Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, bakal memelototi platform e-commerce global dan barang yang masuk dari platform tersebut. Hal ini sebagai tindak lanjut dari kemunculan aplikasi e-commerce Temu asal China yang mengancam UMKM.
"Terutama di era sekarang dengan banyak produk dari luar yang masuk ke Indonesia lewat platform global. Sehingga kita perlu membangun beberapa restriksi ya," kata Teten ditemui wartawan di UC UGM, Depok, Sleman, Selasa (10/9/2024).
Dia mencontohkan saat ini banyak produk impor yang dari luar dijual lewat cross-border online. Akan tetapi mereka tidak mengurus izin edarnya, SNI, dan lain sebagainya.
"Nah ini ini kan harus diperketat termasuk pengetatan arus masuk barangnya ya karena ada juga yang dijual lewat platform global tapi bukan corss-border," ujarnya.
Oleh karena itu, Teten menilai harus ada pembatasan aplikasi dan pengetatan barang masuk Indonesia. Pasalnya, pihaknya menemukan banyak kasus penyelundupan yang terjadi.
"Jadi dia masuk dulu ke Indonesia dan kita menemukan waktu itu banyak sekali penyelundupan karena yang kita laporkan kepada Pak Mendag dan kita bawa di rapat kabinet itu ada sekitar 37,5 persen atau lebih ya saya lupa lagi angkanya, yang tidak tercatat di sini," katanya.
"Jadi negara pengekspornya tercatat di sini dicatatnya lebih sedikit. Itu indikasi ada penyelundupan," imbuh dia.
Lebih lanjut, Teten menilai jika platform e-commerce global termasuk Temu tidak dibatasi maka akan mengancam UMKM lokal.
"Jadi ini kan kalau misalnya tadi platform global tadi tidak dibatasi ya itu akan mengurangi banyak lapangan kerja dan bahkan bisa membunuh warga UMKM," jelasnya.
Selain itu, dia juga khawatir kemunculan e-commerce global bisa berdampak banyaknya PHK.
"Karena yang paling terpukul oleh produk-produk consumer goods yang dijual di online itu kan UMKM, hari ini UMKM yang menyediakan lapangan kerja, ini kan kalau tidak di-protect ini akan terjadi pengangguran yang luar biasa ya," katanya.
Oleh karena itu, perlu ada langkah antisipasi dalam hal kebijakan investasi ekonomi digital. Hal ini, lanjut Teten, demi menyelamatkan UMKM.
"Jadi ini memang perlu diantisipasi oleh kebijakan investasi di bidang ekonomi digital supaya ekonomi digital kita tidak bisa, ya bisa menguntungkan maksimal mungkin untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat terutama UMKM," pungkas dia.
SKK Migas terus mendorong agar industri yang masih menggunakan bahan bakar minyak beralih ke gas. Selain lebih bersih, Indonesia juga surplus produksi gas bumi. [492] url asal
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) perwakilan Jabanusa saat ini terus menggalakkan penggunaan gas sebagai pengganti bahan bakar minyak. Sayangnya upaya ini masih menemui kendala.
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D Suryodipuro menyebut gas memiliki banyak kelebihan dibanding minyak. setidaknya ada tiga keunggulan yang dimiliki oleh gas. Namun untuk bisa digunakan secara massal diperlukan infrastruktur yang memadai.
"Namun untuk kita bisa mendapat tiga hal ini sehingga bisa dapat energi bersih dan domestik ada satu masalah. Untuk mengoptimalkan gas lebih besar lagi kita membutuhkan dukungan terkait dengan infrastruktur," ucap Hudi saat ditemui di Jogja, Kamis (5/9/2024).
Menurut Hudi, kebutuhan minyak di Indonesia dari sektor industri selama ini masih sangat besar. Gas menjadi open energy yang bisa digunakan untuk menggantikan minyak.
"Di satu sisi kita dituntut untuk menurunkan emisi. Kita mulai dari gas, karena emisinya kita satu kali saja," kata dia.
Hudi melanjutkan, kondisi gas yang surplus di Indonesia saat ini bisa jadi alternatif pengganti minyak yang memiliki kadar emisi yang cukup tinggi.
"Apalagi kondisi gas di Indonesia itu surplus, makanya kita bisa melakukan eksplor. Lalu, minyak kita sudah defisit. Ditambah emisi dari karbon itu 40 persen lebih besar dari emisi dari gas," jelasnya.
