#30 tag 24jam
Pelni Akan Garap 30 Trayek Kapal Perintis Tahun Depan
Pelni mengasumsikan penugasan trayek kapal perintis 2025 sebanyak 30 trayek atau masih sama dengan penugasan sepanjang 2024 [223] url asal
#pelni #trayek-pelni #kapal-pelni #kemenhub #kapal-perintis #trayek-kapal-perintis
(Bisnis.Com - Ekonomi) 09/10/24 17:25
v/16207729/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni mengasumsikan penugasan trayek kapal perintis 2025 sebanyak 30 trayek atau masih sama dengan penugasan sepanjang 2024.
Sekretaris Perusahaan Pelni Evan Eryanto mengatakan untuk kapal perintis sifatnya merupakan penugasan dari Pemerintah. Jumlah trayek kapal perintis yang akan dioperasikan Pelni masih dalam pembahasan.
“Masih dalam pembahasan pemerintah, belum diketok palu. Jadi sampai saat ini kami masih mengasumsikan penugasan trayek kapal perintis 2025 masih sama dengan 2024 yaitu sebanyak 30 trayek,” kata Evan kepada Bisnis, Rabu (9/10/2024).
Pada pemberitaan Bisnis sebelumnya, Kementerian Perhubungan berencana menambah 107 trayek untuk kapal perintis sepanjang 2025. Mayoritas trayek akan berada di wilayah Indonesia bagian Timur.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Hartanto mengatakan sepanjang 2025 Pemerintah daerah mengusulkan penambahan 123 trayek untuk kapal perintis. Namun yang akan direncanakan oleh Kemenhub adalah sebanyak 107 trayek.
“Kita sudah ada rapat kapal perintis, usulan Pemda terakhir 123 trayek di 2025. Semua mempertimbangkan ketersediaan kapal perintis yang laik dan terbatas,” kata Hartanto dalam coffee morning Ditlala dan Forwahub, Selasa (8/10/2024).
Hartanto mengatakan untuk kebutuhan kapal baik yang melayani tol laut, perintis maupun ternak sampai hari ini belum maksimal. Dia juga mengklaim masih banyak perkembangan rute rute yang sangat diharapkan.
Kemudian untuk penambahan kapal perintis sendiri, pihaknya sedang merevisi Peraturan Menteri No 55 terkait dengan penugasan perusahaan lain dalam penambahan kapal.
BRI dan PELNI Hadirkan Layanan Reservasi Tiket Kapal Laut
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memiliki komitmen untuk terus meningkatkan inklusi keuangan di seluruh pelosok negeri [431] url asal
#bri #bbri #agen-brilink #kapal-pelni #tiket
(Bisnis.Com - Finansial) 30/09/24 16:57
v/15771587/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memiliki komitmen untuk terus meningkatkan inklusi keuangan di seluruh pelosok negeri. Salah satu upaya konkret yang dilakukan perseroan adalah melalui peran AgenBRILink, di mana AgenBRILink menjadi mitra strategis BRI dalam menyediakan layanan perbankan langsung kepada masyarakat, termasuk di daerah-daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) di seluruh Indonesia.
Selain memperluas jangkauan layanan, AgenBRILink juga berperan dalam meningkatkan literasi keuangan di tengah masyarakat. Sehubungan dengan tersebut, BRI memandang pentingnya memperluas peran AgenBRILink dari sekadar penyedia transaksi perbankan menjadi lifestyle micro provider dan menjadi sentra layanan ekosistem di masyarakat yang lebih menyentuh kebutuhan dan gaya hidup pelanggan di segmen mikro.
Terbaru pada Senin (23/9/2024), BRI dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau biasa disebut PELNI sepakat untuk memperkuat ekosistem layanan dengan menghadirkan fitur Reservasi dan Payment Point Tiket Kapal Laut PELNI melalui AgenBRILink di seluruh Indonesia. Keputusan ini didasarkan pada pertumbuhan yang signifikan dalam penjualan tiket kapal laut secara online, yang diproyeksikan terus meningkat hingga tahun mendatang.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Head of BRILink Business Division BRI Windriyo Aribowo dan Direktur Usaha Angkutan Penumpang PELNI Nuraini Dessy W serta disaksikan oleh Senior Executive Vice President (SEVP) Ultra Micro BRI Muhammad Candra Utama.
Kerja sama ini menjadikan AgenBRILink yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi salah satu saluran utama untuk reservasi dan pembayaran tiket kapal laut PELNI. Dengan integrasi fitur ini, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas layanan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah-daerah terpencil hingga pelosok negeri.
"Dalam membangun ekosistem BRI yang lebih luas dan inklusif, kolaborasi dengan PELNI sebagai penyedia layanan tiket kapal laut yang terkemuka merupakan langkah strategis. Kami yakin kerjasama ini akan memberikan nilai tambah bagi AgenBRILink dan masyarakat," ucap Senior Executive Vice President (SEVP) Ultra Micro BRI Muhammad Candra Utama.
Kolaborasi antara BRI dan PELNI untuk menambah fitur penjualan dan pembayaran tiket kapal laut PELNI melalui AgenBRILink diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam reservasi dan pembayaran tiket kapal laut. Dengan integrasi ini, diharapkan penggunaan layanan transportasi laut dapat lebih mudah dan efisien, memperkuat peran AgenBRILink di seluruh Indonesia sebagai pilihan utama untuk kebutuhan perjalanan dengan kapal PELNI.
Hingga akhir Agustus 2024 tercatat BRI telah memiliki lebih dari 1 juta AgenBRILink yang tersebar di lebih dari 62 ribu desa di Indonesia, atau mencakup 80% total desa di Indonesia.
“Langkah ini juga sejalan dengan komitmen BRI dalam memperluas jangkauan layanan ke seluruh pelosok Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil dan tertinggal. Diharapkan, integrasi Penjualan dan Payment Point Tiket Kapal Laut PELNI ini dapat memberikan pengalaman yang lebih baik dan efisien bagi para penumpang yang menggunakan layanan transportasi laut," pungkas Candra.
