#30 tag 24jam
Simak 7 Cara Menjadi Perempuan yang Menarik Saat Kencan Pertama
Selain memikirkan pokok bahasan, maka Anda juga perlu mempersiapkan telinga dan mendengar dengan baik saat pasangan, pria sedang berbicara. [270] url asal
#pria #perempuan #tips-cinta #tips-kencan #cinta #pasangan #perempuan-menarik
(Bisnis.Com - Terbaru) 07/11/24 11:50
v/17659632/
Bisnis.com, JAKARTA - Menjadi perempuan yang menarik saat berkencan, bukanlah hal yang sulit. Perempuan bisa menciptakan ketertarikan secara psikologis.
Dilansir dari Brides, Kamis (7/11/2024), kencan pertama akan menjadi sangat mengesankan bagi pria dan wanita, bila memiliki pembicaraan dan sikap saling merespon yang tepat. Memiliki ketertarikan secara psikologi sangat penting bagi pasangan.
Pakar psikologi sosial Madeleine A. Fugère mengatakan seluk-beluk ketertarikan, psikologi ketertarikan, dan cara memanfaatkan pokok bahasan tersebut dengan baik untuk membuat kencan Anda akan lebih sukses. Maka kondisi ini akan membuat psikologi ketertarikan bagi orang yang sedang berbicara.
Simak beberapa cara agar menjadi perempuan yang menarik:
1️. Jadilah Autentik
Tetaplah setia pada diri sendiri dan nilai-nilai Anda. Jadilah diri sendiri dan ciptakanlah hubungan yang lebih dalam dan bermakna.
2️. Miliki Energi Positif
Pertahankan pandangan hidup yang ceria dan positif. Energi positif itu menular dan menarik pria kepada Anda. Pasangan Anda akan lebih suka saat Anda tampil ceria.
3️. Jadi Pendengar yang Mendalam
Pasanglah telinga Anda saat dengan berbicara dengan pasangan. Tunjukkan minat yang tulus pada apa yang dikatakan oleh pria tersebut. Kemampuan mendengarkan yang baik membuat pria merasa diterima dan dipahami.
4️. Utamakan Diri Anda Sendiri
Ini mungkin terasa berlawanan dengan intuisi, tetapi saat Anda benar-benar mencintai diri sendiri, Anda memiliki pancaran dari dalam yang menarik orang lain.
5️. Kejar Minat Anda
Lakukan aktivitas dan hobi yang Anda sukai. Wanita yang penuh semangat itu menarik dan menginspirasi pria berkualitas.
6️. Tampilkan Keanggunan
Perlakukan semua orang dengan kebaikan dan empati. Hati yang hangat dan penuh kasih sayang tidak bisa ditolak dan meninggalkan kesan mendalam.
7️. Rangkul Feminitas Anda
Rayakan kualitas unik dan feminitas Anda. Kepercayaan diri dalam keperempuanan Anda sangat menarik.
Tips Cinta, Kenali Closure di Dalam Suatu Hubungan
Closure dapat menjadi penyembuhan emosional dengan memungkinkan kamu untuk menghadapi perasaan diri sendiri [539] url asal
#closure #tips-cinta #tips-kencan #tips-hidup
(Bisnis.Com - Terbaru) 07/10/24 12:32
v/16105264/
Bisnis.com, JAKARTA - Dalam hubungan percintaan, pria dan wanita kerap kali dihadapkan dengan perpisahan karena kurang memahami keinginan masing-masing.
Perpisahan terjadi karena tidak adanya pengakhiran/penutupan yang jelas dari salah satu pihak. Pihak yang ditinggalkan akan kebingungan dan sulit untuk mencerna apa yang terjadi. Alih-alih move on, yang terjadi justru terjebak dalam masa lalu yang tidak pernah selesai atau butuh waktu lama untuk memulihkan diri.
Dikutip dari Mariage.com, Senin (7/10/2024), istilah Closure awalnya diperkenalkan oleh Arie W. Kruglanski, seorang profesor universitas dan Fellow dari American Psychological Association dan American Psychological Society pada tahun 1990.
Dia muncul dengan istilah 'Need for Closure' yang mengartikan bahwa Closure merupakan keinginan dari individu/personal untuk menemukan jawaban pasti dari ketidakjelasan dalam suatu hubungan.
Lalu apa itu Closure?
