#30 tag 24jam
Fokus Nuklir: Risiko Perang Nuklir Meningkat di Eropa, Timur Tengah, dan Asia
Negara-negara saling-ancam menggunakan senjata nuklir. Penyebaran senjata nuklir terus meluas. [1,387] url asal
#nuklir #bom-nuklir #bom-hirosima #bom-nagasaki #perang #perang-rusia-ukraina #update-me #educate-me #fokus-nuklir
(Katadata - BERITA) 15/08/24 16:11
v/14453611/
Saat ini, dunia bisa jadi berada di masa dengan risiko tertinggi perang yang melibatkan senjata nuklir. Eropa tampak jadi pusat risiko di tengah perang Rusia dan Ukraina. Namun, risiko sebetulnya telah meningkat juga di Timur Tengah dan Asia Pasifik.
Pada Maret lalu, Vladimir Putin, dalam pidato pertama setelah terpilih sebagai presiden Rusia untuk kelima kalinya mengatakan, “Saya telah membuatnya terang untuk semua orang, bahwa (dunia) selangkah lagi menuju perang dunia ketiga.”
Pernyataan ini disampaikan Putin sebagai ancaman bagi negara-negara di belakang NATO yang ikut campur dalam perang Rusia dengan Ukraina. Perang Rusia dan Ukraina pecah pada 24 Februari 2022 setelah militer Rusia meluncurkan rudal ke berbagai kota di Ukraina. Putin menyalahkan NATO yang dipimpin Amerika Serikat yang terus memperluas aliansi militer ke Eropa Timur.
Pada Mei, Putin kembali mengancam dengan menyebut bakal ada “konsekuensi serius” terkait pasokan amunisi kepada Ukraina. Putin mengatakan negara-negara Eropa anggota NATO perlu waspada terhadap teritorinya yang kecil dan padat penduduk. Seraya memperjelas ancaman, Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev sempat mengatakan,“Bisa terjadi miskalkulasi dalam penggunaan senjata taktis nuklir dan ini akan berakibat fatal.”
Sepanjang Mei hingga Juli, militer Rusia telah melakukan setidaknya tiga kali latihan militer menggunakan senjata nuklir taktis. Latihan pada Juni lalu dilakukan bersama sekutunya Belarusia. Sebelum invasi Rusia ke Ukraina, Presiden Belarusia mengonfirmasi telah mendapatkan kiriman senjata nuklir dari Rusia dan siap meluncurkannya sewaktu-waktu. Ini telah membuat Ukraina dan negara tetangganya yang lain yang juga anggota NATO yaitu Polandia, Estonia, Latvia, dan Lithuania meningkatkan kewaspadaan.
Dibanjiri kecaman, Jenderal Senior Rusia balik menuduh aliansi NATO yang dipimpin Amerika Serikat juga telah menggelar latihan untuk menghadapi potensi perang nuklir dengan Rusia.
Saat berita ini ditulis, situasi semakin panas. Militer Ukraina berhasil memukul mundur militer Rusia di Kursk. Ini merupakan agresi militer Ukraina tersukses karena berhasil masuk cukup dalam ke teritori Rusia. Di sisi lain, Belarusia mengirimkan tank-tank militer ke perbatasan dengan Ukraina. Sementara itu, kebakaran terjadi di pembangkit listrik tenaga nuklir milik Ukraina yang terbesar di Eropa, Zaporizhzhia Nuclear Power Plant, yang telah dua tahun berada dalam tawanan Rusia.
Lokasi pembangkit tersebut telah berulang kali menjadi tempat baku tembak dan menciptakan kekhawatiran internasional bakal terjadinya tragedi yang lebih buruk dari Chernobyl. Pada 1986, pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl meledak dan menyebabkan kebocoran radioaktif dan bencana radiasi yang mematikan di Ukraina, Rusia, dan Belarusia.
