Kereta Cepat Whoosh beroperasi tepat selama satu tahun di bulan ini. Berikut catatan yang dirilis KCIC dalam periode tersebut, termasuk sektor wisata. [1,185] url asal
Kereta Cepat Whoosh beroperasi tepat selama satu tahun di bulan ini. Berikut catatan yang dirilis KCIC dalam periode tersebut, termasuk kerja sama dengan pengelola objek wisata.
Merujuk situs resmi KCIC atau Kereta Cepat Indonesia China operasional Whoosh secara komersial dimulai pada 17 Oktober 2023. Sebelumnya, pada 2 Oktober 2023, Jokowi meresmikan Whoosh di Stasiun Halim, Jakarta. Peresmian itu menandai telah usainya seluruh pembangunan proyek kereta cepat di Indonesia dan mengenalkan nama baru dari Kereta Cepat di Indonesia yaitu Whoosh (Waktu Hemat, Operasi Optimal, dan Sistem Hebat), sebelumnya Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).
Whoosh ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016. Dalam pengembangannya, KCIC beroperasi tanpa bantuan keuangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun jaminan Pemerintah Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan proyek Kereta Cepat Whoosh diperoleh dari dana pinjaman China Development Bank (75%). Sedangkan 25% merupakan setoran modal pemegang saham, yaitu gabungan dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) (60%) dan Beijing Yawan HSR Co. Ltd. (40%).
Sebagai operator Whoosh, KCIC mencatat sejumlah kinerja yang menjadi bagian dari upaya untuk terus meningkatkan volume dan menjadikan whoosh sebagai transportasi yang memberikan manfaat berkelanjutan untuk masyarakat. Apa saja?
Berikut kinerja yang dicatatkan KCIC selama satu tahun operasional Whoosh seperti disampaikan dalam rilis kepada detikTravel, Rabu (23/10/2024)
1. Aksesibilitas dan integrasi antarmoda
KCIC mengupayakan kemudahan akses menuju stasiun dengan meningkatkan integrasi antarmoda dan penambahan aksesibilitas bagi penumpang.
Selain terintegrasi dengan LRT Jabodetabek, Stasiun Halim juga bisa diakses dengan bus Transjakarta, shuttle tujuan bandara Halim dan Soekarno Hatta serta area khusus layanan taksi dan kendaraan online. Bagi pengguna kendaraan pribadi dapat menggunakan exit tol Jakarta-Cikampek KM 1+842 dan melalui jl. DI Pandjaitan.
Di Stasiun Padalang, Whoosh telah terintegrasi dengan Stasiun KAI untuk KA Feeder Kereta Cepat dan Commuter Line Bandung Raya. Saat ini telah tersedia juga Bus Trans Metro Pasundan menuju Alun-Alun Bandung, serta Shuttle gratis menuju kawasan Kota Baru Parahyangan. Pengguna kendaraan pribadi dapat menggunakan exit tol Padaleunyi KM 121 yang terhubung dengan jl. Panaris.
Sementara itu, untuk Stasiun Tegalluar Summarecon saat ini masyarakat dapat menggunakan Bus Damri menuju kota Bandung dan Shuttle gratis menuju kawasan Summarecon Bandung. Pengguna kendaraan pribadi dapat menggunakan akses Jembatan Cibiru Hilir yang terhubung dengan kawasan Gedebage dan Summarecon Bandung.
2. Layanan Transaksi Tiket
Diawal beroperasi transaksi tiket Whoosh hanya dapat dilakukan di loket, mesin tiket, website, dan aplikasi Whoosh. Kini transaksi tiket juga dapat dilakukan melalui beragam aplikasi seperti Access by KAI, Livin by Mandiri, BRImo, dan BNI Mobile Banking. Dalam waktu dekat transaksi juga akan dapat dilakukan melalui agen perjalanan wisata.
Untuk pengguna rutin KCIC juga telah menerbitkan kartu langganan Whoosh atau Frequent Whooser Card yang dapat dibeli di Stasiun Halim, Padalarang dan Tegalluar Summarecon. Hingga saat ini terdapat sekitar 1.900 kartu yang telah terjual.
Kemudahan juga diberikan untuk penumpang yang ingin menyesuaikan perjalanan Whoosh. KCIC telah berinovasi dengan menghadirkan layanan ubah jadwal dan pembatalan secara online. Uang pembatalan juga kini akan langsung dikembalikan di hari yang sama untuk memberikan fleksiblilitas kepada para penumpang.
