#30 tag 24jam
Cara Mudah Menghubungkan Strava ke Smartwatch buat "Flexing" PB Lari
Aplikasi Strava umum digunakan pelari untuk mencatat waktu terbaiknya. Di sini, pelari juga bisa memamerkan performa mereka. Halaman all [503] url asal
#aplikasi #kesehatan #smartwatch #olahraga #strava #aplikasi-lari-di-hp #aplikasi-lari
(Kompas.com) 16/10/24 17:04
v/16559805/
KOMPAS.com - Olahraga lari tengah menjadi tren. Masyarakat pun beramai-ramai flexing,sepatu, outfit, bahkan performa larinya di media sosial.
Nah, salah satu aplikasi yang kerap digunakan untuk memamerkan performa mereka adalah Strava. Strava merupakan aplikasi olahraga yang pertama kali yang dirilis pada 2009. Aplikasi ini sudah populer di antara pelari dan pengendara sepeda.
Strava bisa melacak, mencatat, menganalisis hasil dan kinerja olahraga. Bahkan Strava juga punya fungsi seperti media sosial untuk berinteraksi dengan atlet atau pengguna lainnya.
Aplikasi Strava menyajikan hasil kinerja dan performa olahraga yang cukup lengkap. Strava bisa mencatat progress aktivitas olahraga selama seminggu.
Jenis olahraga juga terbilang lengkap, seperti lari, jogging, mendaki, bersepeda, berenang, angkat beban, basket, tennis, dan masih banyak lagi.
Hasil analisis juga bisa makin lengkap ketika pengguna mengenakan smartwatchatau smartband sebagai alat pelacak olahraga.
Nah, meski aplikasi olahraga ini cukup populer di sebagian besar masyarakat, ada yang masih kebingungan menghubungkan smartwatch-nya dengan aplikasi Strava.
Caranya terbilang mudah, asal pastikan koneksi internet stabil agar proses sinkronisasi data bisa lebih cepat. Berikut ini cara menghubungkan aplikasi Strava dengan smartwatch.
Cara menghubungkan aplikasi Strava ke smartwatch
https://www.strava.com/ Aplikasi Strava- Unduh (download) aplikasi Strava di Play Store (Android) atau App Store (iOS)
- Bila belum punya akun sebelumnya, bisa daftar menggunakan akun Google
- Masukan beberapa data pribadi, seperti nama, tanggal lahir, dan jenis olahraga yang disukai
- Pengguna bisa mengikuti (follow) sejumlah akun atlet lain, atau kerabatmu sendiri
- Jika tidak berminat follow akun lain, bagian ini bisa dilewati
- Nanti, di menu Home, akan ada jendela notifikasi untuk menawarkan Anda menghubungkan aplikasi Strava ke smartwatch
- Klik tombol “Connect a device”
- Setelah itu, pilih merek dari smartwatch yang dimiliki
- Tunggu beberapa saat sampai muncul tanda centang
- Jika sudah muncul, artinya akun Strava sudah terhubung ke aplikasi smartwatch
- Seluruh data aktivitas olahraga Anda yang sebelumnya ada di aplikasi smartwatch bakal langsung muncul di aplikasi Strava
- Bila ingin flexing aktivitas lari lewat Strava, tinggal klik riwayat aktivitas paling baru
- Klik ikon tombol “Share” di kanan atas, pilih “Share to”
- Pilih platform yang ingin digunakan
- Hasil aktivitas olahraga akan muncul dalam bentuk foto dan siap untuk dibagikan
- Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Bila Anda ingin melihat tutorialnya dalam bentuk video, bisa lihat tutorialnya di bawah ini.
Follow juga akun media sosial kami di Instagram @teknokompas, TikTok @kompastekno, dan YouTube Tekno Kompas untuk dapat informasi terkini soal teknologi.
Ramai soal Joki Strava, Kenapa Orang Lakukan Segala Cara Demi Medsos?
Belakangan ini, ramai dibahas soal joki Strava. Kenapa ya, orang melakukan segala cara demi update di medsos? Ini kata psikolog. [735] url asal
#lari #wellness #joki-strava #joki-strava-adalah
(Kompas.com) 09/07/24 07:03
v/10157751/
JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini, fenomena adanya "joki Strava" tengah ramai diperbincangkan di media sosial.
Adapun Strava adalah aplikasi olahraga yang keluar pada 2009. Fitur aplikasi ini mencakup melacak dan merekam jarak, kecepatan, ketinggian, dan waktu dari setiap aktivitas.
