#30 tag 24jam
Ini Poin Penting Kasus Pelanggaran Pengelolaan Dana Ilegal oleh ARR
ARR merupakan pengurus dan pemegang saham PT Waktunya Beli Saham yang tidak memiliki izin usaha dari OJK. [289] url asal
#investasi-bodong #investasi-ilegal #ahmad-rafif-raya #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Investasi) 08/07/24 20:18
v/10106007/
Reporter: Yuliana Hema | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) telah memanggil Ahmad Afif Raya (ARR) yang terindikasi melanggar peraturan pengelolaan dana masyarakat tanpa izin.
Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, ARR merupakan pengurus dan pemegang saham PT Waktunya Beli Saham. PT Waktunya Beli Saham tidak memiliki izin usaha dari OJK.
Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan OJK menjelaskan ternyata dana investasi nasabahnya digunakan untuk memenuhi operasional perusahaan.
“Untuk operasional PT Waktunya Beli Saham, ARR menggunakan dana investasi untuk membayar gaji karyawan hingga pertemuan di luar kota,” kata dia dalam konferensi pers secara virtual, Senin (8/7).
Nah, dalam penghimpunan dana masyarakat, ARR menggunakan nama-nama pegawai PT Waktunya Beli Saham untuk membuka rekening efek nasabah di beberapa perusahaan sekuritas.
ARR memiliki izin sebagai Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE). Namun, kedua izin itu diajukan saat dia sudah tidak bekerja lagi di perusahaan sekuritas.
“Untuk itu, OJK telah membekukan sementara WMI dan WPEE milik ARR sampai dengan proses penegakan hukum selesai,” jelas wanita yang akrab dipanggil Kiki ini.
Berdasarkan pengakuan ARR, perkiraan dana yang dikelola PT Waktunya Beli Saham mencapai Rp 96 miliar. Sebagai pertanggungjawaban, ARR akan mengembalikan dana tersebut dalam waktu tiga tahun.
“Namun ini masih keterangan sepihak. Untuk jumlah dana yang dikelola hingga skema pertanggungjawaban perlu dilakukan konfirmasi kepada pihak-pihak lain,” ucap Kiki.
Lebih lanjut, Kiki mengimbau kepada masyarakat dan investor pemula untuk memperhatikan segala aspek, termasuk legalitas. Menurutnya mendirikan sebuah PT berbeda dengan mendapatkan izin dari OJK.
Berikutnya, investor juga harus mengecek kewajaran hasil investasi yang ditawarkan. Apalagi ada pihak yang menawarkan imbal hasil fantastis melebihi Perusahaan Usaha Jasa Keuangan (PUJK) pada umumnya.
LPDB-KUMKM Tegaskan Komitmen Salurkan Dana Bergulir untuk Koperasi di Indonesia
LPDB-KUMKM mendukung pengembangan koperasi dan UMKM di tanah air, yang menjadi pilar penting dalam perekonomian nasional. [406] url asal
(WE Finance) 08/07/24 20:18
v/10111596/
Warta Ekonomi, Jakarta -Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) kembali menegaskan komitmennya dalam menyalurkan pinjaman atau pembiayaan dana bergulir kepada koperasi-koperasi di Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo, dalam keterangannya.
“LPDB-KUMKM berkomitmen untuk terus menyalurkan dana bergulir kepada koperasi-koperasi di Indonesia sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Supomo.
Komitmen ini adalah bagian dari upaya LPDB-KUMKM untuk mendukung pengembangan koperasi dan UMKM di tanah air, yang menjadi pilar penting dalam perekonomian nasional.
Supomo menjelaskan bahwa LPDB-KUMKM menyediakan pinjaman atau pembiayaan dana bergulir dengan tarif layanan yang terjangkau dan proses yang mudah.
Pengajuan Proposal Pinjaman atau Pembiayaan Gratis dan Online
Lebih lanjut, Supomo menyampaikan bahwa pengajuan proposal pinjaman atau pembiayaan di LPDB-KUMKM tidak dipungut biaya. Koperasi dapat mengajukan proposalnya secara online melalui e.proposal.lpdb.id.
“Pengajuan proposal online ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi koperasi dalam mengakses layanan LPDB-KUMKM,” jelas Supomo.
Menurut Supomo, pengajuan dana bergulir di LPDB-KUMKM gratis dan dapat dilakukan secara online. Ini adalah upaya LPDB-KUMKM untuk memastikan proses yang lebih cepat, akuntabel, dan transparan.
"Kami berharap dengan kemudahan ini, koperasi di seluruh Indonesia dapat lebih mudah mengakses pembiayaan yang mereka butuhkan untuk berkembang," harap Supomo.
Waspadai Oknum Penipu Mengatasnamakan LPDB-KUMKM
Supomo juga menghimbau kepada koperasi agar berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan LPDB-KUMKM dan memberikan iming-iming tertentu dengan imbalan agar pengurusan proposal pinjaman dipermudah.
“LPDB-KUMKM tidak pernah menunjuk perantara atau calo dalam proses penyaluran dana bergulir,” tegas Supomo.
Penyaluran Dana Bergulir dengan Prinsip Kehati-hatian
Supomo menegaskan bahwa dalam menyalurkan dana bergulir, LPDB-KUMKM selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dengan Good Corporate Governance (GCG).
“Dana yang disalurkan LPDB-KUMKM adalah milik negara yang harus terus digulirkan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui koperasi yang sehat, taat aturan maupun regulasi, dan memiliki usaha yang baik,” kata Supomo.
Supomo menambahkan, dana bergulir telah digunakan untuk mendukung berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, perikanan, industri kreatif, hingga perdagangan.
"Dampak positif dari program ini telah dirasakan oleh banyak pihak, baik secara langsung oleh koperasi penerima maupun secara tidak langsung oleh masyarakat luas melalui peningkatan kesejahteraan dan penciptaan lapangan kerja. Kami percaya bahwa dengan dukungan yang tepat, koperasi dan UMKM Indonesia dapat tumbuh dan bersaing," jelas Supomo.
Oleh karena itu, kami akan terus berupaya untuk memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak dan memastikan bahwa dana bergulir yang kami salurkan benar-benar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," lanjutnya.
Menteri ESDM: Industri Baru Bisa Manfaatkan Harga Gas Murah
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan industri yang baru tumbuh berpotensi masuk dalam kategori tujuh kelompok industri dalam kebijakan HGBT. Menteri Energi dan... | Halaman Lengkap [129] url asal
#harga-gas #industri #diskon #menteri-esdm
(SINDOnews Ekbis) 08/07/24 20:17
v/10108898/
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan industri yang baru tumbuh berpotensi masuk dalam kategori tujuh kelompok industri dalam kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT). Industri baru tersebut dipertimbangkan untuk menjadi penerima manfaat gas murah di bawah USD6 per MMBTU."Industrinya kan ada yang lagi yang tumbuh-tumbuh, tapi masuk ke kelompok tujuh industri itu. Kami pertimbangkan," ujar Arifin ditemui setelah Rapat Kerja Komisi VII DPR RI di Senayan Jakarta, Senin (8/7/2024).
Menurut dia industri baru tersebut mencakup industri bahan baku yang bisa memanfaatkan harga gas tersebut. "Terutama yang bisa memanfaatkan bahan baku yang kita punya. Bisa kasih nilai tambah," kata dia.
Sebagai informasi, ke tujuh kelompok industri tersebut adalah industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, gelas kaca dan sarung tangan karet.
Penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas
Kecelakaan lalulintas di jalanan menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Data Korlantas Polri, selama 2023 terjadi 152 ribu kasus kecelakaan. Dari ... [487] url asal
(Antara - Bisnis) 08/07/24 20:17
v/10133844/
Jakarta (ANTARA) - Kecelakaan lalulintas di jalanan menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Data Korlantas Polri, selama 2023 terjadi 152 ribu kasus kecelakaan.
Dari jumlah itu, tingkat fatalitas meninggal dunia mencapai 27.689 korban jiwa.
Tingginya angka fatalitas akibat kecelakaan lalulintas membuat masyarakat perlu memahami beberapa faktor penyebab kecelakaan. Harapannya masyarakat bisa lebih waspada, memahami peraturan lalulintas serta mempersiapkan fisik dan kendaraan agar terhindar dari insiden itu.
Berikut sejumlah faktor terbesar yang dapat terjadi kecelakaan lalu lintas:
Faktor internal
1.Kelalaian pengemudi
Kelalaian biasanya dimulai dari sikap pengemudi yang tidak fokus saat berkendara bahkan tidak memahami rambu. Hal yang banyak terjadi saat ini adalah pengemudi lalai karena mengoerasikan ponsel saat menyetir, mendengarkan musik terlalu keras hingga tidak memperhatikan rambu lalulintas.
2.Kelelahan
Pengemudi yang kelelahan sebaiknya segera menepi dan mencari lokasi aman untuk beristirahat. Kelelahan membuat pengemudi kehilangan kontrol atas kendaraan yang ia kemudikan. Jika kelelahan itu dibiarkan, pengemudi bisa mengalami "micro sleep" bahkan tertidur saat kendaraan masih melaju. Hal itu biasanya bisa menyebabkan kecelakaan fatal karena kendaraan meluncur tidak terkendali.
3.Kurang pengalaman
Pengendara yang belum mahir atau baru bisa menyetir tidak boleh langsung terjun ke jalan raya. Pengendara jenis ini sebaiknya tetap didampingi instruktur, keluarga atau mitra yang sudah paham cara berkendara.
Kurangnya pengalaman membuat pengendara tidak terampil saat melintasi jalanan dengan kondisi yang tidak bagus. Kurangnya pengalaman juga membuat pengendara berpotensi melakukan kesalahan saat menghadapi situasi darurat, misalnya tanjakan, tikungan, atau medan jalan yang sulit.
4.Tidak patuh aturan lalu lintas
Kecelakaan lalulintas biasanya diawali dari pelanggaran terharap rambu lalulintas. Maka pengemudi wajib memahami dan mematuhi rambu atau aturan lalulintas.
5.Kondisi kesehatan
Faktor internal berikutnya adalah kondisi kesehatan. Pengemudi yang sedang sakit atau kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk berkendara, dilarang mengemudikan kendaraan dengan alasan keamanan, baik untuk diri sendiri maupun pengguna jalan di sekitarnya.
Faktor eksternal
1.Kondisi lingkungan dan cuaca
Kondisi lingkungan atau cuaca yang tidak baik bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan. Misalnya hujan deras yang membuat pengemudi tergelincir, banjir yang membuat mobil pengemudi terperosok ke lubang atau kabut yang bisa menghalangi jarak pandang pengemudi.
2.Kondisi jalan
Kondisi jalan juga menjadi salah satu faktor eksternal yang bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Kondisi jalanan kadang tidak selalu baik, pengemudi kadang bisa menemui lintasan yang rusak, tanpa penerangan atau jalanan yang tidak bisa dilewati karena faktor cuaca.
3.Kondisi kendaraan lain
Kendaraan lain bisa menjadi penyebab kecelakaan untuk diri kita. Maka hindarilah kendaraan-kendaraan dengan faktor risiko tinggi, misalnya tidak berada di sisi atau belakang truk ketika sedang menanjak, tidak berada di jalur kanan di jalur bebas hambatan, atau hindarilah parkir di bahu jalan karena Anda bisa tertabrak kendaraan lain yang melintas.
4. Kesalahanpengguna jalan lain
Faktor lain yang memicu kecelakaan adalah kelalaian pengguna jalan lain, misalnya menerobos lampu lalulintas, berpindah jalur tanpa menyalakan lampu sign, tidak menyalakan lampu, berhenti mendadak hingga rem blong.
Untuk itu, jadilah pengendara yang patuh terhadap aturan lalulintas agar tidak celaka dan tidak menjadi penyebab kecelakaan untuk pengguna kendaraan lainnya.
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024
Zulhas Klaim Jokowi Setuju Permendag Impor Tak Direvisi Lagi
Mendag Zulkifli Hasan mengklaim Presiden Jokowi sepakat Permendag Nomor 8 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor tidak akan diubah kembali. [406] url asal
#zulkifli-hasan #mendag #impor #zulhas
(CNN Indonesia - Ekonomi) 08/07/24 20:16
v/10110755/
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengklaim Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepakat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor tidak akan direvisi kembali.
Awalnya, aturan impor diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor. Aturan itu kemudian diubah menjadi Permendag Nomor 7 Tahun 2024.
Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan aturan itu memuat persyaratan perizinan impor berupa Pertimbangan Teknis (Pertek). Akibatnya, ditemukan sejumlah kendala dalam proses perizinan impor yang mengakibatkan penumpukan kontainer di beberapa pelabuhan utama seperti Tanjung Priok dan Tanjung Perak.
Zulhas mengatakan kondisi itu membuat Jokowi marah.
"Saya lagi di Peru jam 2 pagi ditelpon oleh pak wamen, presiden marah kemudian rapat terbatas di istana, Permendag 7 harus diubah malam ini karena barang di Priok numpuk enggak bisa keluar," katanya di rapat kerja dengan Komisi VI, Senin (8/7).
"Saya tandatanganilah dari Peru. Pertek-pertek itu dihapus jadi lah Permendag 8," katanya.
Permendag 8/2024, sambungnya, kembali diprotes karena dituding menjadi penyebab melemahnya industri tekstil dalam negeri. Namun, Zulhas membantah tudingan itu.
Menurutnya, beleid itu masih mengandung Pertimbangan Teknis (Pertek) untuk tekstil dan produk tekstil (TPT).
"Permendag 8 menghapus pertek-pertek yang baru, yang lama tidak, TPT tidak (dihapus). Jadi kalau tekstil mengatakan kita bangkrut karena Permendag 8 ya enggak benar, karena itu enggak dihapus," katanya.
Zulhas mengatakan pemerintah kembali mengadakan rapat di mana Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengusulkan agar Permendag 8/2024 diubah dengan memasukkan kembali Pertek. Namun Zulhas menolak usulan tersebut.
Dalam rapat selanjutnya, Zulhas kembali kekeh Permendag 8/2024 tidak diubah. Zulhas menilai belum tentu Pertek bisa menyelesaikan masalah tumbangnya industri tekstil dalam negeri.
Akhirnya disepakati Permendag 8/2024 tidak akan diubah lagi.
"Saya menolak keras. Akhirnya presiden setuju enggak bikin Permendag lagi," katanya.
Sebagai alternatif solusinya pemerintah akan mengenakan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) dan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) untuk tujuh komoditas. Komoditas itu adalah tekstil produk tekstil (TPT), pakaian jadi, keramik, perangkat elektronik, produk kecantikan, barang tekstil sudah jadi, dan alas kaki.
Untuk penetapan BMPT katanya akan di dihitung berdasarkan pantauan Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) terkait banyaknya produk impor yang masuk dalam tiga tahun terakhir. Sementara untuk BMAD akan ditentukan berdasarkan hasil pantauan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI).
