#30 tag 24jam
Festival Bumi Seentak Galah Pusat Multikulturalisme di Kabupaten Tebo Jambi
Festival ketujuh ini mengusung tema multikulturalisme yang mengajak masyarakat untuk merayakan dan menghargai keragaman budaya [486] url asal
#tradisi #seni-dan-budaya #kenduri-swarnabhumi
(MedCom) 01/09/24 17:50
v/14855384/
Jambi: Sebagai bagian dari rangkaian festival budaya Kenduri Swarnabhumi 2024,Festival Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung Jilid 3 digelar di Jembatan Jihan Desa Betung Bedarah Timur, Kabupaten Tebo, pada 29-31 Agustus 2024.Festival ketujuh ini mengusung tema multikulturalisme yang mengajak masyarakat untuk merayakan dan menghargai keragaman budaya yang ada di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi.
Pamong Ahli Budaya Utama Kemendikbudristek, Siswanto, menyampaikan festival ini adalah bukti nyata bagaimana keragaman budaya di Indonesia bisa disatukan dalam satu panggung yang harmonis. Kabupaten Tebo telah menunjukkan bahwa budaya lokaltidak hanya bisa bertahan, tetapi juga berlangsung sangat positif.
“Melalui tema multikultur ini, kita semua diingatkan bahwa perbedaan adalah kekayaan yang harus kita jaga dan lestarikan,” katanya di Jambi, Sabtu, 31 Agustus 2024.
Festival Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung Jilid 3 tidak hanya menjadi ajang bagi para pelaku budaya lokal untuk menampilkan tradisi mereka, tetapi juga menjadi platform untuk memperkenalkan berbagai kebudayaan dari seluruh pelosok Nusantara.
Dengan pertunjukan seni, pameran kerajinan, dan kuliner khas dari berbagai daerah, festival ini berhasil menciptakan atmosfer kebinekaan yang kuat. Direktur Festival Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung Jilid 3, Septian Azrianto,menekankan pentingnya festival ini dalam memperkuat hubungan antarbudaya.
“Kami ingin festival ini menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai tradisi danbudaya setempat. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan, pihaknya melihat pengunjung bisa merasakan betapa kaya dan beragamnya warisan budaya yang ditampilkan.
Kenduri Swarnabhumi 2024 juga mengajak masyarakat untuk mengangkat kembali tradisi dan nilai adat yang berangsur hilang,” ujarnya.
Septian juga menyoroti festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda.
“Harapannya mereka (generasi muda) akansupport dan ikut langsung dalam melestarikan kebudayaan kita,” sambungnya.
Festival ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat Kabupaten Tebo. Kepala DesaBetung Bedarah Timur, Jamhuri, yang turut hadir dalam acara pembukaan,mengungkapkan rasa bangganya menjadi tuan rumah terhadap Festival Bumi SeentakGalah Serengkuh Dayung Jilid 3.
“Kami mengerahkan seluruh organisasi maupun komunitas untuk menyukseskan festival ini. Karena festival ini sangat berdampak untuk mengangkat kembali tradisi dan nilai budaya yang mulai ditinggalkan,” ujarnya.
Festival Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung Jilid 3, sebagai bagian dari Kenduri Swarnabhumi 2024, menawarkan beragam kegiatan menarik, mulai dari pertunjukanseni tradisional hingga lokakarya budaya. Semua ini dirancang untuk memberikanpengalaman yang mendalam bagi pengunjung, sekaligus memperkuat rasa kebanggaan terhadap kebudayaan Indonesia yang beragam.
Dengan semangat multikulturalisme yang diusung, festival ini diharapkan dapat terusmenjadi simbol persatuan di tengah keberagaman, sekaligus mendorong masyarakat untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya yang dimiliki.
Festival yang digelar di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi ini merupakan satu dari 12 festival budaya Kenduri Swarnabhumi 2024 yang diharapkan menjadi katalis bagi upaya pelestarian budaya dan lingkungan di sepanjang DAS Batanghari, membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan nenek moyang untuk generasimendatang.