Closure sendiri dapat diartikan sebagai “Penutupan” yang dalam konteks hubungan percintaan, merupakan akhir yang jelas dari perpisahan. Hal ini akan menimbulkan kesan positif, dimana kamu tidak harus berakhir asing dengan mantan. Closure, memungkinkan pasangan yang sudah berpisah untuk menjadi teman atau bahkan sahabat.
Bagaimana cara mendapatkannya/melakukannya?
Tapi sejatinya, banyak orang yang tidak mampu melakukan “Closure” sehingga berakhir dengan perpisahan menyedihkan. Ini bisa saja terjadi lantaran kamu tidak tau bagaimana cara mendapatkan atau melakukan “Closure.”
1. Jangan paksa pasangan melakukan “Closure”
Closure merupakan niat, jadi jangan paksakan itu kepada orang-orang. Cukup lakukan dorongan dengan mempertanyakan alasan, dengan tidak memaksakan. Memang membutuhkan waktu yang lama, tapi setidaknya itu lebih baaik dari pada memaksa dengan akhir yang justru berantakan.
2. Hindari interaksi online di ujung hubungan
Lakukan pertemuan langsung dalam mengakhiri hubungan, kamu tidak akan bisa mendapatkan atau melakukan closure apabila tidak bertemu. Berterusteranglah kepada pasangan tentang alasan mengapa mengakhiri hubungan.
3. Berlaku selayaknya teman
Apabila hubungan telah berakhir dan masih belum mendapatkan Closure. Coba untuk lakukan komunikasi layaknya teman, hindari interaksi online, untuk mengurangi potensi asumsi lawan jenis apabila kamu ingin baikan. Hal tersebut dapat menjadi batu penghalang karena menciptakan situasi tidak nyaman untuk lawan jenis.
4. Komunikasi yang jujur
Memulai percakapan terbuka dan jujur, dapat menjadi cara melunakkan hati mantan pasangan yang tidak ingin bertemu. Ketika kamu melakukan percakapan yang jujur dan tenang, ini bisa menyelesaikan kesalahpahaman dan menawarkan Closure kepada mantan pasangan.
Apakah wajib melakukan/mendapatkan Closure?
Tidak ada tolak ukur kewajiban dalam mendapatkan atau melakukan Closure Anda juga tidak dapat memaksa mantan untuk melakukan closure. Namun, dengan melakukan hal ini, kamu bisa mengurangi rasa sakit dan kebencian terhadap mantan pasanganmu.
Melakukan Closure juga dapat bermanfaat:
1. Penyembuhan Emosional
Closure dapat menjadi penyembuhan emosional dengan memungkinkan Anda untuk menghadapi perasaan diri sendiri, memproses kesedihan, dan melepaskan emosi yang belum terselesaikan.
2. Pertumbuhan Pribadi
Lewat Closure, Anda memiliki kesempatan untuk belajar dari pengalaman masa lalu, menetapkan batasan, dan mendefinisikan kembali rasa harga diri dan identitas dirimu.
3. Move On
Mencapai momen Closure memungkinkan Anda untuk bergerak maju dengan sendiri. Anda juga dapat melihat peluang baru, dan menjalin hubungan yang lebih sehat di masa depan.
Dikutip dari Mariage.com bahwa Closure menjadi tantangan tersendiri untuk dilakukan. Ini lantaran belum tentu mantan anda menganggap hal ini penting.
Oleh sebab itu, ketahuilah bahwa dengan adanya Closure atau tidak, Anda harus bisa dan kuat untuk melanjutkan hidupmu. Closure tentu akan memberikan kemudahan untuk memproses semau rasa sakit, tetapi Ada juga harus bisa membebaskan dirimu dengan caramu sendiri. (Enrich Samuel)
Tanda-tanda Anda Belum Siap Menjalin Hubungan Baru
Menjalin hubungan baru perlu kesiapan mental, ini tanda-tanda Anda belum siap [902] url asal
#tips-kencan #relationship #kencan
(Bisnis.Com) 29/09/24 12:47
v/15715322/
Bisnis.com, JAKARTA - Setelah putus cinta atau putus hubungan sebelumnya, perlu waktu bagi seseorang untuk membuka hatinya pada orang lain.
Lama waktunya tersebut tidak bisa diprediksi, bisa sebentar atau bertahun-tahun.
