#30 tag 24jam
Target Harga Saham Sido Muncul (SIDO) Direvisi, Ada Apa?
Estimasi laba Sido Muncul (SIDO) direvisi, ada apa? Target harga saham SIDO juga direvisi. Simak penjelasannya. - Halaman all [602] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #sido #sido-muncul #saham-sido #laba-sido-muncul #tolak-angin #produk-herbal #rekomendasi-saham #rhb #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 28/10/24 14:14
v/17114058/
JAKARTA, investor.id – RHB Sekuritas merevisi estimasi laba PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) pada 2024, 2025, dan 2026 sebesar 16,6%, 22,4%, dan 24,8%, serta memperbarui basis valuasi ke tahun depan. Target harga saham SIDO juga direvisi.
“Kami juga menurunkan asumsi pertumbuhan Sido Muncul jangka panjang dari 3% menjadi 2%, seiring kinerja kuartal III-2024 yang lemah,” tulis analis RHB Sekuritas, Vanessa Karmajaya dalam risetnya.
Pada kuartal III-2024, Sido Muncul membukukan laba bersih Rp 170 miliar atau anjlok 22,2% qoq, namun meningkat 22,5% yoy. Alhasil, total laba bersih sepanjang Januari-September 2024 mencapai Rp 778 miliar, naik 32,7% yoy. Pencapaian itu masih di bawah estimasi, yakni 59,4% dan 65% dari perkiraan RHB dan konsensus.
Adapun pendapatan emiten berkode saham SIDO tersebut pada kuartal III-2024 sebanyak Rp 730 miliar atau turun 13,4% qoq, tapi tumbuh 3,2% yoy. Dengan demikian, total pendapatan sepanjang Januari-September 2024 sebesar Rp 2,6 triliun atau meningkat 11,2% yoy. “Itu juga di bawah estimasi kami dan konsensus, masing-masing 62,8% dan 65,3%,” jelas Vanessa.
Sido Muncul (SIDO) mencatatkan penurunan pendapatan di segmen herbal sebesar 11,3% qoq dan 4,5% yoy pada kuartal III-2024 akibat pelemahan daya beli dan tertundanya musim hujan, yang berdampak pada volume penjualan. Pendapatan segmen F&B pada kuartal III-2024 juga turun 16% qoq, namun naik 19,6% yoy.
“SIDO mempertahankan pangsa pasarnya sebesar 72% di segmen herbal dan 50% di segmen minuman energi,” ungkap dia.
Sementara itu, saluran perdagangan umum (GT) menyumbang 80% dari total penjualan. Kemudian, perdagangan modern (MT) berkontribusi 16% dan e-commerce sebesar 4%.
Pada kuartal III-2024, penjualan via GT turun 3% yoy karena perubahan sistem perpajakan mendatang dan pelemahan daya beli. Sedangkan penjualan via MT naik 15% yoy, yang sebagian disebabkan oleh peningkatan penjualan sebesar 25% yoy di dua minimarket terbesar. Sebagai informasi, SIDO baru saja memulai metode pasokan langsung untuk produk Tolak Angin.
“Secara keseluruhan, penjualan SIDO di pasar domestik tumbuh sekitar 2% pada kuartal III-2024, sedangkan ekspor naik sekitar 40%,” sebut Vanessa.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Pada kuartal IV-2024, RHB memperkirakan bakal ada beberapa perbaikan secara kuartalan karena faktor musiman, promosi ‘last bite’, dan pilkada. Di sisi lain, SIDO dalam proses memperoleh lisensi yang diperlukan untuk memasuki pasar Vietnam dan Kamboja pada kuartal IV-2024.
Meski begitu, RHB tetap waspada terhadap prospek SIDO pada kuartal IV-2024 karena tingginya basis pada kuartal IV-2023 untuk segmen herbal, serta kondisi daya beli yang lemah. Apalagi, peluang terjadinya La Nina dalam beberapa bulan mendatang telah berkurang, yang akan membatasi pemulihan penjualan produk herbal dan suplemen.
“Meski SIDO mempertahankan target pertumbuhan dua digit (>10%) untuk pendapatan dan laba 2024, kami perkirakan itu bakal sulit dicapai. SIDO juga belum banyak berbagi detail tentang tingkat penjualan pada Oktober,” tutur Vanessa.
