#30 tag 24jam
Jelang Harbolnas, Ini E-Commerce yang Berikan Pengalaman dan Kepuasan Belanja Daring Versi Ipsos
Untuk menilai e-commerce yang mampu berikan pengalaman dan kepuasan belanja, Ipsos melakukan survei dengan 7 indikator pada Juni 2024. Ini hasilnya. Halaman all [819] url asal
#e-commerce #ipsos #belanja-daring #survei-ipsos
(Kompas.com) 03/11/24 12:18
v/17407908/
KOMPAS.com – Sejak hadir di tengah masyarakat, platform e-commerce telah membawa perubahan besar dalam hal cara berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berbagai inovasi teknologi dan program yang ditawarkan oleh perusahaan e-commerce mampu memberikan pengalaman belanja yang semakin mudah dan tanpa batas. Kini, di mana pun masyarakat berada, kapan pun waktu yang diinginkan, dan apa pun kebutuhannya, e-commerce menjadi pilihan utama yang dapat diandalkan.
Di sisi lain, konsumen juga memainkan peran penting dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan. Tanpa dukungan basis pengguna yang kuat, sulit bagi platform e-commerce untuk menciptakan transaksi jual-beli yang menguntungkan antara penjual dan pembeli.
Sepanjang 2024, berbagai pemain e-commerce di Indonesia, seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, dan TikTok Shop, gencar mengadakan kampanye dan penawaran menarik sebagai strategi mengakuisisi pengguna baru.
Namun, untuk memuaskan dan mempertahankan konsumen yang loyal, pendekatan yang lebih holistik juga dibutuhkan. Perusahaan e-commerce dituntut terus berinovasi mengikuti preferensi dan perilaku konsumen guna memberikan pengalaman belanja daring yang dipersonalisasi.
Apalagi, menjelang Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), ketika antusiasme belanja masyarakat meningkat, kepuasan konsumen merupakan aspek penting bagi platform e-commerce untuk memenangkan persaingan.
Untuk memahami lebih jauh faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan belanja daring, Ipsos melakukan riset mengenai aspek esensial yang dinilai konsumen dalam memilih e-commerce.
Hasil riset tersebut bisa membantu masyarakat dalam memilih platform terbaik saat menyambut festival Harbolnas yang jatuh tiap 12 Desember.
Shopee, platform teratas dalam kepuasan belanja daring
Dok. Ipsos Survei Ipsos menempatkan Shopee sebagai platform e-commerce yang mampu memberikan kepuasan pelanggan.Berdasarkan survei Ipsos bertajuk "Pengalaman dan Kepuasan Belanja Online di E-commerce" pada Juni 2024, Shopee dinilai responden sebagai platform yang paling memuaskan dan memberikan pengalaman belanja daring holistik.
Shopee unggul dalam memberikan kepuasan tertinggi. Data menunjukkan bahwa 62 persen responden merekomendasikan Shopee kepada orang terdekat, disusul oleh Tokopedia (46 persen), TikTok Shop (42 persen), dan Lazada (36 persen).
Salah satu aspek yang dinilai penting oleh konsumen dalam berbelanja online adalah keamanan dan kenyamanan, terutama ketika membeli barang tanpa melihat langsung. Beragam pilihan layanan pengiriman dan metode pembayaran turut menjadi indikator utama dalam menilai kenyamanan.
Berdasarkan riset, Shopee unggul dengan 66 persen responden memilihnya sebagai e-commerce dengan pilihan pengiriman paling lengkap, disusul Tokopedia (16 persen), Lazada (10 persen), dan TikTok Shop (7 persen).
Selain itu, Shopee juga menonjol dalam menyediakan beragam metode pembayaran. Sebanyak 64 persen responden memilih Shopee karena variasi metode pembayarannya, diikuti Tokopedia (15 persen), Lazada (11 persen), dan TikTok Shop (8 persen).
Fitur cash on delivery (COD) menjadi metode yang semakin populer berdasarkan riset Ipsos tersebut. Untuk indikator ini, sebanyak 66 persen responden memilih Shopee sebagai platform dengan layanan COD paling memuaskan.
Pad indikator tersebut, Tokpedia ddan Lazada dipilih 12 persen responden dan TikTok Shop 10 persen.
Riset Ipsos juga menemukan bahwa Shopee unggul dalam hal kecepatan pengiriman dengan 60 persen responden memilihnya, mengungguli Tokopedia (16 persen), Lazada (13 persen), dan TikTok Shop (9 persen).
Soal program kecepatan pengiriman, fitur "Garansi Tepat Waktu" dari Shopee dikenal oleh 71 persen responden. Fitur Shopee ini mengungguli fitur serupa di Tokopedia (43 persen), Lazada (37 persen), dan TikTok Shop (27 persen).
Dok. Ipsos Shopee unggul di semua indikator dalam survei Ipsos bertajuk Pengalaman dan Kepuasan Belanja Online di E-commerce pada Juni 2024.Fitur belanja daring interaktif
Masih berdasarkan riset Ipsos, fitur belanja melalui live shopping dan video pendek kini semakin diminati konsumen. Ipsos menemukan bahwa 63 persen responden menganggap Shopee menyediakan layanan live streaming terbaik, diikuti TikTok Shop (17 persen), Tokopedia (10 persen), dan Lazada (9 persen).
Dalam hal fitur video pendek, Shopee juga unggul dengan 61 persen responden, disusul TikTok Shop (18 persen), Tokopedia (10 persen), dan Lazada (9 persen).