AgenBRILink, Mitra Strategis BRI Sediakan Layanan Reservasi Tiket Kapal Laut Pelni
BRI tercatat telah memiliki lebih dari 1 juta AgenBRILink yang tersebar di lebih dari 62 ribu desa di Indonesia [318] url asal
#bank-rakyat-indonesia-bri #bank-bri #bbri #bri #info-tempo #tiket-kapal-laut #tarif-tiket-kapal-pelni #tiket-kapal #tiket-kapal-laut-online #pelni #pt-pelni #pt-pelayaran-nasional-indonesia-persero
(Bisnis Tempo) 30/09/24 15:15
v/15770486/
INFO BISNIS – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI bersinergi dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menghadirkan fitur Reservasi dan Payment Point Tiket Kapal Laut Pelni melalui AgenBRILink di seluruh Indonesia. Keputusan ini didasarkan pada pertumbuhan yang signifikan dalam penjualan tiket kapal laut secara online, yang diproyeksikan terus meningkat hingga tahun mendatang.
Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Head of BRILink Business Division BRI Windriyo Aribowo dan Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni Nuraini Dessy W, serta disaksikan Senior Executive Vice President (SEVP) Ultra Micro BRI Muhammad Candra Utama pada 23 September 2024.
Adanya kerja sama ini menjadikan AgenBRILink yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi salah satu saluran utama untuk reservasi dan pembayaran tiket kapal laut Pelni. Dengan integrasi fitur ini, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas layanan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah-daerah terpencil hingga pelosok negeri.
"Kolaborasi dengan PELNI sebagai penyedia layanan tiket kapal laut yang terkemuka merupakan langkah strategis. Kami yakin kerjasama ini akan memberikan nilai tambah bagi AgenBRILink dan masyarakat," ucap Senior Executive Vice President (SEVP) Ultra Micro BRI Muhammad Candra Utama.
Kolaborasi antara BRI dan Pelni untuk menambah fitur penjualan dan pembayaran tiket kapal laut Pelni melalui AgenBRILink diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam reservasi dan pembayaran tiket kapal laut. Dengan integrasi ini, diharapkan penggunaan layanan transportasi laut dapat lebih mudah dan efisien, memperkuat peran AgenBRILink di seluruh Indonesia sebagai pilihan utama untuk kebutuhan perjalanan dengan kapal Pelni.
BRI tercatat telah memiliki lebih dari 1 juta AgenBRILink yang tersebar di lebih dari 62 ribu desa di Indonesia hingga akhir Agustus 2024. Mencakup 80 persen total desa di Indonesia.
“Langkah ini juga sejalan dengan komitmen BRI dalam memperluas jangkauan layanan ke seluruh pelosok Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil dan tertinggal. Diharapkan, integrasi Penjualan dan Payment Point Tiket Kapal Laut Pelni ini dapat memberikan pengalaman yang lebih baik dan efisien bagi para penumpang yang menggunakan layanan transportasi laut," kata Candra. (*)
Sinergi BRI dan PELNI Hadirkan Layanan Reservasi Tiket Kapal Laut
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen untuk terus meningkatkan inklusi keuangan di seluruh pelosok negeri melalui peran AgenBRILink. [415] url asal
#bnr #brandnewsroom #bri #bbri #agen-brilink #kapal-pelni #tiket
(CNN Indonesia - Ekonomi) 30/09/24 13:19
v/15767827/
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen untuk terus meningkatkan inklusi keuangan di seluruh pelosok negeri melalui peran AgenBRILink.
Sebab, AgenBRILink merupakan mitra strategis BRI dalam menyediakan layanan perbankan langsung kepada masyarakat, termasuk di daerah-daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) di seluruh Indonesia.
Selain memperluas jangkauan layanan, AgenBRILink juga berperan dalam meningkatkan literasi keuangan di tengah masyarakat.
Dengan demikian, BRI memandang pentingnya memperluas peran AgenBRILink dari sekedar penyedia transaksi perbankan menjadi lifestyle micro provider dan menjadi sentra layanan ekosistem di masyarakat yang lebih menyentuh kebutuhan dan gaya hidup pelanggan di segmen mikro.
Terbaru pada Senin (23/9), BRI dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau biasa disebut PELNI sepakat untuk memperkuat ekosistem layanan dengan menghadirkan fitur Reservasi dan Payment Point Tiket Kapal Laut PELNI melalui AgenBRILink di seluruh Indonesia.
Keputusan ini didasarkan pada pertumbuhan yang signifikan dalam penjualan tiket kapal laut secara online, yang diproyeksikan terus meningkat hingga tahun mendatang.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Head of BRILink Business Division BRI Windriyo Aribowo dan Direktur Usaha Angkutan Penumpang PELNI Nuraini Dessy W serta disaksikan oleh Senior Executive Vice President (SEVP) Ultra Micro BRI Muhammad Candra Utama.
Kerja sama ini menjadikan AgenBRILink yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi salah satu saluran utama untuk reservasi dan pembayaran tiket kapal laut PELNI.
Dengan integrasi fitur ini, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas layanan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah-daerah terpencil hingga pelosok negeri.
"Dalam membangun ekosistem BRI yang lebih luas dan inklusif, kolaborasi dengan PELNI sebagai penyedia layanan tiket kapal laut yang terkemuka merupakan langkah strategis. Kami yakin kerjasama ini akan memberikan nilai tambah bagi AgenBRILink dan masyarakat," kata Senior Executive Vice President (SEVP) Ultra Micro BRI Muhammad Candra Utama.
Kolaborasi antara BRI dan PELNI untuk menambah fitur penjualan dan pembayaran tiket kapal laut PELNI melalui AgenBRILink diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam reservasi dan pembayaran tiket kapal laut.