3. Pengembangan bisnis non fare box
KCIC terus melakukan peningkatan bisnis non fare box serta kerja sama strategis dengan berbagai mitra bisnis. Adapun bentuk-bentuk bisnis Non-Fare Box KCIC meliputi penyewaan area komersial, Hak penamaan stasiun, periklanan, mobility hub hingga pengelolaan parkir di sekitar stasiun Whoosh.
Hingga saat ini terdapat 80 mitra yang telah bekerjasama untuk penyewaan area komersil di berbagai stasiun KCIC. Keberadaan tenan tersebut juga meningkatkan kenyamanan penumpang saat berada di stasiun.
4. Kerja sama Destinasi Wisata
Untuk mendukung sektor pariwisata dan menarik minta masyarakat menggunakan Whoosh, KCIC juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku industri wisata. Kerja sama ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata di sepanjang rute Whoosh guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Saat ini terdapat 14 destinasi wisata yang memiliki program diskon hingga gratis untuk tiket masuk dengan menunjukkan tiket Whoosh yang dimiliki. 14 destinasi wisata tersebut adalah:
1. Dusun Bambu: Free Entry, Free Shuttle 2. Dago Dream Park: Free Entry, Free Shuttle, Buy 1 Get 1 Wahana 3. The Lodge Maribaya: Free Entry, Diskon 20% untuk F&B dan penginapan 4. Floating Market: Free Entry 5. The Great Asia Africa: Free Entry 6. Farmhouse Susu Lembang: Free Entry 7. Wahoo Waterworld: Diskon 10%, Buy 2 Get 1 di Hari Jumat 8. Tepi Kota Healing: Free Entry 9. Tepi Danau: Free Entry 10. Baker Street: Diskon 15% Dine In 11. Swiss-belhotel: Diskon 15% Hotel dan F&B 12. Zest Hotels: Diskon 15% Hotel dan F&B 13. 3Second: Diskon 10% untuk produk Happy Price 14. The Parlor Hills: Diskon 20% F&B
5. Layanan Tiket Rombongan dan Program Perjalanan Edukasi
KCIC kini telah menyediakan layanan khusus pemesanan perjalanan rombongan melalui Whatsapp di 0815-1032-0909. Saat ini KCIC sudah memberangkatkan sekitar 3.500 perjalanan rombongan. Adapun pemesanan jumlah tiket terbanyak mencapai 3000 kursi per transaksi atau per grup.
Melalui layanan tersebut perjalanan rombongan seperti liburan, gathering, study tour atau aktivitas lainnya tidak akan kesulitan mendapatkan tiket kereta cepat Whoosh dan lebih terjamin agar perjalanan grup mendapatkan kursi yang berdekatan.
Khusus bagi pelajar yang melakukan perjalanan edukasi, KCIC juga siap memberikan tarif khusus dan pengenalan layanan whoosh yang dikemas secara menarik. Total, sudah lebih dari 150 sekolah yang mengikuti kegiatan Edutrip ini.
6. Peningkatan Layanan Ramah Disabilitas
Selama satu tahu Whoosh beroperasi, pelayanan kepada penumpang prioritas khususnya disabilitas terus ditingkatkan. Tercatat sekitar 10.500 penumpang prioritas telah menggunakan Whoosh.
KCIC menerapkan berbagai inisiatif untuk memastikan aksesibilitas dan kenyamanan bagi semua penumpang prioritas. Di stasiun terdapat penyediaan fasilitas khusus seperti jalur landai, elevator, toilet khusus, serta layanan pendampingan bagi penyandang disabilitas. Sementara untuk di kereta terdapat 32 kursi prioritas dan toilet khusus disabilitas pada kereta nomor empat. Selain itu, pelatihan bagi staf untuk memberikan pelayanan inklusif juga terus ditingkatkan.
Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan seluruh inovasi dan peningkatan layanan yang dilakukan selama satu tahun ini bertujuan untuk menjadikan Whoosh sebagai transportasi andalan masyarakat.
"Volume penumpang Whoosh telah mencapai 6 juta orang, angka ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta cepat dengan teknologi modern yang dihadirkan Whoosh, sekaligus menunjukkan komitmen KCIC dalam memberikan pelayanan terbaik serta memperluas dampak positif terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat," kata Eva.
