#30 tag 24jam
Laki-Laki Mendominasi Pekerjaan Bidang STEM Bergaji Tinggi, Bagaimana dengan Perempuan?
Laki-laki mendominasi posisi STEM yang lebih terampil dan memiliki gaji lebih tinggi. [588] url asal
#stem #perempuan #perempuan-di-bidang-stem #pendidikan #laki-laki #tanoto-foundation #pendidikan-stem #sains #teknologi #teknik #dan-matematika
(MedCom) 12/10/24 19:57
v/16370999/
Jakarta: ?Ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam mengakses pendidikan di Indonesia masih terlihat jelas. Dalam sektor pendidikan STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika), seperti dicatat lembaga perburuhan dunia, International Labour Organization (ILO), perempuan hanya menyumbang 35% lulusan STEM dan hanya 8% pekerja STEM di Indonesia.Laki-laki mendominasi posisi STEM yang lebih terampil dan memiliki gaji lebih tinggi, sementara perempuan terkonsentrasi di pekerjaan yang bergaji lebih rendah dan kurang terampil. Padahal, menurut studi World Bank tahun 2018, mendidik perempuan menjadi kunci untuk mengurangi kemiskinan.
Dalam forum ini, Inge membahas tema Pendidikan untuk Perempuan sebagai Fondasi Pembangunan Berkelanjutan. SDGs Festival merupakan bagian dari SDGs Annual Conference 2024 yang bertujuan untuk mengumpulkan pemangku kepentingan yang terlibat dalam pencapaian SDGs Indonesia dan mendiseminasikan capaian SDGs untuk memastikan pembangunan inklusif dan akuntabel.
“Perempuan di sektor STEM Indonesia juga menghasilkan pendapatan 28% lebih rendah dibandingkan laki-laki. Sebagai perbandingan, negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand, mereka memiliki representasi perempuan yang lebih tinggi di bidang STEM, berkat sistem pendidikan yang lebih baik, kebijakan gender, dan ekonomi yang lebih kuat,” paparnya dalam siaran pers, di Jakarta, Sabtu, 12 Oktober 2024.
Padahal salah satu SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menjadi target pemerintah Indonesia pada 2030 adalah mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan. Hingga saat ini, Inge menjelaskan, perempuan khususnya anak-anak masih menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak khususnya pada saat krisis seperti bencana alam, resesi ekonomi, pandemi, atau bahkan perang.
“Anak perempuan menghadapi diskriminasi dan kekerasan dalam berbagai bentuk. Menurut laporan Girls in Crisis dari Plan International tahun 2018-2020, anak-anak perempuan sering terpisah dari keluarganya, yang membuat mereka rentan terhadap kekerasan dan eksploitasi,” kata Inge.
Ia menjelaskan, banyak anak-anak perempuan dipaksa menikah terlalu dini atau terlibat dalam hubungan transaksional demi bertahan hidup atau membantu keluarganya. Pada gilirannya, situasi itu meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan dan kekerasan berbasis gender.
Kesenjangan dalam akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi anak perempuan, terutama di daerah krisis, juga sangat mencolok. Laporan Orange the World dari UN Women tahun 2020 juga menyoroti bagaimana ketidaksetaraan ini berdampak pada kesejahteraan fisik dan mental anak perempuan.
“Realita ini menunjukkan bahwa saat ini ruang gerak perempuan masih terbatas dan kurang dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang secara langsung mempengaruhi peluang mereka dalam kehidupan,” paparnya.
Khusus untuk Indonesia, SDGs turut mendukung pelaksanaan visi untuk menciptakan Generasi Indonesia Emas 2045 mendatang. Ia menekankan, perempuan terdidik dan memiliki kesempatan bekerja dapat meningkatkan taraf kesehatan, mengurangi kelaparan, menciptakan kesejahteraan keluarga dan skala yang lebih besar lagi yaitu negara.
“Kita butuh bekerja sama untuk memastikan semua anak, tanpa memandang gender, memiliki kesempatan mengembangkan potensi mereka sepenuhnya demi tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan visi Indonesia Emas 2045,” katanya.