Memberi waktu hati Anda pulih sangat penting, agar dalam menjalankan hubungan selanjutnya Anda lebih bahagia dan tidak terbawa masa lalu.
Tapi kadangkala mungkin Anda tidak sadar ada hal-hal yang menunjukkan Anda belum siap menjalankan hubungan baru
Berikut tanda-tanda Anda belum siap menjalani hubungan baru dilansir dari Bolde
1. Selalu Berbicara Tentang Mantan Anda
Jika setiap kalimat adalah perbandingan dengan mantan Anda atau kisah drama hubungan masa lalu Anda, itu adalah tanda bahaya besar. Anda perlu waktu untuk menyembuhkan dan memproses perpisahan Anda sebelum membawa orang baru ke dalam hubungan Anda. Tidak apa-apa meluangkan waktu untuk diri sendiri sebelum memulai sesuatu yang baru.
2. Mengharapkan Pasangan Anda Menyelesaikan Semua Masalah Anda
Wajar jika Anda ingin mencari kenyamanan dan dukungan dari pasangan, tetapi berpikir bahwa mereka akan secara ajaib menyelesaikan semua masalah Anda adalah hal yang tidak realistis. Hubungan harus meningkatkan kehidupan Anda, bukan menjadi satu-satunya alasan kebahagiaan Anda. Berfokuslah untuk membangun diri sendiri sebelum bergantung pada orang lain demi kesejahteraan Anda.
3. Mendambakan Kegembiraan yang Terus-menerus
Jika Anda membutuhkan drama tanpa akhir dan romansa yang penuh badai untuk merasa terpenuhi, itu mungkin pertanda Anda belum siap untuk sesuatu yang stabil dan sehat. Luangkan waktu untuk mencari tahu apa yang sebenarnya Anda inginkan dari suatu hubungan. Lebih baik merasa nyaman dengan diri Anda sendiri sebelum membangun sesuatu yang bertahan lama dengan orang lain.
4. Selalu mengeluh tentang kisah asmara
Mencoba membesar-besarkan patah hati teman Anda sangatlah tidak membantu. Pengalaman setiap orang adalah valid, dan penderitaan mereka tidak berkurang dengan pengalaman Anda di masa lalu. Daripada membandingkan, fokuslah mendengarkan dan menawarkan dukungan. Beri tahu teman Anda bahwa Anda ada untuknya tanpa menghakimi.
5. Hanya Ingin Seseorang Mengisi Kekosongan
Keputusasaan bukanlah fondasi yang baik untuk suatu hubungan. Jika gagasan menyendiri membuat Anda panik, lebih baik atasi perasaan itu terlebih dahulu daripada menyeret orang lain ke dalam gejolak emosi Anda. Belajar menikmati kebersamaan adalah kunci untuk membangun hubungan yang sehat.
6. Masih Mengidealkan Mantan Anda
Jika kamu melihat hubungan masa lalumu melalui kacamata berwarna merah jambu, itu tandanya kamu belum sepenuhnya memproses perpisahan tersebut.
Mengenang masa-masa indah adalah hal yang wajar, tetapi jika Anda mengabaikan masa-masa buruk, mungkin akan sulit untuk membuka hati kepada orang baru. Beri diri Anda waktu dan ruang untuk mengakui kelemahan hubungan Anda sebelumnya, yang akan membantu Anda mendekati hubungan di masa depan dengan lebih realistis.
7. Tidak Memiliki Kehidupan Anda Sendiri
Hubungan yang sehat tidak seharusnya menjadi dunia Anda sepenuhnya. Jika seluruh waktu dan energi Anda hanya berkisar pada mencari pasangan, Anda mungkin belum siap untuk menghadapi kenyataan. Investasikan pada hobi, persahabatan, dan tujuan pribadi Anda. Bangunlah kehidupan yang memuaskan di luar suatu hubungan, dan itu akan membuat Anda menjadi pasangan yang lebih menarik dan utuh ketika waktunya tepat.
8. Takut Rentan
Jika gagasan untuk terbuka dan jujur secara emosional membuat Anda takut, Anda memerlukan lebih banyak waktu sebelum menjalin hubungan.
Kerentanan sangat penting untuk menjalin ikatan yang erat, dan jika Anda tidak dapat mengungkapkan jati diri Anda, Anda tidak akan dapat terhubung sepenuhnya dengan orang lain. Pertimbangkan untuk mencari tahu alasan di balik ketakutan Anda terhadap kerentanan – hal ini mungkin melibatkan upaya mengatasi rasa sakit di masa lalu atau membangun kepercayaan diri Anda.
