#30 tag 24jam
USDT Jadi Pemain Baru di Minyak Timur Tengah, Kok Bisa?
Pendanaan Tether pada transaksi minyak mentah US$45 juta dengan USDT jadi langkah besar dalam adopsi kripto di perdagangan global. [593] url asal
(BlockChain-Media) 09/11/24 10:30
v/17866906/
Tether baru saja mencatat sejarah dengan menyelesaikan pendanaan transaksi minyak mentah pertama di Timur Tengah menggunakan stablecoin mereka, USDT.
Transaksi ini mengamankan pengangkutan 670.000 barel minyak mentah Timur Tengah, yang bernilai sekitar US$45 juta, dan akan selesai pada Oktober 2024.
Langkah ini membawa Tether dan teknologi blockchain semakin dekat ke inti sektor perdagangan global, khususnya di kawasan yang berperan penting dalam pasar energi dunia.
Pendanaan Perdagangan Berbasis USDT: Mempercepat Proses dan Mengurangi BiayaDengan meluncurkan transaksi berbasis USDT ini, Tether mengincar pengembangan sektor pembiayaan perdagangan yang nilainya diperkirakan mencapai US$10 triliun.

Menggunakan stablecoin seperti USDT dalam transaksi besar berpotensi mengurangi ketergantungan pada infrastruktur pembayaran tradisional yang sering lambat dan mahal.
CEO Tether, Paolo Ardoino, menegaskan bahwa penggunaan teknologi blockchain melalui USDT akan mengubah proses bisnis.
“Dengan USDT, kami berharap dapat membawa efisiensi dan kecepatan ke pasar yang sebelumnya sangat bergantung pada struktur pembayaran konvensional,” ujar Ardoino.
Tether Trade Finance, divisi investasi Tether, bertujuan untuk membuka akses yang lebih besar terhadap pembiayaan perdagangan yang efisien.
Dengan transaksi ini, perusahaan tidak hanya menawarkan kecepatan dan penghematan biaya, tetapi juga meningkatkan transparansi, sebuah keunggulan utama dari teknologi blockchain yang menarik perhatian pelaku bisnis di sektor energi.
Dampak Strategis bagi Adopsi Kripto di Dunia BisnisLangkah Tether untuk mendanai transaksi minyak mentah dengan USDT ini memperlihatkan ambisi besar mereka untuk memperkenalkan kripto sebagai bagian integral dari perdagangan global.
Di pasar minyak yang sangat terstruktur, di mana transaksi seringkali lambat dan penuh tantangan birokratis, pendekatan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi adopsi kripto yang lebih luas.
Para ahli percaya bahwa keberhasilan transaksi ini akan mendorong lebih banyak pelaku bisnis untuk mempertimbangkan stablecoin dalam transaksi mereka.
Adopsi kripto di sektor perdagangan, terutama untuk komoditas seperti minyak, masih berada pada tahap awal. Namun, semakin banyak bisnis yang mulai melihat potensi efisiensi dari transaksi berbasis blockchain.
Dengan memfasilitasi pendanaan transaksi minyak mentah, Tether menunjukkan potensi besar kripto di dunia bisnis.
“Ini adalah langkah nyata untuk menghadirkan efisiensi di pasar global dengan menggunakan USDT,” ujar seorang analis pasar energi yang melihat inovasi ini sebagai revolusi di sektor perdagangan.
Investasi Tether di Timur Tengah: Mendorong Inklusi Keuangan di Kawasan StrategisSelain transaksi minyak mentah, Tether juga mengumumkan investasi strategis sebesar US$3 juta di aplikasi Kem, sebuah platform manajemen keuangan yang bertujuan meningkatkan inklusi keuangan di Timur Tengah.
Investasi ini diharapkan membantu memperluas adopsi USDT di kawasan ini dan memberikan solusi keuangan yang lebih inklusif bagi masyarakat.
Kemungkinan besar, melalui Kem, Tether akan dapat memperkenalkan USDT sebagai alat pembayaran yang andal dan cepat, serta memungkinkan transaksi lintas batas yang lebih mudah.
“Pendanaan ini adalah bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kehadiran USDT di Timur Tengah,” ungkap Ardoino.
Keputusan Tether untuk mendukung Kem diharapkan dapat memberikan dorongan besar bagi adopsi kripto di kawasan yang dianggap strategis ini. Dengan populasi yang terus berkembang dan ekonomi yang semakin terkoneksi secara digital, Timur Tengah menjadi pasar penting bagi Tether dan stablecoin lainnya.
Masa Depan Pembiayaan Perdagangan dengan StablecoinMasuknya Tether ke dalam sektor pembiayaan perdagangan menyoroti potensi besar stablecoin di luar sektor keuangan tradisional.
Stablecoin tidak hanya memiliki nilai yang stabil dibandingkan kripto lainnya, tetapi juga menghadirkan keuntungan efisiensi waktu dan biaya yang signifikan. Dengan transaksi minyak mentah ini, Tether memperlihatkan bagaimana stablecoin dapat diterapkan dalam perdagangan komoditas dengan nilai besar.
Dalam jangka panjang, keberhasilan proyek ini dapat mendorong adopsi stablecoin lain dalam transaksi komoditas lainnya.
“Tether membuka peluang besar bagi penggunaan blockchain dalam perdagangan global, yang berpotensi mengubah struktur pasar secara mendasar,” ujar seorang ahli keuangan internasional.
Dengan semakin banyaknya bisnis yang mengadopsi teknologi blockchain, Tether menempatkan dirinya sebagai pelopor dalam industri pembiayaan perdagangan berbasis stablecoin. [st]
TON Makin Gacor, Tether Rilis Stablecoin Dirham Terbaru di Jaringannya!
Tether resmi luncurkan stablecoin berbasis Dirham di blockchain TON. Kolaborasi ini tunjukkan langkah baru dalam dunia kripto UEA. [415] url asal
#stablecoin-dirham #tether #ton
(BlockChain-Media) 02/11/24 11:00
v/17355452/
Langkah terbaru Tether dalam memperluas portofolio stablecoin globalnya mendapatkan perhatian besar dengan peluncuran aset digital yang dipatok pada Dirham Uni Emirat Arab (AED) di blockchain The Open Network (TON).
Pengumuman ini mencerminkan ambisi Tether untuk memperluas penawaran dan memanfaatkan minat yang meningkat di wilayah Teluk terhadap mata uang digital stabil, serta memberikan alternatif terhadap aset-aset yang didominasi dolar AS.
Hal ini sejalan dengan perkembangan regulasi di Uni Emirat Arab (UEA) yang semakin mendukung adopsi kripto, menjadikan negara ini sebagai pusat keuangan digital terkemuka.
Stablecoin Berbasis Dirham untuk Kebutuhan LokalBerdasarkan laporan Cointelegraph, stablecoin berbasis Dirham ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan transaksi digital yang lebih lokal di UAE.

Dengan cadangan AED yang disimpan secara likuid di wilayah UAE, Tether bertujuan memberikan rasa aman dan stabilitas kepada pengguna, mengingat pengawasan regulasi global yang semakin ketat terhadap stablecoin.
Kolaborasi Tether dengan Phoenix Group, sebuah firma teknologi dan investasi di UAE, serta Green Acorn Investments, mendukung ekosistem yang aman dan andal di sekitar stablecoin baru ini.
“Kami ingin memberikan kemudahan transaksi berbasis Dirham bagi pengguna di UAE dan luar negeri,” ujar CEO Tether Paolo Ardoino.
