#30 tag 24jam
Asosiasi Lintas Industri Tolak Aturan Soal Rokok di PP Kesehatan
Puluhan asosiasi lintas sektor menyatakan sikap penolakan atas berbagai kebijakan kontroversial terkait pengaturan produk tembakau pada Peraturan Pemerintah (PP)... | Halaman Lengkap [1,183] url asal
#rokok #industri-hasil-tembakau #aturan-baru
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/09/24 10:03
v/14969408/
JAKARTA - Puluhan asosiasi lintas sektor menyatakan sikap penolakan atas berbagai kebijakan kontroversial terkait pengaturan produk tembakau pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 serta Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) yang menjadi aturan turunannya. Aturan yang menjadi sorotan di antaranya zonasi larangan penjualan dan iklan luar ruang serta wacana standardisasi kemasan berupa kemasan polos tanpa merek untuk produk tembakau maupun rokok elektronik. Kebijakan tersebut menimbulkan polemik dan ketidakpastian berusaha bagi para pelaku usaha di berbagai sektor.Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani mengatakan berbagai tekanan regulasi industri hasil tembakau dirasa cukup memberatkan bagi multisektor yang berkaitan baik dengan pertembakauan. Sebagai komoditas dengan kontribusi yang unggul bagi Tanah Air, APINDO menilai pemerintah perlu berhati-hati dalam mengambil kebijakan dan melihat kondisi sosio-ekonomi Indonesia yang berbeda dari negara lainnya. Di Indonesia, industri tembakau menyerap jutaan tenaga kerja dari petani, pekerja, pedagang dan peritel, hingga industri kreatif. Sehingga, pengambilan kebijakan di Indonesia tidak bisa hanya mengacu dari negara-negara tertentu tanpa adanya pendalaman budaya.
"Kami melihat terdapat proses yang tidak tepat dalam proses penyusunan kebijakan ini, baik PP 28/2024 maupun RPMK dikarenakan minimnya pelibatan industri. Hal ini akan memicu kontraksi berkepanjangan. Padahal seharusnya pengambil kebijakan perlu berhati-hati dalam mengeluarkan peraturan yang akan mengancam kontraksi berkepanjangan," kata Franky melalui keterangan resminya dalam Konferensi Pers terkait PP No. 28/2024 dan RPMK di Kantor APINDO, dikutip Kamis (12/9/2024).
Baca Juga: Rugikan Negara, DPR Kritik Kebijakan Kemasan Polos Tanpa Merek Produk Tembakau
Pada kegiatan yang digelar di kantor APINDO tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengapresiasi upaya APINDO untuk menampung segala aspirasi dan merespons keluhan industri hasil tembakau dengan baik. GAPPRI menekankan industri hasil tembakau tidak hanya pelaku usaha, tetapi mata rantai ekonomi dan budaya industri hasil tembakau yang sangat besar.
"Maka wacana kebijakan kemasan polos tanpa merek bagi produk tembakau dalam RPMK akan memberikan dampak serius atas kebijakan yang makin eksesif dan mengakibatkan kontraksi dari sisi pendapatan negara juga ketenagakerjaan. Oleh karena itu, kami menyatakan dengan tegas menolak aturan tersebut," tutur Henry.
Henry juga sepakat dengan pemerintah untuk tidak menjual produk tembakau kepada anak-anak karena selama ini pihaknya telah berkomitmen mencegah akses pembelian produk tembakau di bawah umur. Selama ini, GAPPRI telah patuh kepada negara dan terus menegakkan komitmen pencegahan perokok anak, sehingga aturan terbaru ini justru akan memberikan dampak negatif kepada mata rantai industri hasil tembakau dari hulu hingga ke hilir.
Ketua Umum Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (GAPRINDO) Benny Wachjudi menekankan selama ini industri hasil tembakau terus terhimpit dan terbebani dengan berbagai aturan. Padahal sebagai industri yang memiliki eksternalitas, industri hasil tembakau selama ini telah mengikuti regulasi dan mematuhi aturan dengan baik, khususnya kepatuhan terhadap pembayaran cukai sebagai salah satu penerimaan negara. Hingga saat ini, cukai hasil tembakau (CHT) masih menjadi sumber penerimaan negara yang cukup besar sampai 10% atau lebih dari Rp200 triliun.
Benny juga mengatakan kebijakan CHT yang telah diimplementasikan selama ini telah menekan industri setiap tahunnya. Dengan adanya PP 28/2024 dan RPMK, maka akan lebih besar dampaknya bagi industri. Sebab selama ini industri hasil tembakau sendiri dinilai telah tertekan oleh berbagai kebijakan eksesif, sehingga minimnya pelibatan industri dalam perumusan aturan zonasi larangan penjualan dan iklan produk tembakau serta wacana aturan kemasan polos tanpa merek akan memperkeruh situasi.
"Kalau prosesnya saja sudah cacat, maka kontennya pasti menjadi tidak baik. Maka PP 28/2024 masih menyisakan hal-hal yang perlu kita kaji ulang, termasuk pengaturan penjualan 200 meter, iklan, dan aturan turunan yang lebih mengkhawatirkan yaitu pengaturan kemasan polos tanpa merek yang tidak memunculkan identitas brand dan makin memicu rokok ilegal," ungkap dia.
Baca Juga: Limbah Filter Rokok Jadi Bahan Modifikasi Aspal? Begini Hasil Penelitian Mahasiswa ITS
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI) Kusnasi Mudi menyebut kebijakan-kebijakan restriktif terhadap produk tembakau dalam PP 28/2024 maupun RPMK menjadi permasalahan bersama. Bukan hanya industri, petani tembakau turut terdampak sebagai bagian dari komponen penting hulu industri hasil tembakau. Aturan ini dianggap mengabaikan sentralitas tembakau dalam agrikultur sebagai tanaman bernilai ekonomi tinggi dan berhasil membantu 2,5 juta mata pencaharian masyarakat sebagai petani.
"Kami sangat kecewa dan keberatan dengan aturan turunan yang akan disusun di RPMK karena adanya ketidaksinambungan pada pemerintah terhadap industri hasil tembakau. Tembakau ini termasuk komoditas strategis, namun eksistensi kami selalu ditekan. Dengan ini, kami memohon perlindungan pemerintah atas nasib 2,5 juta petani yang sama-sama sedang berjuang untuk mata pencaharian kami dan berbagai persoalan lainnya," paparnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP-RTMM-SPSI) Sudarto menyesalkan adanya PP 28/2024 maupun RPMK. Kedua beleid ini dinilai sebagai produk yang diskriminatif karena minimnya partisipasi dan selama ini buruh tidak pernah difasilitasi untuk menyampaikan aspirasinya.
"Pemerintah perlu sadar bahwa buruh ini aset dan jumlah kami besar sekali, jangan dimarjinalkan terus menerus. Aspek yang perlu diperhatikan salah satunya adalah buruh sebagai bagian dari konstitusi Indonesia, di mata hukum kami setara. Perlu diingat bahwa kita ini negara produsen tembakau dan jangan disamakan dengan negara lainnya yang hanya mengonsumsi," imbuhnya.
Sejatinya PP 28/2024 dan RPMK turut memberikan dampak yang signifikan terhadap para pedagang dan peritel. Ketua Dewan Penasihat Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Tutum Rahanta menyatakan bahwa PP 28/2024 dan wacana kebijakan kemasan polos tanpa merek merupakan aturan yang dianggap sangat tidak applicable bagi seluruh pihak. Padahal selama ini peritel sudah mematuhi aturan yang berlaku, salah satunya menempatkan produk tembakau sesuai dengan aturan. Di samping itu, kami pembayar pajak yang taat.