Dengan integrasi ini, diharapkan penggunaan layanan transportasi laut dapat lebih mudah dan efisien, memperkuat peranAgenBRILink di seluruh Indonesia sebagai pilihan utama untuk kebutuhan perjalanan dengan kapal PELNI.
Hingga akhir Agustus 2024 tercatat BRI telah memiliki lebih dari 1 juta AgenBRILink yang tersebar di lebih dari 62 ribu desa di Indonesia, atau mencakup 80% total desa di Indonesia.
"Langkah ini juga sejalan dengan komitmen BRI dalam memperluas jangkauan layanan ke seluruh pelosok Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil dan tertinggal," ujarnya.
"Diharapkan, integrasi Penjualan dan Payment Point Tiket Kapal Laut PELNI ini dapat memberikan pengalaman yang lebih baik dan efisien bagi para penumpang yang menggunakan layanan transportasi laut," katanya.
Pemindahan Dermaga Pelni ke Pelabuhan Bintang 99 Batam Ditargetkan Sebelum Nataru
Proses pemindahan dermaga kapal Pelni dari Pelabuhan Batu Ampar menuju Pelabuhan Bintang 99 sudah memasuki tahapan akhir. [289] url asal
#pelni #km-kelud #penumpang-feri #kapal-pelni #pelni-batam #pelabuhan-batu-ampar
(Bisnis.Com) 27/09/24 15:55
v/15628388/
Bisnis.com, BATAM - Proses pemindahan dermaga kapal Pelni dari Pelabuhan Batu Ampar menuju Pelabuhan Bintang 99 sudah memasuki tahapan akhir. Saat ini proses tersebut masih menunggu pengerukan terakhir di sekitar area Pelabuhan Bintang 99.
Kepala Cabang Pelni Batam Muhammad Iqbal mengatakan salah satu problem utama pemindahan dermaga memang soal pengerukan.
"Karena memang masih ada area yang perlu dikeruk. Minggu ini izinnya sudah keluar dari pusat. Jadi proses pengerukan akan dimulai Minggu depan," katanya di Batam, Jumat (27/9/2024).
Untuk saat ini, kapal Pelni yang ada di Batam yakni KM Kelud tengah melakukan docking pasca digunakan sebagai hotel terapung pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Aceh-Sumut.
Setelah kapal tersebut selesai proses docking, maka pihak Pelni akan melakukan uji coba sandar KM Kelud di Pelabuhan Bintang 99. "Target pemindahan ini yakni sebelum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Jadi di bulan November, KM Kelud sudah sepenuhnya pindah ke Pelabuhan Bintang 99," katanya lagi.
Menurut Iqbal, kepindahan dermaga Pelni ke Pelabuhan Bintang 99 banyak dinanti warga Batam, apalagi menjelang libur panjang seperti Nataru dan Lebaran.
"Proses pemindahan semuanya berjalan sesuai rencana. Pengerukan dilakukan oleh Bintang 99, dan mungkin dalam tempo tiga minggu hingga sebulan akan segera selesai. Baru setelah itu kami survei terakhir bersama sebelum uji coba sandar KM Kelud," paparnya.
Iqbal kemudian menjelaskan fasilitas Pelabuhan Bintang 99 sudah memenuhi standar yang diperlukan untuk pelabuhan penumpang. "Fasilitas terminal penumpang di Pelabuhan Bintang 99 sudah sangat lengkap. Ruang tunggu yang tinggi dan sejuk, toilet bersih, ruang laktasi, dan mushola sudah tersedia. Semua alur layanan penumpang juga telah disesuaikan dengan permintaan Pelni," ungkapnya.
Setelah itu Pelni akan segera melakukan sosialisasi kepada calon penumpang mengenai proses pemindahan ini, mulai dari akses masuk, lokasi parkir kendaraan, hingga prosedur membawa barang ke dalam kapal.(K65)
Pelni Ajukan Dispensasi Angkut Penumpang 150% dari Kapasitas Kapal
Pelni tengah mengajukan dispensasi kepada regulator untuk memperbolehkan memuat penumpang melebihi kapasitas penumpang kapal. [297] url asal
#pelni #kapal-pelni #angkutan-penyeberangan
(Bisnis.Com - Ekonomi) 02/08/24 10:17
v/12984999/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni optimistis dapat mengangkut hingga 5,5 juta penumpang kapal sampai akhir 2024 seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap moda ini.
Perseroan juga tengah mengajukan dispensasi kepada regulator untuk memperbolehkan memuat penumpang melebihi kapasitas yang ada.
Direktur Utama Pelni Tri Andayani menjelaskan, perseroan telah melayani sekitar 2,6 juta penumpang hingga semester I/2024. Pihaknya pun optimistis jumlah penumpang Pelni hingga akhir 2024 dapat melebihi realisasi pada 2023 lalu.
"Akhir 2023 kami membukukan jumlah penumpang sebanyak 5,3 juta. Saya proyeksikan di akhir tahun bisa mencapai 5,4 sampai 5,5 juta penumpang, sampai semester I/2024 sendiri jumlahnya sudah 2,6 juta orang," jelas wanita yang akrab disapa Anda ini di Jakarta pada Kamis (1/8/2024).
Anda menyebut, optimisme perseroan didukung oleh meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi kapal laut. Hal ini seiring dengan semakin pulihnya mobilitas masyarakat setelah pandemi Covid-19.
Selain itu, kenaikan jumlah penumpang pada sisa 2024 juga didukung oleh periode liburan akhir tahun. Anda optimistis jumlah penumpang kapal Pelni akan terkerek naik dengan adanya libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Untuk mengakomodasi tren pertumbuhan ini, Anda menyebut pihaknya tengah mengajukan dispensasi kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memperbolehkan perseroan memuat kapal melebihi kapasitas penumpang yang ada.
"Kami meminta ke Kementerian Perhubungan dispensasi penumpang sebesar 150% dari kapasitas penumpang kapal. Karena memang jumlah permintaan atau demand dari masyarakat saat ini sangat besar,” kata Anda.
