REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Wakil Menteri Agama RI, KH Saiful Rahmat Dasuki secara resmi membuka International Islamic Expo 2024 di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (26/7/2024). Sedikitnya 150 pengusaha haji dan umroh dari berbagai negara di dunia yang ambil bagian dalam pameran umroh, haji dan wisata Muslim ini.
Ratusan pengusaha tersebut berasal dari negara-negara di Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Tengah, Timur Tengah, Afrika dan Eropa. Selain dari luar negeri, sekitar 50 pengusaha haji dan umrah dalam negeri juga turut memeriahkan pameran tersebut.
Acara International Islamic Expo k-14 ini akan berlangsung pada 26-28 Juli 2024. Saat membuka acara ini, Wamenag didampingi Joko Asmoro, Chairman Alia Company Joko Asmoro, dan Direktur BPKH Limited Sidiq Haryono.
Dalam sambutannya, Wamenag Saiful Rahmat Dasuki mengatakan, forum ini menjadi salah satu titik agar perbaikan-perbaikan terus dapat dilakukan di masa yang akan datang. Apalagi, dalam pameran ini juga akan dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.
Karena itu, dia berharap, forum ini juga melahirkan terobosan-terobosan yang menguntungkan bagi Indonesia. "Mudah-mudahan ini juga menjadi sebuah terobosan yang bisa berbalik ke negara kita agaimana wisata juga bisa dikembangkan dengan diplomasi-diplomasi haji umrah yang bapak Ibu lakukan selama ini," ujar Saiful.
Mewakili Menteri Agama, Saiful jiga mengapresiasi penyelenggaraan Internasional Islamic Expo 2024 ini sebagai bagian dari sebuah penguatan ekosistem haji. "Dan saya berharap pula dari forum ini melahirkan sebuah ide dan gagasan untuk terus memberikan perbaikan-perbaikan dan inovasi-inovasi haji agar bisa lebih maksimal lagi di tahun-tahun yang akan datang," ucap dia.
Sebagai penyelenggara acara, Chairman Alia Company Joko Asmoro menjelaskan, ini menjadi sebuah forum pertukaran ide baru antara para praktisi pariwisata muslim, pengambil kebijakan umrah dan haji, praktisi hotel, sellers and buyers, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Pameran ini juga akan menawarkan paket umroh, haji dan wisata muslim kepada para pengunjung dengan memberikan penawaran harga yang terbaik.
"Acara ini adalah pertemuan para pengusaha umrah, haji, dan wisata muslim baik dari Asia, dari Central Asia, Timur Tengah, Afrika, bahkan Eropa," kata mantan Ketua Umum Amphuri ini.
Dalam pertemuan ini, tambah dia, para pengusaha travel umrah dan haji akan bertukar ide bagaimana agar wisata Muslim ini menjadi sesuatu gerakan yang saling melengkapi, khususnya untuk penyelenggaraan haji dan umrah yang dari tahun ke tahun semakin luar biasa.
"Kita tidak hanya bicara tentang market, tapi kita bicara bagaimana kerjasama ke depan yang lebih baik antara para stakeholder daripada penyelenggaraan wisata muslim, pembukaan-pembukaan destinasi muslim, dan pertukaran ide-ide yang lainnya," jelas Joko.
Selain kegiatan pameran, dalam acara ini juga digelar konferensi internasional untuk haji, umroh dan wisata Muslim. Para pembicara diantaranya adalah Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Otoritas Haji Arab Saudi dan para Muasasah Haji yang melayani jamaah haji dari berbagai kawasan dunia.
Pada Jumat (26/7/2024) malam nanti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia juga mengadakan jamuan makan malam yang dihadiri tamu Undangan delegasi internasional dari berbagai negara. Akan hadir lebih dari 500 pengusaha internasional dan duta besar beberapa negara untuk memperkenalkan atraksi budaya Indonesia dan khususnya produk ekonomi kreatif yang akan mendukung dari kegiatan pariwisata muslim, umrah dan haji.
Suksesnya penyelenggaraan International Islamic Expo selama 14 tahun berturut-turut ini telah menjadikan kegiatan ini sebagai pameran Internasioal Islamic Expo yang terbaik dan terbesar di Kawasan Asia Tenggara.
Sementara itu, Direktur BPKH Limited Sidiq Haryono mengatakan, acara pameran ini menjadi exposure yang baik untuk ekosistem haji dan umrah. Menurut dia, sudah saatnya ada multiplier effect dalam aktifitas ibadah haji yang benefitnya dapat kembali ke tanah air.
"Sudah saatnya indonesia tidak lagi hanya menjadi market, tapi juga bisa menjadi pihak yang bisa menentukan kualitas dan layanannya sendiri," kata Sidiq kepada Republika.co.id