Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada Juni 2024 mencatatkan penurunan aset, baik aset Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan maupun aset BPJS Kesehatan.
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah mengatakan aset BPJS Kesehatan pada Juni 2024 turun 7,26% year-on-year (yoy). Hal ini utamanya disebabkan adanya realisasi pencairan instrumen investasi setara kas.
Sementara itu, aset DJS pada Juni 2024 dibandingkan Juni 2023 juga mengalami penurunan sebesar 16,68%. Penurunan aset DJS ini disebabkan karena pencairan instrumen investasi setara kas yang digunakan untuk melakukan pembayaran biaya pelayanan kesehatan. Sayangnya, Rizzky enggan menyebut berapa besar angkanya.
"Hal tersebut merupakan dampak peningkatan akses layanan kesehatan, seiring peningkatan mutu layanan BPJS Kesehatan, serta semakin pulihnya kondisi pandemi," kata Rizzky kepada Bisnis, dikutip Minggu (18/8/2024).
Selain itu, jelasnya, penurunan aset ini juga disebabkan adanya percepatan pengajuan klaim dari fasilitas kesehatan yang bekerja sama sehingga mengakibatkan penurunan pembentukan cadangan teknis di Juni 2024.
Rizzky melanjutkan, strategi yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan untuk menjaga dan meningkatkan aset yaitu dengan menyeimbangkan ketersediaan dana jaminan sosial dengan beban manfaat yang terkendali. Selain itu, BPJS Kesehatan juga berupaya untuk meningkatkan jumlah keaktifan kepesertaan dalam rangka meningkatkan pendapatan atau penerimaan iuran.
"Perlu kami tegaskan bahwa aset DJS masih dalam rentang sehat, yakni 4,36 bulan estimasi pembayaran klaim ke depan, sesuai ketentuan antara 1,5-6 bulan. Penurunan aset ini juga tidak berimbas kepada pelayanan yang diterima oleh masyarakat, saat mengakses layanan di fasilitas kesehatan," tegasnya.
Penurunan aset BPJS Kesehatan ini selaras dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bahwa per Juni 2024 asuransi nonkomersial mencatatkan penurunan nilai aset sebesar 3,69% yoy dari Rp227,25 triliun per Juni 2023 menjadi Rp218,87 triliun pada Juni 2024.
Sebagai informasi, data aset asuransi nonkomersial tersebut termasuk di dalamnya adalah BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, dan Asabri.
Meski begitu, nilai premi asuransi nonkomersial pada periode tersebut tumbuh 8% dari Rp82,50 triliun menjadi Rp89,10 triliun.
Bisnis.com, JAKARTA -- PT Asuransi Allianz Life Indonesia mencatat hasil investasi Rp413,63 miliar per Juli 2024. Nilai ini meningkat 50,02% secara bulanan (mtm) atau dari Rp206,73 miliar. Meski demikian, secara tahunan nilai ini mengalami penurunan.
Direktur & Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia, Ong Le Keat mengatakan hal itu selaras dengan data Otoritas Jasa Keuagan (OJK) yang mencatat hasil investasi perusahaan asuransi jiwa pada Juni 2024 mengalami kontraksi 29,99% yoy menjadi Rp11,46 triliun. Penurunan hasil investasi tersebut, paling besar terjadi pada lini usaha produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit linked.
"Seperti halnya tren yang terjadi pada industri asuransi jiwa pada semester I/2024, Allianz mencatat penurunan hasil investasi khususnya pada produk unit link," kata Ong kepada Bisnis, dikutip Minggu (18/8/2024).
Ong menjelaskan, kondisi pertumbuhan ekonomi dan tekanan arus investasi di pasar modal memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan hasil investasi asuransi. "Sehingga Allianz menaruh perhatian khusus pada pengelolaan penempatan investasi dengan strategi investasi yang dinamis," sambungnya.
Dia melanjutkan, strategi perusahaan yang dilakukan di tengah fenomena tersebut adalah dengan terus mengejar strategi investasi jangka panjang dan lebih fokus melakukan penempatan investasi pada instrumen obligasi yang memiliki tingkat sekuritas lebih tinggi dan nilai imbal balik investasi yang lebih pasti.
Di internal perusahaan, Ong menjelaskan Allianz akan terus menerapkan tata kelola yang baik serta penuh kehati-hatian dan menerapkan strategi yang dinamis dan mengutamakan pengelolaan risiko. Melalui strategi ini, Allianz yakin dapat memberikan imbal hasil fund yang baik bagi nasabah.
Ong bilang, strategi tersebut didukung adanya peluang berupa optimisme terhadap kondisi ekonomi Indonesia yang konsisten tumbuh di kisaran 5% dengan inflasi yang bisa dijaga yang mana kondisi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kinerja pasar modal.
Di lain sisi, beberapa hal yang menjadi tantangan ke depan menurut Ong adalah konflik geopolitik Israel dengan Palestina, suku bunga Amerika Serikat, kekhawatiran volatilitas harga minyak, penurunan pertumbuhan ekonomi global, melebarnya defisit anggaran, pergerakan nilai tukar Rupiah hingga investor yang wait and see melihat perkembangan ekonomi 2024 ini.
Meski begitu, Ong bilang pihaknya tetap optimis melihat prospek investasi perusahaan asuransi ke depan. "Mengacu pada potensi dan adanya peluang, kami tetap melihat secara optimis pada kondisi ekonomi global maupun domestik khususnya di semester II/2024. Kami juga mengharapkan hasil investasi dapat bertumbuh seiring dengan pertumbuhan aset investasi," kata Ong.
