#30 tag 24jam
Kuliah Tanpa Ribet Belajar Bahasa Lokal, Ini 5 Negara dengan Kemahiran Bahasa Inggris Terbaik di Dunia
Kamu bisa fokus pada studi tanpa perlu khawatir terkendala komunikasi. [406] url asal
#kampus-luar-negeri #kampus-luar-negeri-bahasa-inggris #kampus-bahasa-inggris
(MedCom) 24/10/24 15:33
v/16934155/
Jakarta: Sobat Medcom ingin kuliah di luar negeri tetapi takut dengan bahasa lokal? Tenang, ada lima negara dengan kemahiran bahasa Inggris terbaik di dunia yang bisa kamu pertimbangkan.Berdasarkan skor EF English Proficiency Index (EPI), negara-negara ini memiliki tingkat penguasaan bahasa Inggris tinggi. Sehingga kamu bisa fokus pada studi tanpa perlu khawatir terkendala komunikasi.
Berikut lima negara dengan kemahiran bahasa Inggris terbaik di dunia:
1. Belanda (Skor: 663)
Belanda menempati posisi teratas sebagai negara dengan kemahiran bahasa Inggris terbaik di antara negara-negara yang bukan penutur asli bahasa Inggris. Dengan skor di atas 600, warga Belanda memiliki level bahasa Inggris yang sangat baik. Ini artinya, kamu bisa berkuliah di Belanda tanpa perlu khawatir harus beradaptasi dengan bahasa lokal.Rekomendasi Kampus Top:
- University of Amsterdam
- Delft University of Technology
- Utrecht University
- Orange Tulip Scholarship
- Holland Scholarship
- LPDP
2. Austria (Skor: 641)
Meskipun bahasa utama di Austria adalah bahasa Jerman, banyak warga Austria yang fasih berbahasa Inggris, terutama di kota Vienna. Jadi, kamu bisa merasa nyaman berkuliah di Austria tanpa harus belajar bahasa Jerman.Rekomendasi Kampus Top:
- University of Vienna
- Technische Universitat Wien
- Graz University of Technology
- Indonesia - Austria Scholarship Program
- Ernst Mach Grant ASEA UNINET
- LPDP
3. Denmark (Skor: 636)
Bahasa Inggris merupakan bahasa kedua yang paling banyak digunakan di Denmark. Ini menjadikan Denmark sebagai pilihan ideal bagi kamu yang ingin berkuliah di negara Skandinavia tanpa kesulitan komunikasi.Rekomendasi Kampus Top:
- University of Copenhagen
- Technical University of Denmark
- Aarhus University
- Danish Government Scholarship
- Copenhagen Business School Scholarship
- LPDP
4. Singapura (Skor: 635)
Singapura, negara maju di Asia Tenggara, terkenal dengan penduduknya yang fasih berbahasa Inggris. Bahasa Inggris bahkan menjadi bahasa utama di negara ini dengan aksen khas yang disebut Singlish.Rekomendasi Kampus Top:
- National University of Singapore
- Nanyang Technological University
- Singapore Management University
- ASEAN Undergraduate Scholarship Program
- Dr. Goh Kong Swee Scholarship
- LPDP
5. Norwegia (Skor: 632)
Mayoritas penduduk Norwegia bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar. Mereka juga senang berlatih bahasa Inggris dengan orang-orang dari berbagai negara.Rekomendasi Kampus Top:
- University of Oslo
- University of Bergen
- Norwegian University of Science & Technology
- Erasmus Mundus
- Wilhelmsen Foundation Scholarship Program
Indonesia berada di peringkat 81 dengan skor 469, termasuk dalam kategori kemahiran bahasa Inggris yang rendah. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris agar dapat bersaing di tingkat global.
