#30 tag 24jam
Pemimpin Kesehatan di India Bawa NIM Hindi ke Aplikasi LLM
Di antara organisasi terkemuka tersebut adalah Institut Teknologi India Madras (IIT Madras). [1,023] url asal
#nvidia #india #artificial-intelligence #nvidia-nim #llm
(MedCom) 06/11/24 22:16
v/17606587/
Jakarta: Organisasi ilmu hayati dan perawatan kesehatan di seluruh India menggunakan AI generatif untuk membangun aplikasi yang dapat memberikan dampak penyelamatan jiwa — di dalam negeri dan di seluruh dunia.Di antara organisasi terkemuka tersebut adalah Institut Teknologi India Madras (IIT Madras) dan Institut Teknologi Informasi Indraprastha Delhi (IIIT-Delhi), perusahaan ilmu hayati cerdas Innoplexus dan penyedia platform diagnostik medis yang dipimpin AI 5C Network.
Inti dari pekerjaan mereka adalah layanan mikro NVIDIA NIM, termasuk layanan mikro Nemotron-4-Mini-Hindi 4B baru untuk membangun aplikasi AI berdaulat dan model bahasa besar (LLM) dalam bahasa Hindi.
Model Nemotron-4 Hindi memberikan akurasi tertinggi di seluruh tolok ukur dalam 2 miliar hingga 8 miliar kategori ukuran model untuk bahasa Hindi.
Dengan pasar perawatan kesehatan India yang diproyeksikan tumbuh dari sekitar USD180 miliar tahun lalu menjadi USD320 miliar pada tahun 2028, model AI baru memiliki potensi untuk secara dramatis meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi perawatan kesehatan.
Untuk bersiap menghadapi permintaan yang terus meningkat — dan untuk membantu lebih banyak pasien lebih cepat — pemerintah India berinvestasi secara signifikan dalam membangun model AI dasar yang dirancang dan dikembangkan di dalam negeri, termasuk untuk perawatan kesehatan, melalui inisiatif seperti Misi IndiaAI.
Anggota ekosistem perawatan kesehatan India memimpin dengan memajukan penelitian ilmu saraf, memerangi resistensi antibiotik, mempercepat penemuan obat, mengotomatiskan analisis pemindaian diagnostik, dan banyak lagi — semuanya dengan bantuan AI.
IIT Madras Memajukan Penelitian Ilmu Saraf Dengan AI
IIT Madras Brain Centre memajukan penelitian ilmu saraf dengan mencitrakan seluruh otak manusia pada tingkat sel di berbagai usia dan penyakit otak, dan menggunakan AI untuk menganalisis kumpulan data primer berukuran petabyte yang luas ini.
Pekerjaan ini membuka jalan baru untuk memahami struktur dan fungsi otak, serta bagaimana mereka berubah dalam kondisi penyakit, mempercepat penelitian yang dapat mengarah pada penemuan yang menyelamatkan nyawa.
Untuk membuat informasi tentang otak lebih mudah diakses oleh siswa dan peneliti STEM, pusat ini sedang mengembangkan chatbot AI — menggunakan layanan mikro Nemotron-4 Hindi NIM — yang dapat menjawab pertanyaan terkait ilmu saraf dalam bahasa Hindi.
Ini dibangun di atas kerangka kerja eksplorasi pengetahuan bertenaga AI NVIDIA yang ada di pusat tersebut, yang disebut Neuro Voyager.
Dikembangkan menggunakan model jawaban pertanyaan visual dan LLM, Neuro Voyager memungkinkan peneliti mengirimkan pertanyaan yang terkait dengan gambar otak dan memberikan jawaban yang sangat akurat menggunakan pengambilan informasi multimodal.
IIT Madras mengembangkan Neuro Voyager menggunakan data dunia nyata dari publikasi penelitian dan data sintetis. Dengan menggunakan NeMo Retriever, kumpulan layanan mikro NIM untuk pengambilan informasi, tim mencapai peningkatan akurasi sebesar 30% melalui penyempurnaan model penyematan dan penyempurnaan kerangka kerja lebih lanjut.
Untuk bagian pembuatan jawaban alat, para peneliti mengetuk layanan mikro Llama 3.1 70B NIM, yang berjalan pada sistem NVIDIA DGX, yang mempercepat inferensi LLM 4x dibandingkan dengan model asli.
Sebuah kelompok penelitian di IIIT-Delhi menggunakan model Nemotron-4 Hindi untuk mengumpulkan pola resep antibiotik dalam bahasa lokal, termasuk bahasa Hindi.
Resistensi antimikroba — di antara ancaman terbesar dunia terhadap kesehatan global — terjadi ketika bakteri, virus, jamur, dan parasit berubah dari waktu ke waktu, tidak lagi merespons pengobatan dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit, penyakit parah, dan kematian.
Para peneliti IIIT-Delhi memprediksi bahwa penata layanan antimikroba yang dipandu AI akan menjadi komponen kunci untuk mencegah puluhan juta kematian yang dapat disebabkan oleh resistensi antimikroba antara tahun 2025 dan 2050.
Integrasi data bertenaga AI dan alat analitik prediktif para peneliti, AMRSense, meningkatkan akurasi dan mempercepat waktu untuk mendapatkan wawasan tentang resistensi antimikroba. Didukung oleh pemrosesan bahasa alami berbasis platform NeMo, AMRSense dirancang untuk digunakan di lingkungan rumah sakit dan komunitas.
Solusi kolaboratif antara IIIT-Delhi dan konsorsium lembaga penelitian lainnya menempati posisi kedua dari lebih dari 300 entri dalam Trinity Challenge, sebuah kompetisi yang menyerukan solusi berbasis data untuk membantu mengatasi ancaman kesehatan global.
IIIT-Delhi juga menggunakan sistem NVIDIA DGX untuk membangun model fondasi yang dapat lebih mengasah alur kerjanya.
Rangkaian alat pencitraan medis Bionic 5C Network yang berbasis di Bengaluru dan Coimbatore, berdasarkan visi komputer dan LLM, membantu mengubah pelaporan radiologi dengan membaca, mendeteksi, dan menganalisis pemindaian medis dan menghasilkan catatan medis komprehensif yang memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk mendukung dokter dalam pengambilan keputusan.
Digunakan di seluruh kelompok rumah sakit terbesar di India dan beberapa rumah sakit tenda, Bionic mendeteksi patologi dalam pemindaian, seperti lesi paru-paru pada sinar-X atau massa otak dalam MRI. Kemudian memberikan pengukuran rinci kelainan, seperti ukuran, volume atau kepadatan lesi untuk menilai tingkat keparahan penyakit dan perencanaan pengobatan. Terakhir, Bionic mengkompilasi data menjadi laporan yang jelas dan dapat ditindaklanjuti dengan langkah selanjutnya yang disarankan, seperti pengujian lebih lanjut atau rujukan spesialis.
Bionic dikembangkan menggunakan kerangka kerja MONAI sumber terbuka, ekosistem antarmuka pemrograman aplikasi NVIDIA TensorRT untuk inferensi pembelajaran mendalam berkinerja tinggi, dan platform NeMo untuk AI generatif khusus.
Dengan menggunakan layanan mikro Nemotron-4 Hindi NIM, 5C Network sekarang meningkatkan aplikasi kliennya, yang memungkinkan pasien untuk mengajukan pertanyaan tentang laporan radiologi dan menerima tanggapan yang cepat dan akurat dalam bahasa Hindi yang disederhanakan.
Innoplexus, anggota program NVIDIA Inception untuk startup mutakhir, telah membangun platform ilmu hayati bertenaga AI untuk penemuan obat yang didukung oleh NVIDIA NIM, termasuk layanan mikro AlphaFold2 NIM.