Sementara itu, walaupun belum memutuskan kenaikan harga pada awal 2025, SIDO berencana menaikkan harga beberapa produknya, meski dalam skala lebih kecil dibandingkan periode sebelumnya. Perseroan masih menunggu rincian lebih lanjut tentang penerapan pajak gula.
Dengan berbagai faktor yang ada, RHB merevisi rekomendasi saham Sido Muncul (SIDO) menjadi netral dari sebelumnya buy. Target harga saham SIDO juga direvisi menjadi Rp 620 dari sebelumnya Rp 860. Target harga baru tersebut mencakup 8% premi ESG.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Gandeng Petenis Prancis Alize Lim, Tolak Angin Tingkatkan Popularitas di Kancah Internasional
Tolak Angin gandeng petenis Prancis Alize Lim dalam iklan terbaru untuk memperkuat popularitas global dan mendukung perkembangan tenis di Indonesia. Halaman all [687] url asal
#sido-muncul #irwan-hidayat #produk-herbal #tolak-angin #tenis
(Kompas.com) 26/09/24 07:57
v/15580368/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk menggarap iklan baru untuk Tolak Angin bersama petenis asal Prancis, Alize Lim.
Penggarapan iklan dilaksanakan di bilangan Cipete, Jakarta Selatan. Sejak pagi, puluhan orang yang terdiri dari kru syuting, awak media, dan tim internal Sido Muncul telah berkumpul di lokasi.
Suasana hangat begitu terasa sepanjang pengambilan gambar. Langit pagi Jakarta yang cerah turut mendukung lancarnya kegiatan tersebut.
Alize pun tampil memukau dalam balutan seragam tenis berwarna putih dan riasan natural. Kepiawaiannya dalam memainkan pukulan-pukulan tenis berhasil memikat seluruh hadirin.
Lahir di Paris pada 13 Juli 1990, Alize meniti karier sebagai petenis profesional. Peringkat tertingginya mencapai 135 dunia pada kategori tunggal dan 148 pada kategori ganda. Sukses memetik gelar di berbagai turnamen Internasional Tennis Federation (ITF), ia membuktikan bakat dan dedikasinya pada olahraga tersebut.
Sayangnya, Alize terpaksa menepi dari kompetisi besar akibat cedera pada 2020. Tak patah semangat, ia beralih profesi menjadi komentator dan pembawa acara pertandingan tenis. Kemampuannya dalam menyiarkan pertandingan tenis pun kian berkembang hingga mengantarkannya pada kesuksesan di bidang tersebut.
“Sekarang Alize berperan sebagai host karena pernah mengalami cedera. Karena kecintaannya pada dunia tenis, dia tetap ingin menggeluti bidang ini. Sekarang dia menjadi host di pertandingan-pertandingan tenis,” jelas Wakil Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat saat ditemui di sela-sela syuting iklan.
Kendati demikian, kecintaan Alize pada tenis tak pernah padam. Ia masih aktif mengikuti beberapa kompetisi kecil dan tekun berlatih.
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Suasana syuting iklan terbaru Tolak Angin.Mencintai tenis sejak lama
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menjelaskan bahwa pemilihan tema olahraga tenis dalam iklan Tolak Angin kali ini bukan tanpa alasan. Selain menyukai tenis, ia juga berkeinginan untuk memajukan olahraga tersebut di Indonesia.
"Saya dan keluarga sudah menjadi pencinta tenis selama 55 tahun dan tidak pernah beralih ke olahraga lain," ujarnya saat ditemui di sela-sela syuting iklan.
Maria pun tak menampik hal tersebut. Ia berujar, keluarganya memang mencintai tenis. Dipilihnya Alize sebagai bintang iklan diharapkan bisa meningkatkan kecintaan masyarakat pada olahraga tersebut.
“Seperti yang ayah saya katakan, kami ingin dunia tenis di Indonesia maju. Semoga dengan iklan ini, kami dapat meningkatkan gairah untuk bermain tenis. Kami juga berharap semua orang terinspirasi untuk berolahraga demi kesehatan. Di Indonesia banyak sekali jenis olahraga, tetapi tenis adalah salah satu yang keluarga kami sukai,” ujarnya.
Cinta Irwan pada tenis pun sudah dibuktikan lewat pembangunan lapangan tenis di Semarang dan Jakarta.