"Dia (KPPI dan KADI) akan lihat tiga tahun terakhir ini kayak apa data-data kita. Kalau memang melonjak impornya produk yang tujuh macam itu maka dia bisa kenakan tarif bisa 10 persen, 50 persen, bisa 200 persen," katanya.
Dorong Pembayaran Nontunai, Bank DKI Ajak Tokopedia jadi Mitra Penjualan Jakarta Tourist Pass
Melalui sinergi ini, Jakarta Tourist Pass dapat dengan mudah diakses dan dibeli oleh masyarakat melalui platform Tokopedia. [379] url asal
(WE Finance) 08/07/24 20:16
v/10107506/
Warta Ekonomi, Jakarta -Dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata di Jakarta, Bank DKI turut menggandeng Tokopedia, salah satu platform e-commerce di Indonesia sebagai mitra penjualan resmi Jakarta Tourist Pass.
“Melalui sinergi ini, Jakarta Tourist Pass dapat dengan mudah diakses dan dibeli oleh masyarakat melalui platform Tokopedia, yang memberikan kemudahan perjalanan wisata di Jakarta,” demikian disampaikan Direktur Utama Bank DKI, Agus Haryoto Widodo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (8/7/2024).
Agus menjelaskan bahwa kerja sama dengan Tokopedia merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem digital di Jakarta. “Selain memudahkan wisatawan dalam menggunakan transportasi umum dan layanan wisata lainnya, Jakarta Tourist Pass juga merupakan upaya bersama untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang modern dan terintegrasi," kata Agus.
Pada kesempatan berbeda, Direktur Teknologi & Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono menyampaikan bahwa Jakarta Tourist Pass, yang merupakan produk kolaborasi antara Bank DKI dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta, dirancang untuk memudahkan wisatawan dalam mengakses dan menggunakan berbagai layanan transportasi umum di Jakarta secara cash less.
“Dengan adanya Jakarta Tourist Pass, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dengan menyediakan kemudahan dan kenyamanan bagi para wisatawan,” jelasnya.
Bertepatan dengan sinergi tersebut, Bank DKI dan Tokopedia menerbitkan kartu Jakarta Tourist Pass dengan desain khusus dalam jumlah terbatas, serta promo menarik, yang dapat dipesan melalui platform Tokopedia selama periode promo.
Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi berharap Jakarta Tourist Pass dapat memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata sehingga membantu pertumbuhan perekonomian di Jakarta.
“Inisiatif ini juga diharapkan dapat mendorong Jakarta menjadi destinasi wisata yang lebih menarik dan kompetitif di kancah internasional,” tambah Arie.
Senior Vice President of Digital Goods Tokopedia, Rudy Dalimunthe mengatakan, Tokopedia sangat mengapresiasi Bank DKI yang sudah memberikan kesempatan kepada Tokopedia untuk bersama-sama mengakselerasi digitalisasi pembayaran dan menciptakan cashless society yang semakin luas.
"Lewat kolaborasi ini, kami berharap akan lebih banyak lagi masyarakat yang bisa merasakan kemudahan bertransaksi digital, khususnya dalam bertransportasi dan berwisata di Jakarta. Kerja sama Tokopedia dan Bank DKI sejalan dengan komitmen kami untuk terus membuat produk yang inklusif, yang bisa mempermudah masyarakat luas memenuhi kebutuhan di era digital," imbuh Rudy.
Jakarta Tourist Pass merupakan solusi digital berbasis kartu elektronik (JakCard) dan aplikasi (JakOne Pay) yang dirancang untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan, seperti mengakses informasi destinasi populer, transportasi, pembayaran, serta layanan pariwisata lainnya di Jakarta.
Bye Calo! Naik Kapal Laut Bisa Pesan Tiket Pakai Aplikasi
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghadirkan layanan yang aman dan nyaman bagi pengguna jasa dengan program "Say No to Calo". [431] url asal
#asdp #tiket #tiket-kapal-feri
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 08/07/24 20:15
v/10106727/
Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghadirkan layanan yang aman dan nyaman bagi pengguna jasa dengan program "Say No to Calo". Ini berlaku efektif mulai Senin (1/7) di empat pelabuhan utama Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan manajemen secara aktif berkelanjutan melakukan sosialisasi pembelian tiket ferry secara online via Ferizy. Hal ini terbukti telah memberikan banyak manfaat bagi pengguna jasa antara lain lebih cepat dan dapat meminimalisir antrian di pelabuhan.
"Digitalisasi pembelian tiket penyeberangan feri ini merupakan bukti komitmen atas transformasi digital yang dilakukan ASDP dalam lima tahun terakhir untuk memberikan kenyamanan bagi para pengguna jasa," ujar Shelvy dalam siaran pers, Senin (8/7/2024).
Dia menyebutkan ASDP semakin gencar dalam penerapan reservasi tiket online di Cabang melalui aplikasi maupun website trip.ferizy.com.
Saat ini terdapat 28 pelabuhan yang telah menerapkan pemesanan tiket online yaitu Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Ajibata, Ambarita, Jangkar, Sape, Labuan Bajo, Lembar, Padangbai, Jepara, Karimun Jawa, Ujung, Kamal, Kayangan, Pototano, Tanjung Kalian, Pagimana, Gorontalo, Galala, Hunimua, Waipirit, Namlea, Batulicin, Tanjung Serdang, Bajoe, dan Kolaka.
Memperkuat reservasi tiket via Ferizy tersebut, manajemen pun merancang program "Say No to Calo" yang bertujuan melindungi pengguna jasa dari praktek percaloan.
"Kehadiran calo berdampak negatif terhadap pelayanan prima di pelabuhan diantaranya ketidaknyamanan penumpang karena mendapatkan tiket dengan harga yang melambung sangat tinggi dari harga resmi. Selain itu, banyak pengguna jasa melaporkan yang mengalami kerugian saat membeli tiket via calo karena boarding pass tidak dapat digunakan saat masuk ke pelabuhan. Hal ini tentu menjadi concern kami untuk dibenahi," tutur Shelvy.
Untuk itu, ASDP meningkatkan patroli di pelabuhan dan menerapkan sistem geofencing yang memastikan pembelian tiket hanya bisa dilakukan melalui loket resmi dan aplikasi Ferizy.
Hanya penumpang dengan tiket resmi yang dapat masuk ke area pelabuhan, berkat filterisasi ketat di titik masuk.
ASDP juga mempermudah pembelian tiket melalui layanan tiket online Ferizy karena saat ini sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pemesanan tiket ferry pun sekarang bisa dilakukan hingga 60 hari sebelum keberangkatan lewat aplikasi Ferizy, dengan pembayaran via transfer bank, virtual account, atau e-wallet.
Melalui mekanisme transfer bank dan virtual account tersedia layanan Bank BRI, Mandiri, BNI, dan BCA, hingga layanan e-wallet seperti LinkAja, ShopeePay, OVO, dan Dana. Ini memudahkan pengguna karena dapat memilih metode yang paling nyaman sesuai kebutuhan masing-masing.
"Dengan kemudahan ini, kami sangat mengharapkan kerjasama dan konsistensi pengguna jasa dan seluruh masyarakat agar tidak lagi membeli tiket melalui calo. Dengan komitmen kuat dari ASDP dan partisipasi aktif dari para pengguna jasa, mari bersama-sama ciptakan pelabuhan yang bebas calo, aman, dan nyaman bagi semua," tegas Shelvy.