"Aturan ini sangat mendiskreditkan industri hasil tembakau di saat sektor ini, baik dari hulu ke hilirnya telah mematuhi aturan yang sudah berlaku sebelumnya. Seharusnya pemerintah fokus memberantas rokok ilegal dan tidak mencampuri rokok legal yang sudah taat hukum," cetusnya.
Tidak hanya situ, Ketua Umum Asosiasi Media Luar Griya Indonesia (AMLI) Fabianus Bernadi melihat ancaman lain dari wacana kebijakan kemasan polos tanpa merek ini usai dihimpit oleh pasal larangan zonasi penjualan produk tembakau dalam radius 500 meter dari pusat pendidikan dan tempat bermain. AMLI mengaku sudah merasakan dampaknya sejak PP 28/2024 masih dirancang. Saat itu, pihaknya telah menyurati Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, namun hingga saat ini tidak memberikan tanggapan sama sekali.
"Dari sejumlah daerah yang kami survei, 79 persen iklan berasal dari produk tembakau dan 86 persennya terdampak oleh PP 28/2024 karena 50 persen pendapatan mereka berasal dari iklan produk tembakau. Seharusnya peraturan ini dibuat lebih banyak edukasi, bukan melarang. Karena ini tentu akan berdampak besar pada kami selaku pengusaha media luar ruang," tandasnya.
Sebagai salah satu upaya untuk menyampaikan aspirasi bersama, sejumlah asosiasi yang terdiri dari pabrikan, petani tembakau dan cengkeh, serikat pekerja, pedagang/peritel, industri kreatif, penyiaran, hingga periklanan menandatangani pernyataan sikap bersama untuk memohon perlindungan pemerintah untuk tidak menyetujui ketentuan standardisasi kemasan dalam RPMK serta sejumlah pasal bermasalah dalam PP 28/2024 yang merugikan berbagai pihak.
Adapun konferensi pers yang digelar oleh APINDO ini turut menghadirkan lebih dari 20 asosiasi lintas industri, di antaranya GAPPRI, GAPRINDO, FORMASI, APTI, APCI, AMTI, FSP RTMM SPSI, APRINDO, HIPPINDO, APARSI, APPSI, AMLI, ATVSI, IRPII, APROFI, APFI, BPI, AVISI, APKI, APVI, AVI, APPNINDO, dan ARVINDO.
Layanan AMDAL Sucofindo Peroleh Apresiasi ADI NITI dari KLHK
Sucofindo mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatasi dan mengelola kualitas lingkungan melalui realisasi laporan Amdal pelaku usaha secara... | Halaman Lengkap [328] url asal
#sucofindo #klhk #amdal #pelestarian-alam
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/09/24 09:10
v/14969412/
JAKARTA - PT Sucofindo meraih penghargaan Adi Niti untuk Kategori Lembaga Penyedia Jasa Penyusun (LPJP) Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup). Penghargaan Adi Niti ditujukan kepada individu, kelompok, atau institusi yang dinilai memiliki kontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia.Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam sambutannya di acara penyerahan penghargaan tersebut mengutarakan harapannya agar semua pihak bisa menjadi bagian perubahan positif bangsa, dan berkontribusi memberikan keteladanan di dalam pengelolaan sumber daya alam.
"Turbulensi yang terjadi dalam pengelolaan sektor lingkungan hidup dan kehutanan harus dapat kita atasi bersama, hingga mampu mewujudkan sebuah keseimbangan yang berkeadilan. Saya mengajak para pihak untuk bersama-sama mendayagunakan standar untuk mengendalikan kualitas lingkungan hidup dan hutan," kata Siti Nurbaya melalui keterangan pers, Kamis (12/9/2024).
Sementara, Direktur Utama Sucofindo Jobi Triananda mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung KLHK mengatasi dan mengelola kualitas lingkungan, yaitu melalui realisasi laporan Amdal pelaku usaha secara tertib.
"Dalam penyusunan Analisis Dampak Lingkungan, kami memiliki kapasitas dan kompetensi sebagai Ketua dan Tim Amdal terbanyak, yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga kami mampu mendukung kebutuhan pelaku usaha di Indonesia dalam penyusunan Amdal. Ke depannya kami siap mendukung KLHK meningkatkan kompetensi tim Amdal Sucofindo guna mengikuti dinamika regulasi yang berlaku," kata Jobi.
Untuk mendukung realisasi kelestarian lingkungan untuk Amdal, jelas Jobi, Sucofindo memiliki layanan konsultansi lingkungan Amdal serta mampu mendukung audit dan pengujian lingkungan, dan pemenuhan untuk PROPER. "Kami siap menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha dan masyarakat untuk mewujudkan persyaratan/ kewajiban sesuai dengan regulasi lingkungan hidup," tegasnya.
Untuk mendukung kelestarian lingkungan, lanjut dia, Sucofindo juga memiliki layanan otomasi pemantauan dan pengelolaan lingkungan, pemetaan lahan dan tematik lainnya, audit lingkungan serta ESG (Environment, Social, and Governance) improvement and consultation.
Selain itu, ada pula layanan untuk mendukung sustainable and green mining, green smelter, sustainable procurement, green building, green port, konsultansi energi baru terbarukan (EBT), industri hijau, sertifikasi GGL (Green Gold Label) dan CCS (carbon Capture Storage)/CCUS (Carbon Capture, Utilization, and Storage).
CHED ITB-AD: Disorientasi Jokowi dalam Pengendalian Produk Hasil Tembakau
Pemerintahan Jokowi selama sepuluh tahun dinilai mengalami disorientasi dalam kebijakan pengendalian produk hasil tembakau. Pemerintahan Jokowi selama sepuluh tahun... | Halaman Lengkap [394] url asal
#cukai-hasil-tembakau #industri-rokok #cukai-rokok
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/09/24 07:42
v/14969416/
JAKARTA - Pemerintahan Jokowi selama sepuluh tahun dinilai mengalami disorientasi dalam kebijakan pengendalian produk hasil tembakau. Hal ini diperkirakan akan berlanjut di rezim berikutnya, karena visi dan program pasangan calon presiden dan wakil presiden Probowo-Gibran tidak mencantumkan kebijakan pengendalian tembakau secara jelas. Hal ini menimbulkan kekhawatiran yang mendalam terkait bonus demografi dan cita-cita Indonesia Emas.Senior Advisor Center of Human and Economic Development Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta (CHED ITB-AD) Mukhaer Pakkanna mengatakan tingginya prevalensi perokok anak dan masyarakat miskin sebelum pergantian rezim pada Oktober 2024 merupakan bukti nyata dari kegagalan pengendalian tembakau di era Jokowi.
"Selama 10 tahun terakhir, pemerintah tidak mampu meratifikasi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC). Kebijakan terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR) hanyalah sekedar wacana dalam RPJMN, sementara rokok masih mudah diakses oleh anak-anak dan remaja. Kenaikan tarif cukai pun tidak konsisten sesuai dengan standar WHO," ujar Mukhaer dalam pernyataannya, Kamis (12/9/2024).
Baca Juga: Cium Ada Titipan Asing, KNPK Tolak Rancangan Permenkes Pengamanan Produk Tembakau
Mukhaer juga menyoroti campur tangan industri rokok melalui lobi politik dan program tanggung jawab sosial (CSR) yang masih masif.
"Indeks Gangguan Industri Tembakau di Indonesia mencapai 84 poin, menandakan kuatnya intervensi industri rokok dalam mencegah pengendalian yang lebih ketat, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif," tambahnya.
Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah perokok tertinggi di Asia Tenggara, mencapai 65,7 juta orang, dengan 67 persen di antaranya berasal dari kelompok masyarakat miskin.
Dalam konteks peralihan kekuasaan, Mukhaer menyarankan beberapa langkah konkret untuk pengendalian tembakau yang lebih efektif pada akhir tahun 2024.
"Diperlukan kenaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang lebih signifikan, termasuk untuk rokok elektronik dan tembakau iris, serta kenaikan Harga Jual Eceran (HJE) minimal 25% per tahun untuk semua jenis rokok. Selain itu, struktur tarif CHT perlu disederhanakan menjadi 5 lapisan, kemudian 3 lapisan," kata Mukhaer.
Baca Juga: Limbah Filter Rokok Jadi Bahan Modifikasi Aspal? Begini Hasil Penelitian Mahasiswa ITS
Selain itu, Mukhaer merekomendasikan revisi ketentuan pengawasan harga transaksi pasar menjadi 100% dari harga jual eceran yang ditetapkan. Desain ulang pita cukai agar tidak menutupi Peringatan Kesehatan Bergambar atau memberlakukan Digital Stamp juga dinilai penting, di samping integrasi pemantauan harga transaksi pasar rokok dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya.
"Tantangan ini harus segera dijawab oleh pemerintah berikutnya agar masa depan Indonesia, terutama dalam konteks bonus demografi, tidak tergadai oleh kepentingan industri rokok," tutup Mukhaer.
PLN Icon Plus Mendukung Konsep Green Industry dengan Paket Green Environment
Melalui inovasi ini, PLN Icon Plus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam perjalanan perusahaan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Indonesia... | Halaman Lengkap [476] url asal
#pln-icon-plus #jaringan-internet #industri-hijau #ekonomi-hijau-green-economy #berita-bisnis
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/09/24 23:16
v/14969419/
Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian bumi, perusahaan-perusahaan kini dituntut untuk mengadopsi konsep Green Industry atau industri hijau . Konsep ini mengharuskan perusahaan untuk menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, yang meliputi pengurangan emisi karbon, penerapan ekonomi sirkular, dan pengembangan industri yang ramah lingkungan.
Tidak hanya itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa seluruh proses produksi dan operasional mereka berjalan dengan efisien dan tidak merusak lingkungan.
Tantangan dalam menerapkan konsep Green Industry ini mendorong perusahaan untuk terus berinovasi, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya alam. Dalam upaya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, perusahaan-perusahaan perlu mencari solusi yang memungkinkan mereka untuk memanfaatkan sumber daya alam secara lebih efisien.
Salah satu aspek penting dalam transformasi ini adalah pengurangan emisi karbon, yang dapat dicapai melalui penggunaan teknologi dan praktik yang lebih ramah lingkungan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PLN Icon Plus menghadirkan Paket Green Environment, sebuah solusi yang dirancang untuk membantu perusahaan beralih ke praktik-praktik yang lebih ramah lingkungan. Paket ini tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam kegiatan operasional sehari-hari perusahaan dan melibatkan karyawan dalam aktivitas yang mendukung keberlanjutan.
Layanan yang ditawarkan dalam Paket Green Environment mencakup berbagai solusi yang dapat mendukung perusahaan dalam mengurangi dampak lingkungan mereka. Di antaranya adalah PV Rooftop, yang memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan energi surya sebagai sumber listrik yang bersih dan terbarukan.
Selain itu, Paket Green Environment juga menyediakan solusi EV Charging yang mendukung penggunaan kendaraan listrik, serta Energy Management System yang membantu perusahaan dalam memantau dan mengelola konsumsi energi mereka secara lebih efisien. Tidak ketinggalan, tenaga listrik yang stabil dan baterai dengan kapasitas besar juga menjadi bagian dari paket ini, memberikan dukungan yang komprehensif untuk operasional perusahaan.
Vice President Pemasaran PLN Icon Plus, Wahyu Haris Kusuma Atmaja menyampaikan, bahwa ?PLN Icon Plus sebagai mitra terpercaya dari tenant dan pengelola kawasan industri dalam menjalankan bisnis yang mengedepankan environmental, social, dan governance dengan dukungan layanan konektivitas, digital platform, dan transisi energi yang terintegrasi satu sama lain yang memberikan nilai tambah bagi efisiensi bisnis, pemanfaatan energi, harmonisasi dengan lingkungan, dan efektivitas bisnis yang mendukung agresifitas bisnis Anda. Pengalaman kami men-delivery layanan energi, konektivitas, dan digital di IKN merupakan pengalaman yang dapat kami bagikan bagi Anda pelanggan kami yang utama,? ujarnya.
Paket Green Environment dari PLN Icon Plus memberikan solusi yang terintegrasi untuk mendukung perusahaan dalam menjalankan konsep Green Industry. Dengan memanfaatkan teknologi canggih dan praktik berkelanjutan, perusahaan dapat mencapai efisiensi operasional yang lebih tinggi sekaligus memenuhi tanggung jawab mereka terhadap lingkungan.
Melalui inovasi ini, PLN Icon Plus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam perjalanan perusahaan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Bank Mandiri Tawarkan Properti Aset Lelang di Rumah123
Bank Mandiri berkolaborasi dengan Rumah123 memperluas pemanfaatan dan edukasi seputar properti aset bank sebagai alternatif kepemilikan hunian. Bank Mandiri berkolaborasi... | Halaman Lengkap [578] url asal
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/09/24 22:49
v/14965794/
JAKARTA - Bank Mandiri berkolaborasi dengan Rumah123 memperluas pemanfaatan dan edukasi seputar properti aset bank sebagai alternatif kepemilikan hunian. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat besar yang ditawarkan properti aset bank sekaligus mempermudah mereka dalam mendapatkan hunian berkualitas sesuai kemampuan finansial."Properti aset bank yang ditawarkan Bank Mandiri mencakup berbagai jenis properti, yakni rumah, properti komersial (ruko, kios, gudang dan pabrik), tanah, dan apartemen. Masyarakat dapat memanfaatkan salah satu benefit dari pembelian aset ini yaitu harga di bawah market price dan menjadikan aset tersebut baik untuk dipakai sendiri dan juga dapat menjadi pilihan berinvestasi dengan dijual kembali, karena ada margin yang bisa didapatkan dari selisih harga pasaran," ujar Assistant Vice President Bank Mandiri, Ratih Eka Dewi H dalam keterangannya, Rabu (11/9/2024).
Baca Juga: Kondominium Luar Jakarta Berkembang, Akses dan Fasilitas Jadi Unsur Penting
Properti aset bank yang ditawarkan tersebar di sejumlah kota-kota Indonesia, seperti Tangerang, Lampung Tengah, Tangerang Selatan, Batam, Medan, Padang, Tegal, Deli Serdang, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Bekasi, Gorontalo, Brebes, Pekalongan, Bogor, Semarang, Surabaya, Palangkaraya hingga Makassar.
Lebih lanjut, Ratih menambahkan, Bank Mandiri menawarkan skema pembiayaan yang memudahkan masyarakat memiliki properti aset bank. Sebab, keterjangkauan merupakan salah satu faktor penting bagi masyarakat dalam mengambil keputusan untuk membeli sebuah properti.
"Oleh karena itu, selain pembayaran melalui cash, Bank Mandiri menyediakan fasilitas pembiayaan KPR lelang dengan suku bunga super promo dan bebas biaya appraisal. Tentunya ini akan memudahkan calon pembeli yang tertarik membeli properti lelang Bank Mandiri dari segi pembiayaan," tutur Ratih.