Adapun, Anda menyebut jumlah penumpang Pelni sebelum pandemi Covid-19 sempat mencapai kisaran 5,4 juta dalam 1 tahun. Namun, angka tersebut melorot akibat pandemi yang membatasi pergerakan masyarakat.
"Sebelum masa pandemi, jumlah penumpang [Pelni] kurang lebih 5,4 juta dalam satu tahun dan kemudian menurun tajam pada 2020 dan 2021. Setelah itu, meningkat lagi seiring PPKM dibuka," katanya.
Pelni Kejar Laba Tembus Rp 250 Miliar Tahun Ini
PT Pelni (Persero) menargetkan laba bersih tahun ini bisa tembus Rp 250 miliar. [420] url asal
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 01/08/24 22:00
v/12921789/
Jakarta - PT Pelni (Persero) menargetkan laba bersih tahun ini bisa tembus Rp 250 miliar. Per semester I-2024, Pelni sudah membukukan laba bersih Rp 110 miliar.
Menurut Direktur Utama Pelni Tri Andayani target laba bersih ini jauh lebih besar dari hasil kinerja perusahaan tahun-tahun sebelumnya. Misalkan saja pada 2022 lalu yang berada di angka Rp 173 miliar dah pada 2023 lalu di angka Rp 201 miliar.
"Kinerja kami Alhamdulillah kami bukukan di angka Rp 173 miliar pada tahun 2022, meningkat lebih dari 400% dibandingkan tahun 2021 di angka Rp 40 miliar. Kemudian margin di tahun 2023 meningkat kurang lebih di 17-18% di angka Rp 201 miliar," kata Tri Andayani dalam acara talkshow Pelni di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (1/8/2024).
"Pada Semester I ini kami Alhamdulillah juga membukukan laba bersih sebesar Rp 110 miliar, harapan saya di akhir tahun ini minimal Rp 220 atau Rp 250 miliar ini dapat tercapai," ucapnya lagi.
Hingga Juni 2024 jumlah penumpang Pelni telah mencapai 2,6 juta orang. Sementara target akhir tahun ini harapannya dapat mengangkut hingga 5,5 juta orang.
Namun untuk mencapai target tersebut, ia mengatakan perusahaan akan berfokus layanan komersial. Sebab perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan hanya dari penjualan tiket penumpang saja yang besarnya sudah diatur pemerintah.
"Pendapatan dari komersial ini otomatis kami dapatkan tidak dari penumpang. Karena ketika kita bicara penumpang, maka kita akan bicara harga tiket yang sudah diatur oleh regulator (pemerintah)," terang Tri Andayani.
Lebih lanjut ia menjelaskan berbagai macam layanan komersial yang dimaksud mulai dari memberikan layanan tambahan seperti penyewaan selimut dan fasilitas tambahan lainnya yang berbayar.
Selain itu, pihaknya juga menawarkan fasilitas WiFi berbayar yang bisa dinikmati pengguna selama perjalanan. Menurutnya, hal tersebut wajar diterapkan bisnis maskapai di luar negeri.
"Nah engine profit dari Pelni ini yang terus didorong dari pendapatan dari sisi komersil. Nah tapi sisi komersial ini juga ada juga di kapal penumpang. Pengembangan bisnis selain PSO. Misalnya kami menawarkan kepada para penumpang layanan tambahan add on dengan menyediakan selimut, kemudian amenities," papar Tri Andayani.
"Kemudian ada layanan internal komersial juga yang kalau misalkan kita pernah ke luar negeri kalau di pesawat itu juga maskapai apapun itu wifinya pasti berbayar. Ini juga kami sediakan di atas kapal, kami juga menawarkan studi on board, tour on board, city tour, dan event meeting charter yg beraktivitas di atas kapal," jelasnya lagi.
Di luar itu PT Pelni juga menyediakan space tenant, termasuk iklan di dalam dan badan kapal. Dengan begitu perusahaan bisa mendapatkan untung lebih dari fasilitas kapal yang dimiliki.
(hns/hns)
Pelni Optimalkan Peran Kapal Perintis, Jangkau Wilayah 3TP di Kepri
Pelni melakukan optimalisasi kapal perintis untuk menjangkau wilayah 3TP di Kepulauan Riau. [2,230] url asal
#pelni #kapal-pelni #sabuk-nusantara
(Bisnis.Com - Ekonomi) 12/07/24 18:35
v/10548676/
Bisnis.com, JAKARTA - Suara klakson kapal terdengar dari kejauhan. Kapal Pelni, KM Sabuk Nusantara 48 pelan tapi pasti merapat ke dermaga di Pelabuhan Bintang 99, Batam, Minggu (16/6/2024) pada pukul 14.00 WIB.
Kapal ini baru saja tiba di Batam usai perjalanan panjang dari Pulau Tambelan, yang berjarak 390 kilometer dari Batam. Sabuk Nusantara 48 hanya merapat di Batam selama satu jam, karena pada pukul 15.00 WIB harus melanjutkan perjalanan lagi ke Tanjungpinang.
Sebelum kapal berangkat, puluhan calon penumpang beranjak dari tempat duduknya untuk memasuki kapal. Salah satunya karyawan swasta bernama Effendi Hasyim (25), yang akan berangkat menuju Selat Lampa di Pulau Natuna Besar, Kepulauan Riau (Kepri).
Ia mengaku mengambil cuti agar bisa berkumpul bersama dengan keluarganya di Natuna selama masa panjang libur Idul Adha. Sabuk Nusantara 48 menjadi pilihan utama, karena melambungnya harga tiket pesawat menjelang hari raya besar keagamaan.
"Meski perjalanannya lama sampai dua hari, naik Sabuk Nusantara jadi pilihan terbaik, karena tiket pesawat sangat mahal, bisa mencapai Rp 1,7 juta sekali pergi, belum lagi jalur darat. Kalau naik kapal ini, ke Selat Lampa hanya Rp 63.000," katanya.