"Banyak fasilitas baru yang sedang dibangun. Dengan fasilitas yang semakin memadai, minat masyarakat terhadap tenis diharapkan bisa meningkat,” imbuhnya.
Terkait pemilihan Alize sebagai bintang iklan Tolak Angin, Irwan bercerita bahwa ada fakta menarik soal ini. Timnya menemukan bahwa Alize juga gemar mengonsumsi produk herbal tersebut. Kesamaan garis keturunan kian memantapkan Irwan untuk bekerja sama dengannya.
“Selain itu, ia memiliki garis keturunan (marga) yang sama dengan saya, yaitu dari sang ayah yang berdarah Vietnam,” jelas Irwan.
Irwan menekankan, pemilihan bintang iklan internasional tidak mengurangi rasa nasionalisme. Ia tetap berkomitmen pada kemajuan Indonesia, baik dalam bidang kesehatan maupun olahraga.
Lagi pula, keputusan tersebut bukan pertama kalinya bagi Sido Muncul. Sebelumnya, perusahaan ini pernah bekerja sama dengan putri Senator Filipina Benigno Aquino Jr Kris Aquino dan petinju profesional Filipina Manny Pacquiao.
“Saya tetap nasionalis, lebih dari nasionalis. Namun, saya ingin ada orang Eropa yang mengiklankan Tolak Angin, bukan hanya mengonsumsi,” ujarnya.
Irwan berharap dengan menunjuk Alize sebagai bintang iklan, popularitas Tolak Angin dapat meningkat tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global.
“Iya, semoga dengan bintang iklan ini, kami dapat mempopulerkan olahraga tenis dan membuat Tolak Angin diterima tidak hanya di Indonesia, tetapi juga secara global,” ujar Maria menambahkan.
Produk Tolak Angin sendiri sudah banyak tersedia di toko-toko Asia di seluruh dunia, dengan penjualan tertinggi masih dipegang oleh negara-negara Asia.
“Pasar Tolak Angin di Eropa terus berkembang, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan. Produk kami diterima dengan baik di luar negeri. Jika pergi ke toko-toko oriental, pasti akan menemukannya," ujar Irwan.
Selain syuting iklan, Sido Muncul juga mengadakan pertandingan tenis antara Alize melawan petenis Indonesia Janice Tjen di Lapangan Tenis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (9/7/2024). Acara ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para penggemar tenis di Indonesia.
Gandeng Petenis Prancis Alize Lim, Tolak Angin Tingkatkan Popularitas di Kancah Internasional
Tolak Angin gandeng petenis Prancis Alize Lim dalam iklan terbaru untuk memperkuat popularitas global dan mendukung perkembangan tenis di Indonesia. Halaman all [687] url asal
#sido-muncul #irwan-hidayat #produk-herbal #tolak-angin #tenis
(Kompas.com) 26/09/24 07:57
v/15572531/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk menggarap iklan baru untuk Tolak Angin bersama petenis asal Prancis, Alize Lim.
Penggarapan iklan dilaksanakan di bilangan Cipete, Jakarta Selatan. Sejak pagi, puluhan orang yang terdiri dari kru syuting, awak media, dan tim internal Sido Muncul telah berkumpul di lokasi.
Suasana hangat begitu terasa sepanjang pengambilan gambar. Langit pagi Jakarta yang cerah turut mendukung lancarnya kegiatan tersebut.
Alize pun tampil memukau dalam balutan seragam tenis berwarna putih dan riasan natural. Kepiawaiannya dalam memainkan pukulan-pukulan tenis berhasil memikat seluruh hadirin.
Lahir di Paris pada 13 Juli 1990, Alize meniti karier sebagai petenis profesional. Peringkat tertingginya mencapai 135 dunia pada kategori tunggal dan 148 pada kategori ganda. Sukses memetik gelar di berbagai turnamen Internasional Tennis Federation (ITF), ia membuktikan bakat dan dedikasinya pada olahraga tersebut.
Sayangnya, Alize terpaksa menepi dari kompetisi besar akibat cedera pada 2020. Tak patah semangat, ia beralih profesi menjadi komentator dan pembawa acara pertandingan tenis. Kemampuannya dalam menyiarkan pertandingan tenis pun kian berkembang hingga mengantarkannya pada kesuksesan di bidang tersebut.