Yuk, tingkatkan kemampuan bahasa Inggrismu agar mimpi kuliah di luar negeri bisa terwujud! (Al Vici Putra Prasetya)
| Baca juga: 10 Jurusan Hits Buat Gen Z, Bikin Kuliah Jadi Lebih Menyenangkan! |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(REN)
Akui Sejumlah Kampus Luar Negeri Butuh Hasil Tes Terstandar, Ini yang Ditempuh Kemendikbudristek
Kemendikbudristek menegaskan kebijakan penghapusan UN sama sekali tidak mengubah peluang siswa SMA untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. [657] url asal
#ujian-nasional #penghapusan-un #kemendikbudristek #kampus-luar-negeri #perguruan-tinggi #anindito-aditomo #penerimaan-mahasiswa-baru
(MedCom) 26/09/24 12:10
v/15581317/
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengakui ada beberapa perguruan tinggi di luar negeri yang membutuhkan hasil tes terstandar untuk masuk kampusnya. Hal ini bisa diperoleh dari tes yang diselenggarakan untuk keperluan seleksi masuk PTN di Indonesia.“Terkait hal ini, Kemendikbudristek terus melakukan sosialisasi, termasuk melalui Atase Pendidikan di luar negeri,” kata Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, tulis Anindito seperti dikutip dari akun instagram @ninoaditomo, Kamis, 26 September 2024.
Namun secara umum, pria yang akrab disapa Nino ini menegaskan, kebijakan penghapusan Ujian Nasional sama sekali tidak akan mengubah peluang siswa sekolah menengah atas (SMA) untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Hal ini merespons isu terkini yang menyebut penghapusan UN berdampak pada penerimaan mahasiswa baru di sejumlah kampus di negara Eropa.
Nino menjelaskan masyarakat perlu membedakan antara ujian untuk kelulusan, ujian untuk seleksi, dan asesmen untuk monitoring dan evaluasi sistem. “Ketiga ujian tersebut memiliki perbedaan fungsi dan karakteristik,” terang Nino.
Menurut Nino, Kemendikbudristek menghapus Ujian Nasional sebagai ujian kelulusan. Ujian seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tetap diberlakukan bagi murid yang ingin masuk ke universitas.
Adapun Asesmen Nasional menguatkan monitoring dan evaluasi kualitas sistem sekolah dengan mengukur hasil belajar literasi, numerasi, dan karakter murid, serta berbagai indikator kualitas pembelajaran. Sebelumnya, monitoring dan evaluasi sekolah berfokus pada indikator-indikator yang belum tentu mencerminkan kualitas belajar.
“Karena Ujian Nasional adalah ujian kelulusan dan bukan ujian seleksi, dihapuskannya Ujian Nasional seharusnya tidak mengubah peluang masuk perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tegasnya.
Saat Ujian Nasional masih diberlakukan pun, kata Nino, murid lulusan Indonesia tidak bisa langsung diterima di perguruan tinggi di beberapa negara seperti Jerman. Ini terjadi karena persiapan untuk memasuki perguruan tinggi akademik di Jerman dilakukan pada kelas 13 SMA (Gymnasium), sedangkan SMA di Indonesia hanya sampai kelas 12.
Sebaliknya, setelah Ujian Nasional dihapus, terdapat perguruan tinggi seperti University of Melbourne Australia yang menyimpulkan bahwa capaian dalam Kurikulum Merdeka setara dengan capaian di kurikulum Australia. Dengan begitu, murid lulusan Kurikulum Merdeka bisa langsung mendaftar (direct entry) ke Melbourne University tanpa mengikuti persiapan pra-kuliah lagi.
Sebelumnya, dikutip dari laman www.utwente.nl/en/education/bachelor/admission/diplomas/#country-list tertulis secara gamblang, soal ketentuan penerimaan mahasiswa baru University of Twente yang berasal dari sejumlah negara.
Untuk penerimaan mahasiswa baru, University of Twente membutuhkan dokumen berbeda untuk setiap aplikasi pelamar. Pelamar dapat menemukan informasi ini dengan memilih salah satu negara yang ada di laman tersebut.
Jika negara asal pelamar tidak disebutkan, maka pelamar hanya perlu mengunggah dokumen yang diminta dalam kuesionernya. Dalam semua kasus, pelamar dapat menggunakan contoh umum tentang dokumen yang diminta.
masih dikutip dari laman yang sama, University of Twente juga memutuskan apakah seorang mahasiswa dapat diterima berdasarkan ijazah yang diperoleh atau akan diperoleh sebelum tanggal 1 September pada tahun pelamar ingin memulai gelar sarjananya. Ijazah ini harus diakui secara resmi dan diakreditasi di negara tertentu dan sertifikat/diploma harus diberikan setelah selesai.
Dalam pilihan negara Indonesia pada laman tersebut akan muncul persyaratan sebagai berikut:
- Sekolah Menengah Atas (SMA) dikombinasikan dengan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN).
- Nilai keseluruhan (untuk setiap sertifikat) harus memiliki rata-rata minimal 75%.
- Nilai akhir setiap mata pelajaran wajib pada SMA dan SKHUN minimal 75%.
- Matematika selalu menjadi mata pelajaran wajib.
- Tergantung pada program sarjana pilihan Anda, mata pelajaran fisika, kimia dan/atau biologi juga diperlukan.
| Baca juga: Kampus Tak Bisa Langsung Terima Lulusan SMA Indonesia, Kemendikbudristek Rancang Tes Seleksi Terstandar |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(CEU)
Punya Mimpi Kuliah di Luar Negeri? Wajib Pertimbangkan 5 Hal Ini
Mengetahui hal-hal ini sejak awal dapat membantu calon mahasiswa mengambil keputusan-keputusan penting dan mempersiapkan diri dengan baik. [592] url asal
#tips-kuliah-di-luar-negeri #kuliah-di-luar-negeri #kampus-luar-negeri #pendidikan-tinggi #perguruan-tinggi
(MedCom) 18/07/24 15:46
v/11197561/
Jakarta: Tren kuliah di luar negeri semakin populer di kalangan pelajar Indonesia. Menurut data dari UNESCO pada 2021, sebanyak 59.224 pelajar Indonesia menempuh pendidikan di luar negeri.Jumlah itu meningkat 21 persen dari tahun 2017. Peningkatan ini didorong oleh semakin banyaknya beasiswa yang tersedia baik dari pihak swasta atau pemerintah seperti LPDP, Beasiswa Indonesia Maju, Jardine Scholarship, Chevening, dan lain-lain.
Namun menimba ilmu di luar negeri tentu bukan hal mudah. Ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan, mulai dari biaya kuliah yang tinggi hingga persyaratan dokumen untuk mendaftar di universitas.
Mengetahui hal-hal ini sejak awal dapat membantu calon mahasiswa mengambil keputusan-keputusan penting dan mempersiapkan diri dengan baik. Melansir laman wise.com, terdapat lima hal penting yang perlu diketahui pelajar Indonesia sebelum memutuskan untuk kuliah ke luar negeri. Berikut pertimbangan yang mesti kamu buat:
5 pertimbangan lanjut kuliah di luar negeri
1. Biaya kuliah
Biaya kuliah umumnya merupakan biaya terbesar yang perlu ditanggung ketika menempuh pendidikan di luar negeri. Setiap negara memiliki standar biaya pendidikan berbeda-beda.Misalnya universitas-universitas di Amerika Serikat memiliki rata-rata biaya kuliah tertinggi dibandingkan dengan negara lainnya. Sementara itu, universitas negeri di Jerman menawarkan kuliah gratis, baik untuk mahasiswa lokal maupun internasional.
Berikut kisaran rata-rata biaya kuliah tahunan universitas negeri di beberapa negara favorit pilihan pelajar Indonesia:
- Belanda: 9,788 USD-17,000 USD
- Amerika Serikat: 45,790 USD-86,540 USD
- Australia: 20,000 USD-45,000 USD
- Inggris: 17,000 USD-43,000 USD
- Malaysia: 2,750 USD-4,950 USD
- Singapura: 22,527 USD-33,868 USD
- China: 3,300 USD-9,900 USD
- Jerman: Gratis, jika mendaftar di universitas negeri
2. Biaya hidup di negara tujuan