Perang yang melibatkan nuklir juga membayangi Timur Tengah. Iran dan Israel terlibat konfrontasi terbuka mulai April setelah Israel menyerang Kedutaan Besar Iran di Damascus, Suriah. Serangan tersebut membunuh tujuh anggota Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), termasuk dua jenderal yang memimpin Quds Force, ranting IRGC yang fokus pada perang npn-konvensional dan operasi intelijen. Serangan tersebut dibalas Iran dengan meluncurkan ratusan misil ke Israel.
Tensi politik semakin panas setelah pada akhir Juli lalu Komandan Hezbullah Fuad Shukr dan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh tewas dibunuh. Israel mengakui telah membunuh Fuad Shukr dan diyakini berada di belakang pembunuhan Haniyeh.
Pada April, Iran sempat memberikan peringatan bahwa pihaknya bisa saja mengembangkan bom nuklir jika Israel mengancam keberlangsungan Iran dengan menyerang pembangkit listrik tenaga nuklirnya. “Kami belum memutuskan untuk membuat bom nuklir tapi bila keberlangsungan Iran terancam, tak ada opsi selain mengubah doktrin militer kami,” kata Kamal Kharrazi, Penasehat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sebagaimana dilaporkan Iran’s Student News Network. Selama ini, Khamaeni melarang pengembangan senjata nuklir melalui fatwa haram.
Israel sendiri dipercaya luas memiliki senjata nuklir meskipun negara tersebut tidak pernah mengakuinya. Banyak yang memperkirakan bahwa Israel memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir berbasis plutonium dan telah memproduksi cukup plutonium untuk 100-200 senjata.
Di Asia Pasifik, terjadi peningkatan risiko konflik antara Amerika Serikat dan China terkait Taiwan. Posisi geografis Taiwan membuatnya berada di sentral pertarungan kekuasaan dan pengaruh antara China dengan Amerika Serikat dan sekutunya di Indo-Pasifik.
Dalam analisisnya yang diterbitkan Foreign Policy, mantan pejabat inteligen nasional AS Markus Garlauskas mengatakan, konflik antara AS dan China terkait Taiwan hampir pasti akan menjadi perang di seluruh wilayah, melibatkan Semenanjung Korea, dan menarik masuk Korea Utara serta Korea Selatan.
Titik Terendah Perjanjian Non-Proliferasi: Senjata Nuklir Menyebar Jauh
Negara-negara pemegang senjata nuklir semakin intens memainkan strategi saling gertak dan saling ancam lewat distribusi senjata nuklir hingga latihan-latihan menggunakan senjata pemusnah massal tersebut sebagai bagian dari strategi nuclear detterance. Perkembangan ini menandakan titik terendah perjanjian pembatasan dan pelucutan senjata nuklir atau non-proliferasi senjata nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty/NPT) yang berumur lebih dari setengah abad.
Perjanjian yang diteken 190 negara tersebut membagi negara-negara dalam dua kelompok. Kelompok pertama negara-negara pemegang senjata nuklir (NWS) yang terdiri dari Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, dan Inggris. Kelompok kedua, negara-negara non pemegang senjata nuklir (NNWS). Lima negara tak ikut komiten ini yaitu Sudan Selatan, India, Israel, dan Pakistan. Satu lainnya, Korea Utara, mundur dari perjanjian pada 2003.
Di bawah perjanjian tersebut, lima negara NWS berkomitmen untuk mengurangi, membatasi, dan menghancurkan senjata nuklir dan senjata penghacur massal lainnya, sementara negara-negara NNWS sepakat untuk tidak mengembangkan dan mengadopsi senjata yang dimaksud.
Namun, di bawah kerja sama “berbagi nuklir” atau nuclear sharing NATO, Belgia, Jerman, Italia, Belanda, dan Turki bisa memperlengkapi tentaranya dengan senjata taktis nuklir B61 milik Amerika Serikat. Sebagian besar negara-negara tersebut juga sepakat untuk menyimpan senjata penghancur massal tersebut.
