Toyota Prius jadi salah satu jagoan elektrifikasi terbaru di Indonesia. Membawa mobil hybrid tersebut dari Jakarta ke Yogyakarta, konsumsi bahan bakarnya bikin bahagia.
Toyota Prius diperkenalkan dan resmi dijual untuk publik Indonesia pada event GIIAS 2024. Toyota Prius, yang merupakan pionir mobil hybrid, dilepas dengan harga Rp 698 juta.
Saya bersama beberapa wartawan nasional merasakan Toyota Prius dan beragam produk hybrid Toyota lainnya saat mengikuti 'Journalist Test Drive Eco Journey' belum lama ini. Kami melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta, dengan melewati beberapa kota dan total durasi perjalanan tiga hari dua malam.
Rute yang kami tempuh adalah Jakarta-Cirebon, Cirebon-Semarang, Semarang-Solo, dan Solo-Yogyakarta. Menurunkan lebih dari 10 mobil, masing-masing mobil diisi empat orang dewasa.
Toyota Prius Hybrid Foto: Toyota Astra Motor
Karena baru meluncur beberapa bulan lalu, Toyota Prius Hybrid jadi yang paling banyak menarik perhatian. Saya sendiri baru merasakan Prius Hybrid ini dalam perjalanan Solo menuju Yogyakarta.
Mendapat jatah melaju di jalanan dalam kota yang begitu padat dan banyak persimpangan jalan, membuat eksplorasi terhadap Prius jadi kurang optimal.
Satu hal yang pasti, Prius Hybrid ini menawarkan pengalaman berkendara yang menyenangkan. Bahkan sejak saat pertama pedal gas diinjak. Mobil ini sangat responsif dan mudah dikendalikan, mengingat pusat gravitasinya lebih rendah seiring pemindahan baterai dari bagasi ke bawah kursi belakang.
Toyota Prius punya desain sporty yang sangat tegas. Dalam kondisi diam saja, mobil ini 'terlihat cepat'. Kesan sporty nan agresif terlihat jelas pada bagian depan, yang mengingatkan saya akan hiu kepala martil.
Bicara kecepatan, mobil ini terbukti mampu berlari sangat kencang. Dari beberapa line up hybrid yang dibawa Toyota pada event ini, Prius punya top speed paling tinggi dalam percobaan digeber di jalan tol.
Konsumsi Bahan Bakar Toyota Prius
Menempuh perjalanan panjang dari Jakarta hingga Yogyakarta, Prius tercatat punya konsumsi bahan bakar 29,4 km/liter.
Prius menjadi mobil hybrid Toyota yang paling irit dalam perjalanan ini.
Prius mengalahkan Yaris Cross Hybrid di posisi dua (23.8 km/l), Toyota Innova Zenyx Hybrid (19.5 km/l) pada urutan tiga, Toyota RAV4 Hybrid (16.4 km/l) di urutan empat, dan pada posisi lima ada Toyota Alphard (15.6 km/l).
Toyota Prius Hybrid Foto: Doni Wahyudi/detikOto
Untuk dicatat, angka 29.4 km/l yang didapat Prius merupakan kombinasi dari perjalanan di tol dan non-tol. Selain itu, mobil tersebut juga 'berpindah tangan' dari satu etape ke etape lain. Yang artinya, mobil ini dibawa oleh karakter-karakter pengendara yang berbeda.
Sementara total jarak tempuh yang kami lalui adalah 638,5 km.
Spesifikasi Toyota Prius Hybrid
All-New Toyota Prius HEV menggunakan Series Parallel Hybrid System terbaru. Sistem hybrid ini membuat mobil tetap punya akselerasi mumpuni dan responsif, namun pada saat bersamaan tetap memiliki konsumsi bahan bakar yang sangat baik.
Di Indonesia, Prius dibekali mesin hybrid 2ZR-FXE (sama dengan Corolla Cross HEV). Dengan mesin 1.798 cc 4-silinder DOHC teknologi Dual VVT-i, Prius bisa menghasilkan daya 98 PS dan torsi 14,5 Kgm. Sementara motor listriknya bisa memproduksi daya 72 PS dan torsi 16,6 Kgm.
Prius juga dibekali fitur keamanan canggih. Selain Toyota Safety Sense (TSS), ada juga kamera monokuler TSS di bagian depan, kamera menghadap ke belakang untuk Digital Inner Mirror, dan perekam gerak dalam kendaraan.
Di Jepang, Toyota Prius Hybrid dapat angka yang lebih baik dalam tes konsumsi BBM. Di negara kelahirannya, Prius mampu menempuh 32,6 km/liter, dengan emisi yang lebih rendah sampai 50% dibanding mobil pembakaran internal.
