#30 tag 24jam
Sederet Alasan di Balik Penawaran Bunga Tinggi Bank Digital
OJK menyampaikan sejumlah faktor di balik penawaran suku bunga tinggi oleh bank digital. [469] url asal
#bunga-bank-digital #bunga-tinggi-bank-digital #bunga-bank-digital-tertinggi #bunga-simpanan #ojk #seabank #allo-bank #bank-neo
(Bisnis.Com - Finansial) 16/09/24 08:42
v/15085730/
Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah bank digital saat ini masih menawarkan suku bunga tinggi kepada nasabah. Bahkan, salah satunya memberikan bunga hingga 9% per tahun untuk produk simpanan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan suku bunga simpanan tinggi merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh bank, tidak hanya terbatas pada bank-bank digital untuk menarik dana masyarakat atau menjaring lebih banyak nasabah.
"Secara umum, strategi tingkat suku bunga telah melalui pertimbangan yang hati-hati, di mana hal tersebut ditetapkan dengan memperhatiakan kebutuhan manajemen likuiditas bank," ujarnya dalam jawaban tertulis kepada wartawan pada Sabtu (14/9/2024).
Dian menyebutkan terdapat beberapa faktor yang menjadi pertimbangan bank dalam memberikan suku bunga deposito atau simpanannya, antara lain kondisi ekonomi, baik global maupun nasional.
Kemudian, tingkat persaingan antar-bank, suku bunga acuan, risk premium, dan lainnya. "Tingkat suku bunga simpanan yang ditetapkan selalu dilakukan monitoring dan update secara berkala oleh bank," kata Dian.
Dia menambahkan, bank tentu akan melakukan penyesuaian strategi yang paling tepat dengan tujuan bisnis utama bank, segmen utama nasabah yang dilayani (base customer), serta pengembangan produk, termasuk produk yang dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga/nonbank.
Berdasarkan pada pertimbangan di atas, lanjutnya, kenaikan tingkat suku bunga di beberapa bank digital tersebut tidak dapat disimpulkan sebagai suatu tren. "Hal ini merupakan salah satu strategi dalam menghadapi persaingan bisnis di industri perbankan untuk menarik nasabah," jelas Dian.
Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan alasan sejumlah bank menawarkan suku bunga tinggi di atas bunga penjaminan LPS karena berkaitan dengan persaingan.
Selain itu, alasan penerapan suku bunga simpanan bank digital tinggi adalah karena tujuan penghimpunan dana untuk menopang ekspansi kredit yang lebih masif.
LPS pun tidak melarang pemberian suku bunga simpanan tinggi, meski di atas suku bunga tingkat penjaminan. Namun, LPS meminta bank untuk transparan.
"Kami minta memberikan informasi ke masyarakat, ini agar fair. Saat memberikan bunga simpanan lebih tinggi harus transparan ke masyarakat," ujarnya dalam rapat kerja LPS dengan Komisi XI DPR RI pada beberapa waktu lalu.
LPS meminta perbankan harus memberikan pengumuman terkait program penjaminan simpanan LPS, termasuk tingkat bunga yang bisa dijamin LPS.
Adapun, saat ini terdapat deretan bank digital yang menawarkan bunga simpanan, seperti deposito tinggi. Salah satu bank digital yakni PT Bank Seabank Indonesia misalnya menawarkan produk deposito dengan suku bunga mencapai 6% per tahun. PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) atau BNC juga menawarkan bunga deposito tinggi tembus 8% per tahun.
PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) menawarkan produk simpanan dengan suku bunga tinggi hingga 8,75% per tahun. Bahkan, PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) menawarkan produk simpanan dengan suku bunga tinggi mencapai 9% per tahun.
Suku bunga simpanan bank-bank digital itu pun berada di atas tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Terbaru, LPS telah menetapkan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah pada bank umum 4,25%.
Daftar Bunga Deposito Bank Digital (Jago, Allo Bank Cs) Terbaru Agustus 2024, Tertinggi 9%
Berikut daftar suku bunga deposito bank digital terbaru yang dihimpun Bisnis, tertinggi sentuh 9% per tahun. [1,011] url asal
#bunga-bank-digital #bunga-deposito-bank-digital #bunga-bank-digital-tertinggi #bunga-deposito #seabank #bank-jago #allo-bank #bank-neo
(Bisnis.Com - Finansial) 31/08/24 15:24
v/14864566/
Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah bank digital menawarkan bunga deposito tinggi per tahun demi menjaring nasabah. Bisnis pun merangkum bunga yang ditawarkan oleh bank digital di Indonesia.
Sebagaimana diketahui, bank digital menawarkan suku bunga yang lebih tinggi dari industri dan melebihi suku bunga deposito yang ditawarkan oleh bank-bank konvensional.
Sebagai informasi, suku bunga deposito perbankan dilaporkan masihmengalami peningkatan. Bunga deposito satu bulan perbankan mencapai level 4,73% pada Juli 2024, naik dari bulan sebelumnya yaitu Juni 2024 yang sebesar 4,63%.
Suku bunga deposito pada Juli 2024 juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu atau Desember 2023 yang sebesar 4,69%.
Bagi nasabah yang ingin mendapatkan suku bunga lebih tinggi, tak ada salahnya menengok deretan bunga yang ditawarkan oleh bank-bank digital. Namun, perlu diingat bahwa nasabah mesti memahami jika salah satu syarat simpanan yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah tingkat bunga yang diterima tidak melebihi tingkat bunga penjaminan.
Saat ini, tingkat bunga penjaminan LPS ditetapkan sebesar 4,25% untuk simpanan rupiah di bank umum dan 6,75% untuk simpanan di BPR. Sementara, untuk simpanan valas di bank umum ditetapkan sebesar 2,25%.
