JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan pertambangan asal Prancis, Eramet menargetkan bisa mencapai karbon netral pada 2050. Upaya pengurangan emisi karbon pun terus dilakukan pada setiap bisnis Eranet, tak terkecuali di Indonesia.
Sustainable and Permitting Expert Eramet Indonesia Novi Gusman mengatakan, dekarbonisasi menjadi salah satu prioritas Eramet di seluruh operasionalnya secara global.
Pada 2019-2022, Eramet secara global berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 12 persen. Penurunan emisi karbon pun ditargetkan mencapai 40 persen di 2035, hingga akhirnya mencapai karbon netral.
"Eramet menyatakan komitmennya untuk mengurangi emisi karbon sebesar 40 persen pada tahun 2035 dan mencapai karbon netral pada tahun 2050," ujar Novi dalam keterangannya, Kamis (15/8/2024).
Menurutnya, langkah Eramet melakukan dekarbonisasi dalam operasiona perusahaan sejalan dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Novi menjelaskan, dalam roadmap program corporate social responsibility (CSR) Eramet, perusahaan memfokuskan perhatian pada keberlanjutan di tiga area utama yakni people (manusia), nature (lingkungan), dan value chain (rantai nilai).
"Smart mining dan keberlanjutan adalah dua aspek yang saling melengkapi. Melalui roadmap CSR, kami berkomitmen untuk mengintegrasikan kinerja operasional dengan kontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan," kata Novi.
Adapun langkah-langkah dekarbonisasi guna mencapai target karbon netral, di antaranya dilakukan Eramet dengan mengimplementasikan teknologi inovatif melalui tim Research and Development (R&D).
Selain itu, dengan menerapkan penggunaan Integrated Remote Operation Centers (IROCs) dan drone dalam eksplorasi. Inovasi ini bertujuan untuk meminimalisir emisi karbon dan mengurangi konsumsi energi.
Perusahaan juga menerapkan prinsip pertambangan yang bertanggung jawab sesuai standar keberlanjutan bertaraf internasional, yakni International Responsible Mining Assurance (IRMA).
"IRMA mengedepankan transparansi dan akuntabilitas melalui pendekatan multi-stakeholder yang melibatkan lebih dari 100 entitas, dari perusahaan tambang hingga komunitas lokal. Proses audit yang ketat dilakukan secara self-assessment dan oleh pihakketiga," kata Novi.
JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan pertambangan asal Prancis, Eramet menargetkan bisa mencapai karbon netral pada 2050. Upaya pengurangan emisi karbon pun terus dilakukan pada setiap bisnis Eranet, tak terkecuali di Indonesia.
Sustainable and Permitting Expert Eramet Indonesia Novi Gusman mengatakan, dekarbonisasi menjadi salah satu prioritas Eramet di seluruh operasionalnya secara global.
Pada 2019-2022, Eramet secara global berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 12 persen. Penurunan emisi karbon pun ditargetkan mencapai 40 persen di 2035, hingga akhirnya mencapai karbon netral.
"Eramet menyatakan komitmennya untuk mengurangi emisi karbon sebesar 40 persen pada tahun 2035 dan mencapai karbon netral pada tahun 2050," ujar Novi dalam keterangannya, Kamis (15/8/2024).
Menurutnya, langkah Eramet melakukan dekarbonisasi dalam operasiona perusahaan sejalan dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Novi menjelaskan, dalam roadmap program corporate social responsibility (CSR) Eramet, perusahaan memfokuskan perhatian pada keberlanjutan di tiga area utama yakni people (manusia), nature (lingkungan), dan value chain (rantai nilai).
"Smart mining dan keberlanjutan adalah dua aspek yang saling melengkapi. Melalui roadmap CSR, kami berkomitmen untuk mengintegrasikan kinerja operasional dengan kontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan," kata Novi.
Adapun langkah-langkah dekarbonisasi guna mencapai target karbon netral, di antaranya dilakukan Eramet dengan mengimplementasikan teknologi inovatif melalui tim Research and Development (R&D).
Selain itu, dengan menerapkan penggunaan Integrated Remote Operation Centers (IROCs) dan drone dalam eksplorasi. Inovasi ini bertujuan untuk meminimalisir emisi karbon dan mengurangi konsumsi energi.
Perusahaan juga menerapkan prinsip pertambangan yang bertanggung jawab sesuai standar keberlanjutan bertaraf internasional, yakni International Responsible Mining Assurance (IRMA).
"IRMA mengedepankan transparansi dan akuntabilitas melalui pendekatan multi-stakeholder yang melibatkan lebih dari 100 entitas, dari perusahaan tambang hingga komunitas lokal. Proses audit yang ketat dilakukan secara self-assessment dan oleh pihakketiga," kata Novi.
JAKARTA, KOMPAS.com - Toyota mengambil banyak jalur untuk menuju karbon netral. Langkah tersebut juga akan diikuti oleh Subaru yang belum lama ini mencoba bahan bakar tersebut untuk balapan.
Dikutip dari Carbuzz.com, Rabu (31/7/2024), Subaru memakai bahan bakar sintetis pada WRX untuk mengikuti Super Taikyu Series di Jepang. Sedikit berbeda dengan Toyota yang memakai bahan bakar hidrogen pada GR Corolla.
Subaru WRX yang dijejali dengan bahan bakar sintetis ini diberi nama High Performance X Future Concept. Dapur pacunya tetap mengandalkan mesin Boxer 2.400 cc, turbo, yang juga digunakan pada versi standar.
Dok. Carbuzz.com Subaru WRX pakai bahan bakar sintetis saat mengikuti Super Taikyu Series di Jepang
Tenaga yang dihasilkan tidak berbeda jauh, yakni 294 Tk dengan torsi 400 Nm. Sayangnya, tidak dijelaskan secara detail ubahan apa yang dilakukan oleh Subaru pada sistem pembakaran WRX agar dapat menggunakan bahan bakar sintetis.
Subaru menyebutkan bahwa langkah ini masih sebatas riset. Diyakini penggunaannya nanti bukan hanya sebatas untuk balap, tapi juga untuk mobil-mobil yang diproduksi secara massal.
Dok. Carbuzz.com Subaru WRX pakai bahan bakar sintetis saat mengikuti Super Taikyu Series di Jepang
Banyak yang menyebut langkah ini sebagai strategi baru Subaru pada mobil performa tinggi dengan embel-embel STI. Namun Subaru menyebut hadirnya WRX dengan bahan bakar sintetis ini masih sebatas studi dan lebih difokuskan untuk mobil produksi massal.
Subaru juga menyebutkan bahwa uji coba penggunaan bahan bakar sintetis ini akan dijadikan acuan untuk mengembangkan generasi terbaru WRX STI.