Ratih menjelaskan, kolaborasi antara Bank Mandiri dan Rumah123 dalam mempromosikan properti aset bank juga sangat baik dilakukan dalam memperluas jaringan pembeli potensial. Dengan dukungan dari Rumah123, yang memiliki solusi teknologi properti yang inovatif dan mampu menjangkau jutaan pencari hunian tiap bulannya, diharapkan akan mendorong lebih banyak minat dan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan manfaat maupun keuntungan dari kepemilikan properti aset bank ini. Ratih juga berharap melalui kolaborasi ini, dapat meneguhkan kepercayaan di kalangan masyarakat bahwa pembelian properti aset bank yang dikelola oleh Bank Mandiri aman dan menguntungkan.
"Rumah123 merupakan top player dalam bisnis properti di Indonesia, sehingga kesempatan kami untuk mendapatkan perluasan jangkauan calon pembeli aset yang tertarik baik melalui proses lelang maupun aset jual sukarela Bank Mandiri semakin terbuka lebar dan juga kolaborasi ini dapat membuka wawasan masyarakat untuk menentukan pilihan terbaik dalam berinvestasi jangka panjang," jelas Ratih.
Sementara, Vice President Bank Business 99 Group Indonesia yang menaungi Rumah123, Gilang Ramadhan menyatakan sebagai marketplace dengan jutaan pencari properti tiap bulannya, Rumah123 menempuh berbagai inisiatif menghadirkan pilihan hunian terbaik dan berkualitas sesuai kebutuhan kalangan manapun, termasuk dari segi harga atau pembiayaan.
"Kolaborasi bersama Bank Mandiri merupakan komitmen kami dalam memfasilitasi masyarakat mewujudkan hunian impian yang sesuai dengan kemampuan finansial," kata dia.
Baca Juga: Sektor Properti Bangkit di 2025, Program 3 Juta Rumah Jadi Pendorong
Gilang menjelaskan, salah satu persoalan utama dalam sektor perumahan saat ini adalah menemukan hunian yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, terutama bagi masyarakat dengan anggaran terbatas. Properti aset bank yang biasanya ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga properti pasaran pada umumnya bisa menjadi solusi alternatif yang menarik bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian, karena memungkinkan akses lebih luas kepada masyarakat untuk memiliki rumah idaman tanpa terbebani oleh harga yang tinggi. Menurut Gilang, kesadaran masyarakat akan potensi properti aset bank inilah yang perlu diperkuat.
"Oleh karena itu kami terus berupaya memperluas keterjangkauan akses terhadap pilihan properti aset bank terbaik dan mengedukasi masyarakat mengenai keuntungan yang bisa didapatkan dari jenis properti ini," kata dia.
Menilik Jejak Bisnis 68 Tahun Gobel Group: Dimulai dari Transistor Radio
Pada tahun 1960, PT Transistor Radio Manufacturing mengadakan perjanjian kerjasama teknis dengan Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. (saat ini – Panasonic... | Halaman Lengkap [601] url asal
#panasonic-gobel #bisnis #perjalanan-bisnis #industri-manufaktur #barang-elektronik
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/09/24 22:10
v/14963387/
JAKARTA - Gobel Group memulai perjalanannya pada tahun 1954 ketika mendiang Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel mendirikan PT Transistor Radio Manufacturing, pelopor manufaktur transistor radio di Indonesia dengan merek dagang TJAWANG.Mengutip laman resmi Gobel, pada tahun 1960, PT Transistor Radio Manufacturing mengadakan perjanjian kerjasama teknis dengan Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. (saat ini ? Panasonic Corporation), salah satu pemimpin global dunia dalam barang elektronik dan listrik.
Asian Games IV yang diadakan di Jakarta pada tahun 1962 membantu mengembangkan bisnis Gobel. Untuk menyukseskan olahraga tersebut, perusahaan menerima pesanan untuk memproduksi 10.000 unit televisi, sehingga masyarakat Indonesia dapat menikmati tuan rumah Asian Games IV di negaranya. Sejak tahun 1970 Gobel telah menjadi mitra usaha patungan Indonesia dengan Matsushita.
Pada tahun 1994, PT Gobel International didirikan sebagai entitas untuk mengkonsolidasikan kegiatan bisnis dan menjadi perusahaan induk dari Gobel Group. Pada tahun 2020, Panasonic Corporation dan Gobel Group merayakan ulang tahun ke-60 Panasonic-Gobel.
Selama beberapa dekade, Grup Gobel telah berkembang bersama dengan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi negara. Saat ini bisnis Gobel adalah salah satu group bisnis terbesar di Indonesia dengan berbagai aktivitas bisnis, termasuk Elektronik, Kimia, Transportasi & Logistik, Makanan, Properti, dan Periklanan.
Tahun ini, Gobel Group atau Kelompok Usaha Gobel yang merupakan salah satu grup bisnis terkemuka di Indonesia merayakan momentum HUT ke-68. Momentum ini menandai perjalanan 6 dekade Gobel Group dalam mengemban reputasi sebagai ?choice of partner? dalam upaya pembangunan ekosistem industri nasional dan pengembagan sumber daya manusia melalui transfer teknologi dan ilmu pengetahuan.
Direktur dan Leader of Digital Transformation Gobel Group, Arif Rachmat Gobel mengungkapkan, bahwa memasuki tahun ke-68 dirinya akan meneruskan perjuangan Pak Gobel dalam segala sisi. Menurut Arif sang generasi ketiga Gobel ini, di 68 tahun perusahaan akan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman untuk berkontribusi ke negara.
"Ini tentunya kita akan terus berkontribusi terhadap negara dengan apapun yang akan berubah, dari segi teknologi, ataupun informasi lainnya, jadi kita akan menyesuaikan hal tersebut, perjuangan-perjuangan pak Gobel dan akan berkembang di kemudian hari," ungkap Arif kepada media di kantor PT Gobel International, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (11/9/2024).
Melalui instalasi Warisan yang Terus Bergerak, lanjut Arif, dirinya ingin para generasi Gobel Group juga karyawan tidak melupakan sejarah berdirinya perusahaan manufaktur terbesar ini. "Makanya juga kita adakan ini agar kita tidak lupa sejarah, kalau peribahasa kacang tidak lupa pada kulitnya," kata Arif.
Sebagai generasi ketiga keluarga Gobel, Arif mengatakan, punya misi khusus ke depannya. Mengemban pucuk pimpinan mengenai transformasi digital, ia ingin setiap anak usaha Gobel punya inovasi yang tetap berpegang teguh pada core business. Satu hal yang ditanamkan, semua keluarga dan karyawan Gobel bisa menjadi pengusaha.
"Rebranding nggak ada, perkuat bisnis kita berinovasi dalam teknologi, digital transformation, tak kalah lagi menguatkan SDM, sekarang lagi berusaha karyawan jadi pejuang dan menjadi pengusaha yang bisa berkontribusi kepada negara," ungkap Arif.
Dengan transformasi digital yang saat ini sedang berlangsung, Arif tetap membuka peluang potensi lainnya sejalan dengan memupuk hubungan dengan mitra-mitra yang ada.
Ke depan, Arif tak menampik dan tak menutup peluang kemitraan di luar negara Jepang, karena sejalan dengan fokus utama Gobel saat ini adalah untuk berkontribusi negara sehingga kerja sama terbuka untuk siapapun.
Sejalan juga dengan sebutan Gobel atau Gerakan Organisasi Bina Ekonomi Lemah, Arif juga optimistis dengan target pemerintah baru yang akan membawa pertumbuhan ekonomi ke angka 8%.