Tangerang - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Perempuan daerah Tangerang Raya mengadakan kegiatan Fun Hiking ke Curug Cibingbin, sebuah air terjun menawan yang terletak di daerah Sentul Bogor, Sabtu (21/09/2024).
Ria Kameria selaku Ketua TDAP Tangerang Raya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk healing dan menciptakan bonding di antara sesama anggota. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 7 peserta.
"Pagi yang cerah menjadi latar belakang yang sempurna bagi para Perempuan TDAP Tangerang Raya, dengan semangat yang tinggi. Sebelum memulai perjalanan, para anggota melakukan pemanasan ringan dan membagikan peralatan hiking seperti tracking pole dan air minum," jelasnya.
Dia menyebutkan bahwa tujuan TDAP Tangerang Raya bukan hanya untuk menikmati keindahan alam semata, tetapi juga untuk saling mendukung dan mempererat tali persaudaraan. Dengan adanya kegiatan ini, TDAP Tangerang Raya semakin meningkatkan tali persaudaraan dan kekompakan tim.
"Perjalanan menuju Curug Cibingbin diwarnai dengan tawa dan obrolan, saling berbagi cerita, mengenal satu sama lain lebih dekat, dan mengatasi tantangan yang ada di jalur pendakian. Tak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga saling membantu saat melewati medan yang sulit," terangnya.
Dia berharap kegiatan ini tidak hanya menciptakan bounding yang kuat di antara anggota, tetapi juga mengajak semua perempuan untuk lebih peduli terhadap alam dan satu sama lain. Semoga kegiatan serupa bisa terus dilakukan di masa mendatang.
Perjalanan yang penuh semangat, para anggota akhirnya tiba di Curug Cibingbin disambut dengan keindahan air terjun yang menjulang tinggi dan suara gemuruh air yang menenangkan. Para anggota menikmati momen tersebut dengan berfoto bersama, bergembira sambil buat konten bersama dan mengadakan foto produk di tepi air.
Suci pemimpin pada kegiatan ini mengatakan, tempat ini membuat TDAP semakin sadar akan pentingnya menjaga alam dan juga mempererat hubungan sebagai perempuan yang saling mendukung. Sementara itu, Amilah, peserta yang mengikuti kegiatan ini menyatakan, dengan adanya kegiatan ini menambah networking dan lebih dekat sesama anggota di komunitas.
"Kegiatan hiking diakhiri dengan sesi penutupan dan semua anggota berkumpul untuk merefleksikan pengalaman hari itu. Dengan semangat baru dan hubungan yang lebih erat, para anggota pulang dengan hati yang penuh kebahagiaan dan rasa syukur," tandasnya.
Gemercik air dari kepakan sayap sekor bebek terdengar sayup di tengah Sungai Reuss di Lucerne, Swiss, pada Selasa sore pekan lalu.
Begitu juga angsa putih berparuh kuning berenang ke tepian sungai dan tengah sembari mengangguk-anggukan kepala sambil sesekali mengibaskan sayapnya.
Di ujung jalan di tepian sungai, terdengar gema suara sekumpulan orang berbicara berbagai bahasa. Yang terdengar lantang adalah suara kumpulan orang dari Korea Selatan. Mereka ramai-ramai bergerombol dalam satu grup dengan membawa semacam bendera kecil penanda salah satu travel agent yang membawa mereka. Mereka adalah turis asal Korea Selatan yang sedang melancong ke Swiss.
Ya, begitulah suasana Kota Lucerne, Swiss, pada Selasa sore pekan lalu. kumparan mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi kota indah itu sebagai satu-satunya media di Indonesia yang diundang langsung oleh Switzerland Tourism.
Lucerne merupakan nama sebuah kanton di Swiss. Janna Ottiger, salah satu guide yang membersamai kumparan, mengatakan kanton ini jika di Indonesia setara dengan provinsi. Di Swiss terdapat 26 kanton. Di dalam kanton-kanton itu terdapat kota-kota, Kota Lucerne ini adalah nama yang sama dari kanton tersebut.
Kota Lucerne ini populasinya kurang lebih 82 ribu orang. Kota ini terletak di muara Sungai Reuss dari Danau Lucerne.
Ini adalah pusat sosial dan budaya di Swiss bagian tengah. Lucerne diuntungkan di satu sisi dari lokasinya yang indah karena terdapat Danau Lucerne dan lokasinya yang dekat dengan Pegunungan Alpen.
Bangunan yang ikonik dari Lucerne ini adalah Chapel Bridge yang membentang di antara Sungai Reuss.
