
#harga-bitcoin #donald-trump #pilpres-as
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 08/11/24 10:31
v/17761179/
JAKARTA - Harga Bitcoin (BTC) kembali mencapai rekor tertinggi atau All Time High (ATH) mencapai USD76.000 atau sekitar Rp1,2 miliar yang didorong kemenangan Donald Trump di Pilpres AS serta meningkatnya minat dari kalangan institusional. Hal ini disebabkan oleh sentimen positif yang menguat di pasar kripto.Trump dikenal memiliki sikap mendukung kebijakan yang pro terhadap aset digital dan sektor teknologi, sehingga memberikan pengaruh positif terhadap pasar kripto. Selain itu, Trump juga berencana untuk membentuk cadangan Bitcoin nasional dan menjadikan Amerika sebagai pemimpin global dalam hal aset Bitcoin.
Selain faktor politik, pergerakan dana institusional di pasar juga menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga Bitcoin belakangan ini. Data dari Farside Investors pada Rabu (6/11), menunjukkan ETF Bitcoin mencatat arus masuk sebesar USD621,9 juta usai kemenangan Trump.
CEO Indodax Oscar Darmawan menilai, fenomena ini mencerminkan betapa kuatnya pengaruh peristiwa politik AS terhadap harga Bitcoin. "Ketika Bitcoin mencapai rekor harga tertinggi, ini menunjukkan kepercayaan dan harapan yang besar dari para investor. Faktor politik, seperti kemenangan Trump yang pro kripto pada Pilpres AS, memberikan dorongan psikologis yang signifikan di pasar," ungkap Oscar dalam pernyataan tertulis, Jumat (8/11/2024).
Oscar juga menggarisbawahi peran penting institusi besar dalam adopsi Bitcoin. Menurut dia adopsi Bitcoin bukan hanya didorong oleh para investor ritel, tetapi juga semakin kuat di kalangan institusi keuangan terutama setelah adanya pengajuan ETF Spot Bitcoin dari perusahaan besar seperti BlackRock.
"Hal ini menunjukkan perubahan persepsi institusi terhadap aset kripto yang kini dilihat sebagai instrumen investasi jangka panjang," kata Oscar.
Oscar mengatakan permintaan dari kalangan institusional, yang cenderung lebih stabil dan berjangka panjang memberikan dampak terhadap keberlanjutan harga Bitcoin di level tinggi.
"Ketika institusi mulai berinvestasi dalam Bitcoin, mereka membawa likuiditas yang lebih besar dan legitimasi ke pasar kripto. Ini menjadi bukti bahwa Bitcoin semakin diterima di kalangan mainstream dan bukan sekadar aset spekulatif semata," jelas Oscar.
Pihaknya mengingatkan para investor untuk tetap berhati-hati dalam berinvestasi dan mempertimbangkan risiko yang ada akibat volatilitas pasar kripto. Indodax terus berkomitmen untuk menyediakan akses mudah ke aset digital serta memastikan keamanan dan transparansi dalam setiap transaksi bagi para pengguna.
Daftar 40 Miliarder Pendonor Super Kaya Donald Trump di Pilpres AS 2024
Pilpres AS tidak hanya soal persaingan antara Donald Trump dan Kamala Harris, tetapi juga melibatkan sejumlah miliarder. Intip daftar 40 miliarder yang menjadi... | Halaman Lengkap [3,829] url asal
#donald-trump #pilpres-as #pilpres-amerika-serikat #miliarder #orang-terkaya
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 08/11/24 10:29
v/17759546/
JAKARTA - Pemilihan Presiden atau Pilpres Amerika Serikat (AS) tidak hanya soal persaingan antara Donald Trump dan Kamala Harris, tetapi juga melibatkan sejumlah miliarder AS. Di kubu Trump, ada beberapa miliarder dengan berbagai latar belakang.Beberapa dari mereka adalah rekan dan pendukung lama, sementara yang lainnya adalah pendatang baru. Para pendukung Trump dari kalangan miliarder ini mewakili beragam industri, dari pemilik raksasa minyak seperti Harold Hamm hingga elit Silicon Valley yang sebelumnya berhaluan kiri seperti Elon Musk dan Marc Andreessen seperti dilansir Bussiness Insider.
Masing-masing individu dengan kekayaan mentereng ini memiliki alasan yang berbeda untuk pilihan mereka: Beberapa mempermasalahkan rencana pajak Kamala Harris, sementara yang lain lebih memilih sikap keras Trump tentang imigrasi.
"Saya berbagi keprihatinan sebagian besar orang Amerika bahwa kebijakan ekonomi, imigrasi dan luar negeri kita membawa negara ke arah yang salah. Untuk alasan ini, saya berencana memilih perubahan dan mendukung Donald Trump sebagai Presiden," kata CEO Blackstone, Steve Schwarzman dalam sebuah pernyataan kepada Axios.
Pada tahun 2022, miliarder keuangan itu mengatakan dia tidak akan mendukung Trump dalam pemilihan dan menyerukan "Partai Republik untuk beralih ke generasi pemimpin baru."