Interaksi protein-protein (PPI) sangat penting untuk mekanisme patogen dan fisiologis yang memicu timbulnya dan perkembangan penyakit. Ini berarti memahami PPI dapat membantu memfasilitasi strategi diagnostik dan terapeutik yang efektif.
Innoplexus melakukan prediksi PPI skala besar hingga 500x lebih cepat daripada metode tradisional. Platform perusahaan dapat menganalisis 200 juta interaksi protein hanya dalam hitungan detik, memanfaatkan akselerasi GPU NVIDIA H100 Tensor Core.
Dengan menggunakan layanan mikro NVIDIA NIM, Innoplexus menghasilkan data pasien sintetis untuk meningkatkan model AI-nya dan melakukan skrining virtual 5,8 juta molekul kecil dalam waktu kurang dari delapan jam — 10x lebih cepat daripada tanpa NIM.
Plus, layanan mikro membantu Innoplexus mengidentifikasi obat yang paling efektif dan teraman dalam satu set agen terapeutik tertentu dengan akurasi 90%.
Dengan menggunakan model Nemotron-4 Hindi yang baru, Innoplexus sedang mengembangkan alat yang memungkinkan pengguna dengan mudah mengakses dan memahami informasi tentang Ayurveda, sistem pengobatan tradisional asli India, berdasarkan konten Hindi dari repositori utama.
Aplikasi Innoplexus LLM lainnya, yang dibangun dengan model Hindi baru, menjelaskan detail tentang resep pengguna dan laporan medis - berdasarkan fotonya - dalam istilah yang mudah dipahami.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)
Masa Depan Cerah Saham BBNI, Analis Rekomendasi Beli
Kinerja BNI di periode Januari-September 2024 sudah sesuai ekspektasi. Akankah harga saham segera mengikuti? [85] url asal
#bank-negara-indonesia #bni #bbni #perbankan #big-banks #bank-bumn #bumn #deposito #kredit #debitur #kreditur #pinjaman #nim #loan #bank
(Bisnis.Com - Market) 29/10/24 16:23
v/17156708/
Bisnis.com, JAKARTA – Gerak harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) terpantau belum bertenaga walau manajemen BNI sudah merilis laporan kinerja keuangan kuartal III/2024 yang memuaskan. Namun, sejumlah analis optimistis harga saham BBNI akan terapresiasi seiring dengan prospek cerah sektor perbankan dan pelonggaran suku bunga.
Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (29/10/2024), saham BBNI terkoreksi 3,64% menjadi Rp5.300 pada pukul 14:59 WIB. Dalam enam bulan terakhir, harga saham BBNI naik 1,44% tapi sejak awal tahun terperosok 1,40%.
Begini Cara Akun Anonim Gaungkan Tagar Terima Kasih Jokowi di Media Sosial Menjelang Jokowi Lengser
Menjelang berakhirnya masa jabatan Presiden Jokowi, akun-akun anonim yang menggaungkan tagar terimakasih Jokowi bermunculan di media sosial. [546] url asal
#jokowi #terima-kasih #jokowi-lengser #anonim #tagar
(Bisnis Tempo) 15/10/24 14:09
v/16503300/
TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang berakhirnya masa jabatan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, tagar-tagar yang memuji keberhasilannya ramai beredar di media sosial, khususnya di X atau Twitter. Salah satu tagar yang muncul adalah #TerimakasihPakJokowi. Sejak 1 hingga 10 Oktober 2024, tagar itu telah diunggah lebih dari 11 ribu kali.
Berdasarkan laporan Majalah Tempo berjudul “Duit Besar Glorifikasi Jokowi” edisi Minggu, 13 Oktober 2024, berbagai akun anonim nampak aktif meramaikan tagar tersebut. Misalnya, akun @cicicinonggg dengan pengikut berjumlah 19 orang, memuji Jokowi atas kontribusinya dalam pengembangan energi terbarukan. Sementara itu, akun @LuqmanPodolski_ menyatakan Jokowi telah membantu petani meningkatkan produktivitas melalui teknologi.
Selain tagar ucapan terima kasih pada Jokowi, berbagai tagar kampanye keberhasilan Jokowi lainnya juga bergaung di X. Pada Jumat, 11 Oktober 2024, misalnya, tagar #10thnJokowiPrabowolanjutkan mencuat hingga mencapai peringkat keenam di daftar tren dengan 22.500 unggahan. Kampanye pencitraan Jokowi juga turut disemarakkan dengan tagar #KerjaNyataJokowi, yang diunggah hampir 4.400 kali.
Kemunculan akun-akun anonim ini pun dianalisis oleh peneliti Drone Emprit—pemantau percakapan di media sosial— Rizal Nova Mujahid. Ia menilai, kemiripan narasi menandakan akun-akun anonim itu terkoordinasi. “Biasanya waktu posting-nya berdekatan,” kata Rizal dalam wawancara dengan Tempo via Zoom pada Jumat, 11 Oktober 2024.
Berdasarkan data Drone Emprit, total engagement atau interaksi di media sosial yang terkait dengan kampanye ini mencapai 113 juta di platform X. Jika digabungkan dengan interaksi di Facebook, TikTok, dan YouTube, maka total engagement kampanye mencapai lebih dari 140 juta, melibatkan sekitar 2.892 akun yang sebagian besar anonim. “Sangat efektif dan terkoordinasi,” ucap Rizal.
Selanjutnya baca: Peran Menkominfo Budi Arie <!--more-->
Tak hanya akun anonim, kampanye keberhasilan Jokowi juga didukung oleh akun-akun milik pemerintah dan relawan. Direktorat Jenderal Pajak serta beberapa akun di bawah Kementerian Keuangan tampak aktif mempromosikan keberhasilan pemerintah melalui Instagram.
Selain itu, sejak akhir Agustus 2024, Akun pro-Jokowi seperti @RcyberProj0 yang dikelola oleh organisasi relawan Projo juga rutin membagikan narasi berterima kasih kepada Presiden. Akun itu mengucapkan selamat bekerja untuk Prabowo Subianto, dengan tambahan pesan kampanye anti-judi online.
Ketua Umum Projo sekaligus Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, mengaku telah mengerahkan anak buahnya di kementerian maupun ProJo untuk membanjiri media sosial dengan narasi-narasi tersebut. Namun ia mengklaim tidak merekrut influencer ataupun buzzer untuk mengkampanyekan keberhasilan Jokowi. “Jangan terlalu didesain,” kata Budi kepada Tempo di kantornya, Kamis, 10 Oktober 2024.
Kampanye citra Jokowi semakin masif setelah diadakannya rapat di kantor pusat Projo, Jakarta pada Rabu, 9 Oktober 2024. Rapat yang dipimpin oleh Koordinator Nasional Duta Jokowi yang juga tenaga ahli utama bidang komunikasi politik Kantor Staf Presiden, Joanes Joko, itu mendesain orkestrasi pencitraan di media sosial.
Menurut cerita Joanes Joko, dalam rapat tersebut para relawan membahas strategi kampanye transisi dari Jokowi ke Prabowo. Joanes menjelaskan bahwa mereka ingin mengekspresikan rasa terima kasih kepada Jokowi sembari menyampaikan pesan selamat bekerja kepada Prabowo. “Ada yang bilang juga matur nuwun, Pakde Jokowi,” tutur Joanes saat dihubungi pada Jumat, 11 Oktober 2024.
Dalam beberapa hari, Joanes, yang terus memonitor unggahan di media sosial, mengklaim kampanye keberhasilan Jokowi kian deras. Meski banyak didukung akun anonim, Joanes dan Budi Arie membantah adanya pengerahan pasukan buzzer untuk memperkuat klaim keberhasilan Jokowi. “Ini organik, pakai relawan,” tegas Budi Arie.
