REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puasa Asyura merupakan puasa sunah yang hanya ada di bulan Muharram, tepatnya pada tanggal 10 muharram. Meski bukan ibadah wajib, tetapi puasa asyura ini memiliki keistimewaan bagi umat Islam yang mengerjakannya.
Menurut Ustadz Adi Hidayat (UAH), keistimewaan puasa asyura terletak pada keutamaanya yang bisa menghapuskan dosa setahun silam. Maka dari itu, kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.
“Nabi saw menegaskan, bahwa puasa asyura ini yang bertepatan dengan 10 Muharram memiliki satu keistimewaan, yakni bisa menguburkan dosa setahun yang lalu,” kata ustadz Adi Hidayat dikutip dari akun Youtube pribadinya, Adi Hidayat Official, beberapa waktu lalu.
Para ulama mengkonfirmasi bahwa dosa yang dimaksudkan adalah dosa-dosa kecil bukan dosa-dosa besar. Karena untuk menghapus dosa besar kata UAH, harus melakukan sholat taubat yang bersungguh-sungguh dengan mengikuti berbagai perangkat dan berbagai tatacara yang ditetapkan oleh syariat.
“Namun demikian (hanya menghapus dosa kecil) ini menjadi hadiah yang sangat besar (karena) hanya terjadi sekali dalam satu tahun, puasa asyuro 10 Muharram menggugurkan dosa-dosa kecil setahun yang telah berlalu,” ujar UAH.
Menurut pria yang juga kerap disapa UAH ini, ciri-ciri orang yang berhasil menunaikan puasa asyura adalah orang yang bisa menghadirkan perbedaan sebelum puasa dengan setelah puasa. Misalnya terhindarnya dia dari kebiasaan-kebiasaan yang bisa melahirkan dosa-dosa kecil dari perilakunya, sehingga dengan itu terjaga dia dalam kebaikan.
“Selamat menunaikan ibadah puasa asyuro 10 Muharram esok hari, hukum puasa ini sunnah bukan wajib, namun demikian ia menghadirkan pesan dan kesan yang mendalam, semoga Allah memberikan taufik dan kekuatan untuk bisa konsisten menunaikan syariat yang diberikan Allah melalui Nabi Muhammad saw sampai kita menghadap kepada Allah,” ujar UAH.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin mengatakan hendaknya peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1446 Hijriah menjadi momen untuk menghijrahkan diri kepada keadaan yang lebih baik.
"Dalam kita memperingati Tahun Baru Hijriah, menurut saya yang penting itu mengambil maknanya, salah satu yang menurut saya penting karena hijrah itu pindahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah," kata Wapres dipantau secara daring dari kanal YouTube Sekretariat Wapres, Ahad (14/7/2024).
Hal itu disampaikan Wapres dalam sambutannya saat menghadiri Gebyar Muharam 1446 H Kecamatan Kresek dan Penandatanganan Prasasti Kresek Kampung Santri di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten.
"Maka hendaknya momen peringatan 1 Hijriah itu kita upayakan untuk menghijrahkan diri kepada keadaan yang lebih baik, meng-upgrade diri," lanjut Wapres.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa hijrah mengandung dua makna, yakni hijrah hissiyah dan hijrah ma'nawiyyah.Wapres mengatakan hijrah hissiyah itu merupakan hijrah secara fisik, yang artinya pindah dari satu tempat ke tempat lain yang lebih baik.
"Ketika tempat itu tidak baik maka kita disuruh pindah, bumi Allah ini luas hijrah lah kalau di satu tempat itu kita tidak bisa melaksanakan tugas-tugas menjalankan agama dengan baik hijrah," ujar Wapres.
Sementara hijrah ma'nawiyyah, kata Wapres, merupakan hijrah perilaku seperti cara berpikir hingga cara bertindak."Yang lebih umum lagi yang hijrah ma'nawiyyah dalam arti hijrah perilaku. Menghijrahkan cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak. Berpikir, bersikap, dan bertindak hijrah ke mana? Hijrah kepada apa yang dituntunkan oleh Allah SWT," ucap Wapres.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Islam telah memasuki Muharram 1446 H. Inilah salah satu bulan haram atau bulan yang istimewa menurut ajaran Islam.
Ada berbagai amalan sunah yang dapat dikerjakan selama bulan Muharram. Di antaranya adalah berpuasa pada hari Asyura yakni pada 10 Muharram.
Berdasarkan versi pemerintah RI dan perhitungan Persyarikatan Muhammadiyah, tanggal 10 Muharram 1446 H bertepatan dengan 16 Juli 2024. Adapun menurut Nahdlatul Ulama (NU), puasa Asyura 10 Muharram 1446 H dilaksanakan pada 17 Juli 2024.
Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW menyatakan keistimewaan puasa Asyura. Amalan ini, menurut Rasulullah SAW, dapat menghapuskan dosa-dosa pengamalnya pada tahun lalu. "Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat" (HR Muslim).
Wajarlah bilaumat Islam berbondong-bondong melaksanakan puasa di bulan Muharram ini. Namun, bagaimana bila seseorang masih memiliki utang puasa Ramadhan lalu. Kasus ini biasanya menjadi mafhum bagi wanita yang mungkin harus meninggalkan puasa wajib karena mengalami haid, hamil, menyusui, atau melahirkan.
Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam ceramahnya mengatakan, siapapun boleh melakukan puasa Asyura, termasuk bagi wanita yang masih punya utang puasa Ramadhan. Yang membedakan adalah niatnya.
“Niatnya qadha (puasa Ramadhan) saja jangan niat sunah karena kalau niat sunah, qadha tidak dapat. Namun, kalau niat qadha, maka otomatis pahala puasa sunahnya dapat,” ujar UAS dikutip Republika dari akun Youtube Pojok Solusi.
Niat seperti ini, menurut UAS, juga berlaku ketika kita ingin mengganti (qadha) puasa Ramadhan berbarengan dengan puasa sunah Senin-Kamis. Alhasil, qadha puasa lunas dan pahala puasa sunah Senin-Kamis pun didapatkan.
