JAKARTA, investor.id - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) menyampaikan pesan kepada presiden terpilih Prabowo Subianto soal Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Mendikbudristek) 5 tahun mendatang.
Menurut JK, Mendikbudristek haruslah orang-orang yang betul-betul paham dan mengerti soal isu dan urusan pendidikan di Indonesia, sehingga dia mengerti bagaimana untuk memajukannya.
Hal tersebut disampaikan JK di sela-sela acara peluncuran dan bedah buku 'Menegakkan Amanat Konstitusi Pendidikan' karya anggota DPR RI yang juga Wakil Ketua Komisi X periode 2019-2024, Dede Yusuf M. Effendi, di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10/2024).
Saat memberi sambutan dalam acara tersebut, JK juga mengkritik sistem pendidikan Merdeka Belajar yang dijalankan oleh Menteri Nadiem Makarim selama ini. Menurut JK, sistem Merdeka Belajar tidak bisa diterapkan secara nasional, hanya bisa diaplikasikan di kalangan terbatas.
"Ini semua sistem, saya bicara bahwa Kurikulum Merdeka itu ndak cocok secara nasional. Bisa dilaksanakan terbatas satu sekolah, dua sekolah," tandas JK.
Menurut JK, sistem reward and punishment masih sangat relevan diterapkan dalam sistem pendidikan Indonesia, apalagi dunia saat ini sangat kompetitif.
"Dunia ini dunia kompetitif maka sejak awal bersaing. Pendidikan ini reward and punishment, kalau hanya semua reward tidak akan pernah terjadi disiplin. Semua naik kelas," pungkas JK.
Sebelumnya, JK sempat mengkritik keras Mendikbudristek Nadiem Makarim karena dia menilai Nadiem Makarim tidak paham dunia pendidikan dan tak pernah berkunjung ke daerah.
Saat ditanya apakah Nadiem tidak perlu dipilih lagi oleh Prabowo, ia hanya menyebut bahwa orang yang tak paham pendidikan tak bisa memajukannya.
"Iya, sebab bagaimana memajukan kalau tidak paham," tutur JK.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News