"Apalagi kondisi gas di Indonesia itu surplus, makanya kita bisa melakukan eksplor. Walaupun hampir 70 persen kebutuhan gas itu untuk kebutuhan domestik, tapi masih ada 30 persen kurang untuk kita ekspor. Makanya kita anggap surplus," kata Hudi.
Selain itu, konversi minyak ke gas juga bisa menekan angka impor minyak di Indonesia yang dinilai cukup tinggi.
"Dengan suplai gas kita yang sangat bagus, kita bisa mempercepat konversi dari yang relatif bersih untuk mendorong penggunaan energi gas yang lebih masif," ujar Hadi.
"Untuk mengurangi impor minyak. Kita punya kesempatan untuk mendorong konversi pembangkit listrik yang lebih tinggi dari batu bara ke sumber energi yang lebih rendah emisinya. Dan ketersediaannya mencukupi yaitu gas," tegasnya,
Agar upaya konversi dari minyak ke gas ini bisa berjalan optimal, dia berharap kendala di bidang infrastruktur bisa segera diatasi.
"Makanya kita selalu mendorong pemerintah bagaimana kita mendukung untuk pembangunan itu," pungkas Hudi.
ASITA DIY menilai harga tiket ke Jogja masih lebih mahal ketimbang ke luar negeri. Hal ini berdampak pada penurunan kunjungan pariwisata. [576] url asal
Plh Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) DIY Edwin Ismedi Himna menyoroti mahalnya harga tiket pesawat domestik. Hal ini dinilai membuat para wisatawan lebih memilih liburan ke luar negeri.
Awalnya, Edwin mengkritik soal kinerja satgas penurunan harga tiket yang belum menunjukkan hasilnya. Di sisi lain, pelaku industri pariwisata belum dilibatkan di dalamnya.
"Sudah dibentuk satgas, tapi kami di ASITA baik DPD maupun DPP belum dilibatkan dalam Tim Satgas ini. Kebetulan saya di Wasekjen DPP ASITA dan saya belum dengar salah satu dari kami belum masuk dalam tim satgas ini," jelas Edwin saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (18/8/2024).
Edwin menilai langkah pembentukan satgas oleh Pemerintah tak efektif. Menurutnya, tanpa melibatkan pelaku wisata tim satgas tak bisa memahami kondisi di lapangan.
Di satu sisi Edwin berharap agar pembentukan satgas ini benar-benar solutif. Terlebih masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tinggal menghitung hari.
"Padahal ini terdampak dan mengerti masalah di lapangan kan industri. Sampai di mana satgas melakukan evaluasi maupun berkaitan dengan kinerja satgas ini sendiri kita belum dapatkan update-nya," katanya.
Edwin menuturkan tingginya harga tiket pesawat domestik justru bertentangan dengan visi misi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang meningkatkan kunjungan wisata. Sedangkan, dengan harga tiket mahal, wisatawan dipastikan akan memilih berlibur ke luar negeri daripada di Nusantara.
"Dari Sumatera mau ke Jogja lewat Batam harga satu jalan Rp 1,6 juta dan Rp 3 juta sekian kalau PP. Lebih memilih Rp 4 juta sekian sudah paket tur ke luar negeri, bisa ke Singapura atau Kuala Lumpur," ujar Wakil Sekjen DPP ASITA ini.
Menurutnya, kondisi ini mulai terlihat usai pandemi COVID-19 berakhir. Kala itu pemerintah menggiatkan wisata domestik, namun di sisi lain hal itu justru membuat kenaikan harga tiket secara serentak di semua maskapai penerbangan.
"Pergerakan wisatawan domestik pascapandemi ini jadi lemah, terutama dari Sumatera. Ya karena lebih memilih ke luar negeri, Singapura dan Kuala Lumpur tujuannya," katanya.
Okupansi DIY Saat Agustus Anjlok
Terpisah, Ketua DPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono menyebut okupansi di Jogja anjlok semenjak awal Agustus ini. Tercatat rata-rata tingkat hunian di hotel kisaran 20 persen hingga 40 persen.
"Pesawat adalah salah satu akses untuk ke DIY bagi wilayah yang tidak bisa dijangkau dengan darat yang cepat. Anjlok, okupansi Agustus ini rata-rata hanya 20 sampai 40 persen se-DIY," ujar Deddy saat dihubungi via telepon, hari ini.