Berikut adalah beberapa miliarder terkaya dan paling terkenal yang berkontribusi pada kampanye Trump 2024, termasuk komite penggalangan dana bersama "Trump 47", yang membagi hasil antara kampanye Trump dan Komite Nasional Partai Republik, dan super Komite Aksi Politik (PAC) MAGA Inc. pro-Trump.
Intip Daftar 40 Miliarder Pendonor Donald Trump di Pilpres AS 2024
1. Elon Musk
America PAC telah mengumpulkan dukungan dari orang lain di Silicon Valley dan menarik perhatian publik. Pada akhir Oktober, Elon Musk berjanji akan memberikan uang USD1 juta (sekitar Rp15,5 miliar) setiap hari hingga hari pemilu AS pada 5 November mendatang kepada seseorang yang menandatangani petisi daringnya yang berjanji akan ?mendukung Amandemen Pertama dan Kedua.?
Cek USD1 juta pertama diberikan kepada seorang peserta acara America PAC yang diselenggarakan Musk di Harrisburg, Pennsylvania, pada hari Sabtu (19/10). Acara itu digelar untuk menggalang dukungan bagi calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump.
Diketahui Musk tidak pernah menjadi pendonor politik sebelumnya, meskipun dia telah meningkatkan retorikanya dalam beberapa tahun terakhir.
2. Steve Schwarzman
CEO Blackstone, Steve Schwarzman sempat mengatakan, Partai Republik membutuhkan "generasi pemimpin baru". Tetapi pada bulan Mei, dia mengaku akan memilih mantan presiden pada bulan November.Pada tahun 2020, Schwarzman dengan harta kekayaan mencapai USD50,1 miliar, menurut Forbes, sudah menyumbangkan jutaan dolar untuk kampanye.

"Kebangkitan dramatis antisemitisme telah membuat saya fokus pada konsekuensi dari pemilu yang akan datang dengan urgensi yang lebih besar," ungkap Steve Schwarzman dalam pernyataannya.
Seorang pendonor jangka panjang dari Partai Republik dengan pengaruh yang kuat di Wall Street, Schwarzman sejauh ini telah menyumbangkan USD419.600 kepada Komite Trump 47 dan jutaan untuk PACS yang fokus pada pemilihan Partai Republik ke Kongres.
3. Miriam Adelson
Dukungan Adelson, tidak lantas membuatnya mengucurkan dana besar. Pemilik kekayaan bersih USD35,4 miliar, menurut Forbes, Miriam Adelson dilaporkan berencana untuk menyumbangkan setidaknya USD90 juta ke PAC super Preserve America yang jadi bagian penting bagi upaya kembalinya Trump ke Gedung Putih.
Sementara pada bulan Mei, dia menyumbangkan USD5 juta untuk Preserve America. Pada tahun 2020, dia dan Sheldon adalah pendonor terbesar Trump, menyumbangkan lebih dari USD120 juta untuk kampanyenya, serta untuk tujuan dan kandidat Republik lainnya.
4. Diane Hendricks
Diane Hendricks, salah satu pendiri perusahaan atap ABC Supplies, tercatat sudah menyumbangkan setidaknya USD15 juta ke MAGA Inc. super Pac dan USD844.600 untuk Komite Trump 47.Memiliki harta senilai USD21,9 miliar, menurut Forbes, dia adalah pendonor reguler dari Partai Republik. Pada 2016, dia menjabat sebagai wakil ketua salah satu komite penggalangan dana Trump dan telah memberikan enam angka kepada berbagai partai negara bagian Republik dan Komite Nasional Republik.
Dia juga sudah menyumbangkan USD15 juta ke super PAC MAGA Inc. siklus ini dan USD844,600 untuk Komite Trump 47.
5. Harold Hamm
Harold Hamm, seorang raja minyak dan gas pemilik kekayaan USD18,5 miliar, berdasarkan data Forbes, telah menyumbangkan USD614.000 kepada Komite Trump 47 dan USD200.000 untuk super PAC MAGA Inc. yang bersekutu dengan Trump.
Seperti beberapa donor miliarder lainnya, Hamm tidak selalu yakin Trump adalah orang yang tepat untuk tahun 2024. Dia menyumbangkan ribuan untuk Gubernur Florida Ron DeSantis dan mantan Duta Besar Nikki Haley dalam pemilihan pendahuluan.
Bahkan dilaporkan dia mengatakan kepada Trump untuk mengakhiri kampanye presidennya tahun lalu, dengan alasan "kekacauan" yang disebabkan oleh mantan presiden.
Dukungan Hamm mungkin memberikan beberapa wawasan tentang bagaimana Trump melakukannya dengan uang minyak dan gas, yang telah dia cari selama berbulan-bulan. "Republik, Demokrat ... Saya seorang oilocrat," katanya kepada Financial Times pada tahun 2022.
6. Andrew Beal
Bankir Andrew Beal yang berbasis di Texas dengan harta mencapai USD12 miliar, menurut Forbes. Dia telah menghabiskan setidaknya USD1,8 juta untuk kelompok-kelompok pendukung Trump pada tahun 2024, tetapi dukungannya sudah bertahan selama bertahun-tahun. Kedua pria itu dilaporkan berteman, meskipun ada perselisihan bisnis sebelumnya.Pada tahun 2016, Beal membentuk PAC, Save American From Its Government, untuk mendukung pencalonan awal Trump menuju Gedung Putih. Kelompok itu menghabiskan uang untuk iklan surat kabar di negara bagian dan Ia mendanai awal PAC dengan USD2 juta.
