#30 tag 24jam
Babak Baru, bankjatim Teken Shareholder Agreement dengan Bank Lampung
Bankjatim dan Bank Lampung resmi membentuk KUB dengan penandatanganan perjanjian. Sinergi ini diharapkan tingkatkan akses keuangan dan inovasi layanan. [1,005] url asal
#perubahan #lampung-samsudin #andy #pt-bank-pembangunan-daerah-jawa-timur-tbk #dian-ediana-rae #gubernur-lampung #pemprov-lampung #detik #dewan-komisioner-ojk-pusat #busrul-iman #pojk-no-12-pojk-03-20
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 09/11/24 12:06
v/17873652/
Jakarta - Proses Kelompok Usaha Bank (KUB) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) dengan Bank Lampung memasuki babak baru. Kedua BPD tersebut telah melakukan penandatanganan perjanjian antara pemegang saham pengendali (Shareholder Agreement) dan penandatanganan akta kepatuhan di Ballroom Golden Tulip Hotel, Batu, Malang.
Penandatanganan Shareholder Agreement dilakukan oleh Direktur Utama bankjatim, Busrul Iman dan Pj. Gubernur Lampung Samsudin. Sedangkan, penandatanganan akta kepatuhan yang dilakukan oleh Direktur Utama bankjatim, Busrul Iman dan Direktur Utama Bank Lampung, Mahdi Yusuf.
Acara yang digelar pada Jumat (8/11) ini juga dihadiri juga oleh Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan/Anggota Dewan Komisioner OJK Pusat, Dian Ediana Rae, serta jajaran Komisaris serta Direksi bankjatim dan Bank Lampung. Dalam kesempatan tersebut, Adhy Karyono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait atas langkah-langkah strategis yang telah diambil guna memfasilitasi terwujudnya perjanjian ini.
Menurutnya, Penandatanganan tersebut bukan sekadar formalitas saja, tetapi wujud komitmen bersama untuk bekerja keras dan bersinergi dalam mewujudkan visi dan misi KUB antara bankjatim dengan Bank Lampung. Andy juga menjelaskan bahwa perekonomian Jawa Timur pada triwulan III tahun 2024 tumbuh sebesar 1,72% (q to q). Capaian impresif ini, mencatatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara kuartalan di antara seluruh provinsi se-Pulau Jawa.
Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 4,91% (YoY) dan secara kumulatif sebesar 4,90% (C to C). Selain itu, Jawa Timur juga menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua, dengan kontribusi sebesar 14,52% terhadap PDB Indonesia dan sebesar 25,55% terhadap PDRB Pulau Jawa. Hal ini mengukuhkan Jawa Timur sebagai lokomotif perekonomian nasional.
"Selain pertumbuhan ekonomi yang impresif, tingkat inflasi Jawa Timur juga terkendali. Pada bulan Oktober tahun 2024 inflasi Jawa Timur terkendali sebesar 1,66% (y on y) dan secara bulanan mengalami inflasi sebesar 0,15% (m to m). Secara historis, dalam 10 bulan terakhir, Jawa Timur mengalami inflasi 5 bulan dan deflasi sebanyak 5 bulan yang menunjukkan daya beli masyarakat Jawa Timur tetap terjaga," papar Adhy dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/11/2024).
Adhy berpendapat pembangunan ekonomi di Jawa Timur sangat bergantung pada sektor perbankan yang sehat dan mampu beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berubah. Pembentukan KUB ini diharapkan bisa mendorong peningkatan aksesibilitas keuangan, meningkatkan literasi keuangan masyarakat, serta memperkuat infrastruktur dan layanan perbankan di Jawa Timur.
"Untuk itu, dengan adanya KUB, kita dapat memanfaatkan keunggulan sinergi antara bank- bank yang tergabung untuk menciptakan inovasi baru dalam produk dan layanan perbankan. Salah satunya yaitu dengan menghadirkan layanan perbankan digital yang mudah diakses dan merata penggunaannya. Kami optimis, keberadaan KUB dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan pemerintah, baik dalam hal pembiayaan proyek infrastruktur, pemberdayaan ekonomi daerah, maupun peningkatan akses layanan keuangan kepada masyarakat," tegas Adhy.
Pihaknya optimistis, dengan semangat kebersamaan, transparansi, dan integritas tinggi, KUB antara bankjatim dan bank Lampung ini mampu menjadi contoh baik dalam dunia perbankan yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan sosial dan ekonomi, baik di Jawa Timur maupun di Lampung.