Walaupun berada di kapal selama dua hari, Effendi mengaku tetap menikmati perjalanan. Sebelum sampai ke Selat Lampa, kapal terlebih dulu berlabuh di Pulau Tambelan dan Pulau Midai di Kepulauan Natuna.
"Perjalanannya lebih sering di laut lepas. Tapi pas sudah sampai di pulau, pemandangannya bagus. Jadi anggap saja pulang kampung sekaligus jalan-jalan," katanya sambil tersenyum.
Natuna memang terkenal dengan keindahan alamnya. Perjalanan yang panjang pun sering menjadi momen berkesan bagi para penumpang kapal buatan Indonesia tahun 2013 ini, seperti Effendi.
Penumpang yang lain, seorang guru bernama Maryati (28) sebaliknya memanfaatkan libur panjang sekolah untuk kembali ke Batam. "Saya ngajar di Natuna. Sekarang libur maka pulang ke Batam naik kapal Sabuk Nusantara ini," jelasnya.
Bukan hanya karena tiketnya murah, tapi juga mendapatkannya sangat gampang, karena bisa lewat smartphone melalui aplikasi Pelni Mobile.
Menurut dia, cara kerja Pelni Mobile mirip dengan aplikasi pencari tiket populer, seperti Traveloka, PegiPegi dan lainnya. "Tinggal masukkan kota asal dan tujuan, maka jadwal akan keluar. Lalu setelah itu, tinggal pilih tanggal kapan mau berangkat, tiket langsung tercetak secara online. Pembayarannya juga cukup mudah, bisa lewat M-Banking atau bayar di minimarket terdekat," ujarnya.
Ia merasa bersyukur dengan keberadaan Kapal Sabuk Nusantara 48, yang memudahkan mobilitas para penduduk di wilayah perbatasan Indonesia, seperti di Anambas dan Natuna.
Sebagai provinsi kepulauan, Kepri sebagian besar terdiri dari lautan dengan luas 417.012,97 km2, dan daratan dengan luas 8.201,72 km2.
Kepri terdiri dari 12 kabupaten dan kota, yang dipisahkan oleh lautan yang sangat luas. Ibukota Kepri berada di Tanjungpinang yang berlokasi di Pulau Bintan. Sedangkan pusat ekonomi sekaligus terbesar adalah Batam.
Sementara itu Kabupaten Anambas dan Kabupaten Natuna terpisah jauh dari Batam dan Tanjungpinang, dan menjadi daerah perbatasan Indonesia.
Kepulauan Anambas yang terdiri dari 255 pulau ini berada di Laut China Selatan, dan berbatasan langsung dengan perairan internasional. Luasnya mencapai 590,14 km2. Sedangkan jumlah penduduknya sebanyak 49.090 jiwa, yang bermukim di 10 kecamatan. Kota terbesar adalah Tarempa di Pulau Siantan.
Sedangkan Kepulauan Natuna, terdiri dari 159 pulau. Berlokasi di sebelah timur laut Anambas. Natuna juga berbatas langsung dengan perairan internasional. Luasnya mencapai 1.978,49 km2, dengan jumlah penduduk sebanyak 85.670 jiwa yang bermukim di 17 kecamatan. Kota terbesar adalah Ranai di Pulau Bunguran.
Mata pencaharian utama di dua daerah ini, yakni nelayan dan sektor pertanian.
Kedua kabupaten ini memiliki potensi pariwisata yang besar. Misalnya Anambas terkenal lewat Pulau Bawah, yang menyajikan pemandangan pantai berpasir putih, air laut biru, serta menjadi spot menarik untuk snorkeling. Sedangkan Natuna memiliki panorama yang tidak kalah indah, apalagi disana terdapat Taman Natuna Geopark, yang menyandang status sebagai Geopark Nasional Indonesia.
Potensi lain dari Anambas dan Natuna yakni kekayaan alamnya berupa minyak dan gas bumi, yang telah memberi banyak lapangan kerja buat masyarakat Kepri. Banyak warga dari Batam dan daerah lainnya di Kepri yang mengadu nasib di perusahaan migas yang terdapat di wilayah perbatasan tersebut, sehingga kehadiran transportasi massal seperti kapal Pelni menjadi kebutuhan utama ketika bepergian antar pulau.
Dari Batam, Kabupaten Natuna berjarak 565 km. Sedangkan Batam ke Kabupaten Anambas berjarak 282 km. Kemudian dari Anambas ke Natuna, jaraknya 305 km. Dengan jarak yang sangat jauh serta terpisah lautan, maka kehadiran kapal perintis seperti Sabuk Nusantara menjadi sangat berarti buat warga Kepri.
Kepala Dinas Perhubungan Lingkungan Hidup (Dishub-LH) Kabupaten Anambas, Abdul Kadir mengatakan wilayah Anambas yang terdiri dari 255 pulau ini memang sangat membutuhkan transportasi laut yang memadai.
"Banyak sekali orang Anambas yang bepergian ke Natuna dan sebaliknya. Ada yang untuk urusan pekerjaan, keluarga, atau berdagang," katanya Kamis (4/7/2024) melalui sambungan telepon.
Menurut Kadir, dahulu warga kepulauan tidak punya banyak pilihan terkait moda transportasi laut. Setelah kehadiran kapal perintis dari Pelni, bukan hanya membantu mobilitas antar pulau, tapi juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Daya tarik utama kapal perintis Pelni dibandingkan pesawat, yakni harganya yang terjangkau masyarakat kelas menengah ke bawah. Harga tiketnya bervariasi tergantung dari jarak yang ditempuh. Tiket yang paling murah Rp 42.000, dan yang paling mahal Rp 88.000.
"Dengan adanya kapal perintis ke daerah kami, banyak dimanfaatkan masyarakat untuk membawa barang dagangannya ke kota lain. Misal dari Anambas ke Natuna atau langsung ke Tanjungpinang," katanya lagi.