Selain biaya kuliah, calon mahasiswa juga perlu mengetahui rata-rata biaya hidup sehari-hari di negara tujuan seperti biaya tempat tinggal, transportasi, dan lain-lain. Meskipun kisaran biaya hidup bersifat relatif karena tergantung pada kota yang dipilih dan gaya hidup masing-masing orang.Berikut besaran biaya hidup per tahun di beberapa negara favorit pilihan pelajar Indonesia:
- Belanda: 10,307 USD – 15,461 USD
- Amerika Serikat: 18,000 USD
- Australia: 16,700 USD
- Inggris: 21,700 USD
- Malaysia: 3,830 USD
- Singapura: 13,503 USD
- China: 14,040 USD
- Jerman: 12,670 USD - 29,850 USD
3. Nilai tukar mata uang di negara tujuan
Jangan lupa pula untuk mempertimbangkan fluktuasi nilai tukar mata uang negara tujuan. Nilai tukar yang tiba-tiba melejit akan membuat membuat biaya studi di luar negeri menjadi jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan.4. Persyaratan administratif masuk universitas
Penerimaan mahasiswa internasional di universitas di luar negeri umumnya membutuhkan lebih banyak dokumen dan persyaratan. Setiap universitas memiliki persyaratan berbeda-beda.Namun biasanya memerlukan dokumen-dokumen sebagai berikut:
- Fotokopi nilai sekolah dan ijazah yang telah diterjemahkan dan dilegalisir
- Hasil tes bahasa, seperti TOEFL, IELTS, SAT, atau GMAT untuk negara berbahasa Inggris, HSK untuk negara berbahasa Mandarin, dan lainnya
- Personal statement, esai, curriculum vitae (CV), dan portofolio
- Surat rekomendasi
5. Persyaratan dan proses pengajuan visa pelajar
Setelah berhasil mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) yang menunjukkan Anda diterima di universitas yang diinginkan, mahasiswa wajib mengajukan visa pelajar negara tujuan. Pembuatan visa pelajar biasanya memerlukan durasi yang lebih lama dibanding visa turis.Selain itu, Anda mungkin diminta menyertakan Proof of Funds (PoF), dokumen resmi yang menunjukkan bahwa Anda mampu membayar biaya kuliah dan biaya hidup selama studi. Oleh karena itu, pastikan Anda mengetahui prosedur dan dokumen administratif yang diperlukan oleh masing-masing negara.
Dengan mempertimbangkan kelima hal ini, pelajar yang ingin kuliah di luar negeri dapat membuat keputusan yang lebih baik dan mempersiapkan diri dengan matang untuk mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri.
| Baca juga: Bingung Tulis Esai Beasiswa yang Menarik? Coba 4 Metode Ini |
(REN)
Lomba-Lomba Ini Bikin Peserta Clash of Champion Lolos Kampus Luar Negeri
Mereka tak cuma berprestasi di dalam negeri tapi juga di luar negeri lho. [442] url asal
#lomba-peserta-coc #prestasi-peserta-coc #peserta-coc-kampus-luar-negeri #coc #clash-of-champions
(MedCom) 18/07/24 11:35
v/11173245/
Jakarta: Kemampuan peserta Clash of Champions (CoC) yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar dan cepat kerap membuat penonton takjub dengan kecerdasan mahasiswa-mahasiswa itu. Tak heran, sebab mereka yang terpilih sebagai peserta memiliki prestasi di bidang masing-masing.Mereka tak cuma berprestasi di dalam negeri tapi juga di luar negeri lho. Deretan prestasi yang mereka dapatkan ini membuat 10 peserta CoC kini mengenyam pendidikan di luar negeri karena beasiswa.