Jasindo berharap masa depan industri asuransi tetap cerah meski Produk Domestik Bruto (PDB) sektor asuransi dan dana pensiun (dapen) mengalami kontraksi. [346] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan asuransi pelat merah PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo berharap masa depan industri asuransi tetap cerah meski Produk Domestik Bruto (PDB) sektor asuransi dan dana pensiun (dapen) mengalami kontraksi.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada Juni 2024 nilai PDB atas dasar harga konstan di sektor lapangan usaha asuransi dan dana pensiun mengalami kontraksi 2,98% dari Rp25,65 triliun di Juni 2023 menjadi Rp24,88 triliun di Juni 2024.
Direktur Pengembagan Bisis Jasindo, Diwe Novara megatakan di sisi industri asuransi saat ini masih mencatatkan kinerja positif. Dia mencontohkan, aset industri asuransi per Juni naik 1,14% year-on-year (yoy) menjadi Rp1.126,26 triliun.
Dia menjelaskan, pertumbuhan aset industri asuransi ini ditopang dari pertumbuhan aset asuransi komersil, baik asuransi jiwa dan asuransi umum sebesar Rp907,39 triliun atau tumbuh 2,38% dengan pendapatan premi asuransi mencatat pertumbuhan 8,46% yoy.
Pertumbuhan pendapatan premi tersebut, lanjutnya, didukung oleh pertumbuhan premi asuransi jiwa sebesar 2,29% dan pertumbuhan premi asuransi umum dan reasuransi sebesar 16,46%.
"Kami berharap seluruh sektor industri asuransi dapat terus tumbuh dan berkembang menuju arah yang lebih baik," kata Diwe kepada Bisnis, dikutip Minggu (18/8/2024).
Dari segi daya beli masyarakat, Diwe juga melihat adanya indikasi positif. BPS mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,18% month-to-month (mtm) pada Juli 2024. "Deflasi terjadi karena naiknya pasokan, bukan turunnya permintaan," terang Diwe.
Diwe mengatakan, kekhawatiran terhadap deflasi yang terjadi terkait penurunan daya beli maka harus dicermati lebih lanjut karena deflasi belum tentu menurunkan daya beli masyarakat. Beberapa indikator yang menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga itu, seperti indeks penjualan ritel yang tumbuh 1,14% yoy.
Kemudian, penjualan domestik sepeda motor naik 4,21%, serta Penerimaan Pajak Penghasilan (PPh 21) mencatat pertumbuhan 28,41% yoy.
Diwe melanjutkan, sebagai perusahaan milik negara, Jasindo terus bekerja dengan maksimal untuk melayani kebutuhan masyarakat baik individu maupun korporasi.
"Kami juga menjalankan strategi risk management partnership atau kemitraan manajemen risiko untuk memenangkan pasar asuransi umum. Perusahaan berfokus pada bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah kepada nasabah melalui kemitraan manajemen risiko," tegasnya.
Bisnis.com, JAKARTA -- Musim dividen interim akan segera dimulai pada semester II/2024. Bagaimana potensi tebaran dividen interim dari sektor perbankan?
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat sudah ada 355 kali aksi distribusi dividen yang dilakukan oleh emiten hingga awal Agustus 2024. Sejumlah sektor pun bergeliat menebar dividen pada tahun ini.
Nilai distribusi dividen emiten keuangan perbankan misalnya telah mencapai Rp58,24 triliun, meningkat dibandingkan dengan periode 2023 secara penuh senilai Rp50,57 triliun.
Sektor lainnya yang mendistribusikan dividen adalah sektor energi. Tercatat, sektor energi menebar dividen Rp30,86 triliun hingga 9 Agustus 2024.
Kemudian, sektor industri multisektor menebar dividen Rp7,83 triliun, serta sektor telekomunikasi Rp7,36 triliun.
Adapun, tebaran dividen masih akan terus bertambah pada tahun ini. Deretan emiten telah bersiap untuk menebar dividen interimnya pada tahun ini. Dividen interim sendiri merupakan tebaran dividen sebelum periode pembukuan keuangan perusahaan rampung.
Pada bulan ini, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) misalnya telah melakukan pembayaran dividen interim tahun buku 2024 pada 15 Agustus 2024. Nilai dividen per saham mencapai Rp50 dengan total dividen interim yang ditebar mencapai Rp986,85 miliar.
PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM) dijadwalkan menerbar dividen interim kepada pemegang sahamnya dengan nilai Rp35 per lembar atau Rp201,55 triliun pada 21 Agustus 2024.
Lalu, PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) akan membagikan dividen interim 2024 total senilai Rp32,75 miliar atau Rp2 per lembar pada 28 Agustus 2024.
Selain itu, PT IMC Pelita Logistik Tbk. (PSSI) akan membagikan dividen interim 2024 total senilai Rp146,65 miliar atau Rp28 per lembar pada 30 Agustus 2024.
Bagaimana dengan Sektor Perbankan?
Sejumlah bank pun turut mempersiapkan tebaran dividen interimnya tahun ini. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) misalnya telah secara rutin membagikan dividen interim kepada pemegang sahamnya.
Berdasarkan catatan Bisnis, BCA tidak pernah absen membagikan dividen interim kepada para pemegang saham sejak 2004. BCA menjadi salah satu perusahaan yang dikenal royal membagikan keuntungan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen.
BCA biasanya membagikan dividen sebanyak dua kali untuk satu periode tahun buku keuangan sejak 2004. Pertama, perseroan membagikan dalam bentuk dividen interim yang biasanya diumumkan pada rentang September hingga Desember. Kedua, BBCA membagikan dividen final yang diputuskan melalui rapat umum pemegang saham tahunan.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja pun buka suara terkait dengan proyeksi tebaran dividen interim tahun ini. "Dividen interim nanti Desember, tunggu, sabar," katanya setelah acara konferensi pers BCA Expo pada Jumat (16/8/2024).
