#30 tag 24jam
Obituari Indro ‘Kimpling’ Suseno: Guru Para Pegiat Event Jogja - kumparan.com
Indro ‘Kimpling’ Suseno, budayawan yang dikenal sebagai guru para pegiat event di Jogja, meninggal dunia pada Rabu (11/9) malam. #publisherstory #pandanganjogja [403] url asal
#obituarium #guru #event #jogja #budayawan #seniman
(Kumparan.com - News) 12/09/24 17:24
v/14971880/
Budayawan Jogja, KRMT Indro ‘Kimpling’ Suseno, wafat pada Rabu (11/9) malam sekitar pukul 23.45 WIB di usia ke-61 tahun. Ia dimakamkan di Makam Sonyoragi Baciro, Yogya, pada Kamis (12/9) siang, sekitar pukul 14.00 WIB.
Sejumlah tokoh hadir di rumah duka di Bausasran, Danurejan, tempat Indro Kimpling disemayamkan, seperti Budayawan Butet Kertaradjasa hingga politikus PDIP, Ganjar Pranowo.
Pak Kim, sapaan akrab Indro Kimpling, telah memberikan pengaruh besar bagi dunia event di Jogja. Ia sudah seperti guru bagi para pegiat event di Jogja hari ini. Bukunya, ‘Cara Pinter Jadi Event Organizer’, telah menjadi semacam pedoman praktis bagi para penyelenggara event.
“Buku itu jadi semacam panduan teknis para pegiat event di Jogja, bagaimana manajemen event harus dilakukan. Sebelumnya, enggak tahu kita, enggak kebayang harus bagaimana,” kata Mikke Susanto, pelaku seni yang juga seorang kurator Jogja, Kamis (12/9).
“Sosok yang sangat penting dalam perkembangan pengelolaan event seni budaya di Yogyakarta,” tambahnya.
Event seni dan budaya yang saat ini hampir bisa disaksikan setiap hari di Jogja, kata Mikke tidak bisa dilepaskan dari buku yang ditulis oleh Pak Kim.
Ia juga pernah membuat acara televisi bernama ‘Konco Kimpling’, yang menurut Mikke membuka berbagai wawasan tentang sumber daya manusia di Jogja. Sehingga, masyarakat Jogja bisa memahami mengapa Jogja istimewa.
“Pak Kimpling adalah aset penting bagi kebudayaan DIY, karena dia mampu menggali berbagai macam hal yang selama ini belum terbuka oleh generasi-generasi baru. Di tahun 1990-2000-an, Pak Kimpling bisa memberikan satu gambaran betapa istimewanya Jogja,” kata Mikke Susanto.
Wakil Ketua KADIN DIY, yang juga sahabat Indro Kimpling, Robby Kusumaharta, melihat Pak Kim sebagai sosok budayawan yang memiliki jaringan kuat, baik secara vertikal maupun horizontal.
“Mas Indro Kimpling seorang budayawan yang kuat jaringannya ke vertikal juga horizontal, tanpa kegaduhan, justru sering menciptakan warna baru,” kata Robby dihubungi Pandangan Jogja, Kamis (12/9).
Tak hanya berkiprah di dunia event, Pak Kim juga banyak menggeluti bidang lain hingga ia dikenal sebagai seorang budayawan multitalenta.
“Ia adalah pegiat media, seni pertunjukan khususnya musik, pameran seni rupa, dan lain-lain,” kata Ketua Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra, Kamis (12/9).
Di dunia media, Pak Kim pernah mendirikan Majalah Kabare Jogja yang fenomenal pada medio 2000-an.
Secara personal, Widihasto mengenal Pak Kim sebagai sosok yang hangat dengan siapapun, supel, dan memiliki pergaulan yang luas.
“Kecintaannya terhadap Kota Yogyakarta tidak diragukan lagi. Banyak karya kegiatan lahir dari tangan dinginnya dan ikut menambah nilai makna Yogyakarta,” ujar Widihasto.