(kil/kil)
Pertimbangkan Ekonomi Daerah, Komisi VII Minta Keran Ekspor Bauksit dibuka
Komisi VII DPR RI meminta Pemerintah Indonesia mengkaji kembali kebijakan larangan ekspor bijih bauksit. [216] url asal
#dpr #dewan-perwakilan-rakyat-dpr #bijih-bauksit #larangan-ekspor-bijih-bauksit #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #makroekonomi
(Kontan - Terbaru) 08/07/24 20:15
v/10106008/
Reporter: Filemon Agung | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Komisi VII DPR RI meminta Pemerintah Indonesia mengkaji kembali kebijakan larangan ekspor bijih bauksit.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman mengatakan, permintaan untuk mengkaji kebijakan larangan ekspor bauksit mempertimbangkan dampak perekonomian daerah salah satunya wilayah Kalimantan Barat.
"Dengan adanya kebijakan penutupan ekspor memiliki implikasi yang sangat luar biasa berat terhadap perekonomian di Kalimantan Barat," ujar Maman dalam Rapat Kerja bersama Menteri ESDM, Senin (8/7).
Maman menjelaskan, salah satu kendala hilirisasi bauksit yakni nilai investasi smelter yang terhitung cukul tinggi. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab pembangunan smelter bauksit terkendala.
"Namun dengan tingginya nilai investasi pembangunan smelter bauksit, ini akhirnya berdampak kepada kemampuan pemilik-pemilik IUP untuk membangun smelter," jelas Maman.
Pemerintah menetapkan larangan ekspor bijih bauksit sejak Juni 2023. Kebijakan ini ditempuh sebagai upaya mendorong hilirisasi sektor bauksit di dalam negeri.
Usulan mengkaji kebijakan larangan ekspor bauksit pun menjadi salah satu poin kesimpulan rapat kerja Menteri ESDM dan Komisi VII DPR RI.
"Komisi VII DPR RI mendorong Menteri ESDM untuk mengkaji dan membuka kembali kebijakan pelarangan ekspor bauksit dengan kuota ekspor terbatas dalam rangka menggerakkan perekonomian daerah penghasil bauksit sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," kata Maman saat membacakan poin kesimpulan rapat.
Bank Besar dan Menengah Optimistis Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh di Semester I-2024
Bank besar dan menengah mencatatkan pertumbuhan kinerja hingga Mei 2024, dan optimistis masih positif hingga semester I-2024. [729] url asal
#bisnis-perbankan #kinerja-bank #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #bank
(Kontan-Uang) 08/07/24 20:15
v/10105011/
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank besar dan menengah masih mencatatkan pertumbuhan kinerja hingga Mei 2024 di tengah kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu.
Dari sisi perolehan laba sepanjang lima bulan pertama tahun ini, Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi jawara bank dengan pertumbuhan laba doube digit mencapai sebesar 11,64% secara tahunan atau year on year (yoy) dengan nilai mencapai Rp 21,6 triliun.
Kenaikan laba BBCA salah satunya ditopang oleh pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp 30,99 triliun atau meningkat 6,86% secara tahunan. Pendapatan non bunganya tumbuh 8,98% ke level Rp 9,62 triliun, dimana fee based income menyumbang Rp 7,11 triliun.
Disusul dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatat peningkatan laba sekitar 8,84% yoy dengan nilai mencapai Rp 21,9 triliun.
Pertumbuhan laba BBRI ditopang oleh pendapatan non bunga yang tumbuh hingga 38,31% YoY menjadi Rp 21,75 triliun. Sementara, pendapatan bunga bersih BBRI hanya tumbuh 5,5% YoY menjadi Rp 45,8 triliun.
Di posisi ketiga, ada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatat laba bersih tahun berjalan sepanjang lima bulan 2024 senilai Rp 19,6 triliun. Pertumbuhannya pun tak sekencang dengan dua bank teratas yaitu sekitar 6,4% yoy.
Pendapatan bunga bersih BMRI tumbuh sebesar 5,28% menjadi Rp 30,4 triliun. Pendapatan non bunga juga naik sebesar 2,44% menadi Rp 11,71 triliun, dimana fee based income menyumbang Rp 6,64 triliun atau tumbuh 9,4% secara tahunan.
Adapun PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) masih menjadi yang paling bontot jika disandingkan dengan pesaing-pesaingnya sebagai Bank KBMI 4. Bank berlogo 46 ini hanya mencatat pertumbuhan laba sekitar 1,52% yoy menjadi Rp 8,5 triliun.
Kenaikan laba BBNI ditopang oleh pendapatan non bunga senilai Rp 8,1 triliun atau tumbuh 14,16% YoY. Di sisi lain, pendapatan bunga bersih bank turun hingga 10% YoY menjadi Rp 15,28 triliun.
Sementara itu, dari sisi kredit, Bank Mandiri menjadi jawara dengan pertumbuhan kredit per Mei 2024 mencapai 19,39% secara tahunan. Disusul BBCA dengan peningkatan sebear 15,9%. Sementara BBRI dan BBNI masing-masing tumbuh 10,68% dan 12,61%.
Selanjutnya di jajaran bank menengah, PT Bank CIMB Niaga mencatatkan pertumbuhan laba 3,2% menjadi Rp 2,73 triliun per Mei 2024. Adapun kreditnya hanya tumbuh sekitar 1,09%. Adapun PT Bank Tabungan Negara (BTN) mencatatkan pertumbuhan laba tipis sekitar 0,35% mencapai Rp 1,16 triliun dengan outstanding kredit hingga Mei meningkat 13,61%.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, kredit di semester I 2024 diproyeksikan masih akan tetap tumbuh bagus dengan pertumbuhan double digit. Di sisi lain, likuiditas juga disebut Jahja masih memadai.
Jahja tetap optimistis, BCA dapat membukukan kinerja positif sepanjang 2024.
"Di akhir tahun kredit juga diproyeksikan bisa tumbuh 10%-12%," katanya.
Adapun Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, secara keseluruhan baik kredit maupun DPK terutama CASA tumbuh di semester I-2024.
"Namun pertumbuhan kredit tidak double digit. Saya rasa kredit secara industri banyak dikatrol oleh Himbara untuk double digit," ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu bilang, sampai dengan akhir tahun laba diproyeksikan akan flat karena BTN ingin mencoba menambah pencadangan terlebih dahulu di saat likuiditas masih mahal.
"Pertumbuhan kredit juga akan di turunkan di 10%-11% di akhir tahun karena memang BTN mulai menurunkan terus ekspansi kreditnya karena Cost of Fund (CoF) bunganya masih mahal jadi belum tau kapan turunnya jadi kehati-hatian di situasi saat ini sangat penting sekali. Jangan sampai kita menyalurkan kredit lama-lama rugi," kata Nixon.
Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Moch. Amin Nurdin menilai, bank besar dan menengah memang cukup bagus pertumbuhan kinerjanya termasuk pertumbuhan kredit. Walau demikian, ia melihat ini tidak sustain karena pengaruh likuiditas.
"Kecuali nanti pemerintah jadi memperpanjang restrukturisasi covid-19. Nanti kan labanya akan terpengaruh tergerus dengan CKPN. Kalau kemudian restru ini tidak dilanjutkan akan ada pemburukan NPL saya rasa," ujar Amin.
Menurut Amin, dalam menjaga kinerja hingga akhir tahun, perbankan harus mempertahankan pertumbuhan kredit yang sehat, dan menjaga NPL dengan baik, juga masuk ke segmen kredit yang memberikan yield yang tinggi.
"Selain itu, perbankan harus berusaha untuk mendapatkan DPK untuk menjaga likuiditas dari segmen ritel yang murah, sama memikirkan untuk mendapatkan pendapatan dari tempat lain seperti fee based income (FBI)," imbuhnya.
