KOMPAS.com – Kesetaraan akses digital menjadi kunci penting bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Solo Raya yang terdiri dari Surakarta, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Klaten, Boyolali, dan Sragen,
Jawa Tengah.
Sayangnya, pengadopsian teknologi digital di sektor UMKM masih jauh panggang dari api. Di Surakarta, misalnya, meski jumlah UMKM meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, tingkat adopsi teknologi digital masih relatif rendah.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop dan UKM) Surakarta, jumlah UMKM di kota berslogan “ The Spirit of Java” itu melonjak dari 3.635 unit pada 2021 menjadi 11.157 unit pada 2022. Tren ini berlanjut hingga 2023 dengan total mencapai 13.203 UMKM.
Dari total UMKM yang ada pada 2023, hanya 15 persen yang sudah mengadopsi pemasaran digital.
Situasi tersebut mencerminkan bahwa kesadaran atau akses terhadap digitalisasi di wilayah Surakarta masih rendah.
Padahal, berdasarkan laporan INDEF 2024 bertajuk “Peran Platform Digital terhadap Pengembangan UMKM di Indonesia”, digitalisasi memberikan sejumlah manfaat bagi UMKM.
Hasil survei yang dimuat dalam laporan itu menunjukkan bahwa 79,13 persen UMKM memutuskan beralih ke online karena kemudahannya, 72,83 persen melihat peluang pasar yang lebih luas, dan 69,69 persen menantikan pertumbuhan bisnis yang lebih cepat.
Para responden pun sepakat bahwa platform digital efektif dalam meningkatkan penjualan (100 persen), memperkuat hubungan pelanggan (99,21 persen), dan menjaring pelanggan baru (98,82 persen).
Menyadari urgensi tersebut, Gojek menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surakarta untuk menggelar program digitalisasi kepada lebih dari 500 UMKM ke dalam ekosistem GoBiz.
Program itu bertujuan agar para pelaku usaha dapat memperluas akses pasar dan menjangkau pelanggan yang terhubung secara digital melalui layanan GoFood.
Nantinya, Gojek dan Kadin Solo akan melakukan pelatihan rutin yang mengundang institusi dan ahli di bidangnya untuk membekali para pelaku UMKM dengan kemampuan fundamental dalam berbisnis.
Peserta pelatihan yang sudah memiliki bisnis juga dipandu untuk mendaftarkan usahanya ke GoFood. Tujuannya, agar mereka bisa memasarkan langsung, menjual, dan mengembangkan usaha secara digital.
Salah satu narasumber yang akan mengisi program pelatihan adalah Gus Minging. Sosok yang berprofesi sebagai psikolog klinis, mentor, dan pengusaha ini akan memberikan pelatihan secara reguler di Solo Technopark kepada ratusan UMKM asli Solo Raya.
Gus Minging dikenal sebagai pembicara andal yang telah menerbitkan berbagai tulisan. Karyanya kerap menjadi panduan bagi pengusaha dan pelaku UMKM. Partisipasi Gus Minging sebagai mentor dalam pelatihan diharapkan bisa memberikan panduan yang praktis bagi UMKM dan dapat segera diimplementasikan.
Secara korporasi, Gojek telah memberikan dampak nyata dan positif bagi perekonomian nasional.
Berdasarkan riset terbaru Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), kontribusi Grup GoTo terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2023 sekitar Rp 259 triliun hingga Rp 392 triliun.
Angka itu berasal dari nilai tambah yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan dan mitra bisnis dalam ekosistem GoTo, termasuk mitra pengemudi dan pedagang UMKM.
Penguatan digitalisasi UMKM menjadi semakin penting. Hal ini mengingat dari total 66 juta UMKM di Indonesia, baru 22,8 juta yang sudah go digital.
Karena itu pula, pemerintah menargetkan jumlah UMKM yang sudah mengadopsi teknologi digital mencapai 30 juta pada 2024.
Apalagi, digitalisasi terbukti dapat menghemat waktu dan biaya operasional UMKM hingga 50 persen, serta meningkatkan peluang bertahan di pasar hingga 2,5 kali lipat.
Vice President Regional Gojek Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, Farid Isnawan, mengatakan bahwa kemitraan bersama Kadin Surakarta merupakan dukungan perusahaan terhadap kemajuan sektor UMKM.
"UMKM telah menjadi DNA bagi Gojek. Sejak berdiri pada 2010, Gojek senantiasa mendukung, memfasilitasi, dan memberikan pembinaan kepada para pelaku UMKM," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (17/7/2024).
Farid melanjutkan bahwa sebagai platform digital karya anak bangsa, Gojek dan GoTo terus berjuang membawa manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia.
"Dampak positif yang diberikan perusahaan terhadap perekonomian nasional sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia ini menjadi motivasi kuat untuk memastikan bisnis kami dapat terus bertumbuh agar dapat membawa manfaat yang semakin luas bagi semakin banyak masyarakat Indonesia," tambahnya.
Ketua Kadin Kota Surakarta Ferry S Indriyanto menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, Gojek merupakan mitra strategis dan sekaligus menjadi contoh perusahaan yang memiliki dampak positif bagi masyarakat lewat teknologi yang dimiliki.
“Upaya kolaborasi bersama Gojek mendukung gerakan digitalisasi UMKM dalam membantu pelakunya mengembangkan kapasitas usaha dan memperluas akses pasar," ujarnya.
Ferry menambahkan bahwa upaya kolaborasi ini sejalan dengan komitmen pemerintah dan Kadin Kota Surakarta sebagai perwakilan dunia usaha di wilayah Solo Raya.
Senada dengan Ferry, Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa juga mendukung upaya Gojek tersebut. Langkah ini juga sesuai dengan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dalam mendukung digitalisasi UMKM.