Menurut Inge, dengan kualitas dan potensi yang dimiliki oleh anak-anak perempuan, semua pihak perlu bergandeng tangan untuk menghapus stereotip gender yang membatasi pendidikan berkualitas pada perempuan.
“Dalam menyongsong 2030, ketika kita bekerja menuju tujuan kesetaraan gender dan jangka yang lebih panjang yaitu Indonesia Emas 2045, kita perlu mengadvokasi pendekatan yang lebih berperspektif gender dan mendorong perubahan berkelanjutan. Karena, saat perempuan terdidik, mereka dapat berpartisipasi lebih aktif dalam dunia kerja, menjadi inovator, pemimpin, dan kontributor bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” tuturnya.
Berangkat dari upaya meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, termasuk akses pendidikan ke perempuan seperti tercantum di SDGs, Tanoto Foundation turut berfokus dalam membangun generasi unggul melalui pendidikan agar mereka dapat bersaing dengan SDM global apapun gender mereka.
| Baca juga: 3 Alasan Penting Perempuan Perlu Belajar di Bidang STEM |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(CEU)
Beasiswa Rekomendasi 'Netizen' yang Masih Bisa Daftar di September
Beasiswa tidak hanya membantu meringankan beban finansial, tetapi juga menjadi peluang emas untuk mengembangkan diri. [489] url asal
#beasiswa #rekomendasi-beasiswa #september #perguruan-tinggi #pendidikan-tinggi #pendidikan #mahasiswa #universitas #scholarflip #tanoto-foundation #ipb
(MedCom) 19/09/24 15:45
v/15239611/
Jakarta: Tahun akademik baru telah dimulai, bagi banyak mahasiswa itu berarti saatnya berburu beasiswa. Beasiswa tidak hanya membantu meringankan beban finansial, tetapi juga menjadi peluang emas untuk mengembangkan diri.Meskipun ratusan program beasiswa ditawarkan setiap tahun, mahasiswa tetap perlu aktif mencari informasi agar bisa menemukan beasiswa yang paling sesuai dengan minat dan bakat mereka. Hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh komentar warga-net di X dengan account @fuckphysic yang memicu komentar warga-net lain untuk merekomendasikan berbagai beasiswa untuk orang ‘biasa-biasa aja’.
Tweet tersebut nyatanya telah dilihat hingga jutaan kali. Meski sudah pertengahan September, masih ada beberapa beasiswa menarik yang bisa didaftarkan berdasarkan rekomendasi warga-net. Simak ulasannya berikut ini:
1. Scholarflip dari Flip
Flip, platform pembayaran terkemuka di Indonesia, meluncurkan program beasiswa unik bernama Scholarflip. Direkomendasikan oleh @Privatalfaiz, beasiswa ini berbeda dari yang lain karena secara khusus menghargai mahasiswa yang mampu menerapkan gaya hidup hemat dalam kehidupan sehari-hari.Syaratnya juga sangat mudah, yaitu mahasiswa aktif D3/D4/S1 dengan usia maksimal 25 tahun dan memiliki IPK minimal 2,75 (Eksakta) atau 3,00 (Non-Eksakta) dan wajib mengisi formulir pendaftaran di flip.id/scholarflip sebelum 22 September 2024. Bagi sepuluh pemenang terpilih akan mendapatkan beasiswa senilai Rp24 juta per tahun.
2. Beasiswa Prestasi Angkatan XXXII Dompet Dhuafa
Selanjutnya, akun @galau1detik merekomendasikan Beasiswa Prestasi Angkatan XXXII Dompet Dhuafa. program ini diberikan untuk mahasiswa berprestasi dari mahasiswa baru hingga semester 5.Pendaftaran berlangsung mulai dari 4 hingga 30 September 2024. Beasiswa ini bertujuan mendukung mahasiswa yang berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik. Beberapa syarat yang perlu dipenuhi adalah beragama islam, memiliki jiwa entrepreneur, IPK terakhir minimal 2,75 (Eksakta) dan 3,00 (Non-Eksakta), aktif berorganisasi, dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan DDW.