“Begitu juga dengan puasa sunah di bulan Muharram tanggal 9, 10, dan 11, niatnya qadha. Nawaitu sauma qadhain, saya berniat puasa qadha mengganti puasa Ramadhan yang kemarin, apakah karena haid atau karena menyusui anak, karena mengandung anak, atau karena nifas (melahirkan) maka cara yang efektif adalah sekali dayung tiga pulau terlampaui,” ujar UAS menjelaskan.
Alumnus al-Azhar Mesir ini menambahkan, pengetahuan tentang fikih wanita ini bukan saja hendaknya diketahui oleh kaum wanita. Para laki-laki pun harus mempelajarinya. Sebab, mereka mungkin memiliki istri, anak perempuan, adik perempuan, atau kakak perempuan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia, Mahfud MD, memberikan ceramah dalam puncak Gebyar Hijriah di Masjid Istiqlal, Ahad (7/7/2024).
Dalam ceramahnya, Mahfud mengajak segenap umat Islam menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah sebagai momentum kontemplasi menebalkan nasionalisme untuk lebih mencintai Tanah Air.
"Untuk umat Islam Indonesia, mari jadikan 1 Muharram ini sebagai kontemplasi membangun nasionalisme, rasa cinta dan merawat serta membela Indonesia sebagai sebuah negara merdeka yang berketuhanan dan berkeadilan, melalui persatuan atas seluruh puak-puak dan suku-sukunya yang multikultural," kata Mahfud dalam keterangannya pada Ahad (7/7/2024) .
Mahfud menggunakan makna peradaban dengan istilah masyarakat sipil yang di dunia barat sering disebut civil society atau dalam literatur Islam disebut masyarakat madani.
Mahfud menerangkan umumnya masyarakat berkeadaban setidaknya memiliki keajegan pengelolaan dan keteraturan dalam tiga hal.
Mulai adanya sistem pemerintahan, adanya sistem perekonomian yang berkeadilan dan adanya pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Namun, Mahfud mengingatkan, bagi kaum Muslimin bicara peradaban Islam mudah memulainya.
"Yakni, mulai hijrahnya Nabi yang kemudian membentuk Negara Madinah atau Kota Madinah, berperadaban, sebagai pengganti Kota Yatsrib yang sebelumnya belum melakukan penataan terhadap peradabannya," ujar Menkopolhukam 2019-2024 itu.
Ia menilai, Madinah memenuhi syarat-syarat adanya negara menurut Montevedio Convention 1933 yaitu ada rakyat, wilayah dan pemerintahan. Bahkan, syarat-syarat itu sudah mampu dipenuhi sebelum dijadikan syarat resmi diakuinya sebuah negara.
Mahfud melihat Negara Madinah yang sukmanya dibangun dari Piagam Madinah juga memenuhi ciri utama bangunnya peradaban. Pertama, Madinah sudah ada sistem pemerintahan dengan pemerintahannya dikendalikan langsung Nabi Muhammad SAW.
Kedua, sistem perekonomian yang bersendikan keadilan dan ketiga pemajuan iptek. Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 itu menerangkan, pemerintahan dari Negara Madinah sendiri sudah terangkum sangat jelas dalam Piagam Madinah.
"Dia kosmopolit, ada keadilan di antara manusia, tidak ada diskriminasi, toleransi atau yang dalam bahasa sekarang kita sering memakai istilah wasathiyah, dan semua itu dilakukan dalam rangka menjaga maqashid al syari'ah," kata Mahfud.
Madinah mengembangkan sistem ekonomi Islam dengan prinsip keadilan ekonomi antar manusia, saling menguntungkan, tidak boleh berpusat pada orang-orang kaya, ada pemerataan. Selain itu, tidak boleh ada pemerasan dan tidak boleh ada riba.
Untuk iptek, ia menekankan, memang wajib dilakukan orang yang beriman, orang yang berilmu karena orang yang rasikh ilmunya tentu imannya kuat. Karenanya, muncul orang-orang seperti Alfarahidi yang pertama kali membuat kamus yaitu Qamus Al'Ain.
Dalam bidang hukum lahir fiqh dan usul fiqh, lahir pula ilmu astronomi Umar Khyyam, bidang kedokteran ada Avicena dan Averroed, dalam bidang filsafat ada Alghozali dan matematika ada Alkawarizmi. Bahkan, ilmu-ilmu itu masih begitu berdampak hari ini.
Maka itu, Mahfud mengajak umat menggunakan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah sebagai kontemplasi membangun nasionalisme. Menurut Mahfud, itu akan menjadi modal yang penting mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Di sinilah kita membangun Indonesia dengan wawasan wasathiyah seperti difatwakan oleh para ulama dna ormas-ormas Islam yang besar seperti NU, Muhammadiyah, Nahdlatul Wathon, Al Washliyah, yang juga sudah bergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI)," ujar Anggota DPR RI periode 2004-2008 tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), Geribaldi Thohir bersyukur kepada Allah SWT karena malam ini bisa berkumpul bersama-sama di Masjid At-Thohir di tengah acara International Hijriah Food Festival. International Hijriah Food Festival digelar dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1446 Hijriah oleh PT Khazanah Al-Wahda Kreatif didukung oleh KIKT.
"Event ini (International Hijriah Food Festival) akan kami lakukan di empat kota, di Depok, Tangerang, Solo dan Surabaya," kata Boy Thohir di Masjid At-Thohir, Ahad (7/7/2024) malam.
Boy Thohir menyampaikan terimakasih kepada masyarakat, rekan dan sahabat yang menghadiri International Hijriah Food Festival. Boy Thohir juga mengundang beberapa rekan dan sahabat yang non-Muslim, karena ingin memperlihatkan Islam yang modern, Islam yang toleran, Islam yang Rahmatan lil'amin.
