JAKARTA, KOMPAS.com – PT Astra Honda Motor baru saja meluncurkan dua sepeda motor listrik baru dengan nama ICON e: dan CUV e: pada Rabu (9/10/2024). Peluncuran kedua model ini berstatus world premiere, alias yang pertama di dunia.
Dua motor listrik ini menambah jajaran produk elektrifikasi di Indonesia setelah EM1 e: dan EM1 e: yang meluncur di Agustus 2023.
Honda memang sudah berkomitmen meluncurkan produk elektrifikasi lainnya buat pasar Indonesia. Honda ICON e: dan CUV e: diklaim menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.
KOMPAS.com/Janlika Yamaha unjuk diri di IMOS 2022 dengan menampilkan motor listrik Yamaha E01 lengkap dengan stasiun pengisian baterai sebagai daya tarik utama.
Selain AHM, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) sebenarnya sudah sejak beberapa tahun lalu telah mengembangkan motor listrik.
Namun demikian, hingga saat ini motor listrik tersebut tak kunjung diluncurkan. Yamaha mengaku produknya masih dalam tahap studi.
“Pada dasarnya Yamaha juga menanggapi isu elektrifikasi ini dengan sangat serius. Seperti yang bisa Anda lihat di Indonesia, E01 tes marketnya masih berjalan,” ujar Takaaki Hirama, Deputy Director Marketing PT YIMM di Jakarta, Jumat (11/10/2024).
“Di negara lain seperti Taiwan, Jepang atau Eropa dan Vietnam, sudah ada EV di pasarnya dan kami mengumpulkan banyak informasi dari situ,” kata dia.
Hirama juga mengatakan, Yamaha menganggap netralitas karbon merupakan isu yang sangat penting. Meski begitu, menurutnya EV bukan solusi satu-satunya.
“Setelah kami merasa pasar Indonesia sudah konkret, pasti akan disiapkan (motor listrik),” ucap Hirama.
Yamaha telah menguji dua model motor listriknya di Indonesia. Namun, hingga sekarang Yamaha belum juga menjual motor listrik. Berbeda dengan kompetitornya, Honda, yang telah meluncurkan motor listrik Honda EM1 e: di Indonesia.
Menurut Deputy Director PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Takaaki Hirama, pihaknya memang telah menguji coba motor listrik di Indonesia. Namun, belum ada keputusan untuk peluncuran motor listrik Yamaha.
"Jadi kami masih mengembangkan terus kendaraan listrik dan sembari akan melihat kesiapan pasar. Belum ada rencana apa pun terkait produksi massal, modelnya seperti apa. Kalau pasarnya sudah benar-benar siap pasti kami juga akan meluncurkannya," kata Takaaki Hirama kepada wartawan saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, akhir pekan kemarin.
Takaaki Hirama melanjutkan, pihaknya telah menyelesaikan tes motor listrik Yamaha E01 dan Neos di Indonesia. Yamaha juga telah menjual motor listrik di beberapa negara. Tapi untuk Indonesia, belum ada keputusan soal peluncuran motor listrik.
"Di Vietnam kita memang menjual Neos, tapi itu bukan berarti penjualannya lancar-lancar saja karena memang pasarnya masih kecil. Jadi memang sampai saat ini belum ada keputusan apa pun (jual motor listrik), masih ada beberapa hal ini dan itu. Neos dijual di Eropa dan Vietnam, produk itu sangat bagus sehingga masuk kategori premium. Jadi bukan untuk volume massal yang akan digunakan sehari-hari," bebernya.
Meski begitu, bukan berarti Yamaha mengesampingkan teknologi kendaraan ramah lingkungan. Yamaha menganggap serius teknologi motor listrik dan kendaraan ramah lingkungan lainnya.
"Yamaha sudah menyatakan secara jelas untuk mencapai target netralitas karbon. Jadi bukan hanya kendaraan listrik, kita juga mengembangkan teknologi lainnya. Jadi Yamaha itu mengambil langkah serupa dengan Toyota (multi-pathway). Salah satunya pengembangan teknologi hidrogen. Anda tahu tidak, mobil prototipe hidrogen yang sedang diuji coba Lexus? Itu pengembangan mesinnya ada peran dan campur tangan dari Yamaha," ungkapnya.