Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking D'Prima Hotel Nusantara di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Rabu (25/9/2024).
Dia meyakini pembangunan lebih banyak fasilitas hotel di Tanah Air akan memberikan variasi untuk masyarakat yang akan mengunjungi IKN Nusantara.
“Kalau yang lalu-lalu telah dimulai dibangun dan telah selesai satu hotel, baik itu bintang 5, baik itu bintang 4 dan hari ini d'prima Hotel, budget hotel yang akan mulai dibangun ini akan melengkapi memberikan variasi pilihan-pilihan bagi masyarakat yang akan ke Ibu Kota Nusantara,” ujarnya dalam siaran langsung di Youtube, Rabu (25/9/2024).
Lebih lanjut, orang nomor satu di Indonesia itu mengaku sangat mengapresiasi pembangunan D'prima Hotel dengan nilai investasi Rp100 miliar . Pasalnya, D'Prima merupakan budget hotel pertama di IKN yang akan memiliki 154 kamar.
Dia mengaku mendapatkan laporan dari Presiden Komisaris PT Manajemen Indonesia Frans Wantono bahwa pembangunan jaringan hotel lokal yang telah memiliki 19 hotel di tanah air Indonesia dan berkonsep forest city itu bakal rampung dalam kurun satu tahun saja.
“Kami harapkan segera selesai tadi Pak Frans menyampaikan kepada saya setahun Pak selesai, kerja ya seperti itu jangan bertahun-tahun, setahun, 8 bulan 9 bulan itu baru kerja,” pungkas Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi meresmikan Hotel Swissotel Nusantara dan Groundbreaking Nusantara Mall Duty Free di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Jumat, 13 September 2024. Hotel Swissotel Nusantara merupakan hotel bintang 5 yang dibangun oleh pemilik Agung Sedayu Group sekaligus Ketua Konsorsium Nusantara Sugianto Kusuma alias Aguan.
Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal memfungsionalkan sejumlah lantai Gedung Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjelang upacara HUT ke-79 RI pada 17 Agustus 2024.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis H. Sumadilaga, menjelaskan fungsional gedung Kemensetneg bakal mulai dilakukan pada 17 Agustus 2024.
"Sebagai pendukung fungsi kepresidenan dan Setneg nanti pada 17 [Agustus 2024] beberapa lantai di bawah Kemensetneg bisa dimanfaatkan," kata Danis dalam Konferensi Pers bersama awak media di IKN, Rabu (7/8/2024).
Adapun, dalam paparan yang dibagikannya tampak progres gedung Kemensetneg saat ini telah mencapai 86,6%.
Kemudian, Istana Presiden yang bakal menjadi tempat tinggal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hendak berkantor di IKN pada Agustus ini progresnya telah mencapai 92,3%.
Sementara itu, sejumlah sarana prasarana penunjang seperti Gedung Kementerian Koordinator (Kemenko) juga akan difungsionalkan beberapa lantai pada 17 Agustus 2024 untuk mendukung suksesi seremoni Upacara HUT RI di IKN.
Perinciannya, saat ini progres Kemenko 1 mencapai 85,1%, Kemenko 2 mencapai 49,2%, Kemenko 3 mencapai88,4% dan Kemenko 4 mencapai 91,8%.
Adapun, sumbu kebangsaan yang menjadi lokasi upacara IKN dilaporkan telah mencapai 100%.
Sebagai informasi, dalam kabar terbarunya total undangan Upacara di IKN disebut bakal dibatasi hanya sekitar 3.880 undangan saja.
Perinciannya, 1.000 undangan pada acara pagi hari, 1.000 undangan pada sore hari 380 undangan di main hall, dan 1.500 undangan tambahan yang akan ditempatkan di Plaza Seremoni.
“Undangan kurang lebih yang di IKN itu kami mempersiapkan 1.000 di pagi hari dan di sore hari 1000 plus yang 380 adalah di main hall,” jelas Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.
Lebih lanjut, nantinya pelaksanaan Upacara HUT RI di IKN bakal dimulai pukul 11.00 WITA. Hal itu dilakukan menyesuaikan dengan waktu pelaksanaan Upacara Kemerdekaan di Jakarta pada pukul 10.00 WIB.
Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Pelaksana Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membagikan progres terbaru konstruksi IKN menjelang penyelenggaraan Upacara HUT ke-79 RI pada 17 Agustus 2024.
Ketua Satgas Pelaksana Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis H. Sumadilaga memastikan sarana dan prasarana dasar seperti lapangan upacara, kantor presiden hingga infrastruktur air telah terakomodasi di IKN.
“Di IKN sudah ada sumber air baku, selain itu ada sumber lain yaitu Bendungan Sepaku Semoi,” kata Danis dalam keterangan resmi, dikutip Senin (22/7/2024).