Kenduri Swarnabhumi sendiri akan digelar di daerah aliran sungai (DAS) Batanghari, yakni di 10 Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi dan satu Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat dengan mengangkat narasi hubungan penting antara kebudayaan dengan pelestarian lingkungan, khususnya sungai, dan sebaliknya juga tentang pelestarian lingkungan untuk kebudayaan berkelanjutan.
(WHS)
Sastrawan hingga Ilmuwan Muda Raih Achmad Bakrie XX 2024, Ini Daftarnya
Lima tokoh meraih penghargaan Achmad Bakrie XX 2024. [820] url asal
#achmad-bakrie-award #sastrawan #ilmuwan-muda #ilmuwan #sastra #seni-dan-budaya #bakrie #grandprix #jusuf-wanandi #zawawi-imron #afriyanti-sumboja
(MedCom) 16/08/24 15:59
v/14488720/
Jakarta: Penghargaan Achmad Bakrie kembali digelar. Tahun ini, penghargaan diberikan kepada lima orang, yaitu: Jusuf Wanandi (Pemikiran Sosial), D. Zawawi Imron (Seni dan Budaya: Sastra), Afriyanti Sumboja (Sains dan Teknologi), Harapan (Kesehatan), dan Grandprix Thomryes Marth Kadja (Penghargaan Khusus: Ilmuwan Muda).Penghargaan Achmad Bakrie merupakan inisiatif Keluarga Bakrie untuk mengapresiasi putra-putri Indonesia yang memiliki pencapaian serta karya inspiratif yang bermanfaat bagi Indonesia, bahkan dunia. Dalam penyelenggaraannya, acara ini didukung oleh Kelompok Usaha Bakrie melalui Bakrie Untuk Negeri, bekerjasama dengan Universitas Bakrie, Freedom Institute, dan VIVA Group.
Penghargaan ini digelar setiap tahun di Agustus, bersamaan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejak digelar pertama kali pada tahun 2003, penghargaan Achmad Bakrie telah diberikan kepada 86 penerima yang terdiri dari 82 perorangan dan 4 lembaga atau kelompok.
Ditambah dengan tahun ini, maka total penerima penghargaan saat ini berjumlah 91 penerima. Kembali menjadi Ketua Penyelenggara Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024, Aninditha Anestya Bakrie (Ditha), mengungkapkan para penerima penghargaan dipilih oleh dewan juri yang kompeten dengan berbagai latar belakang dan kepakaran.
“Untuk tahun ini profil dewan jurinya kami buka agar masyarakat juga dapat mengetahui bahwa para penerima dipilih oleh dewan juri yang sangat kompeten dan kredibel,” jelas Ditha dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 16 Agustus 2024.
Dewan juri Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024 dipimpin Rektor Universitas Bakrie, Sofia W. Alisjahbana sebagai Ketua Dewan Juri. Sementara anggota Dewan Juri terdapat Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng. (Rektor UGM 2017-2022 dan Ketua Forum Rektor Indonesia 2021-2022), Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc. (Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN, yang juga penerima Penghargaan Achmad Bakrie 2008).
Kemudian Dr. Ninik Rahayu (Ketua Dewan Pers Indonesia 2022 – 2025 dan Komisioner Komnas Perempuan 2006- 2009 dan 2010-2014), Yose Rizal Damuri, Ph.D.(Direktur Eksekutif CSIS), Luthfi Assyaukanie, Ph.D. (Freedom Institute), Nong Darol Mahmada (Freedom Institute).
Di tahun ini, juga dilakukan rekategorisasi bidang penghargaan menjadi lima bidang, yaitu: Pemikiran Sosial, Seni dan Budaya, Sains dan Teknologi, Kesehatan, dan Penghargaan Khusus. Bidang ini akan menjadi kategori tetap untuk penghargaan tahun-tahun berikutnya.
Setelah melalui seleksi ketat dan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan berbagai aspek, akhirnya diputuskan Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024 akan diberikan kepada para penerima dengan detail berikut.
Pemikiran Sosial
Jusuf Wanandi S.H.
Intelektual lintasgenerasi yang karya-karyanya berpengaruh dalam membentuk tradisi pemikiran sosial di Indonesia, khususnya seputar demokrasi, pemerintahan, dan hubungan internasional.Seni dan Budaya: Sastra
D. Zawawi Imron
Sastrawan asal Madura yang puisi-puisinya kerap memotret lanskap alam yang polos dan imaji halus tentang kehidupan pedesaan. Metafora dalam karya-karyanya menghadirkan berbagai segi dan watak manusia yang tak terduga.Sains dan Teknologi
Afriyanti Sumboja B.Eng., Ph.D.
Periset yang menjadi representasi aktif Indonesia di kancah global dalam bidang riset fundamental dan terdepan di bidang Teknik Material untuk pengembangan baterai generasi mendatang dengan performa penyimpanan energi yang lebih besar.Kesehatan
dr. Harapan, DTM&H., M.Infect.Dis., Ph.D.
Virolog dan Pakar Kesehatan Masyarakat asal Aceh dengan kontribusi riset pengembangan kajian epidemiologi molekuler dan investigasi kesehatan masyarakat terkait Arbovirus (virus dengue dan chikungunya), serta ekuitas dan penerimaan vaksinasi di Indonesia.Penghargaan Khusus: Ilmuwan Muda
Dr. Ir. Grandprix Thomryes Marth Kadja
Ilmuwan Muda (31 tahun) Pengembang Material Nano sebagai Katalis untuk Energi Berkelanjutan.Pada tahun ini, para penerima penghargaan juga akan menerima tropi baru Penghargaan Achmad Bakrie yang didesain khusus oleh seniman dan influencer seni, Nabil Muhdor alias Bill Mohdor. Tropi menggambarkan Trimatra Bakrie: Keindonesiaan, Kemanfaatan dan Kebersamaan.
Trimatra Bakrie masih terus dijalankan, sebagai bentuk komitmen pada pembangunan bangsa dan negara Indonesia untuk menghargai karya-karya terbaik, kreatif, dan inovatif yang ditujukan bagi kemajuan dan perkembangan positif bangsa Indonesia.
Ketua Dewan Juri Prof. Sofia W. Alisjahbana mengungkapkan, meskipun ada perdebatan dalam proses penjurian, namun para juri yang berasal dari berbagai latar belakang ini cukup kompak. Dalam memilih kandidat dan memutuskan penerima, dewan juri tidak hanya menilai karya dan prestasi saja, namun juga aspek kemanfaatannya bagi masyarakat.
“Sesuai dengan nilai yang ada pada Penghargaan Achmad Bakrie, dalam melakukan penjurian kami juga memperhatikan aspek kemanfaatan,” jelas Sofia.
Karenanya, penerima penghargaan adalah orang Indonesia yang selama ini mengabdikan hidupnya untuk berkarya serta bermanfaat bagi orang banyak. “Alhamdulillah semua penerima bersedia menerima penghargaan dan akan hadir di acara Penganugerahan Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024. Kami berharap para penerima terus berkarya dan berkontribusi untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera,” tutup Ditha.
Malam Penganugerahan Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024
Sesuai tradisi Penghargaan Achmad Bakrie, sebelum acara utama diselenggarakan para penerima penghargaan akan diundang dalam sesi ramah-tamah dengan Keluarga Bakrie. Hal ini ditujukan untuk menjalin keakraban, serta sebagai bentuk penghormatan kepada para penerima penghargaan.Sementara Malam Penganugerahan Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024 akan diadakan di tempat yang sama dengan tahun sebelumnya, yaitu di Ciputra Artpreneur Theatre. Acara akan dipandu oleh Andromeda Mercury dan Anna Thaeleta.
Dimeriahkan oleh Penyanyi Bulan Sutena dan Novia Bachmid, dan diiringi musik komposisi dari Magenta Orchestra, serta dancer JLDC.
| Baca juga: Anggaran Pendidikan di RAPBN 2025 Capai Rp722,6 Triliun, Termasuk untuk Peningkatan Gizi Siswa |
(CEU)
Toraja International Festival 2024, Perpaduan Spektakuler Tradisi dan Modernitas
Toraja International Festival (TIF) 2024 kembali menyuguhkan perpaduan memukau antara tradisi leluhur dan semangat modernitas. - Bagian all [271] url asal
#festival #toraja #seni-dan-budaya #wisatawan
(iNews - Terkini) 12/08/24 13:59
v/14297385/
RANTEPAO, iNews.id – Toraja International Festival (TIF) 2024 kembali menyuguhkan perpaduan memukau antara tradisi leluhur dan semangat modernitas. Kegiatan yang digelar selama tiga hari (9-11 Agustus 2024) di Alun-alun Rantepao itu berubah menjadi panggung spektakuler menampilkan beragam seni dan budaya Toraja yang kaya.
Dilansir dari Kemenparekraf, menjelaskan TIF 2024 bukan sekadar festival biasa. Acara ini menjadi ajang bagi Toraja untuk memperkenalkan kekayaan budayanya ke kancah internasional. Melalui pertunjukan musik, tarian dan seni pertunjukan lainnya.
Event ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk mengunjungi Toraja. Salah satu daya tarik utama TIF 2024, yaitu pertunjukan tarian tradisional Toraja yang memukau.
Penonton dimanjakan dengan berbagai tarian seperti manganda, manimbong, madandan serta madaga. Setiap tarian memiliki makna dan keindahan tersendiri, mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Toraja.
Selain tarian tradisional, TIF 2024 juga menghadirkan Opera Toraja yang menceritakan kisah-kisah legendaris masyarakat Toraja. Pertunjukan ini menjadi bukti kekayaan budaya Toraja yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.
TIF 2024 tidak hanya fokus pada tradisi, tetapi juga memberikan ruang bagi seni modern. Kolaborasi antara seniman lokal dan internasional menciptakan pertunjukan yang unik dan menarik. Penampilan musik dari berbagai genre, seperti musik tradisional, pop, dan rock, semakin memeriahkan suasana festival.
Selain bagi sektor pariwisata, TIF 2024 juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Festival ini dinilai menjadi ajang promosi bagi produk-produk UMKM Toraja, seperti kerajinan tangan, tenun ikat, dan kuliner khas.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Terpilihnya TIF 2024 sebagai salah satu dari 110 agenda Karisma Event Nusantara (KEN) merupakan bentuk apresiasi atas upaya pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata di Toraja.
Editor: Kurnia Illahi
Festival Keris Siginjai Dorong Generasi Muda Warisi Nilai Budaya dan Sejarah
festival ini dengan harapan dapat menanamkan pemahaman tentang batik sebagai identitas masyarakat Jambi dan tentang Candi Solok Sipin sebagai bagian dari warisan budaya lokal. [587] url asal
#seni-dan-budaya #kunduri-swarnabhumi #sungai-batanghari
(MedCom) 03/08/24 18:38
v/13148013/
Jambi: Festival Keris Siginjai yang masuk dalam rangkaian Kenduri Swarnabhumi 2024menggelar kegiatan yang berfokus pada peningkatan kreativitas dan edukasi budaya.Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada festival budaya ini di antaranya lomba desain motif batik Solok Sipin dan wisata edukasi ke Candi Solok Sipin.Festival Keris Siginjai berlangsung dari 1-3 Agustus 2024 di Graha Sinjai, Kantor Wali Kota Jambi. Lomba desain motif Batik Solok Sipin sendiri telah dimulai sejak Sabtu, 27 Juli 2024, di mana hasil karya motif batik akan ditampilkan pada pameran batik saat festival berlangsung.
Lomba yang diikuti oleh berbagai kalangan pelajar ini tidak hanya bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas di kalangan pelajar, tetapi juga untuk memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya lokal, khususnya Candi Solok Sipin.
Kurator Lokal Jambi, Didin Siroz, mengatakan Festival Keris Siginjai melibatkan banyak generasi muda dan terkait dengan pewarisan nilai-nilai budaya dan sejarah.