Erwan Hermawan, Egi Adyatama, Francisca Christy Rosana, Hussein Abri Dongoran dan Septia Ryanthie berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Cetak Biru NIM untuk Keamanan Siber Pakai AI
Semua kemampuan ini dimulai dengan perangkat lunak. [656] url asal
#nvidia #artificial-intelligence #nvidia-nim #ai-agnet-blueprint
(MedCom) 14/10/24 18:09
v/16461069/
Jakarta: Kecerdasan buatan mengubah keamanan siber dengan alat dan kemampuan AI generatif baru yang dulunya menjadi bahan fiksi ilmiah. Dan seperti banyak pahlawan dalam fiksi ilmiah, mereka tiba tepat pada waktunya.Keamanan siber yang ditingkatkan AI dapat mendeteksi dan merespons potensi ancaman secara real time — seringkali bahkan sebelum analis manusia menyadarinya. Ini dapat menganalisis data dalam jumlah besar untuk mengidentifikasi pola dan anomali yang mungkin mengindikasikan pelanggaran. Dan agen AI dapat mengotomatiskan tugas keamanan rutin, membebaskan para ahli manusia untuk fokus pada tantangan yang lebih kompleks.
Semua kemampuan ini dimulai dengan perangkat lunak, dan NVIDIA telah memperkenalkan NIM Agent Blueprint untuk keamanan kontainer yang dapat disesuaikan oleh pengembang untuk memenuhi persyaratan aplikasi mereka sendiri.
Cetak biru ini menggunakan layanan mikro NIM, kerangka kerja AI keamanan siber Morpheus, analitik data akselerasi cuVS, dan RAPIDS untuk membantu mempercepat analisis kerentanan dan eksposur umum (CVE) pada skala perusahaan — dari beberapa hari menjadi hanya hitungan detik. Semua ini termasuk dalam NVIDIA AI Enterprise, platform perangkat lunak cloud-native untuk mengembangkan dan menerapkan aplikasi AI produksi yang aman dan didukung.
Deloitte adalah salah satu yang pertama menggunakan NIM Agent Blueprint untuk keamanan kontainer dalam solusi keamanan sibernya, yang mendukung analisis agen perangkat lunak sumber terbuka untuk membantu perusahaan membangun AI yang aman. Ini dapat membantu perusahaan meningkatkan dan menyederhanakan keamanan siber dengan meningkatkan efisiensi dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi ancaman dan potensi aktivitas permusuhan.
"Keamanan siber telah muncul sebagai pilar penting dalam melindungi infrastruktur digital di AS dan di seluruh dunia," kata Mike Morris, direktur pelaksana, Deloitte & Touche LLP. "Dengan menggabungkan NIM Agent Blueprint NVIDIA ke dalam solusi keamanan siber kami, kami dapat menawarkan kecepatan dan akurasi yang lebih baik kepada klien kami dalam mengidentifikasi dan memitigasi potensi ancaman keamanan."
Mengamankan Perangkat Lunak dengan AI Generatif
Deteksi dan resolusi kerentanan adalah kasus penggunaan teratas untuk AI generatif dalam pengiriman perangkat lunak, menurut IDC. NIM Agent Blueprint untuk keamanan kontainer mencakup semua yang dibutuhkan pengembang perusahaan untuk membangun dan menerapkan aplikasi AI generatif yang disesuaikan untuk analisis kerentanan cepat kontainer perangkat lunak.
Kontainer perangkat lunak menggabungkan sejumlah besar paket dan rilis, beberapa di antaranya mungkin tunduk pada kerentanan keamanan. Secara tradisional, analis keamanan perlu meninjau masing-masing paket ini untuk memahami potensi eksploitasi keamanan di seluruh penerapan perangkat lunak apa pun.
Proses manual ini membosankan, memakan waktu, dan rawan kesalahan. Mereka juga sulit untuk diotomatisasi secara efektif karena kompleksitas menyelaraskan paket perangkat lunak, dependensi, konfigurasi, dan lingkungan operasi.
Dengan AI generatif, aplikasi keamanan siber dapat dengan cepat mencerna dan menguraikan informasi di berbagai sumber data, termasuk bahasa alami, untuk lebih memahami konteks di mana potensi kerentanan dapat dieksploitasi.
Perusahaan kemudian dapat membuat agen AI keamanan siber yang mengambil tindakan pada kecerdasan AI generatif ini. NIM Agent Blueprint untuk keamanan kontainer memungkinkan analisis risiko CVE yang cepat, otomatis, dan dapat ditindaklanjuti menggunakan model bahasa besar dan generasi yang ditingkatkan pengambilan untuk aplikasi AI agen. Ini membantu pengembang dan tim keamanan melindungi perangkat lunak dengan AI untuk meningkatkan akurasi, efisiensi, dan merampingkan potensi masalah untuk diselidiki oleh agen manusia.
Cetak Biru untuk Keberhasilan Keamanan Siber
Blueprint Agen NIM baru untuk keamanan kontainer mencakup kerangka kerja AI keamanan siber NVIDIA Morpheus untuk mengurangi waktu dan biaya yang terkait dengan mengidentifikasi, menangkap, dan bertindak atas ancaman. Ini membawa tingkat keamanan baru ke pusat data, cloud, dan edge.
Kerangka kerja AI end-to-end yang dipercepat GPU memungkinkan pengembang membuat aplikasi yang dioptimalkan untuk memfilter, memproses, dan mengklasifikasikan data keamanan siber streaming dalam jumlah besar.
Dibangun di atas perangkat lunak NVIDIA RAPIDS, Morpheus mempercepat beban kerja pemrosesan data pada skala perusahaan. Ini menggunakan kekuatan RAPIDS cuDF untuk operasi data yang cepat dan efisien, memastikan pipa hilir memanfaatkan semua inti GPU yang tersedia untuk tugas AI agen yang kompleks.
Morpheus juga memperluas kemampuan analis manusia dengan mengotomatiskan analisis dan respons waktu nyata, menghasilkan data sintetis untuk melatih model AI yang mengidentifikasi risiko secara akurat dan untuk menjalankan skenario "what-if".
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)
Siasat Bank BJB (BJBR) dan Bank Oke (DNAR) Pacu Pendapatan Komisi
Fee based income alias pendapatan berbasis komisi telah menjadi andalan bagi perbankan untuk mempertahankan kinerja laba hingga akhir 2024. [362] url asal
#strategi-bank #bank-jumbo #bank-besar #bank-kecil #fee-based-income #nim #komisi-bank #bank-indonesia #bi #kinerja-bank #laba-bank #wealth-management
(Bisnis.Com - Finansial) 06/10/24 13:00
v/16056146/
Bisnis.com, BALIKPAPAN –PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) dan PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) mendorong kontribusi fee based income alias pendapatan berbasis komisi untuk mempertahankan kinerja laba hingga akhir tahun 2024.
Meskipun Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan menjadi 6% pada bulan lalu yakni September 2024, akan tetapi bankir dan pengamat kompak menyebut ada jeda waktu sekitar 4 bulan yang dibutuhkan sebelum perubahan suku bunga tersebut mempengaruhi kinerja perbankan.
Dari sisi bankir, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. atau Bank BJB (BJBR) Yuddy Renaldi mengatakan dengan mengamati perkembangan suku bunga saat ini khususnya simpanan, turunnya BI rate telah memberikan kelonggaran bagi bank dalam hal biaya dana.
Menurutnya, tekanannya pun berkurang karena suku bunga yang diberikan kepada nasabah pun berangsur menurun.
“Pendapatan bunga bersih atau NII [net interest income] berangsur pulih dengan turunnya suku bunga acuan,” katanya kepada Bisnis, Minggu (6/10/2024).
Namun, kata Yuddy, repricing ini tidak langsung berlaku bagi seluruh nasabah, lantaran repricing berjalan sesuai dengan jatuh temponya simpanan khususnya dalam instrumen deposito.