Kepuasan pengguna e-commerce juga ditentukan oleh indikator kelengkapan produk, kategori, dan toko resmi. Dalam hal ini, Shopee juga memimpin dengan 68 persen responden memilihnya sebagai e-commerce dengan pilihan toko resmi terlengkap, diikuti Tokopedia (15 persen), Lazada (9 persen), dan TikTok Shop (7 persen).
Executive Director Ipsos Indonesia Andi Sukma mengatakan, para pemain e-commerce bersaing melalui teknologi dan inovasi program untuk menarik konsumen. Namun, yang menjadi perhatian utama masyarakat adalah kepuasan dari pengalaman berbelanja online.
“Kepuasan yang dihadirkan oleh Shopee dalam berbagai aspek menjadikannya pilihan utama konsumen Indonesia untuk belanja online yang holistik dan tepercaya,” jelasnya.
Bagaimana Prospek Belanja Online ke Depan?
E-commerce saat ini menjadi pilihan masyarakat untuk berbelanja. [846] url asal
#barang #keunggulan #pasarnya #pemain-e-commerce #fitur-belanja #tiktok-shop #strategi #kepuasaan #prospek-belanja #kenyamanan #andi-sukma #kepuasan #fakta #ragam #ragam-toko #ipsos-indonesia #prospek-belanja-online
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 31/10/24 16:33
v/17262363/
Jakarta - Berbagai inovasi teknologi dan program yang dihadirkan oleh perusahaan e-commerce terus membantu memberikan pengalaman belanja yang lebih mudah dan tanpa batas.
Sepanjang tahun 2024 ini saja, para pemain e-commerce di Indonesia seperti Tokopedia, Shopee, Lazada dan TikTok Shop terus menghadirkan rangkaian kampanye dan penawaran menarik yang menjadi strategi mereka dalam mengakuisisi pengguna baru. Akan tetapi, memenuhi kepuasan dan menciptakan retensi konsumen yang loyal dibutuhkan pendekatan yang lebih holistik.
Ipsos membeberkan aspek esensial bagi responden dalam menentukan tingkat kepuasan belanja online mereka, serta e-commerce mana yang memiliki strategi tepat dan konsisten. Hasil yang disampaikan nantinya diharapkan akan membantu masyarakat dalam menyambut festival belanja online akhir tahun bersama e-commerce dengan pengalaman belanja holistik terbaik.
Lantas, platform e-commerce seperti apakah yang menjadi pilihan masyarakat? Aspek aspek apa sajakah yang juga mempengaruhi dan dinilai penting oleh responden dalam menentukan tingkat kepuasan berbelanja online mereka?
Berdasarkan hasil riset terakhir dari Ipsos Indonesia, Shopee dianggap oleh pengguna sebagai platform e-commerce yang paling memuaskan dalam memberikan pengalaman belanja online yang holistik. Riset Ipsos yang bertajuk "Pengalaman dan Kepuasan Belanja Online di E-commerce" dan diadakan pada bulan Juni 2024 lalu, menunjukkan bahwa Shopee unggul dalam menyediakan dan memberikan tingkat kepuasan tertinggi dalam pengalaman berbelanja online.
Keunggulan Shopee ini juga didukung oleh data, dimana Shopee (62%) menjadi pilihan pertama untuk direkomendasikan oleh konsumen kepada kerabat dekatnya, diikuti oleh Tokopedia (46%), TikTok Shop (42%), dan Lazada (36%). Adapun indikatornya lainnya adalah:
Platform e-commerce yang memberikan keamanan dan kenyamanan dalam belanja online Ketika membeli barang tanpa bisa melihat nya secara langsung, keamanan dan kenyamanan menjadi salah satu aspek yang dinilai penting oleh responden dalam belanja online.
Memiliki ragam layanan pengiriman yang bisa dipilih konsumen menjadi tolak ukur dalam memberikan rasa aman dan nyaman ketika berbelanja. Pada indikator Ragam pilihan layanan pengiriman, Shopee (66%) unggul dan dinilai menjadi e-commerce dengan pilihan layanan pengiriman paling lengkap, disusul oleh Tokopedia (16%), Lazada (10%), dan TikTok Shop (7%).
Keamanan dan kenyamanan yang mampu ditawarkan platform e-commerce juga dinilai dari Ragam metode pembayaran. Lebih dari setengah responden menilai Shopee (64%) unggul sebagai platform e-commerce dengan pilihan metode pembayaran yang paling beragam, diikuti Tokopedia (15%), Lazada (11%), dan TikTok Shop (8%).
Executive Director Ipsos Indonesia Andi Sukma mengatakan metode pembayaran Cash on Delivery (COD) semakin marak digunakan dan paling menarik perhatian para responden. Sejalan dengan fakta ini, Shopee (66%) juga menjadi platform e-commerce dengan metode pembayaran COD yang dinilai paling memuaskan, diikuti oleh Tokopedia & Lazada sebesar 12%, dan yang terakhir adalah TikTok Shop 10%. Riset IPSOS yang dilakukan pada awal Juni 2024 lalu juga menemukan beberapa aspek lain yang menjadikan Shopee terdepan dalam keamanan dan kenyamanan belanja online.
Pengalaman belanja yang memuaskan dirasa belum lengkap tanpa pengiriman yang cepat dan aman, serta proses pengembalian yang mudah. Para responden menilai Shopee (60%) menjadi aplikasi belanja online atau e-commerce yang paling unggul dalam hal kecepatan pengiriman disusul oleh Tokopedia (16%), Lazada (13%) dan TikTok Shop (9%).