Jembatan ini dibangun pada paruh pertama abad ke-14 sebagai bagian dari benteng kota. Di tiap panel-panel di dalam jembatan itu, terdapat lukisan-lukisan yang dari abad ke-17 menggambarkan pemandangan dari sejarah Swiss dan kota serta kehidupan santo pelindung Lucerne.
Nah, di jembatan itu, terdapat juga Menara Air atau dalam bahasa setempat menyebutnya Wassertum. Menara segi delapan ini, tingginya lebih dari 34 meter, dibangun sekitar tahun 1.300 sebagai bagian dari benteng kota. Ini telah digunakan sebagai ruang arsip, perbendaharaan, penjara dan penyiksaan. Sekarang menjadi daya tarik khas Lucerne dan monumen yang paling banyak difoto di Swiss.
Janna kemudian membawa kumparan untuk mengelilingi bagian lain dari kota tua di Lucerne. Suasana sore hari Kota Lucerne dengan suhu 9 derajat celcius, tidak menyurutkan semangat kami untuk jalan-jalan sore di Kota Lucerne.
Selain Janna, rombongan kami juga terdiri dari wartawan Filipina Kristine Dabbay dan juga Marketing & Communication Manager Southeast Asia Switzerland Tourism Nazrul Jumahat.
Kami kemudian ditunjukkan sisi lain dari bangunan-bangunan tua yang ada di Kota Lucerne. Sebagian dari bangunan tua itu sudah beralih menjadi restoran hingga hotel. Namun tidak mengubah ciri khas bangunan dengan konsep klasik khas abad 13.
Di kota tua ini terdapat alun-alun indah yang diapit oleh bangunan-bangunan yang memuat lukisan bersejarah. Yang paling menarik untuk dilihat adalah Weinmarkt, Mühlenplatz, Hirschenplatz, dan Kornmarkt.
Di Kota Lucerne ini, mayoritas warga lokalnya berbahasa Jerman. Swiss memiliki 4 bahasa resmi. Selain Jerman, ada juga Prancis, Italia dan Romansh. Bahasa Jerman di Swiss lebih dominan, yaitu sekitar 70% digunakan oleh warga untuk berbicara sehari-hari.
Setelah kita mutar-mutar di kota tua, giliran kita melihat lebih dekat Stasiun Kereta Lucerne. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api utama di kota Lucerne. Stasiun yang dibuka pada tahun 1859 ini merupakan stasiun tersibuk keempat di Swiss dengan sekitar 167.000 penumpang per hari.
Stasiun ini lokasinya persis di depan Danau Lucerne.Janna mengatakan pilar megah di depan stasiun ini merupakan bangunan asli dari tahun 1800-an.
Nah, giliran nih kita naik kapal untuk berlayar di Danau Lucerne. Kalau mau naik kapal ini lokasinya cukup strategis karena berada di depan Stasiun Lucerne. Kapal ini bukan cuma buat turis, tapi juga bagian dari transportasi publik warga sekitar.
Kapal yang kami naiki ini hanya perjalanan singkat dari dermaga Luzern Bahnhofquai menuju ke dermaga Vitznau. Jarak tempuh yang kami lalui hanya sekitar 40 menit.
Sales Manager International of Lake Lucerne Meret Geissbühler mengatakan terdapat sejumlah jenis kapal yang ingin kita naiki ketika mengarungi Danau Lucerne ini. Tergantung dari kebutuhan turis apakah hanya ingin perjalanan pendek atau full melintasi Danau Lucerne yang luasnya mencapai 114 kilometer per segi itu.
Dari atas kapal, pemandangannya luar biasa keren banget. Air Danau Lucerne yang hijau tampak terlihat sejauh mata memandang. Rumah-rumah dan juga hotel-hotel di pinggir danau terlihat menjulang dengan dikelilingi hijau rumput kering di penghujung musim gugur.
Selama perjalanan ke Vitznau, kami berhenti di beberapa dermaga. Di antaranya adalah dermaga Weggis.
Bagaimana kalau mau ke Kota Tua Lucerne sembari naik kapal keliling Danau Lucerne?
Caranya sangat mudah. Kalian cuma perlu daftar dan register Swiss Travel Pass di website ini: myswitzerland.com. Nah kalau pakai Swiss Travel Pass ini, kita bisa gratis naik transportasi publik di Swiss, termasuk kapal yang kami naiki ini. Juga termasuk gratis ke berbagai museum yang ada di Swiss.
