Sekelompok massa menginjak stiker bergambar bendera Israel yang ditempel di aspal Jalan Medan Merdeka Selatan, tepat di depan Kedutaan Besar Amerika. Halaman all [364] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Sekelompok massa menginjak stiker bergambar bendera Israel yang ditempel di aspal Jalan Medan Merdeka Selatan, tepat di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Minggu (10/11/2024).
Aksi ini terjadi usai orator membubarkan demonstrasi yang digelar untuk memperingati 400 hari genosida Israel terhadap Palestina.
Pengamatan di lokasi menunjukkan stiker bergambar bendera Israel ditempel di salah satu sisi jalan dekat mobil pikap yang digunakan untuk berorasi. Pada stiker itu terdapat jejak kaki berwarna hitam yang menunjukkan simbol penolakan terhadap Israel.
Para peserta aksi secara bergiliran mengambil dokumentasi sambil berdiri di atas stiker tersebut. Seorang wanita bahkan merekam video sambil menyerukan dukungan untuk Palestina.
"Free Palestine! Stop Genocide!" teriaknya lantang, disusul dengan seruan, “Israel, Amerika Serikat, the real terrorist!” sambil mengentakkan kakinya ke arah stiker bendera Israel.
Majelis Ormas Islam (MOI) bersama Front Persaudaraan Islam (FPI) menggelar aksi yang diikuti ratusan orang dari berbagai ormas dan komunitas Islam.
Massa mulai memadati area depan Kedubes AS sejak pukul 06.00 WIB dan menyampaikan enam poin pernyataan sikap, termasuk desakan kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk bertindak tegas terhadap genosida Israel.
“Amerika Serikat tidak beda dengan Israel, sama-sama penjajah. Sementara Indonesia negara yang anti penjajahan, sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan Perikemanusiaan dan Perikeadilan,” ujar Sekretaris Umum FPI Buya Husein.
Ia menambahkan, "Saya ingatkan kepada Bapak Presiden Prabowo, tegaslah Anda. Jangan pernah bungkam, jangan pernah diam terhadap penjajah di manapun, termasuk negara AS yang ada perwakilannya di negeri kita."
Majelis Ormas Islam (MOI) bersama Front Persaudaraan Islam (FPI) menggelar aksi peringatan 400 hari genosida Israel di Palestina. Halaman all [359] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Ormas Islam (MOI) bersama Front Persaudaraan Islam (FPI) menggelar aksi peringatan 400 hari genosida Israel di Palestina, di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2024).
Aksi dimulai sekitar pukul 06.00 WIB dengan zikir, doa, pembacaan ayat suci Al-Quran, dan lantunan selawat.
Pengamatan di lokasi menunjukkan ratusan peserta aksi kompak mengenakan pakaian muslim putih untuk pria dan hitam untuk wanita.
Mereka juga memakai selendang bermotif bendera Palestina di leher, sementara sebagian lainnya mengenakan sorban bermotif.
Polisi turut bersiaga di sekitar lokasi, dan sejumlah beton pengaman telah dipasang di belakang lokasi aksi. Salah seorang peserta yang berdiri di atas mobil pikap menyampaikan seruan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
“Menuntut Indonesia serius dalam dukungan kemerdekaan Palestina dengan ikut berperan aktif secara internasional menekan zionis Israel serta para sekutunya, untuk segera hentikan genosida khususnya di wilayah Gaza Utara pada saat ini dan merdekakan Palestina, bukan sekedar ‘lips services’ belaka,” ujarnya.
Setidaknya ada enam poin tuntutan yang dibacakan oleh para orator atas nama rakyat Indonesia. Selain itu, mereka juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Malaysia yang berencana mengajukan resolusi untuk mengusir Israel dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Setelah orasi, salah satu peserta mengingatkan massa untuk tak segan mengusir warga Israel yang ditemui di Indonesia.
"Jangan lupa, kalau jalan ketemu orang Israel, diusir. Setuju? Di Bali sudah ada orang Israel, kacau tidak?" ujarnya di depan massa.
Aksi diakhiri sekitar pukul 10.00 WIB dengan iringan nyanyian dari grup penampil.
Bisnis.com, DENPASAR—Di atas lahan seluas 100 meter persegi di daerah Batubulan, Kabupaten Gianyar, Ni Nyoman Rida Bimastini menyebarkan gairah optimisme baru penanganan sampah di Bali. Di lahan yang berada di samping bengkel mebel kayu tersebut, dia tidak jijik memegangi magot-magot di dalam kotak berwarna biru.
Ada puluhan kotak penampung organisme mirip belatung itu. Nyoman Rida Bimastini atau Ima adalah salah satu pendiri Magi Farm, usaha rintisan yang bergerak di jasa manajemen pengolahan sampah makanan di Bali memanfaatkan magot. Magot merupakan larva jenis lalat Black Soldier Fly (BFS) atau Hermetia Illucens. Magot mirip belatung tetapi tidak dapat menularkan pathogen ke manusia. Perbedaan dengan belatung, warna magot cenderung cokelat muda, dan memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk pakan ternak dan pupuk.
Magot diklaim bisa memakan sampah organik 2 sampai 5 kali bobot tubuhnya selama 24 jam. Metode penguraian ini tidak menimbulkan efek samping. Larva maggot yang mengurai akan mati, dan bisa digunakan sebagai makanan ternak.
“Sewaktu awal melihat ini, wah ternyata ada begini. Ya sudah kami coba untuk membuktikan benar-benar di rumah, dan benar sampah tidak ada sisa lagi,” ujarnya ketika ditemui Bisnis pada akhir pekan Oktober lalu.
Magi Farm dapat disebut satu-satunya jasa pengelola sampah sisa makanan menggunakan magot di Pulau Dewata. Di pulau berpenduduk 4,4 juta jiwa ini ini, cukup banyak jasa pengola sampah. Hanya saja, sebagian besar fokus dengan sampah plastik. Masih sangat jarang menangani sampah rumah tangga khususnya sisa makanan. Oleh karena itu, metode Magi Farm mulai digemari masyarakat. Dikarenakan, penanganya solutif, dan tidak memunculkan bau tidak sedap. Bahkan, sampah masih dapat diolah menjadi kasgot atau kompos dari sisa penguraian.