Alhasil, perbankan terus mendorong fee based incomeuntuk mengimbangi NII yang masih tertekan. Meski begitu, secara porsi FBI di BJB sendiri masih tergolong kecil dibandingkan dengan pendapatan bunga.
“Hingga saat ini fee based income BJB terus bertumbuh positif, tumbuh 12,8% YoY per Agustus 2024. Digitalisasi dan juga transaksi-transaksi e-channel menjadi growth driver untuk pertumbuhan [FBI],” ujarnya.
Yuddy memproyeksikan ke depan tren fee based income ini akan meningkat, khususnya yang bersumber dari digital channel, bahkan menurutnya kontribusi FBI terhadap bottom line bank pun akan terus bertumbuh makin besar.
Hal senada disampaikan Direktur Kepatuhan PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) Efdinal Alamsyah yang menyebut secara umum, fee based income dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan Bank.
“Jika pendapatan bunga mungkin tidak optimal, pendapatan dari layanan seperti transaksi, fee nasabah, dan produk perbankan lainnya menjadi sangat penting,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (6/10/2024).
Tercatat, Bank Oke membukukan pertumbuhan other income, termasuk fee based income pada September 2024 yang signifikan, yaitu 298% apabila dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2023.
“Akan tetapi porsi other income [termasuk fee based income] terhadap total pendapatan hanya sekitar 2%,” bebernya.
Kelebihan Celana Denim Custom, Bebas Sesuaikan Ukuran agar Tak Menyusut
Kelebihan memilih celana denim custom, pelanggan ebas menentukan bahan dan menyesuaikan dengan ukuran tubuhnya, sehingga menghindari celana menyusut. [432] url asal
#celana-denim #cara-merawat-celana-denim #celana-denim-custom
(Kompas.com) 30/09/24 20:44
v/15778606/
JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini, pilihan dalam membeli celana denim sudah cukup beragam.
Selain celana denim ready to wear, ada model rework yang menggabungkan beberapa bahan dari celana atau pakaian lainnya.
Ada juga celana denim custom, yang memungkinkan pelanggan membuat celana denim sesuai selera dan ukuran, agar pas saat dipakai.
Salah satu staf di Nurf Denim, Akhsel, mengatakan, keuntungan lain membuat celana denim sendiri adalah menghindari menyusutnya bahan denim.
"Untuk menghindari menyusut dan enggak sesuai, jadi salah satu keuntungan custom denim," ujar dia dalam acara KAHFORWARD di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/9/2024).
Membuat celana demin custom
Ketika memasuki toko penyedia jasa pembuatan celana denim, umumnya pelanggan bisa memilih kualitas bahan denim yang tersedia.
Selain itu, pelanggan juga bisa memilih ketebalan dan warna bahan denim. Pilihan warna denim cukup beragam.
Ada bahan denim berwarna biru tua, biru muda, hitam, abu-abu, bahkan putih. Pelanggan bisa memilih berdasarkan selera.
Tahap selanjutnya adalah pengukuran. Dalam pembuatan celana denim, yang diukur adalah lingkar pinggang dan paha. Kemudian panjang dari pinggang ke telapak kaki dan lingkar pinggul.
Akhsel mengatakan, pengukuran celana denim adalah bagian paling penting dalam mengantisipasi penyusutan.
"Untuk menghindari menyusut dan jadi enggak sesuai, entah di bagian pinggang atau paha, banyak orang akhirnya sengaja custom," ucap dia.
Ketika membuat celana denim sendiri, orang-orang memiliki pilihan untuk membuat celana yang ukurannya lebih besar secara keseluruhan.
Namun, panjang celana denim tetap sesuai dengan panjang kaki pelanggan.
Bisa pula custom ukuran lebih besar pada bagian tertentu, seperti pinggang atau paha, untuk mengantisipasi penyusutan di bagian itu.
Sedangkan, saat membeli celana denim yang sudah jadi di toko, ukuran yang lebih besar bisa tidak sesuai dengan bentuk pinggang atau kaki pelanggan.
Misalnya bagian pinggang dan paha yang lebih besar, akan selaras dengan panjang denim yang melebihi telapak kaki.
"Supaya, ketika celana denim sudah menyusut pun, masih sesuai dengan bentuk kaki mereka. Jadinya lebih aman secara ukuran," papar Akhsel.
2 Tips Merawat Celana Denim agar Tidak Jamuran
Semua pakaian yang disimpan terlalu lama di lemari bisa jamuran, termasuk celana denim. Salah satu cara merawatnya adalah dengan rutin menjemurnya. [331] url asal
#celana-denim #cara-merawat-celana-denim #tips-merawat-celana-denim-agar-tak-jamuran
(Kompas.com) 30/09/24 10:45
v/15762180/
JAKARTA, KOMPAS.com - Semua jenis pakaian bisa berjamur jika tidak dirawat dengan baik, termasuk celana denim.
Ciri-ciri pakaian berjamur adalah muncul bercak-bercak di permukaannya dan berbau tidak sedap.
Nah, bagaimana cara merawat celana denim supaya tidak berjamur?
1. Simpan di area yang tidak lembap
Salah satu staf di Nurf Denim, Akhsel, mengimbau agar pengguna menyimpan celana denim di area dengan sirkulasi udara yang baik.
"Penyimpanannya kalau bisa di area yang tidak lembap supaya menghindari jamuran," ujar dia dalam acara KAHFORWARD di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/9/2024).
Jamur biasanya muncul di area lembap, seperti lemari pakaian karena kurangnya ventilasi.
Namun, bukan berarti kamu tidak boleh menyimpan celana denim di lemari. Hanya saja, jangan biarkan menumpuk di dalam lemari untuk waktu yang lama.
Cara terbaik untuk menghindari jamur muncul di celana denim dan jenis pakaian lainnya adalah rutin memakainya.
2. Sering dijemur
Jika jarang memiliki waktu yang tepat untuk memakai celana denim, kemungkinan besar celana denim akan lebih sering disimpan di lemari.
Untuk situasi seperti itu, sempatkan untuk menjemur celana denim. Menjemurnya tidak perlu di bawah sinar matahari langsung.
Jemur celana denim di area teduh yang setidaknya sedikit berangin, seperti teras, halaman belakang, atau rooftop rumah.
"Untuk penjemuran, bisa dilakukan dua sampai tiga kali. Enggak apa-apa," kata Akhsel.
3 Cara Mencuci Celana Denim yang Benar, Jangan Asal
Cara mencuci yang salah juga bisa mengakibatkan kerusakan pada celana denim. [510] url asal
#denim #cara-mencuci-denim-yang-benar #cara-mencuci-denim
(Kompas.com) 29/09/24 17:02
v/15724824/
JAKARTA, KOMPAS.com - Denim adalah salah satu material pembuat celana yang cukup mahal.
Alhasil, para pemilik celana denim selalu menjaga pemakaiannya agar tidak bolong atau robek guna menghemat pengeluaran.
Namun, cara mencuci yang salah juga bisa mengakibatkan kerusakan pada celana denim. Misalnya warnanya menjadi pudar, atau robek karena tersangkut aksesori tajam dari pakaian lain.
Nah, bagaimana sih cara mencuci celana denim yang tepat agar tidak rusak?
1. Cuci manual
Langkah pertama adalah mencuci celana denim secara manual.
Selain menghindari kerusakan dari pakaian lain, tetapi juga menghindari kerusakan warna pada pakaian lain.
"Kalau dicuci, lebih baik manual karena warnanya mudah pudar. Kalau pakai mesin cuci, takutnya (warnanya) tercampur ke pakaian lain," tutur salah satu staf di Nurf Denim, Akhsel, dalam acara KAHFORWARD di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/9/2024).
Jika tetap ingin menggunakan mesin cuci, pisahkan pakaian lain terlebih dulu.
2. Cukup direndam
kompas.com / Nabilla Ramadhian Koleksi celana denim milik Nurf Denim dalam acara KAHFORWARD di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/9/2024).Mencuci celana denim ternyata cukup direndam pakai air pada suhu ruangan.