"Saya ingin menunjukkan sesuatu yang baru sehingga anak-anak kita bisa melihat Islam Indonesia itu bisa menjadi contoh," ujar Boy Thohir.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengunjungi International Hijriah Food Festival di Masjid At-Thohir, Depok, Ahad (7/7/2024) malam.
Setelah Erick berkeliling melihat bazaar dengan berbagai makanan internasional di International Hijriah Food Festival. Erick mengatakan, tahun baru Hijriah kadang-kadang tidak dijadikan sesuatu yang prioritas. Seharusnya tahun baru Hijriah tidak kalah dengan tahun baru Masehi yang sering masyarakat lakukan.
"Saya sejak dulu waktu memimpin sebuah media, saya melakukan kolaborasi peringatan tahun Hijriah waktu itu (menghadirkan) Slank dengan Hadad Alwi," kata Erick kepada Republika di area Masjid At-Thohir, Ahad (7/7/2024) malam.
Menurut Menteri BUMN tersebut, sekarang perayaan tahun baru Hijriah sudah mulai bergulir. Seperti sekarang diselenggarakan International Hijriah Food Festival di sekitar Masjid At-Thohir.
REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menghiasi Ka'bah suci dengan kiswah atau penutup baru, Ahad (7/7/2024). Penggantian kiswah baru dilakukan sesuai tradisi tahunan menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriyah
Dilansir di Saudi Gazette, Ahad, penggantian tersebut dilakukan oleh tim yang terdiri dari 159 pengrajin dari Kompleks Raja Abdulaziz Kiswah Ka'bah Suci.
Tim yang disebar di bagian samping dan atap Ka'bah sesuai dengan spesialisasinya, memulai dengan membongkar kiswah lama dan memasang yang baru, kemudian memasangnya di sudut-sudut dan atap Ka'bah.
Kiswah tersebut memiliki berat 1.350 kilogram dan tinggi 14 meter. Kiswah terdiri dari empat sisi terpisah dan tirai pintu. Masing-masing sisi secara individual diangkat ke puncak Ka'bah sebagai persiapan untuk membuka lipatannya di atas penutup lama.
Sisi-sisinya dipasang di bagian atas dengan cara diikat, dan ujung lainnya diturunkan setelah tali Kiswah tua dilepas. Sisi-sisi baru digerakkan ke atas dan ke bawah secara terus menerus, dilanjutkan dengan menurunkan kiswah lama dari bawah dan membiarkan sisi-sisi baru tetap pada tempatnya.
Proses ini diulangi untuk masing-masing sisi hingga kiswah selesai dipasang. Terakhir, sabuk disejajarkan dalam garis lurus di keempat sisinya dan dijahit pada tempatnya.
Setelah semua sisinya diikat, sudut-sudutnya dijahit dari atas kiswah ke bawah. Setelah ini selesai, tirai dipasang, yang membutuhkan waktu dan ketelitian.
Kiswah dibuat dengan sekitar 1.000 kilogram sutra mentah, diwarnai hitam di dalam kompleksnya, 120 kilogram benang emas, dan 100 kilogram benang perak. Sabuk Kiswah terdiri dari 16 buah, beserta tujuh buah di bawah ikat pinggang.
Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah Suci mempekerjakan sekitar 200 pengrajin dan administrator, semuanya warga negara yang terlatih, berkualifikasi, dan terspesialisasi.
Kompleks ini mencakup departemen pencelupan, tenun otomatis dan tangan, percetakan, pembuatan ikat pinggang, penyepuhan, menjahit, dan perakitan Kiswah. Ini menampung mesin jahit terbesar di dunia dalam hal panjangnya, berukuran 16 meter, dan beroperasi dengan sistem komputerisasi.
Selain itu, terdapat departemen pendukung seperti laboratorium, pelayanan administrasi, pengendalian mutu, hubungan masyarakat, pelayanan kesehatan pekerja, dan keselamatan kerja.
REPUBLIKA.CO.ID, BANJAR -- Sebanyak 4.000 santri dan santriwati dari berbagai lembaga pendidikan Al Quran di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, mengikuti Pawai Hijriah 1 Muharram menyambut Tahun Baru Islam 1446 Hijriah.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PPK) Kabupaten Banjar Nurgita Tiyas melepas peserta pawai yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Banjar di Alun-alun Ratu Zalecha Martapura, Ahad.
"Kami bersyukur sekaligus bangga melihat banyaknya santri dan santriwati yang mengikuti pawai apalagi mereka sangat bersemangat menyemarakkan peringatan tahun baru Islam," ujar Nurgita.
Menurut istri Bupati Banjar Saidi Mansyur itu, Pemkab Banjar sangat mendukung kegiatan Islami yang bertujuan menumbuhkan suasana religius sesuai julukan Kabupaten Banjar sebagai "Serambi Mekkah".
Nurgita berharap kegiatan Islami lainnya diikuti lebih banyak peserta sehingga memantapkan ciri khas Kabupaten Banjar sebagai daerah yang agamis dan religius.
"Harapan kami, ke depan Pawai 1 Muharram diikuti lebih banyak peserta agar lebih terlihat semaraknya sehingga daerah yang agamis dan religius dapat semakin melekat disandang Kabupaten Banjar," ujarnya.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar Irwan Jaya mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia dan Tempat Pendidikan Al Quran se- Kabupaten Banjar untuk menggelar kegiatan religius tersebut.
"Jumlah peserta pawai sebanyak 150 kafilah dengan total peserta 4.000 santri dan santriwati termasuk 500 pendamping serta orang tua yang ikut hadir di lokasi kegiatan," katanya.
Kepala Seksi Kesenian Bidang Kebudayaan Disbudporapar Banjar Ina Wangsih menambahkan, persiapan acara dilakukan dua pekan sebelum pelaksanaan hingga berjalan dengan sukses dan lancar.
"Persiapan sekitar dua minggu karena sesuai kegiatan dalam bentuk pawai yang melibatkan orang banyak dan tercatat sekitar 4.000 santri TP Al Quran Al Banjari dan BKPRMI Kabupaten Banjar," tuturnya.