Deddy pun berharap ada evaluasi soal ini. Dia berharap pelaku pariwisata turut dilibatkan dalam pembentukan kebijakan.
"Memang masih ada transportasi darat, tapi bukan berarti tiket pesawat naiknya bisa tinggi. Pelaku pariwisata perlu diajak diskusi sebelum kebijakan muncul, jangan seperti ini terus," harap dia.
Harga sembako dapat berubah sewaktu-waktu akibat berbagai faktor. Dengan cabai rawit merah yang naik lagi, ini daftar harga sembako Jogja hari ini 11 Juli 2024. [942] url asal
Harga sembako dapat berubah setiap harinya akibat pengaruh berbagai faktor. Bagi detikers yang membutuhkan informasi tentangnya, simak daftar harga sembako Jogja 11 Juli 2024 berikut ini.
Informasi terkait harga sembako begitu penting untuk masyarakat. Pasalnya, berbekal pengetahuan ini, warga Jogja dapat menentukan prioritas bahan makanan yang akan dibeli berikut jumlahnya. Tak hanya konsumen, pedagang dan produsen juga dapat menentukan langkah yang diambil berdasarkan naik-turunnya harga suatu sembako.
Dengan cabai rawit merah yang lagi-lagi mengalami kenaikan harga, di bawah ini daftar harga sembako untuk wilayah Jogja, Kamis, 11 Juli 2024.
Daftar Harga Sembako Jogja 11 Juli 2024 Versi PIHPS Nasional
PIHPS adalah singkatan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional. Laman ini dikelola oleh Bank Indonesia sejak tahun 2016. PIHPS menyajikan data seputar barang pokok yang dinilai memiliki kekuatan signifikan dalam membentuk angka inflasi.
Berdasar pantauan detikJogja pada Kamis (11/7/2024) pukul 11.15 WIB, bawang merah ukuran sedang dan cabai rawit merah adalah dua bahan pokok yang berubah harganya. Bawang merah sedang turun, sedangkan cabai rawit merah mengalami kenaikan.
Hari ini, satu kilogram bawang merah dibanderol Rp 34.500 setelah kemarin masih dipatok Rp 35.000. Harga ini menjadi yang terendah terhitung sejak 5 Juli 2024 lalu. Sebagai perbandingan, harga rata-rata bawang merah hari ini di seluruh Indonesia adalah Rp 37.550 per kilo.
Berbeda dengan bawang merah, cabai rawit merah justru naik jadi Rp 43.750. Artinya, hari ini, cabai rawit merah dihargai lebih mahal Rp 3.750 dibandingkan kemarin yang dipatok Rp 43.000 per kilogram.
Dari grafik yang tersaji, cabai rawit merah terlihat terus mengalami tren kenaikan harga. Pada 5 Juli 2024 lalu, harganya masih dibanderol Rp 36.250 per kilo, namun, hari ini, varian cabai satu ini sudah dipatok Rp 43.750.
Perlu dicatat bahwasanya data yang disajikan oleh PIHPS untuk wilayah Provinsi DIY diambil dari rata-rata harga Pasar Beringharjo dan Kranggan. Lebih lengkapnya, di bawah ini daftar harga sembako untuk pasar tradisional Jogja 11 Juli 2024:
Bawang merah ukuran sedang: Rp 34.500/kg
Bawang putih ukuran sedang: Rp 46.750/kg
Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
Beras kualitas bawah II: Rp 12.250/kg
Beras kualitas medium I: Rp 14.750/kg
Beras kualitas medium II: Rp 14.000/kg
Beras kualitas super I: Rp 16.150/kg
Beras kualitas super II: Rp 15.250/kg
Cabai merah besar: Rp 46.250/kg
Cabai merah keriting: Rp 36.250/kg
Cabai rawit hijau: Rp 47.500/kg
Cabai rawit merah: Rp 43.750/kg
Daging ayam ras segar: Rp 35.750/kg
Daging sapi kualitas 1: Rp 140.000/kg
Daging sapi kualitas 2: Rp 132.500/kg
Gula pasir kualitas premium: Rp 17.500/kg
Gula pasir lokal: Rp 17.150/kg
Minyak goreng curah: Rp 16.250/kg
Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 18.750/liter
Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 18.000/liter
Telur ayam ras segar: Rp 27.250/kg
Faktor-faktor Penyebab Naiknya Harga Sembako
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan harga bahan pokok naik. Dirangkum dari Journal of Sharia and Law berjudul "Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah" karya Nur Azizah Nasution dkk, ini poin-poinnya:
1. Faktor Produksi
Tanpa adanya produksi, maka para pedagang sembako di pasar akan kekurangan jumlah barang. Hal ini dapat disebabkan oleh hasil panen yang tidak maksimal, keterbatasan biaya dari petani, hingga cuaca yang buruk. Alhasil, barang yang langka membuat harga melambung.