Aktivitas olahraga yang bisa dilacak dan direkam menggunakan GPS termasuk berlari, bersepeda, dan berenang.
Namun, belakangan aplikasi ini lebih sering digunakan oleh pengguna sepeda dan pelari.
Biasanya, hasil aktivitas olahraga yang berhasil dilacak dan direkam Strava akan ditangkap layar (screenshot) oleh pengguna untuk dibagikan di media sosial.
Sementara itu, istilah joki Strava disematkan pada seseorang yang menawarkan jasa untuk mendapatkan capaian tertentu dalam aplikasi itu.
Dengan kata lain, pengguna tidak benar-benar berolahraga sendiri lantaran yang menggunakan aplikasi adalah joki alias orang lain.
Isu joki Strava belakangan ramai dibahas di media sosial. Beberapa pengguna dengan jumlah pengikut banyak turut membahas atau berkelakar tentang fenomena ini. Misalnya, seorang pengguna X dengan akun @fxmario, Rabu (3/7/2024).
"Dari pada pake joki strava buat pamer lari kan mending dikerjain sendiri. Kalo cuma mau dipuji kencang / jauh ya tinggal naek ojek," ujar Mario dalam unggahannya yang Kompas.com kutip, Senin (8/7/2024).
Akun lainnya yang ikut berkelakar soal joki Strava adalah dokter sekaligus influencer dr Tirta. Dalam sebuah unggahan, ia yang hobi lari itu berkelakar menawarkan joki Strava.
"Rate: start 1 juta/km. Minat kabari," demikian potongan isi unggahannya.
Open joki strava
— TIRTA (@tirta_cipeng) July 4, 2024
Kelebihan
1. Bisa lari di berbagai kota yg penting ada SAC nya
2. Sepatu bisa ganti2 trus (bonus flexing)
3. Free content, biar bukti seolah2 kalian lari beneran (tangan ga akan terlihat)
Rate: start 1 juta / km
Minat kabari.
Joki Strava, mengapa orang lakukan segala cara demi update?
Fenomena joki Strava memunculkan pertanyaan besar, yakni mengapa sebagian orang melakukan segala cara demi mengunggah alias update sesuatu di media sosial?
Secara psikologis, ternyata hal ini dapat dijelaskan. Psikolog sekaligus Ketua Lembaga M.eureka Psychology Consultant Meity Arianty STP, MPsi menjelaskan, para pengguna jasa joki tersebut melakukannya demi pengakuan dari masyarakat atau lingkungan sekitarnya.
"Orang seperti ini biasanya orang yang infantil (bersifat kekanak-kanakan), persis anak-anak atau remaja yang sedang mencari jati diri dan butuh pengakuan," ujar Meity saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/7/2024).
Mereka, lanjut Meity, melakukan segala cara untuk mendapatkan perhatian atas capaiannya.
- Sebelum Lari Maraton, Perhatikan Asupan yang Dikonsumsi
- Lebih Banyak Orang Mencari Sepatu Lari Tahun Ini, Mengapa?
Dalam kasus ini, mereka mungkin ingin mendapatkan pujian tertentu karena berhasil berlari mencapai jarak tertentu dengan memamerkan hasil tangkap layarnya di media sosial.
"Kepuasan yang diperoleh tidak sebanding dengan upaya yang dia (pengguna jasa) lakukan," papar Meity.
Padahal, menurutnya olahraga adalah kegiatan yang seharusnya dilakukan untuk membuat tubuh lebih bugar dan sehat. Sehingga, pengakuan dari orang lain seharusnya tidak penting.
Sementara itu, psikolog klinis sekaligus Pendiri Cup of Stories Fitri Jayanthi, MPsi melanjutkan, menggunakan joki Strava sama dengan membohongi diri sendiri.
Namun, hal tersebut bisa dipahami karena saat ini, banyak orang seringkali mengira bahwa validasi diukur berdasarkan like, comment, save, dan share yang diperoleh di media sosial.
Semakin tinggi empat faktor itu didapatkan, ada kecenderungan untuk timbul perasaan senang yang lebih besar.
Sebab, mereka merasa kehebatannya dalam olahraga divalidasi oleh orang lain.
"Mengejar dengan berbagai cara, termasuk menggunakan cara-cara yang kurang sehat (menggunakan joki Strava)," tutur Fitri saat dihubungi, Senin.
Ia melanjutkan, jika hal tersebut terus dilakukan, tanpa sadar kita sama saja membohongi diri sendiri.
Sebab, validasi yang diperoleh adalah pencapaian orang lain, bukan capaian diri sendiri. Sehingga, menurut Fitri, para pengguna joki terjebak dalam kehidupan palsu.
