JAKARTA, investor.id – Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea mempertanyakan dasar hukum kebijakan razia barang impor ilegal yang digelar di ITC Mangga Dua, pada Senin-Selasa, 15-16 Juli 2024. Langkah itu juga dipertanyakan sejumlah warganet, alih-alih pemerintah lebih serius menutup keran impor ilegal dari sisi hulu.
“Barang impor di razia, barang impor di razia di ITC Mangga Dua. Aku jadi bingung sebagai ahli hukum. Dasar hukumnya apa ya?” ungkap Hotman melalui akun instagram @hotmanparisofficial, dikutip Jumat (19/7/2024).
Menurut dia, barang yang sudah dimiliki pihak ketiga tidak bisa dirazia begitu saja, kendati berasal dari praktik impor ilegal. “Terus apa lagi dasar hukumnya mengaitkannya sebagai barang impor (ilegal), dia bukan barang impor lagi, dia sudah menjadi milik seseorang secara domestik,” imbuh Hotman.
Dia bilang, akan beda kasus jika razia didasarkan pada laporan polisi pemilik merek asli, yang merasa dirugikan karena barang-barang palsu beredar di pasaran. Namun, jika dasarnya karena barang impor ilegal, Hotman keberatan dengan proses razia yang berlangsung di ITC Mangga Dua tersebut.
“Tetapi dirazia karena barang tersebut barang impor (ilegal), aku tidak melihat dasar hukumnya. Atau karena aku sudah mulai bodoh atau kurang ngerti, tolong kasih saya pencerahan,” pungkas Hotman.
Di sisi lain, warganet Tiktok dengan akun @julie.metaversekoper menampilkan sosok perempuan dewasa yang turut mencurahkan pandangannya tentang razia barang impor ilegal di sejumlah pusat perbelanjaan. Menurut dia, hal ini telah terjadi di Pasar Tanah Abang, ITC Mangga Dua, Pasar Senen, hingga pusat grosir lainnya.
Dia juga merasa bingung mengenai alasan pemerintah melakukan razia langsung ke pusat-pusat perbelanjaan tersebut. Menurut dia, pemerintah melalui Ditjen Bea dan Cukai seharusnya lebih gencar memberantas praktik penyelundupan maupun impor ilegal.
“Iya kan? Seolah-olah kayak bikin jebakan Batman, tau gak sih?. Kalau keran airnya gak dibuka, emang di pasaran bisa ada barang-barang (impor ilegal) itu,” kata @julie.metaversekoper.
Dia menuturkan, karena razia di pusat perbelanjaan itu banyak pemilik memilih menutup tokonya, sehingga karyawan menjadi tidak bekerja. Imbas lebih jauh, mereka yang bekerja harian menjaga toko akan kehilangan sumber pendapatan.
“Mau makan apa mereka itu, mau digaji apa mereka itu? Aduh, udah gitu (ada wacana) pajak impor yang naik 200%. Sebenarnya mau nolongin siapa sih? Nolongin pihak mana sih? Yang ada, kebutuhan buat (jenis) barang-barang ini jadi mahal,” pungkas @julie.metaversekoper.
Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News