Temuan ini turut didukung oleh Program "Garansi Tepat Waktu" yang menjadi salah satu bentuk wujud komitmen Shopee dalam memberikan kepastian waktu pengiriman bagi penggunanya. Efektivitas program ini pun juga dibuktikan oleh PRESS RELEASE hasil riset IPSOS yang menunjukkan program Garansi Tepat Waktu dari Shopee paling dikenal secara luas oleh 71% responden, jauh melampaui program serupa dari platform e-commerce lain seperti Tokopedia (43%), Lazada (37%), dan TikTok Shop (27%).
Platform e-commerce yang memiliki fitur belanja online interaktif terbaik seiring dengan berkembangnya teknologi yang mengubah preferensi cara belanja masyarakat, belanja melalui live shopping dan video pendek semakin diminati dan menjadi nilai tambah bagi para pemain e-commerce. IPSOS menemukan 63% responden menganggap bahwa Shopee menjadi salah satu e-commerce yang menyediakan layanan live streaming terbaik, disusul oleh TikTok Shop (17%), Tokopedia (10%) dan Lazada (9%).
Selain itu, dalam indikator e-commerce dengan fitur video pendek paling menarik, Shopee juga jauh unggul dengan 61%, diikuti TikTok Shop (18%), Tokopedia (10%), dan Lazada (9%).
"Platform e-commerce yang menyediakan ragam toko resmi masyarakat akan semakin puas ketika belanja melalui e-commerce yang memiliki kelengkapan produk dan kategori yang mampu menjawab berbagai kebutuhan yang diinginkan," kata dia Andi dalam laporan Ipsos ditulis Kamis (31/10/2024).
Dalam indikator ini, Shopee juga paling unggul dengan persentase sebesar 68% dalam menyediakan toko resmi yang beragam, dibandingkan pesaingnya yaitu Tokopedia (15%), Lazada (9%), dan TikTok Shop (7%).
Dia mengatakan terlihat bahwa para pemain e-commerce bersaing melalui teknologi dan inovasi program untuk menarik hati masyarakat. Namun, yang akan dicari oleh masyarakat hanya yang bisa menciptakan perasaan puas pada pengalaman berbelanja online.
"Kepuasaan melalui berbagai aspek penting yang mampu dipenuhi oleh Shopee, membuat Shopee unggul sebagai pilihan utama konsumen Indonesia untuk menciptakan pengalaman belanja online yang holistik dan terpercaya. Strategi ekosistem yang dihadirkan Shopee untuk memuaskan masyarakat menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadapi volume tinggi selama periode festival belanja di akhir tahun ini," ujar dia.
Meningkatnya minat belanja online membuka peluang besar bagi platform e-commerce untuk terus berkembang dalam meningkatkan kepuasan konsumen. E-commerce juga dinilai masih menjadi tempat berinvestasi yang tepat bagi Penjual untuk memperluas pasarnya dan terus bertumbuh.
(kil/kil)
Pengguna Tokopedia, Lazada, dan Shopee Cari Kepuasan Berbelanja, Bukan Diskon?
Upaya dalam Tokopedia, Shopee, dan TikTokShop dalam memikat pengguna disebut telah bergeser dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan meninggalkan bakar uang. [264] url asal
#e-commerce #riset-e-commerce #riset-ipsos #ipsos #tokopedia #shopee-dan-lazada-tinggalkan-bakar-uang-untuk-pikat-pengguna
(Bisnis.Com - Teknologi) 30/10/24 16:40
v/17209526/
Bisnis.com, JAKARTA - Ipsos, lembaga riset pasar asal prancis, menyebut loyalitas penggung di Indonesia dipengaruhi oleh teknologi dan inovasi yang dikembangkan oleh e-commerce seperti Tokopedia, Shopee dan Lazada.
Perusahaan dagang el pun berlomba dalam menghadirkan layanan optimal dari sisi kecepatan pengiriman barang, opsi pilihan metode pembayaran hingga live streaming.
Executive Director Ipsos Indonesia Andi Sukma mengatakan para pemain e-commerce bersaing melalui teknologi dan inovasi program untuk menarik hati masyarakat.
Hal itu dilakukan sesuai dengan ketertarikan pengguna e-commerce dalam negeri yang lebih mengedepankan kepuasan dalam belanja, khususnya saat periode festival belanja.
“Masyarakat mencari e-commerce yang bisa menciptakan perasaan puas pada pengalaman berbelanja online,” kata Andi dikutip, Rabu (30/10/2024).

Dia menyatakan meningkatnya minat belanja online membuka peluang besar bagi platform e-commerce untuk terus berkembang dalam meningkatkan kepuasan konsumen.
E-commerce juga dinilai masih menjadi tempat berinvestasi yang tepat bagi Penjual untuk memperluas pasarnya dan terus bertumbuh.
Ipsos melakukan penelitian kepada sejumlah e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop, pada Juni 2024.
Terdapat sejumlah poin yang menjadi indikator dalam perhitungan seperti rekomendasi kerabat terdekat, keamanan dan kenyamanan hingga metode pembayaran.
Untuk kategori keragaman metode pembayaran, TikTok Shop memjadi sorotan karena menempati urutan terbawah dengan 8%. Pun untuk kecepatan pengiriman, responden Ipsos menilai pengiriman Lazada dan TikTok Shop perlu ditingkatkan mengingat skor rendah yang dikantongi yaitu Lazada 13% dan TikTok Shop 9%.
TikTok Shop dan Lazada dinilai perlu meningkatkan kualitas pengiriman barang. Sementara untuk live streaming shopping, Lazada dan Tokopedia perlu melakukan perbaikan karena menempati urutan terbawah yaitu Tokopedia (10%) dan Lazada 9%.