Rezim Bunga Tinggi Segera Tamat, Broker Asing Top Jagokan Enam Saham
Broker asing DBS menaikkan rekomendasi pasar saham Indonesia dari netral menjadi positif pada 2024. Enam saham dijagokan... - Halaman all [419] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #dbs #bmri #jpfa #asii #tlkm #bbca #saham-heal #ihsg #suku-bunga-tinggi #broker-asing #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 08/07/24 20:15
v/10108376/
JAKARTA, investor.id – Broker asing DBS menaikkan rekomendasi pasar saham Indonesia dari netral menjadi positif, yang ditopang oleh prediksi penguatan rupiah pada paruh kedua 2024. Ada enam saham jagoan broker ini yang diyakini bakal memberikan return menarik.
Sebelum masuk ke nama-nama saham, DBS meyakini bahwa era bunga tinggi dalam jangka waktu lama (higher for longer) akan berganti menjadi rezim bunga rendah. Bank investasi ini memprediksi The Federal Reserve (The Fed) menurunkan suku bunga acuan (FFR) sebesar 25 basis poin (bps) setiap kuartal mulai kuartal IV-2024.
Dengan demikian, akhir tahun ini, FFR akan bertengger di level 5,25% dan turun lagi menjadi 4,25% pada akhir 2025. Ini akan membuat rupiah menguat hingga kembali di bawah Rp 16 ribu per dolar AS. Tentunya, ini positif bagi pasar saham, dalam hal ini indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI).
DBS mematok target IHSG akhir 2024 di level 7.750, turun dari sebelumnya 7.990. Ini lantaran ada revisi proyeksi penurunan suku bunga acuan dan pertumbuhan laba bersih serta fenomena derating di semua pasar saham negara berkembang.
Target itu mencerminkan PER 13,8 kali, satu kali standar deviasi di bawah rata-rata 10 tahun. Sejauh ini, konsensus analis di Bloomberg telah menurunkan proyeksi laba bersih emiten di BEI menjadi 11% dari sebelumnya 14%.
Jagokan Enam Saham
Saat ini, valuasi pasar saham Indonesia sangat menarik, dengan PER 2024 sebesar 12,88 kali. Selain itu, PEG IHSG hanya 1,1 kali, terendah di Asean.
Sejalan dengan proyeksi berakhirnya era bunga tinggi menjadi penurunan bunga, DBS menilai bahwa investor sudah waktunya mengakumulasi saham-saham yang sensitif dengan pergerakan suku bunga. Tidak masalah jika saham-saham seperti itu bergerak volatile dalam jangka pendek.
“Saham-saham seperti ini sudah turun dalam dan diperdagangkan dengan valuasi menarik,” tulis broker asing top itu.
DBS menetapkan enam saham pilihan, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Medialoka Hermina Tbk (HEAL). Rekomendasinya adalah buy dengan target harga masing-masing Rp 8.300, Rp 1.400, Rp 6.000, Rp 4.650, Rp 10.875, dan Rp 1.585
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Menteri ESDM Ungkap Alasan Program Harga Gas Murah Industri HGBT Dilanjut
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan alasan terkait dilanjutkannya kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) setelah 2024. [303] url asal
#menteri-esdm #harga-gas-bumi-tertentu #hgbt-dilanjut #harga-gas-murah-industri #hgbt
(IDX-Channel - Economics) 08/07/24 20:15
v/10105396/
IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan alasan terkait dilanjutkannya kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) setelah 2024.
Menurut dia, alasan dilanjutkan program ini pun berdasarkan beberapa pertimbangan. Setidaknya dilanjutkan karena diharapkan industri bisa terus memberikan nilai tambah.
"Lanjut (program HGBT). Ya kita consider lah. Terutama yang bisa memanfaatkan bahan baku yang kita punya. Bisa kasih nilai tambah," ujar dia saat ditemui usai Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2024).
Namun, kata dia, belum adanya perluasan sektor industri yang bisa menikmati harga gas murah (harga gas bumi tertentu/HGBT).
Artinya, kebijakan harga gas murah di bawah USD6 per MMBTU itu masih diberikan hanya untuk tujuh kelompok industri, sama seperti tahun ini.
Arifin menuturkan, industri baru yang saat ini juga sedang tumbuh pun akan bisa menjadi penerima manfaat gas murah ini sebagai industri turunan dari tujuh sektor tersebut.
"Memang kan industrinya ada lagi yang tumbuh-tumbuh. Tapi masuk di dalam kelompok tujuh," katanya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) atau harga gas murah di bawah USD6 dolar per MMBTU bagi tujuh kelompok industri akan dilanjutkan.
"Keputusannya HGBT itu dilanjutkan pada sektor eksisting yang sekarang tujuh sektor," ujar Airlangga usai rapat internal bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membahas keberlanjutan dari kebijakan HGBT di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/7/2024).
Sementara itu, mengenai adanya usulan perluasan program HGBT ini selain tujuh sektor, Airlangga menyampaikan, hal ini masih dalam proses pengkajian.
"Itu akan dikaji satu per satu industrinya. Sekarang masih tujuh (kelompok industri," katanya.
Sebagaimana diketahui, kebijakan HGBT sebesar USD6 per MMBTU ini secara khusus diberlakukan pemerintah sejak 2020 bagi tujuh kelompok industri.
Adapun tujuh kelompok industri itu adalah industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, gelas kaca dan sarung tangan karet.
(YNA)
Kematian Afif Maulana dan Misteri yang Melingkupinya - kumparan.com
Pertama kali keluar malam, Afif Maulana tewas. Kematian remaja 13 tahun itu jadi kontroversi: apakah ia disiksa polisi atau lompat dari jembatan? Dua cerita berhadapan: mana yang benar? #kumparanNEWS [2,950] url asal
#padang #polri #polisi #kematian
(Kumparan.com - News) 08/07/24 20:12
v/10106494/
Sabtu sore, 8 Juni 2024, sekitar pukul 15.00 WIB, Afif Maulana izin meminjam motor kakeknya. Remaja 13 tahun yang tinggal bersama kakek-neneknya di daerah Cengkeh, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, itu berkata esok hendak jalan-jalan ke Goa Kelelawar dan menginap di tempat ayahnya di Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan yang bersebelahan dengan Lubuk Begalung.
Namun, kepada ayah dan ibunya, Afif minta izin keluar rumah untuk nobar pertandingan sepak bola di rumah kawannya. Ia juga bilang, esok akan tanding futsal bersama kawan-kawannya.
Ayah dan ibu Afif, Afrinaldi dan Anggun Andriani, mengizinkan. Menurut Afrinaldi, nobar Afif dengan teman-temannya itu masih di Cengkeh—kelurahan yang sama dengan rumah kakek-nenek Afif.
Orang tua Afif semula sempat kaget dengan permintaan izin Afif, sebab baru kali itu putra sulung mereka keluar malam demi nonton bola di rumah kawan. Maklum, di mata keluarga, Afif adalah anak manja yang jarang keluyuran. Jika tidak ada kegiatan, ia lebih suka rebahan di rumah seharian.
Sehari-hari, Afif selalu terpantau keluarga. Pagi-pagi ia diantar neneknya ke sekolah. Pulang sekolah, ia main ponsel dan keluar rumah sebentar untuk bertemu teman-teman sebayanya.
Menurut sang nenek, Afif tidak pernah keluar rumah lebih dari jam 21.00 WIB. Kalaupun keluar, seringnya untuk main futsal bersama sepupu-sepupunya. Malam hari, Afif bahkan tidur dengan neneknya.