Kamu penasaran enggak sih, lomba-lomba apa saja yang pernah diikuti peserta CoC? Berikut ini rangkaian lomba yang pernah diikuti 10 peserta CoC:
1. Sandy (National University of Singapore/NUS)
- Bronze Medal, International Mathematical Olympiad Norway 2022
- Silver Medal, OSN Matematika 2020
- Bronze Medal, OSN Matematika 2019
- Gold Medal, OSN Matematika 2018
2. Axel (National University of Singapore/NUS)
- Gold Medal, OSN Matematika 2021
- Silver Medal, Hanoi Open Mathematics Competition (HOMC) 2019
- Silver Ruler, Iranian Geometry Olympiad (IGO) 2018
- Gold Medal, OSN Matematika 2018
3. Kevin (National University of Singapore/NUS)
- Silver Medal, International Chemistry Olympiad (IChO) 2023
- Silver Medal, International Chemistry Olympiad (IChO) 2022
- Silver Medal, International Chemistry Olympiad (IChO) 2021
4. Xaviera (Korea Advanced Institute of Science & Technology/KAIST)
- Juara 1 SAP University Alliance Challenge 2022
- Juara 1 DCAMP Global Startup Match 2022
- Juara 1 Debat Internasional: PIONEERS 2071 (2021)
- KAIST Scholarship Awardee 2020
- KSA Academic Honors 2017-2019
- Penerima Beasiswa KSA of KAIST (SMA di Korea) 2017-2019
5. Chris (Nanyang Technological University/NTU)
- Juara 1 Space Team International: Mission OZ 2022
- Top 40, Cloud Innovation Application Asia Pacific 2022
6. Nando (Nanyang Technological University/NTU)
- Gold Medal, International Geography Olympiad, Hong Kong 2019
- Silver Medal, International Geography Olympiad, Canada 2018
7. Nabil (University of Oxford)
- Gold Medal, OSN Informatika 2019
- Bronze Medal, International Olympiad of Metropolises Russia 2019
- Juara 2 Information Programming and Security Competition, Telkom University
8. Kenji (University of California San Diego)
- Gold Medal, Olimpiade Zhautykov International (IZhO) 2023
- Gold Medal, OSN Matematika 2022
- Juara 1 ITB Mathematical Olympiad 2022
- Juara 3 di National Logic Competition 2022
- Bronze Medal, Indonesian National Math Competition (KSN) 2021
- Gold Medal, Ruangguru Science Competition 2021
9. Kith (Singapore University of Technology Design/SUTD)
- Bronze Medal, International Zhautykov Olympiad in Computer Science 2023
- Gold Medal, OSN Informatika 2022
- Bronze Medal, International Tuymaada Olimpiad in Informatics 2022
- Bronze Award, Singapore Mathematical Olympiad 2018
10. Nevin (Yale University)
- Qualifier, USA Mathematical Olympiad 2022
- Bronze Medal, 29th International Tuymaada Olympiad in Mathematics 2022.
Tak hanya akademik, kamu bisa berprestasi secara nonakademik, seperti riset dan inovasi, seni budaya, ataupun olahraga. Terus gali potensi bakat dan minatmu untuk menentukan jurusan yang diminati. (Theresia Vania Somawidjaja)
| Baca juga: Intip Tips Hafal 100 Lukisan Ala Xaviera Clash of Champions |
(REN)
Alumnus: Jangan Khawatir, Ijazah UT 'Jebol' hingga ke Kampus Luar Negeri
Seminar Akademik yang diselenggarakan pada Senin 15 Juli 2024 ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Wisuda UT Periode II Wilayah 1 TA 2023/2024. [755] url asal
#universitas-terbuka #ijazah-ut #kampus-luar-negeri #kampus #alumnus-ut #wisuda-ut #wisuda
(MedCom) 15/07/24 16:40
v/10862942/
Jakarta: Universitas Terbuka (UT) menggelar Seminar Akademik bertema “Ukir Masa Depan Berkualitas, Maju Mendunia Bersama UT”. Seminar Akademik yang diselenggarakan pada Senin 15 Juli 2024 ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Wisuda UT Periode II Wilayah 1 TA 2023/2024."Dalam wisuda UT kali ini dihadiri 1.800 wisudawan yang berasal dari 4 fakultas," kata Rektor UT, Ojat Darojat saat konferensi pers di Kampus UT, Senin, 15 Juli 2024.
Seminar ini dilaksanakan sebagai motivasi kepada calon wisudawan/wisudawati UT dalam menghadapi dan mempersiapkan generasi inovatif di masa depan demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ijazah UT Tembus ke Kampus Luar Negeri
Dalam Seminar Akademik ini turut menghadirkan narasumber yaitu Sri Yusriani. Sri merupakan Lulusan Terbaik Program Magister Manajemen Sumber Daya Manusia yang akan diwisuda pada Periode II Wilayah 1 TA 2023/2024.Sri pernah mengambil program magister matrikulasi di University Jagiellonian, Krakow, Polandia pada 2011-2012. Kemudian ia akan melanjutkan studi di Universiti Sains Malaysia pada September 2024.
"Jadi tenang saja ijazah yang Bapak Ibu pegang, ijazah UT itu bisa 'jebol' hingga ke kampus luar negeri," seru Sri.
Selain itu, masih dalam rangkaian acara yang sama dilaksanakan penandatanganan naskah kerja sama (Memorandum of Undertanding/MoU) dengan kedua institusi antara, Universitas Terbuka (UT) dengan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI). Dalam penandatanganan MoU ini pihak yang menandatangani adalah Rektor UT, Ojat Darojat, selaku Rektor Universitas Terbuka dan Ketua Umum IGTKI Nur Sriyati.