2. Faktor Distribusi
Semakin lama proses distribusi, maka harga sembako dapat makin naik. Lebih-lebih, jika terjadi keterlambatan dalam prosesnya. Alhasil, pedagang mesti menaikkan harga sembako demi dapat meraup laba.
3. Faktor Sumber Pasokan
Mirip dengan faktor pertama, sumber pasokan dapat memengaruhi naik-turunnya harga sembako. Semakin banyak barang yang tersedia, maka harganya akan semakin murah, begitu pula sebaliknya.
4. Faktor Permintaan dan Penawaran
Ketika permintaan terhadap suatu barang naik, maka para pedagang akan menaikkan harga. Hal ini juga berlaku sebaliknya.
5. Faktor Jumlah Pedagang Pesaing
Semakin banyak pesaing, maka harga cenderung lebih mendekati tarif pasaran. Sebagai contoh, di pasar A hanya ada dua pedagang sembako. Kondisi ini dapat membuat keduanya saling bersaing dengan lebih ekstrem ketimbang pasar B yang memiliki 10 pedagang sembako. Sebab, keduanya mesti bersaing ketat untuk memperebutkan pasar.
Demikian informasi harga sembako di Jogja, Kamis, 11 Juli 2024. Perlu dicatat bahwa harga yang ditemui di pasaran bisa berbeda. Hal ini disebabkan adanya disparitas untuk masing-masing sembako. Semoga bermanfaat.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita akan naik menjadi Rp 15.700 per liter mulai pekan depan. [392] url asal
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita akan naik pekan depan. Harga yang diterapkan untuk skala nasional adalah Rp 15.700 per liter.
Harga eceran itu naik Rp 1.700, dari awalnya Rp 14.000 per liter. Zulhas menyebut harga MinyaKita ini bakal berlaku pekan depan.
"MinyaKita sudah mulai, Minggu depan harga disesuaikan Rp 15.700," jelas Zulhas saat ditemui dalam acara Puncak Milad Naisyatul Aisyiyah di Pelataran Masjid Gede Jogja, Sabtu (6/7/2024).
Zulhas memastikan ketersediaan Minyakita, karena distribusinya bakal merata secara nasional. Oleh karena itu, dia meminta agar warga melapor apabila keberadaan Minyakita langka untuk segera ditindaklanjuti.
"(Minyakita susah dicari) Enggak, di mana yang susah? Nanti saya dikasih tahu, lapor saja," ujar dia.
Dikutip dari situs Kementerian Perdagangan, Zulkifli menyebut kenaikan HET MinyaKita tinggal menunggu Permendag. Wacana kenaikan ini sudah dihembuskan sejak Mei 2024.
Kala itu prediksi harganya antara Rp 15.000-Rp 15.500 per liter. Sedangkan HET MinyaKita yang lama senilai Rp 14 ribu per liter. Penetapan harga lama ini mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 49 Tahun 2022 tentang Tata Kelola Program Minyak Goreng Rakyat.
"Kita memang akan bahas, semua sudah naik, ya harus kita naikkan, tapi memang sudah layak ya kan sudah dua tahun. Naik Rp 15.000 atau Rp 15.500," kata Zulhas dalam kunjungannya ke SPPBE PT Satria Mandala Sakti, Koja, Jakarta Utara, Senin (27/5).
Zulhas sebelumnya mengusulkan harga MinyaKita senilai Rp 15.500 per liter, tapi tim kajian mengusulkan harga minyak goreng subsidi sebesar Rp 16.000 per liter. Karena itu, pemerintah mengambil jalan tengah dengan menetapkan HET MinyaKita Rp 15.700 per liter.