Magi Farm menawarkan dua skema layanan. Pertama, penjemputan sampah organik yang telah dipilah setiap dua atau tiga hari sekali. Pelanggan akan mendapatkan bak untuk sampah yang akan diambil. Sampah itu dijemput dan diurai oleh magot di lokasi milik Magi Farm.
Kedua, layanan menyeluruh, yakni pelanggan membuat instalasi sendiri di tempatnya. Magi Farm akan memberikan bayi magot. Pelanggan menyediakan sampah organik untuk diurai magot. Setiap beberapa hari, petugas Magi Farm magot yang telah dewasa dengan bayi magot.
Untuk menikmati fasilitas tersebut, pelanggan harus membayar. Tarifnya berbeda tergantung jenis usaha dan rumah tangga serta lama berlanggan. Syarat di dua skema itu, sampah harus benar-benar sudah dipilah dari sedari awal. Usaha rintisan ini didirikan oleh Ima bersama I Putu Soma Rolandwika atau Soma pada akhir 2020.
“Waktu itu lihat sampah di Bali luar biasa tapi gaung penangananya kok biasa-biasa saja. Khususnya sampah sisa makanan justru tidak diseriusi. Kami berpikir seharusnya sampah menjadi tanggung jawab masing-masing dari awal,” ujarnya.
Dari kegelisahaan itu, Ima berpikir bagaimana supaya pengolahan sampah tidak menyisakan di TPA tapi benar-benar habis. Dia sempat mencoba teknik composting. Akan tetapi hasilnya tidak memuaskan. Proses dianggap belum sesuai harapannya. Muncullah informasi soal budidaya magot. Ima kemudian mencari magot ke peternak lokal. Dari situ dia memperoleh gratis 5 kg magot. Bermodal pemberian itu, magot itu mulai dibudidayakan. Ima meminjam lahan seluas 100 meter persegi milik orang tua Soma yang ditempati sekarang.
“Kami benar-benar nol tidak tahu, cuma bisa mengandalkan informasi dari youtube saja danya sudah jalan. Sebenarnya lucu juga karena sampah ini paling tidak diurus, tapi ini kan tanggung jawab bersama,” jelasnya.
#Dua Tahun Korek Sampah#
Saat awal mendirikan Magi Farm, motivasi utamanya untuk mengurai sampah lenyap. Belum ada keinginan bisnis. Walhasil, selama periode 2020 sampai 2022, Ima bersama Soma harus merogoh kocek gaji bulananya sebagai karyawan di organisasi nirlaba di Ubud. Itu terjadi karena pendapatan dari budidaya magot sangat minim. Harga jualnya hanya Rp7.000 per kg. Sementara hasil produksi magot juga masih mini.
“Kami tetap bertahan karena misi karena sampah makanan dibuang ke TPA semua. Padahal sampah makanan ini sudah bau, dan orang tidak mau urus tetapi karena semangat idealism tadi dan tidak paham kalau akhirnya bisa jual jasanya,” ungkapnya.
Ima bercerita selama periode itu, merupakan perjuangan berat. Mereka belum paham tentang rantai distribusi magot dari hulu sampai. Dia bercerita sangat kesusahan mendapatkan pasokan makanan buat magot. Organisme ini butuh makanan sangat banyak dan harus organik. Tidak bisa bercampur dengan bahan anorganik. Kata Ima, lika-liku mendapatkan pasokan inilah yang sangat berat. Penyebabnya, kesadaran pemilahan sampah dari rumah tangga di destinasi tujuan wisata ini ternyata masih sangat minim.
Ima menuturkan sempat menjalin kerja sama dengan jasa pengangkutan sampah. Namun, problemnya jasa angkut sampah tidak memilah. Dia pun ganti strategi menjalin kerja sama dengan depo penerimaan sampah.
“Waktu itu levelnya sampai korek-korek sampah di depo. Kami sudah minta tolong ke bosnya supaya dipisahkan sampah organik dan tidak organik, tapi yang angkut kan anak buahnya. Ya terpaksa kami harus korek-korek sampah sendiri,” tuturnya.
Ima berujar sempat mencoba membeli langsung dari tempat penampungan sampah. Akan tetapi baru tiga hari berjalan memutuskan berhenti. Pasalnya, sampah yang dipilah sudah banyak terkontaminasi dan tidak dapat dikonsumsi magot.
Strategi digantinya dengan menggandeng langsung penghasil sampah. Salah satu hotel d kota Denpasar bersedia. Selamat empat bulan Magi Farm menempatkan ember untuk sampah organik atau sisa makanan. Sistem ini sempat dikira akan berhasil. Kenyataanya, bukannya semakin baik justru menambah beban kerja mereka. Setiap malam Ima dan Soma harus bergantian memilah, kemudian mengangkut dari hotel ke lokasi penampungan di luar kota Denpasar. Syukurnya saat itu karena mereka dapat pinjaman mobil milik orang tua Soma.
“Setiap jam 8 malam kita korek-korek sampah memakai masker terus masukin ke ember. Padahal kami sudah minta supaya dipilah. Waktu itu ibu saya sampai bilang kamu disekolahkan di UGM tamatnya kok kerja begini [memilah sampah]. Tapi karena ini komitmen ya saya tertawa saja,” jelas Ima sambil tertawa.
Sistem ini terus dilakoni hingga akhir 2022. Periode itu,menurutnya secara tidak langsung menjadi masa research and development (RnD). Dari pengalaman itulah, terhitung sejak 2023, Ima dan Soma memperoleh solusi berupa skema jasa dan langganan. Pada tahun itu juga, keduanya memutuskan fokus dengan Magi Farm, dan berhenti dari tempat bekerjanya saat itu. Keputusan ini sempat disayangkan oleh beberapa temannya. Mereka bahkan dianggap gila karena lebih menekuni budidaya magot.
