Honda resmi meluncurkan skuter matik (skutik) Honda ADV350. Motor ini hadir dengan gaya ala motor petualang.
Honda ADV350 meluncur di pameran otomotif roda dua di EICMA, Milan, Italia. Motor ini mengadopsi desain ala Honda X-ADV dengan sudut yang kokoh dan warna blok yang mempromosikan tampilan off-road.
Gaya petualang memamerkan bagian depan ADV350 yang unik. Garpu terbalik (upside-down) berdiameter 37 mm dan shock breaker belakang dengan tabung telah direvisi untuk menghadirkan performa bantingan suspensi yang premium.
25YM Honda ADV350 Foto: Dok. Honda
Roda depan berukuran 15 inci dan belakang 14 inci. Velg yang ringan dibalut ban tubeless dengan ukuran 120/70-15 di depan dan 140/70-14 di belakang. Ban berpola ala motor dual purpose memungkinkan ADV350 memiliki cengkeraman yang cukup baik di semua kondisi. Untuk pengereman, ada rem cakram tunggal 256mm di depan dipadukan cakram belakang 240mm.
25YM Honda ADV350 Foto: Dok. Honda
Kepraktisan tidak dilupakan, ada ruang untuk dua helm full-face di bawah jok (sekarang dengan lampu internal), soket USB di glovebox dan kenyamanan pengoperasian Smart Key. Windshield bisa diatur ketinggiannya dengan empat tahap penyesuaian. Layar TFT lima inci yang baru mengintegrasikan konektivitas smartphone Honda RoadSync dengan sakelar kontrol empat arah yang intuitif.
25YM Honda ADV350 Foto: Dok. Honda
Honda ADV350 ditenagai mesin SOHC empat katup Smart Power+ (eSP+) 330cc yang disempurnakan. Mesin itu diklaim menghasilkan performa yang kuat sekaligus ramah lingkungan.
Daya puncaknya mencapai 21,5 kW @ 7.500 rpm diimbangi dengan torsi 31,5 Nm @ 5.250 rpm. Diameter dan langkah ditetapkan pada 77 mm x 70,8 mm, dengan rasio kompresi 10,5:1.
Rocker arm tipe rol dan bak mesin tertutup memberikan keandalan jangka panjang bersama dengan kinerja yang kuat. Untuk meningkatkan pendinginan piston, ada oil jet seperti yang digunakan pada CRF450R, untuk menyemprotkan oli langsung ke bagian belakang piston, memajukan waktu pengapian dan meningkatkan kinerja pembakaran. Kapasitas olinya adalah 1,8 liter.
25YM Honda ADV350 Foto: Dok. Honda
Pengaturan ECU telah diperbarui, bersama dengan struktur internal knalpot (serta penutup luar pelindungnya) baru, katalisator yang ditingkatkan, dan sensor O2 ditambahkan untuk memastikan motor lebih ramah lingkungan. Konsumsi bahan bakarnya diklaim mencapai 28,6 km/liter (mode WMTC). Dengan kapasitas tangki bahan bakar 11,7 L, motor ini bisa menjangkau jarak hingga lebih dari 330 km.
Keamanan disediakan dalam bentuk Honda Selectable Torque Control (HSTC) dan Emergency Stop Signals.
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Memasuki semester II tahun 2024, bisnis sepeda mengalami perlambatan yang signifikan.
Pelemahan ekonomi yang dialami oleh masyarakat berdampak langsung pada penurunan penjualan sepeda di berbagai kalangan pedagang.
Salah satu pedagang sepeda di Pasar Rumput, Jakarta, Mila (42), menyatakan bahwa penurunan omzetnya sangat terasa dalam beberapa bulan terakhir.
"Saat Pandemi Covid-19, penjualan bisa meningkat hingga 100%. Sekarang jauh di bawah itu, bahkan sedikit lebih rendah dibandingkan masa sebelum pandemi," ujar Mila kepada Kontan, Jumat (27/9).
Mila menjelaskan bahwa turunnya minat masyarakat, khususnya anak-anak, untuk bersepeda, keterbatasan ruang publik untuk aktivitas bersepeda, serta melemahnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama yang mempengaruhi penurunan penjualan.
Ia mengenang bahwa pada masa puncak animo masyarakat terhadap sepeda selama pandemi Covid-19, dirinya mampu meraih omset hingga lebih dari Rp 100 juta per bulan. Namun, saat ini omset tersebut merosot drastis menjadi hanya sekitar Rp 40 juta-Rp 50 juta per bulan.
Senada dengan Mila, Suwarno, pedagang sepeda lainnya, mengungkapkan bahwa saat pandemi, bisnis sepeda tumbuh pesat akibat tingginya permintaan, meskipun pada waktu itu produksi dari pabrik berkurang.
"Permintaan saat itu tinggi, tapi produksi dari pabrik menurun, sehingga pasaran menjadi ramai," jelas Suwarno.
Baik Mila maupun Suwarno berharap pemerintah dapat segera mengambil kebijakan yang tepat untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga sektor bisnis, termasuk penjualan sepeda, dapat kembali pulih.