Keunggulan Harris Sedikit Lagi Tersalip Trump
Menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos, keunggulan Harris atas Trump menyusut menjadi satu poin menjadi 44%. [655] url asal
#donald-trump #kamala-harris #jajak-pendapat-reuters-ipsos #electoral-college #pemilihan-umum-as #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #peristiwa
(Kontan - Terbaru) 29/10/24 22:56
v/17174146/
Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pada tahap akhir kontes Pemilihan Umum AS, dukungan Kamala Harris mulai menyusut atas Donald Trump. Kandidat Demokrat hanya unggul satu poin persentase atas kandidat Republik 44% berbanding 43%, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dipublikasikan pada Selasa (29/10).
Jajak pendapat tiga hari yang diselesaikan pada hari Minggu menunjukkan persaingan menjelang pemilihan 5 November relatif seimbang. Jajak pendapat tersebut memiliki margin kesalahan sekitar tiga poin persentase di kedua arah.
Meskipun Harris telah mengungguli Trump dalam setiap jajak pendapat Reuters/Ipsos terhadap pemilih terdaftar sejak persaingan pada bulan Juli, keunggulannya terus menyusut sejak akhir September. Jajak pendapat Reuters/Ipsos sebelumnya yang dilakukan pada tanggal 16-21 Oktober menunjukkan Harris, wakil presiden AS saat ini, unggul dua poin atas mantan Presiden Trump.
Jajak pendapat baru yang mensurvei 1.150 orang dewasa AS di seluruh negeri, termasuk 975 pemilih terdaftar, menunjukkan Trump memiliki keunggulan signifikan atas Harris pada beberapa isu yang dianggap paling mendesak oleh para pemilih.
Ketika ditanya siapa di antara kedua kandidat yang memiliki pendekatan lebih baik terhadap ekonomi, pengangguran, dan lapangan kerja, para pemilih dalam jajak pendapat memilih Trump yang memperoleh suara 47% berbanding 37%. Trump memiliki keunggulan dalam hal ekonomi selama kampanye dan 26% pemilih dalam jajak pendapat terbaru menyebutkan lapangan kerja dan ekonomi sebagai masalah paling mendesak di negara tersebut, dibandingkan 24% yang menyebutkan ekstremisme politik dan 18% yang menyebutkan imigrasi.
Keunggulan terbesar Trump dalam hal kebijakan mungkin ada pada isu imigrasi. Di mana Trump telah mengajukan proposal garis keras yang mencakup deportasi massal migran yang masuk ke negara tersebut secara ilegal. Sekitar 48% pemilih dalam jajak pendapat terbaru mengatakan pendekatan Trump terhadap imigrasi adalah yang terbaik, lebih tinggi daripada 33% yang memilih Harris.
Jajak pendapat tersebut menunjukkan keunggulan Harris dalam isu ekstremisme politik semakin berkurang. Sekitar 40% pemilih dalam jajak pendapat tersebut mengatakan Harris memiliki pendekatan yang lebih baik dalam menangani ekstremisme politik dan ancaman terhadap demokrasi, dibandingkan dengan 38% yang memilih Trump. Keunggulan Harris dua poin dalam isu tersebut dibandingkan dengan keunggulannya tujuh poin atas Trump dalam hal ekstremisme dalam jajak pendapat 16-21 Oktober.
Harris telah menekankan peran Trump dalam penyerangan terhadap Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021 oleh para pendukungnya, yang bertujuan untuk membatalkan kekalahannya dalam pemilihan umum 2020. Pada Selasa apa yang disebut kampanyenya sebagai pidato pra-pemilu besar terakhirnya sebelum pemilihan umum di lokasi tempat Trump mengumpulkan para pendukungnya sebelum kerusuhan.
Trump telah membalas dengan argumen bahwa pandangan Harris ekstrem dan akan menjadi pengambilalihan lembaga-lembaga AS oleh kaum sosialis.
Keunggulan tipis Harris atas Trump mungkin tidak cukup untuk memenangkan pemilihan meskipun bertahan hingga 5 November.
Survei nasional, termasuk jajak pendapat Reuters/Ipsos, memberikan sinyal penting tentang pandangan pemilih, tetapi hasil Electoral College dari negara bagian ke negara bagian menentukan pemenangnya, dengan tujuh negara bagian medan tempur kemungkinan akan menjadi penentu.
Trump mengalahkan Demokrat Hillary Clinton dalam pemilihan 2016, menang di Electoral College meskipun dia memenangkan suara rakyat nasional dengan selisih dua poin.
Jajak pendapat menunjukkan Harris dan Trump juga bersaing ketat di negara-negara bagian medan tempur tersebut.
Mengingat persaingan yang ketat, upaya para kandidat untuk memastikan bahwa pendukung mereka benar-benar memberikan suara kemungkinan akan menjadi kunci dalam menentukan pemenang.
Hanya dua pertiga orang dewasa AS yang memberikan suara dalam pemilihan 2020, yang merupakan jumlah pemilih tertinggi dalam lebih dari satu abad, menurut perkiraan oleh Biro Sensus AS dan Pew Research Center.
Sekitar 89% dari Demokrat terdaftar dan 93% dari Republik terdaftar dalam jajak pendapat tersebut mengatakan sepenuhnya yakin akan memberikan suara. Hal itu menunjukkan kemungkinan lebih banyak antusiasme terhadap pemungutan suara sekarang dibandingkan dengan empat tahun lalu, ketika jajak pendapat Reuters/Ipsos pada akhir Oktober 2020 menunjukkan 74% dari Demokrat dan 79% dari Republik mengatakan bahwa mereka yakin akan memberikan suara.