Namun, Ima pantang menyerah. Dia merekrut pegawai milenial untuk perkuat tim. Kebetulan pada tahun itu mereka mendapatkan dana dari keikutsertaan pitching kompetisi usaha rintisan. Magi Farm pun mulai dibenahi secara manajemen dan operasional. Untuk pemasaran Ima mulai berani menawarkan skema jasanya lewat Instagram dan whatsapp. Supaya calon pelanggan tertarik, Magi Farm memberikan free trial 2 minggu. Tim Magi Farm akan menjemput sampah setiap dua atau tiga hari sekali ke rumah pelanggan. Setelah itu, jika tertarik pelanggan harus subscribe. Mereka juga mengikuti tender di beberapa hotel.
Titik balik terjadi ketika TPA terbesar di Bali yakni TPA Suwung terbakar pada pertengahan 2023 dan harus ditutup. Kebakaran TPA Suwung disebabkan gas metan yang tertanam di tumpukan sampah. Peristiwa itu secara langsung mengedukasi masyarakat. Banyak dari warga yang sampahnya tidak terangkat petugas, mulai berpikir memilah sejak awal. Saat itu, mulai banyak pelanggan rumah tangga mengontak. Kendati demikian, tidak mudah mengajak masyarakat sadar. Banyak dari calon pelanggannya menganggap biaya berlangganan mahal dan enggan membudidayakan magot karena jijik.
“Kami jelaskan pelan-pelan kalau ini kan usaha jasa dan sampah menjadi tanggung jawab masing-masing orang. Ada yang menerima ada yang belum dan itu wajar,” jelasnya.
#Solusi Murah#
Upaya Ima mengenalkan jasa Magi Farm semakin menuai hasil ketika berhasil menggandeng Hotel Grand Hyatt Bali (GHB) di Nusa Dua sebagai pelanggan. Dari sinilah kemudian satu persatu pelanggan bermunculan, dan percaya dengan Magi Farm hingga sekarang.
Saat ini, total sudah ada sebanyak 100 rumah tangga, dan 30 hotel serta restoran di Badung, Gianyar dan Kota Denpasar menjadi pelanggan. Rumah tangga dan usaha itu tersebar mulai dari Ubud, hingga Nusa Dua. Setiap hari, Magi Farm mampu mengolah sebanyak 300 kg sampah sisa makanan. Usaha rintisan ini juga sudah merekrut sebanyak 10 orang pegawai generasi milenial.
Kehadiran Magi Farm merupakan solusi minim biaya, serta tuntas. Enviromental Officer Company Grand Hyatt Bali Ahliana mengungkapkan magot terbukti cepat mengurai sampah sisa makanan. Setiap bulan, hotel bintang lima ini mampu mengurai 3 ton sampah sisa makanan. Proses itupun dilakukan di area hotel di atas lahan seluas 100 meter persegi.
“Tidak bau dan cepat, jadi benar-benar solusi,” jelasnya kepada Bisnis.
Selama ini GHB menghasilkan sebanyak 20 ton sampah sisa makanan per bulan. Sampah itu diswakelolakan dengan masyarakat lokal. Rencananya jumlah sampah yang diurai oleh magot akan ditingkatkan menjadi 5 ton per bulan. Ahliana menegaskan keberadaan Magi Farm tidak hanya menjadi solusi murah dan cepat.
Hotel mendapatkan benefit lainnya berupa keberpihakan terhadap lingkungan atau sustainability. Menurutnya, keberadaan magot di hotel membantu manajamen menyakinkan klien ternama dari berbagai negara yang membutuhkan aksi nyata dari manajemen hotel terkait keberpihakan lingkungan.
“Kesadaran lingkungan di kalangan pelanggan sangat besar. Kami baru saja mendapatkan request langkah apa yang sudah dilakukan terhadap lingkungan. Magot ini salah satu kuncinya,” jelasnya.
Kiprah GHB Bali menggunakan magot juga menular ke beberapa hotel lain di kawasan ITDC Nusa Dua. Inisiatif Ima ini telah membuatnya diganjar sebagai salah satu daftar penerima SATU Indonesia Awards Nasional 2023 untuk Provinsi Bali kategori Individu Lingkungan.
Meski demikian, Ima menyadari kiprah Magi Farm di Bali masih terbilang mini untuk ukuran Bali. Data Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap, produksi sampah di Bali mencapai 3.368 ton per hari. Sumbernya, 60 persen dari rumah tangga, sisanya dari kantor, pasar sampai perusahaan. Komposisi sampah tersebut, 51 persen adalah sampah organik (sisa makanan, ranting dan kayu), sedangkan 49 persen sampah anorganik.
Sejak lama, sampah tersebut hanya ditimbun di TPA Suwung. TPA ini terbesar di Bali dan jadi tujuan pembuangan bagi warga Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar, dan Kota Denpasar. Ratusan miliar dana APBN sudah digelontorkan pemerintah pusat mengatasi persoalan sampah di Bali.
Mulai dari penataan TPA Suwung sampai pembangunan tempat pemilahan sampah terpadu (TPST) di Kota Denpasar yang diresmikan oleh Presiden Jokowi. Hasilnya, sampai kini tidak jelas, bahkan TPS3R di Kota Denpasar urung berjalan. Masyarakat pun kini kewalahan karena banyak sampah tidak terangkut. Setiap hari ditaksir ada sekitar 756 ton sampah yang tidak tertangani. Isu sampah terus mengemuka di Bali dan menjadi perhatian utama pemerintah pusat hingga dunia, Hanya saja fokus penanganannya masih terbatas pada sampah plastik.
Ima menuturkan, Magi Farm mengatakan sedang berencana memperluas cakupan usaha. Salah satunya dengan menyewa lahan seluas 4x100 meter persegi di daerah Denpasar Timur. Lahan itu nanti untuk menambah kapasitas budidaya magot. Harapannya agar semakin banyak sampah yang dapat diolah. Karena permintaan mulai banyak masuk ke usahanya.