3. Beasiswa Tanoto Foundation
Beasiswa dengan deadline paling dekat lainnya adalah Beasiswa Tanoto Foundation yang direkomendasikan akun @lalaaskyyy. Mahasiswa terpilih akan menjadi Tanoto Scholars, dan menjalani perjalanan program TELADAN selama 3.5 tahun dari semester 2 hingga 8.Beberapa manfaat yang akan didapat antara lain dukungan pengembangan kepemimpinan, dukungan biaya kuliah hingga jaringan alumni di seluruh dunia. Syarat yang perlu dipenuhi adalah WNI, terdaftar sebagai mahasiswa reguler (S1) semester pertama di salah satu perguruan tinggi mitra program TELADAN.
Perguruan tinggi tersebut adalah (IPB, ITB, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Indonesia, Universitas Mulawarman, Universitas Riau, Universitas Sumatera Utara), berkomitmen mengikuti Program Pengembangan Kepemimpinan selama masa Program TELADAN (Semester 2 – Semester 8), hingga menunjukkan potensi kepemimpinan yang kuat serta berkomitmen untuk berkontribusi pada masyarakat dan pembangunan bangsa.
Dengan banyaknya pilihan beasiswa yang tersedia, penting bagi mahasiswa untuk aktif mencari dan segera mendaftar sebelum batas waktu berakhir. Dari Scholarflip hingga Tanoto Foundation, kesempatan ini memberikan harapan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Jangan lewatkan kesempatan untuk mengamankan bantuan pendidikan di bulan September ini, karena setiap beasiswa dapat menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah.
| Baca juga: Kenalan dengan Russell Group, Ivy League versi UK |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(CEU)
9,9 Juta Gen Z Masuk Kategori NEET, Tidak Bekerja, Tidak Sekolah Maupun Kursus
Persentase NEET di Indonesia mencapai 22,25 persen dari total penduduk usia 15-24 tahun secara nasional. [852] url asal
#neet #tanoto-scholar-gathering #tanoto-foundation #gen-z #generasi-z #sekolah #kursus #tidak-bekerja #youth-not-in-education #employment #and-training #bps #tanoto #beasiswa #beasiswa-te
(MedCom) 31/07/24 07:00
v/12714672/
Jakarta: Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2023 terdapat sekitar 9,9 juta penduduk usia muda (15-24 tahun) tidak bekerja, tidak pergi ke sekolah, maupun tidak sedang mengikuti kursus. Mereka disebut youth not in education, employment, and training (NEET).Persentase NEET di Indonesia mencapai 22,25 persen dari total penduduk usia 15-24 tahun secara nasional. Padahal, generasi muda inilah yang akan menjadi penggerak masa depan bangsa, nakhoda pembangunan negara, pemimpin keberlanjutan pembangunan dan perkembangan Indonesia.
Karena itu, sangat penting untuk dapat mengidentifikasi, melatih, dan mendukung pemimpin masa depan yang berpotensi sejak dini. Berdasarkan hal tersebut, Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen di bidang pendidikan yang didirikan Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada 1981, melalui program TELADAN, mendukung terciptanya pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia yang andal dan dapat berkontribusi kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Program TELADAN, memberikan dan memperlengkapi para mahasiswa dari 10 universitas mitra Tanoto Foundation beasiswa kuliah S1 dan pelatihan kepemimpinan yang terstruktur. Salah satu bagian dari perjalanan pembelajaran para penerima beasiswa TELADAN (Tanoto Scholars) adalah Tanoto Scholars Gathering (TSG) yang diadakan setiap tahun. Tahun ini, TSG 2024 kembali diadakan di Pangkalan Kerinci, Riau.