Di antara responden dalam jajak pendapat terbaru yang tampaknya paling mungkin memberikan suara, Harris juga unggul satu poin atas Trump, 47% berbanding 46%.
Harris Unggul Tipis atas Trump dalam Jajak Pendapat Terbaru
Kamala Harris, unggul tipis 46% dibandingkan 43% atas Donald Trump menurut jajak pendapat terbaru Reuters/Ipsos. [333] url asal
#donald-trump #kamala-harris #jajak-pendapat-reuters-ipsos #electoral-college #kebijakan-imigrasi #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #peristiwa
(Kontan - Terbaru) 23/10/24 09:45
v/16872999/
Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Wakil Presiden AS dari Partai Demokrat, Kamala Harris, unggul tipis 46% dibandingkan 43% atas mantan Presiden dari Partai Republik, Donald Trump, menurut jajak pendapat terbaru Reuters/Ipsos.
Jajak pendapat ini menunjukkan bahwa para pemilih memiliki pandangan yang pesimistis terhadap arah negara, terutama terkait ekonomi dan kebijakan imigrasi.
Harris unggul dalam jajak pendapat yang berlangsung selama enam hari dan berakhir pada Senin. Kelebihannya sedikit berubah dari jajak pendapat sebelumnya, di mana Harris unggul 45% dibanding 42%.
Kedua hasil ini menunjukkan persaingan yang sangat ketat dengan pemilihan presiden tinggal dua minggu lagi, yang dijadwalkan pada 5 November.
Jajak pendapat ini menunjukkan bahwa para pemilih memiliki pandangan negatif terhadap ekonomi, dengan 70% mengatakan bahwa biaya hidup mereka berada di jalur yang salah, dan 60% menyatakan bahwa ekonomi secara keseluruhan berada di arah yang keliru.
Selain itu, 65% responden merasa bahwa kebijakan imigrasi juga tidak berjalan baik.
Ekonomi, imigrasi, dan ancaman terhadap demokrasi menjadi isu utama yang paling dikhawatirkan oleh pemilih. Dalam hal kebijakan ekonomi, Trump mendapatkan dukungan lebih besar dengan 46% dibandingkan 38% untuk Harris. Dalam isu imigrasi, Trump juga unggul dengan 48% berbanding 35%.
Meski demikian, Harris lebih unggul dalam isu yang terkait dengan ekstremisme politik dan ancaman terhadap demokrasi, dengan 42% dibandingkan 35%. Ia juga lebih dipandang mampu menangani kebijakan aborsi dan perawatan kesehatan.
Meskipun Harris unggul dalam jajak pendapat, keunggulan tersebut belum tentu cukup untuk memenangkan pemilu. Hasil pemilihan presiden AS ditentukan oleh Electoral College, yang mengandalkan kemenangan di negara-negara bagian medan pertempuran. Jajak pendapat ini menunjukkan bahwa Harris dan Trump bersaing ketat di negara-negara bagian tersebut.
Antusiasme pemilih terhadap pemilu kali ini juga meningkat. Sekitar 79% pemilih terdaftar menyatakan mereka yakin akan memberikan suara, termasuk 87% pemilih dari Partai Demokrat dan 84% dari Partai Republik.
Jajak pendapat ini dilakukan secara daring dengan melibatkan 4.129 orang dewasa AS, termasuk 3.481 pemilih terdaftar. Margin kesalahan jajak pendapat ini adalah 2 poin persentase.
Mengulik Strategi E-commerce Ini dalam Meraih Kepuasan Tertinggi Pembeli, Penjual, Brand Lokal, dan UMKM
Pembeli dan penjual merupakan pemangku kepentingan utama yang membangun ekosistem bisnis e-commerce yang berkelanjutan. Halaman all [1,328] url asal
#e-commerce #toko-online #belanja #umkm #belanja-online #brand-lokal #ipsos #live-shopping #live-streaming #populix
(Kompas.com - Money) 12/08/24 07:55
v/14265631/
KOMPAS.com – Kemajuan teknologi yang pesat menjadi salah satu katalisator yang mentransformasikan kebiasaan masyarakat modern. Akses informasi yang semakin cepat dan mudah tidak hanya membuka peluang untuk terus berkembang serta menggali potensi, tetapi juga menciptakan lingkungan dinamis dengan inovasi dan adaptasi menjadi kunci kesuksesan.
Salah satu dampak paling nyata digitalisasi adalah kehadiran e-commerce. Platform ini merupakan bentuk dari adaptasi industri perdagangan ke dunia digital.
Tidak hanya memberikan pengalaman berbelanja yang lebih mudah bagi pembeli, kehadiran e-commerce juga membuka peluang besar bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya, terutama pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta merek lokal.
Jika ditelaah lebih lanjut, kehadiran e-commerce memiliki dampak positif yang lebih kompleks terhadap pertumbuhan ekonomi digital.
Selain membantu mendongkrak jumlah brand lokal di pasar nasional, secara tidak langsung, e-commerce telah menciptakan berbagai lapangan dan profesi pekerjaan baru. Sebagai contoh host live streaming, admin toko online, afiliator atau konten kreator, dan pekerja di industri logistik.
Berbagai manfaat itu membuktikan bahwa manfaat dari kehadiran e-commerce jauh melampaui kemudahan transaksi online.E-commercejuga memberikan dampak ekonomi yang luas dan positif bagi berbagai lapisan masyarakat.
Pengaruh dan manfaat yang besar itu membuat lanskap serta dinamika dari strategi para pemain e-commerce yang ada di Tanah Air selalu menarik untuk diamati.