“Sekarang Alize berperan sebagai host karena pernah mengalami cedera. Karena kecintaannya pada dunia tenis, dia tetap ingin menggeluti bidang ini. Sekarang dia menjadi host di pertandingan-pertandingan tenis,” jelas Wakil Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat saat ditemui di sela-sela syuting iklan.
Kendati demikian, kecintaan Alize pada tenis tak pernah padam. Ia masih aktif mengikuti beberapa kompetisi kecil dan tekun berlatih.
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Suasana syuting iklan terbaru Tolak Angin.Mencintai tenis sejak lama
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menjelaskan bahwa pemilihan tema olahraga tenis dalam iklan Tolak Angin kali ini bukan tanpa alasan. Selain menyukai tenis, ia juga berkeinginan untuk memajukan olahraga tersebut di Indonesia.
"Saya dan keluarga sudah menjadi pencinta tenis selama 55 tahun dan tidak pernah beralih ke olahraga lain," ujarnya saat ditemui di sela-sela syuting iklan.
Maria pun tak menampik hal tersebut. Ia berujar, keluarganya memang mencintai tenis. Dipilihnya Alize sebagai bintang iklan diharapkan bisa meningkatkan kecintaan masyarakat pada olahraga tersebut.
“Seperti yang ayah saya katakan, kami ingin dunia tenis di Indonesia maju. Semoga dengan iklan ini, kami dapat meningkatkan gairah untuk bermain tenis. Kami juga berharap semua orang terinspirasi untuk berolahraga demi kesehatan. Di Indonesia banyak sekali jenis olahraga, tetapi tenis adalah salah satu yang keluarga kami sukai,” ujarnya.
Cinta Irwan pada tenis pun sudah dibuktikan lewat pembangunan lapangan tenis di Semarang dan Jakarta.
"Banyak fasilitas baru yang sedang dibangun. Dengan fasilitas yang semakin memadai, minat masyarakat terhadap tenis diharapkan bisa meningkat,” imbuhnya.
Terkait pemilihan Alize sebagai bintang iklan Tolak Angin, Irwan bercerita bahwa ada fakta menarik soal ini. Timnya menemukan bahwa Alize juga gemar mengonsumsi produk herbal tersebut. Kesamaan garis keturunan kian memantapkan Irwan untuk bekerja sama dengannya.
“Selain itu, ia memiliki garis keturunan (marga) yang sama dengan saya, yaitu dari sang ayah yang berdarah Vietnam,” jelas Irwan.
Irwan menekankan, pemilihan bintang iklan internasional tidak mengurangi rasa nasionalisme. Ia tetap berkomitmen pada kemajuan Indonesia, baik dalam bidang kesehatan maupun olahraga.
Lagi pula, keputusan tersebut bukan pertama kalinya bagi Sido Muncul. Sebelumnya, perusahaan ini pernah bekerja sama dengan putri Senator Filipina Benigno Aquino Jr Kris Aquino dan petinju profesional Filipina Manny Pacquiao.
“Saya tetap nasionalis, lebih dari nasionalis. Namun, saya ingin ada orang Eropa yang mengiklankan Tolak Angin, bukan hanya mengonsumsi,” ujarnya.
Irwan berharap dengan menunjuk Alize sebagai bintang iklan, popularitas Tolak Angin dapat meningkat tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global.
“Iya, semoga dengan bintang iklan ini, kami dapat mempopulerkan olahraga tenis dan membuat Tolak Angin diterima tidak hanya di Indonesia, tetapi juga secara global,” ujar Maria menambahkan.
Produk Tolak Angin sendiri sudah banyak tersedia di toko-toko Asia di seluruh dunia, dengan penjualan tertinggi masih dipegang oleh negara-negara Asia.
“Pasar Tolak Angin di Eropa terus berkembang, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan. Produk kami diterima dengan baik di luar negeri. Jika pergi ke toko-toko oriental, pasti akan menemukannya," ujar Irwan.
Selain syuting iklan, Sido Muncul juga mengadakan pertandingan tenis antara Alize melawan petenis Indonesia Janice Tjen di Lapangan Tenis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (9/7/2024). Acara ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para penggemar tenis di Indonesia.
Sido Muncul Gandeng FK UNS, Perluas Perkembangan Produk Herbal di Tanah Air - kumparan.com
Sido Muncul resmi bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret untuk pengembangan produk herbal di Tanah Air. [522] url asal
#produk-herbal #uns #herbal #jamu
(Kumparan.com - Bisnis) 20/09/24 19:32
v/15300929/
Seiring dengan berkembangnya industri produk herbal di Tanah Air, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) terus meluncurkan inovasi. Kali ini langkah tersebut dilakukan dengan menjalin kolaborasi bersama Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Dekan Fakultas Kedokteran UNS Reviono dan Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat saat menghadiri seminar Nasional Hybrid "Pengembangan dan Pemanfaatan Obat Tradisional untuk Mendukung Gerakan Indonesia Sehat" di Auditorium FK UNS Surakarta, Rabu (18/9).
Irwan mengatakan, kolaborasi antara Sido Muncul dan FK UNS menjadi upaya perusahaan dalam untuk mengembagkan ilmu pengetahuan dan tekonologi di bidang jamu.
“Para mahasiswa nantinya yang menempuh pendidikan di fakultas kedokteran akan mempelajari terkait kegunaan tanaman-tanaman untuk obat tradisional maupun obat herbal di perusahaan Sido Muncul,” ujar Irwan.
Dia melanjutkan, melalui kerja sama ini, mahasiswa kedokteran dapat mengetahui jenis bahan baku produk herbal seperti jahe, temulawak, kunyit, dan tanaman-tanaman yang terstandar dan aman.
"Saya telah puluhan kali hadir menjadi pembicara di fakultas kedokteran di sejumlah perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Itu bagian memperluas pemahaman seputar produk herbal maupun jamu," katanya.
Irwan sangat bersyukur kehadirannya di berbagai forum diterima dengan baik dan responnya luar bisa, beberapa pun membentuk kerja sama resmi. Seminar Nasional di UNS ini merupakan yang ke-51 kalinya dilakukan Sido Muncul sejak tahun 2007.
“Kami juga punya sebanyak 150 petani binaan untuk menyuplai bahan baku di pabrik terkait obat herbal,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran UNS, Reviono mengatakan, kerja sama dengan Sido Muncul akan memberikan wawasan tambahan bagi para mahasiswa fakultas kedokteran mengenai penggunaan obat tradisional.
“Bagian farmakologi di fakultas kedokteran memang mengajarkan obat-obat farmasi termasuk di dalamnya mempelajari obat-obat herbal. Kerja sama dengan Sido Muncul akan memberikan warna bahwa di Indonesia itu seperti ini,” katanya.
Dia menyebut Sido Muncul sebagai perusahaan lokal di bidang farmasi sangat dibutuhkan di kalangan akademisi medis. Mahasiswa juga akan lebih mengetahui wawasan terkait bahan obat herbal.
Selain itu, dengan kerja sama tersebut, lanjut Reviono, para mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS akan mengetahui obat-obat herbal maupun tanaman-tanaman yang memiliki khasiat untuk penyembuhan.
“Tanaman yang memiliki khasiat obat herbal di Indonesia cukup banyak sehingga para mahasiswa nanti bisa mengetahui cara untuk membuat tanaman-tanaman itu menjadi obat,” papar dia.
Mahasiswa pun bisa belajar tahap-tahap uji klinik, seperti uji toksisitas dan sebagainya yang tidak ditemukan di akademik kampus. Hal itu bisa dilakukan mahasiswa ketika nanti bisa magang kerja di Sido Muncul.
Hal senada dikemukakan oleh Dosen Fakultas Farmasi UNS, Ratih Puspita Febrinasari. Ia menjelaskan dengan perkembangan penelitian saat ini telah banyak bahan-bahan herbal yang sudah dilakukan uji praklinik hingga uji klinik akhirnya berkembang menjadi fitofarmaka.
“Perkembangannya luar biasa. Semakin ke sini fitofarmaka obat herbal terstandar juga semakin banyak gitu,” kata Ratih.
Dia menyebut Sido Muncul merupakan salah satu perusahaan lokal yang konsen akan produk herbal berkualitas. Untuk produk herbal terstandar yang ada saat ini masih menjadi terapi tambahan.
“Sedangkan untuk fitofarmaka itu terdapat beberapa produk yang sudah menjadi obat terapi utama. Apalagi, obat herbal maupun obat tradisional di Indonesia cukup melimpah karena didukung oleh keanekaragaman hayati yang cukup banyak,” pungkasnya.
