Telkomsel sendiri menyatakan bahwa pihaknya tidak lagi ingin terjadi perang harga tersebut dan memilih berkomitmen meningkatkan layanan. [376] url asal
Jakarta: Jika diingat beberapa tahun lalu kompetisi antar operator seluler sempat menyeret ke arah perang harga (price war) yang mengakibatkan kualitas layanan juga tidak bisa dibilang memuaskan.
Telkomsel sendiri menyatakan bahwa pihaknya tidak lagi ingin terjadi perang harga tersebut dan memilih berkomitmen meningkatkan layanan. Bagi Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, peningkatan kualitas layanan seperti value added justru dinilai menjadi daya tarik bagi konsumen sehingga bisa meraup lebih banyak pelanggan setia.
Cara yang dilakukan Telkomsel salah satunya adalah dengan menjadikan aplikasi MyTelkomsel sebagai Super App seperti yang sudah diresmikan pada bulan Juli. Sesuai dengan istilah Super App maka MyTelkomsel tidak hanya menjadi aplikasi untuk membeli pulsa atau paket kuota dari Telkomsel dan IndiHome. Kini pelanggan Telkomsel bisa mengakses layanan digital terkait health, travel, payment, entertainment dan commerce, bahkan bisa autogate alias bayar tol maupun parkir tanpa tap kartu lagi.
Jadi itulah strategi menarik untuk menghindari price war, jangan kita banting-bantingan harga, akhirnya jadi gratis-gratis. Ini tidak akan sustainable karena setiap kualitas layanan yang kita deliver juga butuh investasi,” ujar Nugroho saat membuka acara Media Gathering Telkomsel Nasional 2024.
Nugroho menolak disebut bahwa Telkomsel terkesan maruk atau serakah, dia menjelaskan fakta bahwa untuk menghadirkan teknologi yang canggih dan berkualitas juga butuh investasi yang nantinya juga bisa dimanfaatkan bersama.
“Bukan kita maruk, tapi ini realita yang mesti kita terima. Setiap perkembangan teknologi butuh investasi,” tegasnya.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Saki Hamsat Bramono menyebut bisnis Telkomsel juga diklaim ikut berkontribusi ke Gross Domestic Product atau GDP Indonesia, angkanya mencapai 1,6 persen sementara di sektor ekonomi digital mencapai 4,2 persen.
Pendapatan yang diraup Telkomsel diklaim mencapai Rp57,17 triliun pada periode enam bulan pertama di tahun ini. Angka tersebut dicatat sebagai kenaikan 29,9 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan tahun lalu dari angka Rp44 triliun.
Baik Saki maupun Nugroho menyatakan bahwa Telkomsel akan terus menambahkan fitur dan layanan yang bisa disediakan oleh MyTelkomsel sebagai aplikasi Super App. Aplikasi ini disiapkan menjadi daya tarik bagi konsumen untuk menjadi pelanggan dari Telkomsel.
MyTelkomsel super app juga sudah dilengkapi dengan fitur advance searching berbasis AI, yang memungkinkan pengguna untuk mencari informasi dan layanan dengan lebih cepat dan akurat. Kabarnya Telkomsel juga berencana untuk menyediakan opsi pembelian paket kuota koneksi internet di pesawat atau selama penerbangan.
Kehadiran pemain baru asal China di industri otomotif membuat konsumen punya lebih banyak pilihan. Bahkan tak sedikit dari mereka yang menawarkan kendaraan dengan harga yang sangat terjangkau.
Perang harga ini sering terjadi. Contohnya di Indonesia, saat Wuling meluncurkan BinguoEV, 'serangan' dilancarkan oleh Neta dengan V-II.
Bahkan terbaru, kehadiran BYD M6 juga membuat pertarungan jadi makin panas. Belum lagi, segudang insentif diberikan oleh pemerintah untuk membuat mobil listrik kian terjangkau harganya.
Takao Kato Chief Executive Officer (CEO) Mitsubishi Motors Corporation hadir di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 Foto: Muhammad Hafizh Gemilang
Tak hanya di Indonesia, kondisi serupa juga terjadi di Thailand. Hal ini yang membuat beberapa pabrikan asal Jepang menutup pabriknya di sana.
Namun menurut ramalan dari CEO Mitsubishi Motors Corporation (MMC), kondisi ini tidak ideal. Geliat pabrikan China yang menawarkan mobil listrik dengan harga terjangkau tidak dibarengi dengan infrastruktur yang siap.
"Banyak kendaraan listrik asal China yang sudah datang (ke pasar Thailand), bahkan beberapa dari itu mencatatkan penjualan yang sangat baik. Namun sudah sejak awal tahun ini, saya yakin penjualan BEV akan merosot drastis," ujar CEO MMC Takao Kato belum lama ini.
"Kemungkinannya, lingkungan di Thailand belum siap akan kendaraan listrik murni ini. Infrastrukturnya belum terinstal dan orang-orangnya masih ragu untuk membeli kendaraan listrik murni untuk saat ini," lanjutnya.
Kondisi ini sebenarnya terlihat menguntungkan bagi masyarakat. Pilihan menjadi beragam dan harga kompetitif. Namun dari pandangan CEO Mitsubishi Motors Corporation, hal ini justru membuat calon pembelinya kebingungan.
"Terkadang saya melihat harganya (mobil listrik) turun terlalu sering. Itu membuat masyarakat Thailand komplain dengan situasinya," lanjutnya.
Layaknya kebanyakan pabrikan Jepang, Mitsubishi bermain lebih pragmatis. Mereka tak ingin langsung membawa masyarakat ASEAN untuk terjun total ke kancah mobil listrik murni, melainkan datang dengan mobil hybrid.
Strategi tersebut justru dianggap diterima dengan baik oleh pasar. Mitsubishi mengklaim model hybrid yang mereka luncurkan diminati oleh konsumen dan bahkan melebihi ekspektasi.
"Di saat yang bersamaan, kami meluncurkan Xpander Hybrid di Thailand dan itu sangat diterima oleh konsumen di Thailand. Bahkan itu sangat di atas ekspektasi kami," ujar Kato.
Mitsubishi juga akan bermain strategi yang sama di Indonesia. Alih-alih mendatangkan mobil listrik murni dalam waktu dekat, pabrikan asal Jepang ini berjanji untuk segera membawa mobil hybrid-nya ke Tanah Air.
"Jadi seperti yang saya bilang, banyak kompetitor yang akan datang tapi kami sangat percaya diri dan kami sudah mendapatkan hasil yang sangat baik. Harapannya kami bisa mengulangi hal tersebut di Indonesia juga," tutup Kato.