Berkaca pada tahun lalu, BCA telah memutuskan untuk membagikan dividen interim senilai Rp42,5 per saham dari kinerja keuangan per September 2023. Dengan jumlah saham beredar BBCA yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 123,27 miliar lembar, maka total dividen yang diberikan mencapai Rp5,23 triliun.
Nilai tebaran dividen interim pada 2023 naik 21,4% dibandingkan tebaran pada 2022 sebesar Rp35 per saham atau dengan nilai Rp4,31 triliun.
Kemudian, BCA membagikan dividen tunainya pada awal tahun ini sebesar Rp227,5 per saham atau Rp33,28 triliun.
Selain BCA, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) pun membagikan dividen interim pada 2023 sebesar Rp84 per lembar saham atau Rp12,73 triliun. Lalu, sisanya atau menjadi tebaran dividen tunai BRI pada awal tahun ini sebesar Rp235 per saham.
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan BRI memang mempunyai prospek tebaran dividen tinggi. "Sampai 5 tahun ke depan, BRI belum perlu tambahan modal. Jadi, berapapun labanya, BRI punya kelonggaran membagikan dividen yang besar," katanya dalam konferensi pers pada Maret lalu (1/3/2024).
PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. (SDRA) pun mengacu pada tahun lalu ikut menebar dividen interimnya. Nilai dividen interim itu mencapai Rp20 per saham, dari hasil laba periode 1 Januari 2023 sampai dengan 30 September 2023.
Kemudian, SDRA menebar sisanya atau dividen tunai pada awal tahun ini sebanyak Rp7,5 per lembar. Secara keseluruhan, SDRA menebar dividen 33,76% dari laba bersih tahun buku 2023 atau Rp235,62 miliar.
Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hasil investasi perusahaan asuransi jiwa mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni sebesar 29,99% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp11,46 triliun pada Juni 2024.
Penurunan hasil investasi terbesar terjadi pada lini usaha Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI), khususnya hasil investasi dari instrumen saham dan reksadana.
Channeling ini bertujuan meningkatkan akses pembiayaan sektor produktif bagi UMKM, sekaligus mendorong kontribusi industri perbankan dan fintech lending terhadap perekonomian nasional.
Melalui kemitraan ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan sektor UMKM di Indonesia, dan meningkatkan peluang bisnis bagi Bank Raya maupun fintech lending Danai.id.
Danai.id mendapatkan akses tambahan ke sumber modal pemberian kredit, sehingga dapat memberikan dukungan keuangan kepada pengusaha-pengusaha mikro dan menengah dengan lebih efektif, serta memperkuat kehadirannya di sektor ini. Sementara itu, Bank Raya berpeluang untuk melakukan cross-selling produk perbankan dan transaksi kepada nasabah melalui ekosistem Danai.id. Potensi cross-selling ini dapat meningkatkan pendapatan bank.
Prilly Savitri, Kepala Divisi Digital Sales & Partnership Bank Raya, menilai kerja sama ini merupakan salah satu langkah strategis Bank Raya dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia.
"Kami percaya bahwa kolaborasi dengan fintech lending Danai.id dapat membantu UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah dan cepat Kerjasama ini akan semakin melengkapi aspirasi kami untuk menyediakan produk dan layanan perbankan yang relevan dengan kebutuhan nasabah melalui pendekatan digital end-to-end secara menyeluruh," terangnya, dikutip (Sabtu (17/8/2024).
Akses permodalan merupakan hal yang penting agar para pelaku usaha dapat terus bertumbuh. Melalui kerjasama penyaluran kredit, para pelaku usaha yang tergabung di Danai.id dapat mengakses pinjaman produktif untuk pertumbuhan bisnis, dengan tetap memperhatikan prinsip prudential banking.
Sementara itu, Direktur Utama Adiwisista Finansial Teknologi (Danai.id) Azhar Abdul Wahab menilai sinergi antara Bank Raya dan Danai.id akan memberikan manfaat yang besar bagi pengusaha yang membutuhkan modal tambahan untuk berkembang.
"Prioritas bisnis Danai.id adalah pembiayaan sektor produktif bagi UMKM. Kami berupaya mengembangkan bisnis ini secara sehat dan menguntungkan sehingga tidak hanya mengedepankan pertumbuhan semata tanpa diimbangi dengan pengelolaan risiko yang memadai," katanya.
Danai.id akan terus berupaya memberikan layanan yang terbaik bagi UMKM, sehingga mereka menjadi lebih sejahtera, dapat berkembang dan berperan semakin besar dalam perekonomian.
Menurutnya, bertambahnya pemberi pinjaman institusi ini menunjukan perusahaan pinjaman online (pinjol) kelolaannya sehat dan memiliki tingkat risiko yang sesuai dengan “risk appetite” Bank Raya.
Danai.id berdiri sejak 2018 dan bertumbuh secara konservatif tetapi pasti, dengan total penyaluran kredit yang telah diberikan sebanyak Rp610 miliar, dan tingkat TKB 90 yang terjaga sebesar 98,7%, menunjukan prinsip pemberian kredit yang penuh kehati-hatian dan sehat.
Direktur Bisnis Danai.id Irianto Gunawan menuturkan ada 3 produk fokus Danai.id dalam memberikan fasilitas kredit kepada usaha mikro kecil dan menengah, yaitu fasilitas pembiayaan invoice, fasilitas pembiayaan micro developer, dan fasilitas pembiayaan inventory.
Saat ini sekitar 80% dari porsi pembiayaan Danai.id ada pada pembiayaan invoice. “Produk pinjaman invoice financing ini cukup digemari pelaku UMKM karena tidak membutuhkan agunan fixed asset,” tambahnya.
Kerjasama ini, kata Irianto, merupakan salah satu wujud sinergi antara perusahaan fintech lending dengan sektor perbankan yang sama-sama memiliki visi mendukung program pemerintah dalam pembiayaan UMKM. “Kerjasama dengan Bank Raya ini lebih dari sekedar bentuk kerjasama dalam upaya perluasaan pangsa pasar nasabah pembiayaan, melainkan juga menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan dari mitra-mitra strategis industri perbankan kepada Perusahaan fintech lending," tuturnya.
Dalam kurun Januari—Juli 2024, AJB Bumiputera 1912 telah membayarkan klaim senilai Rp241,05 miliar untuk 79.743 polis asuransi perorangan. [412] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap bahwa proses penyehatan Asuransi Jiwa Bersama atau AJB Bumiputera 1912 saat ini masih berjalan. Sebelumnya, OJK memberikan pernyataan tidak keberatan atas perubahan Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) AJB Bumiputera pada 1 Juli 2024.
"OJK saat ini masih melakukan monitoring pelaksanaan perubahan RPK berdasarkan laporan berkala dan pertemuan dengan manajemen," kata Ogi dalam keterangannya dikutip pada Minggu (17/8/2024).
Dari hasil pertemuan OJK dengan manajemen pada Jumat (2/8/2024), Ogi mengatakan bahwa AJB Bumiputera saat ini telah melaksanakan perubahan RPK.Di sisi lain, Ogi juga melaporkan AJB Bumiputera masih melakukan pembayaran klaim kepada pemegang polis.
Sampai dengan akhir Juli 2024, AJB Bumiputera telah membayarkan klaim sebesar Rp241,05 miliar untuk 79.743 polis asuransi perorangan.
Adapun, salah satu opsi dalam revisi penyehatan keuangan perusahaan RPK AJB Bumiputera 1912 adalah perubahan badan hukum dari usaha bersama ke demutualisasi. Rencana tersebut merupakan usulan manajemen yang telah disetujui Rapat Umum Anggota (RUA) melalui sidang luar biasa.
Ogi sebelumnya menyebut perubahan badan hukum tersebut telah diatur dalam anggaran dasar AJB Bumiputera 1912.
"Selain sesuai dengan ketentuan perundangan, pilihan opsi demutualisasi dilakukan AJB Bumiputera dengan berupaya seoptimal mungkin terlebih dahulu menyehatkan perusahaan dengan skema penyehatan dalam bentuk usaha bersama [mutual]," kata Ogi dalam jawaban tertulisnya, dikutip pada Rabu (10/7/2024).
Ogi menjelaskan salah satu keunggulan dari demutualisasi adalah kemungkinan penyehatan yang tidak hanya didasarkan kepada kemampuan pemegang polis yang telah ada selaku pemilik perusahaan setara pemegang saham, tetapi opsi demutualisasi memungkinkan adanya tambahan modal dari investor strategis.
Sementara salah satu skema penyehatan dalam bentuk mutual adalah dengan Penurunan Nilai Manfaat (PNM) yang harus ditanggung oleh seluruh pemegang polis.
"Selanjutnya dalam RPK revisi yang telah mendapatkan pernyataan tidak keberatan OJK, dalam bentuk mutual penyehatan dilakukan melalui konversi aset tetap menjadi lebih likuid serta melakukan beberapa efisiensi pengelolaan," katanya.
Satgas Baru untuk Jalankan Rencana Penyehatan Keuangan
Dalam kesempatan terpisah, AJB Bumiputera 1912 juga melaporkan pihaknya telah membentuk satuan kerja atau gugus tugas untuk menjalankan revisi RPK yang telah disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa waktu lalu.
Gugus tugas dibentuk untuk melakukan percepatan langkah penyehatan. Harapannya, sesuai dengan RPK, AJB Bumiputera 1912 bisa kembali sehat pada 2023.
"Implementasi revisi RPK terus berproses dengan baik dan percepatan tahapan RPK terlaksana, dibentuk satuan kerja RPK yaitu gugus tugas," kata Sekretaris Perusahaan AJB Bumiputera 1912 Hery Darmawansyah kepada Bisnis, Rabu (31/7/2024).
Hery menerangkan bahwa progress menjalankan RPK dilakukan evaluasi setiap pekannya. Terbaru, AJB Bumiputera 1912 masih melanjutkan pembayaran klaim tertunda atas persetujuan PNM.
Bisnis.com, JAKARTA - Memiliki keluarga adalah anugerah terbesar. Namun, di balik kebahagiaan itu, terdapat tanggung jawab besar untuk melindungi mereka. Perencanaan keuangan yang matang, termasuk memiliki asuransi yang tepat, adalah langkah penting untuk memastikan masa depan keluarga lebih cerah.
Asuransi AMORA: Pelindung Sejati Keluarga Indonesia
Di tengah maraknya berbagai produk asuransi, Asuransi AMORA hadir sebagai solusi perlindungan yang lengkap untuk keluarga Indonesia. Dengan empat manfaat utama yang ditawarkan, Asuransi AMORA yang bekerja sama dengan BRI Life, memberikan rasa aman dan ketenangan bagi Anda dan keluarga tercinta. Berikut empat manfaat dari Asuransi AMORA.
1. Manfaat Meninggal Dunia
Jika nasabah meninggal dunia selama masa berlaku polis, ahli waris akan menerima santunan sebesar 100% dari uang pertangungan yang telah disepakati. Selain itu, setiap 5 tahun terdapat penambahan kenaikan uang pertanggungan dengan skema peningkatan 20% setiap 5 tahun dengan maksimal 100%.
2. Manfaat Tambahan Meninggal Akibat Kecelakaan
Apabila nasabah meninggal dunia akibat kecelakaan sebelum berusia 80 tahun, ahli waris akan menerima santunan tambahan sebesar 100% dari uang pertanggungan awal. Perlu diketahui, total santunan tambahan akibat kecelakaan dari semua polis Asuransi AMORA yang dimiliki nasabah dibatasi maksimal Rp10 miliar.
3. Manfaat Akhir Asuransi
Asuransi AMORA memberikan manfaat tambahan bagi nasabah yang setia. Jika nasabah tetap aktif dan sehat hingga usia 99 tahun, maka akan dibayarkan manfaat akhir sebesar 200% dari jumlah pertanggungan awal. Setelah itu, polis akan berakhir.
4. Manfaat Pengunduran Diri
Jika di tengah masa asuransi nasabah memutuskan untuk mengakhiri polis atau tidak mampu membayar premi, maka Asuransi AMORA akan memberikan sejumlah uang tunai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain keempat manfaat tersebut, Asuransi AMORA juga memiliki beberapa jenis premi yang dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Besarannya sendiri cukup variatif tergantung uang pertanggungan, jenis kelamin, status merokok, usia nasabah, periode pembayaran premi, dan cara pembayaran premi.
- Premi Tunggal: Mulai dari Rp 278.240.000 - Pembayaran Premi 5 Tahun: Mulai dari Rp 61.120.000/tahun - Pembayaran Premi 10 Tahun: Mulai dari Rp 37.300.000/tahun
Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, Asuransi AMORA menjadi pilihan yang tepat untuk melindungi masa depan Anda dan keluarga. Untuk informasi lebih lengkap tentang Asuransi AMORA, silahkan kunjungi bbri.id/asuransiamora.
Download BRImo di Google Play Store, App Store, dan Huawei AppGallery sekarang untuk merasakan kemudahan bertransaksi perbankan dalam genggaman. Untuk informasi paling update tentang BRI, Anda dapat follow Instagram @bankbri_id.
Bisnis.com, JAKARTA — PT Mandala Multifinance Tbk. (MFIN) atau Mandala Finance mengungkap strategi menghadapi paruh kedua tahun ini.
Managing Director Mandala Finance Christel Lesmana mengatakan pada semester II/2024, pihaknya melihat tantangan seperti fluktuasi ekonomi global, dinamika pasar keuangan, dan perubahan kebijakan pemerintah masih tetap ada.
“Namun, kami tetap optimis dan siap menghadapinya dengan berbagai strategi yang telah kami susun untuk mencapai target laba hingga akhir 2024,” kata Christel kepada Bisnis, pada Sabtu (17/8/2024).
Christel mengatakan Mandala Finance akan terus fokus pada peningkatan penyaluran pembiayaan dengan prinsip kehati-hatian, diversifikasi portofolio bisnis, dan digitalisasi di berbagai lini usaha.
Tidak hanya sampai disitu, Mandala Finance juga akan berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan kolaborasi dengan MUFG Group untuk memperluas layanan kepada pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Kami percaya langkah-langkah ini akan membantu Mandala mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan memperkuat posisi kami di industri,” ungkap Christel.
Adapun pada semester I/2024, Mandala Finance mencatatkan penurunan laba bersih tahun berjalan sebesar 11,6% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp213,36 miliar pada Juni 2024, dari Rp241,54 miliar pada Juni 2023.
Christel mengatakan meskipun angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, pihaknya melihat hal ini sebagai peluang untuk memperkuat strategi dan fokus perusahaan ke depan.
Kinerja laba pada semester pertama tersebut, lanjut Christel, dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan beban operasional dan administrasi, serta dampak yang masih terasa dari pandemi Covid-19 pada beberapa sektor.
“Namun, kami terus berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta beradaptasi dengan kondisi pasar yang dinamis untuk memastikan hasil yang optimal,” ungkapnya.
Dari sisi kinerja pembiayaan, Mandala Finance telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp3,2 triliun pada semester I/2024. Angka tersebut meningkat 17% yoy apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kenaikan penyaluran pembiayaan tersebut disebabkan adanya kebutuhan masyarakat yang perlu didukung untuk terus bertumbuh dan maju, terutama bagi masyarakat yang belum tersentuh sektor perbankan.
Sementara kontributor terbesar dalam pembiayaan Mandala Finance didominasi oleh pembiayaan motor baru dan bekas. Selain itu, ada pula pembiayaan multiguna untuk berbagai kebutuhan, salah satunya sebagai modal kerja sektor produktif UMKM khususnya segmen usaha yang berskala mikro dan kecil.
Melalui berbagai programnya BRI terus berkontribusi bagi negeri ini dengan terus meng-create economic value serta men-deliver social value [1,596] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan Negeri melalui berbagai inisiatif strategis yang telah memberikan dampak positif bagi rakyat Indonesia.
Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa melalui berbagai programnya BRI terus berkontribusi bagi negeri ini dengan terus meng-create economic value serta men-deliver social value.
“BRI percaya bahwa setiap langkah yang kita ambil, jika dilakukan bersama-sama, akan membawa dampak besar bagi kemajuan bangsa. BRI akan terus berada di garis terdepan dalam mendukung pemerintah dan masyarakat menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaya saing di kancah global," ungkap Sunarso.
Berikut sederet kontribusi nyata BRI untuk negeri:
1. Dorong Ekonomi Kerakyatan Melalui Holding Ultra Mikro Dengan 36,1 Juta Nasabah Pinjaman dan 176 Juta Rekening Simpanan Hingga akhir Triwulan II 2024 tercatat ekosistem Ultra Mikro (UMi) BRI Group berhasil menyalurkan pinjaman kepada 36,1 juta debitur dengan portofolio pinjaman yang disalurkan mencapai Rp622,3 triliun atau tumbuh 7,7% secara year on year.
Apabila dirinci, dari total Rp622,3 triliun tersebut Rp496,2 triliun diantaranya disalurkan melalui kredit mikro BRI, Rp77 triliun disalurkan oleh Pegadaian dan sisanya senilai Rp49,2 triliun disalurkan Permodalan Nasional Madani (PNM). Dari sisi simpanan Holding UMi telah berhasil melayani lebih dari 176 juta rekening simpanan.
Disamping itu, Holding UMi yang merupkan sinergi antara BRI, Pegadaian, dan PNM juga menjadi salah satu inisiatif penting dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya dalam hal menciptakan kesetaraan gender dan pengentasan kemiskinan.
Holding UMi sendiri dibentuk untuk memperkuat layanan keuangan kepada pelaku usaha ultra mikro, khususnya di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk perempuan.
2. Garda Terdepan Dorong Inklusi Keuangan Dengan 1 Juta AgenBRILink BRI berhasil menorehkan pencapaian bersejarah, melalui perluasan layanan perbankan hingga pelosok negeri dalam rangka memperkuat inklusi keuangan.
Hal ini ditandai dengan jumlah total AgenBRILink yang mencapai 1 juta agen per 25 Juli 2024. Satu juta agen tersebut berhasil mencatat transaksi lebih dari 645 juta kali dengan volume transaksi lebih dari Rp800 triliun serta menghasilkan fee based income Rp895,4 miliar, dimana fee yang diperoleh para agen diproyeksikan dapat mencapai 2-3 kali lipat fee yang diterima BRI.
Dengan adanya 1 juta AgenBRILink, diharapkan semakin memperluas cakupan layanan keuangan dari kota-kota besar hingga desa-desa terpencil. AgenBRILink tersebut tersebar di lebih dari 61 ribu desa. Jumlah tersebut setidaknya meng-cover lebih dari 80% dari total desa di Indonesia.
AgenBRILink sendiri merupakan perluasan layanan perbankan BRI, dimana BRI menjalin kerjasama dengan nasabah sebagai agen yang dapat melayani transaksi perbankan secara real time online. Dan selaku Agen BRILink akan mendapatkan keuntungan yang diberikan BRI melalui konsep sharing fee.
3. Beri Kemudahan Bertransaksi Masyarakat, Jumlah User BRImo Capai 35,2 Juta BRI terus memperkuat ekosistem super apps BRImo sebagai salah satu strategi transformasi digital-nya untuk memberikan berbagai kemudahan masyarakat dalam bertransaksi.
Dalam 6 bulan (hingga Juni 2024) tercatat BRImo telah digunakan oleh 35,2 juta user dan berhasil mencatatkan 2,01 miliar transaksi finansial dengan volume transaksi mencapai Rp2.574 triliun atau tumbuh 35,81% yoy.
Saat ini super app BRImo menjadi aplikasi mobile banking dengan rating terbaik dibandingkan aplikasi mobile banking perbankan konvensional lainnya di Indonesia. Data tersebut didapatkan berdasarkan review para pengguna Android (Playstore) yang memberikan rating 4,7 dan pengguna IOS (AppStore) memberikan rating 4,7. Hal tersebut menunjukkan kepuasan nasabah terhadap BRImo.
4. Salurkan Kredit UMKM Terbesar di Indonesia Sebesar Rp1.095,64T Hingga akhir Triwulan II 2024, penyaluran kredit BRI tercatat Rp1.336,78 triliun atau tumbuh 11,20% year on year (yoy). Segmen UMKM masih mendominasi penyaluran kredit BRI, dengan porsi mencapai 81,96% dari total penyaluran kredit BRI, atau sekitar Rp1.095,64 triliun.
Sunarso mengungkapkan bahwa salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yakni dengan tetap mendorong penciptaan lapangan pekerjaan khususnya pada segmen UMKM melalui penyaluran kredit yang berkualitas.
5. Berdayakan UMKM Melalui 31.488 Klaster Usaha & 3.602 Desa BRILiaN Tak hanya pembiayaan semata, BRI juga memiliki berbagai program pemberdayaan UMKM, diantaranya adalah pemberdayaan melalui program Klasterku Hidupku dan Desa BRILiaN.
Pemberdayaan Klaster Usaha sendiri merupakan pemberdayaan kepada kelompok usaha yang terbentuk berdasarkan kesamaan usaha, dalam satu wilayah sehingga tercipta keakraban dan kebersamaan dalam peningkatan maupun pengembangan usaha para anggotanya. Hingga akhir Juli 2024 tercatat BRI telah memiliki 31.488 klaster usaha yang tergabung dalam program Klasterku Hidupku. BRI juga telah menyelenggarakan 2.184 pelatihan dalam program Klasterku Hidupku tersebut.
Disamping itu juga ada program Desa BRILiaN. Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa yang diinisiasi BRI sebagai bentuk agent of development dalam mengembangkan desa. Hingga akhir Juni 2024 tercatat terdapat 3.602 desa yang telah mendapatkan pemberdayaan Desa BRILiaN.
Program ini diawali sejak tahun 2020 yang tidak lepas dari strategi perseroan untuk lebih dalam mengenal potensi wilayah dan merupakan salah satu bagian dari integrasi aktivitas pemberdayaan dan eksistensi mantri BRI bersama inisiatif-inistiatif lainnya yakni Klaster usaha binaan BRI, pasar.id, serta Hyperlocal Ecosystem yang merupakan suatu bentuk Ekosistem Konsolidasi Mikro.