Menurut Kadir, barang dagangan yang biasa dibawa warga ke kota lain, berupa hasil tangkapan laut seperti ikan, serta barang-barang konsumsi seperti ikan salai, kerupuk, serta sayur-sayuran. "Dari Tanjungpinang juga sering ada pedagang yang menjual buah-buahan di tempat kami," ungkapnya.
Meski sudah terhubung lewat Sabuk Nusantara, Kadir menilai Anambas dan Natuna masih membutuhkan sarana transportasi laut yang baru.
Ia kemudian mengungkapkan penyebabnya. Pertama yakni waktu tunggu yang terlalu lama. Seperti yang diketahui, Sabuk Nusantara berlayar mengitari sebagian besar wilayah Kepri hingga dua minggu lamanya. Kemudian karena tingginya animo masyarakat, banyak yang tidak bisa tertampung karena terbatasnya kapasitas kapal, yang hanya bisa menampung sebanyak 200 penumpang.
"Orang Anambas banyak yang bepergian ke Natuna. Tapi ketika harus balik, malah harus mutar dulu ke Tanjungpinang, yang jaraknya sekitar 540-an km. Jadinya waktu bertambah tidak semestinya," ungkapnya.
Kadir menilai dengan bertambahnya sarana transportasi laut baru khusus untuk Anambas dan Natuna, maka akan meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
"Warga kepulauan disini banyak yang taraf ekonomi menengah ke bawah, kalau naik pesawat terlalu mahal, maka kapal sering menjadi pilihan utama karena lebih terjangkau. Mudah-mudahan kapal baru bisa masuk lagi, sehingga kami punya banyak pilihan," imbuhnya.
Ia juga menyebut potensi pariwisata di Anambas dan Natuna sangat potensial, tapi masih belum digarap secara optimal. Sehingga dengan penambahan moda transportasi laut, tentu akan menambah daya tarik dari segi aksesibilitas untuk berkunjung menikmati keindahan alam di wilayah perbatasan tersebut.
Selain Sabuk Nusantara 48, ada juga KM Sabuk Nusantara 36 dan KM Bukit Raya. Sabuk Nusantara 36 juga berkiprah melayari perairan Anambas dan Natuna hingga Sintete di Kalimantan Barat. Rutenya jauh lebih pendek karena tidak berlayar ke wilayah Batam Karimun dan Lingga.
KM Bukit Raya merupakan kapal penumpang berkapasitas 1000 pax, yang melayani rute cukup jauh, termasuk wilayah Anambas dan Natuna hingga ke Surabaya.
Satu lagi kapal Pelni yang beroperasi di wilayah Kepri yakni KM Logistik Nusantara 4. Berbeda dari tiga kapal yang disebut sebelumnya, kapal Pelni ini merupakan kapal pengangkut barang atau kapal kargo tol laut.
Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Junaidi Kapal tol laut KM Logistik Nusantara 4 ini berangkat dari pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat lalu singgah ke Bintan, Anambas dan Natuna, lalu kembali lagi ke Patimban dengan memakan waktu perjalanan sekitar 23 hari.
"KM Logistik Nusantara 4 ini bertugas mendistribusikan barang penting dan kebutuhan pokok ke daerah terpencil, terluar, dan perbatasan, khususnya di Kepri," katanya.
Menurut Junaidi, program tol laut mampu menekan biaya transportasi pengiriman barang-barang ke Kepri, sehingga harga barang menjadi lebih murah.
Selain itu, tol laut juga ikut berkontribusi menekan disparitas harga kebutuhan pokok di pulau-pulau terluar Kepri seperti Anambas dan Natuna, yang selama ini harganya relatif lebih tinggi dibanding daerah perkotaan, seperti Batam dan Tanjungpinang.
"Efek tol laut membuat harga sembako jadi lebih murah. Ini juga sejalan dengan kebijakan Bapak Presiden Jokowi untuk menekan inflasi di tengah krisis global yang tengah terjadi," ucapnya.
Kehadiran KM Logistik Nusantara 4 disambut hangat oleh para pengusaha sembako hingga agen kargo, karena dapat mempermudah mendatangkan maupun mengirimkan barang kebutuhan pokok dari satu daerah ke daerah lainnya di Kepri.
Khusus di Kepulauan Natuna, para pengusaha perikanan di daerah tersebut sering memanfaatkan kapal tol laut untuk menjual hasil tangkapan nelayan lokal ke Pulau Jawa.
Komitmen Pelni Melayani Kebutuhan Masyarakat 3TP di Kepri
Dengan karakteristik sebagai wilayah kepulauan, Provinsi Kepri secara otomatis terhubung melalui jalur laut.
Keberadaan kapal perintis milik Pelni, KM Sabuk Nusantara 48 dan KM Sabuk Nusantara 36 yang dikelola Pelni menjadi sarana transportasi penting, yang mampu menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya di wilayah perbatasan Indonesia.
Kepala Cabang Kantor Pelni Batam, Teuku Muhammad Ikbal Rama mengatakan kedua kapal tersebut memiliki rute yang menjangkau keseluruhan Kepri hingga ke Sintete di Kalimantan Barat dan Belinyu di Pulau Bangka.
Kedua kapal ini milik Kementerian Perhubungan yang diserahkan ke Pelni, agar dioperasikan di wilayah terpencil, terdepan, terbelakang dan perbatasan (3TP), seperti Kepulauan Anambas dan Kepulauan Natuna.
"Sebagai perusahaan pelayaran dan logistik maritim, Pelni berkomitmen terus melayani kebutuhan masyarakat akan transportasi laut dengan mengoptimalkan rute yang ada, tidak terkecuali untuk masyarakat di wilayah 3TP," katanya Senin (8/7/2024) di Kantor Cabang Pelni Batam, Sekupang, Batam, Kepri.