Untuk meraih dan mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar, ada berbagai faktor integral yang harus diperhatikan oleh para pemain e-commerce. Termasuk, meningkatkan kepuasan pengguna dan penjual saat menggunakan platformnya.
Aspek penentu keunggulan e-commerce
Pembeli merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan ekosistem e-commerce yang berkelanjutan. Basis pengguna yang tinggi akan menjadi magnet bagi pelaku usaha untuk memasarkan dan menjual produk mereka di suatu platform e-commerce.
Saat memasuki sebuah pasar dengan konsumen beragam, kampanye tematik dan penawaran menarik kerap menjadi strategi utama bagi platform e-commerce untuk mengakuisisi pengguna baru.
Namun, untuk mempertahankan dan memastikan basis pengguna terus bertumbuh, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dengan memahami perilaku dan preferensi konsumen. Dengan demikian, platform e-commerce dapat memberikan pengalaman belanjaonline terbaik bagi setiap individu.
Hasil riset IPSOS “Pengalaman dan Kepuasan Belanja Online di E-commerce” yang dirilis pada Juni 2024 menemukan bahwa Shopee merupakan platform e-commerce yang unggul dalam menyediakan dan memberikan tingkat kepuasan tertinggi kepada pengguna dalam pengalaman berbelanja online.
Berdasarkan riset tersebut, sebanyak 62 persen responden menjadikan Shopee sebagai pilihan pertama untuk direkomendasikan kepada kerabat dekatnya. Angka ini diikuti oleh Tokopedia (46 persen), TikTok Shop (42 persen), dan Lazada (36 persen).
Untuk menciptakan pengalaman belanja holistik terbaik, memastikan pesanan sampai di tangan pembeli dengan pengiriman yang cepat dan tepat menjadi salah satu aspek penentu keunggulan e-commerce yang tidak boleh dilupakan.
Sebab, pengiriman barang dapat menjadi faktor yang memengaruhi persepsi konsumen terhadap kenyamanan dalam berbelanja online.
Dari hasil riset yang sama, Shopee dipilih 60 persen responden sebagai menjadi aplikasi belanja online yang paling unggul dalam hal kecepatan pengiriman. Kemudian, disusul oleh Tokopedia (16 persen), Lazada (13 persen), dan TikTok Shop (9 persen).
Riset tersebut juga mengungkapkan bahwa harga termurah menjadi salah satu faktor penentu konsumen dalam memilih platform belanja online. Pada aspek ini, Shopee masih menjadi e-commerce yang memimpin dengan angka 64 persen, melampaui Lazada (13 persen), Tokopedia (12 persen), dan TikTok Shop (11 persen).
Peran fitur interaktif
Seiring perkembangan inovasi dari platform e-commerce, preferensi masyarakat dalam menentukan pilihan produk dan cara berbelanja pun bertambah.
Hal itu mendorong platform e-commerce semakin giat dalam mengembangkan dan menyediakan fitur interaktif, seperti live shoppingdan video pendek. Fitur-fitur ini dihadirkan untuk meningkatkan keterlibatan konsumen dan sekaligus membantu mereka menentukan pilihan dalam berbelanja.
Tren belanja menggunakan fitur live streaming dibahas lebih dalam oleh riset Populix berjudul “Understanding Live Streaming Shopping Ecosystem in Indonesia”. Studi ini mengungkapkan bahwa 69 persen responden memilih Shopee Live sebagai fitur live streaming yang paling sering digunakan. Angka ini mengunggula para pesaingnya, yakni TikTok Live (25 persen), Tokopedia Play (4 persen), dan LazLive (2 persen).
Sama seperti aktivitas berbelanja lain, live shopping memiliki faktor penting yang mendasari preferensi konsumen, salah satunya dalam kelengkapan kategori.
Pada riset yang sama, Populix menemukan bahwa Fashion dan Kecantikan menjadi dua kategori dengan persentase paling tinggi atau paling banyak dibeli saat live streaming di antara kategori lain.
Berdasarkan riset tersebut, Shopee Live menjadi fitur yang paling sering dipakai konsumen untuk membeli barang-barang pada kedua kategori itu. Untuk kategori Fashion, Shopee Live digunakan oleh 79 persen responden, disusul oleh TikTok Live (44 persen).
Untuk kategori Kecantikan, Shopee Live dipakai oleh 71 persen responden, lebih tinggi dari TikTok Live (51 persen).
Penemuan dua riset tersebut menunjukkan bahwa untuk memenangkan hati konsumen dalam peta persaingan yang ketat, pemain e-commerce sebaiknya tidak hanya berfokus pada aktivitas belanja, tetapi juga seluruh perjalanan konsumen dari hulu ke hilir.
Dipilih penjual sebagai strategi bisnis utama
Sebagai destinasi belanja yang diandalkan oleh masyarakat, platform e-commerce juga menjadi salah satu strategi bisnis yang dimanfaatkan para penjual, brand lokal, dan UMKM dalam meningkatkan penjualan.
Seperti diketahui, e-commerce membuka peluang baru dan berbagai kelebihan yang tidak ditemukan dalam cara berjualan sebelumnya. Dengan menjadikan e-commerce sebagai strategi penjualan, para penjual dapat memperluas jangkauan pasar karena produk yang dimiliki dapat diakses oleh konsumen secara online kapan saja dan di mana pun mereka berada.
Teknologi dan fitur yang dihadirkan oleh e-commerce juga membantu penjual untuk meminimalkan biaya operasional serta mempermudah pengelolaan transaksi dan pengiriman.
Di tengah persaingan sengit para e-commerce dalam menciptakan ruang bagi penjual untuk meningkatkan bisnis mereka, survei IPSOS bertajuk “Understanding the Potentiality in E-Commerce Seller” mengungkapkan bahwa keunggulan platform e-commerce yang dipilih penjual dipengaruhi oleh beberapa aspek.