Jika ingin menambahkan sabun, pilih deterjen yang tidak mengandung pemutih dan pelembut agar warnanya tidak pudar.
3. Hati-hati dengan suhu air
Saat merendam celana denim, hati-hati dengan suhu air yang digunakan.
"Kalau suhu air bebas. Cuma, kalau pakai suhu yang lebih panas, biasanya celana akan lebih menyusut," papar Akhsel.
4. Kucek dan jemur
Selanjutnya, kucek pakai tangan atau gosok dengan sikat gigi untuk menghilangkan noda yang menempel.
Setelah itu, celana denim bisa langsung dijemur di area teduh. Jangan di bawah sinar matahari langsung karena warnanya bisa semakin pudar.
Sieh dir diesen Beitrag auf Instagram anEin Beitrag geteilt von KOMPAS Lifestyle (@kompas.lifestyle)
Sebagai informasi, KAHFORWARD adalah forum diskusi, inspirasi, dan motivasi yang mempertemukan para pemikir, praktisi, dan tokoh masyarakat.
Acara ini digelar untuk membahas bagaimana generasi muda dapat berperan dalam menentukan arah masa depan Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.
KAHFORWARD berlangsung pada 28-29 September 2024. Di sana, ada beragam kegiatan yang bisa diikuti pengunjung.
Beberapa di antaranya adalah mengikuti workshop dari Menjadi Manusia bertajuk sharing session terkait permasalahan mental pada laki-laki.
Lalu dari Mortier tentang edukasi pengolahan limbah plastik dan kulit singkong menjadi furnitur dan aksesori fesyen.
Ada pula sejumlah booth yang menjajakan pakaian, parfum, skincare, dan permainan virtual.
Indonesia Kekurangan 120 Ribu Dokter Umum, Ini yang Dilakukan Pemerintah
Indonesia membutuhkan tambahan dokter setidaknya 120 ribu lagi untuk memenuhi standar WHO, dari jumlah yang dimiliki saat ini 150 ribu. - Halaman all [482] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #jumlah-dokter-minim #who #rasio-dokter-di-indonesia #dante-saksono-herbuwono #penambahan-jumlah-dokter #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 17/09/24 17:45
v/15138625/
JAKARTA, investor.id – Rasio dokter terhadap jumlah penduduk di Indonesia terbilang masih kecil. Hal ini menjadi salah satu sebab masyarakat belum memperoleh layanan kesehatan yang baik. Data World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia mencatat, rasio dokter di Indonesia pada 2019 berada di angka 0,47 per 1.000 penduduk. Indonesia berada di peringkat 147 dunia dalam ketersediaan dokter.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Herbuowo menyampaikan, saat ini jumlah dokter umum di Indonesia hanya mencapai 150 ribu dokter. Indonesia masih kekurangan 120 ribu dokter umum lagi untuk memenuhi standar WHO.
Menurut Dante, kekurangan jumlah dokter ini harus dikejar sesegera mungkin untuk melayani kebutuhan masyarakat. Sedangkan, pendidikan dokter umum yang diproduksi oleh institusi pendidikan dari fakultas kedokteran di Indonesia hanya mampu menghasilkan 12 ribu dokter umum per tahun.
“Saat ini jumlah dokter umum yang ada di Indonesia itu sekitar 150 ribu orang. Kita masih kekurangan 120 ribu orang lagi. Karena rasio yang diharapkan akan dicapai oleh WHO adalah 1 dokter untuk seribu penduduk,” kata Dante dalam Forum Merdeka Barat 9 secara virtual, Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Dante menjabarkan, sejumlah upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam meningkatkan rasio dokter umum dan spesialis di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau selama 10 tahun terakhir. Pertama, membuka kuota pendidikan dokter umum sebesar-besarnya di Indonesia.
Kedua, menyediakan fakultas kedokteran baru dengan menggunakan sistem academic health system (AHS) sehingga jumlah penerimaan calon dokter umum lebih banyak. Ketiga, memberikan beasiswa kepada putra/putri terbaik di daerah untuk bisa melanjutkan pendidikan dokter dengan syarat mereka harus kembali ke daerahnya lagi.
Lebih jauh, Dante menyoroti rendahnya jumlah dokter spesialis di Indonesia. Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), rasio dokter spesialis di Indonesia hanya mencapai 0,30 per 1.000 penduduk.
Masalah lainnya datang dari penyebaran dokter spesialis yang tidak merata. Dante mengklaim, 59% dokter spesialis masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah memberikan beasiswa kepada dokter-dokter terbaik di daerah menggunakan skema LPDP dan bantuan beasiswa dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ada sekitar 3.000 beasiswa per tahun yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan dengan LPDP untuk memberikan biaya hidup dan biaya tuition fee atau uang kuliah tunggal (UKT) kepada dokter umum yang ingin melanjutkan menjadi dokter spesialis.
“Namun, dengan syarat dia harus kembali lagi ke daerahnya untuk mengabdi dan bekerja sebagai dokter spesialis. Nanti kalau sudah di daerah, bagaimana caranya mereka bisa hidup? Nanti mereka balik lagi ke Jakarta. Ini kita bekerjasama dengan sistem AHS dan pemerintah daerah,” papar Dante.
Nantinya, pemerintah daerah akan membantu memberikan uang tunjangan atau biaya hidup di daerahnya masing-masing, membagikan biaya jasa pelayanan yang didapatkan dari BPJS, dan mereka akan mendapat pemasukan dari praktek yang mereka lakukan.
“Itu beberapa strategi yang kita gunakan untuk mempercepat dan membuat pemerataan dokter yang ada di seluruh Indonesia,” tambah Dante.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Mengolah Jeruk Jadi Produk Turunan, Jaga Alam yang Berujung Cuan Halaman all
Kebun jeruk di Desa Air Talas dapat dipanen tiga kali dalam setahun, dan total produksi bisa mencapai 300 ton per tahunnya. Halaman all?page=all [824] url asal
#csr #pertamina-hulu-energi #muara-enim #pertamina #jeruk #csr-pertamina
(Kompas.com) 15/09/24 15:33
v/15067053/
MUARA ENIM, KOMPAS.com - Khairil Anam tampak sedang memetik jeruk di kebun miliknya saat ditemui Kompas.com di Desa Air Talas, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Tangannya tampak cekatan memilih jeruk mana yang layak petik dan pasti rasanya manis.
"Yang manis tidak selalu yang berwarna kuning, yang agak kehijauan seperti ini pun juga manis. Karena memang keunggulan jeruk di desa kami ini adalah rasa manisnya," kata Khairil.
Benar saja, jeruk yang dia berikan ke Kompas.com rasanya manis, sekejap buah jeruk yang diberikan sudah habis dilahap.
Ada sekitar 350 kepala keluarga di Desa Air Talas, sebagian besar adalah transmigran Bali yang sudah lama menetap di sana. Pekerjaan mereka sebagian besar adalah berkebun, ada sawit, karet, dan jeruk. Jeruk kemudian menjadi primadona di desa ini, bibitnya didatangkan dari Bali dan memiliki karakteristik buah yang manis. Tidak heran semua kepala keluarga di desa ini memiliki kebun jeruk.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Warga Desa Air Talas, Khairil Anam memetik jeruk di kebun miliknya di Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Desa Air Talas merupakan salah satu desa yang masuk dalam pemberdayaan masyarakat Pertamina EP Limau Field. Saat ini ada 350 kepala keluarga yang menanam jeruk, dengan total produksi 300 ton per tahun.Kebun jeruk di desa ini dapat dipanen tiga kali dalam setahun, dan total produksi bisa mencapai 300 ton per tahunnya.