Dana Indonesiana Bikin Iri Seniman dan Budayawan di Luar Negeri
Ketersediaan pendanaan itu guna mendukung penciptaan karya hingga pemajuan kebudayaan oleh para seniman dan budayawan Indonesia. [463] url asal
#dana-indonesiana #indonesiana #seniman #budayawan #seni #kemendikbudristek
(MedCom) 10/08/24 19:11
v/14075273/
Jakarta: Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyediakan Dana Indonesiana kepada seniman dan budayawan Tanah Air sejak tahun 2022. Ketersediaan pendanaan itu guna mendukung penciptaan karya hingga pemajuan kebudayaan oleh para seniman dan budayawan Indonesia.Sejak pertama kali diluncurkan tahun 2022 oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, Program Dana Indonesiana terus menuai dukungan positif dari pegiat budaya maupun seniman di Tanah Air.
Mendikbudristek, Nadiem Makarim mengatakan Dana Indonesiana telah mendorong seniman dan budayawan dalam Merdeka Berbudaya. "Sehingga terjadi pemajuan kebudayaan Indonesia tanpa khawatir terkendala pendanaan," kata Nadiem dalam keterangannya, Jumat 9 Agustus 2024.
Nadiem mengemukakan, ketersediaan Dana Indonesiana amat berperan penting dalam revitalisasi kegiatan ekspresi budaya Indonesia. Sehingga pekerja kreatif budayawan dan seniman tidak kehilangan tumpuan hidupnya.
“Dana Indonesiana menghidupkan berbagai festival kebudayaan dan mendukung tumbuhnya produksi karya para pelakunya agar mampu berkiprah di pentas nasional maupun internasional,” papar Nadiem.
Sutradara kenamaan Indonesia, Andara Fembriarto, pun mengakui bahwa Dana Indonesiana sebagai implementasi nyata dukungan pemerintah. Ia mengatakan, Dana Indonesia memiliki dampak besar kepada budayawan dan seniman nasional.
Andara menyebut, salah satu contoh bagian dari manfaat Dana Indonesiana adalah lebih mudahnya para Sineas Indonesia mengakses dana-dana perjalanan ke luar negeri untuk mengikuti festival film internasional. Bahkan, di luar negeri pun kata dia program Dana Indonesiana menjadi pembicaraan.
"Sineas luar negeri pun iri dengan kebijakan pemerintah yang menghadirkan Program Dana Indonesiana," ujar Andara.
Hal itu terungkap saat para sineas Indonesia dan luar negeri saling berinteraksi dalam sebuah festival film. “Kami, Sineas Indonesia, merasa sungkan ketika bincang-bincang dengan pelaku film dari negara lain sebab mereka iri dengan bangsa kita. Seperti pelaku film dari Portugal, Sri Lanka, Nepal, mereka mengatakan tidak ada bantuan dari pemerintahnya,” ujar Andara.
Andara berharap agar Dana Indonesiana dapat terus dihadirkan oleh pemerintah. Agar Merdeka Berbudaya yang telah memicu munculnya kreativitas karya bermutu tidak hilang.
“Program Dana Indonesiana dari pemerintah sangat membantu bagi kami, pelaku budaya serta seniman nasional. Kami bangga terhadap pemerintah sebab Dana Indonesiana mempunyai dampak besar,” ucap Andara.
Dana Indonesiana merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Episode 18 yang kala peluncuran perdana mengusung semangat “Merdeka Berbudaya dengan Dana Indonesiana”. Melalui Dana Indonesiana maka ingin dicapai perluasan kerja budaya berkelanjutan sekaligus mendorong pemajuan kebudayaan.
Sejumlah capaian positif berhasil dilakukan berkat dukungan Program Dana Indonesiana, antara lain dari sektor perfilman Tanah Air. Tercatat tahun 2023 jadi capaian tertinggi industri perfilman Indonesia sebab dengan dukungan Dana Indonesiana sebanyak 50 karya film nasional berhasil tampil pada 24 festival film internasional di 18 negara.