6. Memiliki Portofolio Sustainable Financing Terbesar di Indonesia, Capai Rp793,6T Hingga Triwulan II 2024 BRI telah membukukan portofolio sustainable financing sebesar Rp793,6 triliun, atau sebesar 65.2% dari total pembiayaan dan investasi corporate bond yang dilakukan BRI. Dalam menyalurkan kredit berkelanjutan, BRI tetap berfokus pada penyaluran kredit kepada Kredit KKUB (Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan) yang mencapai Rp699,8 triliun pada periode ini, kemudian disusul kredit KUBL (Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan) sebesar Rp89,8 triliun, yang terdiri dari penyaluran kredit kepada sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berwawasan lingkungan senilai Rp60,83 triliun, transportasi hijau sebesar Rp11,47 triliun, energi terbarukan Rp6,48 triliun, dan sektor KUBL lainnya sebesar Rp11 triliun.
Karena komitmennya terhadap sustainable banking, BRI menjadi salah satu First Movers on Sustainable Banking di Indonesia pada 2017. Selanjutnya, pada 2018, BRI menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan untuk periode 2019 – 2023.
Sebagai bentuk penerapan sustainability governance, BRI telah membentuk Komite ESG pada tahun 2021, yang merupakan forum bagi jajaran direksi dalam memonitor dan mengevaluasi implementasi ESG di BRI.
Tak hanya itu, BRI juga telah resmi bergabung sebagai anggota di United Nations Global Compact (UNGC) pada 12 Maret 2023. UNGC merupakan lembaga yang mendorong kebijakan dan implementasi keberlanjutan perusahaan, khususnya pada ranah sustainable development goals (SDGs).
7. Penyetor Dividen Terbesar Dengan Setoran Pajak Ke Kas Negara Capai Rp192T Sejak 2019 Di sepanjang tahun 2023 lalu BRI berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp60,4 triliun, atau tumbuh 16,5% yoy. Sebagai bentuk komitmen penciptaan economic value, BRI membagikan dividen sebesar 80% dari total laba bersih atau senilai Rp43,49 triliun kepada pemegang saham baik pemerintah maupun publik.
Atas pembagian dividen kepada pemegang saham tersebut, BRI menjadi perusahaan dengan setoran dividen terbesar di tahun 2024. Kementerian BUMN mencatat total dividen BUMN yang disetorkan ke negara mencapai Rp85,5 triliun, dan sebesar 30% diantaranya atau senilai Rp25,7 triliun merupakan kontribusi BRI.
Sementara itu dari sisi pembayaran pajak, pada akhir Juli 2024 lalu BRI mendapatkan apresiasi dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI. BRI menjadi salah satu diantara 20 grup perusahaan di Indonesia yang menjadi penyumbang setoran pajak terbesar sepanjang 2023. Apabila ditarik lebih jauh, terhitung sejak tahun 2019 hingga akhir Kuartal I 2024 BRI telah menyetorkan Rp192,06 triliun kepada kas negara.
Apabila dirinci, pada tahun 2019 BRI menyetorkan Rp26,56 triliun, tahun 2020 menyetorkan Rp28,38 triliun, tahun 2021 menyetorkan Rp27,09 triliun, tahun 2022 menyetorkan Rp34,18 triliun dan tahun 2023 menyetorkan Rp45,34 triliun. Sedangkan untuk 3 bulan pertama di tahun 2024, BRI telah menyetorkan senilai Rp31,03 triliun ke kas negara. Setoran ini berasal dari pembayaran Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai & Bea Materai, Pajak Penghasilan Badan, Dividen dan Pajak Daerah.
8. Wakili Indonesia di Daftar Perusahaan Terbesar Dunia: Perusahaan Terbesar di Indonesia (Forbes) & Bank No.1 di Indonesia versi The Banker dan Fortune Kinerja BRI yang sehat dan berkelanjutan mendapatkan pengakuan dari dunia internasional. Pada pertengahan Juni 2024 lalu, BRI dinobatkan Forbes Internasional sebagai perusahaan terbesar (peringkat 1) di Indonesia dalam daftar Forbes Global 2000 tahun 2024 dan berada di peringkat 308 diantara 2000 perusahaan publik (dari seluruh industri) terbesar di dunia, mengungguli perusahaan multinasional lain seperti Starbucks, Renault, hingga Uber dan Nissan Motor.
Dalam pemeringkatan tersebut BRI menduduki peringkat teratas dari 9 perusahaan asal Indonesia yang masuk dalam daftar Forbes Global 2000 tahun 2024 bersama ribuan perusahaan dunia lain.
Secara umum, daftar tersebut berisikan 2 ribu perusahaan publik terbesar di dunia yang disusun berdasarkan penjualan, laba, aset, dan nilai pasar tertinggi dengan keempat variabel yang berbobot sama.
Selain Forbes, media ekonomi terkemuka lain, Fortune mengumumkan daftar Fortune Southeast Asia 500 yang menilai 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan revenue, profit dan aset.
Pada daftar tersebut, BRI menduduki peringkat pertama untuk industri perbankan dan keuangan di Indonesia dan berada di urutan keempat untuk kategori finansial di Asia Tenggara.
Tak berselang lama, pada 10 Juli 2024 BRI menduduki peringkat teratas dari 26 bank Indonesia yang masuk dalam daftar Top 1.000 Banks 2024 rilisan media ekonomi dan keuangan London, The Banker, serta berperingkat 110 secara global.
Top 1000 Banks 2024 tersebut berisikan 1.000 bank terbaik di seluruh dunia, dinilai berdasarkan parameter penilaian Tier 1 Capital, Aset, Profit pre tax, Capital Asset Ratio, Return on Capital, dan Return on Asset.
Dari sisi kapitalisasi pasar perbankan di dunia, BRI menempati urutan ke-54 dari seluruh bank di dunia dengan market cap sebesar USD46,43 billion (data per 17 Agustus 2024, companiesmarketcap.com).
Peringkat tersebut lebih tinggi dibandingkan bank-bank kelas global seperti Barclays (peringkat 57), QNB/Qatar National Bank (peringkat 64), UOB (peringkat 66), dan Deutsche Bank (peringkat 77).