9. Memiliki Masalah Kepercayaan yang Besar
Luka di masa lalu bisa menimbulkan banyak beban. Jika Anda kesulitan memercayai niat baik seseorang, Anda sedang mempersiapkan diri untuk hubungan yang tidak sehat. Penting untuk mengatasi akar masalah kepercayaan Anda, baik melalui terapi individu atau meningkatkan harga diri dan rasa aman Anda sendiri.
10. Tidak Yakin Menginginkan Hubungan
Jika Anda berkencan hanya karena Anda merasa “seharusnya”, ambil langkah mundur. Tidak apa-apa menjadi lajang dan mencari tahu apa yang sebenarnya Anda inginkan. Jangan biarkan tekanan atau ekspektasi masyarakat mendorong Anda melakukan sesuatu yang belum siap Anda lakukan.
11. Mengubah Siapa Diri Anda
Mencoba membentuk diri Anda menjadi apa yang menurut Anda diinginkan orang lain adalah hal yang tidak boleh dilakukan. Pasangan yang baik akan menerima Anda apa adanya. Berfokuslah untuk menjadi dan mencintai diri-sejati Anda dan menemukan seseorang yang mencintai dan menghargai Anda apa adanya.
12. Belum Belajar Dari Kesalahan Hubungan Masa Lalu
Mengulangi pola yang sama adalah tanda bahwa Anda belum meluangkan waktu untuk berkembang dan merenung. Lihatlah dengan jujur hubungan masa lalu Anda dan identifikasi kecenderungan atau pilihan tidak sehat yang Anda buat. Berusahalah untuk mengatasi masalah ini sebelum memulai hubungan baru, sehingga Anda dapat menciptakan dinamika yang lebih sehat.
13. Terus Melakukan Hubungan Singkat dan Intens
Meskipun mungkin tampak mengasyikkan, kencan terus-menerus mungkin berarti Anda menghindari keintiman dan koneksi yang sebenarnya. Jika Anda mendapati diri Anda berpindah dari satu orang ke orang lain tanpa membentuk ikatan yang lebih dalam, itu mungkin pertanda Anda takut dengan komitmen sejati. Pikirkan mengapa Anda menjaga hal-hal dangkal.
14. Harga Diri Anda Tergantung Memiliki Pasangan
Nilai Anda harus datang dari dalam, bukan dari validasi eksternal yang Anda peroleh dari suatu hubungan. Jika Anda merasa nilai Anda ditentukan oleh apakah Anda memiliki pasangan atau tidak, berusahalah membangun rasa percaya diri yang kuat. Ingatlah bahwa Anda layak mendapatkan cinta dan rasa hormat, apa pun status hubungan Anda.
15. Jauh di lubuk hati, Anda Tahu Ini Bukan Saat yang Tepat.
Terkadang, Anda hanya punya firasat bahwa Anda belum siap. Dengarkan intuisi itu! Lebih baik jujur pada diri sendiri dan luangkan waktu yang Anda perlukan daripada memaksakan sesuatu yang tidak seharusnya.
Tips Cinta, Cara Mengatasi Insecure dalam Hubungan
Rasa insecure bisa memunculkan pertengkaran, rasa tidak yakin terhadap masa depan dan diri sendiri, hingga ketidakpuasan dalam hubungan. [580] url asal
#insecure #tips-cinta #tips-kencan #pasangan
(Bisnis.Com) 19/07/24 16:22
v/11321867/
Bisnis.com, JAKARTA — Jika Anda memiliki rasa insecure dengan pasangan, seperti mudah cemburu dengan temannya dan selalu merasa kurang dalam hubungan, maka bisa mencoba beberapa cara di bawah ini.
Rasa insecure atau tidak aman dalam suatu hubungan merupakan hal yang kerap terjadi. Namun, idealnya, hubungan yang sehat adalah hubungan yang saling percaya satu sama lain.
Dilansir dari Peaceful Mind dan Psych Central, Sabtu (19/7/2024) rasa insecure bisa memunculkan pertengkaran, rasa tidak yakin terhadap masa depan dan diri sendiri, hingga ketidakpuasan dalam hubungan.