Artikel ini dibuat oleh kumparan Studio
Ibu-ibu Ini Sulap Tanaman Obat Jadi Produk Herbal, Cuan Jutaan Per Bulan
Pertamina EP Adera Field masuk membawa teknologi untuk perubahan sistem pertanian masyarakat modern. [488] url asal
#produk-herbal #tanaman-obat #pemberdayaan-perempuan #csr-pertamina #desa-pengabuan
(detikFinance - SolusiUKM) 13/09/24 14:00
v/14979645/
Jakarta - Pernahkah Anda membayangkan bagaimana sirup hingga pempek terbuat dari tanaman herbal yang memiliki khasiat untuk kesehatan? Para ibu-ibu di Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten Pali, Sumatera Selatan mengolahnya dengan tangan mereka.
Ketua Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Pengabuan, Herawati mengatakan ide ini muncul setelah PT Pertamina EP Adera Field melakukan program pengembangan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mulai 2019.
"Digali masalah terbanyak di sini tuh apa, ternyata masalah kesehatan banyak di sini, ekonomi juga masih terbilang rendah di sini, jadi kalau mau beli obat-obatan mahal. Jadi kita manfaatkan apa yang ada di sini," kata Herawati di Desa Pengabuan, Sumatera Selatan, Jumat (13/9/2024).
Sebagai informasi, pertanian merupakan salah satu mata pencaharian utama bagi masyarakat di Kabupaten Pali. Akan tetapi, kondisi lahan gambut dengan iklim yang tak menentu membuat hasil pertanian masyarakat tidak maksimal.
Nah Pertamina EP Adera Field masuk membawa teknologi untuk perubahan sistem pertanian masyarakat modern yakni media penyiraman tanaman yang terintegrasi dengan pupuk organik cair buatan masyarakat binaan yang dikenal sebagai Automatic Drip Irrigation System for Climate Resilient Agriculture Berbasis Android. Melalui teknologi ini, masyarakat dapat mengatur debit dan waktu pengairan sesuai kebutuhan melalui aplikasi di sistem android.
Hasil panen tanaman herbal kemudian dikembangkan menjadi produk turunan seperti pempek dengan campuran bawang dayak, sirup rosella, serta minyak kelapa, bubuk instant temulawak, centella asiatica, hingga tisane daun kelor yang dijual mulai dari Rp 30-50 ribu/pcs. Adapun manfaatnya untuk berbagai kesehatan keluarga.
"Pendapatan keluarga meningkat dari yang hanya Rp 401.512/bulan kini menjadi Rp 3.456.874/bulannya melalui program ini, sekaligus memberikan akses yang lebih luas terhadap produk pangan sehat dan pasar," ujar Herawati.
Pertamina EP Adera Field masuk membawa teknologi untuk perubahan sistem pertanian masyarakat modern. Foto: detikcom/Anisa Indraini |
Meski pasar penjualannya saat ini belum luas, ibu-ibu di Desa Pengabuan yang terdiri dari 15-30 orang berencana untuk mengembangkannya dengan menitipkan produk-produk ke pusat oleh-oleh dan marketplace.
"Saat ini kita terus memperbaiki packaging dan foto produk yang menarik agar lebih pede untuk menjualnya," ucapnya.
Manager Pertamina EP Adera Field, Adam S. Nasution mengatakan program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa, khususnya kelompok perempuan dan petani, sekaligus mengembangkan varietas padi unggul tahan iklim jilid dua serta mengintegrasikan teknologi pertanian modern dengan sistem yang berkelanjutan.
"Kami bekerja sama dengan multistakeholder dan praktisi pertanian untuk memastikan bahwa metode yang diterapkan dalam program Permata efektif dan mudah diadaptasi oleh masyarakat," ujar Adam.
Selain itu, program ini dirancang sedemikian rupa untuk mendorong masyarakat lebih mandiri dalam memproduksi pangan, mengelola limbah pertanian dan sumber daya lokal secara optimal sehingga terwujud pertanian yang mandiri, modern dan zero waste.
"Selain berkontribusi pada kelestarian lingkungan, menggunakan jenis bibit ini juga mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim. Sebelumnya hasil panen hanya 500 kg, kini mencapai 1,2 ton dalam sekali panen. Dulu kami hanya bisa satu kali panen dalam setahun, kini kami jadi bisa panen dua kali dalam setahun," ucap Herawati.