“Terus terang, sekarang ini kami banyak menolak karena kapasitas masih terbatas. Makanya kalau lahan satunya jadi akan bisa menampung permintaan,” jelasnya.
Ima memiliki impian, Magi Farm dapat menjalin kerja sama dengan bumdes. Dengan begitu, ada hubungan symbiosis mutalisme dimana desa mendapatkan pendapatan, dan persoalan sampah rumah tangga teratasi. Selain itu, semakin banyak mitra terlibat sehingga pengiriman sampah ke TPA semakin berkurang.
Dia optimistis impian itu bisa tercapai. Meskipun belum tercapai, tetapi setidaknya mulai sekarang kesadaran memilah sampah dari rumah sudah mulai tersampaikan. Ini menurutnya sangat penting di era sekarang untuk mengatasi problematika sampah di Bali.
Salah satu Raksasa otomotif asal Jepang, Nissan, mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) 9.000 karyawan secara global. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi produksi global imbas sepinya penjualan mobil perusahaan di China dan Amerika Serikat.
Melansir Reuters, Sabtu (9/11/2024), jumlah pemangkasan ini kurang lebih setara 6,7% dari total karyawan perusahaan di seluruh dunia yang mencapai 133.580 orang. Melalui pemangkasan itu Nissan dapat menurunkan kapasitas produksi global perusahaan hingga 20%.
Di luar itu pemangkasan ini menjadi lebih penting untuk dilakukan Nissan guna mengurangi beban biaya sebesar US$ 2,6 miliar atau Rp 40,74 triliun (kurs Rp 15.672/dolar AS) pada tahun fiskal 2024 ini di tengah kemerosotan penjualan di China dan AS tersebut.
Lebih lanjut, Nissan juga memangkas prospek laba tahunannya sebesar 70% menjadi 150 miliar yen atau US$ 975 juta (Rp 15,28 triliun). Ini merupakan kedua kalinya mereka menurunkan perkiraan tersebut tahun ini.
Kondisi ini terjadi lantaran penjualan Nissan mengalami penurunan yang cukup drastis di Negeri Tirai Bambu imbas dominasi produsen mobil listrik BYD dan brand lokal lainnya di kawasan itu.
Namun masalah yang lebih serius bagi Nissan mungkin terjadi di AS, di mana mereka tidak memiliki produk mobil hibrida yang mampu bersaing di pasar Negeri Paman Sam itu. Kondisi ini berbeda dengan rival perusahaan asal Jepang, Toyota yang berhasil menerima lonjakan permintaan mobil hibrida..
"Nissan salah mengartikan permintaan mobil hybrid di Amerika Serikat. Kami tidak memperkirakan HEV (Hybrid Electric Vehicle) akan meningkat secepat ini," kata CEO Makoto Uchida dalam konferensi pers.
"Kami mulai memahami tren ini menjelang akhir tahun fiskal lalu," jelasnya seraya menambahkan bagaimana perusahaan gagal dalam membuat beberapa perubahan pada model inti kendaraan hibrida miliknya sehingga tertinggal di pasar AS.
Salah satu Raksasa otomotif asal Jepang, Nissan, mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) 9.000 karyawan secara global. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi produksi global imbas sepinya penjualan mobil perusahaan di China dan Amerika Serikat.
Melansir Reuters, Sabtu (9/11/2024), jumlah pemangkasan ini kurang lebih setara 6,7% dari total karyawan perusahaan di seluruh dunia yang mencapai 133.580 orang. Melalui pemangkasan itu Nissan dapat menurunkan kapasitas produksi global perusahaan hingga 20%.
Di luar itu pemangkasan ini menjadi lebih penting untuk dilakukan Nissan guna mengurangi beban biaya sebesar US$ 2,6 miliar atau Rp 40,74 triliun (kurs Rp 15.672/dolar AS) pada tahun fiskal 2024 ini di tengah kemerosotan penjualan di China dan AS tersebut.
Lebih lanjut, Nissan juga memangkas prospek laba tahunannya sebesar 70% menjadi 150 miliar yen atau US$ 975 juta (Rp 15,28 triliun). Ini merupakan kedua kalinya mereka menurunkan perkiraan tersebut tahun ini.
Kondisi ini terjadi lantaran penjualan Nissan mengalami penurunan yang cukup drastis di Negeri Tirai Bambu imbas dominasi produsen mobil listrik BYD dan brand lokal lainnya di kawasan itu.
Namun masalah yang lebih serius bagi Nissan mungkin terjadi di AS, di mana mereka tidak memiliki produk mobil hibrida yang mampu bersaing di pasar Negeri Paman Sam itu. Kondisi ini berbeda dengan rival perusahaan asal Jepang, Toyota yang berhasil menerima lonjakan permintaan mobil hibrida..
"Nissan salah mengartikan permintaan mobil hybrid di Amerika Serikat. Kami tidak memperkirakan HEV (Hybrid Electric Vehicle) akan meningkat secepat ini," kata CEO Makoto Uchida dalam konferensi pers.
"Kami mulai memahami tren ini menjelang akhir tahun fiskal lalu," jelasnya seraya menambahkan bagaimana perusahaan gagal dalam membuat beberapa perubahan pada model inti kendaraan hibrida miliknya sehingga tertinggal di pasar AS.
Nissan menghadapi tantangan berat di China di mana perusahaan domestik seperti BYD meraih pangsa pasar dengan mobil listrik (EV) yang terjangkau [383] url asal
KONTAN.CO.ID -TOKYO. Saham Nissan Motor merosot hingga 10% di perdagangan Tokyo pada Jumat (8/11).
Sehari setelah perusahaan otomotif Jepang tersebut mengumumkan rencana untuk memangkas 9.000 karyawan dan mengurangi kapasitas produksi sebesar 20% akibat lemahnya penjualan di pasar China dan Amerika Serikat (AS).
Harga saham ini mencatatkan penurunan harian terbesar sejak Agustus lalu dan terakhir diperdagangkan turun 6,5% pada 383,5 yen, sedikit di atas posisi terendah dalam empat tahun terakhir.