Gobel juga terus mendukung pertumbuhan ekonomi dengan membuka lapangan pekerjaan di beberapa pabriknya yang terletak di Jakarta, Jawa Barat dan Surabaya untuk membuat produk lokal.
"Kalau dari gobel sendiri memang kita selalu berjuang untuk mengedepankan produk-produk dalam negeri, dengan adanya pabrik disini kita membuka lapangan kerja, jadi kita mensupport pemerintah untuk pertumbuhan ekonominya," pungkas Arif.
PHR Sambut 10 Putra Putri Terbaik Riau Penerima Beasiswa Prestasi 2024
Program yang sudah memasuki angkatan (batch) ke-2 ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR dalam mewujudkan pendidikan... | Halaman Lengkap [845] url asal
#pertamina-hulu-rokan-phr #beasiswa #riau #program-tjsl #berita-bisnis
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/09/24 21:15
v/14963389/
Inaugurasi ini sekaligus menandai resminya sepuluh penerima Beasiswa Prestasi PHR S-1 Tahun 2024 dan bersiap diantarkan ke Universitas Pertamina (UPER), Jakarta untuk menempuh pendidikan peguruan tinggi.
Pemerintah Provinsi Riau menyambut hangat sepuluh penerima Beasiswa S-1 PHR. Mewakili Gubernur Riau, Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Sakinah mengapresiasi Program Beasiswa Prestasi S-1 PHR yang turut mendukung pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di bidang pendidikan.
Menurutnya, selain berkontribusi sebagai pemasok terbesar minyak dan gas bumi, PHR menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat di Provinsi Riau lewat beasiswa pendidikan tinggi. Pemprov Riau berharap, agar para penerima beasiswa mampu mencetak prestasi sebanyak-banyaknya sehingga menjadi kebanggaan dan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang berdaya saing, integritas, serta mampu menjadi agen pembangunan bagi daerah.
?Atas nama pemerintah Provinsi Riau, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PHR yang terus berkomitmen menciptakan generasi unggul dan berdaya saing di bidang pendidikan. Semoga kesempatan ini menjadi bekal bagi generasi muda yang memiliki bakat akademik dalam menghadapi persaingan global yang penuh inovasi dan kemajuan teknologi,? katanya.
Corporate Secretary PHR, Rudi Ariffianto mengatakan, Beasiswa PrestasI PHR S-1 merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan bagi penerimanya.
"Sesuai namanya yakni beasiswa prestasi, hal yang kami tuntut dari para penerima adalah prestasinya, baik secara akademik dan nonakademik. Bicara akademik, artinya kami dorong untuk memiliki indeks prestasi yang tinggi, aktif mengikuti perlombaan-perlombaan yang sesuai dengan jurusan maupun keahlian mereka," ujar Rudi.
"Sementara untuk nonakademik, mereka kami dorong untuk aktif berorganisasi dan paling penting adalah turut ambil bagian dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Harapannya, setelah lulus nanti, mereka memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi persaingan dunia kerja dan mampu berkontribusi untuk kemajuan provinsi Riau," sambungnya.
Inaugurasi Penerima Beasiswa Prestasi S-1 PHR disambut haru para penerima. Mereka berjanji akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. "Kami sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa mampu melewati tahapan-tahapan hingga akhirnya bisa terpilih menjadi penerima beasiswa. Berbagai prestasi dan dan usaha-usaha yang kami lakukan di masa sekolah bisa terbayar," terangnya.
"Kami bisa disini karena doa orang tua, guru dan teman-teman. Kami berjanji akan berusaha memanfaatkan beasiswa ini sebaik-baiknya dan belajar dengan sungguh-sungguh selama kuliah dan aktif di bidang sosial dan lingkungan," kata Laili Azzahra Rambe dari SMA Negeri 8 Mandau, mewakili penerima lainya.
Angkatan pertama Beasiswa Prestasi PHR S-1 menunjukkan pencapaian gemilang. Semester pertama perkuliahan, mereka memikiki rata-rata indeks prestasi 3.62, salah satu penerima bahkan berhasil meraih indeks tertinggi 4.00.
Begitu juga dengan perlombaan, meskipun masih tingkat pertama, mereka aktif mengikuti dan mempeoleh juara, di antaranya Juara 1 Festival Bahasa Inggris yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (UNRI) dan meraih prestasi Best Oral dalam lomba Essay Inovasi Nasional yang diselenggarakan Fakultas Farmasi Militer Universitas Pertahanan RI.
Selain itu sebagai bagian dari ekosistem Sobat Bumi, mereka bersama penerima beasiswa Universitas Pertamina lainnya, aktif melakukan penghijauan dan menjadi katalisator energi baru terbarukan. Terbaru, pada 15 Agustus kemarin, mereka menanam 250 bibit di Kampung Penepul dan 50 bibit mangrove di Bandar Bakau, Dumai.
Para penerima beasiswa juga turut berkontribusi aktif dalam mewujudkan Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI) UPER. Mereka membuat inovasi dari ampas tahu yang diubah menjadi biogas berkapasitas 3 meter kubik untuk pemanfaatan UMKM tahu di desa Bojongkulur
Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menyampaikan bahwa putra-putri yang terpilih menjadi penerima beasiswa telah melalui seleksi ketat. Prestasi menjadi aspek utama dalam meraih beasiswa ini.
?Sepuluh penerima beasiswa berhasil terpilih dari hampir ribuan pendaftar beasiswa ini setelah melalui serangkaian seleksi ketat mulai dari administrasi, tes potensi akademik, wawancara dan focus group discussion. Seluruh penilaian dilakukan lewat sistem perangkingan berdasarkan komponen penilaian, seperti di tahap administrasi dan wawancara, kami menilai kesesuaian berkas persyaratan, prestasi akademik, nonakademik, dan motivasi mereka. Sementara untuk FGD, paramater penilaiannya adalah public speaking, leadership, pengetahuan dan kepekaan terhadap isu sosial, dan keaktifan selama diskusi,"" ungkap Agus.
Acara inaugurasi ditutup dengan persembahan tarian tradisional Riau dari para penerima beasiswa. Acara ini juga disaksikan oleh Pjs. VP Operation & Maintenance PT Pertamina Hulu Rokan I Gede Putu Ambara Guna, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama Universitas Pertamina Prof. Dr. techn. Djoko Triyono,dan Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Pertamina M. Husni Mubarak Lubis, MS.
Setelah inaugurasi, para penerima beasiswa akan langsung diberangkatkan ke Jakarta untuk mempersiapkan diri. Pada 11 September mereka akan melakukan daftar ulang, diikuti tanggal 17 akan mengikuti pembekalan mahasiswa baru POP UP, dan akan memulai kuliah perdana pada 23 September.
Beasiswa yang diterima oleh mereka meliputi pembebasan biaya Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) yang dipungut di awal kuliah, pembebasan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) atau uang kuliah per semester hingga lulus, pembebasan biaya daftar ulang, bantuan biaya hidup hingga asrama serta biaya program pengembangan kapasitas dan Aksi Sobat Bumi.