Sebaliknya, jika Anda merasa secure atau aman secara emosional, Anda juga mendorong pasangan melakukan hal yang sama. Anda merasa lebih dipercaya dan dipahami pasangan. Ini dapat membentuk lingkungan yang nyaman, serta koneksi yang lebih dalam.
Simak 5 cara mengatasi insecure dengan pasangan:
1. Terbuka dengan kebutuhan Anda
Untuk menjalani hubungan yang baik, Anda perlu buang jauh-jauh perasaan gengsi. Jika Anda butuh kasih sayang lebih, mengobrol tentang suatu hal, atau sesimpel merasa rindu, utarakan kepada pasangan Anda. Hal ini akan menumbuhkan hubungan yang lebih transparan dan dapat dipercaya.
Anda juga perlu terbuka apabila merasa perlu menghabiskan waktu sendiri selama beberapa waktu. Di luar hubungan, Anda masih tetap butuh waktu bergaul, meningkatkan jenjang karir, dan me-time. Justru, hal ini dapat meningkatkan rasa secure Anda dalam hubungan Anda.
2. Buatlah batasan yang jelas
Batasan atau boundaries adalah menjaga apa yang ingin Anda bagi untuk pasangan, dan apa yang ingin Anda jaga untuk pribadi.
Membuat batasan yang jelas antara kedua pihak meningkatkan pemahaman antara satu sama lain. Selain itu, rasa hormat antar kedua pihak juga terjaga.
Batasan dapat berbentuk batasan fisik, seksual, emosional, intelektual, atau finansial. Misalnya, menjaga tingkat keintiman sesuai kenyamanan, menjelaskan faktor hubungan yang penting untuk Anda, hingga pembagian keuangan.
3. Jadi pendengar yang baik
Dalam suatu hubungan yang sehat dan secure, kedua pihak merasa dipahami dan didengar dengan baik. Salah satu kuncinya adalah menjadi pendengar yang baik.
Tidak perlu menjadi ahli pemberi saran, menjadi pendengar yang baik hanya butuh kemampuan mendengarkan dan merespon suatu cerita dengan baik. Tanyakan pertanyaan follow-up tentang pasangan, atau refleksikan cerita dengan pengalaman Anda sendiri.
“Jika Anda dapat menjadi pendengar yang aktif, pasangan Anda dapat merasa nyaman ketika ke depannya ada masalah atau ketakutan tertentu,” jelas Dr. Isabelle Morley, psikolog dari Amerika Serikat.
Selain itu, pendengar yang baik tidak langsung menghakimi pasangan ketika mendengar cerita yang kurang enak. Anda dapat mengarahkan diri untuk bertanya tentang tujuan dan motivasi seseorang tentang perilaku mereka.
Dengan demikian, ketika Anda tidak setuju dengan perilaku pasangan, Anda bisa tetap membuat lingkungan yang terasa aman baginya.
4. Bertanggung jawab dan jujur
Walaupun terdengar simpel, namun permintaan maaf memiliki signifikansi sendiri dalam hubungan.
Anda perlu memastikan bahwa kesalahan yang terjadi tidak akan diulangi lagi. Hal ini karena, apabila Anda tidak konsisten (misalnya, tarik ulur hubungan), hal ini akan memunculkan perasaan insecure dari pasangan.
Selain itu, transparansi adalah faktor penting dalam membangun rasa percaya. Ketika dibiasakan, Anda mencegah kecurigaan yang tidak diperlukan dalam hubungan Anda.
Sebaliknya, ketika Anda tidak jujur atau menyembunyikan sesuatu, pasangan Anda akan sering mencurigai Anda. Lebih buruk lagi, mereka dapat mempertanyakan kekurangan pada diri mereka.
5. Usahakan hubungan bersama
Mungkin, Anda sering mendengar kalimat: “A relationship is 50-50.” Artinya, upaya dalam hubungan dibagi rata antara dua pihak untuk menumbuhkan rasa percaya, kasih sayang, dan komitmen.
Salah satu cara untuk mengusahakan hubungan bersama adalah mengajak pasangan dalam kegiatan Anda. Misalnya, makan bersama keluarga dan teman, menjalani kegiatan bersama, dan mencoba hobi satu sama lain. Selain pasangan akan merasa penting dan disayang, kedua pihak juga merasa lebih dekat. (Ilma Rayhana)