Sebagai produsen mobil terbesar ketiga di Jepang, Nissan pada Kamis (7/11) lalu juga menurunkan proyeksi laba operasional tahunannya sebesar 70% dan bahkan mencabut perkiraan laba bersihnya karena restrukturisasi yang diperkirakan akan memangkas biaya hingga 400 miliar yen (sekitar $2,61 miliar) untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret mendatang.
Seperti banyak produsen mobil global lainnya, Nissan menghadapi tantangan berat di China di mana perusahaan domestik seperti BYD meraih pangsa pasar dengan kendaraan listrik (EV) yang terjangkau serta hibrida bensin-listrik yang dilengkapi dengan perangkat lunak canggih.
Di AS, Nissan juga menghadapi kesulitan karena ketiadaan varian hybrid di saat permintaan untuk kendaraan jenis ini tengah melonjak.
CEO Nissan Makoto Uchida menyatakan bahwa pihaknya tidak mengantisipasi lonjakan popularitas kendaraan hybrid di AS dan bahwa permintaan untuk model andalan mereka yang telah diperbarui tidak sekuat yang diharapkan.
Restrukturisasi yang dilakukan Nissan ini merupakan upaya terbaru dalam rangka membangkitkan bisnis mereka, yang tidak sepenuhnya pulih sejak mantan Ketua Carlos Ghosn tersingkir pada 2018 dan hubungan dengan mitra aliansinya, Renault, berkurang.
Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Yoji Muto menolak memberikan komentar kepada wartawan mengenai kemungkinan dukungan pemerintah terhadap Nissan.
Analis dari Tokai Tokyo Intelligence Laboratory, Seiji Sugiura menilai, sebagian besar masalah hybrid Nissan di AS disebabkan oleh manajemen yang hanya berfokus pada penjualan model EV baru dan model konvensional berbahan bakar bensin.
"Perusahaan telah merilis rencana jangka menengahnya musim semi ini, namun pada akhirnya rencana itu tidak memiliki arti apa-apa. Saya rasa pemahaman mereka terhadap situasi ini benar-benar keliru," kata Sugiura.
Dalam rencana jangka menengah yang diumumkan Nissan pada Maret lalu, perusahaan berencana meluncurkan 30 model baru dalam tiga tahun ke depan.
Selanjutnya, meningkatkan penjualan global sebesar 1 juta unit, mencapai margin laba operasi di atas 6% pada akhir tahun fiskal 2027, dan memberikan total pengembalian bagi pemegang saham lebih dari 30%.
Badai bencana kembali menyerang industri otomotif dunia. Kali ini, raksasa mobil asal Jepang, Nissan mengumumkan akan melakukan pemutusan kerja besar-besaran dan memangkas upah petinggi perusahaan.
Disitat dari Reuters dan NY Times, Jumat (8/11), Nissan akan melakukan PHK terhadap 9 ribu karyawannya. Angka tersebut mencapai 6,7 persen dari total pegawai mereka di seluruh dunia (133.580 orang).
Bukan hanya itu, Nissan juga mengurangi 20 persen kapasitas produksinya di pabrik dan memangkas separuh penghasilan Makoto Uchida selaku chief executive officer (CEO) perusahaan!
Presiden dan Chief Executive Officer Nissan Makoto Uchida Foto: Nissan
Menurut laporan terbaru yang diumumkan Kamis (7/11), kondisi tersebut dipicu penjualan global yang menurun drastis, utamanya di Amerika Utara, China dan Jepang. Bahkan, keuntungan mereka turun 90 persen selama periode April hingga September 2024.
Seperti pabrikan lain, termasuk Ford Motor di Amerika Serikat dan Volkswagen di Jerman, Nissan telah berjuang untuk mengimbangi preferensi konsumen yang berubah dengan cepat di beberapa pasar mobil di dunia.
Di China, kemunculan jenama seperti BYD menggantikan banyak produsen mobil tradisional seperti Volkswagen dan Ford yang sudah lama mendominasi kawasan setempat. Karuan saja, BYD mampu menghadirkan mobil murah dengan teknologi canggih.
"Kami tidak dapat menyangkal bahwa rencana penjualan kami terlalu berlebihan mengingat perubahan pasar yang begitu cepat. Ini menunjukkan ketidakmampuan kami memenuhi kebutuhan pelanggan secara tepat waktu," kata Uchida.
Pabrik Nissan. Foto: Doc. Nissan.
Kondisi tersebut tentu menjadi beban berat untuk Uchida dan timnya. Dia menegaskan, sejumlah petinggi perusahaan juga akan mendapat potongan gaji sukarela selama Oktober 2024.
Nissan untuk sementara waktu akan memanfaatkan kemitraan untuk menjalankan roda bisnisnya, termasuk dengan Honda dan sejumlah nama lainnya.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada Selasa lalu, Donald Trump memberikan suaranya di Palm Beach, Florida, untuk pemilihan presiden, meskipun ia memiliki status hukum sebagai terpidana.
Mengutip unilad.com, hal ini memicu pertanyaan di kalangan publik tentang bagaimana Trump masih bisa menggunakan hak pilihnya, mengingat aturan ketat Florida terhadap pemilih dengan status pidana.
Kasus Hukum Trump: Dakwaan dan Vonis di New York
Sebelumnya tahun ini, mantan presiden AS tersebut dinyatakan bersalah di pengadilan Manhattan atas 34 dakwaan terkait pemalsuan catatan bisnis.
Tuduhan tersebut terkait dengan pembayaran uang tutup mulut kepada aktris film dewasa, Stormy Daniels, yang dilakukan melalui mantan pengacaranya, Michael Cohen.
Trump terus membantah tuduhan tersebut dan menyebut pengadilan itu sebagai “memalukan” dan “tidak adil,” serta menegaskan bahwa ia adalah orang yang "tidak bersalah."
Walaupun Trump berencana untuk maju kembali dalam pemilihan presiden mendatang, ia masih menghadapi vonis hukuman yang dijadwalkan pada 26 November mendatang.