Menurut Ina, pihaknya sebelum penyelenggaraan kegiatan sudah berkoordinasi dengan TP Al Banjari maupun BKPRMI sehingga dapat memeriahkan peringatan tahun baru Islam yang didukung Pemkab Banjar.
"Panitia menyiapkan sebanyak 150 piala untuk penghargaan selain uang pembinaan bagi peserta yang menjadi juara dengan beberapa kategori sehingga mereka semakin bersemangat," katanya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari Asyura akan jatuh pada 10 Muharam atau 16 Juli 2024. Pada hari itu, menurut Ibn al-Mibrad. Rasulullah SAW menganjurkan untuk berpuasa.
Meskipun sunah, keutamaannya tak boleh dilupakan. Abu Huraira menukil sebuah riwayat tentang keistimewaan puasa Asyura. Abu Huraira mengatakan, puasa yang lebih utama setelah Ramadhan ialah puasa pada Muharam. Sementara itu, shalat yang lebih utama derajatnya setelah shalat wajib ialah shalat Tahajud.
Imam Nawawi menjelaskan, mengapa Rasul lebih tampak berpuasa Sya'ban dibandingkan Muharam. Menurutnya, bisa jadi ini karena beberapa faktor, misalnya, keutamaan puasa Muharam itu terungkap pada akhir hayatnya hingga ia belum sempat berpuasa atau karena ada uzur seperti bepergian ataupun sakit.
Ada banyak keutamaan berpuasa Muharam. Riwayat Abu Qatadah al-Anshari menyebut, puasa Asyura menutupi dosa tahun yang lalu. Dosa yang dimaksud itu, menurut Imam Nawawi, adalah dosa kecil dan bukan dosa besar. Keutamaan lain, seperti dijelaskan oleh Ibnu Abbas. Ia mengatakan bahwa tidaklah Rasulullah berpuasa dan mencari keutamaannya atas hari-hari yang lain, kecuali puasa pada hari ini (Asyura). Dan, tentunya, berpuasa Asyura adalah bentuk mengikuti sunah Nabi Musa AS atas rasa syukur telah diselamatkan Allah dari kejaran tentara Firaun.
Tradisi berpuasa Asyura ini pun dijalankan dengan baik di kalangan sahabat dan anak-anak mereka. Ar-Rabi' bin Afra' mengatakan, Rasulullah mengutus utusan pada pagi hari Asyura di desa-desa Anshar sekitar Madinah. Rasul menyerukan agar siapa yang telah berpuasa agar melanjutkannya dan barang siapa yang belum berniat puasa saat itu segera meniatkan diri dan ikut berpuasa.
Sejak itu, para sahabat selalu berpuasa Asyura dan mengajarkan anak mereka. Anak-anak tersebut diajak ke masjid dan memberikan mainan. Bila mereka menangis, mainan itu diberikan kepada anak-anak tersebut hingga datang waktu berbuka.
Aisyah mengisahkan, seperti diriwayatkan Bukhari Muslim, Hari Asyura adalah hari ke-10 dari Muharam. Pada hari ini, konon suku Quraisy telah berpuasa. Demikian juga Rasulullah pada masa jahiliyah. Ini berlangsung hingga Rasul pindah ke Madinah.
Karena itu, puasa Asyura pada masa pertama setelah hijrah masih berlaku wajib. Ini seperti tertuang di hadis Salamah bin al-Akwa'. Status wajib ini beralih, setelah perintah puasa Ramadhan turun pada tahun kedua Hijriyah. Dengan demikian, kewajiban Ramadhan telah menghapus kewajiban puasa Asyura yang hanya dihukumi sunah.
Bahkan, Ibn al-Mibrad menyebutkan fakta mencengangkan bahwa tak hanya umat manusia yang berpuasa pada 10 Muharam, binatang pun turut berpuasa 10 Muharam. Suatu ketika, Khalifah Dinasti Abbasiyah, al-Qadir Billah, terheran dengan semut yang enggan memakan roti pemberiannya. Tiap hari, kebiasaan itu ia lakukan. Tapi, entah mengapa, pada siang hari itu, roti-roti yang ia berikan masih utuh. Ia pun lantas menanyakan kejadian aneh itu kepada para penasihatnya.
Mereka menjawab, alasan semut tidak menyantap roti tersebut lantaran hari itu adalah 10 Muharam. Kisah yang sama juga pernah dicermati oleh seorang alim, Fath bin Syukhruf. "Roti yang tiap hari aku berikan kepada semut tidak mereka makan ketika 10 Muharam," katanya.
Reporter: Adi Wikanto, Nur Afitria Cika | Editor: Adi Wikanto
Selamat Tahun Baru Islam 1446 H-KONTAN.CO.ID - Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H kepada pengikut Nahdlatul Ulama (NU). Silakan dipilih kumpulan ucapan dan link download Twibbon Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H untuk dikirimkan ke warga NU.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan tahun baru Islam 1 Muharram 1446 H bertepatan dengan tanggal 8 Juli 2024. Penetapan tahun baru Islam 1446 H ini berbeda dengan keputusan pemerintah dan organisasi keagamaan Muhammadiyah yakni pada Minggu 7 Juli 2024.
Penetapan tahun baru Islam 1 Muharram 1446 H pada 8 Juli 2024 ini disampaikan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU). Dilansir dari NU Online LF PBNU menyatakan awal bulan Muharram 1446 H bertepatan dengan Senin Legi 8 Juli 2024 M (mulai malam Senin) atas dasar istikmal (bulan sebelumnya digenapkan 30 hari).
Hal itu tertuang dalam Pengumuman Nomor : 045l6/LF–PBNU/VII/2024 yang dikeluarkan pada Ahad (6/7/2024). Keputusan didasarkan pada hasil istikmal, bahwa tidak ada yang melaporkan melihat hilal 1 Muharram 1446 H pada Sabtu, 29 Dzulhijjah 1445 H bertepatan 6 Juli 2024 M.