Nota Kesepahaman antara UT dan IGTKI melingkupi tentang Penyelenggaraan Program Strata 1 dan Strata 2 untuk Pendidikan Guru Usia Dini.
Acara dilanjutkan dengan Temu Wicara dengan pimpinan Universitas Terbuka. Sesi ini diadakan dilatarbelakangi karena karakteristik dari UT sendiri yaitu mahasiswa tidak setiap saat datang ke kampus sehingga tidak mengenal dekat para pimpinan UT secara tatap muka.

Konferensi pers wisuda UT periode Juli 2024. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
Sesi ini diawali oleh Moderator yaitu Dr. Pardamean Daulay, S.Sos., M.Si. membuka sesi tanya jawab dengan calon wisudawan/wisudawati. Pada sesi ini para wisudawan/wisudawati dapat berbagi pengalamannya selama menempuh pendidikan di UT, kesan pesan, serta kebanggaannya telah mencapai titik akhir masa studi.
Namun yang tak kalah penting dari sesi ini adalah mahasiswa dapat bertemu dan berbincang langsung dengan jajaran pimpinan UT, yang pada biasanya hanya bisa dilihat secara online saja. Dengan terselenggaranya Seminar Akademik ini menjadi sebuah momentum yang sangat monumental, tidak hanya bagi mahasiswa melainkan juga untuk UT.
Dengan melahirkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan berkarakter, menjadi penanda kuatnya komitmen dan kiprah UT dalam menyongsong generasi emas 2045 dan memajukan pendidkikan di Indonesia.
Konversi Akreditasi UT
Dalam kesempatan tersebut, Ojat juga mengatakan, UT akan segera melakukan konversi akreditas perguruan tinggi dari A menjadi unggul. "Kalau A itu versi lama yang 7 standar akan kita ubah jadi unggul," kata Ojat.Sebelumnya, Universitas Terbuka mendapatkan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) 'A' dari Badan Akreditasi Nasional - Perguruan Tinggi (BAN-PT). Peringkat akreditasi ini diraih UT pada 2 Juli 2024 setelah proses panjang yang ditempuh sebelumnya.
Setelah melewati proses asesmen, hasilnya berdasarkan No. SK: 1282/SK/BAN PT/Ak/PT/VII/2024, BAN PT menyatakan bahwa UT mendapatkan: Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dengan Peringkat A yang ditetapkan pada 02 Juli 2024.
“Alhamdulillah melalui perjuangan yang sangat panjang, kerja keras, dan komitmen dari seluruh pimpinan dan staf, pada 2 Juli 2024, UT mendapatkan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) "A" dari Badan Akreditasi Nasional - Perguruan Tinggi (BAN-PT),” kata Rektor UT, Ojat Darojat dalam siaran persnya, Kamis, 4 Juli 2024.
?
UT terus berkomitmen meningkatkan kualitas mutu dan pelayanannya. Salah satu bukti kualitas penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) UT adalah dilihat dari peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi (APT).
Peringkat APT sangat penting sebagai wujud jaminan mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakan UT dan tentunya akan menjadi salah satu pertimbangan bagi calon mahasiswa dalam memilih UT sebagai tempat kuliah. Predikat APT diukur dengan berbagai indikator antara lain kurikulum pendidikan, standar sarana dan prasarana pendidikan, sistem tata kelola akademik, kualitas SDM, hingga pencapaian tridarma perguruan tinggi.
Universitas Terbuka sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia telah memasuki usia 40 tahun berkiprah di dunia pendidikan, khususnya di Indonesia. Saat ini UT sudah memiliki 551 ribu mahasiswa dan 2 Juta lebih alumni yang tersebar di segala penjuru.
Sejak berdirinya hingga saat ini UT memiliki 4 Fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Sekolah Pascasarjana. Setiap tahunnya UT selalu menghasilkan wisudawan yang terbaik, berkualitas, dan berdaya saing tinggi.
| Baca juga: Jabat Rektor Baru ITS, Bambang Tak Pernah Bermimpi Menjadi Akademisi |
(CEU)