Adapun rute Kapal Sabuk Nusantara 48 terbagi atas dua rute. Rute pertama mulai dari Tanjungpinang, Karimun (Kabupaten Karimun), Moro (Kabupaten Karimun), Jagoh (Kabupaten Lingga), Pekajang (Kabupaten Lingga), Belinyu (Pulau Bangka), kembali ke Pekajang, lalu kembali ke Jagoh, dan setelah itu ke Tanjungpinang. Rute ini berlangsung selama seminggu.
Sedangkan rute kedua dilakukan setelah rute pertama usai, mulai dari Tanjunpinang, Pulau Tambelan (Kabupaten Bintan), Pulau Midai (Kabupaten Natuna), Selat Lampa (Kabupaten Natuna), Pulau Laut (Kabupaten Natuna), kembali ke Selat Lampa, Pulau Subi (Kabupaten Natuna), Pulau Serasan (Kabupaten Natuna), Sintete (Kalimantan Barat), kembali ke Tambelan, Pulau Batam (Kotamadya Batam), dan terakhir kembali ke Tanjungpinang. Rute ini pun berlangsung selama seminggu. Sehingga membutuhkan waktu dua minggu untuk kembali ke titik awal di rute pertama.
"Dimulai dari Tanjungpinang menuju Tambelan lalu memutari Kepulauan Natuna hingga ke Kalimantan Barat. Lalu setelah itu kembali ke Tanjungpinang. Rute tersebut ditempuh dalam waktu seminggu," katanya lagi.
Sedangkan rute kapal Sabuk Nusantara 36 berada di lingkup Kabupaten Kepulauan Anambas dan juga Natuna. Rute dimulai dari Tanjungpinang, Tambelan, Sintete, Pulau Serasan, Pulau Subi, Penagi (Kabupaten Natuna), Pulau Laut, Pulau Sedanau (Kabupaten Natuna), Pulau Midai (Kabupaten Natuna), Tarempa (Kabupaten Anambas), Letung (Kabupaten Anambas), dan terakhir kembali ke Tanjungpinang. Rute ini juga memakan waktu sekitar satu minggu.
Rama menjelaskan kedua kapal perintis ini sangat diandalkan masyarakat di kepulauan terpencil di perbatasan Indonesia.
"Natuna dan Anambas masuk dalam wilayah terpencil, terdepan, terbelakang dan perbatasan (3TP). Tanpa adanya dua kapal tersebut, urat nadi perekonomian di wilayah tersebut akan terganggu," ungkapnya.
Kedua kapal ini bukan hanya mengangkut penumpang, tapi juga membawa hasil bumi berupa barang konsumsi untuk masyarakat Kepri. Sebagai contoh, Kapal Sanus 48 mengangkut sekitar 25-35 ton pisang dan buah-buahan dari Sintete ke Tambelan.
Meski berada di wilayah Kabupaten Bintan, Pulau Tambelan berlokasi sangat jauh dari Pulau Bintan, jaraknya 390 kilometer. Sedangkan dari Sintete di Kalimantan Barat, jaraknya 120 kilometer.
Pulau Tambelan merupakan pulau terpencil yang hanya mengandalkan hasil dari kegiatan melaut. Untuk bahan-bahan kebutuhan pokok, penduduk pulau tersebut mengandalkan kiriman dari luar pulau.
Untuk muatan penumpang yang lebih besar, warga Kepri juga mengandalkan KM Bukit Raya, yang bisa menampung sekitar 1.000 penumpang. Adapun rute kapal ini yakni mulai dari Jakarta, Belinyu di Pulau Bangka, Kijang (Kabupaten Bintan), Letung, Tarempa, Natuna, Midai, Serasan, Pontianak, dan terakhir ke Surabaya. Waktu yang diperlukan untuk menempuh rute ini sekitar dua minggu.
Selain angkutan penumpang, Pelni punya KM Logistik Nusantara 4 yang melayani angkutan logistik. Kapal kargo tol laut ini menyediakan dua jenis kontainer, yaitu untuk muatan kering ada Dry Kontrainer dengan kapasitas muatan 20 ton/m3. Kemudian muatan beku seperti daging atau lainnya ada Reefer Kontrainer dengan kapasitas muatan 20 ton/m3.
Adapun rute trayek kapal ini bernama Trayek T-3, yang dimulai dari Tanjung Priuk (Jakarta), Patimban (Jawa Barat) Kijang (Kabupaten Bintan), Letung, Tarempa, Pulau Laut, Selat Lampa, Subi, Serasan, Midai, Kijang, kembali ke Patimban lalu terakhir kembali ke Tanjung Priuk.
Pelabuhan Patimban sendiri baru ditambahkan ke rute kapal kargo tol laut ini pada September 2022. Dari pelabuhan ini, hasil bumi dari Jawa Barat dan produk-produk daerah lainnya dapat didistribusikan ke wilayah 3TP seperti Natuna dan Anambas di Kepri.
Kapal KM Logistik Nusantara 4 berkapasitas 115 TEUs, dengan waktu tempuh kurang lebih tiga minggu.
"Tol Laut ini menjadi integrator ekonomi dan meningkatkan efisiensi pengiriman barang anta wilayah tertentu juga semakin meningkatkan pertumbuhan di banyak sektor ekonomi, ungkapnya.
Rama juga menyebut peran Kapal KM Kelud sangat besar bagi masyarakat Kepri, khususnya Batam. Kapal bertonase 14.000 GT dan berkapasitas 2.600 penumpang ini berperan besar menjaga rantai pasoka logistik di kota industri tersebut.
"Seperti yang kita ketahui, Batam mengandalkan suplai kebutuhan pokok dari luar, terutama dari Sumatera Utara. KM Kelud banyak membawa barang-barang tersebut ke Batam dari Belawan. Jumlah normalnya sekitar 15-20 kontainer, paling banyak itu 22 kontainer," ungkapnya.