Berikut Daftar Suku Bunga Bank Digital per Agustus 2024:
SeaBank
PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) menawarkan produk deposito dengan suku bunga hingga 6% per tahun. Nasabah dapat memilih tenor sesuai kebutuhan, yaitu antara 1, 3, atau 6 bulan.
Bank digital yang dimiliki oleh induk Shopee, Sea Limited ini menetapkan minimal saldo deposito senilai Rp1 juta dan dapat dibuka melalui aplikasi SeaBank.
Bank Jago
PT Bank Jago Tbk. (ARTO) menawarkan suku bunga deposito hingga 5,25% per tahun. Nasabah dapat membuka rekening deposito dengan minimal simpanan mulai dari Rp1 juta.
Dilansir dari situs resminya, untuk penempatan Rp1 juta hingga Rp49,99 juta, Bank Jago menawarkan suku bunga 4,25% per tahun.
Sementara itu, simpanan sebesar Rp50 juta hingga Rp99,99 juta diberikan suku bunga 4,75% per tahun, sedangkan simpanan Rp100 juta ke atas menjadi 5,25% per tahun.
Selain itu, Bank Jago juga memiliki fitur Kantong Terkunci, di mana nasabah dapat mengunci simpanannya untuk tujuan keuangan dengan periode paling singkat 14 hari, hingga 6 bulan. Untuk fitur ini, Bank Jago menawarkan suku bunga sebesar 4,25% per tahun.
Allo Bank
PT Allo Bank Tbk. (BBHI) menawarkan produk deposito dengan minimum setoran awal sebesar Rp1 juta. Bank digital milik konglomerat Chairul Tanjung ini memiliki suku bunga untuk deposito mulai dari 5% hingga 6,50% dengan tenor 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan.
Berikut rincian suku bunga deposito Allo Bank
| Nominal Deposito | Suku Bunga (Tahunan atau Per Tahun) | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 1 Bulan | 3 Bulan | 6 Bulan | 12 Bulan | 24 Bulan | |
| Rp 1,000,000 - Rp 1,000,000,000 | 5% | 5.50% | 6% | 6,50% | 6,50% |
| > Rp 1,000,000,000 | 5,75% | 6% | 6,25% | 6,50% | 6,50% |
*Diperbarui pada 05 Agustus 2024
Bank Neo Commerce
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) memiliki dua produk deposito, yaitu Deposito WOW dan Deposito Flexi.
Untuk Deposito WOW, Bank Neo menjanjikan suku bunga hingga 8% per tahun. Setoran awal untuk membuka Deposito WOW ini hanya Rp100.000 dengan tenor beragam, mulai dari 7 hari hingga 12 bulan.
Rinciannya, tenor 7 hari, bunga ditetapkan sebesar 5,50%; kemudian tenor 1 bulan sebesar 6,25%; tenor 3 bulan sebesar 6,75%, tenor 6 bulan sebeasr 7,50%, dan tenor 12 bulan sebesar 8,00% per tahun.
Sementara, produk Deposito Flexi menawarkan bunga 6% untuk tenor 1 bulan, 6,50% untuk tenor 3 bulan, 7,00% untuk tenor 6 bulan, dan 7,50% untuk tenor 12 bulan. Sama dengan Deposito WOW, nasabah dapat membuka Deposito Flexi dengan penempatan mulai dari Rp100.000.
Superbank
PT Super Bank Indonesia (Superbank) menawarkan produk deposito dengan suku bunga hingga 7,5% per tahun. Nasabah dapat membuka rekening deposito dengan nilai penempatan mulai dari Rp500.000.
Bank digital kongsi PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) dengan Singtel dan KakaoBank ini memberikan tenor mulai dari 7 hari hingga 12 bulan. Suku bunga bervariasi menyesuaikan tenor yang dipilih nasabah.
| Tenor | ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pokok Deposito | 7 Hari | 14 Hari | 1 Bulan | 3 Bulan | 6 Bulan | 9 Bulan | 12 Bulan | |||
| Mulai dari Rp500.000,- Rp1.000.000.000 | 6.25% | 6.25% | 7.50% | 7.50% | 7.50% | 7.50% | 7.50% | |||
| ≥ Rp1.000.000.001 | 6.25% | 6.25% | 6.50% | 6.50% | 6.50% | 6.50% | 6.50% | |||
Blu BCA
Melansir dari situs resminya, blu BCA menawarkan suku bunga deposito sebesar 3,5% per tahun hingga 4,75% per tahun.
Dana penempatan minimal mulai dari Rp1 juta. Suku bunga tertinggi sebesar 4,75% berlaku untuk nasabah yang menempatkan dana di atas Rp1 miliar.
Blu BCA merupakan layanan perbankan yang dikembangkan oleh PT BCA Digital, anak usaha PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Adapun, berikut rincian suku bunga deposito Blu BCA:
| Jumlah Penempatan | Suku Bunga |
|---|---|
| Rp 1.000.000 - Rp 9.999.999 | 3,5% p.a. |
| Rp 10.000.000 - Rp 99.999.999 | 3,75% p.a. |
| Rp 100.000.000 - Rp 499.999.999 | 4,25% p.a. |
| Rp 500.000.000 - Rp 999.999.999 | 4,5% p.a. |
| >= Rp 1.000.000.000 | 4,75% p.a. |
Penempatan dengan Tenor Lebih dari 1 Bulan
| Jumlah Penempatan | Suku Bunga |
|---|---|
| Rp 1.000.000 - Rp 9.999.999 | 3.5% p.a. |
| Rp 10.000.000 - Rp 99.999.999 | 3,75% p.a. |
| >= Rp 100.000.000 | 4,00% p.a. |
Krom Bank
Untuk menarik lebih banyak nasabah, PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) menawarkan suku bunga tinggi hingga 8,75% per tahun untuk jenis produk deposito berjangka.