Salah satunya, para penjual mengaku bahwa promosi dan kampanye tematik menjadi fitur yang paling sering dimanfaatkan. Fitur ini membawa pengaruh besar, terutama dalam mendukung peningkatan penjualan bagi para penjual, brand lokal, dan UMKM.
Berdasarkan riset tersebut, para penjual mengasosiasikan Shopee (65 persen) sebagai e-commerce yang memberikan omzet paling besar bagi bisnis brand lokal dan UMKM. Shopee berhasil mengungguli Tokopedia (16 persen), TikTok Shop (9 persen), serta Lazada (6 persen).
Para penjual juga menempatkan Shopee (59 persen) di urutan pertama sebagai e-commerce yang memberikan keuntungan terbanyak bagi bisnis mereka, diikuti oleh Tokopedia (20 persen), TikTok Shop (8 persen), dan Lazada (7 persen).
Fitur interaktif live streaming yang semakin diminati oleh konsumen pun turut menjadi aspek penting bagi para penjual dalam memilih e-commerce favorit mereka.
Saat ini, konsumen lebih menyukai cara belanja yang interaktif karena mereka dapat melihat ataupun bertanya mengenai produk yang ingin dibeli secara langsung. Hal ini turut menjadikan live streaming sebagai strategi penting yang diadaptasi oleh penjual dalam menjawab permintaan dari para konsumennya.
Temuan itu sejalan dengan survei IPSOS “Tren Live Streaming E-commerce bagi Penjual’. Pada survei ini, Shopee Live menjadi fitur live streaming yang paling sering digunakan oleh penjual brand lokal dan UMKM. Secara persentase, 72 persen penjual memilih Shopee Live, kemudian diikuti oleh TikTok Live yang dipilih oleh 26 persen penjual.
Temuan itu sejalan dengan indikator Market Share yang menunjukkan bahwa Shopee Live (82 persen) juga menjadi platform yang paling banyak dipilih untuk kebutuhan penjualan para penjual, brand lokal, dan UMKM, jauh melampaui pesaing terdekatnya, yakni TikTok Live (18 persen).
Konsistensi Shopee dalam menelaah tren belanja masyarakat dan berusaha menjawabnya melalui inovasi teknologi serta inisiatif fitur dan program merupakan faktor yang menguatkan posisi Shopee jika dibandingkan pesaing lain sebagai e-commerce favorit di seluruh ekosistem, mulai dari pengguna hingga para penjual, brand lokal, dan UMKM.
E-Commerce Peraih Kepuasan Pembeli-Penjual Brand Lokal & UMKM Teratas
Hasil riset IPSOS menemukan bahwa Shopee unggul dalam menyediakan dan memberikan tingkat kepuasan tertinggi kepada pengguna dalam pengalaman berbelanja online. [993] url asal
#bnr #brandnewsroom #belanja-online #live-stream #survei-ipsos #e-commerce
(CNN Indonesia - Ekonomi) 12/08/24 07:50
v/14274914/
Kemajuan teknologi telah mengubah cara hidup, bekerja, dan berinteraksi, salah satunya adalah dalam dunia perdagangan melalui e-commerce.
Lahirnya e-commerce sebagai adaptasi dari toko fisik ke dunia online, telah menghadirkan pengalaman belanja yang lebih praktis dan efisien.
Tak hanya itu, e-commerce juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi digital, mendorong lahirnya berbagai peluang bisnis baru, terutama bagi UMKM dan merek lokal.
Dengan demikian, secara tidak langsung e-commerce telah menciptakan berbagai lapangan dan profesi pekerjaan baru, seperti host live streaming, admin toko online, afiliator atau konten kreator, hingga pekerja di industri logistik.
Pengaruh yang sangat besar ini membuat lanskap dan dinamika dari strategi e-commerce di tanah air selalu menarik untuk diamati.
Untuk mendapatkan dan mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar, ada berbagai faktor integral yang harus diperhatikan oleh para pemain e-commerce guna meningkatkan kepuasan pengguna dan penjual saat menggunakan platformnya.
Antara lain inovasi dan fitur yang ditawarkan dapat memberikan keuntungan bagi penjual, serta aspek keberhasilan platform e-commerce dalam menarik dan mempertahankan loyalitas pembeli.
Berikut aspek-aspek yang menjadi penentu keunggulan sebuah platform e-commerce:
Indikator kepuasan konsumen dalam berbelanja online
Mengacu hasil riset terbaru IPSOS dengan judul 'Pengalaman dan Kepuasan Belanja Online di E-commerce', ditemukan bahwa Shopee unggul dalam menyediakan dan memberikan tingkat kepuasan tertinggi kepada pengguna dalam pengalaman berbelanja online.
Keunggulan Shopee dalam tingkat kepuasan, didukung data, di mana Shopee (62%) menjadi pilihan pertama untuk direkomendasikan oleh konsumen kepada kerabat dekatnya. Kemudian diikuti Tokopedia (46%), TikTok Shop (42%), dan Lazada (36%).
Dari hasil riset yang sama, Shopee (60%) juga menjadi aplikasi belanja online yang paling unggul dalam hal kecepatan pengiriman disusul oleh Tokopedia (16%), Lazada (13%) dan TikTok Shop (9%).
Tidak hanya itu, konsumen di Indonesia tetap menjadikan harga termurah sebagai salah satu faktor penentu dalam memilih platform berbelanja online.