Terbaru, Polandia mengajukan diri untuk ikut dalam nuclear sharing NATO di tengah kekhawatiran akan Rusia dan aliansinya Belarusia. Sementara itu, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson dalam wawancara beberapa waktu lalu mengungkapkan tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan senjata nuklir milik Amerika Serikat dalam kondisi perang.
Rusia juga mendistribusikan senjata nuklir ke aliansinya. Sebelum invasi Rusia ke Ukraina, Presiden Belarusia mengonfirmasi telah mendapatkan kiriman senjata nuklir dari Rusia dan siap meluncurkannya sewaktu-waktu. Dalam pertemuan dengan wartawan Juni lalu, Presiden Putin mengancam akan mendistribusikan senjata ke negara-negara aliansinya yang berdekatan dengan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, bila Ukraina kedapatan menggunakan senjata dari barat untuk menyerang teritori Rusia dan menyebabkan kerusakan parah.
Persebaran senjata nuklir di Asia Pasifik juga makin mengkhawatirkan. Pada 2021, Australia, Inggris, dan Amerika Serikat mengumumkan pakta AUKUS yang berisi kerja sama teknologi untuk keamanan Indo-pasifik – wilayah yang meliputi Samudra Hindia, Samudera Pasifik bagian barat dan tengah, serta laut-laut pedalaman di wilayah Indonesia dan Filipina. Pakta ini banyak dimaknai sebagai langkah strategis Amerika Serikat dan aliansinya untuk merespons agresi dan ambisi Cina di wilayah tersebut.
Salah satu isi pakta tersebut adalah pengembangan bersama kapal selam bertenaga nuklir untuk angkatan laut Australia. Meski bukan kapal selam yang bersenjatakan nuklir, namun biasanya digerakkan oleh material fisil yang diperkuat ke level yang mendekati atau cukup untuk menciptakan reaktor nuklir di senjata nuklir. Tak ayal, kesepakatan ini ditentang banyak negara karena dianggap melanggar pakta Non-Proliferasi Nuklir. Pada akhir tahun lalu, parlemen Amerika Serikat telah memberikan restu penjualan kapal selam yang dimaksud ke Australia. Kapal selam pertama dijadwalkan tiba pada 2030.
Pada Mei lalu, Senator Amerika Serikat Roger Wicker, pejabat tinggi Partai Republik di Komite Militer, dalam laporan berjudul "Peace Through Strength" menyarankan agar Amerika Serikat mempertimbangkan opsi baru, seperti nuclear sharing di Indo-Pacific and distribusi senjata nuklir taktis di Semenanjung Korea. Alasannya, Korea Utara terus mengembangkan senjata nuklir termasuk misil balistik yang bisa menyerang Amerika Serikat dan sekutu di Indo-Pasifik.
Juru Bicara Departemen Dalam Negeri AS membantah adanya rencana tersebut. Namun, pada Juni lalu, Korea Selatan menggelar pertemuan dengan Amerika Serikat di Seoul dalam rangka Nuclear Consultative Group Meeting. Dalam pertemuan yang melibatkan departemen pertahanan dan otoritas hubungan luar negeri, intelijen, dan militer kedua negara dibahas opsi integrasi kemampuan militer konvensional Korea Selatan dengan operasi nuklir AS untuk merespons ancaman misil dan nuklir Korea Utara.
Di tengah situasi ini, Putin yang baru memperbaharui sumpah sebagai Presiden Rusia melakukan lawatan-lawatan penting ke Cina dan Korea Utara. Pada Mei, Putin terbang ke Beijing menemui Presiden Xi Jin Ping dan menghasilkan pernyataan bersama. Berbeda dengan pertemuan di 2022, keduanya tak lagi bicara soal dukungan untuk non-proliferasi senjata nuklir. Keduanya juga tidak lagi mempertanyakan komiten non-proliferasi Amerika Serikat, Inggris, dan Australia terkait pakta pertahanan AUKUS.