Danis merinci, kapasitas air di Intake Sepaku dilaporkan mencapai 3.000 liter per detik, sedangkan bendungan Sepaku Semoi sendiri memiliki kapasitas mencapai 2.500 liter per detik.
Adapun, untuk tahap pertama sumber air baku yang bakal dialirkan ke IKN bakal bersumber dari Intake Sepaku terlebih dahulu.
Secara teknis, penyaluran air baku menjadi air siap minum di IKN bakal melalui proses pengolahan yang kemudian dialirkan melalui pipa sepanjang 16 kilometer (km) ke pusat pemerintahan di IKN.
“Dari sana [barulah] didistribusi ke setiap persil setiap Gedung yang menjadi air bersih yang nanti digunakan di IKN,” ungkap Danis.
Selain itu, Danis juga mengungkap tiga ruas Tol Akses IKN juga ditargetkan bakal mulai fungsional pada 17 Agustus 2024. Perinciannya, yakni Tol Seksi 3A, Seksi 3B, dan Seksi 5A yang saat ini progres rata-ratanya dilaporkan telah mencapai 90%.
Bila tiga ruas tol fungsional itu dioperasikan, dapat memangkas waktu tempuh dari Balikpapan ke KIPP IKN hanya menjadi 1 jam saja dari waktu tempuh tanpa menggunakan tol mencapai 2,5 jam.
“Kalau dari Balikpapan tadi memerlukan dua setengah jam, mulai tol fungsional itu sekitar satu sampai satu setengah jam, sehingga kita menghemat satu setengah jam. Mudah-mudahan pada 17 Agustus itu sudah bisa terealisasi,” ungkap Danis.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Plt Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono mengecek kesiapan infrastruktur di IKN menjelang upacara HUT ke-79 RI pada 17 Agusus 2024.
Salah satu infrastruktur yang dicek kesiapannya adalah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Intake Sepaku pada Jumat (19/7/2024). Peninjauan dilakukan untuk pasokan air bersih telah mengalir ke IKN pada 17 Agustus.
Basuki mengatakan air bersih untuk IKN akan disuplai dari Sungai Sepaku, diolah di SPAM Intake Sepaku, dan didistribusikan ke setiap unit di Nusantara.
"Pengecekan ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa seluruh fasilitas dasar siap menyambut HUT Kemerdekaan RI, sehingga pelaksanaan upacara dapat berjalan lancar dan sukses," ujar Basuki dalam keterangan resmi, Minggu (21/7/2024).
Pada kesempatan yang sama, Plt. Wakil Kepala Otorita IKN, Raja Juli Antoni menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana air bersih.
"Kebutuhan air bersih sangat vital untuk menunjang kesuksesan Upacara Perayaan HUT Ke-79 Kemerdekaan RI di Nusantara. Oleh karena itu, kesiapan ini perlu dikawal dan menjadi perhatian besar pembangunan, utamanya yang saat ini sedang dikerjakan rekan-rekan Kementerian PUPR," ujarnya.
Selain meninjau unit intake yang berada di dalam kompleks SPAM Intake Sepaku, kedua pejabat ini juga mengunjungi Ruang Pompa SPAM, yang berfungsi untuk mengalirkan air dari penampungan ke tempat pengolahan filtrasi yaitu Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Selanjutnya, Basuki beserta rombongan meninjau reservoir air hasil pengolahan di SPAM Intake Sepaku, yang terletak di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Air dari reservoir ini akan didistribusikan ke seluruh unit di KIPP.
Kunjungan kerja ini akan dilanjutkan pada peninjauan lebih lanjut fasilitas dan sarana prasarana yang ada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) pada akhir pekan di pekan ke dua bulan Juli ini.
Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan air bersih di IKN sudah mulai mengalir. Oleh karena itu, dirinya bertolak ke IKN untuk meninjau hal tersebut.
Kalau [air bersih] nanti malam bisa clear semua, makannya saya ke sana sekalian mengecek," pungkasnya.
Bisnis.com, JAKARTA - Pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) masih belum selesai menjelang pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan ke-79 RI pada 17 Agustus 2024. Lantas, apakah konstruksinya bakal rampung tepat waktu?
Salah satu pengerjaan infrastruktur yang tengah dikebut saat ini ialah konstruksi jaringan air minum. Belum tersedianya pasokan air di IKN ini juga sampai membuat rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkantor di IKN pada Juli 2024 terpaksa dibatalkan.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Imam Santoso Ernawi, mengatakan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mempercepat masuknya pasokan air bersih ke IKN. Hal ini dilakukan demi memuluskan gelaran HUT ke-79 RI di ibu kota baru.
"Dengan rencana 17-an, kita minta ayo kapan air minum diselesaikan,” kata Imam dalam Konferensi Pers Kesiapan Infrastruktur PUPR Menjelang Pelaksanaan Upacara Bendera HUT ke-79 Kemerdekaan RI di IKN, Kamis (11/7/2024).
Imam bercerita, Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Pembangunan IKN mulanya menargetkan percepatan distribusi air bersih ke IKN pada 10 Juli 2024. Akan tetapi, target tersebut meleset karena terkendala masalah cuaca.
Pasalnya, wilayah Penajam Paser Utara belakangan waktu ini memiliki intensitas hujan yang tinggi. Alhasil, distribusi air bersih IKN ditargetkan molor ke 18 Juli 2024.
“Ternyata dalam pelaksanaannya kemarin kalau kita lihat, hujan hampir tidak berhenti lho di sana sehingga terpaksa mundur. Test and commissioning mundur juga,” imbuhnya.
Namun demikian, Imam optimistis test and commissioning air bersih di IKN dapat rampung menjelang HUT RI 17 Agustus 2024.
Kesiapan Infrastruktur IKN
Selain pasokan listrik dan air yang dipastikan siap menjelang 17 Agustus. Imam juga memastikan bahwa sebanyak tiga ruas Jalan Tol Akses IKN bakal mulai fungsional pada 17 Agustus 2024.
Iman mengatakan fungsional jalan tol itu dapat memangkas waktu tempuh dari Balikpapan ke IKN menjadi 70 menit dari umumnya 2 jam.
“Reguler sih 2 jam, tetapi kita sedang siapkan. Nanti, 17-an itu siap untuk akses dari Balikpapan ke KIPP bisa ditempuh 70 menit,” jelasnya di Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Untuk diketahui, saat ini Kementerian PUPR tengah fokus menyelesaikan tiga ruas Tol IKN, yakni seksi 3A, 3B dan 5A. Perinciannya, Jalan Tol IKN Seksi 3A membentang dari Karangjoang – KKT Karingau progresnya mencapai 80,2%.
Kemudian, seksi 3B pada segmen KKT Karingau – SP. Tempadung sebesar 88,8% dan seksi 5A SP. Tempadung – Jembatan Pulau Balang saat ini progres konstruksinya telah menyentuh 86,8%.
Adapun, infrastruktur lain yang juga siap digunakan pada 17 Agustus mendatang ialah rumah tapak jabatan menteri (RTJM) di IKN. Imam melaporkan terdapat 14 rumah menteri yang sudah rampung dan siap dihuni.
Dari total tersebut, dia menyebutkan 4 rumah sudah lengkap dengan perabotannya. "Sedangkan yang 10, minggu ini perangkat dalamnya kita isi," jelasnya.
Lebih terperinci, Imam menjelaskan bahwa saat ini progres konstruksi rumah tapak jabatan menteri berjalan sesuai target yang ditetapkan, yakni sebesar 94,65%.
Pada kesempatan berbeda, Plt. Wakil Kepala Otorita IKN, Raja Juli Antoni memastikan pemerintah terus mempercepat pembangunan untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas dan infrastruktur pendukung dapat siap mendukung terlaksananya upacara di Nusantara.
“Pemerintah di bawah koordinasi Kementerian PUPR berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan seluruh persiapan Upacara Kemerdekaan dengan baik. Tahap finalisasi pembangunan gedung Istana Negara dan Lapangan Upacara pada Kawasan Istana Kepresidenan di IKN tengah dilakukan untuk memastikan infrastruktur siap digunakan,” ujar Raja Juli dalam keterangannya Rabu (10/7/2024).
Tahap finalisasi pembangunan gedung Istana Negara dan Lapangan Upacara pada Kawasan Istana Kepresidenan di IKN tengah dilakukan untuk memastikan infrastruktur siap digunakan - Dok. Otorita IKN
Kendala Pembangunan
Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut dirinya bakal bertolak ke IKN pada 18 Juli 2024 untuk mengecek progres pembangunan. Khususnya, terkait dengan kesiapan listrik dan distribusi air minum jelang penyelenggaraan Upacara 17 Agustus di Ibu Kota baru RI tersebut.
“Tanggal 15 [Juli] ada commissioning, nanti saya tanggal 18 [Juli] ke sana. Karena, tanggal 15 [Juli] saya ke Abu Dhabi bersama Presiden. Pulang tanggal 17, dan 18 [Juli] ke sana memastikan air insya Allah sudah oke," jelasnya.