Dalam hal ini Shopee masih menjadi e-commerce yang memimpin di angka 64%, melampaui Lazada (13%), Tokopedia (12%), dan TikTok Shop (11%).
Seiring dengan terus berkembangnya inovasi dari para platform e-commerce, preferensi masyarakat pun bertambah, tidak hanya dalam menentukan pilihan produk namun juga cara berbelanja.
Hal ini yang mendorong platform e-commerce semakin giat dalam mengembangkan dan menyediakan fitur interaktif seperti live shopping dan video pendek yang meningkatkan keterlibatan konsumen sekaligus membantu menentukan pilihan dalam berbelanja.
Tren belanja menggunakan fitur live streaming dibahas lebih dalam oleh riset berjudul 'Understanding Live Streaming Shopping Ecosystem in Indonesia' oleh Populix.
Hasil riset mengungkap 69% konsumen mengatakan Shopee Live merupakan fitur live streaming yang paling sering digunakan oleh masyarakat Indonesia, melampaui para pesaingnya, yakni TikTok Live (25%), Tokopedia Play (4%) dan LazLive (2%).
Sama seperti aktivitas berbelanja lainnya, live shopping memiliki faktor penting yang mendasari preferensi konsumen, salah satunya dalam kelengkapan kategori.
Dalam riset yang sama, Populix menemukan bahwa Fashion dan Kecantikan menjadi dua kategori dengan persentase paling tinggi diantara kategori lainnya, yang paling banyak dibeli saat live streaming.
Shopee Live menjadi fitur yang paling sering dipakai konsumen untuk membeli barang-barang dari kedua kategori ini. Untuk kategori Fashion, Shopee Live digunakan oleh 79% konsumen, disusul oleh TikTok Live (44%).
Sama halnya untuk kategori Kecantikan, Shopee Live dipakai oleh 71%, lebih tinggi di atas TikTok Live (51%) yang gagal mengejar posisi Shopee.
Dengan demikian, untuk memenangkan hati konsumen dalam peta persaingan yang ketat, pemain e-commerce tidak hanya perlu memperhatikan aspek yang fokus pada aktivitas belanja, namun juga seluruh perjalanan konsumen dari hulu ke hilir.
Penjual brand lokal dan UMKM pilih Shopee untuk optimalkan bisnis
Sebagai destinasi belanja yang diandalkan oleh masyarakat, platform e-commerce semakin menjadi strategi bisnis yang dimanfaatkan para penjual brand lokal dan UMKM dalam meningkatkan penjualan.
E-commerce membuka peluang baru dan berbagai kelebihan yang tidak ditemukan dalam cara berjualan sebelumnya, tentunya memberikan kepuasan yang maksimal dalam kegiatan jual-beli brand lokal dan UMKM.
Dengan menjadikan e-commerce sebagai strategi penjualan, para pejual brand lokal dan UMKM merasakan jangkauan pasar yang lebih luas karena produk yang dimiliki dapat diakses oleh basis konsumen online kapanpun dan dimanapun mereka berada.
Teknologi dan fitur yang dihadirkan oleh e-commerce juga membantu untuk meminimalisir biaya operasional dan mempermudah pengelolaan transaksi serta pengiriman.
Di tengah persaingan sengit para e-commerce dalam menciptakan ruang bagi penjual untuk meningkatkan bisnis mereka, paparan survei IPSOS bertajuk 'Understanding the Potentiality in E-Commerce Seller' menyatakan bahwa keunggulan platform e-commerce yang mereka pilih dipengaruhi oleh beberapa aspek.
Salah satunya, para penjual mengaku bahwa promosi dan kampanye tematik menjadi fitur yang paling sering dimanfaatkan dan membawa pengaruh yang sangat besar terutama dalam mendukung peningkatan penjualan bagi para penjual brand lokal dan UMKM.
Hal ini terlihat dalam riset ini, di mana Shopee (65%) diasosiasikan sebagai e-commerce yang paling memberikan omzet terbesar bagi bisnis penjual brand lokal dan UMKM, berada di atas Tokopedia (16%), TikTok Shop (9%), serta Lazada (6%).
Lebih dari itu, berdasarkan pilihan penjual, Shopee (59%) juga menjadi e-commerce di urutan pertama yang paling memberikan keuntungan terbanyak bagi bisnis mereka, diikuti oleh Tokopedia (20%) di urutan kedua, dan TikTok Shop (8%), dan Lazada (7%).
Fitur interaktif live streaming yang semakin diminati oleh konsumen turut menjadi aspek penting bagi para penjual dalam memilih e-commerce favorit mereka.
Kini konsumen lebih menyukai cara belanja yang interaktif ini karena mereka dapat melihat maupun bertanya mengenai produk yang ingin dibeli secara langsung.
Hal ini turut menjadikan live streaming sebagai strategi penting yang diadaptasi oleh penjual dalam menjawab permintaan dari para konsumen nya.
Temuan ini sejalan dengan survei IPSOS yang berjudul 'Tren Live Streaming E-commerce bagi Penjual', dimana Shopee Live menjadi fitur live streaming yang paling sering digunakan oleh penjual brand lokal dan UMKM.
Secara persentase, 72% penjual memilih Shopee Live, berbanding jauh dibandingkan dengan pesaing terdekatnya TikTok Live (26%).
Hal ini juga sejalan dengan indikator Market Share, di mana Shopee Live (82%) juga menjadi platform yang paling banyak dipilih untuk kebutuhan penjualan para penjual brand lokal dan UMKM, jauh melampaui pesaing terdekatnya TikTok Live yang hanya sebesar 18%.
Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa Shopee masih mempertahankan posisi sebagai e-commerce pilihan masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun.