KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM) mencatatkan pertumbuhan hasil investasi pada kuartal III-2024.
Direktur Dana Pensiun Bank Mandiri, Abdul Hadie, mengatakan hasil investasi dana pensiun DPBM sampai kuartal III-2024 sebesar Rp 594 miliar.
"Nilai itu mengalami kenaikan 9,21%, dibandingkan pencapaian per kuartal III-2023," ujarnya kepada Kontan, Kamis (24/10).
Untuk meningkatkan hasil investasi ke depannya, Hadie menerangkan perusahaan akan menerapkan sejumlah upaya.
Dalam rangka mengantisipasi tren penurunan suku bunga dan kondisi ketidakpastian geopolitik global, dia bilang DPBM terus berupaya melakukan strategi alokasi aset yang tepat, menjaga likuiditas jangka pendek atau menengah, serta matching strategy atas manfaat pensiun yang akan jatuh tempo.
"Ditambah mengupayakan re-balancing atas instrument investasi yang kurang prospek, serta re-investasi ke instrument investasi yang likuid dengan mitigasi risiko yang terukur," ungkapnya.
Sementara itu, Hadie menyampaikan aset investasi DPBM sampai kuartal III-2024 sebesar Rp 10,27 triliun.
Dia bilang penempatan investasi perusahaan didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi korporasi dengan kualitas rating investment grade serta risk profile yang rendah.
PT TASPEN (Persero) mencatat pertumbuhan hasil investasi Yield on Investment (YoI) sebesar 10,55% di atas industri. Perusahaan mengungkapkan pertumbuhan ini tidak lepas dari strategi investasi yang optimal dengan meningkatkan portofolio investasi TASPEN pada instrumen Surat Utang Negara.
"TASPEN senantiasa memprioritaskan keamanan dan kelangsungan dana pensiun peserta dengan mempertimbangkan risiko, dan mengejar hasil yang optimal dalam pengambilan keputusan investasi berlandaskan prinsip PAHALA, yaitu Pastikan, Aman, Hasil, Andal, Likuid dan Antisipatif," kata Corporate Secretary TASPEN Henra dikutip dari siaran pers, Jumat (18/10/2024).
Dari pertumbuhan hasil investasi Yield on Investment (YoI) sebesar 10,55% di atas industri, portofolio investasi TASPEN didominasi pada instrumen Surat Utang Negara. Selain itu, dana diinvestasikan pada instrumen Obligasi, Deposito, Saham, dan Reksadana yang terdaftar di OJK, serta penyertaan pada anak usaha yang aman sesuai dengan regulasi yang berlaku.
TASPEN juga menerapkan sistem tiga garis pertahanan (three lines of defense) yang melibatkan komite investasi, manajemen risiko, dan fungsi pengawasan internal.
Seiring dengan upaya mengejar imbal hasil yang tinggi, TASPEN tetap berkomitmen pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) yang baik serta mengalokasikan 80% portofolio pada instrumen berisiko rendah, memastikan ketersediaan dana tunai serta memberikan jaminan likuiditas untuk memenuhi kewajiban klaim peserta dan operasional perusahaan. Hal ini secara signifikan mengurangi risiko gagal bayar.
Selain itu, penerapan GCG juga diwujudkan dengan aktif mengadakan kegiatan TASPEN GRC Insight Forum (TGIF) 2024 untuk menginternalisasi nilai-nilai Governance, Risk Management, dan Compliance (GRC) dalam lingkungan perusahaan serta berhasil meraih penghargaan sebagai Badan Publik dengan Predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat sejak 2019, Most Consistent Keterbukaan Informasi Publik pada Kompetisi BUMN Corporate Communication and Sustainability Summit (BCOMSS) Kementerian BUMN, serta Trusted Company untuk keempat kalinya dalam ajang Indonesia Good Corporate Governance Award sejak 2020 hingga 2024.
Selama lebih dari 60 tahun, TASPEN telah mengelola dana pensiun dengan penuh kehati-hatian. Hal ini sesuai arahan Menteri BUMN RI Erick Thohir agar seluruh pengelolaan BUMN dilakukan secara bersih, yang ditegaskan pula dalam Undang-Undang Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN yang berlandaskan pada prinsip Transparansi (Transparency), Akuntabilitas (Accountability), Pertanggungjawaban (Responsibility), Kemandirian (Independency) dan Kewajaran (Fairness). TASPEN secara proaktif memproyeksikan kebutuhan jangka panjang untuk menjaga likuiditas dan memastikan keberlanjutan dana pensiun.