Pelindo Terminal Petikemas sosialisasikan safety awareness untuk meningkatkan kesadaran keselamatan kerja khususnya bagi para tenaga kerja bongkar muat. [380] url asal
Dalam rangka mewujudkan lingkungan kerja yang semakin aman, PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) kembali menggelar kegiatan sosialisasi Safety Awareness. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh terminal peti kemas yang dikelola perusahaan, Rabu (6/11).
Kegiatan untuk meningkatkan kesadaran dan budaya keselamatan kerja ini, khususnya bagi para tenaga kerja bongkar muat (TKBM) serta seluruh stakeholder yang terlibat dalam operasional terminal.
Direktur SDM PT Pelindo Terminal Petikemas Ady Sutrisno menekankan pentingnya pemahaman dan komitmen terhadap safety di terminal sebagai suatu keharusan. Sebab, keselamatan kerja merupakan prioritas utama SPTP.
Ia menegaskan, setiap individu memiliki tanggung jawab untuk saling mengingatkan akan perilaku dan kondisi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja di lapangan.
"Safety bukan sekedar slogan, himbauan, atau formalitas semata, namun lebih jauh dari itu, safety adalah menyangkut keselamatan bahkan nyawa para pekerja yang ada di dalam area terminal," kata Ady.
Kegiatan sosialisasi yang dilakukan secara offline di masing-masing terminal ini dihadiri oleh perwakilan dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat, Terminal Head, dan pengurus TKBM.
Para peserta diberikan pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya keselamatan kerja, program safety yang merupakan komitmen SPTP yang diterjemahkan dalam Safety Induction, Minimum Requirement dan Sterilisasi Terminal atau disebut SMS serta berbagai praktik terbaik untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan kerja, seluruh peserta juga melakukan penandatanganan komitmen safety.
Melalui penandatanganan ini, diharapkan seluruh pihak dapat bekerja sama secara aktif untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif dengan mengusung semboyan 'High Performance Zero Accident'.
"Bagi kami pemahaman dan komitmen keselamatan kerja yang menyeluruh adalah bagian dari upaya keberlanjutan (sustainability) baik dari sisi operasional maupun bisnis perusahaan, kami berharap safety dapat dipahami sebagai kewajiban bukan paksaan, kami harap seluruh stakeholder untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan kerja yang bebas dari kecelakaan," ujar Ady.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Agustinus Maun yang hadir dalam kegiatan safety awareness di Terminal Berlian Pelabuhan Tanjung Perak mengatakan keselamatan kerja bagi TKBM sangat penting.
Mereka bekerja untuk mendukung kelancaran arus logistik yang ada di pelabuhan. Penting bagi para TKBM untuk menjadikan safety sebagai budaya untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja mengingat terminal peti kemas merupakan area yang memiliki risiko tinggi.
"Safety perlu dipahami oleh rekan-rekan TKBM untuk memastikan mereka berangkat kerja ke terminal peti kemas dengan kondisi yang sehat, semangat dan pulang dengan kondisi selamat," ujarnya.
SPTP memberikan pemahaman terkait prioritas utamanya yakni keselamatan kerja kepada seluruh TKBM dan stakeholder melalui sosialisasi Safety Awareness. Halaman all [454] url asal
KOMPAS.com – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) kembali menggelar kegiatan sosialisasi Safety Awareness secara serentak di seluruh terminal peti kemas yang dikelola perusahaan, Rabu (6/11/2024).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan budaya keselamatan kerja khususnya bagi para tenaga kerja bongkar muat (TKBM) serta seluruh stakeholder yang terlibat dalam operasional terminal.
Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Pelindo Terminal Petikemas, Ady Sutrisno menekankan pentingnya pemahaman dan komitmen terhadap safety di terminal, mengingat keselamatan kerja merupakan prioritas utama SPTP.
Ady menegaskan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk saling mengingatkan akan perilaku dan kondisi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja di lapangan.
“Safety bukan sekadar slogan, himbauan, atau formalitas semata. Namun lebih jauh dari itu, safety adalah menyangkut keselamatan bahkan nyawa para pekerja yang ada di dalam area terminal,” kata Ardy yang menghadiri kegiatan sosialisasi tersebut di Terminal Petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu.
Para peserta diberikan pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya keselamatan kerja, Komitmen SPTP berupa program safety yang diterjemahkan dalam Safety Induction, Minimum Requirement dan Sterilisasi Terminal atau SMS, serta berbagai praktik terbaik untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
Seluruh peserta juga melakukan penandatanganan komitmen safety sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan kerja
Melalui penandatanganan tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat bekerja sama secara aktif untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif dengan mengusung semboyan ‘High Performance Zero Accident’.
“Bagi kami pemahaman dan komitmen keselamatan kerja yang menyeluruh adalah bagian dari upaya keberlanjutan (sustainability) baik dari sisi operasional maupun bisnis perusahaan, kami berharap safety dapat dipahami sebagai kewajiban bukan paksaan,” tambah Ady dalam keterangan tertulis
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun mengatakan bahwa TKBM wajib menerapkan keselamatan kerja sebagai budaya. Hal ini untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja mengingat terminal peti kemas merupakan area yang memiliki risiko tinggi.
“Safety perlu dipahami oleh rekan TKBM untuk memastikan mereka berangkat kerja ke terminal peti kemas dengan kondisi yang sehat, semangat dan pulang dengan kondisi selamat,” ujarnya.
Perlu diketahui, sosialisasi yang dilakukan secara luring tersebut dihadiri oleh perwakilan dari KSOP setempat, Terminal Head, dan pengurus TKBM.
Dua motor listrik terbaru Honda, ICON e: dan CUV e: sudah bisa dipesan konsumen Indonesia di dealer-dealer resmi Astra Honda Motor. ICON e: bisa dipesan dengan harga mulai Rp 28-32 juta, sementara CUV e: dibanderol mulai harga Rp 53-57 juta. Kalau beli sekarang, kira-kira dikirim kapan ya?
"Per hari ini (9/10) kalau mau order (pesan) sudah bisa, tapi untuk delivery (pengiriman) maksimum kita lakukan Desember," bilang Marketing Director AHM Octavianus Dwi Putro di Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center, Cikarang, Rabu (9/10/2024).
Honda CUV e: Foto: Luthfi Anshori/detikOto
AHM membekali Honda ICON e: dengan 5 pilihan warna, yakni Iconic Mint, Iconic Orange, Iconic Red, Iconic White, serta Iconic Matte Black. Honda ICON e: akan dipasarkan dengan range harga Rp 28-32 juta on the road DKI Jakarta termasuk charger.
Sementara CUVe: dipasarkan dengan range harga Rp 53-57 juta (unit Rp 33-37 juta + dua unit baterai MPPe: seharga Rp 10 juta/unit baterai). Lalu Honda CUVe: RoadSync Duo akan dipasarkan pada range harga Rp 57-61 juta (unit Rp 37-41 juta + dua unit baterai MPPe: seharga Rp 10 juta/unit baterai) on the road DKI Jakarta.
Honda ICON e: Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Honda CUV e: dilengkapi pilihan warna Stellar Matte White, Stellar Matte Silver, dan Stellar Matte Black. Sementara Honda CUV e: RoadSync Duo ditawarkan dengan pilihan warna Quantum Matte White, Quantum Matte Silver, dan Quantum Matte Black.
Kehadiran Honda ICON e: dan CUV e: melengkapi dua produk motor listrik Honda yang sudah meluncur sebelumnya, EM1 e: dan EM1 e: Plus. Keempat motor listrik tersebut sudah diproduksi secara lokal oleh Astra Honda Motor.
Jakarta - Badak LNG berhasil dianugerahi 5 penghargaan bergengsi di ajang Indonesia QHSE Sustainability For Business Award 2024 (IQSA 2024). Diselenggarakan oleh Majalah Business Asia Indonesia bersama Forum QHSE BUMN Konstruksi, ajang ini bertujuan untuk mendorong pelaku industri di Indonesia dalam menerapkan praktik QHSE yang baik dan berkelanjutan.
Adapun penghargaan yang diraih Badak LNG pada IQSA 2024 meliputi The Champion of the Year for QHSE Excellent (Gas Industries), The Best CEO for QHSE Excellent yang diberikan kepada President Director & CEO Badak LNG Achmad Khoiruddin, The Best Senior Vice President/Vice President for QHSE Excellent yang diberikan kepada Senior Manager SHE&Q Badak LNG Pandu Wijaya Perwira, The Best QHSE Team (Gas Industries), serta The Best Fire Safety (Gas Industries).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Deputy Director Sustainability Badak LNG Mohamad Farouk Riza dan Senior Manager SHE&Q Badak LNG Pandu Wijaya Perwira di Hotel Bidakara, Jakarta beberapa waktu lalu.
Terkait capaian ini, Mohamad Farouk Riza menyatakan Badak LNG terus berupaya menjalankan aspek SHEQ yang baik.
"Penghargaan ini membuktikan sampai saat ini Badak LNG selalu berkomitmen dan konsisten dalam menjalankan bisnis dengan mengedepankan aspek SHEQ. Kami akan terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dan menjadikan aspek SHEQ sebagai pilar utama untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (10/10/2024).
Dia menjelaskan dalam upaya mencapai standar SHEQ yang baik, Badak LNG telah menerapkan strategi dan mengambil sejumlah langkah. Salah satunya ialah konsisten menjalankan program yang dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya aspek SHEQ seperti program SHEQ Tour and Review (STAR), menerapkan Attitude Reinforcement Technique (ART), serta menjalankan SHEQ Talk rutin bagi seluruh pekerja dan mitra kerja.
Lalu, Badak LNG juga selalu melibatkan komitmen manajemen puncak. Hal tersebut tercermin dalam berbagai program seperti Rapat Tinjauan Manajemen dan rutin menjalankan Inspeksi Manajemen. Badak LNG juga selalu mengadakan kampanye SHEQ yang melibatkan manajemen, pekerja, mitra kerja, dan keluarga pekerja.
Ia menambahkan penghargaan ini merupakan hasil seluruh pihak yang telah mendukung dan menjalankan program-program SHEQ dengan baik.
"Kami manajemen mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak baik pekerja, mitra kerja, dan seluruh stakeholder sehingga Badak LNG dapat meraih prestasi ini," tambahnya.
Dengan diraihnya penghargaan ini, Badak LNG berkomitmen untuk menjaga standar penerapan SHEQ di lingkungan kerja dan menunjukkan bahwa upaya kolaboratif seluruh tim dapat mengantarkan pada keberhasilan. Penghargaan ini juga menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kepedulian terhadap aspek SHEQ dalam setiap lini operasional perusahaan. (akd/ega)
BMW M kembali menjadi safety car di MotoGP Mandalika 2024 dengan BMW XM Label Red. Inovasi dan performa tinggi mendukung keselamatan balapan internasional. [866] url asal
BMW M kembali menjadi safety car MotoGP. Di MotoGP Mandalika 2024, mobil terbuas BMW M, BMW XM Label Red, menjadi safety car.
Musim ini menjadi tahun ke-26 BMW M menjadi mitra MotoGP. Secara global, BMW adalah Official Partner of MotoGP dengan terlibat dan menyediakan berbagai model kendaraan BMW M terbaru sebagai Safety Car untuk gelaran MotoGP di seluruh dunia. Selain itu juga kendaraan BMW M merupakan hadiah untuk pembalap terbaik di MotoGP.
Untuk ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia MotoGP atau MotoGP Mandalika 2024, BMW M GmbH menghadirkan BMW XM Label Red MotoGP Safety Car, BMW M3 Touring MotoGP Safety Car, dan BMW M3 Sedan MotoGP Safety Car, serta BMW M 1000 RR Safety Bike.
"Kolaborasi BMW M dengan MotoGP sudah memasuki 26 musim dan ini merupakan hal yang sangat spesial dalam dunia balap internasional. Kami terus menghadirkan inovasi, teknologi terdepan, dan tentunya performa tinggi dalam kendaraan kami di ajang MotoGP. Tahun ini, BMW XM Label Red memperkuat peran kami dalam memastikan keselamatan balapan dengan teknologi mutakhir," kata Jodie O'tania, Director of Communications BMW Group Indonesia.