CEO Tanoto Foundation, Benny Lee mengatakan, pendiri Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto memiliki visi 5C yang juga diterapkan di semua grup bisnisnya, yaitu good for community, climate, country, customer, dan company. “5C menunjukkan kita harus bisa memberikan dampak dahulu kepada 4C pertama, baru berpikir mengenai organisasi/ diri kita sendiri. Tanoto Foundation juga menganut visi ini karena apa yang kita lakukan harus berdampak baik untuk masyarakat dan negara”, sebut Benny dalam siaran persnya, Rabu, 31 Juli 2024.
“Adik-adik juga akan mengunjungi pabrik-pabrik RGE beroperasi dan melihat bagaimana mereka menerapkan perbaikan terus menerus atau continuous improvement. Ini sangat penting untuk Tanoto Scholars, untuk selalu mencari peluang memperbaiki dan mengembangkan diri,” sebut Benny.
Ia meminta para peserta memanfaatkan kesempatan TSG ini untuk mengenal satu sama lain dengan baik, karena ini akan membentuk jaringan kalian di masa depan. Saling dukung satu sama lain dan tumbuh bersama menjadi pemimpin,“ tutup Benny.
Chief Operating Officer (COO) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Eduward Ginting, yang turut membuka TSG 2024, mengatakan PT RAPP menjadi pionir dalam business sustainability yang diimplementasikan dalam April 2030. “Kami yakin bila kami semakin sustain, kami dapat makin kompetitif juga. Begitu juga dengan adik-adik semua. Kalian dipersiapkan menjadi pemimpin yang berkomitmen kepada keberlanjutan. Dengan pola pikir keberlanjutan, kalian akan menjadi pemimpin yang berfokus pada menciptakan nilai jangka panjang yang melampaui keuntungan finansial saja, namun juga berdampak pada masyarakat, lingkungan, dan negara,” sambung Eduward.
Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (2019-2021), Bambang Brodjonegoro yang membuka sesi inspirational talk mengatakan, jika Indonesia mau menjadi negara maju, kuncinya adalah fokus di pengembangan manusianya. “Apa yang dilakukan oleh Tanoto Foundation lewat TSG 2024 dan program beasiswa kepemimpinannya sudah in line dengan cita-cita ini. Ketika ingin menjadi negara maju, kita akan melewati suatu periode di mana yang menonjol di dunia adalah sustainability dan digital transformation," kata Bambang.
Jadi, kata Bambang, dengan memasukkan isu sustainability sebagai tema, artinya sudah bahwa ini akan menjadi tren masa depan, dan mencapainya dengan digital.
“Sebagai generasi digital, adik-adik bisa berkontribusi dengan mengimplementasikan transformasi digital yang mendukung sektor-sektor krusial seperti ekonomi, politik, lingkungan, dan kesehatan. Namun harus tetap memperhatikan keberpihakan kepada kaum membutuhkan seperti nelayan, petani, dan lainnya. Peran anak muda sangat krusial. Kalian harus menjadi critical thinkers, change makers, innovators, communicators, dan leaders,” sambung Bambang.
TSG 2024 juga diisi oleh pembicara-pembicara lain seperti Ketua MPR, Bambang Soesatyo, Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono, dan para alumni program beasiswa Tanoto Foundation. Salah satunya adalah Prof. Cahyadi, guru besar termuda Universitas Sebelas Maret, Solo, yang berbicara mengenai perjalanan pendidikannya dan bagaimana berkontribusi di sektor pendidikan.
Selain itu, SDG Mover UNDP Indonesia yang juga merupakan public figure, Chelsea Islan, juga turut hadir dengan membawakan materi bagaimana membangun aksi yang berdampak dan berkelanjutan, serta komunikasi yang dapat mempengaruhi banyak pihak untuk melakukan hal yang positif.
TSG adalah bagian dari program kepemimpinan dan beasiswa Tanoto Foundation yang bernama TELADAN (Transformasi Edukasi untuk melahirkan Pemimpin Masa Depan). TSG mempertemukan Tanoto Scholars dari seluruh Indonesia dan luar negeri dan memberikan kesempatan untuk berjejaring, belajar dari para tokoh-tokoh berpengaruh dan sesama Tanoto Scholars, pengenalan akan dunia kerja, dan bertemu langsung dengan pembina dan pengurus Tanoto Foundation.