Keputusan ini sempat memunculkan spekulasi bahwa ia mungkin akan sulit untuk berpartisipasi dalam pemilu, mengingat undang-undang Florida yang biasanya melarang pemilih dengan status pidana untuk ikut serta dalam pemilihan kecuali hak pilih mereka dipulihkan oleh Dewan Pengampunan Negara Bagian.
Celah Hukum yang Dimanfaatkan Trump di Florida
Meskipun Florida memiliki peraturan ketat, terdapat celah hukum yang memungkinkan Trump tetap dapat memilih.
Berdasarkan laporan dari CNN, hukum Florida menyatakan bahwa jika seorang pemilih menerima vonis di negara bagian lain, maka Florida akan mengikuti peraturan negara bagian tempat pemilih tersebut dinyatakan bersalah.
Dalam kasus Trump, hukum New York pada tahun 2021 mengizinkan mereka yang memiliki status pidana untuk tetap memilih, selama mereka tidak berada di dalam tahanan.
Artinya, selama Trump tidak ditahan, ia tetap memenuhi syarat untuk memilih di Florida, sesuai dengan aturan negara bagian New York.
Blair Bowie, Direktur Proyek Restore Your Vote di Campaign Legal Center, menyatakan bahwa hukum Florida masih jauh tertinggal dalam hal ini, mengingat Florida membatasi hak pilih bagi mereka yang memiliki catatan pidana.
“Kesimpulannya, seharusnya semudah ini bagi semua orang, bukan hanya Trump,” ujar Bowie.
Tampilan Trump yang Semakin 'Orange' Menjadi Sorotan Publik
Di luar isu hukum, penampilan Trump juga menjadi perhatian, terutama terkait dengan warna kulitnya yang tampak lebih “orange” dari biasanya.
Menurut artis makeup selebriti Safia Cox, Trump tampaknya menggunakan produk pelembap berwarna atau bronzer yang memberikan efek warna tersebut.
Cox menambahkan bahwa warna tersebut kemungkinan besar berasal dari produk krim atau bedak matte, bukan dari sinar matahari langsung atau sun bed, mengingat perbedaan warna yang signifikan.
Seiring dengan pemilu yang tengah berlangsung, perhatian publik terhadap Trump tidak hanya tertuju pada upaya hukum dan ambisinya kembali ke Gedung Putih, tetapi juga pada setiap detail visual yang membentuk citranya di mata masyarakat.
Paparan residu pestisida dari sayur dan buah dalam jangka panjang dapat mengakibatkan pusing dan diare, hingga menjadi penyebab penyakit syaraf dan otak. [352] url asal
Bisnis.com, JAKARTA -- Belakangan ramai dibicarakan, salah satu buah yang nikmat, anggur Shine Muscat, diduga mengandung residu pestisida yang berada di atas ambang batas aman. Hal itu bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
Dokter Sri Yenni Trisnawati dari RS Ngoerah mengatakan bahwa pestisida sangat penting dan kerap digunakan di dunia pertanian. Pestisida merupakan bahan kimia yang digunakan untuk menghilangkan atau mengatasi hama sehingga hasil panen petani itu menjadi lebih baik.
Namun, permasalahannya adalah bahan kimia dari pestisida yang tersisa pada bahan makanan dapat berbahaya bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi sedikit-sedikit dalam jangka waktu yang panjang.
"Dari segi neurologi, paparan pestisida bagi tubuh kita itu sangat bisa menyebabkan gangguan-gangguan di bagian neurologi yaitu bagian baik di sistem syarat pusat maupun di sistem syarat tepi," jelasnya dalam bincang bersama Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Selasa (5/11/2024).
Pada sistem syarat pusat, paparan pestisida dalam jangka panjang bisa menimbulkan gangguan-gangguan kognitif, misalnya gangguan memori, sampai gangguan proses belajar pada anak-anak. Sedangkan, gangguan pada sistem syarat tepi bisa menimbulkan gejala-gejala seperti gejala polineuropati, misalnya rasa kesemutan dan lainnya.
"Adapun, di beberapa literatur menyebutkan ada beberapa pestisida yang memang paling sering kita dapatkan, di bahan makanan seperti organofosfat, organoklorin, dan karbamat, yang bisa menimbulkan istilahnya gejala-gejala neurotoksik," imbuhnya.
Paparan pestisida jangka panjang bisa menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:
Apabila terpapar dengan dosis tinggi, misalnya dari kalangan petani, pasiennya terlihat cepat lelah, pusing, dan sakit kepala, sampai keluhan air liur yang berlebihan, dan diare.
Selain itu, dalam paparan pestisida dosis tinggi bisa timbul gangguan-gangguan emosi, cepat marah, cepat tersinggung, bisa sampai kejang dan koma atau penurunan kesadaran.
"Tapi kalau seandainya ini toksisitas yang kronis, yang tadi sedikit-sedikit tapi berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, jadi itu adalah bisa menimbulkan kondisi-kondisi seperti sulit berkonsentrasi, penyakit-penyakit neurodegeneratif, seperti penyakit Parkinson, demensia, terutama demensia Alzheimer, itu juga dapat ditimbulkan oleh paparan pestisida," tambahnya.
Dokter Sri mengimbau masyarakat agar memilih bahan makanan, seperti sayur dan buah yang organik, atau mencuci bahan makanan dengan bersih.
Sementara itu, jika mengalami gejala seperti yang disebutkan, agar segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat agar bisa segera ditangani.
Bisnis.com, JAKARTA — Belakangan, bahan makanan mengandung residu pestisida berlebih mengkhawatirkan masyarakat, karena bisa berdampak buruk pada kesehatan terlebih pada anak-anak.
Dokter Sri Yenni Trisnawati dari RS Ngoerah menjelaskan bahwa pestisida sangat lumerah digunakan dan penting di dunia pertanian. Pestisida merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mengatasi hama agar hasil panen petani itu menjadi lebih maksimal.
Namun, bahan kimia dari pestisida yang tersisa pada bahan makanan dapat berbahaya bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi sedikit-sedikit dalam jangka waktu yang panjang.