"Dan perasaan yang dicapai pun akan berbeda dengan ketika kita melakukannya sendiri," ucap dia.
Jasa Joki Strava: Mengenal Pola Konsumsi 'Tanda' di Era Society 5.0 - kumparan.com
Artikel ini menceritakan definisi dan dampak buruk pola konsumsi tanda, perilaku konsumsi yang viral di media sosial baru baru ini. [776] url asal
#era-society #strava #konsumsi #pol #konsumen #jasa #joki
(Kumparan.com - Bisnis) 08/07/24 12:03
v/10069661/
Society 5.0 merupakan suatu konsep masyarakat yang memadukan teknologi dengan kehidupan manusia sehari-hari. Karakteristik utama dari Society 5.0 adalah pemanfaatan IoT (Internet of Thing), semua perangkat terhubung dengan internet sehingga memudahkan pemindahan data dan transaksi secara real time. Karakteristik lainnya, pemanfaatan Artificial Intelligence dalam mengolah Big Data untuk pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Society 5.0 memiliki pengaruh yang besar terhadap gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat. Pengaruh teknologi ibarat game changer bagi kehidupan sosial dalam beberapa tahun belakang. Tak heran, dengan meningkatnya konektivitas dan aksesibilitas, gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat pun ikut berubah dengan cepat.
Baru-baru ini viral di media sosial, jasa joki strava yang ditawarkan oleh seorang pengguna akun X. Strava adalah sebuah aplikasi kebugaran yang menyediakan data rekaman hasil olah raga berupa aktivitas langkah kaki, jarak tempuh lari dan sepeda dengan memanfaatkan teknologi GPS.
Aplikasi strava banyak digunakan oleh aktivis olah raga, influencer dan pegiat olahraga. Para pegiat olah raga tersebut rajin mengunggah hasil rekaman olahraga tersebut ke media sosial mereka. Saat ini strava telah menjadi aplikasi sosial dengan total engagement yang sangat besar.
Sebelumnya juga viral jasa peminjaman Iphone untuk orang-orang yang akan pergi konser, jasa screenshoot ponsel mahal dan sewa lanyard BUMN untuk pergi buka bersama. Jasa-jasa unik ini tentunya hadir karena melihat potensi dan karakteristik masyarakat di era digital saat ini. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mishra, P (2023), dalam konteks society 5.0 pola konsumsi sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti gengsi dan status sosial.
Sebagai contoh, saat ini masyarakat tidak melakukan pembelian berdasarkan kebutuhan melainkan karena ingin meningkatkan citra sosial di hadapan masyarakat. Pola konsumsi ini dipengaruhi oleh adanya kemajuan teknologi dalam society 5.0, di mana interaksi manusia dan teknologi berperan besar dalam menentukan preferensi konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa dalam Society 5.0, teknologi dan data memainkan peran vital, di mana konsumsi dan status sosial saling terkait erat.
Menurut Jean Baudrillard, seorang filsuf post-modern, yang dimaksud dengan konsumsi tanda adalah perilaku konsumsi di mana seseorang membeli suatu barang bukan hanya karena manfaat tapi juga karena nilai simbolis yang ada pada barang tersebut.
Lebih lanjut, Jean menjelaskan bahwa hasrat seseorang dalam melakukan pembelian dimotivasi oleh tanda, kode dan citra yang melekat pada suatu barang, sehingga setelah mengkonsumsi barang tersebut timbul rasa kesenangan dan kepuasan tersendiri. Dalam konsumsi tanda ini, masyarakat tidak lagi memikirkan substansi dan kebutuhan dari sebuah produk, melainkan citra yang didapatkan dari produk tersebut. Sehingga konsumsi tanda dijadikan sebagai alat untuk mengidentifikasi dan klasterisasi sosial.
Konsumsi yang didorong oleh gengsi di mana orang-orang berlomba-lomba menunjukkan kekayaan atau status mereka di media sosial atau sering disebut sebagai Flexing, menyebabkan kecenderungan FOMO, "Fear of Missing Out," perasaan cemas atau takut seseorang karena merasa tertinggal terhadap suatu trend atau kegiatan yang dianggap menyenangkan atau penting oleh orang lain. FOMO ini juga dapat menyebabkan perilaku impulsive buying, di mana seseorang membeli suatu barang secara spontan tanpa perencanaan atau pertimbangan yang matang, tujuannya untuk tampak sempurna dan tidak tertinggal.