Jadi Spot Nongkrong Baru, The Gade Coffee and Gold Hadir di Menara BRIlian
PT Pegadaian kembali membuka gerai kopi The Gade Coffee and Gold, kali ini yang ke-45 bertempat di Menara Brilian Lantai 1, Jalan Gatot Subroto, Tebet Jakarta Selatan,... | Halaman Lengkap [399] url asal
#bumn #pegadaian #direktur-utama-bri-sunarso #dirut-pegadaian-damar-latri-setiawan #sindonews-stories
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/09/24 20:00
v/14976435/
JAKARTA - PT Pegadaian kembali membuka gerai kopi The Gade Coffee and Gold, kali ini yang ke-45 bertempat di Menara Brilian Lantai 1, Jalan Gatot Subroto, Tebet Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2024). Pembukaan gerai ini menjadi wujud komitmen Pegadaian untuk terus konsisten dalam meningkatkan inklusi keuangan di kalangan masyarakat melalui secangkir kopi.Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan, The Gade Coffee & Gold adalah gerai kopi yang merupakan kolaborasi bisnis dua anak perusahaan Pegadaian, yakni PT Pesonna Indonesia Jasa (PIJ) yang mengelola kedai kopi dan PT Pegadaian Dua Empat (Galeri 24) yang menyediakan emas berupa perhiasan maupun logam mulia.
?Jadi tidak hanya sekedar menyuguhkan kopi, The Gade juga akan membawa masyarakat yang datang untuk mengenal lebih dekat produk dan layanan Pegadaian. Masyarakat bisa berinvestasi dengan membeli atau topup Tabungan Emas Pegadaian,?ujar Damar.

Damar juga berharap The Gade Coffee di Menara Brilian ini dapat menjadi alternatif bagi karyawan BRI, tamu, dan stakeholder lainnya untuk menikmati kopi dengan brand lokal asli Indonesia.
Direktur Utama BRI Sunarso yang sebelumnya merupakan Direktur Utama Pegadaian sekaligus pencetus lahirnya The Gade Coffee & Gold menyampaikan rasa bangganya terhadap perkembangan The Gade.
?Dulu spirit kita bagaimana cara mengubah image Pegadaian menjadi percaya diri sebagai financial company. Akhirnya kita coba rebranding, salah satunya dengan mendirikan The Gade. Saya terinspirasi nama The Gade dari 'Gadhen', yang artinya menggadai. Kemudian jadilah nama The Gade Coffee & Gold. Walaupun menjual kopi, tapi kita tidak meninggalkan gold sebagai bagian dari bisnis kita. Menurut saya The Gade ini adalah hasil dari rebranding yang sukses,? tutur Sunarso.
The Gade Coffee and Gold telah tersebar di seluruh Indonesia mulai dari ujung Timur, Labuan Bajo, Palu Bitung hingga wilayah paling Barat, Aceh. The Gade menyuguhkan kopi andalan gula aren bernama Van Leening, yang diambil dari sejarah nama asli lembaga Gadai pada masa penjajahan Belanda yaitu Bank Van Leening.
The Gade Coffee & Gold tentu sudah tidak asing di telinga para pecinta kopi, tidak hanya karena gerainya yg tersebar di penjuru Indonesia, namun gerai kopi ini sering kali hadir di acara nasional hingga internasional, sebut saja G20, 10th World Water Forum, serta perayaan kemerdekaan RI di Istana Negara Jakarta hingga baru-baru ini di IKN.
?Keberadaan The Gade ini menjadi kebanggan untuk Insan Pegadaian. Bahkan di IKN, Pegadaiannya belum ada, tapi The Gade nya sudah ada disana. The Gade ini luar biasa membawa nama baik Pegadaian bahkan hingga ke event internasional,? kata Damar menambahkan.
PP Kesehatan Dinilai Memberatkan, Pengusaha Kirim Pernyataan Sikap ke Jokowi dan Prabowo
APINDO bersama lebih dari 20 asosiasi lintas sektor terkait menandatangani pernyataan sikap atau petisi yang berisi aspirasi Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun... | Halaman Lengkap [598] url asal
#pengusaha #presiden-joko-widodo #prabowo-subianto #berita-ekonomi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/09/24 18:03
v/14963394/
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama lebih dari 20 asosiasi lintas sektor terkait menandatangani pernyataan sikap atau petisi yang berisi aspirasi Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan. Nantinya petisi tersebut akan dikirim ke pemerintah dan presiden terpilih.APINDO mengingatkan bahwa pasal-pasal bermasalah dalam PP 28 dan RPMK dikhawatirkan dapat menciptakan ketidakstabilan di berbagai sektor terkait, termasuk ritel, pertanian, dan industri kreatif yang bergantung pada ekosistem Industri Hasil Tembakau (IHT).
Wakil Ketua Umum APINDO, Franky Sibarani mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai koordinasi dan kajian, di mana sebenarnya PP ini cukup memberatkan bagi multi sektor, baik industri, pedagang, petani, dan sebetulnya juga konsumen.
"Dalam hal ini tentu kita diminta untuk secara aktif memberi masukan dalam konteks dikeluarkannya peraturan menteri turunannya. Problem besar adalah di mana PP 28 ini, yang kami cermati ada 2 atau 3 prinsip yang kita lihat proses ataupun isinya kurang tepat," ujar Franky dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (11/9/2024).
Menurut Franky, saat ini Indonesia juga sedang dalam transisi pemerintahan baru dimana banyak pekerjaan rumah yang tidak mudah, diantaranya seperti PMI Manufaktur yang koreksi.
"Artinya industri dalam kondisi terkontraksi, akibat penurunan permintaan pasar baik global maupun lokal. Jadi artinya, kalau peraturan ini akan terus ada maka kontraksi itu akan berkepanjangan," jelas Franky.
Dengan demikian, APINDO dan para asosiasi terkait lainnya meminta Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto untuk berhenti dalam pembahasan PP 28 tersebut.
"Teman-teman tadi menyampaikan bahwa stop pembahasan. dan diminta kepada presiden mungkin nanti kita akan bersama-sama mengirimkan petisi ini bersama surat tentunya kepada presiden Jokowi dan presiden terpilih pak prabowo subianto untuk menghentikan atau menyetop dulu pemberlakuan PP 28, jadi ini harapan dari industri hasil tembakau dan turunannya," ungkap Franky.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Agus Parmuji, menyoroti dampak besar yang akan dialami petani tembakau jika ketentuan ini diterapkan secara ketat.
"Petani tembakau menggantungkan hidupnya pada industri ini. Peraturan yang tidak memperhitungkan keberlanjutan sektor pertanian akan memukul keras para petani beserta yang telah berkontribusi besar terhadap perekonomian lokal," ujar Agus.
Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Nayoan, turut menyuarakan kekhawatirannya terhadap dampak kebijakan yang terlalu ketat akan berdampak pada maraknya rokok ilegal.
"Rokok ilegal akan semakin menjamur jika regulasi yang diterapkan justru menekan industri formal. Kemasan polos dan pembatasan iklan luar ruang bukanlah solusi efektif untuk menurunkan prevalensi merokok, tetapi hanya akan membuka jalan bagi produk ilegal yang merugikan negara dari segi penerimaan cukai," jelas Henry.
Berikut isi poim penting dari pernyataan sikap gabungan asosiasi industri bersama APINDO:
1. Tidak menyetujui ketentuan standarisasi berupa kemasan polos dengan menghilangkan identitas merek produk tembakau dalam RPMK yang akan segera disahkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Hal ini berpotensi mendorong makin maraknya produk ilegal yang merugikan semua pihak dan menggerus penerimaan negara.
Dalam praktek di lapangan, pelaku rokok ilegal dapat semena-mena memalsukan kemasan produk rokok resmi serta tidak membayar cukai. Hal ini jelas berdampak negatif bagi seluruh mata rantai industri hasil tembakau Indonesia, maupun bagi negara. Karenanya, kami mohon pemerintah tidak semakin menyuburkan peredaran rokok ilegal dengan mendorong regulasi eksesif.