Peluncuran di Blockchain TONPeluncuran di blockchain TON menjadi sorotan utama, mengingat TON telah dikenal sebagai platform blockchain yang fleksibel dan dapat diskalakan, menawarkan transaksi cepat dan efisien.
Manajer Senior Kemitraan Strategis di Tether, Alessandro Giori, mengungkapkan pada acara TON Gateway di Dubai bahwa dirham stablecoin ini akan diintegrasikan dengan TON.
Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat 160.000 transaksi USDT di TON per hari dan 7,6 juta dompet yang menggunakan USDT di blockchain tersebut.
“Lebih dari 100 platform kripto telah mengadopsi USDT berbasis TON,” tambah Giori.
Giori juga menyatakan bahwa USDT di TON kini tersedia di platform aset digital Fireblocks.
“Ini berarti semua perusahaan yang menggunakan Fireblocks sekarang memasuki ekosistem ini, dan semakin banyak orang menggunakan USDT di TON,” jelasnya lebih lanjut.
Perkembangan teranyar ini telah memberi dampak positif pada koin jaringan TON, yang telah menguat 1,91 persen dalam 24 jam terakhir ke US$4,94, tampak bersiap mencapai kembali level penting US$5.
Dukung Perkembangan Regulasi Stablecoin di UAELangkah ini sejalan dengan keputusan pemerintah UAE yang menyetujui kerangka perizinan untuk stablecoin pada 3 Juni lalu. Regulasi baru ini memberikan kejelasan mengenai penerbitan, lisensi dan pengawasan token pembayaran yang dipatok pada Dirham.
Pada 18 Oktober, sebuah penerbit stablecoin berbasis UAE, AED Stablecoin, berhasil mendapatkan persetujuan awal dari bank sentral UAE. Jika mendapat persetujuan penuh, perusahaan tersebut dapat merilis stablecoin yang diatur di UAE, menambahkan persaingan sehat di pasar stablecoin berbasis Dirham. [st]
Tether Cetak Rekor Baru! Laba Fantastis dan Rahasia Keuangan Q3 2024
Tether meraih rekor laba di Q3 2024, memperkuat cadangan USD₮ dan mencapai eksposur US$102,5 miliar di Treasuri AS. [524] url asal
(BlockChain-Media) 01/11/24 10:30
v/17306753/
Tether Holdings Limited baru saja merilis opini kepastian untuk kuartal ketiga 2024 yang dilakukan oleh BDO, firma akuntansi independen global.
Opini terbaru ini kembali menegaskan keakuratan Laporan Angka Keuangan dan Cadangan Terkonsolidasi (CFFRR) milik Tether.
Laporan tersebut juga memberikan gambaran komprehensif tentang kekuatan keuangan grup dan rincian cadangan yang dimiliki entitas yang menerbitkan token Tether per 30 September 2024.
Tether Panen Laba di Kuartal KetigaBerdasarkan performa yang solid sepanjang tahun, kuartal ketiga 2024 menjadi momen bersejarah bagi Tether dengan mencetak laba bersih sebesar US$2,5 miliar.

Total laba konsolidasi selama sembilan bulan pertama 2024 pun mencapai US$7,7 miliar, dengan ekuitas grup menembus US$14,2 miliar dan total aset konsolidasi sebesar US$134,4 miliar—semuanya adalah rekor tertinggi sepanjang masa.
Pencapaian luar biasa ini memperkokoh posisi Tether sebagai pemimpin industri dan memungkinkan perusahaan melakukan reinvestasi signifikan dalam proyek-proyek strategis sesuai misi mereka.
“Performa Tether di Q3 2024 menunjukkan komitmen kami terhadap transparansi, likuiditas, dan manajemen risiko yang bertanggung jawab. Mencapai tonggak USDT sebesar US$120 miliar serta eksposur terhadap Treasuri AS sebesar US$102,5 miliar menegaskan kekuatan finansial perusahaan yang tak tertandingi,” ujar CEO Tether Paolo Ardoino.
Permintaan Global Stablecoin Terus MeningkatSalah satu sorotan pada kuartal ini adalah pencapaian Tether dalam mencatatkan hampir US$120 miliar USDT dalam sirkulasi, menunjukkan tingginya permintaan global terhadap stablecoin unggulan perusahaan ini.
Jumlah tersebut merepresentasikan pertumbuhan sebesar 30 persen dalam penerbitan token USDT sepanjang tahun 2024 atau setara dengan US$27,8 miliar. Angka ini hampir menyamai kapitalisasi pasar pesaing terdekatnya, menegaskan posisi Tether di pasar stablecoin global.
Sebagai entitas penerbit stablecoin, Tether memegang lebih dari US$105 miliar dalam bentuk kas dan setara kas, dengan eksposur langsung dan tidak langsung senilai US$102,5 miliar pada Treasuri AS.
Jika diklasifikasikan sebagai negara, Tether akan berada di antara 18 pemegang Treasuri AS terbesar di dunia, melampaui Jerman, Australia dan UEA. Hal ini menunjukkan komitmen Tether terhadap likuiditas dan stabilitas, menawarkan keamanan yang luar biasa kepada para penggunanya.
Cadangan Ekstra untuk Keamanan yang Lebih TinggiPerusahaan penerbit stablecoin Tether juga meningkatkan cadangan ekstra mereka menjadi lebih dari US$6 miliar, mencerminkan tingkat pertumbuhan sembilan bulan non-tahunan sebesar 15 persen.
Laporan laba bersih kuartal ketiga mencapai US$2,4 miliar, yang didukung oleh kinerja solid dari kepemilikan emasnya, menghasilkan laba tak terwujud sebesar sekitar US$1,1 miliar pada kuartal ini.
Selain itu, investasi proprietary dari Tether, yang tidak termasuk dalam cadangan yang mendukung stablecoin yang diterbitkan, mencapai nilai US$7,7 miliar.
Investasi strategis ini mencakup berbagai industri utama, seperti energi terbarukan, penambangan Bitcoin, kecerdasan buatan, telekomunikasi dan pendidikan.
“Dengan menambah cadangan kami hingga lebih dari US$6 miliar dan tetap berfokus pada investasi strategis, Tether sekali lagi menetapkan standar stabilitas dalam ruang keuangan,” ujar Ardoino.
Manajemen Tether International Limited dan Tether Limited, yang mengelola cadangan token Tether, menyatakan per 30 September 2024 bahwa total aset dalam cadangan mencapai setidaknya US$125,47 miliar. Total kewajiban tercatat sebesar US$119,38 miliar, dengan US$119,38 miliar di antaranya terkait token digital yang diterbitkan.
Aset ini melebihi kewajiban terkonsolidasi mereka, dengan eksposur terhadap Treasuri AS yang meningkat menjadi US$102,5 miliar. [st]
Kit AI Lokal dari Tether: Bisa Berjalan di Semua Perangkat
Kit AI Lokal Tether hadir dengan privasi penuh, dapat berjalan di berbagai perangkat mulai dari ponsel murah hingga kulkas pintar! [552] url asal
(BlockChain-Media) 28/10/24 11:00
v/17097476/
Tether baru-baru ini memperkenalkan Kit pengembangan AI lokal, sebuah inovasi yang menitikberatkan pada privasi dan teknologi peer-to-peer (P2P).
Kit ini mendukung berbagai model AI, seperti Marian dan Llama, serta memungkinkan pengguna untuk memuat dan menyimpan bobot (weights) serta data penyetelan di dalam struktur data P2P yang terdesentralisasi.
Pendekatan ini memberikan kendali penuh kepada pengguna atas data mereka, menciptakan lingkungan AI yang sepenuhnya aman dan privat.