Seperti kebanyakan kebun jeruk, maka tidak semua pohon berbuah manis. Tidak sedikit juga ada pohon yang berbuah asam. Kepala Desa Air Talas I Gede Arsana mengatakan dalam satu kebun pasti ada pohon jeruk berbuah asam. Biasanya buah yang asam ini dipetik dan dijual kepada pedagang untuk dijadikan minuman jeruk peras.
"Dulu jeruk yang asam itu kita jual ke Prabumulih, untuk dijadikan bahan dasar minuman jeruk peras. Sayangnya daya tampung pedagang tidak cukup besar paling sekilo dua kilo, akhirnya banyak jeruk asam yang tidak tertampung dan busuk," kata I Gede Arsana.
Mitra binaan Pertamina EP Limau Field
Permasalahan di masyarakat ini yang kemudian oleh Pertamina EP (PEP) Limau Field coba dicari jalan keluarnya. PEP Limau Field kemudian menggandeng warga Desa Air Talas untuk membentuk kelompok guna memanfaatkan dan membuat produk turunan dari buah jeruk asam.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Anggota kelompok wanita tani Desa Air Talas, menata produk berbahan dasar jeruk, di Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Di tempat inilah kelompok wanita tani mengolah komoditas berbahan dasar jeruk, seperti sirup, selai jeruk, hingga pie susu. Desa Air Talas merupakan salah satu desa yang masuk dalam pemberdayaan masyarakat Pertamina EP Limau Field. Saat ini ada 350 kepala keluarga yang menanam jeruk, dengan total produksi 300 ton per tahun.Pada 2022 melalui program Gema Dewata (Gerakan Ekonomi Masyarakat Desa Wujudkan Air Talas Mandiri) terbentuklah kelompok Bude Arta. Kelompok ini dilatih untuk mengelola jeruk menjadi produk turunan seperti pie susu, sirup jeruk, dan selai jeruk.
Pembinaan yang dilakukan PEP Limau Field ini secara tidak langsung menambah kompentensi warga desa yang awalnya hanya berkebun jeruk, kini memiliki kemampuan baru dalam mengolah dan membuat produk turunan dari jeruk. Penjualan pun semakin meningkat.
Menurut data yang dibagikan oleh PEP Limau Field, penjualan Bude Arta meningkat sebanyak 59 persen, dari sebelumnya Rp 411.111 per bulan, menjadi Rp 1.000.000 per bulan.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Junior Officer Communication Relations Regional1Pertamina, Fajar Adha Zulmawan (kiri) menengok rumah produksi milik kelompok wanita tani Desa Air Talas, di Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Di tempat inilah kelompok wanita tani mengolah komoditas berbahan dasar jeruk, seperti sirup, selai jeruk, hingga pie susu. Desa Air Talas merupakan salah satu desa yang masuk dalam pemberdayaan masyarakat Pertamina EP Limau Field. Saat ini ada 350 kepala keluarga yang menanam jeruk, dengan total produksi 300 ton per tahun.Senior Manager PT Pertamina EP Limau Field, A Rachman Para Buana, menyatakan keberhasilan PT Pertamina Limau Field dalam merealisasikan program-program yang ada di Desa Air Talas ini tidak lepas dari kemampuan perusahaan dalam membaca potensi desa yang sejalan dengan inti bisnis (core business) perusahaan. “Dengan pendekatan ini, perusahaan bisa tumbuh bersama masyarakat, dan saling dukung,” tandasnya.
Mengembangkan produk lain
Keberhasilan kelompok Bude Arta memproduksi produk turunan dari jeruk, membuat warga Desa Air Talas terpacu untuk membuat inovasi lainnya dengan membuat kelompok baru.
Mengolah Jeruk Jadi Produk Turunan, Jaga Alam yang Berujung Cuan
Kebun jeruk di Desa Air Talas dapat dipanen tiga kali dalam setahun, dan total produksi bisa mencapai 300 ton per tahunnya. Halaman all [1,403] url asal
#csr #pertamina-hulu-energi #muara-enim #pertamina #jeruk #csr-pertamina
(Kompas.com - Money) 15/09/24 15:33
v/15064400/
MUARA ENIM, KOMPAS.com - Khairil Anam tampak sedang memetik jeruk di kebun miliknya saat ditemui Kompas.com di Desa Air Talas, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Tangannya tampak cekatan memilih jeruk mana yang layak petik dan pasti rasanya manis.
"Yang manis tidak selalu yang berwarna kuning, yang agak kehijauan seperti ini pun juga manis. Karena memang keunggulan jeruk di desa kami ini adalah rasa manisnya," kata Khairil.
Benar saja, jeruk yang dia berikan ke Kompas.com rasanya manis, sekejap buah jeruk yang diberikan sudah habis dilahap.
Ada sekitar 350 kepala keluarga di Desa Air Talas, sebagian besar adalah transmigran Bali yang sudah lama menetap di sana. Pekerjaan mereka sebagian besar adalah berkebun, ada sawit, karet, dan jeruk. Jeruk kemudian menjadi primadona di desa ini, bibitnya didatangkan dari Bali dan memiliki karakteristik buah yang manis. Tidak heran semua kepala keluarga di desa ini memiliki kebun jeruk.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Warga Desa Air Talas, Khairil Anam memetik jeruk di kebun miliknya di Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Desa Air Talas merupakan salah satu desa yang masuk dalam pemberdayaan masyarakat Pertamina EP Limau Field. Saat ini ada 350 kepala keluarga yang menanam jeruk, dengan total produksi 300 ton per tahun.Kebun jeruk di desa ini dapat dipanen tiga kali dalam setahun, dan total produksi bisa mencapai 300 ton per tahunnya.
Seperti kebanyakan kebun jeruk, maka tidak semua pohon berbuah manis. Tidak sedikit juga ada pohon yang berbuah asam. Kepala Desa Air Talas I Gede Arsana mengatakan dalam satu kebun pasti ada pohon jeruk berbuah asam. Biasanya buah yang asam ini dipetik dan dijual kepada pedagang untuk dijadikan minuman jeruk peras.
"Dulu jeruk yang asam itu kita jual ke Prabumulih, untuk dijadikan bahan dasar minuman jeruk peras. Sayangnya daya tampung pedagang tidak cukup besar paling sekilo dua kilo, akhirnya banyak jeruk asam yang tidak tertampung dan busuk," kata I Gede Arsana.
Mitra binaan Pertamina EP Limau Field
Permasalahan di masyarakat ini yang kemudian oleh Pertamina EP (PEP) Limau Field coba dicari jalan keluarnya. PEP Limau Field kemudian menggandeng warga Desa Air Talas untuk membentuk kelompok guna memanfaatkan dan membuat produk turunan dari buah jeruk asam.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Anggota kelompok wanita tani Desa Air Talas, menata produk berbahan dasar jeruk, di Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Di tempat inilah kelompok wanita tani mengolah komoditas berbahan dasar jeruk, seperti sirup, selai jeruk, hingga pie susu. Desa Air Talas merupakan salah satu desa yang masuk dalam pemberdayaan masyarakat Pertamina EP Limau Field. Saat ini ada 350 kepala keluarga yang menanam jeruk, dengan total produksi 300 ton per tahun.Pada 2022 melalui program Gema Dewata (Gerakan Ekonomi Masyarakat Desa Wujudkan Air Talas Mandiri) terbentuklah kelompok Bude Arta. Kelompok ini dilatih untuk mengelola jeruk menjadi produk turunan seperti pie susu, sirup jeruk, dan selai jeruk.
Pembinaan yang dilakukan PEP Limau Field ini secara tidak langsung menambah kompentensi warga desa yang awalnya hanya berkebun jeruk, kini memiliki kemampuan baru dalam mengolah dan membuat produk turunan dari jeruk. Penjualan pun semakin meningkat.