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UPGRI Pontianak ajarkan santri di MAS Darunnaim Putri Pontianak, sebagai bentuk self healing. #publisherstory #hipontianak [108] url asal
Hi!Pontianak - Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UPGRI Pontianak menggelar Workshop Menulis Cerita Pendek Bahasa Inggris untuk para santri di MAS Pondok Pesantren Darunnaim Putri Pontianak pada Rabu, 25 September 2024.
"Workshop ini temanya 'Menulis Cerita Pendek Bahasa Inggris Sebagai Upaya Pengembangan Bakat Menulis'. Tujuannya selain untuk membantu mengembangkan bakat menulisnya, juga sebagai self healing untuk para santri," ungkap Ketua PKM, Tri Kurniawati.
Tri bilang, dengan menulis pendek, para santri bisa mencurahkan unek-uneknya, kesedihan, kebahagiaan, bahkan masalahnya lewat tulisan.
"Pada kegiatan ini, ada 54 santri MAS Darunnaim Putri Pontianak dibimbing untuk dapat menulis cerita pendek berbahasa Inggris. Diakhir kegiatan nanti akan dipilih 10 tulisan terbaik mereka," tambahnya.
Korban gempa bumi di Kabupaten Bandung diberikan trauma healing usai diguncang gempa berkekuatan 5.0 magnitudo pada Rabu (18/9) lalu. Pemberian trauma healing dilakukan dengan bernyanyi bersama.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengapresiasi pemberian trauma healing karena dibalut dengan edukasi mitigasi bencana.
Trauma healing dilakukan oleh relawan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dengan mengajak anak-anak bernyanyi dengan lirik lagu yang isinya mitigasi bencana.
Lagu yang dinyanyikan sebagai sarana trauma healing itu diadopsi dari lagu Sunda berjudul Manuk Dadali. Tapi liriknya disesuaikan dengan urutan mitigasi bencana, khususnya bencana gempa bumi. Seperti ini liriknya:
Lamun aya gempa dijaga mastakana
Lamun aya gempa nyumput ka kolong meja
Lamun aya gempa jauhan anu bahaya
Lamun aya gempa lumpat ka nu luasan
Artinya adalah:
Kalau ada gempa lindungi kepalanya
Kalau ada gempa berlindung di bawah meja
Kalau ada gempa menjauh dari yang berbahaya
Kalau ada gempa cari tempat yang terbuka
“Memang kita tahu di daerah-daerah tertentu ada rawan bencana. Di daerah-daerah tertentu ada rawan bencana, ada yang mungkin ada bencana banjir, ada gunung api, ada juga longsor, ada juga rawan gempa,” ujar Gus Ipul saat menengok para korban bencana gempa di Desa Kertasari, Kabupaten Bandung, Rabu (25/9).
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga mengajak beberapa anak-anak untuk menyanyikan lagu tersebut sekaligus meminta diartikan ke Bahasa Indonesia. Ia menambahkan, trauma healing yang dilakukan dengan cara seperti itu memberikan kebahagiaan meski dalam keadaan yang susah.
Para penyintas bencana sudah satu minggu berada di tenda darurat. Gus Ipul berjanji akan segera mempercepat renovasi rumah korban gempa yang rusak, mulai yang rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat.
“Yang jelas setelah 14 hari tidak akan ditinggal. Nanti ada masa rehabilitasi atau masa pemulihan, itu akan diteruskan,” ujar Gus Ipul.
“Sekarang lagi di-assessment, lagi dinilai. Kira-kira ini butuh biaya berapa, ini biaya berapa? Karena memang pemerintah dalam mengeluarkan uang harus melalui prosedur,” tutup dia.
Jakarta: Forest healing menjadi satu terapi yang saat ini mulai banyak digunakan dalam bidang psikologi. Hal ini pun menjadi peluang bagi Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran untuk mulai mengenalkan metode terapi forest healing, tidak hanya untuk mahasiswa internal, tetapi juga mahasiswa dari luar Fapsi Unpad.
Aktivitas tersebut mulai dikenalkan kepada peserta program International Internship Program 2024 yang digelar di kawasan hutan lereng Gunung Mandalawangi, perbatasan Kabupaten Bandung dan Garut, Rabu 11 September 2024. Dalam kegiatan itu, sebanyak sembilan mahasiswa Royal Melbourne Institute of Technology, Australia, dan lima mahasiswa Fapsi Unpad mengikuti kegiatan tersebut.