Pada demo yang ditampilkan, Tether memamerkan aplikasi penerjemah berbasis AI yang berjalan secara lokal di perangkat apa pun tanpa perlu terhubung ke server pusat.

Aplikasi ini memperlihatkan potensi teknologi AI lokal dalam menjaga privasi pengguna, sekaligus memastikan kinerja tinggi pada perangkat yang beragam.
Aplikasi Lokal dan Dukungan Lintas PerangkatCEO Tether, Paolo Ardoino, pun menjelaskan lebih jauh tentang fleksibilitas teknologi ini di akun Twitter-nya.
“Saya mempresentasikan pratinjau dari kit pengembangan AI lokal Tether yang berfokus pada privasi, didukung oleh teknologi peer-to-peer, di Lugano Plan B,” ujarnya.
Teknologi ini memungkinkan aplikasi AI berjalan di berbagai perangkat, mulai dari ponsel dengan harga US$40 hingga smartphone kelas atas, dari laptop hingga mainframe dengan banyak H100, bahkan pada perangkat rumah tangga seperti kulkas pintar hingga sistem hiburan mobil. Pendekatan ini menawarkan fleksibilitas dan skalabilitas yang luar biasa.
Slogan Write the code once, and run everywhere menggambarkan ambisi besar Tether dalam menghadirkan solusi AI yang dapat diterapkan di mana saja, tanpa batasan perangkat keras.
Teknologi ini memberikan kesempatan bagi pengguna di seluruh dunia untuk menikmati manfaat AI tanpa mengorbankan privasi.
Fokus pada Privasi dan TransparansiDengan meningkatnya kekhawatiran terhadap monopoli teknologi AI oleh perusahaan besar, Tether mengambil langkah untuk melawan tren tersebut dengan mendorong transparansi dan privasi.
Kit pengembangan AI lokal ini tidak hanya memberikan alternatif yang lebih terbuka, tetapi juga memperjuangkan akses yang demokratis terhadap teknologi AI.
Dengan menggunakan struktur data P2P yang aman, Tether memastikan bahwa pengguna memiliki kontrol penuh atas data mereka, yang menjadi poin krusial di era digital saat ini.
Pendekatan ini sangat relevan mengingat meningkatnya permintaan akan solusi AI yang lebih transparan dan beretika, terutama di tengah kekhawatiran terhadap penyalahgunaan data oleh platform sentralistik.
Tether berkomitmen untuk tidak hanya menawarkan inovasi teknologi, tetapi juga menghadirkan standar baru dalam hal privasi dan keamanan.
Komitmen Tether pada Pengembangan AI dan Teknologi TerbukaSebagai bagian dari strategi jangka panjangnya, Tether juga memperluas upaya rekrutmen global untuk menarik bakat-bakat AI terbaik guna mempercepat pengembangan teknologi ini.
“Investasi kami di Northern Data Group, yang dikenal dengan teknologi yang kuat dan berkinerja tinggi, sejalan dengan visi kami,” tambah Ardoino.
Tether percaya bahwa masa depan AI akan ditentukan oleh teknologi yang terbuka, berkelanjutan, dan dapat diakses oleh semua orang. Mereka telah memposisikan diri untuk menjadi pemimpin dalam pengembangan AI yang berfokus pada desentralisasi dan privasi.
Penggunaan Peer-to-Peer dalam AIKeunggulan utama dari kit pengembangan ini adalah kemampuannya untuk memanfaatkan teknologi peer-to-peer, yang tidak hanya mengurangi ketergantungan pada server pusat tetapi juga memperkuat keamanan dan privasi.
Struktur P2P memungkinkan pengguna untuk menyimpan, mengelola dan mengakses data mereka secara langsung tanpa perantara, menciptakan jaringan yang lebih aman dan terlindungi dari potensi pelanggaran data.
Selain itu, Tether juga menekankan bahwa pendekatan ini akan memberikan efisiensi yang lebih tinggi dalam hal skalabilitas, karena jaringan P2P mampu mendistribusikan beban kerja dengan lebih efektif.
Ini menjadikannya solusi yang ideal untuk aplikasi AI yang membutuhkan akses cepat ke data tanpa mengorbankan privasi. [st]
Klarifikasi Tether Soal Tuduhan Pencucian Uang, Ada Kepentingan Politik?
Tether membantah laporan WSJ tentang dugaan penyelidikan DOJ terkait pencucian uang dan pelanggaran sanksi. [430] url asal
#tether #tether-stablecoin #usdt #wsj
(BlockChain-Media) 26/10/24 19:06
v/17023978/
Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia, membantah laporan WSJ yang mengklaim perusahaan tersebut sedang diselidiki oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) terkait dugaan pencucian uang dan pelanggaran sanksi.
Laporan itu menyebutkan bahwa otoritas AS menyelidiki kemungkinan penggunaan Tether stablecoin USDT oleh pihak ketiga untuk membiayai perdagangan narkoba, terorisme, dan aktivitas pencucian uang.
Selain itu, Departemen Keuangan AS diduga mempertimbangkan sanksi terhadap perusahaan itu karena Tether stablecoin USDT banyak digunakan oleh entitas yang masuk daftar sanksi, termasuk Hamas dan pedagang senjata Rusia.
Namun, Paolo Ardoino, CEO Tether, dengan cepat menepis klaim tersebut. Ardoino menegaskan bahwa perusahaannya tidak sedang diinvestigasi dan menilai laporan WSJ sebagai spekulasi yang tidak berdasar.

“Seperti yang kami sampaikan kepada WSJ, tidak ada indikasi bahwa Tether sedang diselidiki. WSJ hanya mengulang isu lama,” jelasnya, Sabtu (26/10/2024).
Pihaknya juga mengecam WSJ karena pelaporannya yang dinilai tidak bertanggung jawab dan menyebarkan ketidakpastian.
“Kisah-kisah ini didasarkan pada spekulasi murni, meskipun Tether telah mengonfirmasi bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan tentang adanya penyelidikan semacam itu terhadap perusahaan,” sebagaimana dinyatakan dalam klarifikasi resminya.
Rekam Jejak Kerja Sama Tether dengan Penegak HukumPihak tether menekankan bahwa laporan WSJ mengabaikan kerja sama ekstensif perusahaan dengan penegak hukum untuk memberantas aktivitas kriminal.
Tether menegaskan bahwa hingga saat ini, mereka telah bekerja sama dengan 180 lembaga di 45 yurisdiksi dan berhasil membekukan lebih dari 1.850 dompet Tether stablecoin USDT yang terlibat dalam aktivitas ilegal.
Perusahaan juga memblokir transaksi senilai lebih dari US$225 juta dan memulihkan hampir US$114 juta sebelum ada perintah resmi.
Pada September 2024, perusahaan tersebut memperkuat langkah antikejahatan dengan membentuk External Investigations Unit, yang terdiri dari mantan aparat penegak hukum, jaksa, dan analis forensik.
Perusahaan yang mengeluarkan Tether stablecoin USDT tersebut menyayangkan pihak WSJ yang secara sembrono mengklaim hal tersebut.
“Artikel tersebut juga dengan sembarangan mengabaikan keterlibatan Tether yang terdokumentasi dengan baik dan luas dalam kerja sama dengan penegak hukum untuk memberantas pelanggar yang berusaha menyalahgunakan Tether dan cryptocurrency lainnya,” tuturnya.