Di sisi lain, Busrul Iman mengungkapkan, rencana pembentukan KUB bankjatim dengan Bank Lampung sebenarnya sudah dimulai sejak lama.
"Syukur alhamdulillah, hari ini kita sudah sampai pada tahap penandatanganan shareholder agreement. Kami rasa Pemprov Lampung dan Bank Lampung telah tepat memilih kami sebagai mitra KUB," ucapnya.
Hal ini karena kinerja BJTM tercatat selalu tumbuh positif. Pada triwulan ketiga tahun 2024 saja, nilai aset kami mencapai Rp 106,63 triliun. Kemudian untuk kredit yang berhasil disalurkan bankjatim pada triwulan tiga sukses berada di angka Rp 62,19 triliun atau meningkat 20,13% (YoY).
Adapun portofolio kredit konsumtif sebesar Rp 31,74 Triliun atau meningkat 8,82% YoY pada Triwulan 2 Tahun 2024 dan Rp 33,79 Triliun atau meningkat 13,20% YoY pada Triwulan 3 Tahun 2024. Selain itu, portofolio Kredit produktif sebesar Rp26,32 Triliun atau meningkat 31,37% YoY pada Triwulan 2 Tahun 2024 dan Rp 28,40 Triliun atau meningkat 29,57% YoY pada triwulan 3 tahun 2024.
"Sehingga kami sangat yakin dan optimis apabila bankjatim dan bank Lampung ber-KUB tentu akan semakin memperkuat kinerja kedua belah pihak. Sebab, manfaat KUB ini sangat banyak, salah satunya terwujudnya sinergi bisnis dan kolaborasi kedua bank yang saling menguntungkan," tegas Busrul.
Pj Gubernur Lampung Samsudin mengatakan penandatanganan SHA ini adalah bagian penting dalam memenuhi persyaratan KUB antara Bank Lampung dan Bank Jatim yang menurut ketentuan POJK no.12/POJK.03/2020 harus memenuhi Modal Inti Minimum Rp 3 triliun.
"Kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Pemprov Jatim dan bankjatim. Ini adalah sejarah yang luar biasa antara Provinsi Lampung dengan Jawa Timur sehingga detik ini bisa bekerja sama melakukan KUB untuk memenuhi peraturan OJK. Sinergitas ini harus terus kita jalin bersama," ungkapnya.
Menurut Samsudin, dengan adanya sinergitas ini tentu akan memberikan dampak yang luar biasa bagi Bank Lampung. Dia berharap pengalaman positif dari bankjatim dapat menular kepada kinerja Bank Lampung. Sehingga nantinya akan terjadi local hero yang mampu menggerakkan pembangunan di Lampung serta memperluas aliansi pembangunan ekonomi dengan potensi-potensi yang dimiliki oleh Lampung itu sendiri.
"Semoga akan ada perubahan- perubahan positif di Bank Lampung terutama dalam hal digitalisasi. Ke depannya kami berharap dapat lebih memaksimalkan potensi dari sinergi ini sehingga bisa semakin kuat dalam menghadapi tantangan yang ada," pungkasnya.
(prf/ega)
Bank NTT dan Bank Jatim Realisasikan Pembentukan KUB
Pembentukan KUB harus dilakukan mengingat modal inti Bank NTT belum mencapai Rp 3 triliun. - Halaman all [418] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #pt-bank-pembangunan-daerah-nusa-tenggara-timur #bank-ntt #yohanis-landu-praing #bank-jatim #busrul-iman #kub #kelompok-usaha-bank-kub #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 05/11/24 20:07
v/17524368/
JAKARTA, investor.id – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) merealisasikan pembentukan kelompok usaha bank (KUB).
Pembentukan KUB tersebut harus dilakukan mengingat modal inti Bank NTT belum mencapai Rp 3 triliun. Sesuai amanat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020, jika modal inti belum mencapai Rp 3 triliun, BPD di Indonesia wajib membentuk KUB dengan BPD yang modal intinya sudah di atas Rp 3 triliun.
Dalam aturan tentang konsolidasi bank umum tersebut, BPD wajib memenuhi modal inti Rp 3 triliun sampai tanggal 31 Desember 2024. Jika belum memenuhi modal inti, salah satu skema yang disiapkan oleh OJK adalah lewat pembentukan KUB.