Sedangkan dari sektor musik, duo musisi eksperimental yakni Tesla Manaf dan Rio Abror pernah merasakan manfaat baik Dana Indonesiana. Mereka mampu melaksanakan tur 25 kota pada Maret sampai April di sembilan negara, mulai dari Belanda, Jerman, Perancis, Denmark, Belgia, Italia, Lituania, Polandia, dan Ceko.
| Baca juga: Pendaftaran Dana Indonesiana 2024 Dibuka, Simak Infonya! |
(CEU)
Solidaritas 100 Sastrawan dan Budayawan di Parade Puisi untuk Gaza
Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyuarakan solidaritas atas situasi dan kondisi kemanusiaan di Palestina. [956] url asal
#parade-puisi-untuk-gaza #puisi #gaza #sastrawan #budayawan #palestina #suharti
(MedCom) 28/07/24 15:41
v/12430708/
Jakarta: Sebanyak lebih dari 100 orang sastrawan, budayawan menghadiri Parade Puisi Untuk Gaza yang digelar Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyuarakan solidaritas atas situasi dan kondisi kemanusiaan di Palestina.Kegiatan ini dihadiri sejumlah sastrawan, seniman, dan budayawan terkemuka yang turut membacakan puisi bertema Palestina. Beberapa nama besar yang berpartisipasi antara lain Taufiq Ismail, Putu Wijaya, Eka Budianta, Aspar Paturusi, Jose Rizal Manua, Ahmadun Yosi Herfanda, Dewi Motik Pramono, Jajang C Noer, Fadli Zon, Ratna Riantiarno, Helvy Tiana Rosa, Fatin Hamama, Linda Djalil, Clara Sinta, Abrori Jabbar, Jamal D Rahman, Sastri Sweeney, Tami, Nissa Rengganis, Riri Fitri Sari, serta sastrawan dan budayawan lainnya.
Selain itu, turut hadir membacakan puisi berjudul Tanah Air Gaza, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti.
Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz, dalam sambutannya mengatakan gambaran tentang Palestina adalah heroiknya perjuangan akibat penindasan Israel. Solidaritas Indonesia untuk Palestina dibangun berdasarkan kesamaan nasib sebagai negara yang pernah mengalami penjajahan.
“Ketika mendengar tentang Palestina, dunia tidak berpihak kepada mereka. Keinginan Indonesia untuk membela kemerdekaan dan memberi hak-hak bagi Palestina sesuai Pembukaan UUD 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan,” ujarnya.
Aminudin menambahkan, Indonesia telah banyak melakukan diplomasi, negosiasi, dan mengirimkan bantuan, namun, hingga kini belum ada titik terang. Kekuatan di luar jauh lebih besar daripada kekuatan Palestina.
Indonesia tidak bisa berdiam diri tanpa melakukan sesuatu meskipun hanya hal-hal kecil yang kini dapat dilakukan. Mendengar Palestina harus dengan mata hati dan perasaan.
Oleh karena itu, inisiasi yang disampaikan oleh Majalah Horison dengan mengajak bekerja sama Badan Bahasa bertujuan untuk memberikan sebuah pandangan terkait hal-hal yang dirasakan oleh para sastrawan Indonesia guna menunjukkan solidaritasnya kepada warga Palestina. “Badan Bahasa menyambut baik dan berterima kasih atas insiatif ini,” ungkapnya.
Ia berharap, puisi-puisi yang disampaikan dapat membawa pesan yang mendunia dan didengar oleh masyarakat yang sadar atas nasib Palestina serta menjadi doa yang didengar oleh Allah SWT, sehingga Palestina bisa mendapatkan kemerdekaannya. “Terima kasih para sastrawan yang sudah berpartisipasi dan menyampaikan puisi-puisi dukungannya terhadap Palestina,” pungkas Aminudin sekaligus mengakhiri sambutannya.
Tujuan utama dari acara ini adalah untuk menyerukan dukungan terhadap kemerdekaan penuh bagi Palestina dan mengajak masyarakat untuk bersimpati dan berempati terhadap situasi yang terjadi di Gaza. Melalui puisi-puisi yang dibacakan, para sastrawan berharap dapat menyentuh hati masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya solidaritas kemanusiaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli dan bertindak dalam memperjuangkan hak-hak kemanusiaan di Palestina.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Majalah Horison, Fadli Zon, mengatakan bahwa hampir 40.000 jiwa telah menjadi korban karena penjajahaan Israel (70% adalah perempuan dana anak-anak). Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah berkali-kali mengeluarkan resolusi, namun masih belum bisa menghentikan pembantaian atau genosida di Gaza.