Ia menjelaskan ketika KM Kelud tiba di Pelabuhan Batuampar, Batam, maka barang-barang kebutuhan pokok tersebut langsung dibongkar, untuk kemudian dikirimkan ke Pasar Tradisional Jodoh, yang merupakan pasar utama di Batam. "Banyak yang diangkut Kelud, misal bawang, cabai, tomat dan lain-lain. Kalau tidak ada Kelud, akan susah mengirimkannya," pungkasnya. (K65)
PT Pelni Rencana 26 Kapal Terpasang Wi-Fi Berbayar Tahun Ini
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menyatakan hingga Juni 2024, perusahaan telah menyediakan fasilitas Internet berbasis Wi-Fi di sepuluh kapal laut. Jaringan Internet itu masih berb [234] url asal
(Bisnis Tempo) 12/07/24 04:00
v/10486176/
TEMPO.CO, Jakarta -PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menyatakan hingga Juni 2024, perusahaan telah menyediakan fasilitas Internet berbasis Wi-Fi di sepuluh kapal laut. Jaringan Internet itu masih berbasis bayar.
"Sudah 10 kapal pakai Wi-Fi. Target kami tahun ini di triwulan tiga, semoga terpenuhi semua sampai 26 kapal. Jadi semua harus ada Wi-Fi," kata Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni, Nuraini Dessy, di kantor Tempo, Palmerah Barat, Jakarta Selatan pada Kamis, 11 Juli 2024.
Nuraini mengatakan, jaringan Internet yang tersedia di kapal bisa digunakan ribuan penumpang. Selain fasilitas Wi-Fi dari Pelni, dia mengatakan, dari PT Telkom Indonesia Tbk. juga telah memasang jaringan komunikasi 4G di beberapa kapal penumpang tersebut. "Harganya bervariasi berdasarkan kuota," ujarnya.
Sementara dari sisi kecepatan, Wi-fi berbayar yang disediakan Pelni, kata Nuraini, lebih bagus atau jaringannya lebih cepat dari yang dipasang Telkom. Awalnya, pemasangan Wi-Fi ditancapkan ke Kapal Muat Kelud. Pemasangan jaringan Internet itu baru mulai pada November 2023.
Menyusul sembilan kapal lainnya dipasang sejak Januari-Juni 2024, seperti KM Dorolonda, KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, dan KM Labobar. Adapun KM Kelud merupakan kapal penumpang berkapasitas 2000 orang.
Rute kapal Kelud dimulai dari Pelabuhan Tanjung Priok setiap pekan. Dari pelabuhan itu ia mulai berlayar pada Jumat malam menuju Tanjung Pinang, Batam, dan Belawan Medan. Kapal itu memiliki kabin kelas I, kelas II, dan ekonomi. Fasilitas lainnya restoran, kafetaria, mini gym, dan arena bermain anak-anak.
Pelni Putus Kerja 24 Petugas yang Diduga Terlibat Percaloan Tiket Kapal
Masalah percaloan masih terjadi dalam urusan jual beli tiket pelayaran di PT Pelni. Di antara 24 petugas dipecat, ada yang berasal dari Tanjung Priok [359] url asal
#pelni #kapal-pelni #calo #tiket-kapal
(Bisnis Tempo) 12/07/24 01:03
v/10491184/
TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni memberhentikan 24 pegawai pada 2024. Pemecatan itu terkait adanya pegawai yang terindikasi bekerja sama dengan calo tiket. Para calo menjual tiket kepada calon penumpang yang kehabisan karcis dengan harga lebih tinggi.
Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni, Nuraini Dessy mengatakan 24 orang yang mendapatkan sanksi pemberhentian berasal dari beberapa wilayah. Menurut Nuraini, pegawai yang diberhentikan merupakan pegawai outsourcing alias tenaga kerja yang direkrut dari pihak ketiga, dan bertugas di loket penjualan tiket.
"Kami menemukan beberapa indikasi (percaloan). Jadi ketika ada indikasi itu, kami langsung berhentikan," kata Nuraini di kantor Tempo, Jalan Palmerah Barat Nomor 8, Grogol, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juli 2024.
Nuraini menjelaskan, pegawai yang mereka pecat itu di beberapa wilayah itu salah satunya yang sempat bertugas di loket penjualan tiket di Tanjung Priok, Jakarta Utara. "Di (Indonesia) wilayah tengah juga ada, di timur juga ada. Jadi cukup tersebar gitu," kata dia.
Nuraini menjelaskan bagaimana masalah percaloan jual-beli tiket itu terjadi. Padahal Pelni juga melayani penjualan tiket sejak jauh hari sebelum jadwal keberangkatan. Dia mencontohkan, ada calon penumpang tujuan Makassar-Bau-Bau akan membeli tiket di ruas tengah, tapi habis.
Selanjutnya, penumpang tujuan Tanjung Priok-Jayapura tak bisa membeli tiket jarak jauh karena di ruas tengah kapasitas kapal telah penuh. "Itu membuat penumpang tidak bisa membeli tiket jarak jauh, dan ini bisa menjadi celah percaloan," tutur dia. Sehingga petugas loket dan calo bekerja sama menjual tiket secara ilegal.
Nuraini menjelaskan problem lain yang memicu adanya percaloan dalam jual beli tiket. Hal itu terjadi di pelabuhan yang belum steril. Problem ini menjadi kendala bagi Pelni dalam menertibkan penumpang yang tidak memiliki tiket, tapi bisa naik ke atas kapal. "Karena penjagaan belum steril," ucap dia.
Selain itu, Nuraini menjelaskan, saat ini tak ada lagi kebijakan pembelian tiket di atas kapal. Sebelumnya penumpang bisa membeli tiket di atas kapal jika calon penumpang tersebut tidak bisa memperoleh tiket di loket resmi milik Perlni.
Menurut Nuraini, di atas kapal petugas akan melakukan pemeriksaan. Jika menemukan orang menumpangi kapal tersebut atau menyusup tanpa memiliki tiket akan diturunkan di pelabuhan terdekat. "Atau kalau masih ada tiket, nanti diinfokan ke cabang berikutnya untuk pembuatan tiket," ucapnya.