Perilaku konsumsi tanda ini tentunya memberikan dampak buruk bagi masyarakat, di antaranya:
Pertama, kesehatan keuangan memburuk. pola konsumtif yang berlebihan dan tidak disiasati dengan pengelolaan yang baik dapat menyebabkan pos-pos keuangan menjadi berantakan. Utang konsumtif meningkat ditambah bunga yang tinggi, tidak ada dana darurat, ketidakstabilan keuangan di mana pendapatan lebih kecil dari pengeluaran. Efek dominonya, timbulnya beban keuangan jangka panjang.
Kedua, ketidakstabilan emosi. Tekanan untuk terus memenuhi standar sosial dapat memicu ketidakpuasan, kecemasan dan stress. Penelitian dari American Psychological Association menunjukkan bahwa penyebab utama stress pada orang dewasa adalah permasalahan keuangan.
Ketiga, persaingan tidak sehat. Ketika individu atau kelompok merasa terdesak atau terancam oleh persaingan, mereka cenderung mengabaikan prinsip-prinsip etika dan moral. Hal ini dapat menghasilkan tindakan-tindakan manipulatif, penipuan, atau bahkan kekerasan sebagai upaya untuk mendominasi atau memenangkan persaingan tersebut.
Secara keseluruhan, konsumsi yang didorong oleh tanda atau gengsi dapat memiliki dampak negatif yang luas baik dari segi finansial, psikologis, maupun sosial dan lingkungan. Untuk menjadi individu dengan masa depan keuangan yang baik, kita harus bisa mengidentifikasi mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan atau hasrat sesaat.
Alangkah baiknya perilaku konsumtif diiringi dengan manajemen keuangan yang baik, dimana setiap penghasilan memiliki alokasi atau pos masing-masing, seperti adanya pos tabungan, investasi, dana darurat dan konsumsi. Tujuannya, mencegah kekurangan cash flow-akibat konsumsi yang tidak dikendalikan, pada saat keadaan tak terduga terjadi yang mengakibatkan munculnya utang untuk memenuhi kekurangan tersebut.
Pada akhirnya, kita ingin memiliki masa depan keuangan yang cerah, hidup damai bersama keluarga tercinta, di mana kedamaian bukan berasal dari pandangan orang lain, tetapi dari diri sendiri. Oleh karena itu, hindarilah perilaku konsumsi yang berlebih yang hanya berdasarkan kepada hasrat untuk menaikkan status sosial semata.
Apa Itu Joki Strava yang Viral di Media Sosial?
Apa itu joki Strava yang viral di media sosial? Bagaimana cara menggunakannya? [254] url asal
#joki-strava #viral #keep-me-on-trend
(Katadata - DIGITAL) 06/07/24 11:53
v/9848226/
Viral di media sosial jasa Joki Strava. Apa itu?
Strava adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mencatat aktivitas olahraga dan membagikannya ke media sosial seperti Instagram Stories dan X. Platform ini memanfaatkan data GPS untuk melacak aktivitas lari, bersepeda, dan hiking.
Joki Strava pun viral di media sosial. Layanan ini memungkinkan pengguna membagikan informasi aktivitas olahraga di media sosial, meski dilakukan oleh orang lain.
Fitur utama aplikasi Strava di antaranya:
- Pelacakan aktivitas GPS: merekam jarak tempuh, kecepatan, ketinggian, dan rute menggunakan GPS
- Analisis kinerja: rincian tentang kinerja, termasuk segmentasi rute dan waktu terbaik
- Komunitas dan sosial: Pengguna dapat mengikuti teman, memberi "kudos" mirip dengan "like", dan berkomentar pada aktivitas orang lain
- Segmen: pengguna bisa bersaing di segmen rute tertentu yang telah ditetapkan oleh komunitas Strava
- Tantangan: tantangan yang dapat diikuti oleh pengguna untuk memotivasi diri
- Kompatibilitas perangkat: Strava dapat terhubung dengan berbagai perangkat pelacak kebugaran dan jam tangan pintar
- Strava Clubs: pengguna dapat bergabung dengan klub atau kelompok yang berbasis di sekitar minat atau lokasi tertentu
- Heatmap: menunjukkan rute yang paling sering digunakan oleh komunitas Strava, membantu pengguna menemukan rute populer
- Premium Membership (Strava Summit): menyediakan fitur tambahan seperti analisis mendalam, pelatihan yang dipersonalisasi, dan alat keamanan
Cara menggunakan aplikasi Strava sebagai berikut:
- Unduh aplikasi
- Mendaftar akun dengan mengisi nama, jenis kelamin, dan tanggal lahir
- Sesuaikan pengaturan dengan cara:
- Klik Profil di bilah menu bawah
- Klik ikon roda gigi di pojok kanan atas
- Ubah pengaturan seperti aplikasi dan perangkat yang terhubung, unit pengukuran, pemberitahuan push, dan privasi
- Mulai berolahraga. Layar akan menampilkan notifikasi GPS Signal Acquired. Kemudian, tampil Time (waktu), Average Speed (kecepatan rata-rata), dan Distance (jarak).