Maka, pada hari Afif pertama kali akan keluar malam, ia bertukar kabar dengan orang tuanya. Sabtu (8/6) pukul 22.30 WIB, Afif melakukan panggilan video ke orang tuanya, menunjukkan ia sedang masak mi bersama kawan-kawannya.
“Disuruh sama keluarga, habis nonton bola—kan katanya selesai jam 01.30 [Minggu dinihari esoknya]—langsung pulang ke rumah nenek atau langsung tidur di rumah kawan,” kata pengacara keluarga Afif yang juga Direktur LBH Padang, Indira Suryani.
Itu ternyata menjadi kontak terakhir Afif dengan orang tuanya. Keesokan paginya, Minggu (9/6), Afif tak pulang ke rumah neneknya. Orang tua dan kerabat menghubungi nomor ponselnya, tetapi tak tersambung. Mereka lalu mengontak sana-sini, namun tak ada yang tahu keberadaan Afif.
Siangnya pukul 11.55 WIB, muncul kabar tentang penemuan mayat seorang anak di Sungai Kuranji, tepatnya di bawah jembatan di Jalan Bypass KM 9 Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, pukul 11.55 siang. Kabar buruk tersebut viral di medsos.
Ibu Afif, Anggun, juga dikirimi foto-foto jasad anak itu oleh para kenalannya yang merasa ada kemiripan antara anak pada foto dengan Afif. Sorenya, keluarga pun datang ke Polsek Kuranji yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari jembatan Sungai Kuranji.
Kakek dan nenek Afif sampai lebih dulu di Polsek Kuranji. Di sana, polisi menyampaikan dua hal: 1) Afif merupakan pelaku tawuran; 2) Afif meninggal karena lompat dari Jembatan Kuranji.
Ayah Afif, Afrinaldi, mengatakan bahwa kakek Afif sempat diminta menandatangani dokumen yang intinya berisi pernyataan bahwa keluarga tidak akan menuntut atau memperpanjang kasus ini. Sang kakek seketika menolak menandatangi dokumen tersebut.
“Pertama datang saja polisinya sudah marah-marah. Dibilangnya, ‘Anak Ibu tawuran, melompat.’ Dibilangnya ada senjata tajam. Ndak pernah anak saya bawa, pegang sajam. Dia umur 13 tahun. Badannnya saja kecil,” ujar Anggun di Jakarta Selatan, Rabu (3/7).
Petugas Polsek Kuranji menginfokan kepada keluarga bahwa jenazah Afif ada di RS Bhayangkara Padang. Esoknya, Senin (10/6), keluarga pun pergi ke sana.
Senin itu, sekitar pukul 14.00, keluarga menandatangani izin autopsi terhadap jenazah Afif oleh pihak RS. Kesepakatan awalnya, keluarga boleh menyaksikan proses autopsi. Namun, belakangan keluarga tak diizinkan melihat.
Setelah autopsi usai, keluarga hendak mengambil jenazah Afif agar bisa dimandikan di rumah. Tetapi, menurut mereka, pihak RS tidak mengizinkan karena petugas RS-lah yang bakal memandikan hingga mengkafani jenazah.
Polisi dan RS meminta keluarga Afif terima beres urusan jenazah. Menurut paman Afif, Riki Lesmana, keluarga baru bisa mengambil jenazah Afif kala penjagaan terhadap jenazah tersebut lengang, berhubung petugas terkait disebut sedang mengurusi tahanan yang kabur.
“[Waktu ambil jenazah] itu pun ditakut-takuti sama polisi, ‘Bang, kalau bisa jangan diautopsi ulang. Kalau diautopsi ulang, harus bayar pribadi lagi Rp 20 juta,’” ujar Riki menirukan kalimat intimidatif dari seorang petugas.
Riki juga mendengar seorang polisi meminta keluarga tidak memotret tubuh Afif yang sudah diautopsi karena dianggap “aib keluarga”.
Pada akhirnya, keluarga berhasil memandikan jenazah Afif. Pemandian itu dihadiri para tetangga dan kerabat, termasuk saudara mereka yang seorang marinir. Saat melihat memar di sisi kiri tubuh Afif, sang marinir menyampaikan dugaan bahwa luka itu muncul akibat sepatu aparat.
Rangkaian insiden dengan polisi di Polsek Kuranji dan RS Bhayangkara, serta memar dan luka di tubuh Afif membuat keluarga menyangsikan anak mereka lompat dari jembatan Sungai Kuranji.
Kecurigaan tersebut membuat Riki dan keluarga memviralkan kasus Afif seraya mengontak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang pada 12 Juni untuk mencari tahu sebab kematian Afif.
Petugas Polsek Kuranji sejak awal berkata kepada keluarga bahwa Afif tewas karena melompat dari jembatan ke sungai saat hendak tawuran. Saat mayat Afif ditemukan Minggu siang, polisi mengamankan ponselnya. Namun ponsel itu baru bisa dibuka beberapa hari kemudian.
Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional Irjen (Purn) Benny Mamoto sempat menanyakan hasil pemeriksaan ponsel Afif saat berkunjung ke Polda Sumatera Barat, 26–27 Juni. Kepada Benny, Kapolda Sumbar Irjen Suharyono mengatakan bahwa ponsel itu masih diperiksa oleh unit siber kala.
“Kala kami ke sana, hanya dipaparkan [cerita] berdasarkan keterangan Adit. Adit mengatakan, ‘Saya di-WA oleh Afif, diajak tawuran,’” ujar Benny kepada kumparan, Sabtu (6/7).
Adit adalah teman Afif. Seorang sumber di lingkaran kasus ini sempat mempertanyakan kejanggalan langkah Polda Sumbar yang tidak memeriksa ponsel Adit lebih dulu untuk mengecek riwayat chat antara dia dan Afif.
Adit dihadirkan pada forum gelar perkara pada 27 Juni di Polda Sumbar yang dihadiri oleh Polda, Kompolnas, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), dan LBH Padang selaku pengacara keluarga Afif.
Dalam forum itu, menurut Benny, Adit mengatakan sempat dipanggil ke rumah Afif dan ditanya-tanya.
“Dia jelaskan, ‘Saya pernah dipanggil ke rumah korban (Afif), disuruh buang SIM card segala macam,’” ujar Benny menirukan ucapan Afif.
Keterangan tersebut tak dikonfirmasi keluarga Afif dan pengacara mereka. Namun, paman Afif, Riki Lesmana, membenarkan pernah memeriksa Adit.
Setelah ponsel Afif dapat dibuka, ditemukan sejumlah bukti baru. Menurut Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Dwi Sulistyawan, Afif memang mengontak Adit lebih dulu pada Sabtu malam (8/6), pukul 22.00 WIB, untuk menanyakan jadwal tawuran. Setelahnya, ia mendatangi Adit.
“Di situ (ponsel Afif) ada video latihan tawuran, ada video mereka pesta… Afif ini, walaupun anak-anak, dia yang nyamperin pelaku tawuran, Aditya (Adit). Sambil menunggu waktu malam, dia makan mi instan,” ujar Dwi kepada kumparan di Mapolda Sumbar, Padang, Jumat (5/6).
Secara terpisah, keluarga dalam konpers di Jakarta menyebut bahwa saat Afif sedang memasak mi instan Sabtu malam, ia menghubungi orang tuanya lewat panggilan video guna menunjukkan ia bersama teman-temannya.
Di Padang, Kombes Dwi melanjutkan keterangannya bahwa ketika hari berganti, pukul 02.00 dini hari, Minggu (9/6), Afif bergabung dengan kelompok tawuran Geng Cengkeh Raya yang hendak berkumpul dengan Geng Bandar Buat Misteri. Kedua geng itu berniat menyerang Geng Lubuk Minturun.
Di ponsel Afif, polisi juga mendapati potret Afif mengenakan jaket keemasan berkelir biru muda-putih sedang memegang pedang panjang.
Terkait foto itu, pengacara keluarga Afif, Indira Suryani, menyatakan pihaknya masih mendalaminya. Ia juga menyebut tak mau meladeni cerita Polda Sumbar yang ditaburi “bumbu-bumbu” tawuran.
Kakek Afif mengatakan, cucunya difoto memegang pedang sekitar 10 hari sebelum kejadian. Ia menduga Afif berpose seperti itu karena diminta kawannya. Keluarga yakin foto itu tidak diambil pada hari kejadian, sebab jaket keemasan yang dipakai Afif di foto itu ada di rumah.
Kembali ke peristiwa Sabtu malam, Kepolisian mendapat informasi bahwa tawuran dengan kendaraan bermotor akan berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB, Minggu dini hari. Oleh karena itu, tim dari Sabhara Polresta Padang dan Polda Sumbar diturunkan untuk mencegahnya.
Terjadilah aksi pengejaran oleh polisi terhadap beberapa rombongan pengendara motor di Jalan Bypass, Kuranji. Polisi memepet motor yang dikendarai Adit dengan Afif duduk di boncengan.
Polisi memepet motor Adit-Afif dan menendang keduanya hingga jatuh dari kendaraan saat berada di jembatan Sungai Kuranji. Petugas yang memepet mereka kemudian berlalu untuk mengejar kendaraan lain.
Dalam situasi itu, menurut keterangan Adit kepada polisi, Afif mengajaknya loncat dari atas jembatan. Berikut percakapan mereka sebagaimana dijelaskan Kombes Dwi Sulistyawan:
“Setelah percakapan itu, Adit mencari handphone-nya yang jatuh. Saat itu, datang polisi dari belakang, set, [Adit ditangkap] oleh tim sweeper,” ujar Kombes Dwi.
Setelah ditangkap polisi, Adit sempat mengecek keberadaan Afif. Namun ia tak lagi melihat Afif. Adit lalu mengatakan kepada polisi yang menangkapnya bahwa ada temannya yang melompat dari jembatan. Polisi tak percaya. Adit terus diringkus dan dibawa ke Polsek Kuranji.
Di Polsek Kuranji, ujar Kombes Dwi, Adit dikumpulkan bersama 17 orang lainnya yang diduga hendak tawuran malam itu. Di situ, Adit tak melihat sosok Afif. Ia pun kembali bilang ke polisi bahwa ada temannya yang loncat dari jembatan. Tapi lagi-lagi polisi tak menghiraukannya.
Adit dan 17 orang lainnya lalu menerima kekerasan fisik di Polsek Kuranji. Hal ini diakui Polda Sumbar, bahwa belasan anak tersebut mengalami penyalahgunaan kekerasan seperti dipukul, disundut rokok, hingga disetrum dengan electric gun.
Indira bahkan menyebut, ada tiga saksi, termasuk Adit, yang bercerita bahwa para remaja yang digelandang ke Polsek Kuranji itu sampai disuruh berciuman sesama jenis.
Polisi menekankan, Afif malam itu tidak berada di Polsek Kuranji bersama 18 remaja yang diringkus. Fakta itu, menurut polisi, berdasarkan foto yang diambil di Polsek Kuranji, keterangan Adit, serta kesaksian remaja lain yang disiksa di polsek tersebut malam itu.
Menurut Kombes Dwi, polisi baru tahu Afif betul lompat ke sungai—seperti ucapan Adit—setelah mayatnya ditemukan Minggu siang, pada waktu hampir berbarengan dengan dipulangkannya 18 remaja yang diduga akan tawuran.
“Kami tidak tahu ada kejadian seperti ini, makanya [pelaku tawuran] dipulangin semua. Kalau kami tahu dan merekayasa, semua handphone mereka pasti kami ambilin dan anak-anak itu enggak dipulangin,” ujar Kombes Dwi.
Keluarga Afif tak mempercayai keterangan Polda Sumbar. Mereka yakin Afif tak terlibat tawuran. Bagi mereka, tawuran tak cocok dengan kepribadian Afif yang lugu, manja, anak rumahan, bahkan sering bangunkan orang untuk sahur di bulan Ramadan.
Sementara itu, Direktur LBH Padang Indira Suryani menekankan bahwa tawuran belum terjadi. Menurutnya, yang terjadi Minggu dini hari itu adalah konvoi kendaraan biasa, dengan Afif dan Adit kebetulan ada di sana sehingga turut dikejar polisi. Indira berkata, polisi sendiri menyebut operasi tersebut sebagai tindak pencegahan tawuran.
Indira mengeklaim ada tujuh orang yang bersaksi bahwa para pelaku itu tidak tawuran atau membawa senjata tajam. Remaja-remaja yang dibawa ke Polsek Kuranji malam itu bahkan menyebut tidak saling kenal.
Cerita versi keluarga dan versi polisi mulai bercabang pada bagian jatuhnya Adit dan Afif saat motor yang mereka kendarai ditendang polisi.
Rupanya, sebelum dimintai keterangan oleh polisi usai penemuan jasad Afif, Adit telah lebih dulu memberikan penjelasan kepada keluarga Afif (pada 11 Juni) dan LBH Padang (pada 12 Juni).
Cerita Adit ke keluarga Afif sesungguhnya mirip seperti yang ia sampaikan ke polisi, yang rekamannya pada 11 Juni viral di medsos. Intinya: Setelah jatuh dari motor, Afif sempat ajak Adit melompat, tapi Adit enggan. Usai diringkus polisi, Adit tak lagi melihat Afif, baik di jembatan maupun Polsek Kuranji.
Bedanya, Indira yakin Afif sempat dikerumuni polisi di jembatan Sungai Kuranji. Malahan, dari tujuh saksi yang didapat LBH Padang, beberapa di antaranya melihat Afif di Polsek Kuranji, meski Adit sendiri berkata ke keluarga Afif tidak melihat sosok temannya itu di sana.
“Ada yang bilang dia lihat Afif di Polsek Kuranji dan dia dipukuli minta ampun dan ada perkataan pingsan begitu,” ujar Indira.
Dua sumber di lingkaran kasus ini menyebut bahwa sempat ada saksi yang melihat ada pemukulan dan penyiksaan oleh polisi di jembatan Sungai Kuranji. Namun, hingga kini saksi tersebut belum bisa ditemui kembali.
Menurut Indira, dari tujuh saksi yang memberikan keterangan kepada LBH Padang, hanya satu orang yang mengenal Afif. Indira menjelaskan, pihaknya mengonfirmasi kesaksian-kesaksian itu dengan cara menunjukkan foto Afif kepada tiap saksi, untuk mengetahui apakah mereka mengenalnya atau tidak.
Ada sejumlah kejanggalan yang menguatkan kecurigaan keluarga bahwa Afif tewas karena disiksa. Pertama, menurut Indira, kondisi mayat Afif yang tidak memiliki luka di kepala atau kaki layaknya orang jatuh dari ketinggian.
Kedua, pernyataan Polda Sumbar yang dianggap berubah-ubah, misalnya soal teori Afif tewas karena lompat, dan ada pula yang menyebut terpeleset.
Berdasarkan amatan kumparan di jembatan Sungai Kuranji, kemungkinan seseorang jatuh terpeleset amat kecil karena sisi jembatan diberi pembatas setinggi dada orang dewasa. Jika pun tak sengaja jatuh, teori yang lebih mungkin ialah Afif terjungkal.