"Telah dilaporkan penyelenggaraan rukyatul hilal pada Sabtu Wage, 29 Dzulhijjah 1445 H / 6 Juli 2024 M. Laporan lokasi yang menyelenggarakan rukyatul hilal pada saat ini terlampir. Semua lokasi tidak melihat hilal," tulis pengumuman itu.
LF PBNU seluruh jajaran Lembaga Falakiyah PWNU dan PCNU se-Indonesia untuk menyampaikan ikhbar ini. "Diharapkan bertindak aktif untuk menyebarluaskan pengumuman awal bulan Muharram 1446 H ini kepada warga Nahdlatul Ulama, khususnya jajaran pengurus di wilayah/cabangnya masing-masing," lanjut pengumuman tersebut.
Sebagai informasi, hilal akhir Dzulhijjah 1445 H atau bertepatan dengan Sabtu Wage, Juli 2024 M adalah 4 derajat 10 menit 04 detik dengan elongasi 7 derajat 43 menit 48 detik dan lama hilal di atas ufuk 20 menit 25 detik. Sementara ijtima (konjungsi) terjadi pada Sabtu Wage 6 Juli 2024 M pukul 05:56:58 WIB.
Sementara itu, letak hilal berada pada 27 derajat 33 menit 14 detik utara titik barat dengan kedudukannya pada 4 derajat 54 menit 33 detik utara Matahari dan keadaannya miring ke utara. Letak Matahari sendiri saat terbenam pada 22 derajat 38 menit 41 detik utara titik barat.
Hal ini berdasarkan markaz Jakarta Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat (koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT). Penghitungan ini dilakukan dengan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.
Adapun parameter hilal terkecil itu terdapat di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan. Ketinggian hilal di sana mencapai 2 derajat 56 menit dan elongasi hilal hakiki 6 derajat 54 menit, serta lama hilal di atas ufuk 14 menit 42 detik.
Sementara tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Lhoknga, Provinsi Aceh. Ketinggian hilal di sana mencapai 5 derajat 33 menit, elongasi hilal hakiki 8 derajat 09 menit, dan lama hilal di atas ufuk 25 menit 46 detik. Data di atas menunjukkan hilal sudah berada di atas ufuk dan sudah memenuhi kriteria imkanur rukyah (Kecuali Merauke). Pasalnya, tinggi hilal sudah melebih 3 derajat dan elongasi sudah lebih dari 6,4 derajat.
Ucapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H
Dikutip dari Kompas.com, berikut daftar berikut kumpulan ucapan selamat tahun baru Islam 1 Muharram 1446 H atau tahun 2024:
Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1446 H! Semoga tahun ini menjadi tahun yang penuh berkah.
Selamat Tahun Baru Islam 2024 1 Muharram 1446 H untuk semua saudaraku Muslim di seluruh Indonesia!
Selamat Tahun Baru Islam 2024 1 Muharram 1446 H! Jadikanlah tahun baru Hijriah ini sebagai momen untuk bermuhasabah atas apa yang telah kita lakukan di tahun sebelumnya. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita. Aamiin.
Selamat Tahun Baru Islam 2024 1 Muharram 1446 H untuk semua Muslim di dunia. Semoga tahun baru ini membawa banyak kedamaian, kemakmuran, dan kebahagiaan bagi kita semua. Aamiin.
Selamat Tahun Baru Islam 1446 Hijriah 1 Muharram 1446 H. Semoga kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat untuk umat manusia. Kullu am wa antum bikhair.
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H 1 Muharram 1446 H. Semoga semakin bertambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.
Selamat Tahun Baru Islam 2024! Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua.
Selamat Tahun Baru Islam 1446 H 1 Muharram 1446 H. Mari lebih semangat untuk hijrah di tahun baru Islam ini. Buang semua kebiasaan dan perilaku buruk agar kehidupan kita senantiasa berada di jalan-Nya.
Tahun Hijriah mulai berganti, mari sambut Muharam dengan sepenuh hati. Saatnya kita mengintrospeksi diri, agar ke depannya lebih baik lagi. Selamat tahun baru Hijriah 1446 Hijriah.
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H 1 Muharram 1446 H. Mari rayakan pergantian tahun Hijriah ini dengan saling memaafkan kesalahan satu sama lain. Dunia yang dipenuhi fatamorgana, menipu diri dengan keindahan surga. Waktu berlalu tanpa terasa, kini hadir hari yang kita damba.
Selamat tahun baru Hijriah untuk sahabat tercinta! Selamat Tahun Baru Islam 2024. Inilah saatnya kita untuk berbenah dan menyiapkan diri untuk menyambut tahun baru.
Selamat Tahun Baru Islam 1446 Hijriah. Semoga tahun ini menjadi tahun yang penuh berkah dan bertabur banyak kebaikan.
Selamat merayakan tahun baru 1446 H! Semoga di tahun ini Allah SWT selalu memberikan kesehatan, umur panjang, rezeki dan kemudahan dalam hidup kita.
Mari sambut tahun baru Hijriah dengan berhijrah dari kegelapan menuju cahaya Islami, dari kekufuran menuju keimanan. Selamat 1 Muharram 1446 H.
Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah yang ada di langit dan di bumi. Selamat tahun baru Islam 2024 untuk Anda dan keluarga.
Selamat Tahun Baru Islam 2024! Mari kita berdoa agar tahun ini dipenuhi dengan kedamaian, kebahagiaan, dan kelimpahan rezeki. Manusia tempatnya salah, tapi Allah SWT selalu memberi kesempatan untuk menjadi lebih baik lagi setiap harinya.
Selamat tahun baru Islam 1446 H. Mari menjadi lebih baik di tahun ini!
Mari tinggalkan masa lalu dan sambut hari yang lebih baik di masa depan. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H!
Selamat Tahun Baru Islam 2024. Mari manfaatkan momen tahun baru Hijriah ini untuk melakukan kebaikan.
