Produsen mobil asal China, Maxus telah mengenalkan Mifa 9 terbaru di Indonesia, Kamis (7/11). Kendaraan listrik berjenis MPV premium tersebut kabarnya akan dibanderol Rp 1,1 miliar. Kenapa Maxus nekat masuk ke segmen yang peminatnya tak banyak?
Jika dilihat dari pergerakkannya, Maxus memang mau fokus ke segmen premium. Bahkan, selain Mifa 9, mereka turut menghadirkan Mifa 7 yang mengusung desain bongsor dengan fitur khas kendaraan mewah.
Padahal, pembagian 'kue' di segmen MPV premium sangat kecil. Apalagi kendaraan yang dijual Maxus semuanya bertenaga listrik. Apa alasan mereka yakin menjual Mifa 9 di Indonesia?
Yudhy Tan selaku Chief Operating Officer (COO) Maxus Indonesia mengatakan, pasar mobil MPV bagaimana pun juga masih tetap menarik di Indonesia. Dia yakin, sebagai MPV premium bertenaga listrik pertama di Tanah Air, produknya bisa diminati konsumen Tanah Air.
"Sekarang ini di Indonesia market MPV kan selalu utama, kuenya menarik. Kami bisa katakan, ini MPV luxury pertama yang berbasis baterai. Jakarta kan membutuhkan sekali kendaraan MPV listrik yang nyaman biar bisa lewatin ganjil genar. Makanya kami masuk ke segmen ini," ujar Yudhy saat ditemui di Menteng, Jakarta Selatan.
Kini, sebagai 'pemain baru', Maxus mau fokus mengenalkan brand dan produknya dulu ke masyarakat Indonesia. Mereka belum mau bicara mengenai target atau angka penjualan.
"Indomobil Group melalui brand Maxus-nya ini kita mau fokus dulu supaya pelanggan bisa nyaman. Pelanggan yang nanti akan menentukan, kalau pelayanan yang kami berikan bagus, ya mereka bisa menjadi aset besar untuk kami," kata dia.
Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan MPV premium memang terkesan 'biasa saja' di Indonesia. Misalnya, Toyota Alphard sebagai market leader terjual 402 unit selama September 2024, kemudian Toyota Vellfire hanya 35 unit dan Hyundai Staria hanya satu unit.
Sebagai catatan, Maxus Mifa 9 yang dijual di Indonesia sementara masih berstatus impor dari China. Namun, dalam waktu dekat, kendaraan mewah tersebut akan dirakit lokal di Purwakarta, Jawa Barat.
Maxus Mifa 9 punya nilai keamanan ENCAP bintang lima. Kendaraan listrik tersebut menggunakan baterai 90 kwh dengan jarak tempuh 435 km dalam kondisi penuh. Sementara lama pengecasan dari 30 ke 80 persen hanya 30 menit dengan fitur fast charging.
Teknologi yang tertanam di dalamnya cukup lengkap, misalnya seperti kursi captain seat dengan fitur pijat, pengecasan nirkabel, layar hiburan sentuh berukuran 12,3 inch, pengeras suara buatan JBL, driver assistance, tujuh airbags, kamera 360 dan masih banyak lagi.
Merek premium di bawah BYD, Denza, kian mendekat ke Indonesia. Denza baru saja meluncurkan MPV listrik calon rival Toyota Alphard di Thailand. [691] url asal
Merek premium di bawah BYD, Denza, kian mendekat ke Indonesia. Denza baru saja meluncurkan MPV listrik calon rival Toyota Alphard di Thailand.
BYD kian gencar meramaikan pasar otomotif di kawasan ASEAN. Segmen premium pun mulai dirambah BYD. Baru-baru ini merek premium di bawah naungan BYD, Denza, secara resmi mengaspal di Thailand. Di kawasan Asia Pasifik, Thailand menjadi negara keempat setelah Hong Kong, Kamboja, dan Singapura yang menjadi tempat peluncuran Denza. Makin mendekat ke Indonesia nih!
Tak membuang waktu, Denza langsung merilis MPV premium bertenaga listrik Denza D9. Mobil ini merupakan calon penantang Toyota Alphard cs di segmen MPV premium. Menariknya Denza D9 sudah mengusung baterai sebagai sumber tenaganya, sementara Alphard varian tertinggi menggendong mesin hybrid.
Denza D9 sudah pernah mejeng di IIMS 2024. Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Dilansir Paultan, Denza D9 ditenagai oleh motor listrik tunggal yang bisa menyemburkan tenaga 313 PS dan torsi 360 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam waktu 9,5 detik. Sebagai standar, tersemat baterai Blade Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan kapasitas 103,36 kWh. Berbekal baterai itu, mobil bisa menjelajah sejauh 520 km.
Spesifikasi Denza D9
Soal dimensi, Denza D9 terbilang besar. MPV tanpa asap ini memiliki panjang 5.250 mm, lebar 1.950 mm, dan tinggi 1.920 mm. D9 itu lebih panjang 240 mm dan lebih lebar 100 mm ketimbang Toyota Alphard maupun Vellfire.
Di bagian interior, Denza D9 menawarkan kenyamanan tingkat tinggi. Untuk hiburan, tersedia layar sentuh berukuran 15,6 inch sama halnya seperti yang tersemat pada BYD Seal. Kemudian ada juga layar instrumen digital berukuran 10,25 inch, head-up display 12 inch, serta sistem suara Dynaudio 14 Speaker. Material yang digunakan pun terbilang mewah yakni trim kayu asli, jok kulit Nappa, hingga headlining berbahan suede.
Kursi di baris kedua mengusung konfigurasi captain seat yang dapat diatur 10 arah dengan hand rest yang sudah terintegrasi untuk mengontrol fungsi pemanas, ventilasi, dan pijatan. Ada juga kulkas dengan kapasitas 7,5 liter, panoramic sunroof, pengisi daya nirkabel 50 watt, dan climate control. Fitur berbasis radarnya juga terbilang lengkap mulai dari autonomous emergency braking, adaptive cruise control dengan stop and go, lane centring assist, blind spot monitoring, front and rear cross traffic alert with auto brake and door opening warning.
Harga Denza D9 di Thailand
Di Negeri Gajah Putih itu, Denza D9 ditawarkan dalam dua tipe yaitu Premium dan Performance AWD. Tipe premium dibanderol seharga 1.999.900 baht yang setara dengan Rp 936 jutaan, sementara tipe Performance AWD harganya Rp 2.699.900 atau sekitar Rp 1,26 miliaran. (1 baht = Rp 468,28).
Di Indonesia, BYD sejatinya sudah memamerkan Denza D9, tepatnya pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024. Namun pada pameran yang digelar Februari 2024 tersebut, BYD memang belum berniat untuk menjual Denza D9 di Tanah Air.