OJK menyebut aktivitas perjudian merupakan salah satu Tindak Pidana Asal sesuai Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
“OJK bersama perbankan terus berupaya untuk meningkatkan efektivitas penerapan program anti pencucian uang, pencegahan pendanaan terorisme, dan pencegahan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal [APU, PPT, dan PPPSPM,” tulis OJK di Instagram resminya dikutip pada Sabtu (17/8/2024).
OJK menyebut penanganan judi online harus dilakukan secara bersama oleh Aparat Penegak Hukum dan Kementerian/Lembaga terkait sebagaimana tujuan dari pembentukan Satgas Pemberantasan Perjudian Daring melalui Keppres No. 21 Tahun 2024.
OJK sebagai bagian dari Satgas Perjudian Daring pun akan terus berkoordinasi dengan Lembaga Pengawas Pengatur (LPP) dan Kementerian/Lembaga lain termasuk untuk merespons penggunaan kanal sistem pembayaran untuk judi online dalam rangka meningkatkan efektivitas penerapan program APU, PPT, dan PPPSPM.
“OJK konsisten melakukan berbagai upaya sesuai dengan kewenangan OJK dalam pemberantasan judi online,” kata OJK.
Salah satu upaya OJK yang telah dilakukan antara lain memerintahkan bank untuk memblokir lebih dari 6.000 rekening yang diindikasikan terkait dengan transaksi judi online, meminta bank melakukan Enhance Due Diligence (EDD) atas nasabah yang terindikasi terkait transaksi judi online. Tidak hanya itu, OJK juga melaporkan transaksi tersebut sebagai transaksi keuangan mencurigakan kepada PPATK.
Apabila dari hasil EDD terbukti nasabah melakukan pelanggaran berat terkait judi online, OJK menyebut perbankan dapat membatasi bahkan menghilangkan akses nasabah tersebut untuk melakukan pembukaan rekening di bank (blacklisting). OJK juga terus memantau upaya perbankan untuk merespons tantangan dalam pemberantasan judi online melalui penguatan fungsi satuan kerja APU, PPT, dan PPPSPM serta satuan kerja Anti-Fraud.
Lalu, OJK juga mengintensifkan upaya meminimalisir terjadinya praktek jual beli rekening. Serta meningkatkan dan mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam mengidentifikasi tindak kejahatan ekonomi termasuk judi online.
OJK juga meminta bank untuk meminimalisir pemanfaatan rekening bank terkait transaksi judi online, antara lain dengan menyesuaikan parameter transaksi sehingga dapat menjaring transaksi dalam nominal kecil seperti yang banyak terjadi pada transaksi judi online yang dapat dimulai dari nominal Rp10.000. Selain itu juga melakukan web crawling dan berkoordinasi dengan Kominfo untuk menutup website judi online.
“Lalu, memantau aktivitas transaksi lintas batas negara. Melakukan kampanye masif tentang pencucian uang, bekerja sama dengan perbankan dan pihak terkait,” tulis OJK.
Bisnis.com, JAKARTA -- PT Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo) menjabarkan dampak ikutan setelah regulator menghentikan program restrukturisasi kredit akibat Covid-19. Dampak itu dengan terjadinya peningkatan pengajuan klaim asuransi kredit.
Diwe Novara, Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo program stimulus restrukturisasi kredit diperkenankan regulator sejak Maret 2020, Program meringankan bagi debitur itu telah resmi berakhir pada 31 Maret 2024. Menurut Diwe, dampak penghentian relaksasi kredit tersebut masih sangat dirasakan oleh industri perbankan dan berimbas pada perusahaan asuransi yang menjamin kredit.
"Perusahaan asuransi yang menjamin kredit tentunya harus bersiap menghadapi potensi kenaikan pengajuan klaim akibat pencabutan relaksasi kredit, terutama dari nasabah UMKM," ujar Diwe kepada Bisnis, Kamis (15/8/2024).
Selain itu, Diwe juga menjelaskan BUMN Asuransi dan penjaminan atau Indonesia Financial Group (IFG) telah melakukan peninjauan ulang atas kerja sama asuransi kredit yang terjadi di anak perusahaan termasuk Jasindo. Evaluasi ini selain skema bisnis juga mendorong pengesuaian premi berbasis risiko. "Pasar ternyata dapat menerima kenaikan tarif tersebut, yang diharapkan bisa menciptakan tarif premi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing mitra," tambahnya.
Hingga Juni 2024, klaim asuransi kredit tercatat melonjak, dengan total klaim mencapai Rp2,09 triliun, meningkat 29,75% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data ini selaras dengan peningkatan Non-Performing Loan (NPL) di sektor UMKM perbankan, yang tercatat mencapai 4,04%, mendekati ambang batas 5% yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Diwe menegaskan bahwa kondisi ini harus diantisipasi oleh perusahaan asuransi melalui kesepakatan cicilan klaim dengan mitra perbankan, yang juga dapat diakui sebagai pengurangan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).
"Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas industri asuransi dari lonjakan klaim, sekaligus memberikan kepastian pembayaran klaim bagi perbankan," kata Diwe.
Lebih lanjut, Diwe menjelaskan bahwa ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 20 Tahun 2023, yang mengharuskan perusahaan asuransi menetapkan risiko yang ditanggung kreditur paling sedikit 25% dari nilai saldo kredit, telah diimplementasikan dengan baik oleh perbankan dan perusahaan asuransi.
"Penerapan risk sharing ini dinilai sebagai solusi win-win bagi perbankan dan perusahaan asuransi, di mana perbankan dapat meningkatkan kualitas kreditnya, sementara perusahaan asuransi memberikan perlindungan terhadap debitur dengan kualitas yang baik," tutupnya.