Adapun penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bank NTT dan Bank Jatim berlangsung di Kantor Pusat Bank NTT, Kupang, Selasa (5/11/2024).
"Dengan kolaborasi yang kita bangun akan memberikan dampak postif bagi perkembangan Bank NTT. Kami berharap bisa diberikan kesempatan untuk berkolabolasi dan bersinergi dengan Bank Jatim," jelas Plt Dirut Bank NTT Yohanis Landu Praing dalam keterangan tertulis, Selasa (5/11/2024).
Dia menegaskan, proses pembentukan KUB Bank NTT dan Bank Jatim telah melalui persetujuan para pemegang saham Bank NTT.
"Pada saat pertemuan itu, Gubernur bersama para Bupati, Wali Kota Kupang, dan DPRD Provinsi NTT sangat menyetujui Bank NTT ber-KUB dengan Bank Jatim," kata Yohanis.
Dia berharap agar, KUB antara Bank NTT dan Bank Jatim bisa segera terwujud, karena waktu yang diberikan OJK tinggal 2 bulan.
"Terima kasih atas kesempatan yang luar biasa ini. Harapan kami, waktu kita tinggal 2 bulan. Kiranya pemenuhan segala persyaratan terkait KUB dapat terlaksana dengan dukungan penuh dari teman-teman tim KUB dan komisaris serta direksi Bank Jatim maupun Bank NTT," jelas dia.
Pada kesempatan itu, Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman menjelaskan, batas waktu untuk pembentukan KUB tidak lama lagi. Karena itu, dia berharap semua tim bekerja keras agar KUB bisa terlaksana sebelum tanggal 31 Desember 2024.
"Tetap berkoordinasi dengan OJK sebagai regulator dan pemerintah provinsi sebagai pemegang saham, agar KUB ini berjalan sesuai analisis bisnis dan kelayakan-kelayakan yang lain. Karena KUB ini kebijakan yang sifatnya jangka panjang. KUB ini salah satu dari transformasi yang dilajukan oleh Bank Jatim," kata Busrul.
Dia berharap KUB bisa memberikan manfaat untuk Bank NTT dan Bank Jatim. "Saya yakin dengan sinergi ini, akan memberikan manfaat yang banyak bagi Bank NTT dan Bank Jatim," jelas dia.
Editor: Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Catat Kinerja Positif, Penyaluran Kredit Bank Jatim Tumbuh 20,13%
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) mencatatkan kinerja yang positif sepanjang triwulan dua dan tiga tahun 2024. [1,135] url asal
#r-arief-wicaksono #kinerja-ekonomi-jawa-timur #eko-susetyono #bjtm #umi-rodiyah #busrul-iman #penyaluran-kredit-bank-jatim-tumbuh-20 #isentia-digital-brand-recognition-2024 #kub #zulhelfi-abidin #bpd #bank
(detikFinance - Terbaru) 29/10/24 15:07
v/17158423/
Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) mencatatkan kinerja yang positif sepanjang triwulan dua dan tiga tahun 2024. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil Pemaparan Kinerja bankjatim.
Dilaksanakan via Zoom, pemaparan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama bankjatim Busrul Iman; Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah bankjatim R. Arief Wicaksono; Direktur Keuangan, Treasury & Global Services bankjatim Edi Masrianto; Direktur Manajemen Risiko bankjatim Eko Susetyono; Direktur IT & Digital bankjatim Zulhelfi Abidin; Direktur Operasi bankjatim Arif Suhirman; dan Direktur Kepatuhan Umi Rodiyah.
Dirut bankjatim Busrul Iman menjelaskan di tengah prospek perekonomian global yang relatif stagnan dan penuh ketidakpastian, ekonomi Indonesia pada triwulan dua tahun 2024 tumbuh 5,05% (YoY) ditopang oleh masih kuatnya permintaan domestik dan meningkatnya kinerja ekspor. Kemudian untuk kinerja ekonomi Jawa Timur sendiri tercatat tumbuh 4,98% (YoY), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya naik sebesar 4,81% (yoy).
Membaiknya kinerja ekonomi Jawa Timur didorong oleh kenaikan permintaan eksternal. Selain itu, dari sisi kinerja ekspor juga mengalami peningkatan seiring dengan aktivitas manufaktur negara mitra dagang utama Jawa Timur yang mulai menunjukkan perbaikan. Seperti Tiongkok, Jepang, dan Malaysia.