Apa Itu Aplikasi Strava dan Bagaimana Cara Pakainya?
Strava merupakan aplikasi olahraga yang membantu pengguna memantau tracking dan performa olahraga, terutama dalam berlari dan bersepeda. Halaman all [664] url asal
#strava #joki-strava #cara-pakai-aplikasi-strava #fitur-fitur-aplikasi-strava
(Kompas.com) 06/07/24 11:35
v/9844710/
KOMPAS.com - Jasa joki Strava ramai menjadi perbincangan di media sosial terutama di platform X/Twitter. Joki Strava sendiri merupakan seseorang yang membuka jasa untuk mendapatkan capaian tertentu di aplikasi Strava.
Capaian tersebut berupa catatan aktivitas pengguna yang berhubungan dengan olahraga, khususnya berlari, bersepeda, atau mendaki. Melalui joki Strava, pengguna tidak benar-benar berolahraga sendiri, namun menggunakan jasa hanya untuk mendapatkan pengakuan dan capaian yang dihasilkan.
Berdasarkan pantauan media sosial, joki strava sendiri memiliki rentang harga tersendiri. Misalnya saja berdasarkan penelusuran KompasTekno melalu DM Instagram di akun @jasajokilari, harga joki dikenakan tergantung dari Pace, yaitu Pace 7 ke atas - Rp 2.000 per kilometer Pace 6-7 - Rp 2.500 per kilometer Pace 5-6 - Rp 3.000 per kilometer.
Ramai menjadi perbincangan di media sosial mengenai joki Strava, lantas apa yang dimaksud aplikasi Strava? Selengkapnya berikut ini uraiannya.
Mengenal aplikasi Strava yang ramai di media sosial
Strava merupakan aplikasi olahraga yang rilis pertama kali pada 2009. Biasanya aplikasi ini digunakan untuk pelari dan pengendara sepeda. Strava memungkinkan pengguna untuk melacak aktivitas olahraga mereka, menganalisis kinerja, dan berinteraksi dengan komunitas atlet lainnya.
Salah satu fitur utama Strava adalah pelacakan aktivitas. Strava dapat melacak berbagai jenis aktivitas olahraga seperti berlari, bersepeda, berenang, dan lain-lain menggunakan GPS. Aplikasi ini mencatat jarak, kecepatan, ketinggian, dan waktu dari setiap aktivitas.
Selain itu aplikasi ini menyediakan berbagai data analisis seperti detak jantung, cadangan energi, dan analisis kekuatan untuk membantu pengguna memahami dan meningkatkan kinerja mereka. Berikut ini penjelasan mengenai fitur-fitur dalam Strava.
Fitur-fitur Strava
Strava menawarkan berbagai fitur yang bermanfaat bagi para pecinta olahraga, terutama lari, bersepeda, dan berenan baik secara gratis maupun berlangganan.
Pelacakan aktivitas
- Melacak durasi, jarak, kecepatan, elevasi, dan metrik lainnya untuk berbagai aktivitas olahraga.
- Mendukung pelacakan indoor dan outdoor dengan GPS dan sensor bawaan perangkat.
- Menyimpan data riwayat aktivitas untuk analisis dan perbandingan.
Analisis performa
- Memberikan wawasan tentang performa Anda melalui grafik, bagan, dan tren.
- Memantau kemajuan Anda dan mengidentifikasi area untuk peningkatan.
- Menetapkan tujuan dan melacak kemajuan Anda.
Motivasi dan komunitas
- Bergabung dengan klub dan grup untuk terhubung dengan orang lain yang memiliki minat yang sama.
- Mengikuti dan mendukung teman dan anggota komunitas.
- Berbagi aktivitas dan pencapaian Anda di media sosial.
- Menganalisis data Anda dengan fitur Strava Summit (fitur berbayar).
Cara menggunakan aplikasi Strava
Kompas.com/soffyaranti Ilustrasi aplikasi Strava- Download aplikasi Strava dari App Store (iOS) atau Google Play Store (Android).
- Buat akun Strava atau masuk menggunakan akun Facebook atau Google.
- Pastikan GPS perangkat Anda aktif.