Dampak buruk paparan pestisida bahkan bisa berdampak termasuk pada anak, meskipun belum banyak atau makan dalam waktu yang lama.
"Jadi anak-anak juga punya risiko yang sama walaupun belum lama makan. Tapi, akumulasi pestisida pada anak sudah bisa terjadi sejak ibu hamil. Jadi pada saat ibu hamil jika terpapar dengan pestisida itu, nanti anak yang dilahirkan mungkin ada kelainan," jelasnya dalam bincang bersama Radio Kesehatan Kemenkes, Selasa (5/11/2024).
Dokter Sri mengatakan, dari beberapa literatur menyebutkan bahwa ada perbedaan EQ (Emotional Quotion) pada anak-anak di daerah pertanian dibandingkan di daerah perkotaan yang mungkin tidak terlalu terpapar oleh pestisida secara langsung.
"Dikatakan dalam penelitian, EQ-nya anak di daerah pertanian yang kerap terpapar pestisida secara langsung lebih rendah dari di perkotaan," tambahnya.
Selain itu, pada anak-anak, paparan pestisida bisa membuat anak sulit berkonsentrasi, mengalami hiperaktifitas, sampai ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), yang dapat menyebabkan gangguan perilaku dan gangguan proses belajar.
Tips Kurangi Risiko Paparan Pestisida pada Buah dan Sayur
Dokter Sri juga membagikan tips untuk mengurangi risiko paparan pestisida dari bahan makanan seperti buah dan sayur. Pertama, dengan mencuci hingga bersih, jika perlu menggunakan sabun khusus mencuci sayur dan buah.
"Jadi tidak sembarang sabun yang kita gunakan gitu ya, dan biasanya juga bisa dengan air mengalir ya, harus dengan air mengalir kita mencucinya, kemudian kalau bisa disikat sedikit menggunakan sikat halus, karena kadang di buah itu kan ada kandungan lilinnya ya, itu bisa dibersihkan dengan baik dengan sikat yang halus," paparnya.
Kemudian, bisa juga merendam sayur dan buah dengan garam selama 10 sampai 20 menit sebelum dicuci atau menggunakan baking soda atau cuka untuk mengurangi residu-residu dari pestisida itu.
Selain itu, bisa juga dengan mengupas kulit buah dan sayur sebelum dimakan, dan membersihkan tangan dengan baik sebelum mengupas makanan.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Abdul Qohar Affandi, tengah menjadi sorotan. [972] url asal
TEMPO.CO, Jakarta - Berita-berita terpopuler ekonomi dan bisnis hingga Senin malam, 4 November 2024 dimulai dari nama Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Abdul Qohar Affandi, tengah menjadi sorotan publik. Dia disebut mengenakan jam tangan mewah yang harganya hampir Rp 1 miliar.
Disusul, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menyatakan produk impor anggur shine muscat asal Cina yang beredar di Indonesia aman dikonsumsi. Hasil uji residu yang telah dilakukan di beberapa wilayah, khususnya di entry point, menunjukkan jumlah residunya di bawah batas minimum.
Selanjutnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pembangunan Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, batal. Menurut dia, untuk menambah kapasitas penumpang di Bandara Soekarno-Hatta dapat dilakukan dengan memperbaiki Terminal 1, 2, dan 3.
Berikutnya, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) Nandi Herdiaman menyatakan ratusan ribu buruh di industri kecil menengah (IKM) sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) kehilangan pekerjaan sejak pandemi Covid-19. Menurut dia, angka itu tidak terdeteksi karena berada di unit-unit usaha kecil.
Terakhir, perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang melibatkan empat perusahaan media milik keluarga Aburizal Bakrie dengan 12 kreditur atas utang Rp 8,79 triliun telah menemui titik terang.
Kelima berita ini paling banyak diakses pembaca kanal Ekonomi dan Bisnis Tempo.co.
Berikut ringkasan lima berita yang trending tersebut:
Selanjutnya: 1. Jumlah Harta Kekayaan Jaksa Agung Abdul Qohar yang Disebut Pakai....
<!--more-->
1. Jumlah Harta Kekayaan Jaksa Agung Abdul Qohar yang Disebut Pakai Jam Audemars Piguet Seharga Rp 1 Miliar
Nama Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Abdul Qohar Affandi, tengah menjadi sorotan publik. Dia disebut mengenakan jam tangan mewah yang harganya hampir Rp 1 miliar.
Informasi itu pertama kali muncul saat Qohar memberikan pernyataan dalam konferensi pers untuk dugaan suap tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terhadap kasus penganiayaan Gregorius Ronald Tannur di Gedung Kejagung, Jakarta pada Rabu, 23 Oktober 2024 lalu.
Ia disebut mengenakan jam tangan Audemars Piguet Royal Oak Offshore Rubens Barrichello. Mengacu pada laman Watch Centre, harga jam tangan mewah buatan Swiss tersebut mencapai 54.500 euro atau sekitar Rp 931 juta (kurs Rp 17.088).
2. BPOM Sebut Anggur Shine Muscat Aman Dikonsumsi dengan Syarat Tertentu
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menyatakan produk impor anggur shine muscat asal Cina yang beredar di Indonesia aman dikonsumsi. Hasil uji residu yang telah dilakukan di beberapa wilayah, khususnya di entry point, menunjukkan jumlah residunya di bawah batas minimum.
Ia menyebutkan dua parameter yang digunakan dalam pengujian dengan lebih dari 100 sampel itu, yakni parameter kualitatif dan kuantitatif. “Secara kualitatif (residunya) ada, namun secara kuantitatif di bawah ambang batas. Berarti ada, tetapi bisa dibersihkan,” tuturnya dalam jumpa pers yang digelar di kantor Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Senin, 4 November 2024.
Meski hasil tersebut menunjukkan anggur shine muscat aman dikonsumsi, BPOM mengimbau agar masyarakat menjadi konsumen yang cerdas dan berdaya. Salah satunya mengenali dan memilih pangan yang aman dan bermutu serta memperhatikan dan menerapkan cara penyimpanan pangan yang dianjurkan Bapanas.