Sederet mobil hybrid Toyota melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta. Dikenal irit BBM, konsumsi bahan bakar mobil-mobil tersebut bikin kaget. [693] url asal
Pada akhirnya, salah satu faktor utama yang diperhatikan orang Indonesia saat membeli mobil adalah soal seberapa irit. Kalau fuel consupmtion dan harga BBM yang bakal naik bikin kamu ketar-ketir, mobil hybrid menjawab semua rasa khawatir.
Teknologi hybrid menjadi salah satu jalan 'utama' yang dipunyai Toyota untuk memangkas emisi karbon. Maka tak mengherankan kalau di Indonesia saat ini, pabrikan asal Jepang itu memiliki line up mobil hybrid yang paling banyak -- berbanding satu mobil BEV (battery electric vehicle) yang mereka jual di RI.
Strategi menitikberatkan hybrid ketimbang BEV nyatanya membuahkan hasil, sampai sejauh ini. Dari data penjualan mobil elektrifikasi (termasuk BEV, hybrid dan plug-in hybrid) di Indonesia pada semester awal tahun ini, mobil-mobil jenis hybrid jauh lebih laku.
Hingga Juni, distribusi mobil hybrid di Indonesia tahun ini mencapai 25.807 unit. Sementara mobil full listrik mencapai 11.938 unit. Toyota juga masih memimpin pasar mobil-mobil elektrifikasi ini dengan komposisi di atas 40%.
Toyota Yaris Cross Hybrid Foto: Toyota Astra Motor
Membuktikan Iritnya Mobil Hybrid Toyota Sepajang Jakarta-Yogyakarta
Pekan ini redaksi detikoto membuktikan langsung seberapa irit mobil-mobil hybrid Toyota ini. Kami melakukannya perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta melalui beberapa titik etape, yakni: Jakarta-Cirebon, Cirebon-Semarang, Semarang-Solo, dan Solo-Yogyakarta dalam program yang bertajuk 'Eco Journey Journalist Test Drive'
Ada lima mobil berbeda yang saya kendaraan dan/atau tumpangi pada kesempatan ini. Yang pertama adalah RAV4 (plug-in hybrid), lalu Innova Zenix hybrid, lanjut Yaris Cross hybrid, si pendatang baru Prius hybrid dan terakhir Vellfire HEV. Sepanjang perjalanan, mobil diisi empat penumpang pria dewasa.
Di antara mobil-mobil hybrid tersebut, yang menjadi perhatian utama tentu saja Prius Hybrid. Baru diperkenalkan di Indonesia pada GIIAS 2024 lalu, 'sesepuh' mobil hybrid Toyota itu tampil mentereng dengan desain sleek dan wujud yang sporty-agresif.
Konsumsi Bahan Bakar Mobil Hybrid Toyota usai Road Trip Jakarta-Yogyakrta
Seperti dijelaskan di atas, perjalanan Jakarta menuju Yogyakarta tidak kami tempuh sekali jalan. Dalam Perjalanan tiga hari dua malam itu kami mampir ke beberapa kota dan lokasi untuk mengikuti berbagai kegiatan.Total perjalanan tersebut menepuh jarak sekitar 638,5 km.
Untuk dicatat, mobil-mobil hydbrid yang disediakan Toyota ini dikemudikan oleh beberapa pengendara berbeda - yang pastinya memiliki gaya berkendara yang tak sama. Pada setiap etape, dilakukan pergantian mobil demi bisa merasakan teknologi hybrid yang dimiliki setiap mobil.
Berikut ini hasil konsumsi bahan bakar mobil-mobil hybrid Toyota:
Angka konsumsi bahan bakar ini diambil dari data yang disajikan pada odometer setiap mobil.
Toyota Prius Hybrid Foto: Toyota Astra Motor
Berdasar data tersebut, Prius menjadi mobil hybrid Toyota paling irit dalam perjalanan yang kami lakukan. Menariknya, Prius bukan cuma paling irit, tapi juga jadi mobil dengan top speed paling tinggi sepanjang perjalanan.
Di Indonesia, Prius dijual dengan mesin berkapasitas 1.800 cc. Mesin berkode 2ZR-FXE ini sama dengan yang disematkan pada Corolla Cross HEV.
Dari mesin tersebut dihasilkan tenaga 97,8 hp dan torsi maksimal 142 Nm. Sementara motor listriknya memproduksi power 95,1 hp dan torsi 185 Nm. Kombinasi inilah yang membuat mobil seharga Rp 600-an juta ini irit tapi di saat bersamaan juga cepat.