- Hubungkan smartwatch atau sensor ke aplikasi Strava jika Anda menggunakannya.
- Buka aplikasi Strava dan pilih jenis aktivitas yang ingin Anda rekam, seperti berlari, bersepeda, atau berenang.
- Tekan tombol "Rekam" untuk memulai pelacakan.
- Anda dapat menjeda atau menghentikan rekaman kapan saja.
- Setelah selesai berolahraga, tekan tombol "Simpan".
- Berikan nama dan deskripsi untuk aktivitas Anda (opsional).
- Anda dapat menambahkan foto ke aktivitas Anda (opsional).
- Lihat statistik terperinci tentang aktivitas Anda, seperti durasi, jarak, kecepatan, elevasi, dan detak jantung.
- Bandingkan performa Anda dengan aktivitas sebelumnya.
- Selanjutnya bagikan aktivitas Anda dengan teman dan pengikut di Strava di media sosial maupun komunitas tertentu
Strava sendiri memiliki beberapa fitur berbayar yang dapat digunakan pengguna untuk mengetahui performa olahraganya lebih dalam dapat berlangganan dengan harga tertentu. Dilansir dari laman resminya, pelanggan di Indonesia dapat membayar Rp 85.000/bulan atau Rp549.000/tahun.
Itulah uraian mengenai aplikasi Strava dan cara menggunakannya. Selamat mencoba.
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.
Ramai Joki Strava, Tawarkan Jasa Lari Rp 2.000 per Kilometer
Joki Strava sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Mereka menerima permintaan lari dengan bayaran untuk memalsukan aktivitas lari di Strava. Halaman all [966] url asal
#olahraga #lari #tren #strava #flexing #joki-strava
(Kompas.com) 05/07/24 07:00
v/9717672/
KOMPAS.com - Olahragalari kini sedang digemari di Indonesia. Ini terlihat dari masyarakat yang ramai-ramai flexingalias memamerkan outfit lari, performa larinya di media sosial, baik ketika sedang fun run, atau mengikuti maraton atau kompetisi lari.
Salah satu aplikasi yang ramai digunakan di kalangan pelari adalah Strava. Bahkan ada meme viral di internet berbunyi "If it's not on Strava, it didn't happen". Meme ini memiliki makna, jika lari tidak dilacak dengan Strava, berarti Anda tidak lari.
Di aplikasi berbasis GPS ini, orang bisa melacak beberapa hal seperti kecepatan, rute, pace, jarak tempuh, durasi, elevation gain, denyut jantung, hingga kalori yang terbakar.
Munculnya #JokiStrava di media sosial
Saking ramainya olahraga lari dan flexing Strava saat ini, ada warganet yang membuka jasa joki Strava di media sosial. Joki Strava ini pun langsung viral dan menjadi perbincangan di jagat maya, utamanya platform X/Twitter.
Salah satu twit viral karena menawarkan joki Strava adalah milik akun dengan handle @hahahiheho. Harga joki Strava yang ditawarkan tersebut menyesuaikan pace, jarak, dan faktor lain.
KompasTekno sudah berusaha mengirim DM ke akun tersebut untuk mengetahui harga dan informasi lain. Sayangnya, kami belum mendapatkan jawaban.
Dari twit @hahahiheho, beberapa pengguna lain jadi terinspirasi membuka joki Strava. Misalnya, seperti akun @Irgsyhs. Ia mengaku siap membuka jasa joki Strava sambil flexing empat riwayat larinya yang dilacak menggunakan Strava.
Akun @spencerrade juga terinspirasi membuka joki Straba untuk online race 5K dan 10K. Menurut akun ini, pembayaran bisa dalam bentuk uang atau dalam bentuk energi bar/gel atau minuman isotonik.
Kami mencoba menghubungi akun lain yang menawarkan jasa #JokiStrava di Instagram dengan handle @jasajokilari. Akun yang dikelola El (nama samaran) ini menawarkan joki untuk acara lari atau jasa menemani lari.
Tidak cuma Strava, ia juga menerima joki untuk aplikasi kebugaran lain, seperti Nike Run Club. Di akunnya, ia ini mengaku sudah lari sebanyak 538 kali, sejauh 2.109 kilometer dengan pace rata-rata 6, sejak 2022.
Ia juga membagikan performa lari terbaiknya, yakni berjarak 5,26 km dengan pace 4 (4 menit 13 detik per kilometer) pakai aplikasi Nike Run Club. Untuk yang belum familiar, pace merupakan istilah untuk waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu kilometer atau satu mil.