Spekulasi Motif Politik di Balik Tuduhan WSJSelain dampak hukum dan ekonomi, tuduhan ini juga memicu spekulasi adanya motif politik. Howard Lutnick, CEO Cantor Fitzgerald, dikenal sebagai pendukung Donald Trump dan memiliki hubungan bisnis dengan Tether.
Penurunan Harga Bitcoin Pasca Klaim WSJ Dampak ini mengingatkan pasar pada gejolak yang terjadi ketika Binance dan CEO-nya, Changpeng Zhao, didakwa melanggar undang-undang pencucian uang, yang juga mengguncang pasar saat itu.
Di tengah situasi ini, Ardoino menegaskan kembali bahwa Tether akan tetap beroperasi secara transparan dan mendukung stabilitas pasar kripto.
Dengan klarifikasi ini, pihaknya berharap dapat meredakan kekhawatiran pasar dan memulihkan kepercayaan terhadap Tether stablecoin USDT di tengah situasi yang tidak pasti. [dp]
Acara Blockchain Internasional, Blockchain Life 2024, Digelar pada 22-23 Oktober di Dubai
Acara blockchain internasional, Blockchain Life 2024, akan digelar di Dubai pada 22-23 Oktober, dengan lebih dari 10.000 peserta. [468] url asal
#acara-blockchain-internasional #animoca-brands #blockchain-life-2024 #dubai #ledger #pasar-kripto #tether
(BlockChain-Media) 12/10/24 20:16
v/16370499/
Acara blockchain internasional, Blockchain Life 2024, akan diadakan pada 22-23 Oktober 2024 mendatang di Dubai. Lebih dari 10.000 peserta dari 120 negara diperkirakan hadir dalam acara blockchain bergengsi ini. Acara tersebut akan membahas strategi pasar jelang bull run 2025 dan menawarkan kesempatan jaringan yang tak ternilai bagi para peserta.
Blockchain Life 2024 menjadi ajang berkumpulnya para pemimpin industri blockchain global. Dalam acara ini, para pembicara terkemuka dari berbagai perusahaan besar seperti Tether, Animoca Brands, dan Ledger akan membagikan wawasan pasar yang mendalam. Mereka diperkirakan akan memberi gambaran tentang pertumbuhan pasar kripto, yang menurut banyak pihak, akan mengalami lonjakan pada 2025.

Paolo Ardoino, CEO Tether, yang dijadwalkan menjadi salah satu pembicara utama. Ardoino, yang selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh sentral di balik stablecoin terbesar di dunia USDT, akan memberikan pandangannya terkait pergerakan pasar kripto ke depan.
“Kita berada di ambang pertumbuhan signifikan, dan Blockchain Life 2024 akan menjadi titik awal penting,” sebut tim panitia acara blockchain global itu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/10/2024).
Sinyal Bullish Harga Bitcoin: Harmonic Pattern Jadi Kunci
Yat Siu, Co-Founder dari Animoca Brands, perusahaan besar di sektor blockchain gaming dan NFT, juga akan hadir di acara tersebut.
Sementara itu, CEO Ledger, Pascal Gauthier, diperkirakan akan memberikan perspektif tentang keamanan aset digital. Ledger, sebagai salah satu perusahaan terkemuka di bidang perangkat keras kripto, memiliki peran penting dalam mengamankan aset investor di seluruh dunia.
“Paparan Pascal nanti memastikan setiap orang dapat menyimpan aset digital mereka dengan aman, dan ini menjadi salah satu fokus di Blockchain Life 2024,” ungkap tim panitia.
Selain para tokoh yang sudah disebutkan, acara ini juga akan menampilkan pembicara seperti Frederik Gregaard, CEO Cardano Foundation, dan Dr Marwan Alzarouni, CEO Dubai Blockchain Center. Dengan demikian, acara blockchain internasional ini diprediksi tidak hanya menjadi platform edukasi tetapi juga menawarkan jaringan bisnis yang kaya akan peluang.
Ripple Gandeng DIFC Dubai, Siap Majukan Blockchain di UAE
Acara blockchain bergengsi ini tidak hanya soal pidato atau diskusi panel, tetapi juga tentang menjalin koneksi yang berharga. Peserta akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan para ahli, investor, dan inovator di balik berbagai proyek blockchain terkemuka. Diskusi di balik layar diharapkan dapat menghasilkan kerja sama baru yang menguntungkan di masa depan, terutama dengan prospek pertumbuhan besar dalam industri kripto yang diproyeksikan terjadi pada 2025.
Dubai, yang telah lama menjadi pusat inovasi teknologi blockchain di Timur Tengah, adalah lokasi strategis untuk Blockchain Life 2024. Pemerintah Dubai juga telah menunjukkan dukungan yang kuat terhadap perkembangan teknologi blockchain dan kripto di wilayah ini, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan ekosistem kripto global.
Bagi para peserta, acara ini juga menjadi peluang untuk mendapatkan wawasan eksklusif terkait perkembangan regulasi di industri kripto dan blockchain.
Dengan menghadirkan berbagai tokoh yang berpengaruh dalam dunia kripto, Blockchain Life 2024 diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang arah pasar kripto di masa depan. [ps]
Tether Melaju! Kapitalisasi Pasar USDT Hampir Sentuh US$120 Milyar
Tether capai rekor kapitalisasi pasar US$119 milyar, makin mendominasi stablecoin. USDT kini kuasai 70,4 persen kapitalisasi pasar. [542] url asal
(BlockChain-Media) 23/09/24 10:30
v/15431523/
Dalam perkembangan terbaru, stablecoin besutan Tether, USDT, telah mencapai rekor kapitalisasi pasar baru dengan nilai mendekati US$120 milyar.
Pencapaian ini menegaskan posisi USDT sebagai pemain utama dalam industri kripto, mengukuhkan dominasinya dalam pasar stablecoin di tengah tren pertumbuhan yang pesat.
Kapitalisasi Pasar Tether Dekati US$120 MilyarBerdasarkan data dari IntoTheBlock, kapitalisasi pasar Tether berada di angka US$119 milyar, hanya selangkah lagi menuju tonggak US$120 milyar.
Hal ini memperkuat posisi USDT sebagai stablecoin nomor satu dan menjadikannya aset kripto terbesar ketiga berdasarkan kapitalisasi pasar, setelah Bitcoin dan Ethereum.
Juga, USDT sekarang menguasai sekitar 70,4 persen pangsa pasar dari total stablecoin yang beredar, dengan arus modal yang terus mengalir ke dalamnya. Kenaikan ini seiring dengan lonjakan total kapitalisasi pasar stablecoin yang mencapai lebih dari US$169 milyar.
Pertumbuhan Pesat Pasar StablecoinKapitalisasi pasar stablecoin secara keseluruhan telah mengalami pertumbuhan yang signifikan sejak awal tahun ini. Pada Oktober 2023, total kapitalisasi pasar stablecoin mencapai US$122 milyar.
Namun, dengan adanya tren bullish dalam beberapa bulan terakhir, total kapitalisasi tersebut telah melonjak hingga US$169 milyar pada September 2024, meningkat sekitar 38,5 persen.
Pertumbuhan pesat ini menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital yang stabil terus meningkat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan inflasi yang melanda berbagai negara.
Peran Utama Tether dalam DominasinyaPencapaian stablecoin Tether dalam kapitalisasi pasar bukanlah kebetulan. Dalam dua tahun terakhir, Tether telah mengalami peningkatan pangsa pasar yang luar biasa.
Pada 2022, pangsa pasar USDT masih berada di angka 55 persen, namun saat ini telah melonjak menjadi 75 persen.