“Festival Keris Siginjai dalam Kenduri Swarnabhumi diharapkan memberi energi positif bagi masyarakat karena melibatkan banyak generasi muda dan terkait denganpewarisan nilai-nilai budaya dan sejarah,” ujar Didin, Jumat, 2Agustus 2024.
Lomba desain motif Batik Solok Sipin berlangsung di lantai 4 Graha Siginjai dan diikuti oleh 58 pelajar dari tingkat SMP dan SMA. Para peserta berkompetisi dengan semangat menampilkan desain batik yang terinspirasi oleh keindahan dan sejarah Candi Solok Sipin.
“Melalui berbagai kegiatan yang memicu kreativitas, diharapkan masyarakat semakinmenghargai dan menjaga warisan budaya Jambi,” ujar Didin.
Sementara itu, Direktur Festival Keris Siginjai, Hendry Nursal, mengatakan Candi Solok Sipin dijadikan tema desain batik pada festival ini dengan harapan dapat menanamkan pemahaman tentang batik sebagai identitas masyarakat Jambi dan tentang Candi Solok Sipin sebagai bagian dari warisan budaya lokal.
Ia juga berharap festival ini mampu mendorong minat pelajar dalam mengenalsejarah dan budaya lokal sejak dini. “Sehingga nilai-nilai budaya dapat terus diwariskan ke generasi berikutnya,” tambah Hendry.
Selain lomba desain batik, festival ini juga mengadakan wisata edukatif untuk siswa-siswa ke Candi Solok Sipin. Wisata ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah dan nilai-nilai budaya kepada siswa sejak dini.
“Saya pribadi berharap bahwa lomba dan wisata sejarah Candi Solok Sipin akanmendorong minat pelajar untuk lebih mengenal sejarah dan budaya lokal,” tambah
Hendry.
Hendry menguraikan, para siswa diajak berkeliling candi, mendengarkan cerita sejarah dari para pemandu, dan berpartisipasi dalam kegiatan edukatif yang dirancang untuk mengembangkan rasa cinta terhadap warisan budaya.
“Mereka juga akan diajarkan tentang teknik dasar konservasi dan pentingnya menjagakebersihan situs bersejarah,” ujar Hendry.
Salah satu peserta lomba dari SMA Al Falah Jambi, Nayla Zahra Novalina, menyampaikan antusiasmenya terhadap keikutsertaannya dalam mengikuti lomba desain batik Candi Solok Sipin.
“Saya sangat senang bisa ikut serta dalam lomba ini. Selain belajar tentang batik, sayajuga jadi lebih mengenal Candi Solok Sipin,” terang Nayla.
Ia juga berharap atas terselenggaranya acara ini bisa menjadi dorongan semangatdalam melestarikan kebudayaan lokal khususnya untuk generasi muda.
Rangkaian Acara Festival Keris SiginjaiFestival Keris Siginjai menyuguhkan berbagai acara menarik lainnya, termasukpergelaran “Keris Siginjai”, fashion show batik rancangan desainer muda Jambi, Festival Tugu Keris Siginjai, pameran karya batik, bazar UMKM, dan pergelaran kolosal “Telusur Jejak Leluhur”.
Dengan acara-acara ini, festival berusaha menghidupkan kembali semangat budaya lokal dan mempromosikan kekayaan warisan budaya Jambi kepada masyarakat luasFestival Keris Siginjai yang merupakan satu dari 12 festival budaya Kenduri Swarnabhumi 2024 diharapkan menjadi katalis bagi upaya pelestarian budaya dan
lingkungan di sepanjang DAS Batanghari.
Ini membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan nenek moyang untuk generasi mendatang. Kenduri Swarnabhumi sendiri akan digelar di daerah aliran sungai (DAS) Batanghari, yakni di 10Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi dan satu Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat.
Pagelaran festival budaya yang akan diselenggarakan oleh masyarakat setempat,menjadi momentum memperkuat semangat kemandirian dalam mengangkat kearifan
lokalnya.
(WHS)