Begitupun dengan kinerja BJTM yang juga tercatat tumbuh positif. Pada triwulan dua tahun 2024, nilai aset bankjatim sebesar Rp 101,24 triliun. Lalu di triwulan ketiga tahun 2024, nilai asetnya mencapai Rp 106,63 triliun.
Selanjutnya, kredit yang berhasil disalurkan bankjatim pada triwulan dua tahun 2024 sebesar Rp 58,07 triliun atau meningkat 18,01% (YoY). Lalu di triwulan selanjutnya, penyaluran kredit sukses berada di angka Rp 62,19 triliun atau meningkat 20,13% (YoY).
Adapun portofolio kredit konsumtif sebesar Rp 31,74 triliun atau meningkat 8,82% Yoy pada Triwulan 2 Tahun 2024 dan Rp 33,79 Triliun atau meningkat 13,20% Yoy pada Triwulan 3 Tahun 2024. Kemudian portofolio Kredit produktif sebesar Rp 26,32 Triliun atau meningkat 31,37% Yoy pada Triwulan 2 Tahun 2024 dan Rp 28,40 Triliun atau meningkat 29,57% YoY pada triwulan 3 tahun 2024.
Strategi yang dilakukan oleh BJTM demi memaksimalkan penyaluran kredit yaitu dengan melakukan repositioning formasi Account Officer disemua segmen serta aktif monitoring secara berkala berimplikasi maksimal pada penyaluran kredit pada sektor produktif.
"Di dalam pengelolaan dan pelaksanaan bisnis di semester kedua tahun ini, terdapat beberapa strategi yang berpotensi memberikan efek bagi kegiatan bisnis kami. Contohnya, kami memberikan atensi kepada beberapa program dari pemerintahan baru seperti program makan gratis untuk anak sekolah, Peningkatan gaji ASN, dan program pembangunan perumahan," papar Busrul, dalam keterangan tertulis, Selasa (29/10/2024).
"Di mana ketiga program unggulan tersebut diyakini mampu memberikan multiplier effect atas pertumbuhan ekonomi karena melibatkan pelaku di sektor riil. Nah, bankjatim sendiri berada dalam ekosistem tersebut sehingga dapat mengambil posisi dan kesempatan yang strategis nantinya," sambungnya.
Selanjutnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada beberapa waktu lalu telah meluncurkan Roadmap untuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) tahun 2024-2027 guna mentransformasi BPD seluruh Indonesia agar menjadi institusi bank yang berdaya saing tinggi dan kuat serta berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Menurut Busrul, secara umum, BPD menghadapi beberapa tantangan, baik tantangan struktural maupun yang berasal dari eksternal.
"BPD perlu bertransformasi untuk membenahi kelemahan struktural tersebut dan memperkuat pondasi organisasi agar mampu tumbuh dan bersaing sehingga lebih berperan dalam perekonomian daerah kedepan. Adapun kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah dapat diimplementasikan melalui sinergi dengan program pemerintah melalui platform digital dan juga peningkatan komposisi penyaluran kredit kepada sektor produktif," ungkap Busrul.
Sejak 2 tahun lalu, bankjatim telah memulai langkah perubahan melalui implementasi Transformasi 5 Pilar Strategis yang selaras dengan Roadmap BPD dari OJK. Manajemen senantiasa berusaha untuk mewujudkan kedua strategi tersebut agar bisa terus bertumbuh dalam skala regional dan yang lebih luas lagi. Dengan menggunakan privilege dan penguasaan market terhadap ekosistem Pemerintah, BJTM telah mengembangkan cakupan bisnis secara lebih luas.
"Kami telah mengimplementasikan layanan berbasis digital ke Pemerintah Daerah dan ekosistem serta derivative business dibawahnya dengan pendekatan B2B yang menguntungkan semua pihak. Sampai bulan Juni 2024, tercatat bankjatim telah berhasil mendukung implementasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah secara digital ke 18 Pemda di Jawa Timur," terang Busrul.
Perluasan captive market bankjatim dalam kesatuan ekosistem yang resilient juga telah diimplementasikan bankjatim di tahun 2024. Seperti pembangunan infrastruktur yang merupakan domain dari Pemerintah Daerah, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Badan Hukum Milik Negara (Universitas).
Seluruh inisiasi bisnis tersebut dilakukan oleh bankjatim untuk memperkuat posisi perseroan dan sekaligus mampu memperluas business coverage sampai dengan pelosok daerah.