"Saya punya banyak uang dan akan membelanjakannya untuk menjadikannya negara yang lebih baik," kata Beal kepada Forbes pada saat itu.
"Tujuan saya adalah membuat negara yang lebih baik dengan memilih Donald Trump," sambungnya.
Pada tahun 2020, Beal menyumbangkan lebih dari USD4 juta kepada komite Trump dan upaya GOP lainnya pada tahun 2020.
7. Bernard Marcus
Salah satu pendiri Home Depot Bernie Marcus telah menyumbangkan jutaan dolar kepada GOP, membuatnya berselisih dengan rekan pendiri dan salah satu pendonor Demokrat, Arthur Blank.Marcus yang memiliki kekayaan USD11 miliar menurut data Forbes, adalah pendukung MAGA awal. Dia menyumbangkan lebih dari USD5 juta ke super PACS terkait Trump pada tahun 2016 dan USD10 juta di 2020.

Marcus dan istrinya juga sudah memberikan setidaknya USD1 juta untuk MAGA Inc. dan USD844.600 kepada Komite Trump 47. Tinggal di Atlanta, Marcus juga telah menghabiskan dana besar dalam persaingan menuju senat utama di Georgia.
Pria berusia lebih dari 90 tahun itu dan istrinya adalah pendonor individu terbesar ketujuh dari Partai Republik pada tahun 2020, seperti dilaporkan Reuters. Dia menggambarkan Trump sebagai "fixer" yang akan membantu ekonomi.
Bernard Marcus, salah satu pendiri Home Depot yang membantu mengembangkan bisnis yang berbasis di Atlanta menjadi perusahaan global, telah meninggal pada usia 95 tahun. Home Depot mengumumkan kematian Marcus pada Selasa pagi, lalu.
8. Tilman Fertitta
Miliarder yang satu ini memberikan setidaknya lebih dari USD407.000 kepada Komite Trump 47, lalu USD306.500 kepada Komite Nasional Partai Republik, USD4.950 kepada Donald J. Trump untuk Presiden 2024, dan USD2.500 kepada Save America PAC.
Dukungan Fertitta dalam pemilu ini bukanlah hal baru, karena dia juga menyumbang untuk kampanye Trump selama siklus pemilu 2020. Catatan FEC menunjukkan bahwa dia menyumbangkan USD35.000 kepada mantan presiden AS itu dan USD35.000 lainnya untuk Komite Nasional Republik pada Februari tahun itu.
9. Bill Ackman
Berharta USD9 miliar versi Forbes, Bill Ackman menjadi pendukung Donald Trump yang sangat vokal di platform X (dulunya Twitter). Pendiri dan CEO Pershing Square itu memilih mantan presiden AS setelah upaya pembunuhan pada bulan Juli, tetapi belum menyumbang untuk kampanyenya.
Dukungan Bill Ackman menandai pergeseran arah politiknya dari tahun 2021, ketika dia mengatakan, bahwa Trump harus "mengundurkan diri" setelah peristiwa 6 Januari.
Dalam postingannya yang mendukung Trump musim panas ini, Ackman mengatakan, bahwa dia mendapat "banyak masukan setelah menghabiskan beberapa jam belum lama ini dengan Presiden Trump." Dia secara teratur me-retweet komentar politik dan data jajak pendapat.
10. Douglas Leone
Namun dia sudah menyumbangkan USD2 juta ke super PAC Right for America. Dia juga menyumbangkan USD1 juta ke PAC Amerika dan ratusan ribu dolar mengalir ke Komite Nasional Partai Republik.
Pada tahun 2020, Leone juga menyumbangkan sekitar USD700.000 untuk kampanye pemilihan kembali Trump.
"Saya menjadi semakin khawatir tentang arah negara kita secara umum, keadaan sistem imigrasi kita rusak, defisit yang membengkak, dan salah langkah kebijakan luar negeri, serta di antara isu-isu lainnya," tulisnya di X.
"Oleh karena itu, saya mendukung mantan Presiden Trump dalam pemilihan mendatang," ucapnya.
Leone mewakili banyak petinggi Silicon Valley yang beralih mendukung mantan presiden tersebut. Pemodal ventura David Sacks dan Chamath Palihapitiya, serta sesama mitra Sequoia Leone, Shaun Maguire, telah mendukung Trump untuk pertama kalinya dalam pemilu Presiden AS kali ini.
11. Jeffery Hildebrand
Jeffery Hildebrand, merupakan pendiri dan CEO perusahaan minyak dan gas Hilcorp, dengan harta kekayaan mencapai USD8 miliar, menurut Forbes. Hildebrand menyumbangkan USD3.300 kepada Donald J. Trump untuk Presiden 2024, Inc., lalu ia juga mendonorkan dana sebesar USD5.000 kepada Save America, dan setidaknya USD413.000 ke Komite Nasional Partai Republik.Selain itu perusahaan raksasa minyak itu juga memberikan dana kepada Partai Republik selama pemilihan pendahuluan, termasuk Doug Burgum, Nikki Haley, Ron DeSantis, Mike Pence, dan Tim Scott. Sejak menjadi calon, Trump telah membuat seruan langsung kepada para pemimpin industri minyak dan gas, dengan menjanjikan kepresidenan di eranya bakal pro-bahan bakar fosil dan anti-regulasi.