Menurut data yang dibagikan oleh PEP Limau Field, penjualan Bude Arta meningkat sebanyak 59 persen, dari sebelumnya Rp 411.111 per bulan, menjadi Rp 1.000.000 per bulan.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Junior Officer Communication Relations Regional1Pertamina, Fajar Adha Zulmawan (kiri) menengok rumah produksi milik kelompok wanita tani Desa Air Talas, di Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Di tempat inilah kelompok wanita tani mengolah komoditas berbahan dasar jeruk, seperti sirup, selai jeruk, hingga pie susu. Desa Air Talas merupakan salah satu desa yang masuk dalam pemberdayaan masyarakat Pertamina EP Limau Field. Saat ini ada 350 kepala keluarga yang menanam jeruk, dengan total produksi 300 ton per tahun.Senior Manager PT Pertamina EP Limau Field, A Rachman Para Buana, menyatakan keberhasilan PT Pertamina Limau Field dalam merealisasikan program-program yang ada di Desa Air Talas ini tidak lepas dari kemampuan perusahaan dalam membaca potensi desa yang sejalan dengan inti bisnis (core business) perusahaan. “Dengan pendekatan ini, perusahaan bisa tumbuh bersama masyarakat, dan saling dukung,” tandasnya.
Mengembangkan produk lain
Keberhasilan kelompok Bude Arta memproduksi produk turunan dari jeruk, membuat warga Desa Air Talas terpacu untuk membuat inovasi lainnya dengan membuat kelompok baru.
Pada 2023 terbentuk kelompok Tunas Hijau yang beranggotakan para bapak petani jeruk. kelompok ini menciptakan produk yaitu produk tricoderma (pupuk organic yang zero waste). Selain itu juga aktif dalam pelatihan pembuatan tricoderma, pengenalan agen unsur hayati, hingga membentuk satgas untuk memantau hama yang menyerang pohon jeruk.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Anggota kelompok Amerta menunjukkan produk sabun kulit jeruk yang terbuat dari limbah kulit jeruk di Desa Air Talas, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Desa Air Talas merupakan salah satu desa yang masuk dalam pemberdayaan masyarakat Pertamina EP Limau Field. Saat ini ada 350 kepala keluarga yang menanam jeruk, dengan total produksi 300 ton per tahun.Kemudian pada 2024 terbentuk lagi kelompok Amerta. Kelompok ini berfokus dengan memanfaatkan limbah kulit jeruk untuk kemudian diolah menjadi sabun kulit jeruk, dan bio plastic.
Yunita salah satu anggota kelompok Amerta mengatakan bahwa kelompok ini muncul setelah pada tahun sebelumnya sempat ada panen besar, dan sampah kulit jeruk menjadi limbah yang belum bisa dimanfaatkan.
"Berkat pembinaan dari PEP Limau Field, kami kemudian diajarkan untuk mengolah limbah kulit jeruk tersebut menjadi sabun dan bio plastik," kata Yunita.
Kelompok Amerta memiliki 12 orang anggota yang setiap sore selalu berkumpul di Pendopo Gema Dewata untuk mengolah kulit jeruk kering.
"Jadi kulit jeruk dikumpulkan kemudian dikeringkan dengan cara dijemur. Setelah itu kulit jeruk kering diblender menjadi bubuk kulit jeruk. Bubuk kulit jeruk ini yang jadi bahan membuat sabun kulit jeruk dan bio plastik," jelas Yunita.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Anggota kelompok Amerta menunjukkan proses membuat bubuk kulit jeruk yang terbuat dari limbah kulit jeruk di Desa Air Talas, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Desa Air Talas merupakan salah satu desa yang masuk dalam pemberdayaan masyarakat Pertamina EP Limau Field. Saat ini ada 350 kepala keluarga yang menanam jeruk, dengan total produksi 300 ton per tahun.Menurut Yunita, hasil penjualan sabun kulit jeruk dan bio plastik bisa masuk ke kas kelompok. "Sebulan bisa sekitar Rp 500.000," kata Yunita.
Senior Manager PT Pertamina EP Limau Field dan bersama Tim CSR menyatakan Bioplastik kulit jeruk merupakan salah satu upaya dalam menerapkan sustainable living dan penerapan filosofi Tri Hita Karana di Desa Air Talas.
Hal ini berangkat dari permasalahan yang ditemukan, yaitu berkaitan dengan penyakit DBD dan limbah plastik non-B3 yang dihasilkan oleh Rumah Sakit di Kota Prabumulih yang cenderung menggunakan plastik non-degradable. Selain itu, adanya penumpukan kulit limbah jeruk yang selama ini dihasilkan oleh kelompok Wanita tani dan kegiatan wisata jeruk di Desa Air talas menghasilkan emisi dan berkontribusi terhadap pemanasan global.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Kepala Desa Air Talas I Gede Arsana berfoto bersama anggota kelompok wanita tani Desa Air Talas, di Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Di tempat inilah kelompok wanita tani mengolah komoditas berbahan dasar jeruk, seperti sirup, selai jeruk, hingga pie susu. Desa Air Talas merupakan salah satu desa yang masuk dalam pemberdayaan masyarakat Pertamina EP Limau Field. Saat ini ada 350 kepala keluarga yang menanam jeruk, dengan total produksi 300 ton per tahun.I Gede Arsana bersyukur dengan adanya program pembinaan oleh PEP Limau Field, yang selain memberikan jalan keluar terkait pemanfaatan jeruk asam dan limbah kulit jeruk, juga memiliki dampak ekonomi kepada warga Desa Air Talas.
"Kalo dulu jeruk asam tidak ada yang nampung, sekarang kami warga desa kerap kekurangan jeruk asam untuk diolah. Kemudian kami juga difasilitasi dengan pendampingan, alat, dan tempat untuk membuat produk unggulan," kata I Gede Arsana.
Mengolah Jeruk Jadi Produk Turunan, Jaga Alam yang Berujung Cuan Halaman all
Kebun jeruk di Desa Air Talas dapat dipanen tiga kali dalam setahun, dan total produksi bisa mencapai 300 ton per tahunnya. Halaman all [1,403] url asal
#csr #pertamina-hulu-energi #muara-enim #pertamina #jeruk #csr-pertamina
(Kompas.com) 15/09/24 15:33
v/15058906/
MUARA ENIM, KOMPAS.com - Khairil Anam tampak sedang memetik jeruk di kebun miliknya saat ditemui Kompas.com di Desa Air Talas, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Tangannya tampak cekatan memilih jeruk mana yang layak petik dan pasti rasanya manis.
"Yang manis tidak selalu yang berwarna kuning, yang agak kehijauan seperti ini pun juga manis. Karena memang keunggulan jeruk di desa kami ini adalah rasa manisnya," kata Khairil.
Benar saja, jeruk yang dia berikan ke Kompas.com rasanya manis, sekejap buah jeruk yang diberikan sudah habis dilahap.
Ada sekitar 350 kepala keluarga di Desa Air Talas, sebagian besar adalah transmigran Bali yang sudah lama menetap di sana. Pekerjaan mereka sebagian besar adalah berkebun, ada sawit, karet, dan jeruk. Jeruk kemudian menjadi primadona di desa ini, bibitnya didatangkan dari Bali dan memiliki karakteristik buah yang manis. Tidak heran semua kepala keluarga di desa ini memiliki kebun jeruk.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Warga Desa Air Talas, Khairil Anam memetik jeruk di kebun miliknya di Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Desa Air Talas merupakan salah satu desa yang masuk dalam pemberdayaan masyarakat Pertamina EP Limau Field. Saat ini ada 350 kepala keluarga yang menanam jeruk, dengan total produksi 300 ton per tahun.Kebun jeruk di desa ini dapat dipanen tiga kali dalam setahun, dan total produksi bisa mencapai 300 ton per tahunnya.