Peningkatan tersebut tak lepas dari kemampuannya menjaga nilai yang stabil terhadap dolar AS, menjadikannya pilihan favorit bagi para trader dan investor yang mencari stabilitas di tengah volatilitas pasar kripto.
Selain itu, penurunan performa kompetitor seperti USDC juga telah berkontribusi pada dominasi USDT di pasar stablecoin.
Arus masuk modal ke USDT juga terus mengalir, terutama dalam beberapa minggu terakhir.
Treasuri Tether bahkan mencetak US$1 milyar USDT baru di jaringan Ethereum dan tambahan US$100 juta USDT di jaringan Tron, menunjukkan tingginya permintaan akan stablecoin ini.
Dengan ini, total pasokan Tether telah hampir dua kali lipat dalam dua tahun terakhir, tumbuh dari nilai US$65 milyar menjadi US$118 milyar saat ini.
Keberhasilan Tether juga terlihat dari pendapatannya yang meningkat pesat. Dalam 30 hari terakhir saja, Tether dilaporkan menghasilkan pendapatan sekitar US$400 juta.
Ini menunjukkan bahwa meski menghadapi kompetisi dari stablecoin lain seperti USDC dan bahkan pesaing baru seperti PYUSD milik PayPal, Tether masih mampu menjaga keunggulannya di pasar.
Kompetisi dengan Stablecoin LainnyaKendati Tether mendominasi pasar, kompetisi dalam sektor stablecoin tetap sengit. USDC, stablecoin terbesar kedua, hanya memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$35,88 milyar, yang hanya sepertiga dari kapitalisasi Tether.
Sementara itu, stablecoin-stablecoin lain seperti First Digital USD (FDUSD) juga mengalami pertumbuhan, dengan kapitalisasi pasar yang meningkat 47 persen dalam 30 hari terakhir, mencapai US$2,94 milyar. Meski begitu, para pesaing ini belum mampu menggoyahkan dominasi Tether.
Melihat tren saat ini, sepertinya Tether akan terus memimpin di pasar stablecoin. Faktor-faktor seperti meningkatnya minat terhadap aset digital stabil, ketidakpastian ekonomi global, dan melemahnya mata uang fiat di beberapa negara berkembang menjadi pendorong utama pertumbuhan ini.
Adanya pesaing baru seperti Ripple dengan rencana peluncuran Ripple USD (RUSD) tampaknya tidak menghalangi Tether untuk mempertahankan dominasinya. Mari kita saksikan. [st]
Tether Unggul dalam Transparansi dan Cegah Kejahatan Kripto
Tether unggul dalam transparansi, cegah kejahatan keuangan dan menyediakan stabilitas bagi 350 juta pengguna di seluruh dunia. [606] url asal
#kripto #stablecoin #tether #usdt
(BlockChain-Media) 19/09/24 10:00
v/15221064/
Tether telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin dalam pasar stablecoin global melalui transparansi keuangan, kerja sama erat dengan lembaga penegak hukum, serta kemampuannya menjaga stabilitas di tengah volatilitas pasar.
Dengan cadangan melebihi kewajiban sebesar US$5,3 milyar, Tether memberikan jaminan keamanan bagi lebih dari 350 juta penggunanya di seluruh dunia. Selain itu, Tether juga mengambil peran penting dalam melawan kejahatan keuangan, menjadikannya bagian vital dari ekosistem keuangan modern.
Tether: Transparansi Keuangan yang Kuat dan TerpercayaDalam postingan di situs resminya, perusahaan ini menonjolkan transparansi sebagai nilai utama dalam operasinya. Ini dibuktikan dengan laporan independen yang dilakukan oleh firma akuntansi global ternama, BDO.
Pada kuartal kedua 2024, Tether melaporkan memiliki cadangan sebesar US$118,4 milyar, yang melebihi kewajibannya sebesar US$5,3 milyar.
Laporan ini menegaskan kekuatan keuangan Tether, di mana sebagian besar cadangannya berupa treasuri AS, yaitu lebih dari US$97,6 milyar.
Jika perusahaan tersebut dianggap sebagai sebuah negara, mereka akan menjadi pemilik treasuri terbesar ke-18 di dunia, bahkan melampaui negara-negara seperti Jerman dan Australia.
Transparansi ini tidak hanya dibatasi pada laporan periodik, tetapi juga disertai laporan harian yang memberikan detail cadangan secara rinci. Hal ini membuat Tether unggul dalam memberikan rasa aman dan jaminan kepada pengguna, serta melampaui tingkat transparansi banyak lembaga keuangan tradisional.
Kolaborasi dengan Penegak Hukum dan Pencegahan Kejahatan KeuanganSebagai penerbit stablecoin terbesar di dunia, Tether berkomitmen dalam mendukung upaya penegakan hukum di berbagai negara.
Perusahaan itu secara proaktif bekerja sama dengan lebih dari 180 lembaga di 45 yurisdiksi untuk membekukan sekitar 1.850 dompet yang terkait dengan aktivitas kriminal. Hingga saat ini, lebih dari US$113,8 juta aset berhasil dipulihkan dari aktivitas ilegal.
Salah satu tindakan terbaru yang dilakukan oleh Tether adalah membekukan hampir US$5 juta yang terkait dengan Lazarus Group, kelompok hacker dari Korea Utara. Aksi ini menegaskan kemampuan mereka dalam merespons ancaman keuangan global dengan cepat, melindungi integritas ekosistem stablecoin.
Selain itu, dalam sebuah operasi yang melibatkan Departemen Kehakiman AS, Tether berhasil memfasilitasi penyitaan hampir US$9 juta dari organisasi penipuan dunia maya. Aksi ini diakui secara terbuka oleh otoritas AS sebagai langkah signifikan dalam mengamankan aset digital dari penipuan.
Tether dan TRON Bentuk Unit Khusus Hentikan Kejahatan Kripto
Menyediakan Stabilitas di Pasar yang Tidak StabilTidak hanya dalam hal penegakan hukum, Tether juga berperan besar dalam menjaga stabilitas pasar di tengah gejolak.
Pada Mei 2022, saat pasar kripto mengalami krisis besar yang dipicu oleh depegging Terra-LUNA, Tether berhasil menebus lebih dari US$10 milyar dalam satu minggu dan US$20 milyar dalam sebulan tanpa mengalami gangguan.
Ini membuktikan bahwa perusahaan tersebut sepenuhnya mendukung setiap token yang diterbitkannya dengan cadangan berkualitas tinggi dan likuid.
Keberhasilan Tether dalam menangani permintaan penebusan yang besar ini jauh melebihi kemampuan banyak bank besar di seluruh dunia.
Bahkan, dalam sejarah perbankan, belum ada lembaga keuangan yang mampu menangani penarikan sebesar 12 persen dari kewajibannya dalam satu minggu tanpa terguncang. Hal ini menunjukkan keunggulan Tether dalam menyediakan likuiditas yang sangat tinggi bagi penggunanya.
Tether Angkat Jesse Spiro sebagai Kepala Hubungan Pemerintahan
Inklusi Keuangan Global dan Dominasi Dolar ASPeran Tether tidak hanya terbatas pada transparansi dan stabilitas, tetapi juga dalam meningkatkan inklusi keuangan global.
Di berbagai wilayah dengan mata uang lokal yang tidak stabil, stablecoin menjadi alternatif yang aman dan stabil bagi individu untuk menyimpan dan mentransfer nilai.
Penggunaan stablecoin Tether memungkinkan partisipasi lebih luas dalam perdagangan internasional, terutama di kawasan yang sulit mengakses dolar AS, seperti di Amerika Latin dan Asia.