Semoga keberkahan menyertai jalan kita ke depannya! Puji dan syukur kepada Allah pemilik semua yang ada di langit dan di bumi. Selamat tahun baru Islam 1 Muharam 1446 H!
Selamat tahun baru Islam 1446 H. Semoga makin bertambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, damai selalu NKRI.
Pada 1 Muharam 1446 H ini, semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, kekayaan, kedamaian dan kebahagiaan! Selamat tahun baru Islam 1 Muharram 1446 H.
Puji dan syukur kepada Allah yang memiliki langit dan bumi. Semoga kamu dan keluarga mendapat tahun baru yang penuh kedamaian, kebahagiaan, dan kelimpahan. Selamat tahun baru Islam 1446 H.
Semoga Allah merahmatimu sepanjang tahun baru. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1446 H!
Saat tahun baru Islam dimulai, marilah kita berdoa semoga tahun ini menjadi tahun yang penuh kedamaian, dan kebahagiaan. Semoga Allah memberkatimu di tahun baru 1446 H ini.
Semoga Allah melimpahkan cinta, keberanian, kebijaksanaan, kepuasan, kesehatan, kesabaran, dan kebersihan padamu. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H.
Selamat Tahun Baru Islam 2024 untuk semua. Semoga tahun baru ini membawa banyak kedamaian, kemakmuran, dan kebahagiaan bagi dunia.
Semoga Allah melindungi kita semua. Aamiin. Muharram Mubarak! Semoga rahmat Allah SWT senantiasa tercurahkan untuk kita semua. Selamat tahun baru Islam!
Selamat Tahun Baru Islam 2024. Semoga di tahun baru, kita juga memiliki harapan baru yang lebih cerah. Semoga kebahagiaan selalu hadir di dalam hidup kita.
Di tahun baru Islam ini, semoga kita bisa meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Muharram Mubarak!
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446. Inilah saatnya untuk merenung, memperbaiki diri, dan bangkit dengan penuh semangat. Muharram Mubarak!
Semoga di tahun baru 1446 Hijriah ini membawa kedamaian dan semakin mendekatkan kita kepada sang pencipta.
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H. Mari kita bercermin untuk refleksi diri atas segala perbuatan yang kita lakukan di tahun-tahun sebelumnya. Semoga Allah SWT memberi ampunan kepada kita semua. Aaamiin.
Mari sambut Tahun Baru Islam 1446 H dengan penuh suka cita. Semoga keberuntungan selalu menyertai kita di segala kondisi.
Tahun baru Islam adalah momen untuk meningkatkan iman dan takwa kita agar bisa terus berproses menjadi lebih baik lain. Selamat Tahun Baru Islam 2024!
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H. Mari buka tahun baru ini dengan memaafkan semua kesalahan orang-orang yang menyakiti hati kita.
Semoga kita selalu diberikan hati yang kuat dan lapang. Selamat tahun baru Islam 1446 H.
Di Tahun Baru Islam 1446 H ini, semoga kita bisa menjadi insan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Selamat tahun baru Islam 1446 H
Di tahun baru ini semoga Allah SWT memberikan berkah, rahmat, hidayah, dan kemakmuran untuk kita semua. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H.
Semoga harapan yang belum dapat kita wujudkan di tahun sebelumnya bisa tercapai tahun ini. Aamiin. Selamat tahun baru Islam 1446 H
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT karena masih memberikan kesempatan untuk menyambut Tahun Baru Islam 1446 H.
Semoga kita panjang umur dan sehat selalu. Selamat Tahun Baru Islam 1446 H untuk semua saudara seimanku di seluruh Indonesia.
Semoga tahun ini semakin baik dari tahun sebelumnya. Selamat tahun baru Islam 1446 H
Mari tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada sang pencipta. Semoga kita mendapatkan keberkahan hidup. Selamat Tahun Baru Islam 2024!
Tahun Hijriah telah berganti, mari tingkatkan keimanan kita agar mendapatkan rahmat dan berkah dari Allah SWT. Selamat tahun baru Islam 1446 H
Tahun baru Hijriah telah datang. Semoga Allah SWT memberikan kebahagiaan untuk kita dan keluarga kita. Dengan tulus, kami ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H. Semoga diberikan umur panjang!
Twibbon tahun baru Islam 1446 H
Ada beragam twibbon Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H yang cocok untuk dijadikan foto profil. Anda juga dapat menggunakan twibbon Tahun Baru Islam 1 Muharram dan membagikannya di media sosial.
Berikut ini twibbon Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H.
1. Klik Lihat Semua dan cari kampanye yang Anda ingin dukung serta bingkai foto yang Anda ingin gunakan. Anda juga bisa mengetik satu atau dua kata kunci di kolom pencarian yang berkaitan dengan kampanye yang Anda ingin dukung.
2. Setelah klik Lihat Semua, Anda juga bisa membuat proses pencarian kampanye lebih mudah dengan menggunakan “Urutkan Berdasarkan”.
3. Pilih kampanye yang Anda ingin dukung.
4. Pilih desain bingkai yang ingin digunakan.
5. Klik Pilih Foto/Video.
6. Sesuaikan foto / video pada bagian transparan bingkai foto. Anda bisa klik dan geser kursor pada foto ke berbagai arah. Anda juga bisa mencubit layar Anda untuk memperbesar atau memperkecil foto/video Anda. Anda juga bisa memutar foto/video Anda menggunakan panah putar di bagian kiri dan kanan bingkai foto.
7. Setelah puas dengan posisi foto / video Anda, pilih Selanjutnya.
8. Unduh foto kampanye Anda dan pilih selesai.
Jadi itulah kumpulan twibbon Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H untuk warga NU.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pada Ahad (7/7/2024), umat Islam memperingati tahun baru Hijriah yang bertepatan dengan 1 Muharram 1446 H (versi Kementerian Agama RI). Penanggalan Hijriyah yang dikenal oleh kaum Muslimin saat ini merupakan produk politik pada zaman Sayidina Umar bin Khattab Radhyalahu anhu menjabat khalifah. Umar termotivasi ingin membuat penanggalan Islam untuk kelancaran sistem kenegaraan ketika itu.
Dalam sejarahnya, penentuan awal tahun Hijriyah dan penentuan bulan pertama di tahun Hijriyah diwarnai perdebatan. Ustaz Ahmad Zarkasih Lc dalam buku Muharram Bukan Bulan Hijrahnya Nabi terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan sejarahnya.
Dikisahkan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, setelah dua tahun setengah menjabat sebagai khalifah tepatnya pada tahun ke-17 Hijriyah, Sayidina Umar mendapat kiriman surat dari salah satu gubernurnya, yaitu Abu Musa al Asy'ari yang mengadu bahwa dia kebingungan. Sebab banyak surat dari Sayidina Umar yang datang ke beliau tapi tidak ada tanggalnya.
Dalam rak gubernur terdapat banyak surat yang membuat Abu Musa al Asy'ari bingung untuk menentukan surat mana yang baru dan mana surat yang lama, mana perintah terbaru dan mana perintah sudah usang. Karena itu, dia menyarankan kepada Sayidina Umar untuk membuat sebuah penanggalan agar tidak terjadi lagi kebingungan di antara gubernur-gubernurnya.
Mendapat aduan tersebut, akhirnya Sayydina Umar memanggil semua staf dan orang pentingnya untuk berdiskusi merumuskan dan memformulasikan sebuah penanggalan agar tidak lagi ada yang kebingungan. Selain itu, penanggalan pastinya akan sangat membantu kinerja para staf dan gubernur serta masyarakat luas.
Surat yang dikirimkan oleh Abu Musa al Asy'ariy terbukti bisa mengambil perhatian para pejabat istana. Akhirnya mereka berkumpul di hadapan khalifah untuk membahas persoalan kalender ini. Mereka juga bersepakat dengan usulan gubernur untuk membuat kalender.
Perdebatan Penentuan Awal Tahun Hijriyah
Setelah berdiskusi, mereka sepakat harus memiliki standarisasi penanggalan demi kemaslahatan. Meski demikian, mereka masih berselisih dalam menentukan kapan tahun pertama itu dimulai dalam penanggalan mereka.
Ada yang mengusulkan tahun pertama dimulai pada Tahun Gajah, yakni tahun Nabi Muhammad SAW lahir. Ada juga yang mengusulkan di tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW. Ada banyak yang mengusulkan di tahun Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul saat wahyu pertama turun. Selain itu, ada yang mengusulkan pada tahun hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah.
Dari empat opsi ini, akhirnya Sayidina Umar memutuskan untuk memulai tahun Hijriyah pada tahun hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah atas usulan dan rekomendasi Sayidina Utsman dan Ali bin Abi Thalib.
Umar tidak memilih tahun kelahiran dan tahun diangkatnya Nabi menjadi Rasul. Karena memang ketika itu juga mereka masih berselisih tentang waktu kapan tepatnya Nabi lahir dan kapan wahyu pertama turun.
Mengenai usulan agar dimulai pada tahun wafatnya Nabi, Sayidina Umar menolak menjadikannya permulaan tahun karena di tahun tersebut banyak kesedihan. Akhirnya, Umar memilih tahun hijrahnya Nabi. Selain karena jelasnya waktu tersebut, hijrah juga dianggap menjadi pembeda antara yang haqq dan yang bathil ketika itu.
Hijrah Nabi juga menjadi tonggak awal kejayaan umat Islam setelah sebelumnya hanya berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Karena itulah kalender ini dinamakan kalender Hijriyah. Sebab yang menjadi acuan awalnya ialah hijrahnya Nabi Muhammad SAW.
Padahal orang-orang terdahulu menamakannya at-Taqwim al-Qamari (Kalender Bulan). Dinamakan Qamar (bulan) karena hitungan harinya berdasarkan putaran bulan, dan itu yang dilakukan oleh para bangsa Arab sejak ratusan dekade.
Setelah mereka sepakat untuk menggunakan momentum hijrah Nabi sebagai awal penanggalan, para sahabat kemudian berdiskusi mana bulan yang akan dipakai. Ada yang mengusulkan untuk menggunakan Rabiul Awal mengingat momentum tersebut merupakan tanggal dimana Nabi memulai hijrah dari Makkah.
Meski demikian, Umar memilih Muharram sebagai bulan untuk hijrah. Menurut Umar, hijrah terjadi setelah adanya ba'iat para sahabat pada akhir bulan Dzulhijjah. Semangat itu yang mengantar kaum Muslimin untuk berhijrah. Sementara, bulan setelah Dzulhijjah adalah bulan Muharram. Setelah bermusyawarah, para sahabat pun menyepakati usulan Umar dan para sahabat lainnya tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Habib Nabiel Al-Musawwa menyampaikan tausiyah dalam Tabligh Akbar bertema MUI Menyapa Umat: Harmoni Ulama, Umara dengan Umat Menuju Indonesia Maju di Masjid Al-Ittihad, Cibubur, Ahad (7/7/2024).
Pengasuh Majelis Rasulullah menyampaikan, Nabi Muhammad SAW dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim menyampaikan tentang ciri-ciri orang Islam.
Habib Nabiel menjelaskan, jadi yang namanya orang Islam itu bukan yang dalam KTP-nya beragama Islam."Tapi orang Islam itu adalah yang orang lain selamat dari lisannya, omongannya, caci makinya, ghibahnya, kebohongannya, fitnahnya, tangannya, kekuasaannya, kezalimannya dan lain sebagainya," kata Habib Nabiel di Masjid Al-Ittihad, Cibubur, Jakarta, Ahad (7/7/2024).
Ia mengatakan, Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan terkait hijrah. Habib Nabiel menjelaskan, yang namanya orang hijrah itu bukan saja orang Islam yang hijrah dari Makkah ke Madinah di masa Rasulullah SAW. "Yang namanya orang hijrah adalah orang yang pergi dari dari semua yang dilarang oleh Allah SWT," kata Habib Nabiel.
Habib Nabiel menerangkan, hijrah itu ada dua makna. Pertama, hijrah dari satu tempat ke tempat yang lain. Kedua, hijrah dari satu kondisi ke kondisi yang lain. Kata para ulama, ada tiga langkah atau tiga cara supaya bisa hijrah maknawi. Satu langkah di antaranya adalah memahami hakikat dari dosa.
Habib Nabiel mengungkapkan, kata Baginda Rasulullah SAW, orang Islam itu adalah orang yang kalau melihat dosa itu seperti gunung yang akan menimpa dirinya. Sementara orang munafik itu melihat dosa itu seperti lalat yang hinggap di hidungnya. "Jadi nomor satu harus tahu hakikat dosa itu apa," ujar Habib Nabiel.
Banginda Nabi Muhammad SAW menyebutkan, kalau seorang hamba itu berdosa, maka dikasih satu titik hitam di hatinya. Kalau dia segera tobat dan istighfar kepada Allah SWT, maka dihapus satu titik hitam itu. Kalau dia tidak segera tobat dan tidak segera istighfar, tambah lagi dosa yang lain maka bertambah lagi titik hitamnya.
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. (QS Al-Muthaffifin Ayat 14)
Habib Nabiel menjelaskan, kalau sudah titik-titik hitam itu menutup hati, maka tidak bisa khusyuk kalau sholat, tidak menangis kalau membaca Alquran, dan tidak bisa khusyuk kalau zikir. Karena dosanya sudah menutup hatinya.
"Bapak ibu sekalian jangan remehkan dosa kecil, Al-Imam Al-Ghazali di dalam kitabnya menyampaikan, salah satu sebab dosa kecil jadi dosa besar adalah dosa kecil yang dianggap kecil oleh pelakunya," kata Habib Nabiel.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebagian Muslim di Indonesia mentradisikan untuk menyantuni anak yatim pada 10 Muharram (hari Asyura). Bahkan, ada yang menyebut, tanggal 10 Muharram sebagai Lebaran Yatim.
Istilah yatim berasal dari saduran bahasa Arab, yang artinya adalah seorang anak dalam usia belum baligh telah ditinggal wafat oleh ayahnya. Sedangkan piatu adalah seorang anak yang belum baligh telah ditinggal oleh ibunya. Anak yatim piatu adalah gabungan dari keduanya, yakni seorang anak dalam usia yang belum balig telah ditinggal kedua orang tuanya.
Anak yatim dan piatu sudah selayaknya untuk mendapatkan perlakuan yang istimewa. Mereka dididik dan dinafkahi secara tidak lengkap. Islam pun mengatur kedudukan mereka. Terdapat juga anjuran tentang anak yatim yang tertulis di Alquran. Bahkan Rasulullah pun pernah bersabda Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di Surga seperti ini.” Diiringi sebuah isyarat acungan jari telunjuk dan jari tengah yang berhimpitan. (HR. Bukhari)
Sejatinya adakah dalil sahih terkait tradisi menyantuni anak yatim pada 10 Muharram? Bagaimana pula hukumnya?
Anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Wawan Gunawan Abdul Wahid mengungkapkan, dia tidak pernah menemukan hadits terkait menyantuni anak yatim pada 10 Muharram.
"(Apabila) merujuk hadis Nabi itu, ada peristiwa perayaan orang-orang Yahudi di Madinah itu tanda kemenangan Yahudi, Nabi Musa diselamatkan dari pengejaran Fir’aun. (Sementara) Nabi bersabda, ‘Kita merayakan yang berbeda dengan mereka pada 9-10 (Muharram) berpuasa'," kata Wawan kepada Republika, beberapa waktu lalu.
Abu Musa RA berkata, "Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan mereka menjadikannya sebagai hari raya. Maka, Rasulullah SAW bersabda, ‘Puasalah kalian pada hari itu’.” (HR Bukhari).
Berdasarkan hadis Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan lafaz sebagaimana telah disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam al-Huda dan al-Majd Ibnu Taimiyyah dalam al-Muntaqa 2/2, "Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan setelahnya.”
Wawan menekankan, santunan pada bulan apa pun bagus saja, lantas mengapa dikhususkan pada 10 Muharram? “Mengapa tidak dikhususkan menjelang Idul Fitri supaya orang-orang miskin bisa berlebaran juga? Mengapa tidak pada 10 Dzulhijah supaya orang-orang miskin bisa merayakannya juga? Semua itu dirujukkan kepada dalil. Saya belum menemukannya, wallahu a'lam," ujar Wawan.
Sementara itu, Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU KH Mahbub Maafi mengatakan, menyantuni anak yatim pada 10 Muharram merupakan hal yang baik. Terlebih, pahala yang didapatkan pada bulan Muharram dua kali lipat dibandingkan waktu yang lain.
"Memang ada hadis, tapi statusnya dhaif, tapi maknanya baik menurut saya. Tradisi itu menurut saya baik, pada Asyura baik momentumnya memiliki kepedulian kepada anak yatim, tapi memberi bisa kapan saja," ujar Mahbub.
Adapun sebuah hadis yang menjadi sandaran menyantuni anak yatim pada 10 Muharram, yakni “Siapa yang mengusapkan tangannya pada kepala anak yatim pada hari Asyura (10 Muharram), Allah akan mengangkat derajatnya, dengan setiap helai rambut yang diusap satu derajat.”
Namun, menurut Mahbub, hadits tersebut statusnya palsu. Hal yang jelas, anak yatim butuh perhatian dan bukan saat Asyura saja. Bulan-bulan lain tidak masalah.
“Namun, pada Asyura ini mengingatkan kita yang selama ini tidak memikirkan anak yatim. Jadi, Muharram momentum saja, momentum mengingatkan orang-orang agar peduli. Namun, ini bukan nggak bisa dilakukan. Ini sesuatu yang baik. Apa yang salah dari menyantuni?”