2. Tidak memberlakukan batas maksimal tar dan nikotin untuk produk tembakau.
Industri tembakau Indonesia memiliki karakteristik khas yang perlu kita jaga sebagai bagian dari kekayaan budaya. Pemberlakuan batasan tar dan nikotin akan membatasi hal tersebut, serta berpotensi mengancam serapan dari para petani tembakau lokal.
3. Tidak memberlakukan larangan zonasi penjualan dalam radius 200 meter, mengingat sudah terdapat pembatasan umur untuk pembelian produk tembakau, dan tidak memberlakukan larangan zonasi iklan luar ruang dalam radius 500 meter terhadap titik iklan yang sudah beroperasi saat ini.
Menteri Rosan Apresiasi Peningkatan Investasi PT Nippon Shokubai Indonesia
Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Nippon Shokubai Indonesia atas peningkatan nilai investasi USD110 juta.... | Halaman Lengkap [409] url asal
#kementerian-investasi-bkpm #rosan-roeslani #investasi #industri
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/09/24 17:32
v/14963396/
CILEGON� - Menteri Investasi dan Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Nippon Shokubai Indonesia yang terus meningkatkan nilai investasinya di Indonesia."Perusahaan Nippon Shokubai ini sudah sejak 1996 dan telah banyak memberi manfaat besar, terutama menyerap tenaga kerja bagi lingkungan sekitar perusahaan," ujar Rosan saat meninjau pabrik milik PT Nippon Shibuga Indonesia, di Kota Cilegon, Banten, Rabu (11/9/2024).
Ke depan, sambung Rosan, PT Nippon Shokubai Indonesia akan terus berekspansi dengan memperluas pembangunan pabrik. "Pembangunan pabrik fase keempat ini akan kita kawal dan ditargetkan beroperasi pada 2027 dengan nilai investasi USD110 juta," tukasnya.
Diketahui, saat ini PT Nippon Shokubai Indonesia (PT NSI) membangun pabrik ketiga guna menjaga pasokanAcrylic Aciddalam negeri menyusul permintaan domestik yang meningkat sekaligus menambah potensi pasar ekspor.
PT NSI menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia dan Asia Tenggara yang memproduksiAcrylic AciddanAcrylic Esters, sekaligus merupakan produsenSuperabsorbent Polymer(SAP) pertama dan satu-satunya di Indonesia.
Acrylic AciddanAcrylic Estersmerupakan bahan kimiaintermediateyang pemanfaatannya sangat luas, antara lain untuk bahan baku pada industri emulsi, polimer dan resin, akrilik fiber, dan poliolefin kopolimer. Sedangkan SAP digunakan sebagaiabsorbentmaterial padadisposable baby diapersatau popok sekali pakai.
Nippon Shokubai Group memiliki 20 persen pangsa pasar dunia untuk produk SAP, sehingga menjadikan Nippon Shokubai Group sebagai pemasok terbesar SAP di dunia. Investasi proyekAcrylic AcidPT NSI tahap ketiga di Cilegon, Banten, menunjukkan bahwa potensi pengembangan industri kimiaintermediatesangat besar.
Dengan penambahan kapasitas produkAcrylic Acidsebesar 100 ribu ton/tahun, total kapasitasAcrylic AcidPT Nippon Shokubai Indonesia menjadi 240 ribu ton/tahun. Penambahan kapasitas produksi ini berkontribusi menjaga pasokan dalam negeri sebagai antisipasi meningkatnya permintaanAcrylic Aciddomestik, sekaligus menambah potensi pasar ekspor.
Dengan total nilai investasi sebesar 693 juta dolar AS hingga saat ini, PT NSI telah mampu menyerap tenaga kerja terampil dan membuka peluang lapangan pekerjaan baru.
Sebelumnya, di hari yang sama Rosan dan rombongan juga mengunjungi pabrik petrokimia hilir PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten. Menurut Rosan, kehadiran pabrik milik PT LCI ini turut mempercepat program hilirisasi.
"Hasil produksi pabrik ini nantinya akan mengurangi ketergantungan kita selama ini pada produk petrokimia impor. Ini akan menjadi substitusi impor, 30% untuk diekspor dan 70% untuk kebutuhan lokal. Pastinya kebutuhan dalam negeri harus terpenuhi dulu,? ungkap Rosan.
Adapun progres pembangunan pabrik petrokimia asal Korea Selatan ini, sudah mencapai 93% dan dipastikan rampung seluruhnya pada 2025 serta langsung beroperasional.
"Pembangunan pabrik petrokimia hilir oleh PT Lotte Chemical ini menjadi salah satu wujud investasi yang telah terealisasi secara riil, tentu saya sangat mengapresiasi atas investasi ini," ujar Rosan.
AP I dan II Dilebur Jadi InJourney Airports, 5 Besar Operator Bandara di Dunia
Penggabungan ini telah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ke dalam satu entitas yakni PT Angkasa Pura Indonesia... | Halaman Lengkap [653] url asal
#injourney #injourney-airports
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/09/24 17:24
v/14963397/
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meresmikan penggabungan dua perusahaan besar pengelola bandar udara di Indonesia, PT Angkasa Pura I (AP I) dan PT Angkasa Pura II (AP II). Penggabungan ini telah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ke dalam satu entitas yakni PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports .InJourney Airports merupakan subholding sektor jasa kebandarudaraan yang juga merupakan anak usaha dari Holding BUMN Aviasi dan Pariwiasta, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.
Penggabungan AP I dan AP II menjadi InJourney Airports sejalan dengan yang telah diungkapkan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir bahwa kehadiran InJourney Airports sebagai subholding InJourney Group, merupakan terobosan besar dalam sektor industri aviasi dan kebandarudaraan sebagai bentuk adaptif BUMN dalam menghadapi perubahan zaman. InJourney Airports akan mengelola 37 bandara komersial di Indonesia.
Transformasi di sektor pengelolaan bandara menjadi keharusan dalam mengoptimalkan tatanan kebandarudaraan nasional, potensi sektor ekonomi, pariwisata, hingga logistik Indonesia. Dengan adanya konsolidasi ini InJourney Airports dapat menangani lebih dari 170 juta penumpang per tahun dan akan berada di urutan kelima perusahaan operator bandara terbesar di dunia.
Dengan adanya penggabungan ini, bandara yang dikelola InJourney akan menjadi salah satu dari 5 operator bandar udara terbesar di dunia.
Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria menjelaskan, bahwa penggabungan ini telah matang direncanakan dan sesuai dengan ketentuan serta kesesuaian dengan prinsip tata kelola yang baik. Langkah ini juga sejalan dengan visi Pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas dalam negeri yang diharapkan akan mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan serta meningkatkan daya saing sektor pariwisata di Indonesia.
?Untuk menyiapkan penggabungan ini, kita sudah melakukan proses penyelarasan Standar Operasional Prosedur (SOP), sistem IT, sistem keuangan, hingga operasional bandara yang mana prosesnya telah berlangsung sejak tahun lalu. InJourney Airports diharapkan dapat menjadi perusahaan pengelola bandara yang mengacu pada best practice di dunia," ungkap Dony.
"Penggabungan ini telah berjalan lancar sesuai dengan tujuan Pemerintah untuk meningkatkan sektor aviasi dan kebandarudaraan Indonesia menjadi 5 top global airports operator. Terlebih penggabungan ini sudah masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) yang telah disetujui oleh pemerintah dalam rangka peningkatan konektivitas udara untuk mendukung pertumbuhan industri pariwisata," bebernya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi menjelaskan, bahwa transformasi bandara di bawah kelolaan InJourney Airports akan terus diperkuat melalui program-program peningkatan kualitas infrastruktur bandara, manajemen operasional yang berbasis ekosistem, dan peningkatan kualitas SDM berbasis customer centric yang berstandar global.