Selain itu, dengan kepemilikan lebih dari US$97,6 milyar dalam treasuri AS, Tether memperkuat sistem keuangan AS.
Hal ini secara langsung mendukung dominasi dolar AS sebagai mata uang cadangan global, menjadikannya lebih mudah diakses oleh jutaan orang di seluruh dunia. [st]
Tether Angkat Jesse Spiro sebagai Kepala Hubungan Pemerintahan
Tether, perusahaan penerbit stablecoin USDT mengumumkan pengangkatan Jesse Spiro sebagai Kepala Hubungan Pemerintahan. [638] url asal
#paolo-ardoino #reku #stablecoin #tether #usdt
(BlockChain-Media) 13/09/24 22:12
v/14988966/
Tether, perusahaan penerbit stablecoin USDT mengumumkan pengangkatan Jesse Spiro sebagai Kepala Hubungan Pemerintahan. Spiro akan bertanggung jawab penuh untuk membina hubungan baik dengan pemerintah termasuk para pembuat kebijakan lintas negara. Di Indonesia, Tether akan hadir bersama Reku dalam roadshow di 10 kota.
Tether, perusahaan terbesar dalam industri aset digital, secara resmi mengumumkan penunjukan Jesse Spiro sebagai Kepala Urusan Pemerintahan pada 13 September 2024. Jesse akan bertanggung jawab dalam memimpin kebijakan dan upaya keterlibatan dengan pembuat undang-undang, regulator, serta pemangku kepentingan utama lainnya di seluruh dunia.
Jesse Spiro memiliki pengalaman luas dalam hubungan pemerintah dan regulasi di industri blockchain, dengan lebih dari enam tahun bekerja di sektor tersebut. Sebelum bergabung dengan Tether, ia menjabat sebagai Kepala Hubungan Regulasi untuk bisnis Blockchain dan Mata Uang Digital di PayPal selama tiga tahun terakhir. Selain itu, Jesse juga pernah memegang posisi sebagai Kepala Urusan Pemerintahan di Chainalysis, sebuah perusahaan analitik blockchain ternama.
PYUSD PayPal Tembus US$1 Milyar: Apa Langkah Selanjutnya?
Menurut rilis resmi Tether, Jumat, 13 September 2024, pengalaman Jesse yang mendalam di bidang legislatif dan regulasi menjadikannya kandidat yang tepat untuk membantu memperkuat misi Tether dalam membangun ekosistem keuangan dan teknologi yang siap menghadapi masa depan. Dengan latar belakangnya yang kuat, ia diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan perusahaan di tengah perubahan lanskap peraturan global yang dinamis.
“Saya sangat senang bisa bergabung dengan Tether, karena Tether memainkan peran penting dalam perkembangan ekonomi digital saat ini, termasuk dominasi dolar AS dalam ekonomi global. Lanskap legislatif dan regulasi yang terus berkembang akan memerlukan kolaborasi yang kuat antara sektor publik dan swasta. Melalui pendidikan dan keterlibatan, saya berharap dapat bekerja sama dengan industri, pembuat undang-undang, dan lembaga pemerintah untuk terus mengembangkan Tether dan ekosistem digital ini,” ungkap Jesse Spiro.
Keberhasilan Jesse dalam membangun hubungan yang erat antara industri aset digital dan sektor publik telah membuahkan hasil positif, mendorong pertumbuhan yang matang, inovasi yang bertanggung jawab, serta kesuksesan dalam organisasi yang pernah diwakilinya.
Paolo Ardoino, CEO Tether, juga menyatakan kegembiraannya atas penunjukan Jesse Spiro, bahwa penunjukan Jesse menegaskan komitmen Tether terhadap inovasi yang bertanggung jawab dan kepemimpinan di industri aset digital.
“Kami sangat bersemangat menyambut Jesse ke dalam tim Tether. Keahliannya yang mendalam dalam hubungan pemerintah dan teknologi blockchain akan sangat berharga bagi kami saat kami terus menghadapi lingkungan peraturan yang kompleks dan berubah dengan cepat,” jelasnya.
Penunjukan Jesse Spiro sebagai Kepala Urusan Pemerintahan di Tether datang di saat industri aset digital semakin mendapat sorotan dari regulator dan pembuat kebijakan di berbagai negara. Banyak pihak mengakui bahwa regulasi yang tepat akan sangat penting bagi masa depan ekonomi digital yang sehat dan aman. Di sisi lain, Tether juga terus berinovasi dan memperluas jangkauannya di sektor-sektor strategis.
Sebelumnya, Tether juga telah membuat sejumlah langkah penting, termasuk mengadakan Plan B Forum pertama di El Salvador yang akan diselenggarakan pada Januari 2025. El Salvador adalah negara pertama di dunia yang menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan resmi.
El Salvador Tambah 1 Bitcoin Setiap Hari Selama 665 Hari
Selain itu, Tether baru-baru ini mengumumkan pembentukan Unit Pemantau Keuangan T3 bersama TRON dan TRM Labs, sebuah inisiatif untuk memerangi aktivitas ilegal yang terkait dengan penggunaan USDT di blockchain TRON.
Di Indonesia, Tether juga telah menjalin kolaborasi dengan Reku. Tether akan meluncurkan program roadshow di 10 kota besar di Indonesia mulai September 2024-Maret 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang aset kripto dan teknologi di baliknya, serta potensi besar yang dimilikinya dalam mengubah lanskap ekonomi global.
Ekonomi AS Tangguh, Analis Reku: Imbas ke Pasar Kripto Belum Cukup Positif
Dengan semakin kuatnya peran Tether di berbagai sektor dan wilayah, kehadiran Jesse Spiro di posisi strategis ini diharapkan dapat membawa dampak signifikan bagi perusahaan dan industri secara keseluruhan. Fokusnya pada hubungan pemerintah dan kebijakan regulasi diprediksi akan memainkan peran penting dalam menentukan arah perkembangan aset digital di masa depan. [ps]
Riset VISA: Stablecoin di Indonesia Jadi Alternatif Perbankan
Penggunaan stablecoin di Indonesia semakin beragam, tak hanya untuk trading kripto, tetapi sebagai alternatif sistem perbankan. [799] url asal
#crypto-exchange #dolar-digital #indonesia #kripto #stablecoin #tether #usdt #visa
(BlockChain-Media) 13/09/24 02:17
v/14976861/
Dalam sebuah penelitian yang disponsori oleh VISA, terungkap bahwa penggunaan stablecoin di Indonesia semakin beragam. Use case-nya tak hanya untuk crypto trading di beragam crypto exchange, tetapi kian berubah menjadi alternatif layanan perbankan yang jauh lebih efisien.
Penggunaan stablecoin di Indonesia semakin meluas, tidak hanya untuk kebutuhan perdagangan aset kripto, tetapi juga sebagai alternatif perbankan tradisional. Banyak pengguna mulai mengandalkan stablecoin sebagai sarana untuk mengonversi stablecoin bernilai dolar AS (seperti USDT) dan euro, melakukan pembayaran antar negara, hingga menyimpan tabungan dalam bentuk dolar digital itu.
Faktanya, stablecoin kini sangat kuat dan terus meningkat. Pasokan stablecoin secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar US$170 miliar, dengan nilai transaksi yang diselesaikan mencapai triliunan dolar setiap tahunnya.
