JAKARTA, investor.id – Pemegang saham Seri A Dwiwarna PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) bersiap menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Agustus 2024 mendatang.
Dalam pengumuman resmi yang dipublikasi Garuda, maskapai penerbangan nasional itu belum merinci mata agenda yang bakal menjadi pembahasan dalam RUPSLB. Yang jelas, RUPSLB ini digelar atas usulan pemegang saham Seri A Dwiwarna.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, RUPSLB yang akan dilaksanakan Garuda Indonesia itu berkaitan dengan pengurus perseroan. “Ada pergantian pengurus lagi, mungkin,” jawab singkat pria yang akrab disapa Tiko itu saat ditemui Investor Daily di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu malam (10/7/2024).
Kemungkinan lain, inisiatif pelaksanaan RUPSLB tersebut juga berhubungan dengan tindak lanjut rencana pemegang saham GIAA untuk merealisasikan penggabungan usaha (merger) Garuda Indonesia ke dalam ekosistem PT Aviasi Pariwisata Indonesia alias InJourney.
Tiko menambahkan bahwa peraturan pemerintah (PP) terkait proses integrasi antara Garuda Indonesia dan InJourney hingga saat ini masih terus berjalan dan diharapkan PP tersebut dapat rampung pada tahun 2024 ini.
“Itu lagi berjalan PP-nya. Integrasinya dengan InJourney bukan Pelita. Sekarang, lagi nunggu proses pembuatan PP. Tahun ini isnyallah rampung,” ujar Tiko.
Secara terpisah, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan, RUPSLB tersebut bukan berkaitan dengan integrasi Garuda Indonesia ke InJourney. Kendati begitu, dirinya juga belum mau menyebutkan mata agenda yang akan dibahas dalam RUPSLB.
Menurut dia, mata agenda RUPSLB akan diumumkan pada 24 Juli 2024 sesuai dengan ketentuan pasal 17 ayat 1 dan pasal 52 ayat 1 peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.15/POJK.04/2020 tentang rencana dan pelaksanaan RUPSLB.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut perihal kemungkinan adanya corporate action atau shareholder action dalam pembahasan RUPSLB, Irfan meminta, untuk menunggu. “Kita tunggu,” ujarnya saat dihubungi Investor Daily baru-baru ini.
Pengurus Garuda Hasil RUPST
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Garuda Indonesia yang berlangsung pada 22 Meri 2024, pemegang saham telah menyetujui perubahan komisaris dan direksi.
Dari sisi komisaris, eks Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Purnawirawan, Fajar Prasetyo masuk sebagai komisaris utama. Selain itu, RUPST juga menetapkan Chairul Tanjung sebagai komisaris dan mengangkat kembali Timur Sukirno sebagai Komisaris Independen menggantikan Thomas Oentoro.
“Sementara jajaran direksi, mendapatkan tambahan untuk menggantikan Alm. Bapak Salman. Saya tetap Direktur Utama, Prasetio Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Tumpal Manumpak Hutapea tetap Direktur Operasi, Ade R. Susardi difokuskan ke Direktur Niaga,” papar Irfan.
Direktur Teknik, sambung Irfan, RUPST mengangkat Rahmat Hanafi dan pemegang saham juga menunjuk direksi baru yaitu Enny Kristiani sebagai Direktur Human Capital dan Corporate Services.
Berikut ini susunan lengkap pengurus baru Garuda Indonesia selepas RUPST: Direksi Direktur Utama: Irfan Setiaputra Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Prasetio Direktur Niaga: Ade R. Susardi Direktur Operasi: Tumpal Manumpak Hutapea Direktur Teknik: Rahmat Hanafi Direktur Human Capital dan Corporate Service: Enny Kristiani Komisaris Komisaris Utama/Komisaris Independen: Marsekal TNI (Purn.) Fadjar Prasetyo Komisaris: Chairal Tanjung Komisaris Independen: Timur Sukirno
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News