Berdasarkan perbandingan pada laman resminya, Krom Bank menawarkan minimal deposito sebesar Rp100.000 dengan jangka waktu mulai dari 14 hari.
Amar Bank
PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) menawarkan produk simpanan dengan suku bunga tinggi hingga 9% per tahun.
Untuk bisa membuka rekening deposito Bank Amar, nasabah dapat menyetor dananya mulai dari Rp100.000.
Bank Amar menawarkan rate berupa suku bunga deposito mulai dari 5,75% per tahun untuk tenor 1 bulan dan meningkat sesuai dengan kenaikan tenor pinjaman. Suku bunga tertinggi sebesar 9% ditawarkan bagi nasabah yang memilih tenor 36 bulan.
Jika dirinci, tenor 1 bulan dipatok suku bunga sebesar 5,75%; 3 bulan sebesar 6%; 6 bulan sebesar 6,25%; 12 bulan sebesar 7%; 18 bulan sebesar 7,5%; 24 bulan sebesar 8%; dan 36 bulan sebesar 9%.
Superbank Rilis Produk Deposito, Tawarkan Bunga 7,5% per Tahun
Superbank resmi meluncurkan produk deposito yang menawarkan bunga hingga 7,5% per tahun untuk tenor mulai 1 bulan. [370] url asal
#superbank #deposito-superbank #bunga-superbank-7 #bunga-superbank-7 #superbank-bank-digital #bunga-bank-digital #deposito-bank-digital
(Bisnis.Com - Finansial) 24/07/24 09:22
v/11900888/
Bisnis.com, JAKARTA - Bank digital kongsi PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) atau Superbank resmi meluncurkan produk deposito Superbank yang menawarkan bunga hingga 7,5% per tahun untuk tenor mulai 1 bulan.
Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan deposito Superbank hadir untuk melengkapi berbagai pilihan produk simpanan yang aman dan mudah bagi nasabah Superbank, sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka.
“Produk ini juga menawarkan fleksibilitas yang lebih baik dan mengoptimalkan nilai setiap rupiah yang disimpan, sehingga membantu nasabah mencapai tujuan keuangan mereka dengan lebih cepat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/7/2024).
Dalam produk deposito ini, Superbank juga menawarkan fleksibilitas pilihan tenor dengan perpanjangan otomatis maupun tidak, kecepatan dan kemudahan pendaftaran melalui aplikasi Superbank, serta keamanan yang terjamin dengan dukungan pemegang saham kuat dan terpercaya seperti Grab, Emtek, Singtel dan KakaoBank
Deposito memang menjadi pilihan banyak masyarakat karena merupakan produk simpanan yang dapat membantu mereka untuk mengelola keuangan secara aman dengan bunga yang kompetitif.
Kata Tigor, deposito Superbank makin memperkuat deretan produk simpanan dengan bunga 6% per tahun, tabungan harian otomatis Celengan by Superbank, dan fitur pengelolaan keuangan Saku by Superbank yang telah diluncurkan sebelumnya.
Superbank juga menjadi bank dengan layanan digital yang memberikan kemudahan bagi jutaan pengguna dan mitra Grab untuk membuka rekening, menabung, dan menggunakan rekening tersebut sebagai metode pembayaran langsung di aplikasi Grab tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.
“Dengan terus meluncurkan produk dan layanan inovatif, kami optimis dapat mendukung pengelolaan finansial nasabah secara aman dan mudah serta membantu mereka menikmati keuntungan simpanan mereka secara optimal,” ujarnya.
Adapun, menurut survei BI tahun 2022, sebanyak 47% masyarakat Indonesia menabung kelebihan gaji mereka di simpanan deposito.
Hal ini diperkuat oleh pertumbuhan positif deposito sebagai komponen terbesar dari Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum mencapai 37,83%, menurut Laporan Surveillance Perbankan Indonesia Kuartal I/2023 yang dirilis OJK.
Ke depan, Tigor juga menyebut dalam waktu dekat, selain akan meluncurkan produk simpanan berjangka, pihaknya juga akan meluncurkan produk pinjaman, QRIS hingga layanan BI Fast demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Saat ini memang yang piloting itu loan direct, tapi untuk Grab community dulu. Jadi, di Grab itu ada kriteria, misal lokasi, behavior, tren dan sebagainya, ini ada skor-skornya masuk lending ke situ. Sementara yang [kredit] channeling sudah jalan,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Daftar Bank Digital Raup Simpanan Nasabah, Seabank No 1
Bank digital mana yang paling banyak meraup simpanan nasabah atau dana pihak ketiga (DPK)? Cek Sebank, BNC, hingga Bank Jago [1,083] url asal
#bank-digital #kinerja-bank-digital #simpanan-bank-digital #dana-pihak-ketiga #suku-bunga-bank-digital #bank-jago #seabank
(Bisnis.Com - Finansial) 22/07/24 14:05
v/11683979/
Bisnis.com, JAKARTA -- Bank digital kerap memberikan penawaran suku bunga simpanan yang tinggi guna meraup simpanan dari nasabah atau dana pihak ketiga (DPK). Lantas, dengan penawaran bunga tinggi, bank digital mana yang paling banyak meraup simpanan nasabah?
PT Bank Jago Tbk. (ARTO) misalnya menawarkan suku bunga deposito hingga level 5,25% per tahun. Bank digital milik Sea Group PT Bank Seabank Indonesia menawarkan produk deposito dengan suku bunga mencapai 6% per tahun. Selanjutnya, PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) atau BNC juga menawarkan bunga deposito tembus 8% per tahun.
Suku bunga simpanan bank-bank digital itu pun berada di atas tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Terbaru, LPS telah menetapkan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah pada bank umum 4,25%.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pada dasarnya LPS tidak melarang bank menawarkan bunga simpanan di atas bunga penjaminan LPS. Menurutnya, langkah bank-bank digital itu merupakan bagian dari strategi bisnis.
Bank menawarkan suku bunga tinggi di atas bunga penjaminan LPS karena berkaitan dengan persaingan. Selain itu, alasan penerapan suku bunga simpanan bank digital tinggi adalah karena tujuan penghimpunan dana untuk menopang ekspansi kredit yang lebih masif.
Meski begitu, seiring dengan adanya penawaran suku bunga simpanan bank di atas tingkat bunga penjaminan, LPS meminta bank digital transparan kepada nasabah.
"Ini agar fair. Saat memberikan bunga simpanan lebih tinggi harus transparan ke masyarakat," ujarnya pada beberapa waktu lalu.
LPS meminta perbankan harus memberikan pengumuman terkait program penjaminan simpanan LPS, termasuk tingkat bunga yang bisa dijamin LPS.
Presiden Direktur SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan sejumlah bank digital memang memberikan bunga simpanan tinggi guna meraup nasabah. Akan tetapi, pemberian bunga itu tetap mengacu perhitungan yang matang.
Menurutnya, model bisnis bank digital berbeda dengan bank konvensional sehingga bank digital bisa memberikan bunga simpanan tinggi.
"Bunga lending [bank digital] juga gede, jadinya berani kasih bunga funding tinggi," ujarnya.
Sasmaya juga mengatakan meski bank digital menawarkan bunga simpanan tinggi, namun nasabah memiliki pertimbangan lain dalam menyimpan dananya di bank digital.
"Mereka [nasabah] lebih mementingkan free transfer, bunga tidak begitu memperhatikan. Tapi kalau free transfer kena ya itu berdampak," katanya.
Head of Finance, Technology & Operations Bank Jago Supranoto Prajogo juga mengatakan penawaran bunga bukan menjadi satu-satunya faktor bagi nasabah untuk menggunakan perbankan digital, melainkan unique value proposition (UVP) juga menjadi strategi yang lebih berkelanjutan (sustainable) untuk bisnis perseroan.
“Bank Jago juga percaya dengan UVP kami, yaitu menyediakan solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan dan tertanam di dalam ekosistem digital,” ucapnya.
Pjs Direktur Utama Bank Neo Commerce Aditya Windarwo juga mengatakan meski memberi bunga tinggi, Bank Neo Commerce tetap menjalankan strategi dan kedisiplinan mitigasi risiko.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan pada tahun ini, tren bunga tinggi bank digital memang masih akan terjadi, bahkan kondisi ini berlangsung hingga tiga tahun ke depan.
“Apalagi, tren perebutan dana di pasar makin ketat karena bank juga harus bersaing dengan surat utang pemerintah yang bunganya tinggi,” ujarnya kepada Bisnis pada beberapa waktu lalu.
Daftar Bank Digital dengan Simpanan Terbesar
Seiring dengan penawaran bunga simpanan tinggi, lantas bank digital mana saja yang telah meraup nilai simpanan besar?
1. Seabank
Bank digital besutan induk Shopee ini menjadi bank digital peraup simpanan nasabah terbesar di Indonesia. Seabank telah mendapatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp24,18 triliun hingga Mei 2024, meskipun nilainya turun 1,35% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Raupan simpanan bank ditopang oleh dana murah atau current account saving account (CASA) dengan nilai Rp15,24 triliun, turun 4,91%. Seiring dengan tawaran bunga deposito tinggi, Seabank pun meraup simpanan jenis deposito Rp8,93 triliun pada Mei 2024, naik 5,37%.
2. Bank Neo Commerce (BBYB)
Bank besutan Akulaku ini menjadi bank digital kedua dengan raupan simpanan nasabah terbesar. Tercatat, DPK Bank Neo Commerce mencapai Rp14,77 triliun pada Mei 2024, turun 3,51% yoy.
Raupan simpanan bank masih didominasi deposito dengan nilai Rp10,66 triliun, namun nilainya turun 8,37%. Adapun, Bank Neo Commerce mencatatkan peningkatan dana murah 11,89% yoy menjadi Rp4,11 triliun per Mei 2024.
3. Bank Jago (ARTO)
Bank Jago telah meraup DPK Rp14,44 triliun pada Mei 2024, melesat 41,33% yoy. Raupan pendanaan bank ditopang dana murah sebesar Rp9,4 triliun, juga naik 31,27% yoy. Adapun, raupan deposito Bank Jago mencapai Rp5,03% yoy juga melesat 64,94% yoy.
4. Hibank
PT Bank Hibank Indonesia (Hibank) telah meraup DPK Rp10,46 triliun pada Mei 2024, melesat 37,15% yoy. Raupan simpanan bank digital besutan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) ini ditopang oleh deposito yang naik 28,46% yoy.
Meski begitu, raupan dana murah bank pun tak kalah moncer, naik 54,21% yoy menjadi Rp3,97 triliun per Mei 2024.
5. BCA Digital (Blu)
PT Bank BCA Digital atau Blu by BCA Digital telah meraup DPK Rp10,4 triliun, melesat 27,02% yoy. Raupan simpanan bank digital besutan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) ini masih didominasi oleh deposito Rp6,26 triliun, naik 11,82% yoy.
Namun, dana murah milik BCA Digital juga tumbuh pesat 60% yoy menjadi Rp4,13 triliun pada Mei 2024.
6. Bank Raya (AGRO)
PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) telah membukukan DPK sebesar Rp7,86 triliun pada Mei 2024, turun 7,07% yoy. Struktur pendanaan bank digital milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) ini didominasi oleh deposito sebesar Rp5,94 triliun, turun 9,45% yoy.
Adapun, dana murah dari giro dan tabungan Bank Raya mencapai Rp1,91 triliun, naik 1,18% yoy.
7. Allo Bank (BBHI)
Bank digital besutan konglomerat Chairul Tanjung, PT Allo Bank Tbk. (BBHI) telah mencatatkan DPK sebesar Rp5 triliun pada Mei 2024, tumbuh tipis 0,04% yoy.
Dana murah bank sebenarnya melesat 49,11% yoy menjadi Rp662,52 miliar. Namun, struktur pendanaan bank didominasi oleh deposito yang mencapai Rp4,33 triliun, turun 4,47% yoy.
Daftar Bank Digital Raup Simpanan Nasabah Terbesar, Seabank hingga Bank Jago (ARTO)
Bank digital mana yang paling banyak meraup simpanan nasabah atau dana pihak ketiga (DPK)? Cek Sebank, BNC, hingga Bank Jago [1,083] url asal
#bank-digital #kinerja-bank-digital #simpanan-bank-digital #dana-pihak-ketiga #suku-bunga-bank-digital #bank-jago #seabank
(Bisnis.Com - Finansial) 22/07/24 14:05
v/11668660/
Bisnis.com, JAKARTA -- Bank digital kerap memberikan penawaran suku bunga simpanan yang tinggi guna meraup simpanan dari nasabah atau dana pihak ketiga (DPK). Lantas, dengan penawaran bunga tinggi, bank digital mana yang paling banyak meraup simpanan nasabah?
PT Bank Jago Tbk. (ARTO) misalnya menawarkan suku bunga deposito hingga level 5,25% per tahun. Bank digital milik Sea Group PT Bank Seabank Indonesia menawarkan produk deposito dengan suku bunga mencapai 6% per tahun. Selanjutnya, PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) atau BNC juga menawarkan bunga deposito tembus 8% per tahun.
Suku bunga simpanan bank-bank digital itu pun berada di atas tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Terbaru, LPS telah menetapkan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah pada bank umum 4,25%.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pada dasarnya LPS tidak melarang bank menawarkan bunga simpanan di atas bunga penjaminan LPS. Menurutnya, langkah bank-bank digital itu merupakan bagian dari strategi bisnis.
Bank menawarkan suku bunga tinggi di atas bunga penjaminan LPS karena berkaitan dengan persaingan. Selain itu, alasan penerapan suku bunga simpanan bank digital tinggi adalah karena tujuan penghimpunan dana untuk menopang ekspansi kredit yang lebih masif.
Meski begitu, seiring dengan adanya penawaran suku bunga simpanan bank di atas tingkat bunga penjaminan, LPS meminta bank digital transparan kepada nasabah.
"Ini agar fair. Saat memberikan bunga simpanan lebih tinggi harus transparan ke masyarakat," ujarnya pada beberapa waktu lalu.
LPS meminta perbankan harus memberikan pengumuman terkait program penjaminan simpanan LPS, termasuk tingkat bunga yang bisa dijamin LPS.
Presiden Direktur SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan sejumlah bank digital memang memberikan bunga simpanan tinggi guna meraup nasabah. Akan tetapi, pemberian bunga itu tetap mengacu perhitungan yang matang.
Menurutnya, model bisnis bank digital berbeda dengan bank konvensional sehingga bank digital bisa memberikan bunga simpanan tinggi.
"Bunga lending [bank digital] juga gede, jadinya berani kasih bunga funding tinggi," ujarnya.
Sasmaya juga mengatakan meski bank digital menawarkan bunga simpanan tinggi, namun nasabah memiliki pertimbangan lain dalam menyimpan dananya di bank digital.
"Mereka [nasabah] lebih mementingkan free transfer, bunga tidak begitu memperhatikan. Tapi kalau free transfer kena ya itu berdampak," katanya.
Head of Finance, Technology & Operations Bank Jago Supranoto Prajogo juga mengatakan penawaran bunga bukan menjadi satu-satunya faktor bagi nasabah untuk menggunakan perbankan digital, melainkan unique value proposition (UVP) juga menjadi strategi yang lebih berkelanjutan (sustainable) untuk bisnis perseroan.
“Bank Jago juga percaya dengan UVP kami, yaitu menyediakan solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan dan tertanam di dalam ekosistem digital,” ucapnya.
Pjs Direktur Utama Bank Neo Commerce Aditya Windarwo juga mengatakan meski memberi bunga tinggi, Bank Neo Commerce tetap menjalankan strategi dan kedisiplinan mitigasi risiko.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan pada tahun ini, tren bunga tinggi bank digital memang masih akan terjadi, bahkan kondisi ini berlangsung hingga tiga tahun ke depan.
“Apalagi, tren perebutan dana di pasar makin ketat karena bank juga harus bersaing dengan surat utang pemerintah yang bunganya tinggi,” ujarnya kepada Bisnis pada beberapa waktu lalu.
Daftar Bank Digital dengan Simpanan Terbesar
Seiring dengan penawaran bunga simpanan tinggi, lantas bank digital mana saja yang telah meraup nilai simpanan besar?
1. Seabank
Bank digital besutan induk Shopee ini menjadi bank digital peraup simpanan nasabah terbesar di Indonesia. Seabank telah mendapatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp24,18 triliun hingga Mei 2024, meskipun nilainya turun 1,35% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Raupan simpanan bank ditopang oleh dana murah atau current account saving account (CASA) dengan nilai Rp15,24 triliun, turun 4,91%. Seiring dengan tawaran bunga deposito tinggi, Seabank pun meraup simpanan jenis deposito Rp8,93 triliun pada Mei 2024, naik 5,37%.
2. Bank Neo Commerce (BBYB)
Bank besutan Akulaku ini menjadi bank digital kedua dengan raupan simpanan nasabah terbesar. Tercatat, DPK Bank Neo Commerce mencapai Rp14,77 triliun pada Mei 2024, turun 3,51% yoy.
Raupan simpanan bank masih didominasi deposito dengan nilai Rp10,66 triliun, namun nilainya turun 8,37%. Adapun, Bank Neo Commerce mencatatkan peningkatan dana murah 11,89% yoy menjadi Rp4,11 triliun per Mei 2024.
3. Bank Jago (ARTO)
Bank Jago telah meraup DPK Rp14,44 triliun pada Mei 2024, melesat 41,33% yoy. Raupan pendanaan bank ditopang dana murah sebesar Rp9,4 triliun, juga naik 31,27% yoy. Adapun, raupan deposito Bank Jago mencapai Rp5,03% yoy juga melesat 64,94% yoy.
4. Hibank
PT Bank Hibank Indonesia (Hibank) telah meraup DPK Rp10,46 triliun pada Mei 2024, melesat 37,15% yoy. Raupan simpanan bank digital besutan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) ini ditopang oleh deposito yang naik 28,46% yoy.
Meski begitu, raupan dana murah bank pun tak kalah moncer, naik 54,21% yoy menjadi Rp3,97 triliun per Mei 2024.
5. BCA Digital (Blu)
PT Bank BCA Digital atau Blu by BCA Digital telah meraup DPK Rp10,4 triliun, melesat 27,02% yoy. Raupan simpanan bank digital besutan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) ini masih didominasi oleh deposito Rp6,26 triliun, naik 11,82% yoy.
Namun, dana murah milik BCA Digital juga tumbuh pesat 60% yoy menjadi Rp4,13 triliun pada Mei 2024.
6. Bank Raya (AGRO)
PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) telah membukukan DPK sebesar Rp7,86 triliun pada Mei 2024, turun 7,07% yoy. Struktur pendanaan bank digital milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) ini didominasi oleh deposito sebesar Rp5,94 triliun, turun 9,45% yoy.
Adapun, dana murah dari giro dan tabungan Bank Raya mencapai Rp1,91 triliun, naik 1,18% yoy.
7. Allo Bank (BBHI)
Bank digital besutan konglomerat Chairul Tanjung, PT Allo Bank Tbk. (BBHI) telah mencatatkan DPK sebesar Rp5 triliun pada Mei 2024, tumbuh tipis 0,04% yoy.
Dana murah bank sebenarnya melesat 49,11% yoy menjadi Rp662,52 miliar. Namun, struktur pendanaan bank didominasi oleh deposito yang mencapai Rp4,33 triliun, turun 4,47% yoy.
Semakin Tinggi, Simak Bunga Deposito Bank Digital Terbaru
Seiring dengan tren suku bunga acuan, bank digital melakukan penyesuaian terhadap bunga depositonya. Berikut daftar suku bunga bank digital terbaru. [1,133] url asal
#suku-bunga #bunga-bank-digital #suku-bunga-deposito #bunga-deposito #bank-digital #suku-bunga-bank #bunga-bank #suku-bunga-acuan #bi-rate
(Bisnis.Com - Finansial) 21/07/24 19:00
v/11573026/
Bisnis.com, JAKARTA - Suku bunga deposito perbankan masih mencatatkan peningkatan seiring dengan keputusan Bank Indonesia (BI) menaikan suku bunga acuan ke level 6,25% pada April 2024 lalu. Bagaimana kondisi penyesuaian suku bunga simpanan di bank digital terbaru?
Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Juli 2024, BI mempertahankan suku bunga acuan di level 6,25%. Langkah ini diambil dalam tiga bulan berturut-turut setelah RDG BI periode April 2024 terjadi kenaikan suku bunga acuannya 25 basis poin (bps) dari sebelumnya 6%. Kenaikan suku bunga acuan saat itu menjadi yang pertama kali sejak Oktober 2023.
"Transmisi kebijakan moneter berjalan semakin baik," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI pada beberapa waktu lalu (17/7/2024).
Menurutnya, transmisi suku bunga acuan BI terhadap bunga bank tetap stabil diiringi likuiditas perbankan yang tetap terjaga sejalan tambahan likuiditas makroprudensial dan aliran masuk portofolio asing.
Meski begitu, tercatat suku bunga deposito perbankan mengalami peningkatan. Tercatat, bunga deposito satu bulan perbankan mencapai level 4,63% pada Juni 2024.
Posisi bunga deposito pada Juni 2024 naik dibandingkan bunga deposito pada bulan sebelumnya atau Mei 2024 di level 4,61%. Namun, suku bunga deposito tetap mengalami penurunan jika dibandingkan pada akhir tahun lalu atau Desember 2023 di level 4,69%.
Sebelumnya, dalam laporan Indikator Pasar Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga memproyeksikan terjadinya tren peningkatan suku bunga simpanan di perbankan.
"Arah suku bunga simpanan rupiah potensial bergerak naik pasca penyesuaian suku bunga kebijakan di tengah kondisi likuiditas yang memadai," tulis LPS dalam laporannya yang dirilis April lalu (30/4/2024).
Meski demikian, LPS mencatat bahwa respons antar kelompok bank diperkirakan akan berbeda dipengaruhi kondisi internal likuiditas masing-masing bank dan target ekspansi dari sisi kredit dan dana pihak ketiga (DPK).
Penyesuaian Bunga di Bank Digital
Seiring dengan tren suku bunga acuan, bank digital pun melakukan penyesuaian terhadap bunga depositonya. PT Bank Jago Tbk. (ARTO) misalnya menaikkan suku bunga depositonya sebesar 25 bps.
Terdapat penyesuaian atas suku bunga deposito bank digital, di mana untuk simpanan Rp1 juta hingga Rp49,99 juta suku bunga ditetapkan 4,25% per tahun.
Sementara, penyesuaian suku bunga deposito hingga 25 bps terjadi pada simpanan sebesar Rp50 juta hingga Rp99,99 juta yang menjadi 4,75% per tahun, dari semula 4,5%.
Lalu, untuk simpanan Rp100 juta ke atas menjadi 5,25% per tahun dari sebelumnya 5%. Terakhir, Kantong Terkunci berada pada level 4,25%.
Head of Finance, Technology & Operations, Supranoto Prajogo, mengatakan dalam menetapkan suku bunga pihaknya mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk kebijakan suku bunga acuan dan kondisi industri perbankan.
“Bank Jago melakukan penyesuaian suku bunga sebagai respons atas kenaikan suku bunga acuan,” katanya kepada Bisnis, Selasa (11/6/2024).
Meski demikian, Supranoto menyatakan bahwa penawaran bunga bukan menjadi satu-satunya faktor bagi nasabah untuk menggunakan perbankan digital, melainkan unique value proposition (UVP) juga menjadi strategi yang lebih berkelanjutan (sustainable) untuk bisnis perseroan.
“Bank Jago juga percaya dengan UVP kami, yaitu menyediakan solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan dan tertanam di dalam ekosistem digital,” ucapnya.
Senior Vice President Finance PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR), David Wirawan, mengatakan seiring dengan tren suku bunga acuan, Bank Amar mengkaji penyesuaian termasuk untuk bunga simpanan.
"Kami saat ini masih terus melakukan eksplorasi, sampai saat ini belum [penyesuaian]. Akan tetapi mungkin ke depannya melihat kondisi likuiditas dan juga target bisnis ke depannya, mungkin akan ada penyesuaian juga," kata David.
Sebagaimana diketahui, bank digital memang terkenal menawarkan bunga deposito yang tinggi kepada nasabahnya. Bank Jago menawarkan bunga deposito tertinggi 5,25%.
Bank digital milik Sea Group PT Bank Seabank Indonesia menawarkan produk deposito dengan suku bunga mencapai 6% per tahun. Lalu, PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) besutan Kredivo Group memiliki produk simpanan dengan suku bunga hingga 8,75%. Bahkan, Bank Amar menawarkan produk simpanan dengan suku bunga tinggi mencapai 9% per tahun.
Berikut daftar suku bunga deposito bank digital terbaru:
1. Bank Jago
Melansir dari situs resminya, mulai 12 Juni 2024 suku bunga deposito Bank Jago untuk simpanan Rp1 juta hingga Rp49,99 juta menjadi 4,25% per tahun. Kemudian, simpanan di Rp50 juta hingga Rp99,99 juta menjadi 4,75% per tahun dan di atas Rp100 juta adalah 5,25% per tahun.
2. Allo Bank
PT Allo Bank Tbk. (BBHI) menawarkan deposito dengan suku bunga mulai 4% hingga 6%, di mana, minimum setoran awal adalah Rp1 juta.
3. Seabank
Seabank menawarkan produk deposito dengan suku bunga mencapai 6% per tahun, dengan kurun jatuh tempo 1, 3, dan 6 bulan. Nasabah dapat membuka deposito minimal saldo Rp1 juta. Adapun, penempatan deposito relatif dalam jangka waktu singkat, mulai dari 1 bulan.
4. Bank Raya
Berdasarkan keterangan tertulis manajemen PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO), perseroan menawarkan bunga deposito mulai 3% hingga 3,5% dengan pilihan tenor 1, 3, 6, 12, 24 hingga 36 bulan.
Tak hanya itu, Bank Raya juga menawarkan produk simpanan layaknya deposito dengan minimal setoran awal Rp50 juta. Adapun, untuk tenor 1 bulan bunga yang didapatkan 4%, 3 bulan mendapatkan bunga 4,25%, 6 bulan dengan bunga 4,5%, 12 bulan dengan bunga 5%, dan tenor 24 bulan dengan bunga 6%.
5. Bank Saqu
Bank Saqu, layanan bank digital dari PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) yang dimiliki oleh Astra Financial dan WeLab menawarkan fitur Busposito. Fitur ini memungkinkan pembukaan deposito bersama, makin banyak yang ikut, maka tawaran bunga makin tinggi. Di sini, bunga simpanan bisa mencapai 7%.
6. Bank Neo Commerce
Melansir dari situs resmi perusahaan, suku bunga deposito PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) atau BNC belum berubah sejak 15 Oktober 2023. Nasabah bisa menempatkan dananya minimum Rp100.000.
Adapun, jangka waktu deposito beragam. Misal, deposito WOW 7 hari mendapatkan suku bunga 5,5% per tahun. Sementara WOW 1 bulan 6,5% per tahun, dan WOW 3 bulan 7% per tahun. Kemudian, suku bunga WOW 6 bulan mendapatkan imbal hasil 7,5% per tahun serta WOW 12 bulan mencapai 8% per tahun.
7. Krom Bank
Krom Bank menawarkan produk simpanan dengan suku bunga tinggi untuk menarik lebih banyak nasabah. Suku bunga deposito ditawarkan hingga 8,75% per tahun.
Adapun, dalam produk deposito berjangka, nasabah bisa menggunakan fitur untuk mengalokasikan dana sesuai tujuan jangka panjang, dengan memilih periode jatuh tempo sesuai rencana keuangan nasabah. Dalam satu akun, nasabah bisa membuat 20 deposito.
8. Bank Amar
Bank Amar menawarkan produk simpanan dengan suku bunga tinggi mencapai 9% per tahun. Nasabah dapat menyetor dananya mulai dari Rp100.000.
Melansir dari situs resmi perusahaan, Bank Amar menawarkan rate berupa suku bunga deposito, di mana untuk tenor 1 bulan bunga yang ditawarkan mencapai 5,75% per tahun. Lalu untuk tenor 3 bulan mencapai 6% per tahun.
Selanjutnya, pada 6 bulan Bank Amar menawarkan bunga hingga 6,25%, sementara itu 12 bulan sebesar 7%. Kemudian, untuk tenor 18 bulan perseroan menawarkan 7,5%.
Lebih lanjut, apabila nasabah menyimpan dananya selama 24 bulan, maka Bank Amar menawarkan bunga hingga 8% per tahun, sedangkan untuk tenor 36 bulan mencapai 9% per tahun.
Tantangan bagi Bank Digital di Balik Penawaran Bunga Tinggi
Terdapat tantangan bagi bank digital dari upaya pemberian bunga deposito tinggi. [634] url asal
#bank-digital #bunga-tinggi-bank-digital #bunga-bank-digital #tantangan-bank-digital #deposito-bank-digital #bunga-deposito-bank-digital
(Bisnis.Com - Finansial) 09/07/24 20:05
v/10218827/
Bisnis.com, JAKARTA -- Sejumlah bank digital memberikan penawaran bunga deposito tinggi hingga 9% untuk menarik minat nasabah menyimpan dana. Namun, terdapat tantangan bagi bank digital dari upaya pemberian bunga deposito tinggi itu.
Tercatat, sejumlah bank digital memberikan bunga simpanan, termasuk deposito yang tinggi. Bank digital milik Sea Group PT Bank Seabank Indonesia misalnya menawarkan produk deposito dengan suku bunga mencapai 6% per tahun.
PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) atau BNC menawarkan bunga deposito tembus 8% per tahun. PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) menawarkan produk simpanan dengan suku bunga tinggi hingga 8,75% per tahun.
Bahkan, PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) menawarkan produk simpanan dengan suku bunga tinggi mencapai 9% per tahun.
Bunga deposito bank digital itu bahkan jauh di atas tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), di mana LPS telah menetapkan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah pada bank umum 4,25%. Artinya, simpanan nasabah di bank tersebut tidak dijamin LPS.
Presiden Direktur Krom Bank Indonesia Anton Hermawan mengatakan pemberian bunga simpanan yang tinggi merupakan salah satu upaya bank digital agar bisa bersaing meraup nasabah. Sebab, tanpa penawaran bunga simpanan yang menarik, sulit bagi bank-bank digital untuk mengambil hati masyarakat untuk menyimpan dananya.
Namun, dengan pemberian bunga tinggi itu, ada tantangan yang harus dijawab bank digital. "Dengan interest rate yang tinggi, ada tanggung jawab, untuk menjadi bisnis yang profitable bagi bank," kata Anton dalam acara diskusi media terbatas pada Selasa (9/7/2024).
Bank digital pun kemudian menerapkan strateginya tersendiri. "Akhirnya bank digital salurkan dana yang mahal ke loan yang cukup aman, risk bisa dipertahankan, dan menghasilkan return besar," ujar Anton. Dengan begitu, bank digital tetap bisa meraup laba meski mempunyai beban pendanaan yang mahal.

Seabank Indonesia/Istimewa
Presiden Direktur SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley juga mengatakan sejumlah bank digital memang memberikan bunga simpanan tinggi untuk meraup nasabah. Akan tetapi, pemberian bunga itu tetap mengacu perhitungan yang matang.
Dia menyatakan model bisnis bank digital berbeda dengan bank konvensional, sehingga bank digital bisa memberikan bunga simpanan tinggi. "Bunga lending [bank digital] juga gede, jadinya berani kasih bunga funding tinggi," ujarnya.
Senior Vice President Finance Amar Bank David Wirawan mengatakan bank digital memang menawarkan bunga simpanan tinggi, namun bank mengkompensasinya dengan bunga kredit yang tinggi pula. "Oleh karena itu, kami tetap menghasilkan NIM [margin bunga bersih] yang lebih tinggi," ujarnya.
Adapun, Bank Amar memberikan bunga kredit tinggi karena menyasar segmentasi pasar yang berbeda. "Kami menyasar segmen ritel mikro, tentunya mereka adalah segmen yang profil risiko lebih tinggi," kata David.
Segmentasi pasar tersebut tidak banyak dirambah perbankan. "Mungkin banyaknya adalah fintech yang men-tap segmen tersebut," tuturnya.
Meski begitu, dengan pemberian bunga deposito tinggi, pilihan kembali lagi jatuh ke masyarakat. "Kalau memang mereka mencarinya adalah interest hunter, kami kasihkan. Di Amar Bank ada caranya itu mendapatkan deposito 9%, namun mereka di-lock sampai 3 tahun," tuturnya.
Sebelumnya, Ahli pemasaran sekaligus Wakil Rektor I Universitas Prasetiya Mulya Agus W. Soehadi mengatakan bagi bank digital, untuk masuk ke pasar dan bersaing memang dibutuhkan ongkos yang banyak. Ditambah, saat ini persaingan bank digital makin ketat karena bermunculan bank-bank digital baru.
Akan tetapi, Agus mengatakan pada akhirnya layanan bank digital akan mirip satu sama lain. Dengan kondisi demikian, bank digital mesti memikirkan strategi untuk membuat nasabah bertahan.
“Jadi, cara lama seperti membakar uang untuk memberikan promosi atau benefit tertentu kepada nasabah sudah tidak terlalu efektif, dan tidak terlalu baik bagi keberlanjutan bisnis," ujar Agus dalam keterangan tertulis.
Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira juga mengatakan di tengah penawaran bunga tinggi itu, menjadi tantangan bagi bank digital agar tetap bisa mempertahankan loyalitas nasabah.
Bank digital menurutnya bisa menjalankan sejumlah strategi kolaborasi seperti menggandeng e-commerce dan platform dompet digital sebagai menjadi alternatif agar tidak terjadi penumpukan beban promosi.
“Dengan itu terbentuk loyalitas secara natural, secara alamiah, sehingga branding dan juga loyalitas konsumennya akan berulang,” tuturnya.