12. Kelcy Warren
Kelcy Warren, chairman dan mantan CEO perusahaan pipa Energy Transfer Partners dengan kekayaan bersih USD7 miliar, sudah memberikan USD814.600 kepada Komite Trump 47, ditambah USD5 juta untuk super PAC MAGA Inc., dan setidaknya USD413.000 kepada Komite Nasional Partai Republik. Pada tahun 2020, dia juga menyumbangkan USD10 juta untuk PAC super pro-Trump.Perusahaan Warren adalah pemilik Dakota Access Pipeline, yang pembangunannya memicu protes besar dari aktivis lingkungan dan Standing Rock Indian Reservation di tahun 2016.

Meskipun dia adalah pendonor utama Trump pada tahun 2020, dia juga menyumbangkan USD26,400 ke PAC super pro-DeSantis pada Juni 2023. Pada bulan Mei, Trump mendapat dukungan penuh. Kelcy Warren ikut menyelenggarakan penggalangan dana untuk Trump di Houston bulan itu, bersama dengan acara lain di Dallas, yang menghasilkan USD15 juta untuk Trump, seperti dilansir Reuters.
13. Paul Singer
Raksasa Hedge fund, Paul Singer diketahui sudah menyumbangkan dana mencapai USD5 juta ke super PAC MAGA Inc. Sementara itu Paul Singer diperkirakan memiliki kekayaan sebesar USD6 miliar.
Investor Wall Street yang sebelumnya mendukung Nikki Haley di pendahuluan dan memberikan USD5 juta kepada SFA Fund Inc. yang selaras dengan Haley pada Desember 2023, telah memberikan lebih dari USD40 juta kepada kelompok politik ini. Termasuk USD10 juta yang masing-masing untuk Dana Kepemimpinan Kongres dan Dana Kepemimpinan Senat super PAC.
14. Jan Koum
Koum adalah pendukung Nikki Haley yang vokal dan murah hati selama pemilihan pendahuluan Partai Republik dan menyumbangkan setidaknya USD10 juta untuk kampanyenya. Dengan kekayaan bersih USD16,3 miliar, pria berusia 48 tahun itu juga telah memberikan puluhan ribu kepada partai Republik di beberapa negara bagian, termasuk Michigan dan Georgia.
Aktivisme politikmenjadi hal baru bagi Koum, meski dia dulu cukup apolitis, seperti diungkap Puck News tahun lalu.
15-16. Richard dan Elizabeth Uihlein
Harta Richard dan Elizabeth Uihlein jika digabungkan bisa mencapai USD12 miliar, dimana keduanya mendapatkan pundi-pundi kekayaannya dari perusahaan pengemasan dan pengiriman yakni Uline. Keduanya diketahui sudah lama menjadi pendonor yang dapat diandalkan untuk berbagai tujuan dan kandidat konservatif, termasuk mendanai upaya untuk mempersulit amandemen konstitusi Ohio pada tahun 2023.
Uihlein memulai siklus ini dengan mendukung tawaran presiden Gubernur Florida Ron DeSantis, dan masing-masing memberikan USD1,5 juta kepada PAC super DeSantis, Never Back Down.
Setelah Trump ditentukan untuk menjadi calon, mereka masing-masing memberikan USD5 juta kepada super PAC MAGA Inc. yang selaras dengan Trump dan sejak saat itu terus memberikan ribuan kepada Donald J. Trump pada ajang Pemilihan Presiden 2024, Inc.
17. Ike Perlmutter
Anggota Mar-a-Lago, yang memiliki kekayaan bersih USD5 miliar, menurut Forbes, dan istrinya telah memberikan lebih dari USD20 juta untuk Right for America, PAC super pro-Trump.
Nelson Peltz - sesama miliarder dan mitra dalam pengambilalihan Disney yang gagal - mengatakan kepada Financial Times bahwa dia juga akan memilih Trump, meskipun meminta maaf karena mendukung kandidat lain sebelumnya.
18. Joe Ricketts
Joe Ricketts, pendiri dan mantan CEO TD Ameritrade, menurut Forbes memiliki kekayaan senilai USD4 miliar. Dia telah memberikan USD824.600 kepada Komite Trump 47, dan istrinya, Marlene menyumbangkan setidaknya USD814.600. Mereka adalah salah satu pendonor terbesar, dimana sudah memberikan lebih dari USD20 juta untuk tujuan GOP pada tahun 2020, dilaporkan Forbes.
Pada 2019, Ricketts - yang keluarganya memiliki Chicago Cubs - ditemukan telah mengirim email rasis dan Islamofobia selama pemilihan 2012, yang kemudian dia meminta maaf.
Sebagai informasi tahun lalu, salah satu putra Ricketts - mantan Gubernur Nebraska Pete Ricketts - ditunjuk ke Senat AS setelah mantan Senator Ben Sasse memilih untuk pensiun. Ricketts yang lebih muda kemungkinan akan terpilih untuk sisa masa jabatan Sasse.
19. John Paulson
Dia telah lama menjadi rekan mantan presiden dan menjadi penasehat tentang masalah ekonomi. Bloomberg baru-baru ini melaporkan bahwa dia dapat menjabat sebagai Menteri Keuangan di bawah pemerintahan Trump yang kedua.
Pada bulan April, Paulson menjamu Trump dan istrinya, Melania untuk penggalangan dana di rumahnya di Palm Beach. Acara itu dihadiri oleh beberapa miliarder dan dikabarkan berhasil mengumpulkan lebih dari USD50 juta.
20. Steve Wynn
Pemilik kasino dan pengembang real estate, Steve Wynn telah memberikan USD806.300 kepada Komite Trump 47 pada tahun ini. Wynn, merupakan seorang megadonor GOP lama dengan kekayaan bersih USD4 miliar, menurut Forbes, dimana Ia menjabat sebagai wakil chairman komite perdana Trump pada 2017.
Pada tahun 2020, Wynn menyumbangkan setidaknya USD12 juta untuk berbagai tujuan Partai Republik.
21. Woody Johnson
Woody Johnson, pewaris kekayaan farmasi Johnson and Johnson dan salah satu pemilik New York Jets dengan saudaranya, telah menggunakan kekayaannya senilai USD3 miliar, untuk menjadi salah satu pendukung terbesar Trump.
Dia memberikan USD1 juta kepada super PAC MAGA Inc. yang bersekutu dengan Trump, ditambah dia dan istrinya Suzanne masing-masing menyumbangkan USD806.300 untuk Komite Trump 47.
Johnson sempat menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Inggris selama masa kepresidenan Trump.
22. Warren Stephens
Bankir investasi Warren Stephens, dengan harta kekayaan sebesar USD3 miliar, telah menyumbangkan USD2 juta ke MAGA Inc. super PAC dan USD250.000 kepada Komite Trump 47 pada pesta politik kali ini.Di awal dukungannya, Ia mendonasikan lebih dari USD2 juta kepada Nikki Haley selama pemilihan pendahuluan, tetapi mendukung Trump pada tahun 2020, serta memberikan lebih dari USD3 miliar kepada kelompok-kelompok yang mendukung mantan presiden AS itu.
23-24. Cameron dan Tyler Winklevoss
Pada bulan Juni, ketika mereka mendukung Trump, Tyler memanggilnya "pro-Bitcoin, pro-crypto, dan pro-bisnis," serta menambahkan, bahwa Biden telah "secara terbuka menyatakan perang terhadap crypto."
25. Linda McMahon
Linda McMahon, yang mendirikan World Wrestling Entertainment bersama suaminya Vince - yang kekayaan bersihnya adalah USD2,5 miliar versi Forbes - telah memberikan lebih dari USD15 juta kepada super PAC MAGA Inc. yang bersekutu dengan Trump, bersama dengan USD814.600 untuk Komite Trump 47.
Dia juga memberikan jutaan dolar kepada Trump pada tahun 2016 dan lebih dari USD15 juta untuk super PAC pemilihannya kembali pada tahun 2020. Di bawah Trump, McMahon ditunjuk sebagai kepala Small Business Administration dari 2017 hingga 2019. Dia juga chairman dewan America First Policy Institute, sebuah think tank yang selaras dengan Trump.
26. Jimmy John Liautaud
Orang di balik jaringan restoran Jimmy John sandwich sudah memberikan lebih dari USD3 juta kepada kelompok Trump sejauh ini. Pengusaha yang memiliki harta kekayaan mencapai USD2,4 miliar, juga memberikan sejumlah dana termasuk USD1 juta untuk MAGA Inc. super PAC, USD1 juta untuk America super PAC, dan USD844.600 kepada Komite Trump 47.Liautaud terlibat dalam pemerintahan Trump edisi pertama, dimana Ia bertugas di Great American Economic Revival Industry Group for Food and Beverage. Miliarder itu mendukung Trump pada tahun 2020 ke Gedung Putih - bersama dengan istrinya, Leslie, dia menyumbangkan USD100.000 selama siklus pemilihan itu.
Namun pada tahun 2016, Leslie Liautaud memberikan banyak sumbangan kepada Hillary Clinton.
27. Timothy Dunn
Raja minyak dan juga pendeta, Timothy Dunn memiliki harta senilai USD2,2 miliar, dan telah menyumbangkan USD5 juta ke super PAC MAGA Inc. tahun lalu.Pada tahun 2022, ia menyumbangkan lebih dari USD1.8 juta ke Partai Republik dan juga memberi kepada Trump pada tahun 2020. Dia adalah donor aktif dalam politik Texas, dengan mendonorkan hampir USD10 juta kepada Defend Texas Liberty PAC yang konservatif, menurut Texas Monthly, yang melaporkan keterlibatannya dalam gerakan nasionalisme Kristen.
28. Geoffrey Palmer
Geoffrey Palmer, seorang pengembang real estat yang berbasis di Los Angeles mempunyai harta kekayaan mencapai USD2 miliar, menurut Forbes. Geoffrey Palmer telah memberikan USD2 juta kepada super PAC MAGA Inc. Trump dan USD814.600 kepada Komite Trump 47.Palmer telah mengumpulkan teman-temannya yang kaya di Los Angeles untuk menyumbang kepada mantan presiden AS Donald Trump, ditambah serta menyelenggarakan beberapa penggalangan dana, termasuk salah santunya pada September 2023, lalu.
29. Phil Ruffin
Phil Ruffin, seorang raja kasino dengan harga USD2,6 miliar, sudah mendonasikan USD2 juta untuk super PAC MAGA Inc. Trump, USD814.600 kepada Komite Trump 47, dan setidaknya USD413.000 untuk Komite Nasional Partai Republik.Ruffin adalah rekan lama dan mitra bisnis Trump - dia memiliki Trump International Hotel di Las Vegas bersama Trump Organization. Ruffin juga menemani Trump ke Moskow pada tahun 2013 untuk Kontes Miss Universe.
30-31. Marc Andreessen dan Ben Horowitz
Marc Andreessen dan Ben Horowitz, salah satu pendiri perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz, mengumumkan kepada karyawan mereka bahwa mereka akan menyumbang ke PAC yang bersekutu dengan Trump, dilaporkan oleh The Information melaporkan di bulan Juli.Kedua pria itu menyumbangkan USD2,5 juta ke Right for America PAC, yang ingin "memastikan Presiden Donald J. Trump menang dalam pemilihan presiden 2024," menurut situs webnya.

Horowitz mengubah nada suaranya pada awal Oktober, memberi tahu karyawan dalam email bahwa dia dan istrinya berencana untuk memberikan "sumbangan signifikan" untuk mendukung Harris. Dalam email itu, dia mengatakan bahwa dia telah mengenal Harris selama lebih dari satu dekade dan menganggapnya "teman baik."
Dia menahan diri untuk tidak menawarkan dukungan, dan sebuah sumber mengatakan kepada Axios bahwa Horowitz berharap dapat menjaga hubungan kerja dengan kedua kandidat.
Sementara itu Andreessen menurut Forbes, memiliki harta senilai USD1,8 miliar, Ini adalah pergeseran bagi raksasa Silicon Valley, yang pada tahun 2016 mengatakan dia akan memilih Hillary Clinton.
32. Timothy Mellon
Timothy Mellon adalah donor terbesar Trump masa siklus kampanye tahun ini. Miliarder dengan harta setidaknya USD1 miliar ini merupakan pewaris kekayaan perbankan Mellon, dan sudah menyumbangkan USD125 juta kepada Trump.33-34. Kelly Loeffler dan Jeff Sprecher
Pada tahun 2022, Jeff Sprecher diperkirakan punya harta sebanyak USD1 miliar. Loeffler masuk Senat usai ditunjuk oleh Gubernur Georgia Brian Kemp pada akhir 2019 setelah kematian Senator Johnny Isakson. Dia kemudian kalah dalam pemilihan putaran kedua pada Januari 2021 dari Demokrat Raphael Warnock, yang memenangkan masa jabatan penuh pada tahun 2022.
Sementara itu, Sprecher adalah CEO Intercontinental Exchange dan sebelumnya menjabat sebagai ketua Bursa Efek New York.
35-36. Robert dan Rebekah Mercer
Robert Mercer, mantan CEO hedge fund yang menurut The New York Times, adalah seorang miliarder yang sudah menyumbangkan USD814.399 kepada Komite Trump 47. Baik Robert dan putrinya Rebekah telah menjadi kontributor utama untuk pro-Trump.
Pada tahun 2016, mereka membantu menghubungkan Trump dengan tim kampanyenya, dan meskipun mereka bukan pendukung vokal mantan presiden AS itu pada tahun 2020. Namun mereka telah muncul kembali sebagai tuan rumah penggalangan dana dalam periode kali ini.
37. Robert Bigelow
"Saya akan memberinya lebih banyak uang dan pergi tanpa makanan," kata Bigelow kepada Time setelah menuangkan lebih dari USD20 juta ke super PAC "Never Back Down" gubernur Florida pada Maret 2023.
Sejak saat itu, miliarder ini menurut Las Vegas Sun, menyumbangkan sekitar USD15 juta kepada kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Trump sejak Februari 2024. Dia mengatakan kepada Reuters pada bulan Januari, bahwa dia juga akan menyumbangkan USD1 juta untuk membayar biaya hukum Trump.
"Saya hanya bersimpati. Mereka tidak meminta apa pun dari saya," kata Bigelow.
38. Jos� "Pepe" Fanjul
Jos� "Pepe" Fanjul, seorang pengusaha gula, telah memberikan USD814.600 kepada Komite Trump 47 dan setidaknya USD413.000 kepada Komite Nasional Partai Republik. Menurut NBC, Pepe menjadi tuan rumah penggalangan dana untuk mantan presiden AS itu.
Sementara Fanjul telah lama menjadi megadonor GOP, saudaranya Alfonso memiliki sejarah sebagai megadonor utama Demokrat.
39. Edward Roski
Sebagai presiden dan chairman Majestic Realty, Roski memiliki real estat industri dengan luas lebih dari 91 juta kaki persegi dan bernilai USD7,8 miliar, menurut Forbes. Dia menyumbangkan USD200.000 kepada kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Trump dan Komite Nasional Partai Republik, seperti diperlihatkan FEC.Selain pekerjaannya sebagai pengembang properti yang berbasis di Los Angeles, Roski adalah salah satu pemilik LA Lakers, LA Kings, dan Staples Center.
40. Ron Cameron
Pada Juni 2023, Ron Cameron memberikan USD500,000 kepada super PAC yang mendukung mantan Wakil Presiden Mike Pence. Kemudian pada tahun yang sama, ia menyumbang ke PAC yang berafiliasi dengan tawaran presiden yang merupakan mantan duta besar PBB Nikki Haley. Namun, ketika calon presiden dari Partai Republik menjauh, Cameron mengarahkan dananya ke Trump.Cameron berbasis di Arkansas dan CEO Mountaire Farms, perusahaan ayam terbesar keempat di negara itu menurut situs webnya. Pada Juli 2024, dia menyumbangkan USD1 juta ke PAC yang bersekutu dengan Trump, Make America Great Again. Meskipun Cameron menjaga, namun dia secara konsisten menyumbang kepada Partai Republik dan menghabiskan banyak uang selama pertengahan tahun 2022.
The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Ini Alasannya
Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) resmi memangkas suku bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi 4,50-4,75%. [450] url asal
#serikat #akumulasi #pengenaan-tarif #suku-bunga-50 #trump #the-fed-pangkas-suku-bunga-25-bps #nasdaq #s-amp-p-500 #amerika-serikat #inflasi-as #amerika #cnbc #pilpres #suku-bunga-acuan-25 #pengenaan #anjlok #imb
(detikFinance - Sosok) 08/11/24 10:03
v/17761108/
Jakarta - Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) resmi memangkas suku bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi 4,50-4,75%. Penurunan suku bunga disepakati dengan suara bulat pada Federal Open Market Committee (FOMC) salah satunya mempertimbangkan angka pengangguran yang naik di AS.
Dikutip dari CNBC, Jumat (8/11/2024), pemangkasan ini kali kedua yang dilakukan The Fed dalam dua pertemuan FOMC secara beruntun. Sebelumnya, pada September lalu The Fed memangkas suku bunga 50 bps. Dengan demikian, secara akumulasi suku bunga The Fed sudah dipangkas 75 bps.
Setelah pertemuan tersebut, saham ditutup positif, Nasdaq menguat 1,5%. Baik Nasdaq maupun S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi. Sementara imbal hasil Treasury anjlok setelah melonjak pada hari sebelumnya.
Pernyataan usai pertemuan mencerminkan beberapa perubahan dalam cara Fed memandang ekonomi, salah satunya yakni cara menilai upaya untuk menurunkan inflasi sambil mendukung pasar tenaga kerja. The Fed melihat dukungan terhadap lapangan kerja menjadi prioritas yang sama pentingnya dengan menahan inflasi.
"Komite menilai bahwa risiko untuk mencapai sasaran ketenagakerjaan dan inflasi secara kasar seimbang," kata The Fed dalam dokumen.
Inflasi AS kembali ke target bank sentral sebesar 2%, sementara pasar tenaga kerja telah menunjukkan beberapa indikasi pelemahan. Gubernur The Fed Jerome Powell telah berbicara tentang penataan ulang kebijakan ke arah yang tidak seketat sebelumnya saat berfokus pada penjinakan inflasi.
"Kalibrasi ulang lebih lanjut dari sikap kebijakan kami akan membantu mempertahankan kekuatan ekonomi dan pasar tenaga kerja, dan akan terus memungkinkan kemajuan lebih lanjut pada inflasi saat kami bergerak menuju sikap yang lebih netral," kata Powell pada konferensi pers usai pertemuan.
Secara umum, pasar tenaga kerja masih bertahan dengan baik. Namun, lapangan kerja nonpertanian meningkat hanya 12.000 pada Oktober, di bawah estimasi 100.000. Akan tetapi pelemahan tersebut disebabkan oleh badai di Tenggara dan aksi mogok buruh.
Di sisi lain, keputusan pemangkasan suku bunga ini terjadi di tengah perubahan latar belakang politik. Donald Trump memperoleh kemenangan dalam pemilihan presiden (pilpres) AS pada hari Selasa.
Para ekonom sebagian besar memperkirakan, kebijakan-kebijakannya menimbulkan tantangan bagi inflasi, salah satunya yakni pengenaan tarif hukuman dan deportasi massal bagi imigran tidak berdokumen.
Trump juga telah menjadi kritikus keras Powell dan rekan-rekannya selama masa jabatan pertamanya. Para bankir sentral dengan tekun menghindari komentar tentang masalah politik, tetapi dinamika Trump dapat menjadi beban bagi arah kebijakan ke depan.
Akselerasi aktivitas ekonomi di bawah Trump dapat membuat The Fed memangkas suku bunga lebih sedikit, tergantung inflasi. Meski begitu, Powell mengatakan pemerintahan baru tidak akan secara langsung memengaruhi kebijakan moneter.
"Dalam waktu dekat, pemilihan umum tidak akan mempengaruhi keputusan kebijakan kami," kata Powell.