Menteri Basuki mengungkapkan bahwa pekerjaan konstruksi di IKN menghadapi sejumlah kendala akibat kondisi cuaca, yakni hujan.
Basuki menyebut sempat terjadi macet total di IKN karena hujan. Kondisi tersebut menjadi kendala dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur ibu kota baru.
"Semalam di IKN macet total semua, karena hujan. Mereka [pegawai] kerja 24 jam, kita atur supaya batching plant beroperasi malam, ternyata semalam macet," kata Basuki kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Selain itu, kondisi cuaca turut memengaruhi pembangunan infrastruktur di Nusantara. Misalnya, pembangunan Bandara VVIP IKN.
Basuki menyebut telah berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan (Menhub) mengenai hal tersebut. Nantinya, landas pacu di bandara tersebut diharapkan bisa dibangun hingga 2.200 meter. Meski demikian, dia mengaku kondisi cuaca satu bulan belakangan turut menjadi tantangan.
"Masalahnya di sana hanya satu yaitu hujan. Dengan kemarin dari 30 hari hanya 8 hari yang terang, selebihnya hujan, sekarang mengaspal pun pakai tenda, supaya enggak kena hujan," ujar Basuki.
Kementerian PUPR sebelumnya menyatakan bakal menghentikan sementara kegiatan konstruksi di IKN pada 10 Agustus. Hal tersebut bertujuan untuk pembersihan kawasan jelang HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.
"Sehingga memang tanggal 10 [Agustus] yang untuk outdoor kita hentikan. Untuk indoor itu interiornya nanti mesti jalan terus. Yang kita setop nanti kita lanjutkan setelah 17 Agustus," ujarnya. Dengan segala persiapan yang dilakukan, Basuki masih optimistis target Presiden Jokowi mulai berkantor di IKN pada Juli 2024 masih bisa terealisasi.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkap bahwa pekerjaan konstruksi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menghadapi sejumlah kendala. Apa saja kendalanya? [366] url asal
Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkap bahwa pekerjaan konstruksi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menghadapi sejumlah kendala akibat kondisi cuaca, yakni hujan.
Basuki menyebut sempat terjadi macet total di IKN karena hujan. Kondisi tersebut menjadi kendala dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur ibu kota baru.
"Semalam di IKN macet total semua, karena hujan. Mereka [pegawai] kerja 24 jam, kita atur supaya batching plant beroperasi malam, ternyata semalam macet," kata Basuki kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Selain itu, kondisi cuaca turut memengaruhi pembangunan infrastruktur di Nusantara. Misalnya, pembangunan Bandara VVIP IKN.
Basuki menyebut telah berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan (Menhub) mengenai hal tersebut. Nantinya, landas pacu di bandara tersebut diharapkan bisa dibangun hingga 2.200 meter. Meski demikian, dia mengaku kondisi cuaca satu bulan belakangan turut menjadi tantangan.
"Masalahnya di sana hanya satu yaitu hujan. Dengan kemarin dari 30 hari hanya 8 hari yang terang, selebihnya hujan, sekarang mengaspal pun pakai tenda, supaya enggak kena hujan," ujar Basuki.
Kementerian PUPR sebelumnya menyatakan bakal menghentikan sementara kegiatan konstruksi di IKN pada 10 Agustus. Hal tersebut bertujuan untuk pembersihan kawasan jelang HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.
"Sehingga memang tanggal 10 [Agustus] yang untuk outdoor kita hentikan. Untuk indoor itu interiornya nanti mesti jalan terus. Yang kita setop nanti kita lanjutkan setelah 17 Agustus," ujarnya.
Dengan segala persiapan yang dilakukan, Basuki masih optimistis target Presiden Jokowi mulai berkantor di IKN pada Juli 2024 masih bisa terealisasi.
Basuki mengklaim pasokan air bakal masuk ke IKN mulai pertengahan Juli 2024. Dia menyebut aliran air ke IKN bakal menjalani tahapan commissioning pada 18 Juli mendatang.
"Beliau [presiden] kan tidak bilang batal kan. Cuma bilang sudah atau belum? Gitu aja kan, yang namanya Juli kan ini masih tanggal 10. Kalau air insya Allah bisa masuk kalau air tanggal 18 sudah bisa commissioning. Basah semua sudah," tuturnya.
Untuk diketahui, sebelumnya Presiden Jokowi menyampaikan bahwa infrastruktur di IKN belum siap.
Hal ini disampaikan olehnya saat melepas bantuan kemanusiaan Untuk Papua Nugini dan Afganistan, Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (8/7/2024).
"Airnya sudah siap, belum? Listriknya sudah siap, belum? Tempatnya sudah siap belum? Kalau siap, [tinggal] pindah, " katanya kepada wartawan.