Berikutnya, pada Juni, Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menandatangani perjanjian kemitraan strategis baru di Pyongyang. Pakta ini disebut-sebut sebagai kesepakatan paling signifikan yang ditandatangani oleh Rusia dan Korea Utara dalam beberapa dekade. Menurut teks pakta tersebut, Pasal 4 menyatakan bahwa jika salah satu negara "memasuki keadaan perang akibat agresi bersenjata," maka negara lainnya "harus segera memberikan bantuan militer dan lainnya dengan segala cara."
79 Tahun Tragedi Hirosima Nagasaki, Dunia Dikepung Senjata Nuklir
Di langit malam, Anda bisa jadi melihat senjata nuklir berotasi. [650] url asal
#nuklir #bom-nuklir #bom-hirosima #bom-nagasaki #rusia-ukraina #update-me #educate-me #fokus-nuklir
(Katadata - BERITA) 15/08/24 16:10
v/14453612/
“Bapak Presiden, saya merasa ada darah di tangan saya.” Kalimat itu keluar dari mulut Direktur proyek bom nuklir Amerika Serikat “Manhattan Project” Robert Oppenheimer dalam pertemuan dengan Presiden Harry S. Truman setelah negara Paman Sam menjatuhkan bom nuklir di Hirosima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945, tujuh puluh sembilan tahun silam.
Lebih dari 200 ribu orang tewas, termasuk mereka yang selamat dari ledakan namun mati karena radiasi. Ini merupakan pertama kali dan sejauh ini terakhir kali senjata nuklir digunakan dalam perang. Tragedi yang memilukan tersebut tak membuat pengembangan senjata nuklir berhenti. Di bawah kecurigaan, negara-negara semakin aktif melakukan uji coba senjata nuklir.
Baru di akhir 1960-an, sebagian negara pengembang senjata nuklir sepakat menandatangani Perjanjian Non-proliferasi Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty/NPT) yaitu perjanjian untuk mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir. Ironisnya, pengembangan, penimbunan, dan pendistribusian senjata penghancur massal tersebut tak pernah benar-benar berhenti hingga sekarang.
Sembilan negara tercatat sebagai pengembang senjata nuklir yaitu Amerika Serikat, Prancis, Rusia, China, Inggris, Pakistan, India, Israel, dan Korea Utara. Jumlah senjata nuklir aktif dilaporkan jauh berkurang dari sejak perang dingin 1947, namun daya ledaknya ratusan kali lipat bom primitif yang menghancurkan Hirosima dan Nagasaki -- cukup untuk menghabisi peradaban manusia.
Saat ini, ada lebih dari 12.100 rudal nuklir siap ledak, berdasarkan laporan Arms Control Association. Beberapa tahun belakangan, berkembang kecurigaan soal misi rahasia penempatan senjata pemusnah massal tersebut di ruang angkasa. Hal ini jadi topik utama dalam sidang-sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Senjata Nuklir di Ruang Angkasa
“Ada informasi yang kredibel bahwa Rusia mengembangkan satelit baru yang membawa perangkat nuklir,” ujar Duta Besar Amerika Serikat Robert A. Wood di depan sidang pleno PBB, pada awal Mei. Sidang pleno yang dihadiri seluruh perwakilan negara anggota tersebut membahas resolusi larangan senjata nuklir di ruang angkasa. Sebelumnya pada April, dalam sidang Dewan Keamanan, resolusi gagal disahkan meski disetujui mayoritas anggota karena hak veto Rusia.
Beberapa menit sebelum Wood bicara, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia membacakan pidato pembelaan atas veto-nya. Nebenzia menyebut negara-negara barat yang mensponsori draf resolusi itu “hipokrit” alias munafik dan menerapkan standar ganda. Pasalnya, mereka telah mengembangkan berbagai senjata di ruang angkasa.
Rusia dan China sempat menyodorkan draf resolusi tandingan yang isinya melarang peluncuran semua jenis senjata ke ruang angkasa maupun penempatannya di orbit, tidak terbatas pada senjata nuklir. Namun, draf ini balik ditolak Amerika Serikat dan aliansinya Prancis, Jepang, Malta, Korea Selatan, Slovenia, dan Inggris atau separuh anggota Dewan Keamanan PBB. Dengan Swiss abstain, resolusi ini juga gagal disahkan.