Selain itu, Powell juga mengatakan, dia tidak akan mengundurkan diri bahkan jika presiden terpilih meminta pengunduran dirinya. Powell akan menjabat hingga 2026.
(shc/ara)
Trump dan segala sensasinya menyambut masa jabatan kedua
Donald John Trump dipastikan kembali melenggang ke Gedung Putih setelah memenangi Pemilu Presiden Amerika Serikat yang digelar pada 5 November ... [584] url asal
#donald-trump #pemilu-presiden-as #pilpres-as
(Antara) 07/11/24 17:52
v/17683144/
Jakarta (ANTARA) - Donald John Trump dipastikan kembali melenggang ke Gedung Putih setelah memenangi Pemilu Presiden Amerika Serikat yang digelar pada 5 November lalu.
Presiden terpilih yang berasal dari Partai Republik itu unggul setelah meraih 295 suara elektoral, sementara pesaingnya dari Partai Demokrat yang sekaligus Wakil Presiden AS Kamala Harris mengumpulkan 224 suara, menurut Associated Press (AP).
Trump akan dilantik sebagai Presiden ke-47 AS pada 20 Januari 2025, yang menandai periode kedua pemerintahannya setelah sebelumnya ia mengisi posisi utama di Gedung Putih itu pada 2017-2021.
Lalu siapakah Trump, yang juga dikenal sebagai sosok sensasional itu?
1. Berangkat dari bisnis
Trump memulai karir sebagai pengembang real estat dan pengusaha berbagai bisnis seperti hotel dan kasino, lapangan golf, kontes kecantikan, serta produk bermerek di seluruh dunia.
Pria yang lahir pada 14 Juni 1946 di Queens, New York, itu juga menulis belasan buku termasuk The Art of Deal yang diterbitkan pada 1987.
Dari tahun 2004 hingga 2015, Trump menjadi pembawa acara dan produser acara televisi populer, The Apprentice.
Trump menerima pencalonannya sebagai presiden AS dari Partai Republik pada 2016. Setelah memenangi pemilu pada tahun yang sama, ia dilantik sebagai Presiden ke-45 AS pada Januari 2017.
2. Kebijakan kontroversial
Periode pertama pemerintahan Trump ditandai oleh serangkaian kebijakan kontroversial dan langkah kebijakan luar negeri.
Ia memiliki perselisihan panjang dengan lembaga hukum seperti FBI dan CIA, serta beberapa jenderal Pentagon.
Trump juga disebut pernah menolak beberapa saran dari Dinas Rahasia dan mengumumkan keputusan melalui media sosial tanpa berkonsultasi dengan para penasihatnya.
Di panggung internasional, kebijakan Trump juga memecah belah, termasuk perang dagang AS-China, dukungannya terhadap Israel, dan seruan untuk kontrol imigrasi yang lebih ketat.
Keputusan untuk menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran dan Perjanjian Iklim Paris merupakan beberapa langkah paling kontroversial selama AS dipimpin oleh Trump.
Saat mencoba mengekang dominasi pasar China melalui pajak impor yang tinggi, Trump menimbulkan kontroversi dengan pertemuan persahabatannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan upayanya untuk membentengi perbatasan AS-Meksiko dengan penghalang logam.
3. Dua kali dimakzulkan
Trump merupakan presiden pertama AS yang dimakzulkan dua kali.
Pada Desember 2019, DPR AS yang dikendalikan oleh Partai Demokrat memakzulkan Trump atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres atas upayanya untuk membujuk seorang pemimpin asing, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, untuk mencampuri Pemilu Presiden AS selanjutnya
Trump kemudian diadili di Senat dan dibebaskan pada Februari 2020.
Namun, hanya berselang setahun, DPR AS kembali memakzulkan Presiden Trump. Berbeda dengan preseden sebelumnya, Trump menolak mengakui kekalahan dalam Pilpres 2020 atau mengakui keabsahan kemenangan Joe Biden, yang jauh lebih unggul dengan 306 suara elektoral.
Trump memimpin upaya yang berlarut-larut untuk merusak sertifikasi suara, yang menyebabkan para pendukung Trump melakukan penyerangan brutal di Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021.
Peristiwa itu menyebabkan pemakzulan kedua. Ia diadili di Senat dan dibebaskan lagi beberapa minggu setelah masa jabatannya berakhir.
4. Kasus hukum
Trump juga merupakan presiden pertama AS yang dihukum karena kejahatan berat. Pada Mei 2024, juri di New York City memutuskan Trump bersalah atas 34 tuduhan kejahatan berat berupa pemalsuan catatan bisnis.
Kasus tersebut dikenal sebagai kasus uang tutup mulut, dan dalam dakwaan pada Oktober 2016, Trump meminta salah satu pengacaranya, Michael Cohen, membayar seorang bintang film dewasa, Stormy Daniels, untuk merahasiakan hubungan seksual yang diklaimnya dengan Trump pada tahun 2006.
Jaksa penuntut berpendapat Trump menggunakan praktik bisnis yang curang untuk tujuan mengganggu hasil Pilpres 2016 dengan menyesatkan pemilih.
Juri setuju dengan jaksa penuntut, menyatakannya bersalah atas semua 34 dakwaan, tetapi Trump berjanji untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.
Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2024