TSG merupakan titik lanjutan pengembangan kepemimpinan dalam program TELADAN dari tahap “lead self” ke tahap “lead others”. Berlangsung pada 28-30 Juli 2024 di Pangkalan Kerinci, Riau, TSG 2024 diikuti oleh 195 Tanoto Scholars dari universitas mitra Tanoto Foundation antara lain IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Riau, serta Tanoto Scholars dari Singapura.
Dalam kegiatan TSG 2024, Tanoto Scholars melakukan serangkaian kegiatan selama 3 hari. Mulai dari industrial visit di mana mereka diajak untuk melihat secara langsung bagaimana grup usaha dari pendiri Tanoto Foundation (Sukanto Tanoto) yaitu RGE, menjadi heart of sustainability di tempat di mana mereka beroperasi serta dalam menerapkan keberlanjutan dalam proses bisnisnya.
| Baca juga: 5 Tahapan Program yang Harus Diikuti Peserta Tanoto Foundation Fellowship |
(CEU)
Tanoto Foundation Siapkan Pola Pikir Berkelanjutan Generasi Pemimpin
Tanoto Foundation menyiapkan generasi pemimpin dengan pola pikir berkelanjutan lewat Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2024. [307] url asal
#tanoto-foundation #universitas-indonesia
(CNN Indonesia - Ekonomi) 29/07/24 13:39
v/12527560/
Organisasi filantropi independen Tanoto Foundation menyiapkan generasi pemimpin dengan pola pikir berkelanjutan lewat Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2024.
Tanoto Scholars Gathering tahun ini dihelat pada 28-30 Juli 2024 di Pangkalan Kerinci, Riau. Acara tersebut merupakan bagian dari program beasiswa yang diberikan Tanoto Foundation, TELADAN.
TSG mempertemukan Tanoto Scholars dari seluruh Indonesia dan luar negeri dan memberikan kesempatan untuk berjejaring dan belajar dari para tokoh-tokoh berpengaruh.
Para peserta juga akan dikenalkan dengan dunia kerja, dan bertemu langsung dengan pembina dan pengurus Tanoto Foundation. TSG merupakan titik lanjutan pengembangan kepemimpinan dalam program TELADAN dari tahap 'lead self' ke tahap 'lead others'.
CEO Tanoto Foundation Benny Lee mengatakan bahwa pendiri Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto memiliki visi 5C yang juga diterapkan di semua grup bisnisnya, yaitu good for community, climate, country, customer, dan company.
"5C menunjukkan kita harus bisa memberikan dampak dahulu kepada 4C pertama, baru berpikir mengenai organisasi/ diri kita sendiri," ungkapkan melalui keterangan resmi, Minggu (28/7).
Ia juga mengatakan Tanoto Foundation menganut visi tersebut karena apa yang dilakukan harus berdampak baik untuk masyarakat dan negara.
"Adik-adik juga akan mengunjungi pabrik-pabrik RGE beroperasi dan melihat bagaimana mereka menerapkan perbaikan terus menerus atau continuous improvement. Ini sangat penting untuk Tanoto Scholars, untuk selalu mencari peluang memperbaiki dan mengembangkan diri," ucap Benny.
TSG 2024 diikuti oleh 195 Tanoto Scholars dari universitas mitra Tanoto Foundation antara lain IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Brawijaya.
Lalu, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Riau, serta Tanoto Scholars dari Singapura.
Tanoto Scholars juga berkesempatan mendapatkan ilmu dan berdiskusi langsung dengan berbagai pembicara ahli mulai dari Menteri Riset dan Teknologi RI (2014-2021) Bambang Brodjonegoro, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Menteri Agraria dan Tata Ruang Agus Harimurti Yudhoyono, Guru Besar Fakultas Peternakan UNS Cahyadi, serta SDG Mover UNDP Indonesia Chelsea Islan.