Ketika ditanya lewat DM Instagram, @jasajokilari merinci menawarkan joki lari dengan harga sebagai berikut:
- Pace 7 ke atas - Rp 2.000 per kilometer
- Pace 6-7 - Rp 2.500 per kilometer
- Pace 5-6 - Rp 3.000 per kilometer
Untuk memesan @jasajokilari milik El yang berdomisili di Tangerang ini, calon konsumen bisa langsung menghubungi akun tersebut di Instagram. Kemudian, mereka bisa memilih opsi pace dan jarak tempuh yang diinginkan.
Hanya saja, akun Strava yang digunakan untuk merekam data lari adalah milik El, selaku pemberi jasa.
Pembayaran baru dilakukan setelah pemesan menerima tangkapan layar data lari dari aplikasi Strava.
Jadi sampingan
El, yang saat ini masih berstatus mahasiswa ini membuka jasa joki Strava sebagai sampingan. Sebenarnya, ia sudah melakukan perjokian lari sejak tahun lalu. Hanya saja, sifatnya masih sukarela.
"Kalau buka jasa ini baru kemarin, kalau yang dulu-dulu itu lebih ke jokiin temen yang emang butuh data lari buat di-report ke coach (pelatih) nya," katanya ketika dihubungi KompasTekno, Kamis (4/7/2024).
"Ada juga yang pas race day ingin mendapatkan time/waktu finish yang bagus jadi aku bantu, imbuhnya.
Meskipun sedang marak, namun, El mengatakan bahwa peminat jasa joki Strava belum begitu besar. Akan tetapi, dia memutar otak untuk menawarkan jasa lain yang dianggap lebih menarik.
"Karena cuma sebatas data Strava gitu orang sebetulnya kurang tertarik. Aku sih rencananya juga mau jadi pacer (pengatur pace/kecepatan saat lari)," jelasnya.
Ide joki Strava ini muncul lantaran El sendiri memang hobi berlatih lari. Bahkan, ia juga pernah menjuarai kompetisi lari. Skill ini lah yang kemudian ia monetisasi.
"Hitung-hitung daripada setiap hari latihan lari tapi enggak menghasilkan, jadi lebih baik sekalian latihan sekalian nambah pemasukan," ujarnya.
Menurut El, selama ia membuka jasa joki lari, kebanyakan pelanggannya adalah perempuan yang menargetkan pace di angka 7-8, serta jarak terjauh yang pernag ditempuh adalah 10 kilometer.
Terkait fenomena joki lari, El mengatakan bahwa jasa ini bisa membantu orang yang memang ingin mencapai target tertentu untuk tujuan khusus, namun kemampuannya belum ada.
Sebab, tidak semua orang memiliki ketahanan fisik yang tangguh, meskipun lari dengan jarak tempuh pendek.
Demi validasi di media sosial?
App Store Ilustrasi aplikasi Strava.Banyak warganet yang merasa lucu dengan adanya joki Strava ini. Namun, banyak juga warganet yang heran dan tak habis fikir dengan tren joki Strava ini, dengan menyebut "tren macam apa ini".
Warganet lain berpendapat bahwa tren joki Strava ini ada karena olahraga hanya dilakukan karena ikut-ikutan alias FOMO (fear of missing out) dan dijadikan ajang mencari validasi atau pengakuan sosial.
"FOMO olahraga gapapa sih, mencari pengakuannya yang salah. Trendnya harusnya berhenti di pamer olahraganya, ga mesti ada kompetisi semu pake Strava ini," twit salah satu warganet di X.
Warganet lain menyebut, fenomena joki Strava ini ada ketika orang mau kelihatan sehat dan kuat, tapi ingin instan dan tanpa proses.
Warganet lain menyebut olahraga itu mencari sehat dan paling nikmat jika dilakukan sendiri, bukan pakai joki Strava untuk validasi dari orang lain di media sosial.
Ramai soal Joki Strava di Media Sosial, Apa Itu?
Belakangan ini, di medsos ramai pembicaraan soal joki Strava. Joki strava adalah jasa untuk mendapatkan capaian olahraga di aplikasi Strava. [657] url asal
#apa-itu-joki-strava #strava #medsos #joki-strava
(Kompas.com) 04/07/24 16:00
v/9946516/
KOMPAS.com - Beberapa waktu belakangan ini, di media sosial (medsos) khususnya X (dulu Twitter), warganet ramai membicarakan soal joki Strava. Keramaian pembicaraan itu terjadi ketika muncul jasa joki Strava di X.