Setiap bulan, ada sekitar 20 juta address di beragam blockchain melakukan transaksi stablecoin, dan lebih dari 120 juta address memiliki saldo stablecoin. Angka-angka ini menunjukkan bahwa stablecoin telah menjadi infrastruktur keuangan paralel yang menarik, yang hanya berawal dari hampir nol pada lima tahun yang lalu.
Penelitian yang dilakukan oleh Castle Island Ventures, Brevan Howard Digital, dan Visa Crypto, bekerja sama dengan YouGov itu mengungkapkan bahwa banyak pengguna di pasar negara berkembang seperti Indonesia mulai mengandalkan stablecoin untuk tujuan-tujuan yang lebih luas. Studi ini dilakukan melalui survei terhadap 2.541 pengguna kripto di lima negara besar, termasuk Indonesia, dengan tujuan memahami bagaimana stablecoin digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut laporan itu, penggunaan stablecoin di Indonesia telah berkembang melampaui fungsi utamanya sebagai alat perdagangan di crypto exchange.
“Kami menemukan bahwa pengguna di Indonesia tidak hanya menggunakan stablecoin untuk perdagangan kripto, tetapi juga sebagai alat konversi mata uang digital, melakukan pembayaran lintas negara, serta sebagai instrumen tabungan dalam dolar digital,” jelas dalam riset itu.
Studi ini juga mengungkapkan bahwa salah satu alasan utama penggunaan stablecoin di Indonesia adalah untuk mengakses dolar digital dengan mudah. Pengguna lebih memilih stablecoin daripada menggunakan sistem perbankan, karena alasan efisiensi, potensi imbal hasil yang lebih tinggi, dan rendahnya kemungkinan campur tangan dari pemerintah.
Selain itu, survei mencatat bahwa 57 persen dari 2.541 pengguna kripto di lima negara besar, termasuk Indonesia, melaporkan peningkatan penggunaan stablecoin selama setahun terakhir, dan 72 persen dari mereka memperkirakan akan semakin sering menggunakan stablecoin di masa mendatang.

“Pengguna di Indonesia lebih suka stablecoin, karena dapat melakukan konversi mata uang dengan cepat dan fleksibel, terutama di luar jam operasional bank lokal,” jelas laporan tersebut.
Crypto exchange Pintu, yang merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia, juga mencatat tren ini. Pintu menawarkan berbagai stablecoin yang bernilai dolar AS dan euro. Pengguna Pintu dapat memanfaatkan stablecoin untuk berbagai keperluan, mulai dari perdagangan hingga penghematan biaya transaksi lintas negara.
“Banyak pengguna kami menggunakan stablecoin untuk menghindari batasan transaksi bank tradisional, seperti batas minimum dan maksimum transfer mata uang asing,” ujar Pintu dikutip dari laporan tersebut.
Blockchain Ethereum Nomor SatuUntuk urusan blockchain yang digunakan, blockchain Ethereum menjadi jaringan yang paling banyak digunakan oleh pengguna Pintu untuk mentransfer stablecoin bernilai dolar AS, dengan persentase sekitar 50 persen dari total transaksi. Jaringan lain yang juga popular adalah Binance Smart Chain (BS) dan Tron. Selain itu, USDT menjadi pilihan favorit pengguna dibandingkan USDC besutan Cirle, menyumbang lebih dari 90 persen dari total transfer.
Tidak hanya di Indonesia, penelitian ini juga mencakup negara-negara lain seperti Brasil, India, Nigeria, dan Turki. Namun, pola penggunaan stablecoin bervariasi di tiap negara. Di Indonesia, konversi mata uang menjadi tujuan utama, sementara di negara lain seperti Nigeria, fokusnya lebih pada penyimpanan uang dalam dolar untuk menghindari devaluasi mata uang lokal.
Selain itu, laporan tersebut juga menyoroti bagaimana stablecoin telah menjadi instrumen penting dalam portofolio banyak pengguna di Indonesia.
“Di pasar negara berkembang seperti Indonesia, stablecoin semakin mendominasi portofolio pengguna, terutama bagi mereka yang ingin mengamankan nilai mata uang mereka dalam bentuk dolar digital,” tambah laporan tersebut.
Studi ini juga memberikan pandangan menarik tentang peran stablecoin di masa depan. Pengguna di Indonesia semakin melihat stablecoin sebagai alternatif yang lebih praktis dan fleksibel dibandingkan layanan perbankan tradisional, khususnya dalam hal efisiensi transaksi dan akses ke dolar digital tanpa batasan ketat dari bank.
Stablecoin memang menawarkan berbagai keuntungan untuk pembayaran lintas negara, menghilangkan perantara dan memungkinkan transaksi yang lebih transparan, efisien, dan murah.
“Stablecoin memberikan keunggulan dibandingkan sistem pembayaran lintas batas tradisional, yang dapat memakan waktu beberapa hari, mahal, kurang transparan, dan terbatas dalam aksesibilitasnya,” tersebut di penelitian tersebut.
Dijelaskan bahwa salah satu alasan inefisiensi sistem tradisional adalah keterlibatan banyak perantara dan mata uang dalam proses, yang menambah biaya dan waktu.
Di sisi lain, stablecoin memungkinkan pembayaran antara negara bisa diselesaikan kapan saja, hanya dalam beberapa menit, dan dengan biaya yang lebih murah (misalnya hanya 1 dolar untuk setiap transaksi untuk semua besaran) daripada menggunakan layanan perbankan biasa.
Dengan adanya perkembangan ini, stablecoin tampaknya akan terus memainkan peran penting dalam sistem keuangan Indonesia, terutama di kalangan pengguna yang mencari cara lebih cepat dan efisien untuk mengelola keuangan mereka di dunia digital. [ps]
Tether dan TRON Bentuk Unit Khusus Hentikan Kejahatan Kripto
Kolaborasi Tether, TRON dan TRM Labs membentuk T3 FCU untuk melawan aktivitas ilegal yang menggunakan USDT di blockchain TRON. [499] url asal
(BlockChain-Media) 11/09/24 10:00
v/14976863/
Inisiatif kolaboratif yang melibatkan tiga pemain besar dalam industri kripto, yaitu Tether, TRON dan TRM Labs, baru-baru ini diumumkan.
Mereka membentuk T3 Financial Crime Unit (T3 FCU), sebuah langkah revolusioner yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara sektor publik dan swasta dalam memerangi aktivitas ilegal yang terkait dengan penggunaan USDT di blockchain TRON.
Kerja sama ini menggabungkan keahlian anti-kejahatan finansial dari TRM Labs, perusahaan intelijen blockchain terkemuka, dengan keahlian teknis dari TRON, salah satu blockchain global terkemuka.
Selain itu, tim investigasi eksternal dari Tether, perusahaan aset digital terbesar di dunia, ikut serta dalam inisiatif ini. Fokus utama T3 FCU adalah menciptakan komunitas kripto yang lebih aman dan terjamin bagi semua pengguna.
“TRON berawal dari keyakinan bahwa teknologi dapat digunakan untuk kebaikan dan memberdayakan orang-orang di seluruh dunia. Dengan berkolaborasi dengan TRM Labs dan Tether, TRON membantu memastikan bahwa teknologi blockchain digunakan untuk menjadikan dunia kita tempat yang lebih baik, dan mengirimkan pesan yang jelas bahwa aktivitas terlarang tidak diterima di industri kita,” ujar Pendiri TRON, Justin Sun.
Langkah Nyata di LapanganDalam pengumuman terbaru Tether, hanya dalam beberapa minggu setelah peluncurannya, T3 FCU, bekerja sama dengan pihak berwenang, telah berhasil membekukan lebih dari 12 juta USDT yang terkait dengan kasus pemerasan, skema penipuan investasi, dan beberapa tindakan kriminal lainnya.