3. Erick Thohir Sebut Pembangunan Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta Batal
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pembangunan Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, batal. Menurut dia, untuk menambah kapasitas penumpang di Bandara Soekarno-Hatta dapat dilakukan dengan memperbaiki Terminal 1, 2, dan 3.
“Kan memang kita harus pastikan seluruh proyek itu efisien, tolok ukurnya jelas, bukan pemborosan. Oleh karena itu, Terminal 4 kami putuskan dibatalkan,” ujarnya saat ditemui di Pelataran Komplek DPR RI Senayan, Senin, 4 November 2024.
Rencana pembangunan Terminal 4 ini telah mengemuka sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo pada 2019. Pembangunan Terminal 4 ini disebut-sebut akan menelan anggaran sebesar Rp 14 triliun.
Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) Nandi Herdiaman menyatakan ratusan ribu buruh di industri kecil menengah (IKM) sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) kehilangan pekerjaan sejak pandemi Covid-19. Menurut dia, angka itu tidak terdeteksi karena berada di unit-unit usaha kecil.
"Di Jawa Barat, dari 8 ribu yang terdata pada awal pandemi, itu tinggal 30 persen," kata Nandi saat ditemui usai agenda Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Baleg DPR RI di Kompleks Senayan, Senin, 4 November 2024. "Dari 8.000 itu ada yang punya 10 mesin, 20 mesin, karyawannya sampai 30. Taruh rata-rata 25, bisa ratusan ribu."
Nandi berharap pemerintahan Prabowo Subianto serius memberikan perhatian pada industri TPT. Ia mengaku sudah beberapa kali menyuarakan isu terpukulnya IKM sektor TPT sejak lama. Bahkan mereka beberapa kali turun aksi ke jalan di Bandung dan Jakarta, menyuarakan aspirasi tersebut.
Selanjutnya: 5. PKPU Perusahaan Media Bakrie terkait Utang Rp 8,79 Triliun Berujung Damai....
<!--more-->
5. PKPU Perusahaan Media Bakrie terkait Utang Rp 8,79 Triliun Berujung Damai
Perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang melibatkan empat perusahaan media milik keluarga Aburizal Bakrie dengan 12 kreditur atas utang Rp 8,79 triliun telah menemui titik terang.
Empat perusahaan media milik keluarga Bakrie itu meliputi PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV), dan PT Lativi Mediakarya (tvOne).
Dalam rapat di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, seluruh kreditur menerima proposal perdamaian dari VIVA. "100 persen setuju," kata salah satu pengurus dalam perkara ini saat membacakan hasil voting pada kreditur pada Senin, 4 November 2024.
Kuasa hukum dari 12 kreditur, Marx Adriyan, mengatakan VIVA mengajukan proposal perdamaian atas perkara ini dengan pembayaran tiga termin. Namun, usai voting ini dibacakan, Marx menyebut VIVA akan membayar masing-masing 10 persen dari Rp Rp 3,71 triliun utang pokok para kreditur dalam waktu 1x24 jam.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, memberikan pernyataan resmi mengenai hasil uji cepat residu pestisida pada anggur impor jenis Shine Muscat. [412] url asal
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Beberapa Waktu terakhir, isu keamanan anggur impor shine muscat ramai diperbincangkan masyarakat.
Berkaitan dengan hal itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) pun melakukan uji cepat residu pestisida pada anggur shine muscat yang masuk ke Indonesia.
Lantas, bagaimana hasilnya?
Mengutip Infopubik.id, Kepala Bapanas/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi, memberikan pernyataan resmi mengenai hasil uji cepat residu pestisida pada anggur impor jenis Shine Muscat.
Dalam uji yang dilakukan terhadap 350 sampel, ditemukan bahwa 90% sampel negatif residu pestisida, sementara 10% terdeteksi positif, namun dengan kadar yang masih di bawah ambang batas maksimum residu (BMR).
“Kami juga telah melakukan uji laboratorium terhadap 240 senyawa residu pestisida pada anggur ini. Hasilnya menunjukkan 219 senyawa negatif dan 21 senyawa terdeteksi mengandung residu, namun kadar yang terdeteksi masih sangat jauh di bawah BMR,” ujar Arief dalam Konferensi Pers Bapanas di Jakarta, Senin (4/11/2024).
Arief menegaskan bahwa tidak ditemukan senyawa berbahaya, seperti yang diberitakan di Thailand, yaitu klorpirifos dan endrin aldehyde.
Ia mengingatkan masyarakat bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila produk yang tidak aman ditemukan beredar di pasaran.
“Kami akan memberikan peringatan kepada pelaku usaha dan menarik produk tersebut dari peredaran untuk mencegah dampak lebih luas terhadap kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Arief juga mengimbau masyarakat untuk selalu mencuci buah anggur yang telah dibeli sebelum mengonsumsinya.
“Tindakan ini sangat penting untuk mengurangi risiko adanya residu atau kotoran lain yang mungkin masih menempel di permukaan buah. Mengingat anggur adalah komoditas yang dapat langsung dikonsumsi tanpa pengupasan, penting bagi masyarakat untuk mencuci setiap buah sebelum dikonsumsi,” tegasnya.
Berdasarkan Peraturan Badan Pangan (Perbadan) Nomor 1 Tahun 2023 tentang level pangan segar, semua informasi yang diperlukan harus dicantumkan pada kemasan untuk menjamin keamanan pangan segar.
Arief menambahkan, masyarakat perlu menerapkan praktik keamanan pangan, seperti membaca label yang tertera, memilih komoditas dengan izin edar, dan teliti sebelum membeli.
“Selain itu, kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi pangan lokal, termasuk buah-buahan yang banyak diproduksi di dalam negeri. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2024 tentang percepatan penganekaragaman pangan berbasis potensi sumber daya lokal,” imbuhnya.
Terakhir, Arief menegaskan komitmen Bapanas untuk menjaga keamanan pangan segar melalui koordinasi dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya, termasuk Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta Badan Karantina Indonesia (Barantin).