Mengenai teori Afif terpeleset, hal itu sempat dikemukakan oleh Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto. Ia menjelaskan, kemungkinan terpeleset ada karena Afif diduga melompat di tengah jembatan untuk sampai ke sisi jembatan lainnya.
Memang, jembatan Sungai Kuranji terpisah untuk dua arah jalan, dan di antara keduanya terdapat celah di tengah sekitar 1,5 meter.
Kejanggalan ketiga, tidak ada garis polisi usai penemuan mayat Afif. Hal ini ditemukan Indira saat menerjunkan tim ke tempat kejadian perkara pada 17 Juni. Menurut Indira, garis polisi baru dipasang dua minggu terakhir.
Keempat, tidak ada rekaman CCTV di Polsek Kuranji dan sekitar TKP di jembatan Sungai Kuranji. Kapolda Sumbar menyebut CCTV itu baru dicek pada 23 Juni, dan hanya bisa menampilkan data 11 hari ke belakang.
“Menurut saya itu salah. Kan dari awal, tanggal 9, dia (Polsek Kuranji) sudah tahu ada keganjilan dan kami juga melakukan konferensi pers. Masa iya tidak diamankan CCTV [di TKP]?” kata Indira, Rabu (3/7), usai melaporkan Kapolda Sumbar ke Propam Mabes Polri.
Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel memperkirakan, Afif yang dikejar polisi malam itu dilingkupi perasaan kritis dan menakutkan. Akibatnya, ia berpikir tunggal laksana garis lurus tanpa percabangan.
Salah satu pikiran tunggal yang paling mungkin muncul, menurut Reza, adalah menyamakan tindakan dengan perilaku orang lain, semisal Adit yang usianya lebih tua darinya, yakni 17 tahun. Jadi, jika kawannya lari, ia kemungkinan ikut lari. Begitu pula bila kawannya melawan polisi, maka ia turut melawan.
Dengan demikian, jika Adit, kawannya, memutuskan menyerah—seperti keterangan Adit kepada polisi, sedangkan Afif justru menjadi satu-satunya orang yang melompat dari jembatan, hal itu justru bertolak belakang dengan sistem berpikir tersebut.
“Kemungkinan Afif melompat selalu ada. Namun, landasan berpikir saya condong mengarah ke probabilitas yang lebih besar: bahwa dalam situasi genting saat dikejar polisi, Afif akan membuat keputusan untuk juga melakukan apa yang dilakukan oleh teman-temannya,” kata Reza.
Kasus kematian Afif jadi geger salah satunya karena konpers Kapolda Sumbar pada 23 Juni yang hendak menindak pihak-pihak yang melakukan trial by the press (penghakiman publik) dengan memviralkan narasi Afif tewas disiksa.
Pada 26 Juni, LBH Padang, keluarga Afif, dan pendukung mereka menggelar aksi di Polda Sumbar menuntut keadilan. Aksi empat jam itu berakhir dengan janji Kapolda Sumbar Irjen Suharyono kepada Direktur LBH Padang Indira Suryani untuk memberikan: 1) Hasil autopsi dan 2) Rekaman CCTV.
Disepakatilah penyerahan dua bukti tersebut akan dilakukan keesokannya, 27 Juni, pukul 09.00 pagi. Sesi itu ternyata dibarengkan dengan gelar perkara tertutup yang dihadiri antara lain oleh Kompolnas, KPAI, dan Kementerian PPPA.
Di situ kemudian LBH Padang berbantah-bantahan soal warna yang timbul di tubuh Afif, yang awalnya disebut lebam mayat (livor mortis) oleh Polda Sumbar.
Dalam foto yang dilihat kumparan saat jasad Afif ditemukan, tampak luka berwarna ungu pada sisi kiri tubuh Afif, yakni sekujur rusuk dan perutnya. Menurut Indira, warna itu merupakan memar tanda kekerasan.
Namun, dokter forensik dalam forum tersebut menyatakan penyebab kematian Afif adalah patah tulang rusuk belakang kiri sebanyak 6 ruas, yang salah satunya mengenai paru-paru.
Selain soal hasil autopsi, ada pula kesaksian Adit (ia ikut hadir untuk memberikan keterangan secara langsung di hadapan LBH Padang dan Polda Sumbar) dan pembacaan data soal para petugas yang melakukan kekerasan di Polsek Kuranji.
Menurut Benny Mamoto, dalam forum terungkap ada 14 polisi yang memukul dan menendang, 1 polisi yang menyetrum dengan electric gun, dan 2 polisi yang menyulut rokok ke para remaja yang digelandang malam itu.
Polda Sumbar mengakui terjadi kekerasan oleh 17 anggotanya, dan meminta para korban melapor untuk mencocokkan siapa polisi yang melakukan apa terhadap siapa.
“Tapi ketika anggota (polisi) ditanya ‘Kamu mukul siapa?’ Jawabannya ‘Waduh Pak, saya enggak hafal karena suasananya seperti itu malam itu.’ Demikian juga korban ketika ditanya ‘Siapa yang mukul kamu?’ Jawabannya ‘Polisi, Pak!’ Ditanya ‘Yang mana?’ Jawabnya ‘Waduh, saya enggak hafal, Pak,’” kata Benny.
Menurut Benny, Kapolda Sumbar memberikan nomor kontaknya kepada Direktur LBH Padang agar LBH langsung memberitahunya bila ada saksi atau bukti baru untuk segera ditindaklanjuti.
LBH sendiri tidak segera membawa saksi-saksi yang mereka lindungi untuk diperiksa di Mapolda Sumbar. Alasannya, menurut Indira, kasus ini tergolong kejahatan terhadap hak asasi manusia sehingga tidak mudah membongkarnya. Ia meminta para saksi dilindungi dulu oleh LPSK.
“Apalagi ini anak-anak kecil; siapa yang berani lawan polisi? Mereka pun sudah disiksa, diancam, jadi enggak semudah itu sebelum kami beri bukti ke penyidik. Tapi polisi tergesa-gesa, itu aneh,” kata Indira.
Ia berharap polisi fokus mencari penyebab kematian Afif, bukannya malah fokus pada cerita tawuran.
Kasus kematian Afif berujung kontroversi setidaknya karena dua sebab. Pertama, menurut Benny Mamoto, karena Polda Sumbar terkesan meremehkan kasus sehingga tidak memprosesnya sesuai prosedur operasional standar (SOP).
SOP itu tidak berjalan karena kurangnya pengawasan melekat oleh atasan sehingga petugas polisi di lapangan menyalahgunakan wewenang.
Kedua, menurut pengamat kepolisian Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto, komunikasi publik Polda Sumbar terkesan reaksioner. Alih-alih mendalami kasus lebih dulu, Kapolda justru langsung membuat pernyataan kontroversial.
“Sehingga akhirnya masyarakat berpikir semakin jauh dan liar,” ujar Bambang.
KPAI secara khusus menyoroti anak-anak yang menjadi korban kekerasan fisik; diamankan polisi dalam pengawasan polda; dan anak saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Ketiganya harus ditindaklanjuti karena mengindikasikan pelanggaran UU Perlindungan Anak.
“Misal, kalau membubarkan anak-anak—mungkin ada isu tawuran, caranya apa sudah proporsional, sudah benar?” kata Komisioner KPAI Diyah Puspitarini.
Diyah juga menyinggung info yang ia terima bahwa hingga kini belum ada psikolog untuk mendampingi anak-anak yang sempat diringkus polisi. Ia juga mengkritik langkah Polda Sumbar menyebarkan foto Afif yang dinilai tidak sesuai dengan UU Perlindungan Anak Pasal 64.