Setelah itu, banyak warganet yang membuat lelucon dengan adanya fenomena jasa joki Strava. Salah satunya seperti akun dengan handle @hahahiheho, sebagaimana yang tercantum di bawah ini.
btw aku buka joki strava yahh!! tapi yang lari sodaraku yang jago larii, price menyesuaikan pace, km dan dl yahh!! bisa dm akyuuu..#jokistravapic.twitter.com/qxyHuMrcnA
— ?? ??? ?? ???????????????????COVI????????????69?w????? (@hahahiheho) July 3, 2024
Akun itu membuat twit lelucon bahwa dirinya membuka jasa joki Strava dengan mencantumkan gambar peta dan capaian aktivitas berlarinya. Namun, lucunya peta yang dicantumkan bukan peta dari daerah asli, melainkan peta game GTA San Andreas.
Selain akun tersebut, ada pula akun dengan handle @degodenzonen yang membuat lelucon soal joki Strava di medsos. Akun tersebut menunjukkan gambar seorang joki Strava andalannya, tetapi orang itu adalah Joko Kendil alias Kusnan, musafir yang sempat viral.
Joki strava andalan gua sih ini. Worth it banget. Harga cocok pengerjaan cepet https://t.co/EoUNohRFmzpic.twitter.com/9OWZTqy7MP
— ????????????????????????????????? (@degodenzonen) July 3, 2024
Sebagian dari Anda mungkin juga sudah sempat melihat keramaian pembicaraan joki Strava ini di medsos. Dari keramaian ini, lantas sebenarnya apa itu joki Strava? Jika tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, berikut adalah penjelasan joki Strava yang ramai di medsos.
Apa itu Joki Strava?
Berdasarkan pembicaraan yang terjadi di medsos X, joki Strava merupakan seseorang yang membuka jasa untuk mendapatkan capaian tertentu di aplikasi Strava. Sebagai informasi, aplikasi Strava merupakan aplikasi olahraga untuk mencatat capaian aktivitas pengguna.
Aktivitas itu bisa berlari, bersepeda, atau mendaki. Tiap melakukan aktivitas tersebut, aplikasi Strava bakal mencatatkan beberapa capaian pengguna, seperti waktu yang ditempuh, jarak yang ditempuh, dan rute yang dilewati.
Joki Strava hadir untuk membantu pengguna mendapatkan capaian aktivitas olahraga. Jadi, dengan joki Strava, pengguna bisa mendapatkan status capaian aktivitas olahraga tanpa harus melakukannya langsung.
Penyedia joki yang akan melakukan olahraga dan menghasilkan status capaian aktivitas di aplikasi Strava untuk dibagikan ke pengguna jasa. Kehadiran jasa joki Strava ini banyak dianggap aneh oleh warganet karena hanya menjadi sarana mencari validasi.
Misalnya, akun dengan handle @fsapradana yang berkomentar jika fenomena joki Strava bisa muncul karena olahraga hanya sekadar menjadi ajang ikut-ikutan dan mencari pengakuan sosial.
Joki strava. Baru denger ????
Akibat dari olahraga cuma FOMO dan mencari pengakuan sosial.
Padahal olahraga yg terbaik adalah yg dilakukan
— furqon satria (@fsapradana) July 3, 2024
Dengan joki Strava, pengguna tidak benar-benar berolahraga sendiri, melainkan menggunakan jasa hanya untuk mendapatkan pengakuan dari capaian yang dihasilkan. Itulah penjelasan soal joki Strava yang ramai di medsos.
Lantas, sebenarnya apa itu aplikasi Strava yang lagi ramai dijadikan alat untuk membuka jasa joki? Jika tertarik untuk mengenalnya, silakan simak penjelasan aplikasi Strava di bawah ini.
Mengenal Strava
Sebagaimana sempat disinggung di atas, Strava adalah aplikasi olahraga yang memiliki kemampuan utama untuk mencatat capaian aktivitas pengguna. Strava menyediakan fitur buat mencatat aktivitas olahraga lari, bersepeda, dan mendaki.
Aplikasi ini pertama kali dirilis pada 2009. Kini, Strava cukup populer di kalangan pelari dan pesepeda. Strava dapat mencatatkan capaian aktivitas olahraga yang dilakukan pengguna seperti waktu yang dibutuhkan, jarak yang ditempuh, dan kecepatan pergerakan.
App Store Ilustrasi aplikasi Strava.Kemudian, dengan data GPS, rute perjalanan atau pergerakan pengguna selama olahraga juga bisa terdeteksi di aplikasi Strava. Capaian aktivitas olahraga dari pengguna yang dihasilkan Strava itu nantinya bisa dibagikan ke media sosial.