Kepolisian telah mencatat setidaknya 11 korban dari penipuan tersebut, dan penyelidikan lebih lanjut diharapkan akan mengidentifikasi korban tambahan.
Keberhasilan awal ini menunjukkan betapa pentingnya inisiatif ini dalam mendukung penegakan hukum dan menghentikan penyalahgunaan stablecoin di blockchain TRON.
Dengan semakin meningkatnya popularitas TRON, yang dikenal dengan biaya transaksi rendah dan kecepatan tinggi, risiko paparan terhadap elemen kriminal pun ikut meningkat.
Peran Stablecoin USDT dalam Industri KriptoUSDT, yang merupakan stablecoin terbesar dengan kapitalisasi pasar lebih dari 117 milyar USD, memainkan peran penting dalam industri aset digital. Stablecoin ini memberikan nilai yang stabil serta memungkinkan perpindahan dana yang cepat antar platform.
Lebih dari 50 persen pasokan USDT yang beredar berada di blockchain TRON, menjadikannya komponen penting dalam memfasilitasi transaksi dan likuiditas.
Namun, kemudahan penggunaan, biaya rendah, serta stabilitas yang ditawarkan oleh USDT di TRON, juga menarik perhatian para pelaku kriminal.
Pendanaan terorisme, pencucian uang dan penipuan menjadi ancaman yang terus membayangi seiring dengan meningkatnya adopsi TRON di kalangan pengguna global.
Inilah yang membuat pembentukan T3 FCU menjadi langkah penting dalam menghambat kemampuan pelaku kejahatan untuk memanfaatkan aset digital guna mendanai kegiatan ilegal mereka.
Kolaborasi untuk Keamanan Jaringan TRONSebagai bagian dari kerja sama ini, TRM Labs akan memberikan dukungan berkelanjutan kepada TRON dan Tether dalam mengidentifikasi transaksi yang memiliki kaitan dengan aktivitas ilegal, seperti terorisme, penghindaran sanksi, pencurian, peretasan, kejahatan siber dan penipuan.
Dengan memanfaatkan teknologi canggih serta jaringan global investigasi mereka, TRM Labs akan menghasilkan intelijen yang mendukung upaya TRON dan Tether dalam menghentikan aktivitas kriminal.
Melalui kerja sama yang erat ini, mereka akan bekerja sama dengan penegak hukum di seluruh dunia untuk memutus rantai aktivitas kejahatan di blockchain.
Selain itu, inisiatif ini tidak hanya berfokus pada keamanan internal TRON, tetapi juga bertujuan untuk melindungi ekosistem kripto secara global. [st]
Tether Incar Pertanian, Investasi Rp1,57 Triliun di Adecoagro
Tether investasi Rp1,57 triliun untuk 9,8 persen saham Adecoagro di Argentina, langkah diversifikasi ke sektor agrikultur. [552] url asal
(BlockChain-Media) 09/09/24 11:30
v/14945089/
Tether, perusahaan di balik stablecoin terbesar di dunia, USDT, baru-baru ini menggebrak dunia investasi dengan langkah tak terduga.
Pada pertengahan 2024, Tether mengumumkan investasi sebesar US$102 juta, setara Rp1,57 triliun, untuk membeli 9,8 persen saham di Adecoagro, salah satu perusahaan agribisnis terbesar di Amerika Latin.
Langkah ini tidak hanya memperluas portofolio investasi Tether, tetapi juga menandakan upayanya untuk memasuki sektor pertanian dan pangan yang stabil dan tahan terhadap volatilitas pasar global.
TETHER BETS $102 MILLION ON AGRICULTURE AS CRYPTO GOES GREEN
Tether just threw down $102 million for a 9.8% stake in Argentina’s agricultural giant Adecoagro, betting on farmland as a hedge against global instability.
The world’s largest stablecoin issuer says land is scarce… pic.twitter.com/Em1AhtUbjB
— Mario Nawfal’s Roundtable (@RoundtableSpace) September 8, 2024
Ekspansi Tether ke Sektor AgribisnisAdecoagro adalah pemain utama di sektor agrikultur Argentina, dengan operasi besar di produksi susu, beras, tebu dan energi terbarukan di Argentina, Brasil dan Uruguay.
Dengan lebih dari 193.000 hektar lahan yang dikelola untuk pertanian tebu, perusahaan ini juga berperan penting dalam produksi etanol dan gula di Brasil.
Selain itu, Adecoagro dikenal sebagai salah satu produsen susu terbesar di Argentina, memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri pangan dan pertanian.
Langkah Tether untuk mengakuisisi 9,8 persen saham Adecoagro dilihat sebagai strategi untuk mendiversifikasi portofolionya di luar investasi tradisional dalam kripto.
Di tengah ketidakstabilan pasar global dan tantangan geopolitik, investasi di tanah dan sektor agrikultur memberikan jaminan yang lebih stabil. Tanah dianggap sebagai aset langka dan berharga, yang memberikan hasil jangka panjang, terutama dalam periode ketidakpastian ekonomi.
Diversifikasi PortofolioSebagai penerbit stablecoin terbesar, Tether dikenal mendominasi pasar kripto dengan kapitalisasi pasar USDT yang melebihi US$118 milyar. Namun, persaingan di pasar stablecoin semakin ketat, terutama dengan munculnya pesaing seperti PayPal dan Ripple yang meluncurkan stablecoin mereka sendiri.
Dalam menghadapi tantangan ini, Tether memutuskan untuk memperluas portofolionya ke sektor lain yang dianggap lebih aman dan stabil.
Tether sebelumnya telah berinvestasi di berbagai bidang seperti teknologi hijau, penambangan Bitcoin, kecerdasan buatan (AI), dan program pendidikan digital. Namun, investasi di Adecoagro menandai langkah pertama perusahaan ini ke sektor agrikultur.
Menurut Tether, langkah ini diambil sebagai bagian dari visi jangka panjang mereka untuk menciptakan nilai bagi umat manusia melalui pembangunan yang berkelanjutan.
Mereka percaya bahwa investasi di lahan dan pertanian akan menjadi bagian integral dari misi mereka untuk menciptakan dampak positif di dunia nyata.
Peran Strategis Pertanian di Tengah Ketidakpastian GlobalInvestasi di sektor pertanian bukan hanya tentang keuntungan finansial, tetapi juga mencerminkan pandangan Tether terhadap pentingnya ketahanan pangan dan sumber daya alam di masa depan.
Dengan kondisi geopolitik yang tidak stabil dan ancaman perubahan iklim, pertanian menjadi sektor yang semakin strategis. Tether melihat bahwa lahan pertanian, terutama di kawasan seperti Amerika Latin, menawarkan peluang besar untuk mendapatkan hasil yang konsisten dan jangka panjang.
Argentina sendiri merupakan salah satu negara dengan lahan pertanian paling produktif di dunia, menjadikannya pusat bagi investasi di sektor pangan global. Adecoagro, dengan skala operasinya yang luas, adalah mitra yang ideal bagi Tether untuk mewujudkan visinya di sektor ini.
Langkah Tether untuk masuk ke sektor agribisnis juga dapat dipandang sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan mereka pada pasar kripto yang terkenal fluktuatif.
Dengan mendiversifikasi investasi mereka ke aset nyata seperti tanah dan produk pangan, Tether berupaya untuk memperkuat posisi mereka di tengah persaingan yang semakin ketat di pasar stablecoin. [st]