Lebih lanjut, transformasi yang dilakukan dengan menghadirkan wajah baru bandara-bandara di Indonesia, di antaranya adalah beautifikasi terminal Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan optimalisasi kapasitas dan fasilitas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
?Tujuan transformasi bandara yang sedang berjalan adalah untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan pada seluruh rangkaian perjalanan di bandara melalui perubahan mindset dan pola manajemen dalam memberikan pelayanan," jelasnya.
"Perubahan mindset dari reaktif menjadi prediktif dan proaktif serta perubahan orientasi kerja dari operational oriented menjadi customer oriented. Sehingga mampu menjadi wajah kebanggaan bangsa, di samping tugas utama InJourney Airports sebagai agent of development dan value creator,? pungkas Faik Fahmi.
Ciptakan SDM yang Berdaya Saing Global
Dengan re-organisasi yang lebih agile, penggabungan perusahaan pengelola bandara ini bertujuan untuk menstandarisasikan pelayanan terutama harmonisasi dan perbaikan customer experience di bandara InJourney Airports yang merata dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia.
Tentunya, peranan SDM menjadi sangat penting terutama dalam menjalankan strategi bisnis kebandarudaraan yang lebih efisien, profitable, dan berdaya saing global.
Untuk mempersiapkan SDM-nya, perusahaan telah memberikan program pembekalan untuk peningkatan kompetensi kepada para General Manager bandara melalui program GM Airport Academy dan Immersion Program GM Airport Academy untuk memperkuat kompetensi dibidang kebandarudaraan melalui studi banding ke operator bandara Incheon International Airport Corporation (IIAC).
Di level teknis, perusahaan juga telah memberikan pelatihan pada bidang hospitality, customer service and experience, dan sebagainya. Ke depannya, dengan bekal yang telah diberikan, diharapkan SDM airport yang ada akan lebih siap untuk menjadi bagian dari transformasi besar di industri aviasi dan kebandarudaraan Indonesia serta turut berperan dalam mengoptimalkan potensi sektor pariwisata di Indonesia.
Kinerja Teguh Blibli Diakui Jadi Bagian Salah Satu 100 Perusahaan Terbesar
PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) dengan kode saham BELI terpilih menjadi bagian dari 100 perusahaan terbesar di Indonesia versi Fortune. PT Global Digital Niaga... | Halaman Lengkap [586] url asal
#blibli #perusahaan #fortune-indonesia #berita-ekonomi #perusahaan-teknologi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/09/24 16:45
v/14965800/
JAKARTA - PT Global Digital Niaga Tbk ( Blibli ) dengan kode saham BELI terpilih menjadi bagian dari 100 perusahaan terbesar di Indonesia versi Fortune Indonesia tahun 2024. Pengakuan tersebut menggunakan indikator jumlah pendapatan yang dibukukan pada tahun 2023, dimana secara kolektif keseluruhan pendapatan perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar bergengsi ini berkontribusi 26,83% terhadap perekonomian nasional di sepanjang tahun 2023.Chief Corporate Secretary & Investor Relations Blibli, Eric Winarta menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan sebagai salah satu dari 100 perusahaan terbesar di Indonesia. Pengakuan yang diberikan ini menjadi salah satu milestone penting yang memotivasi Blibli untuk tumbuh semakin kuat.
Dimana menurutnya, pencapaian ini mencerminkan kontribusi Perseroan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Eric menegaskan, bahwa ?Blibli senantiasa berusaha memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan dengan konsisten menjalankan strategi omnichannel, yang mencakup perluasan titik kontak konsumen melalui kemitraan dengan pemegang merek global terkemuka untuk menawarkan pengalaman dan perjalanan pelanggan tanpa hambatan, apa pun platform yang mereka akses dalam ekosistem.?
Hal itu diwujudkan dengan jaringan ritel Blibli yang saat ini semakin diperluas dengan penambahan 13 toko elektronik konsumen baru pada 1H/2024, tercatat Blibli mengoperasikan sebanyak 185 toko. Jaringan tersebut terdiri dari toko merek-tunggal seperti Samsung dan Hello (Apple Authorised Reseller), serta toko multi-merek seperti Blibli Store dan Tukar Tambah. Selain itu, Blibli juga mengelola 62 gerai supermarket premium (Ranch Market) dan 30 gerai home and living experience centers (Dekoruma) di seluruh Indonesia.
Berdiri sejak tahun 2010, PT Global Digital Niaga Tbk merupakan pelopor ekosistem perdagangan omnichannel dan gaya hidup terkemuka di Indonesia yang fokus melayani konsumen ritel dan institusi yang terhubung secara digital.
Platform perdagangan (commerce) yang dimiliki Perseroan?Blibli, mengintegrasikan pengalaman berbelanja dan bertransaksi secara daring melalui layanan e-commerce dan secara luring dengan mengoperasikan ratusan toko-toko fisik elektronik konsumen untuk berbagai mitra pemegang merek global terkemuka.
Selain itu, Blibli juga berkolaborasi dengan ribuan toko yang mengadopsi solusi omnichannel Perseroan, yakni Blibli InStore dan Click & Collect, serta didukung oleh infrastruktur rantai pasok yang kuat, termasuk jaringan pergudangan dan logistik yang dikembangkan secara nasional dengan menyediakan layanan pengiriman pihak pertama (1PL) secara langsung melalui layanan logistik milik Perseroan? BES Paket, dan bekerja sama dengan berbagai mitra logistik pihak ketiga (3PL).
Blibli menempati peringkat pertama kategori B2C Omnichannel 1P consumer electronics dan fresh products menurut Frost & Sullivan, serta memiliki layanan pelanggan 24/7 berkelas dunia.
Pada tahun 2017, Perseroan mengakuisisi PT Global Tiket Network (penyedia platform agen perjalanan daring (OTA)-tiket.com untuk memperluas layanan hingga meliputi perjalanan, akomodasi, dan pengalaman gaya hidup. Selanjutnya pada tahun 2021, ekosistem omnichannel Perseroan semakin lengkap dengan penambahan penawaran produk segar dan kebutuhan sehari-hari melalui akuisisi PT Supra Boga Lestari Tbk (Ranch Market)- perusahan pengelola lusinan gerai supermarket premium dengan merek seperti Ranch Market dan Farmers Market.
Pada tahun 2024, Perseroan mengakuisisi PT Dekoruma Inovasi Lestari (Dekoruma)-sebuah perusahaan pialang ritel furnitur, desain interior, dan properti O2O terkemuka di Indonesia, untuk memperluas cakupan Perseroan pada kategori produk home and living.
Perseroan memiliki ekosistem omnichannel terpadu yaitu Blibli Tiket, yang menegaskan sinergi antara Blibli, tiket dan Ranch Market di dalam suatu ekosistem terintegrasi yang memberikan kemudahan pengalaman berbelanja serta bernilai tambah bagi pelanggan, dengan menyediakan layanan lebih lengkap, bermanfaat juga terintegrasi di setiap titik interaksi konsumen.
Selanjutnya pada tahun 2023, ekosistem Blibli Tiket meluncurkan program loyalitas terpadu bernama Blibli Tiket Rewards, yang menawarkan berbagai program loyalitas yang terintegrasi kepada seluruh pelanggan di dalam ekosistem, termasuk platform e-commerce, platform OTA, toko fisik elektronik konsumen dan gerai supermarket. Saham Perseroan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham ?BELI?.