Ruang angkasa telah berkembang menjadi medan pertarungan sengit militer negara-negara yang punya kemampuan menjangkau ruang angkasa. November 2023 lalu, Center for Arms Control and Non-Proliferation merilis lembaran fakta atau fact sheet berjudul senjata ruang angkasa atau space weapons. Isinya membahas soal sistem persenjataan baru yang berkembang seiring meningkatnya ketertarikan negara-negara terhadap ruang angkasa.
Persenjataan baru yang dimaksud yaitu senjata yang ditempatkan di bumi untuk menarget objek di ruang angkasa (bumi ke angkasa); senjata yang ditempatkan di ruang angkasa untuk menarget objek di ruang angkasa (angkasa ke angkasa); dan senjata yang ditempatkan di ruang angkasa untuk menarget objek di bumi (angkasa ke bumi). “Senjata dari bumi ke angkasa adalah ancaman terdekat saat ini,” demikian tertulis dalam lembaran fakta tersebut.
Senjata dari bumi ke angkasa ini termasuk senjata perusak atau penghancur satelit yang sudah diuji coba oleh Amerika Serikat, Cina, India, dan Rusia. Selain itu, senjata energy-directed laser yang bertujuan merusak atau menghancurkan target dengan energi yang difokuskan serta jammer atau pengacak sinyal.
Dua jenis senjata lainnya – senjata dari angkasa ke angkasa dan senjata dari angkasa ke bumi -- diyakini bukan ancaman dalam waktu dekat karena teknologinya lebih sulit. Namun, jika informasi yang disampaikan Duta Besar AS untuk PBB benar soal Rusia yang mengembangkan satelit yang membawa perlengkapan nuklir, maka dunia sudah memasuki era senjata ini.
Tujuh puluh sembilan tahun setelah tragedi Hirosima dan Nagasaki, dunia masih bahkan semakin dikepung senjata nuklir.
Nagasaki Tolak Undang Israel untuk Peringati Bom Atom, Negara Barat Ngambek
Wali Kota Nagasaki sebelumnya mendesak gencatan senjata di Gaza. [514] url asal
#bom-nagasaki #bom-atom-nagasaki #nagasaki-tak-undang-israel #israel-tak-diundang-ke-nagasaki #bom-atom
(Republika - News) 08/08/24 17:01
v/13807548/
REPUBLIKA.CO.ID, NAGASAKI – Wali Kota Nagasaki Shiro Suzuki menegaskan keputusan kotanya menolak kehadiran Israel dalam seremonial peringatan bom atom yang dijatuhkan AS di negara itu pada 1945. Keputusan itu membuat sejumlah negara Barat menolak menghadirkan duta besar mereka.
Japan Times melansir, Suzuki menyatakan menyayangkan penolakan duta besar AS dan Inggris untuk menghadiri upacara memperingati bom atom tahun 1945. Namun, ia tetap pada keputusan untuk tidak mengundang “Israel” ke acara tahunan pada Jumat nanti.
Ia menekankan bahwa kebijakan “tidak bersifat politis” dan bertujuan untuk menghindari potensi protes mengenai genosida Israel yang sedang berlangsung terhadap warga Palestina di Gaza. “Sangat disayangkan mereka telah menyampaikan kepada kami bahwa duta besar mereka tidak dapat hadir,” kata Shiro Suzuki kepada wartawan.
“Kami mengambil keputusan yang komprehensif bukan karena alasan politik. Kami ingin upacara berjalan lancar dalam suasana damai dan khidmat,” tambahnya.
Suzuki mengatakan pekan lalu bahwa Duta Besar Israel untuk Jepang Gilad Cohen tidak diundang ke acara pada Jumat di kota Jepang selatan itu karena risiko kemungkinan protes atas perang Israel-Hamas. Suzuki juga mengatakan pada Juni bahwa Nagasaki telah mengirim surat ke kedutaan Israel yang menyerukan gencatan senjata segera di Gaza.