Selain itu, bankjatim juga memiliki kesiapan yang cukup untuk bersinergi mewadahi BPR milik Pemerintah Daerah (Pemda) karena dari sisi perhitungan bisnis memang mendukung. Sebelumnya, bankjatim telah memiliki business model untuk kerjasama dengan BPR di wilayah Jawa Timur yang bernama APEX BPR Bank Jatim. Dalam hal ini, BJTM berfungsi sebagai pengayom atas BPR yang ada di wilayah Jatim.
Secara total, jumlah anggota APEX BPR Bank Jatim berjumlah 98 BPR (milik pemda dan/atau non Pemda) dengan outstanding pinjaman khusus untuk BPR milik Pemda berjumlah Rp 22,7 miliar.
"APEX BPR menjadi modal awal bagi bankjatim untuk merespon road map BPD guna bersinergi dengan Lembaga Jasa Keuangan yang ada di wilayah regional," tambah Busrul.
Untuk terus memperkuat pondasi perbankan di Indonesia, khususnya bagi BPD, bankjatim juga telah melakukan proses Kelompok Usaha Bank (KUB). Sampai dengan Bulan September 2024, terdapat 10 BPD yang menyatakan diri untuk bergabung menjadi anggota KUB.
Dari 10 BPD tersebut, 3 BPD di antaranya telah bergabung dengan bankjatim yaitu Bank NTB Syariah, Bank Lampung, dan Bank Banten. Kemudian 2 BPD lagi saat ini juga sedang berproses dengan BJTM.
Partisipasi aktif bankjatim dalam pelaksanaan KUB ini memberikan positioning bahwa perseroan memiliki kekuatan bisnis, keuangan, dan human capital yang baik sehingga mampu bersinergi bersama BPD yang lain untuk berkolaborasi dan tumbuh bersama.
Di sisi lain, seluruh utilitas penggunaan layanan JConnect juga meningkat cukup masif. Hingga triwulan III 2024, JConnect Mobile telah memiliki 756.587 user. Angka tersebut naik 27,35 persen (YoY). Sementara untuk nominal transaksinya tercatat sebesar Rp 5,63 triliun atau naik 53,23% (YoY).
"Kemudian, JConnect QRIS kami juga sudah mencapai 174.185 user atau naik 72,73 persen (YoY) dengan nominal transaksi sebesar Rp 130,52 miliar atau meningkat 204,87 persen (YoY)," tutur Busrul.
Selain itu, guna memaksimalkan layanan perbankan untuk daerah yang memiliki potensi bisnis besar, BJTM juga memaksimalkan layanan melalui AGEN JATIM. Selain utilitas transaksi perbankan, AGEN JATIM juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penyaluran kredit utamanya melalui metode referral. Saat ini AGEN JATIM telah berada di angka 14.032 atau tumbuh 147,52% (YoY).
Selain kinerja yang positif, sampai triwulan tiga 2024 bankjatim telah sukses meraih banyak penghargaan dari berbagai ajang. Yaitu Indonesia Public Relation Awards (IPRA) 2024, Hari Pers Nasional 2024, Top BUMD Award 2024, Indonesia Corporate Secretary & Communication Awards (ICCA) ke IX, 13th Infobank - Isentia Digital Brand Recognition 2024, Digital Technology & Innovation Awards 2024, Indonesia Human Capital Awards 2024 & Indonesia Financial Top Leader Awards 2024, Indonesia Top Bank Awards 2024, dan masih banyak lagi.
(akn/ega)
bankjatim Sukses Gelar Diskofest 2024, Transaksi Lebih dari Rp 400 Juta
Diskofest 2024 diisi oleh ratusan booth UMKM binaan bankjatim dari seluruh wilayah Jawa Timur serta menghadirkan hiburan musik. [711] url asal
#bank-jatim #pameran #perbankan #terselenggaranya #promosi #reels-challenge #busrul-iman #pelaku-umkm-diskofest-2024 #tiara-andini #surabaya-expo-center #trade-connect-summit #dmasiv #fakedopp #diskofest #binaan #ban
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 24/10/24 11:25
v/16923782/
Jakarta - Dalam rangka mendukung pertumbuhan UMKM di Jawa Timur, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) sukses menyelenggarakan Diskofest 2024. Bertempat di Surabaya Expo Center, kegiatan dengan tema 'Dukung Inovasi UMKM Lokal' tersebut dimeriahkan oleh artis-artis papan atas Indonesia, seperti D'masiv, Tiara Andini, Coldiac, hingga FakeDopp.