Koordinator program Forest Healing Fapsi Unpad Hammad Zahid Muharram, M.Psi., Psikolog., menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan peserta program bahwa ada satu jenis terapi psikologi yang bisa digunakan untuk meredakan berbagai jenis simtom psikologi, di antaranya stres. “Forest healing tidak bisa menyembuhkan, karena penyembuhan stres perlu terapi CBT. Akan tetapi, sifatnya meredakan, lebih tidak separah sebelumnya,” kata Zahid.
Lebih lanjut Zahid menjelaskan, seyogianya manusia memiliki ikatan kuat dengan alam. Ketika manusia berada di hutan, ia akan merasakan iklim mikro yang berbeda dengan di kota ataupun di luar alam.
Iklim mikro tersebut banyak dihasilkan dari zat phytoncide yang dikeluarkan tumbuhan secara alami. Zat ini dinilai mampu meningkatkan kadar kesehatan manusia selama berada di alam bebas.
Selama mengikuti forest healing, peserta IIP Fapsi Unpad diajak untuk berada lebih lama di alam bebas. Kegiatan dimulai dengan berjalan kaki memasuki kawasan perladangan di lereng yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung. Uniknya, seluruh peserta menggunakan sandal jepit selama berjalan dan berada di hutan.
Dipandu Dosen Fapsi Unpad Noer Fauzi Rachman, PhD, Psikolog, peserta menyusuri trek kebun menuju kawasan perbatasan dengan hutan. Sesampainya di area ladang tanaman tembakau, peserta didorong sejenak bercengkerama dengan alam.
Setiap peserta diminta untuk hening sejenak mendengar desir angin dan suara-suara yang terdengar di alam. Setelahnya, peserta diajak untuk menyentuh pohon, berbicara dengan pohon, memeluk pohon, memetik bunga liar, hingga masuk ke kebun kopi sembari mencicipi buah kopi.
Tidak selesai di situ, peserta diajak masuk lebih dalam ke semak belukar dan kembali memeluk dan berbicara dengan pohon Kembali. Di akhir kegiatan peserta diajak untuk turun ke sungai, bermain dengan air, dan mencoba menangkap ikan dengan menggunakan jala.
Menurut Zahid, aktivitas tersebut bukan tanpa alasan. Secara marwah, manusia merupakan bagian dari alam, sehingga ketika terkoneksi dengan alam, secara otomatis manusia telah kembali ke satu lingkup ekologi alami manusia. Layaknya empat elemen dalam film Avatar, forest healing juga membuat peserta makin terkoneksi dengan empat elemen tersebut.
Zahid menjelaskan, ketika peserta berjalan dengan metode bertelanjang kaki (barefoot), aktivitas tersebut merepresentasikan koneksi dengan tanah. “Kemudian ketika diam, duduk rileks sambil liat awan, pemandangan, dan menghirup napas itu elemen udara. Elemen api itu ketika mereka berbicara dan memeluk dengan pohon, karena api itu simbol kehangatan,” paparnya.
Elemen air terepresentasikan ketika peserta terjun ke sungai selepas berjalan di hutan. Zahid menjelaskan, air merupakan pelengkap dari semua elemen yang sudah terkoneksi. Secapek apa pun fisik peserta setelah berjalan jauh di hutan, air bisa kembali menyegarkan tubuh peserta. “Ketika kita kembali ke air, kita pun terkoneksi ke sumber kehidupan,” jelasnya.
Pilot Project Zahid mengatakan, forest healing merupakan pendekatan baru dan mulai banyak digunakan. Sebagian besar masih digunakan oleh orang-orang non-psikologi dengan tujuan komersial. Berbeda jika pendekatan ini digunakan oleh orang psikologi. Seluruh aktivitas selama di alam ada proses evaluasi yang dilakukan.
“Bedanya, ada processing yang dilakukan, apakah terapinya efektif (untuk meredakan stres) atau tidak,” ujarnya. Di Fapsi Unpad sendiri, kegiatan ini menjadi proyek perdana yang dikenalkan. Rencananya, aktivitas ini akan menjadi salah satu layanan yang akan dikembangkan oleh fakultas. “Harapannya, ini bisa jadi produk fakultas,” pungkasnya.
Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Safitri mengatakan pembuatan Ruang Hijau Taman Buah Puspantara di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan T [23] url asal
Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Safitri mengatakan pembuatan Ruang Hijau Taman Buah Puspantara di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan T [278] url asal
TEMPO.CO, Penajam Paser Utara - Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otoritas Ibu Kota Nusantara atau OIKN Myrna Safitri mengatakan pembuatan Ruang Hijau Taman Buah Puspantara di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, salah satunya untuk menyambut para aparatus sipil negara (ASN) dari Jakarta yang akan pindah pada September 2024.
“September nanti Insya Allah akan datang gelombang pertama yang berasal dari Jakarta, terutama aparatur sipil negara (ASN) yang datang sendiri ataupun membawa keluarganya ke IKN. Tentunya ada kebutuhan yang paling nyata itu, kebutuhan pangan,” ujarnya di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin, 8 Juli 2024.
Myrna mengatakan, para ASN itu akan memerlukan sayur dan buah-buahan dan akan menjadi tetangga warga Desa Suko Mulyo. Sebab itu, lokasi Taman Buah Puspantara di Tanah Kas Desa Suko Mulyo, seluas kurang lebih 14 hektar, dianggap strategis.
Kendati lokasi itu berada di dalam, istilahnya kawasan pengembangan, kata dia, tapi dekat dengan satu zona di dalam IKN yang disebut dengan IKN Timur 1 yang diproyeksikan akan menjadi pusat pariwisata dan kebugaran. Menurut dia, lokasiitu bisa dikatakan premium.
“Jadi sudah kayak marketing property saja. Lokasinya premium, nanti kalau telat masuk berapa bulan kemudian harganya naik. Kenapa? Karena ini dekat dengan IKN Timur 1,” ujar Myrna.
Akses lokasi taman buah itu dianggap mempermudah warga baru IKN nantinya. Myrna mengatakan, mayoritas penduduk baru IKN generasi milenial dan Gen Z yang rentan dengan isu kesehatan mental.
“Perlu tempat healing. Ini sekarang aja kami sudah mempromosikan Work from IKN dengan menyediakan tempat teman-teman itu bisa bekerja di alam terbuka dan lain-lain,” ujarnya.
Selanjutnya: Myrna memperkirakan, 5-7 tahun ke depan ekosistem kota holtikultura....
Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Safitri mengatakan pembuatan Ruang Hijau Taman Buah Puspantara di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan T [278] url asal
TEMPO.CO, Penajam Paser Utara - Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otoritas Ibu Kota Nusantara atau OIKN Myrna Safitri mengatakan pembuatan Ruang Hijau Taman Buah Puspantara di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, salah satunya untuk menyambut para aparatus sipil negara (ASN) dari Jakarta yang akan pindah pada September 2024.
“September nanti Insya Allah akan datang gelombang pertama yang berasal dari Jakarta, terutama aparatur sipil negara (ASN) yang datang sendiri ataupun membawa keluarganya ke IKN. Tentunya ada kebutuhan yang paling nyata itu, kebutuhan pangan,” ujarnya di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin, 8 Juli 2024.
Myrna mengatakan, para ASN itu akan memerlukan sayur dan buah-buahan dan akan menjadi tetangga warga Desa Suko Mulyo. Sebab itu, lokasi Taman Buah Puspantara di Tanah Kas Desa Suko Mulyo, seluas kurang lebih 14 hektar, dianggap strategis.
Kendati lokasi itu berada di dalam, istilahnya kawasan pengembangan, kata dia, tapi dekat dengan satu zona di dalam IKN yang disebut dengan IKN Timur 1 yang diproyeksikan akan menjadi pusat pariwisata dan kebugaran. Menurut dia, lokasiitu bisa dikatakan premium.
“Jadi sudah kayak marketing property saja. Lokasinya premium, nanti kalau telat masuk berapa bulan kemudian harganya naik. Kenapa? Karena ini dekat dengan IKN Timur 1,” ujar Myrna.
Akses lokasi taman buah itu dianggap mempermudah warga baru IKN nantinya. Myrna mengatakan, mayoritas penduduk baru IKN generasi milenial dan Gen Z yang rentan dengan isu kesehatan mental.
“Perlu tempat healing. Ini sekarang aja kami sudah mempromosikan Work from IKN dengan menyediakan tempat teman-teman itu bisa bekerja di alam terbuka dan lain-lain,” ujarnya.
Selanjutnya: Myrna memperkirakan, 5-7 tahun ke depan ekosistem kota holtikultura....