Para duta besar dari negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat menyatakan akan melewatkan upacara yang menandai peringatan 79 tahun pemboman Nagasaki setelah Israel dihina, kata para pejabat pada Rabu.
Kedutaan besar AS dan Inggris mengatakan pada hari Rabu bahwa duta besar mereka tidak akan ambil bagian dalam pertemuan tersebut dan bahwa negara mereka akan diwakili oleh diplomat berpangkat lebih rendah.
Upacara Hiroshima dan Nagasaki diadakan setiap tahun pada tanggal 6 dan 9 Agustus, tanggal dimana Amerika Serikat menjatuhkan senjata nuklir di kota-kota Jepang, menewaskan lebih dari 100,00 orang dan menyebabkan Jepang menyerah tanpa syarat dan berakhirnya Perang Dunia II.
Pada 9 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Nagasaki, menewaskan 74.000 orang termasuk banyak penyintas dari ledakan tetapi kemudian meninggal karena paparan radiasi. Ini terjadi tiga hari setelah bom nuklir pertama di Hiroshima yang menewaskan 140.000 orang. Jepang mengumumkan penyerahannya pada Perang Dunia II pada 15 Agustus 1945.
Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Italia, dan Uni Eropa – ditambah Kanada dan Australia – semuanya mengirimkan diplomat di bawah tingkat duta besar untuk menghadiri upacara tersebut.
Dalam surat mereka kepada Suzuki yang dilihat oleh AFP, enam utusan Barat telah memperingatkan “akan sulit bagi kami untuk berpartisipasi dalam acara ini” jika Israel tidak diikutsertakan.
Hanya kedutaan besar AS dan Inggris yang secara eksplisit mengaitkan keputusan Nagasaki untuk tidak mengundang Duta Besar Israel Gilad Cohen, meskipun sebuah sumber mengatakan kepada AFP bahwa tindakan Italia juga merupakan konsekuensi langsung.
Kedutaan Besar Inggris mengatakan Duta Besar Julia Longbottom juga tidak akan berada di Nagasaki saat upacara. Mereka menambahkan bahwa tidak mengundang Israel “menciptakan persamaan yang disayangkan dan menyesatkan dengan Rusia dan Belarus – dua negara lain yang tidak diundang pada upacara tahun ini.”
Seorang juru bicara kedutaan Perancis menyebut keputusan Suzuki “disesalkan dan dipertanyakan,” sementara misi Jerman mengkritik “menempatkan Israel pada level yang sama dengan Rusia dan Belarus.”
Cohen, yang menghadiri upacara peringatan serupa di Hiroshima pada Selasa, mengatakan pekan lalu bahwa keputusan Nagasaki “mengirimkan pesan yang salah kepada dunia.”
Sejarah dan Fakta dari Bom Hiroshima dan Nagasaki yang Jarang Diketahui
Kode bom Hiroshima dan Nagashaki yakni Little Boy dan Fat Man, yang diambil dari film The Maltese Falcon. [538] url asal
#fakta-fakta-bom-hiroshima #bom-hiroshima #bom-nagasaki #bom-nuklir
(Bisnis.Com) 05/08/24 18:05
v/13399098/
Bisnis.com, JAKARTA - Bom Hiroshima dan Nagasaki menjadi sejarah yang tidak pernah dilupakan dunia. Peristiwa ini juga menjadi kejatuhan Jepang di Indonesia.
Bom Hiroshima terjadi pada 6 Agustus 1945. Peristiwa tersebut terjadi karena Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, pada bulan Agustus 1945, tahap akhir Perang Dunia II.
Sejarah mencatatkan bahwa Amerika Serikat menjatuhkan bom dengan persetujuan dari Britania Raya sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Quebec.