Gelaran yang diselenggarakan pada 18 Oktober 2024 hingga 20 Oktober 2024 dibuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya. Event ini juga diisi oleh ratusan booth UMKM binaan bankjatim dari seluruh wilayah Jawa Timur.
Direktur Utama bankjatim, Busrul Iman menjelaskan Diskofest 2024 adalah inisiatif bankjatim untuk mendukung pertumbuhan dan pemberdayaan UMKM, serta meningkatkan perekonomian Jawa Timur. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi UMKM binaan bankjatim untuk memamerkan dan menjual produk-produk inovatif mereka.
"Dengan mendukung UMKM, tidak hanya membantu para pengusaha kecil untuk bertahan dan berkembang saja, tetapi juga turut memperkuat perekonomian lokal serta melestarikan kekayaan budaya Jawa Timur," ujar Busrul dalam keterangan tertulis, Kamis (24/10/2024).
Tercatat, pengunjung Diskofest 2024 selama tiga hari berhasil menembus angka 23 ribu orang dengan total transaksi mencapai lebih dari Rp 400 juta. Dengan kesuksesan itu, Bankjatim akan terus konsisten mendorong pelaku UMKM untuk terus berkembang hingga mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, sekaligus menembus pasar internasional melalui digitalisasi, pemberdayaan, dan pembiayaan.
"Sebagai BUMD terbesar di Jawa Timur, kami tidak hanya memberikan dukungan berupa pembiayaan saja kepada UMKM, tetapi juga menyediakan wadah promosi dan pembinaan bagi UMKM, salah satunya lewat Diskofest ini. Beragam jenis UMKM hadir dalam Diskofest 2024, seperti batik, aksesoris, makanan minuman, fashioncraft, dan masih banyak lagi. Sepanjang acara, seluruh pengunjung juga bisa melakukan transaksi dengan QRIS bankjatim," paparnya.
Busrul berpendapat bahwa Diskofest 2024 adalah kesempatan emas bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk berbelanja produk lokal berkualitas tinggi, sekaligus bisa mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Setiap produk yang dipamerkan merupakan hasil kreasi UMKM binaan bankjatim yang telah dipilih dengan cermat berdasarkan kualitas, inovasi, dan daya saingnya di pasar.
Di sisi lain, bagi para pelaku UMKM Diskofest 2024 menjadi ajang strategis untuk memperluas jaringan, menarik pelanggan baru, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membawa produk mereka ke tingkat yang lebih tinggi. Melalui acara ini, bankjatim berharap dapat mendorong UMKM untuk lebih berkembang dan bersaing di pasar global, sejalan dengan misi Trade Connect Summit yang telah diselenggarakan beberapa waktu lalu.
"Dengan adanya pameran UMKM yang dibalut dengan konser musik seperti ini sebenarnya dapat memberikan multiplier effect banyak pihak. Keberkahan dari terselenggaranya suatu konser atau festival musik tidak hanya dirasakan oleh usaha terkait produksi festival itu sendiri. Beberapa sektor terkait pasti akan turut kecipratan dampaknya. Contohnya adalah UMKM sektor makanan, minuman, kerajinan, dan lain lain di sekitarnya pasti akan hidup," terangnya.
Diskofest 2024 tidak hanya menyuguhkan pameran UMKM dan hiburan musik saja, namun juga menghadirkan berbagai aktivitas menarik yang bisa diikuti oleh pengunjung dari segala usia. Bagi mereka yang ingin menambah pengetahuan tentang dunia bisnis dan keuangan, acara ini menyediakan seminar dan talkshow dengan tema-tema inspiratif yang relevan, mulai dari pengelolaan keuangan hingga tips berwirausaha bagi pelaku UMKM.
Untuk anak-anak dan remaja, disediakan juga kompetisi menggambar untuk tingkat SD dan SMP yang akan melatih kreativitas mereka sambil bersenang-senang. Bagi penggemar kopi, ada Fun Cupping Competition yang memungkinkan peserta untuk mencoba dan menilai berbagai jenis kopi dari para pelaku UMKM kopi lokal. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa mengikuti Reels Challenge, sebuah kompetisi seru bagi mereka yang suka membuat konten kreatif di media sosial.
(prf/ega)