Seperti kebanyakan kebun jeruk, maka tidak semua pohon berbuah manis. Tidak sedikit juga ada pohon yang berbuah asam. Kepala Desa Air Talas I Gede Arsana mengatakan dalam satu kebun pasti ada pohon jeruk berbuah asam. Biasanya buah yang asam ini dipetik dan dijual kepada pedagang untuk dijadikan minuman jeruk peras.
"Dulu jeruk yang asam itu kita jual ke Prabumulih, untuk dijadikan bahan dasar minuman jeruk peras. Sayangnya daya tamping pedagang tidak cukup besar paling sekilo dua kilo, akhirnya banyak jeruk asam yang tidak tertampung dan busuk," kata I Gede Arsana.
Mitra binaan Pertamina EP Limau Field
Permasalahan di masyarakat ini yang kemudian oleh Pertamina EP (PEP) Limau Field coba dicari jalan keluarnya. PEP Limau Field kemudian menggandeng warga Desa Air Talas untuk membentuk kelompok guna memanfaatkan dan membuat produk turunan dari buah jeruk asam.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Anggota kelompok wanita tani Desa Air Talas, menata produk berbahan dasar jeruk, di Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Di tempat inilah kelompok wanita tani mengolah komoditas berbahan dasar jeruk, seperti sirup, selai jeruk, hingga pie susu. Desa Air Talas merupakan salah satu desa yang masuk dalam pemberdayaan masyarakat Pertamina EP Limau Field. Saat ini ada 350 kepala keluarga yang menanam jeruk, dengan total produksi 300 ton per tahun.Pada 2022 melalui program Gema Dewata (Gerakan Ekonomi Masyarakat Desa Wujudkan Air Talas Mandiri) terbentuklah kelompok Bude Arta. Kelompok ini dilatih untuk mengelola jeruk menjadi produk turunan seperti pie susu, sirup jeruk, dan selai jeruk.
Pembinaan yang dilakukan PEP Limau Field ini secara tidak langsung menambah kompentensi warga desa yang awalnya hanya berkebun jeruk, kini memiliki kemampuan baru dalam mengolah dan membuat produk turunan dari jeruk. Penjualan pun semakin meningkat.
Menurut data yang dibagikan oleh PEP Limau Field, penjualan Bude Arta meningkat sebanyak 59 persen, dari sebelumnya Rp 411.111 per bulan, menjadi Rp 1.000.000 per bulan.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Junior Officer Communication Relations Regional1Pertamina, Fajar Adha Zulmawan (kiri) menengok rumah produksi milik kelompok wanita tani Desa Air Talas, di Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Di tempat inilah kelompok wanita tani mengolah komoditas berbahan dasar jeruk, seperti sirup, selai jeruk, hingga pie susu. Desa Air Talas merupakan salah satu desa yang masuk dalam pemberdayaan masyarakat Pertamina EP Limau Field. Saat ini ada 350 kepala keluarga yang menanam jeruk, dengan total produksi 300 ton per tahun.Senior Manager PT Pertamina EP Limau Field, A Rachman Para Buana, menyatakan keberhasilan PT Pertamina Limau Field dalam merealisasikan program-program yang ada di Desa Air Talas ini tidak lepas dari kemampuan perusahaan dalam membaca potensi desa yang sejalan dengan inti bisnis (core business) perusahaan. “Dengan pendekatan ini, perusahaan bisa tumbuh bersama masyarakat, dan saling dukung,” tandasnya.
Mengembangkan produk lain
Keberhasilan kelompok Bude Arta memproduksi produk turunan dari jeruk, membuat warga Desa Air Talas terpacu untuk membuat inovasi lainnya dengan membuat kelompok baru.
Pada 2023 terbentuk kelompok Tunas Hijau yang beranggotakan para bapak petani jeruk. kelompok ini menciptakan produk yaitu produk tricoderma (pupuk organic yang zero waste). Selain itu juga aktif dalam pelatihan pembuatan tricoderma, pengenalan agen unsur hayati, hingga membentuk satgas untuk memantau hama yang menyerang pohon jeruk.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Anggota kelompok Amerta menunjukkan produk sabun kulit jeruk yang terbuat dari limbah kulit jeruk di Desa Air Talas, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Desa Air Talas merupakan salah satu desa yang masuk dalam pemberdayaan masyarakat Pertamina EP Limau Field. Saat ini ada 350 kepala keluarga yang menanam jeruk, dengan total produksi 300 ton per tahun.Kemudian pada 2024 terbentuk lagi kelompok Amerta. Kelompok ini berfokus dengan memanfaatkan limbah kulit jeruk untuk kemudian diolah menjadi sabun kulit jeruk, dan bio plastic.
Yunita salah satu anggota kelompok Amerta mengatakan bahwa kelompok ini muncul setelah pada tahun sebelumnya sempat ada panen besar, dan sampah kulit jeruk menjadi limbah yang belum bisa dimanfaatkan.
"Berkat pembinaan dari PEP Limau Field, kami kemudian diajarkan untuk mengolah limbah kulit jeruk tersebut menjadi sabun dan bio plastik," kata Yunita.
Kelompok Amerta memiliki 12 orang anggota yang setiap sore selalu berkumpul di Pendopo Gema Dewata untuk mengolah kulit jeruk kering.
"Jadi kulit jeruk dikumpulkan kemudian dikeringkan dengan cara dijemur. Setelah itu kulit jeruk kering diblender menjadi bubuk kulit jeruk. Bubuk kulit jeruk ini yang jadi bahan membuat sabun kulit jeruk dan bio plastik," jelas Yunita.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Anggota kelompok Amerta menunjukkan proses membuat bubuk kulit jeruk yang terbuat dari limbah kulit jeruk di Desa Air Talas, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Desa Air Talas merupakan salah satu desa yang masuk dalam pemberdayaan masyarakat Pertamina EP Limau Field. Saat ini ada 350 kepala keluarga yang menanam jeruk, dengan total produksi 300 ton per tahun.Menurut Yunita, hasil penjualan sabun kulit jeruk dan bio plastik bisa masuk ke kas kelompok. "Sebulan bisa sekitar Rp 500.000," kata Yunita.
Senior Manager PT Pertamina EP Limau Field dan bersama Tim CSR menyatakan Bioplastik kulit jeruk merupakan salah satu upaya dalam menerapkan sustainable living dan penerapan filosofi Tri Hita Karana di Desa Air Talas.
Hal ini berangkat dari permasalahan yang ditemukan, yaitu berkaitan dengan penyakit DBD dan limbah plastik non-B3 yang dihasilkan oleh Rumah Sakit di Kota Prabumulih yang cenderung menggunakan plastik non-degradable. Selain itu, adanya penumpukan kulit limbah jeruk yang selama ini dihasilkan oleh kelompok Wanita tani dan kegiatan wisata jeruk di Desa Air talas menghasilkan emisi dan berkontribusi terhadap pemanasan global.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Kepala Desa Air Talas I Gede Arsana berfoto bersama anggota kelompok wanita tani Desa Air Talas, di Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (12/9/2024). Di tempat inilah kelompok wanita tani mengolah komoditas berbahan dasar jeruk, seperti sirup, selai jeruk, hingga pie susu. Desa Air Talas merupakan salah satu desa yang masuk dalam pemberdayaan masyarakat Pertamina EP Limau Field. Saat ini ada 350 kepala keluarga yang menanam jeruk, dengan total produksi 300 ton per tahun.I Gede Arsana bersyukur dengan adanya program pembinaan oleh PEP Limau Field, yang selain memberikan jalan keluar terkait pemanfaatan jeruk asam dan limbah kulit jeruk, juga memiliki dampak ekonomi kepada warga Desa Air Talas.
"Kalo dulu jeruk asam tidak ada yang nampung, sekarang kami warga desa kerap kekurangan jeruk asam untuk diolah. Kemudian kami juga difasilitasi dengan pendampingan, alat, dan tempat untuk membuat produk unggulan," kata I Gede Arsana.