Dilansir dari laman historyhit.com, Senin (5/8/2024), pengeboman yang diyakini telah memainkan peran penting dalam mengakhiri Perang Dunia II ini memiliki fakta-fakta lain dibaliknya.
Berikut 10 fakta tentang bom Hiroshima:
1. Kota Nagasaki bukanlah salah satu dari 5 target awal Amerika Serikat
Target tersebut awalnya adalah Kokura, Hiroshima, Yokohama, Niigata, dan Kyoto. Nagasaki akhirnya menggantikan Kota Kyoto yang dikeluarkan dari target karena Menteri Perang Amerika Serikat, Henry Stimson, sangat menyukai ibu kota Jepang kuno itu – setelah menghabiskan bulan madunya di sana.
2. Kode bom diambil dari film noir ‘The Maltese Falcon’
Nama kode bom ‘Little Boy’ dan ‘Fat Man’ dipilih oleh penciptanya, Robert Serber, yang terinspirasi dari film ‘The Maltese Falcon’ karya John Huston tahun 1941. ‘Fat Man’ merupakan nama panggilan untuk karakter Sydney Greenstreet – Kasper Gutman, sementara nama ‘Little Boy’ berasal dari julukan yang digunakan karakter Humphrey Bogart – Sam Spade.
3. Bom Hiroshima dan Nagasaki bukanlah serangan paling merusak di Jepang pada Perang Dunia II
Pengeboman Tokyo yang diberi nama ‘Operation Meetinghouse’ pada tanggal 9 Maret 1945 oleh Amerika Serikat, dianggap sebagai serangan bom paling mematikan dalam sejarah. Serangan napalm yang dilakukan oleh 334 pembom B-29 ini menewaskan lebih dari 100.000 orang.
4. Amerika Serikat menjatuhkan pamflet sebelum serangan atom
Pamflet-pamflet tersebut tidak secara khusus memperingatkan tentang serangan nuklir yang akan terjadi di Hiroshima atau Nagasaki, tetapi hanya menjanjikan kehancuran total dan mendesak warga sipil untuk mengungsi.
5. Bayangan orang dan benda tercetak di tanah
Ledakan bom di Hiroshima yang sangat besar bahkan membentuk bayangan orang dan benda-benda yang terbakar di tanah. Bayangan-bayangan ini kemudian dikenal sebagai ‘Hiroshima Shadows’.

6. Korban meninggal berkisar 150.000-246.000 orang
Bom di Kota Hiroshima menewaskan sekitar 90.000 hingga 166.000 orang, sementara bom di Kota Nagasaki diperkirakan menewaskan sekitar 60.000-80.000 orang.
7. Di ‘Peace Memorial Park Hiroshima’ api terus menyala sejak dinyalakan pada tahun 1964
‘Peace Flame’ atau api perdamaian di taman ini akan tetap menyala sampai semua bom nuklir di bumi dihancurkan dan bumi bebas dari ancaman nuklir.
8. Bom Hiroshima dan Nagasaki didasarkan pada desain yang sangat berbeda
Bom ‘Little Boy’ yang dijatuhkan di Kota Hiroshima terbuat dari uranium-235, sementara bom ‘Fat Man’ yang dijatuhkan di Kota Nagasaki terbuat dari plutonium, yang dianggap memiliki desain yang lebih rumit.
9. Bom mungkin bukan penyebab utama Jepang menyerah dalam Perang Dunia II
Menurut penelitian terkini, berdasarkan hasil rapat yang diadakan antara pejabat pemerintah Jepang menjelang penyerahan diri, menunjukkan bahwa keterlibatan Uni Soviet yang tak terduga dalam perang lebih menentukan menyerahnya Jepang dibanding bom oleh Amerika Serikat.
10. Oleander adalah bunga resmi Kota Hiroshima
Bunga oleander atau bunga mentega dikenal sebagai bunga pertama yang tumbuh dan berbunga di Kota Hiroshima usai ledakan bom nuklir tersebut. Bunga oleander ini juga bisa dijumpai di India dan beberapa negara di Asia. (Yoga Al Kemal)