BMW XM Label Red, Safety Car MotoGP Mandalika 2024 Foto: Dok. BMW
BMW XM Label Red menjadi BMW M paling bertenaga. BMW XM Label Red hadir dengan mesin V8 dan motor listrik yang terintegrasi dalam transmisi M Steptronic 8- percepatan, menghasilkan total tenaga 550 kW atau 748 hp.
"Sangatlah logis untuk menjadikan BMW M paling bertenaga yang pernah kami buat sebagai pemimpin dari rangkaian Safety Car kami di MotoGP. Safety Car MotoGP pertama dengan sistem penggerak listrik adalah bukti nyata dari upaya kami menuju teknologi masa depan," kata Jodie.
"Sistem penggerak yang sangat bertenaga ini, ditambah dengan dinamika berkendara yang luar biasa, menjadikan BMW XM Label Red sebagai basis sempurna untuk Safety Car MotoGP," sambungnya.
BMW XM Label Red dilengkapi dengan berbagai elemen Safety Car untuk penggunaannya di lintasan MotoGP, termasuk lampu depan tambahan yang bisa berkedip, bar atap Safety Car, splitter depan, kursi Recaro, sabuk pengaman balap 6 titik, dan alat pemadam kebakaran. BMW XM Label Red MotoGP Safety Car juga menggunakan membawa livery khas BMW M.
Mesin V8 4.4 liter berperforma tinggi pada BMW XM Label Red bekerja harmonis dengan motor listrik 145 kW (197 hp) untuk menghasilkan dorongan yang luar biasa ditambah dengan suara mesin khas M. Teknologi pre-gearing yang dipatenkan oleh BMW meningkatkan torsi motor listrik hingga 450 Nm pada transmisi. BMW XM Label Red dapat melaju dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam 3,8 detik. Kecepatan maksimumnya dibatasi secara elektronik hingga 250 km/jam, namun dapat meningkat hingga 290 km/jam dengan paket opsional M Driver's Package.
Mesin itu digabungkan dengan transmisi M Steptronic 8-percepatan generasi keempat. Sistem transmisinya menyediakan pilihan perpindahan gigi otomatis atau manual dengan paddle shift di setir. Mode Launch Control memungkinkan akselerasi maksimal dari keadaan diam. Pada mode manual, indikator optimal perpindahan gigi memberikan rekomendasi untuk efisiensi
BMW XM Label Red dilengkapi dengan Adaptive M Suspension Professional. Sistem suspensi ini menjanjikan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari. Sistem ini mencakup peredam kejut yang dikendalikan secara elektronik, stabilisator aktif, dan Integral Active Steering. Stabilisasi aktif berfungsi mengurangi pergerakan bodi saat menikung atau melewati jalan yang tidak rata. Pada kecepatan tinggi, roda belakang bergerak sejajar dengan roda depan untuk stabilisasi, sementara pada kecepatan rendah, roda belakang berbelok ke arah berlawanan, membuat kendaraan lebih lincah.
Differensial M Sport pada BMW XM Label Red mendistribusikan tenaga penggerak secara variabel antara roda belakang untuk meningkatkan traksi dan stabilitas berkendara, terutama saat keluar dari tikungan atau menghadapi kondisi jalan yang beragam. Selanjutnya, M Setup memungkinkan pengemudi menyesuaikan pengalaman berkendara sesuai keinginan, seperti pengaturan mesin, sasis, kemudi, rem, dan sistem penggerak semua roda M xDrive. Pengaturan yang disimpan dapat diakses dengan mudah melalui tombol M1 dan M2 di setir.
Untuk mengimbangi tenaga besarnya, BMW XM Label Red menghadirkan rem M Sport. Sistem pengereman ini terdiri dari rem kaliper tetap enam piston di depan dan rem kaliper apung satu piston di belakang. Sistem ini menggunakan cakram rem ringan yang dirancang untuk menangani performa dinamis BMW XM Label Red.
Sistem pengereman terintegrasi generasi terbaru pada BMW XM Label Red menghasilkan daya pengereman yang sesuai dengan input pengemudi dan memberikan rasa pedal yang konsisten. Sistem ini memiliki dua pengaturan rasa pedal untuk kenyamanan lebih atau responsif yang lebih langsung, yang dapat dipilih melalui menu M Setup.