Cak Imin berpesan kepada Prabowo-Gibran untuk selamatkan APBN dari kebocoran. Ia menekankan pentingnya keadilan dan kesejahteraan masyarakat. [244] url asal
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menghadiri acara pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2024-2029, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Ia tiba di gedung DPR/MPR sekitar pukul 08.00 WIB.
Cak Imin berpesan kepada Prabowo-Gibran untuk selamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari kebocoran. Harapannya agar pengeluaran APBN tidak berubah-ubah.
"Yang paling pokok selamatkan APBN dari kebocoran, itu paling pokok dan APBN harus benar-benar pengeluarannya rigid, tidak dipecah-pecah kecil-kecil," kata Cak Imin kepada wartawan di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024).
Menurut Cak Imin, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan pemerintahan Prabowo-Gibran. Salah satunya untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
"Harus bisa mewujudkan keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Karena itu tidak ada jalan lain kecuali semua harus memberikan dukungan untuk kesuksesan pemerintahan.
Saat ditanya apa posisinya di kabinet Prabowo-Gibran, ia meminta untuk menunggu waktunya pada saat diumumkan nanti. Sebelumnya ia mengaku diberikan tugas untuk 'mengkoordinir'.
"Saya belum tau, kita tunggu aja. Malam ini saya agendanya cuma ngopi-ngopi," tuturnya.
Seperti diketahui, Cak Imin turut mengikuti pembekalan calon menteri kabinet Prabowo-Gibran di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Ia menyebut pembekalan ini membahas persiapan kabinet yang akan datang.
"Ya pokoknya hari ini briefing, hari ini briefing tantangan dan persiapan kabinet yang akan datang," kata Cak Imin kepada wartawan di Hambalang pada Rabu (16/10).
Wacana penurunan tarif tiket pesawat domestik mulai Oktober 2024 diklaim mulai menunjukkan hasilnya. Berikut kata Menparekraf Sandiaga Uno. [484] url asal
Wacana penurunan tarif tiket pesawat domestik yang ditargetkan diterapkan mulai Oktober 2024 diklaim mulai menunjukkan hasilnya. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyebut harga tiket pesawat kini berangsur turun.
Tingginya tiket pesawat domestik membuat traveler resah. Apalagi, tiket pesawat domestik yang lebih mahal dibanding penerbangan internasional.
Pemerintah merespons dengan membentuk satgas khusus penurunan harga tiket yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan. Penurunan harga tiket sebesar 10 persen pun ditargetkan akan terjadi pada Oktober ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiket sekarang sudah mulai berangsur turun dan kemarin saya chat sama pak Dirut Garuda menunjukkan berapa tiket untuk sektor Bali misalnya yang waktu itu dikeluhkan sudah kembali ke level yang bisa terjangkau oleh masyarakat," kata Sandiaga kepada wartawan selepas Weekly Brief with Sandi Uno di Jakarta, Senin (14/10/2024).
Namun menurutnya, untuk penerbangan di jam-jam sibuk harga tiket tampaknya agak sulit dikoreksi. Sementara itu, dalam penerbangan Garuda di jam landai pada penerbangan ke Bali harganya disebut sudah mengarah ke normal.
"Memang ada jam-jam tertentu yang masih sangat tinggi, tapi itu jam-jam yang kayaknya favorit ya, pulang dari Bali jam 9 malam itu tidak bisa tertanggulangi," kata dia.
"Tapi kalau tiket-tiket di luar jam yang bebannya sangat berat itu sudah mulai kembali bisa di level yang sudah ternormalisasikan," dia menambahkan.
Dia mengatakan bahwa saat ini penerbangan ke Bali sudah menyampai di angka Rp 1 jutaan.
"Untuk Garuda tadi yang Rp 1,6 sampai Rp 1,4 itu kalau dibandingkan sama Rp 3 juta sebelumnya udah turunnya cukup banyak, udah 45 persen," ujar dia.
Sementara itu, dalam pantauan detikTravel pada Senin (14/10) sekitar pukul 20.00 WIB di salah satu Online Travel Agent (OTA), harga penerbangan dari Jakarta ke Bali cukup variatif.
Untuk penerbangan pada hari Senin (14/10), angkanya Rp 2,1 jutaan. Sementara di hari lain angka tiket paling rendah berkisar Rp 757 ribu.