Sampai sekarang Indonesia seolah-olah tidak dapat berbuat apa-apa. “Bantuan kemanusiaan dari warga Indonesia tidak dapat masuk ke wilayah Gaza. Melalui Kementerian Pertahanan, Indonesia berusaha mengirimkan 900 parasut dari udara, kapal yang memuat obat-obatan, dan lain sebagainya. Meskipun tidak efektif, lebih baik ada daripada tidak ada sama sekali” ucapnya.
Fadli Zon menyebut, sudah ada 149 negara yang mengakui negara Palestina dan kini mendukung Palestina menjadi negara anggota PBB. Semoga dalam waktu dekat Palestina dapat menjadi negara yang merdeka.
Selain itu, dalam waktu dekat diharapkan makin banyak negara lain yang ikut mendukung Palestina. Indonesia adalah negara yang paling konsisten untuk tidak melakukan hubungan diplomatik dengan Israel.
Hal itu merupakan konsekuesi dan komitmen Indonesia untuk menghapuskan penjajahan di atas dunia. “Parade Puisi untuk Gaza adalah solidaritas para sastrawan dan seniman Indonesia bagi warga Gaza. Warga Indonesia tidak akan berhenti menyuarakan solidaritas sampai Palestina merdeka. Indonesia akan terus membantu perjuangan Palestina bertahan terhadap penjajahan yang tengah dihadapi,” kata Fadli Zon.
Turut hadir dalam kegiatan Parade Baca Puisi untuk Gaza, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair S. M. Alshun. Dalam sambutannya ia mengapreasi negara Indonesia yang selalu bersama dan berjuang dengan Palestina.
Perjuangan bukan dengan mengangkat senjata, melainkan, melalui diplomasi dan menyuarakan kemerdekaan Palestina melalui banyak organisasi dunia. “Suara Indonesia selalu ada. Saya mewakili Palestina mengucapkan terima kasih atas solidaritas pemerintah dan masyarakat Indonesia,” imbuh Zuhair.
Zuhair menuturkan, Palestina selalu mencari kedamaian, namun krisis perang masih terjadi. Palestina memiliki hak untuk merdeka dan Yerusalem sebagai bagian penting dari Palestina pasti kembali ke pangkuan. Komunitas-komunitas internasional terus melakukan perjuangan untuk menyuarakan kemerdekaan atas Palestina.
“Sayangnya, banyak politikus yang tidak peduli dan banyak aksi demonstrasi sudah dilakukan, baik di Amerika dan Eropa. Namun, para politisinya tidak menanggapi, bahkan Presiden Amerika, Joe Biden menyatakan untuk bersama Israel,” sambungnya.
Lebih lanjut, Zuhair menilai Palestina memiliki hak untuk berjuang dan melawan sampai mendapat kemerdekaan. Tanah Palestina harus bebas dari penjajahan dan Yerusalem kembali ke naungan Palestina. “Oleh karena itu, warga Palestina akan terus berjuang sampai Palestina memperoleh kemerdekaannya atas penjajahan. Terima kasih atas dukungan Indonesia bagi Palestina,” tutup Zuhair.
Selanjutnya, Taufiq Ismail, salah satu penggagas acara ini, menekankan pentingnya menyuarakan persoalan kemanusiaan di Palestina secara terus-menerus. Parade Puisi untuk Gaza ini merupakan bagian dari upaya komunitas internasional untuk mendesak Israel agar segera mengakhiri pendudukannya di wilayah Palestina, termasuk menarik diri dari Jalur Gaza dan memulihkan wilayah-wilayah Palestina yang telah diduduki.
Puisi adalah suara kemanusiaan. Melalui puisi ini kita menyampaikan pesan perdamaian dan solidaritas kepada dunia.
"Kita berharap agar suara-suara ini dapat menjadi bagian dari tekanan internasional yang mendesak Israel untuk menghormati hak-hak rakyat Palestina dan mengakhiri penderitaan mereka,” ucap Taufiq.
Parade puisi ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi bagi para sastrawan dan budayawan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk kemerdekaan dan hak asasi manusia adalah tanggung jawab bersama. Melalui karya-karya sastra, semangat solidaritas dan perjuangan untuk keadilan dapat terus disuarakan dan dihidupkan.
| Baca juga: Frans Ekodhanto Luncurkan Buku Puisi Monolog Hujan |
(CEU)